Tuesday, October 6, 2015

Japan Trip : Wisata Gunung Fuji (01 Nov 2014)

Pagi itu kami bangun lebih pagi guna mempersiapkan perjalanan ke Gunung Fuji. Kami memang menantikan untuk melihat gunung dengan salju abadi yakni Gunung Fuji yang merupakan ikon negara Jepang. Jarak dari Tokyo ke Gunung Fuji sekitar 150 km. Untuk bisa menuju ke kawasan Gunung Fuji, kami harus membeli tiket bus yang berada di Shinjuku Highway Bus Terminal. Alhamdulillah kami sudah memiliki tiket berangkat bus Keio ke Fuji Kawaguchiko dengan jam keberangkatan pukul 08.10 pagi. Harga tiket bus ini sebesar 1750 JPY atau senilai 194.250 IDR. Bus Keio berangkat setidaknya satu sampai dua bus setiap jam. Pagi yang mendung dan super dingin tersebut tidak menghalangi kami untuk segera menuju Shinjuku Station dari Asakusa tempat kami menginap.

Sampai di Shinjuku Station kami menunggu di depan perhentian bus, sambil tanya sana sini, kira-kira bus kami yang mana. Di sana banyak sekali bus sehingga kami tidak ingin salah naik bahkan tertinggal bus. The power of nanya orang sangat berperan penting, terutama nanya petugas supaya lebih yakin. Jepang memang tetap waktu, pukul 08.10 bus sudah datang, namun ada dua bus datang saling berjajar depan belakang, kami bertanya dulu kepada petugas bus mana yang harus kami naiki dengan menunjukkan tiket yang telah kami beli. Setelah mengetahui bus mana yang harus kami naiki, maka kami segera naik dan mencari temapt duduk sesuai dengan yang terdaftar di tiket milik kami bertiga. 


 
Perjalanan dari Shinjuku ke Fuji Kawaguchiko memakan waktu setidaknya 2 jam dengan melewati jalan tol bebas hambatan kemudian menuju jalan yang berbukit serta berliku ala puncak. Pemberhentian bus yang pertama adalah di Fujisan Station kemudian dilanjutkan Fujikyu Highland yang terdapat banyak taman bermain, terakhir berhenti di Kawaguchiko Station. Kami turun di stasiun terakhir yakni Kawaguchiko station. Saat turun dari bus, udara semakin dingin dan berkabut, suhu udara sekitar 7 derajat Celcius. Dingin abiiiiis dan berangin, saya sampai menggigil :(

 
 
 
Tiba di Stasiun Kawaguchiko terdapat shuttle bus sight seeing yang mengantar kita naik ke sekitar gunung Fuji. Ada dua rute yang bisa kita pilih dan rute tersebut melewati tempat yang berbeda-beda. Gunung Fuji memiliki beberapa tingkat (stage) dan merupakan titik-titik pemberhentian sebelum mencapai puncak. Tempat tertinggi yang bisa dicapai dengan mobil atau bus adalah stage 5. Kalau kita mau melanjutkan lagi sampai puncak maka kita dapat berjalan kaki. Waktu yang dibutuhkan dari stasiun Kawaguchiko sampai atas stage 5 adalah 30 menit.


Jalan menuju gunung Fuji sangat indah, menyusuri hutan dan banyak tempat pemberhentian yang unik. Banyak juga tersebar penginapan-penginapan bagi turis yang ingin bermalam di Fuji, namun jangan tanya harganya, kemungkinan sih mahal yaaa. Gunung Fuji terkenal pemalu, tidak seperti yang sering kita lihat di google. Di sana Gunung Fuji bisa terlihat jelas dengan salju tebal di atas permukaannya. Yang sering ditemui adalah Gunung Fuji jarang sekali menampakkan diri terutama di cuaca yang tidak bagus seperti mendung dan banyak kabut sehingga menutupi Gunung Fuji. Pemandangan gunung Fuji akan terlihat jelas jika cuaca cerah. Saat saya pergi ke sana, kondisi musim gugur, langit mendung dan super dingin, gunung Fuji hanya terlihat bagian atasnya saja :(

Di sekitar gunung Fuji terdapat 5 danau yang tersebar di berbagai area. Danau yang paling favorit adalah Danau Kawaguchi. Danaunya besar dan luas, seperti telaga Sarangan, hehehe. Dari depan danau Kawaguchi akan terlihat persis bagian badan Gunung Fuji hingga puncaknya. Ini kalau cuacanya cerah yaa.

Selama berkeliling dengan shuttle bus, kamu akan banyak menemukan momiji spot. Apa itu momiji spot? Momiji (daun maple) spot sangat diincar oleh turis yang datang ke Gunung Fuji pada musim gugur. Lokasi ini adalah tempat berkumpulnya banyak pohon maple. Pada musim gugur, daun-daun pohon maple ini akan memunculkan warna warna cantik mulai dari kuning, orange, hingga merah. Tidak hanya momiji, tetapi juga ada Cherry Spot atau Sakura Spot. Nah kalau yang ini akan diincar oleh turis pada musim semi karena banyak pohon sakura di area tersebut. Berhubung kami ke sana musim gugur, dan selama di Tokyo tidak menemukan pohon momiji yang banyak, maka saatnya berburu momiji. Di luar sudah gerimis, namun kami tetap semangat mencari momiji. Alhamdulillah kami bisa dapat momiji spot. 

Momiji









 
Jangan khawatir kehabisan hiburan, sepanjang perjalanan ke Gunung Fuji banyak tempat wisata, salah satunya Kachi Kachi Rope atau kereta gantung yang melintasi area tersebut sehingga bisa melihat view gunung Fuji lebih jelas dari ketinggian. Ada juga Kubota Itchiku Museum, yakni sebuah museum unik yang menampilkan kimono, juga ada Kawaguchiko Museum of Art, dan Kawaguchiko Music Forest. Satu yang tidak kalah menarik adalah Kawaguchiko Wedding Museum yakni museum yang menampilkan tentang pernikahan dan ornamen wedding, Whuaah seru khaan! Apalagi saat itu saya sedang persiapan hari H, makin excited melihatnya. Ada lagi spot yang lucu di sekitar danau, saya menemukan batu besar yang bertuliskan tulisan Jepang dan gambar not balok. Sepertinya batu tugu tersebut dibuat untuk penghormatan kepada seseorang yang berjasa di bidang musik di Jepang. Ketika saya mendekat dan menyentuh batu tersebut, dari dalam batu tersebut keluar bunyi dentingan piano lembut seperti music box, entah lagu apa. Kereeen :D
 
 


Saya baru menemukan hal unik mengenai vending machine di Gunung Fuji ini. Jepang memang tersebar banyak sekali vending machine di berbagai tempat untuk membeli apa pun, apalagi hanya vending machine minuman yang sudah biasa. Beli tiket bioskop saja bisa pakai vending machine lho di Jepang. Nah mengenai vending machine ini, saya biasanya memang memilih minuman dingin dan menyegarkan, dan tidak memperhatikan minuman lain yang kira-kira tidak segar seperti kopi. Nah di vending machine gunung Fuji ini saya baru menyadari ketika ingin membeli minuman, ternyata ada minuman botol yang panas. Awalnya saya bingung bagaimana bisa ya, apa nanti keluarnya panas? Terlebih mesin tersebut juga menjual minuman dingin. Jadi mesin itu menjual minuman panas dan dingin bersamaan. Saya pun mencoba membeli minuman panas yakni kopi susu berhubung cuaca di Gunung Fuji super dingin. Saya memasukkan koin receh, dan kluuung.... terdengar bunyi minuman kaleng yang jatuh di tempat pengambilan minuman. Saat saya mengambil minuman, benar saja, kalengnya panas dan isinya juga panas! Horeeeyyy! 

Vending Machine
Di salah satu tempat pemberhentian bus ada toko yang menjual pernak pernik oleh-oleh, cemilan, serta cafe yang menjual es krim dengan rasa super bermacam-macam. Tadinya saya sempat membeli eskrim dan saya makan saat itu juga sambil menunggu bus. Rasanya dingin di luar dan dingin di dalam, haha ya iyalah lagi dingin eh malah makan es krim. Di sana juga terdapat taman bunga lavender yang berbunga pada musim semi. Berhubung sedang musim gugur jadi tidak ada satu pun yang berbunga, yang ada hanya alang alang bergoyang, yaaaannggg...Rumah yang berjejer di sekitar gunung Fuji pun tidak kalah lucu dan menarik.


Lepas bermain di sekitar Gunung Fuji, perut sudah mulai keroncongan dan kami pun melipir mencari tempat makan di sekitar Kawaguchiko Main Gate. Di sana ada restoran sederhana sekaligus tempat penginapan, namanya Noah Cafe. Di sana kami memesan makanan untuk pengganjal lapar. Kami menanyakan makanan yang kiranya halal dan tidak mengandung babi atau sejenisnya. Maka kami memesan sesuai dengan rekomendasi Bapak penjual toko yang baik hati, yakni curry rice, pizza sayuran dan krim sup ayam. Baru kali ini saya merasakan makan kari khas Jepang, ternyata rasanya luar biasa enaaaakkk!! Pantas saja grup Detective Boys di Detective Conan sangat semangat makan nasi kari, ternyata rasanya memang super enak. Padahal bentuknya simpel dan sederhana, namun rasanya gurih bumbunya sangat kental bercampur potongan tomat dan daging sapi, dipadu dengan nasi Jepang yang super pulen. Ini kari terenak yang pernah saya cicipi :D 
 

 
 
Setelah kenyang makan, kami pun kembali ke Tokyo dengan menghabiskan tidur di perjalanan, lelah rasanya :D Alhamdulillah, terima kasih Gunung Fuji, kapan-kapan kita berjumpa lagi yaaa :)

Salam,
Noni Halimi

3 comments:

  1. Maaf mbak mau nanya nih, wkt ke jepang itu pake visa apa paspor aja? Trus boleh dong kasih refrensi penginapan di jepang yg nyaman, soalnya saya mau holiday ksana tapi blm ada pengalaman, makasih ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Mbak Rista, terima kasih sudah berkunjung. Saya pergi ke Jepang tahun 2014, masih pakai visa. Tapi semenjak tengah tahun 2015, Jepang sudah menerapkan bebas visa untuk turis Indonesia. Syaratnya Mbak harus punya E-Paspor, kemudian registrasi ke Kedutaan Besar Jepang. Nanti akan dapat sticker Bebas Visa Turis, yang berlaku untuk stay di Jepang maksimal 15 hari, bisa dipakai berkali-kali kedatangan, berlaku maksimal 3 tahun atau sampai masa berlaku e-paspor berakhir.

      Kalau boleh tahu rencana stay di kota apa dan daerah mana mbak?

      Delete
  2. Halow mba..mau tanya..kalau bisnya meng cover sampai mana?
    Kalau kita mau naik Kachi Kachi Rope harus menambah naik bis yang lain lagi kah?
    Lalu kembalinya ke Tokyo bgmn mba?
    Makasih sebelumnya :)

    ReplyDelete