Tuesday, October 13, 2015

Pemred Suara Islam Mantu, Menjadi Reuni Aktivis Islam (Kolom Silaturrahim)

Taken From : Tabloid Suara Islam Edisi Maret 2015
(www.suara-islam.com)
  
Pemimpin Redaksi Suara Islam HM Aru Syeif Fachruddin Assadullah mantu dan menggelar pernikahan putri sulungnya Noni Halimi alumnus Fakultas Hukum UI, disunting Budyono Saputro alumnus Fakultas MIPA UI. Aqad nikah dilangsungkan di Gedung Sabha Widya Wisma Makara UI, Jalan Prof. Miriam Budiardjo, di dalam lingkungan Kampus Universitas Indonesia Depok, pada Ahad 15 Februari 2015 / 25 Rabi'ul Akhir 1436 H. Khutbah nikah diberikan oleh H. Shofyan Achmad, kakak kandung Nilawati Achmad ibunda pengantin putri, sementara nasihat perkawinan diberikan oleh KH. Achmad Cholil Ridwan Lc yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Saksi-saksi terdiri M. Halwan Aliuddin Anwarrulah dan Sudjito dan bertindak memimpin pernikahan Ahmad Zabidi S.Ag dari KUA Beji, Depok. Acara pernikahan ini sebenarnya sebuah pernikahan selazimnya, namun yang menjadi istimewa dalam resepsi yang berlangsung setelah prosesi aqad nikah itu, forum itu berubah menjadi ajang reuni aktifitas pendakwah yang selama ini menggerakkan roda dakwah Islamiyah di negeri ini.

Di depan pintu masuk gedung, undangan disambut karangan bunga ucapan selamat sejumlah tokoh nasional antara lain : Ketua Umum Partai Gerindra Letjen (Purn) H. Prabowo Subianto, H. Ahmad Muzani Sekjen Partai Gerindra, Mayjen H. (Purn) Muchdi PR, Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon SS, M.Sc di mana tiga nama yang terakhir juga datang menyaksikan prosesi aqad nikah. Ada lagi Wakil Ketua MPR-RI Dr. Hidayat Nurwahid MA, dan tampak datang juga Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Wakil Menteri Pertahanan RI, dan rekan-rekan Muchdi PR alumnus Akmil 1970 di antaranya Kol. Djumiran, alumnus Akmil 1968 Muhammad Anwar.

Tampak datang juga Nurmala Dewi mendampingi suami Dr.H.Ms Kaban M.Si. Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang dikenal sebagai Menteri Kehutanan (1999-2004), datang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr.Ir. Rokhmin Dahuri MS yang dikenal sebagai Menteri Kelautan (1999-2004), Dr.Hendri Saparini ekonom nasional, dan deretan pengacara Islam mulai : Mantan Direktur YLBHI H.Munarman SH, H.Wirawan Adnan SH, HM.Luthfie Hakim SH, Qumar SH, juga hadir Dr.H. Eggie Sudjana SH M.Si. dan H.Ir. Abdullah Hehamahua M.Sc yang dikenal sebagai Penasihat KPK yang acapkali berdebat di layar televisi dengan Eggie Sudjana.

Dari kalangan pers tampak hadir wartawan senior Tempo Amran Nasution, mantan Ketua LKBN Antara Asro Kamal Rokan, Yudhono dari Antara, wartawan TV senior Kawiyan, Mantan Pemred Majalah Islam Media Dakwah Nasmay Lofita Annas dan pengendali Gema Insani Pers HM. Umar Basyarahil, juga M.Hakim dari GIP. Yang istimewa tentu saja kedatangan Drh. H. Taufiq Ismail bersama istri Tante Ati yang dikenal para seniman sebagai ibu penggerak kegiatan kesenimanan di Indonesia

Ajang Reuni Para Pendakwah dan Aktivis Islam

Yang tidak diduga di tengah acara resepsi pernikahan putri Pemred Suara Islam ini, berubah menjadi ajang reuni para pendakwah dan aktivis Islam juga tokoh-tokoh Ormas Islam, khususnya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI), juga ormas Islam lainnya. Topik pembicaraan berkisar agresifitas kehadiran Syiah di Indonesia yang kini berani eksis bahkan menyerbu Adz-Dzikra pimpinan Ust. Arifin Ilham. Peranan Islam di tengah pergulatan politik kenegaraan yang dirasakan Islam kehilangan peranan. Sisi lain pertemuan reuni niscaya adalah temu kangen di antara aktivis yang jarang bertemu selama ini.

Tampak hadir seperti disebut di muka KH. Achmad Cholil Ridwan, yang dikenal aktivis Islam sejak PII berkiprah melawan komunis di tahun 1960-an, ikut bergabung HM. Zain Nashruddin ketua PII Karesidenan Madiun, bersama PII Madiun lainnya Drs. Muhammad Yasin, dan berbincang mengenang Peristiwa Kanigoro di mana anak-anak PII hampir ‘dihabisi’ oleh PKI dan peristiwa Kanigoro dikenal sebagai Prolog G30S PKI 1965. Ikut bergabung diskusi sambil berdiri aktivis PII dari Surakarta, HM. Natsir Zubaidi yang kini menjabat Wasekjen MUI Pusat. Ada H.Mashrum SH bersama istri yang juga aktivis PII-wati dan kini menjadi Kepala Pengadilan Agama Banten.

Tampak pula Ustd. Mashadi tokoh PII yang pernah aktif pada 1970-an bersama Sofyan Djalil kini Menko Perekonomian Kabinetnya Joko Widodo. Mashadi yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR dari PKS akrab berbincang dengan Muchdi PR yang rupanya sebelum masuk Akmil (akademi militer) juga aktif di PII. Ada lagi aktifis PII, Masyhuri, Mantan Kepala Humas Kementerian agama,, termasuk Sekjen Gerindra Muzani yang telah disebut dimuka rupanya mantan anggota PII juga bersama deretan PII generasi muda seperti Fami Fachruddin, Miqdad Hussein dan generasi tua PII seperti H.Ramlan Mardjoned, yang pada 1970 menjadi “ajudan” Bp.Prawoto Mangkusasmito juga M.Natsir tokoh-tokoh Masyumi.

 Dari kalangan HMI niscaya adalah Abdullah Hehamahua yang dikenal sebagai Ketua Umum PB HMI pada 1980-an, juga MS. Kaban dan Eggie yang dikenal sebagai aktifis HMI MPO. Tokoh Muhammadiyah yang datang adalah Tabrani Syabirin MA yang dikenal sebagai Ketua Majlis Tabligh PP Muhammadiyah. Hadir Drs. Muh Mansyur aktivis Muhammadiyah yang kemudian menjadi anggota DPR-RI PPP dua periode sejak 1987 sd 1997. Mansyur datang ke resepsi bersama Yudho Handoko aktivis dakwah dari kalangan Muslim Tionghoa yang sangat militan.

Yang tampak lebih istimewa tentu saja kehadiran sejumlah ulama antara lain : KH.Abdul Rasyid Abd Syaffi'i Pimpinan Perguruan As Syafiiyah bersama isteri Ibunda Azizah Azis yang memimpin Majelis Taklim kaum Ibu Umahat tiap Kamis pagi di Masjid Al Barkah Asyafiiyah Balimatraman Tebet Jakarta Selatan. Putri-putrinya yang juga ikut mengelola perguruan Islam seperti Hj. Ita Rogayah, Dewi Rasyid yang kini menjabat sebagai anggota DPD-RI, Aisyah, Asma, dan Alwi Rasyid ikut datang. 

Kalangan pendakwah dari Dewan Dakwah hadir Drs. Zahir Khan, Zulfi Syukur, HM Nazif dan isteri Ibu Erma, lagi Ustd Wardi Kamili, Ustd Aseli Ridwan MA dll. Dari GPMI (Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia) yang didirikan Alm Ahmad Sumargono, hadir Ais Salman putra Sumargono bersama ibundanya Dr. Joom Sumargono M.Sc, Yunas, Carum Widodo dll Tampak hadir pula Prof.Dr. KH. Didien Hafidudhin MA yang merupakan Ketua BAZNAS, ada KH. Abbas Aula dari Bogor yang banyak mendidik mahasiswa IPB yang kemudian terjun menjadi pendakwah nasional, yang di antaranya juga ikut hadir Dr. Adian Husaini, Ir. Nuim Hidayat M.Sc, Ir. KH.Muhammad Al Khathath yang dikenal sebagai Sekjen Forum Umat Islam (FUI) dan Pemimpin Umum Suara Islam, Drs Alfian Tandjung S.Pd. serta ulama dari luar kota pun tampak hadir KH.Syekh Ismail Royan pemimpin Perguruan Islam Babussalam di Pekanbaru, Riau.

Dari kalangan kelompok salafi dan perguruan Islam tampak hadir pula Hartono Ahmad Djaiz dan Toha Ahmad Djaiz, serta Haunan dari Lasykar Jihad yang kini memimpin Pesantren di Sumpiuh Cilacap. Tampak hadir pula jajaran Perguruan Islam Al Jannah Cibubur terdiri para pengasuh dipimpin oleh pendiri Al Jannah sendiri Bpk. Ir.H. Muslimin Siregar MM bersama istri Ibu Hj. Nurdjannah Harahap yang sejak pensiun dari Bulog telah berkhidmat membina Perguruan Islam Al Jannah yang kini tampil sebagai perguruan Islam yang representatif di Cibubur Jakarta Timur. Muslimin saat menjabat sebagai Kadolog di Timor Timur pada 1996 banyak berperan mengirim putra-putra Timor-Timur masuk ke sejumlah pesantren di Jawa, akibatnya Muslimin dituduh Uskup Bello sebagai melakukan Islamisasi. Rumah dinas Muslimin tiap malam acapkali dilempari batu dan kotoran hewan dan manusia. Muslimin yang berdarah Batak rupanya tidak gentar melawan intimidasi itu sehingga ia tercatat orang yang pertamakali melawan Uskup Bello. 

Rupanya diketahui, shahibul hajat HM Aru Syeif Assadullah telah bersahabat dengan Muslimin sejak ia menjabat Kepala Dolog di Timor Timur dan sering mengalami teror itu. Ditanya komentarnya forum tentang hajatannya yang berubah menjadi ajang reuni, HM Aru Syeif Assadullah bersyukur tak terhingga. Apalagi hampir semua jajaran tim inti Suara Islam hadir antara lain : Shodiq Ramadhan, Moh. Syah Agusdin,Syaiful Fallah, Zulharias, Fitrah Ramadhani, Sofyan Surrahman, Rasyidin Panggabean, Bernad Abdul Djabar, Hijrah Dahlan dan Drs. Sudadi yang menjadi “otak” Suara Islam. (Laporan : Muhammad Halwan Biro Suara Islam Jawa Timur)

Tabloid Suara Islam kolom Silaturrahim

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete