Showing posts with label Pregnancy. Show all posts
Showing posts with label Pregnancy. Show all posts

Sunday, January 24, 2016

Email Masa Depan

Dear anakku,
Shin Umar Abqary

Ama dan Apak buat alamat email untuk kamu nak, isinya semua rekam jejak kehidupan kamu dari dalam kandungan sampai tiba nanti saatnya Ama dan Apak beri tahu password emailnya ke kamu di usia 17 tahun. Semua rekaman foto, video, tulisan, curhatan Ama dan Apak, scan segala macam yang terkait sama kamu.

shinumarabqaryxxx@gmail.com

Ingatkan Ama dan Apak untuk memberitahukan passwordnya kepadamu di usia 17 tahun ya nak..

With love,
Ama dan Apak

Tuesday, January 12, 2016

My Life After Having a Baby

'Gimana rasanya mbak habis melahirkan terus punya anak, ada yang berubah nggak? Lebih keibuan ya?'

Pertanyaan itu dilontarkan salah satu rekan kerja saya di kantor ketika menjenguk 2 hari pasca saya melahirkan. Saya bingung jawabnya, rasanya belum ada yang berubah pasca saya melahirkan kecuali hadirnya bocah mungil yang kini tidur bertiga bersama saya. Dulu mungkin saya bingung jawabnya, tapi sekarang rasanya so much has changed.

My life after having a baby. Yang jelas bertambahnya status saya dari seorang istri, bertambah menjadi seorang Ibu. Bertambah pula amanah yang saya emban dari Allah untuk semua ini. Rasa keibuan sudah pasti timbul dengan sendirinya ketika lahir seorang bayi, menurut saya itu alami dan sudah menjadi insting Ibu yang baik untuk merawat dan menjaga anaknya. 

Seperti sudah saya paparkan di muka, ketika sudah memiliki buah hati, maka saya harus rela berbagi tempat tidur. Jika sebelumnya bisa seenaknya saja berdua, sekarang kami lebih hati-hati bergerak karena si kecil tidur di kasur yang sama. Yang biasanya tidur pecicilan, malem tidur di pojok, pagi bangun sudah di pinggir, bed cover ke sana kemari-- kini tidur kami kalem macem snow white gitu lah.

My life after having a baby,
Saya jadi sering ngomong sendiri, enggak sendiri banget sih, ngobrol bareng si bayi, tapi kan dia belom bisa respon balik tuh. Gapapa lah, Umar pasti ngerti emaknya ngomong apa. Katanya kalau sering ajak ngobrol anaknya bounding yang tercipta antara Ibu dan anak juga kuat. 

Menjaga makanan dan segala asupan yang saya makan. Kalau ini tidak jauh berbeda sih dengan masa hamil dahulu. Hanya saja kali ini lebih berhati-hati. Jika dulu masih suka 'bandel' makan ini itu, kalau sekarang selektif karena apa yang kita makan dalam tempo singkat akan berpengaruh kepada si kecil karena ia minum ASI. 

Jika dulu saya lebih banyak waktu santai untuk browsing, melakukan hal-hal dari yang penting sampai gak penting di waktu senggang, kini hari-hari saya dihabiskan untuk menyusui, memandikan anak, menggendong, menidurkan dan bermain bersama anak. Dulu masih bisa Pakai baju macam-macam biar kece, sekarang kalau bisa pakai baju yang simpel dan gak ribet untuk menyusui. 

Dulu saya sering baca buku atau artikel random yang saya suka, setelah memiliki bayi, maka bacaan saya beralih ke segmen parenting, baby, dan kawan-kawannya. Mulai dari cara mengurus bayi, kesehatan bayi, informasi pertumbuhan bayi, imunisasi dan lain sebagainya. Menjadi Ibu baru sangat minim pengetahuan membuat saya harus belajar banyak dari berbagai sumber baik artikel browsing maupun pengalaman dari orang tua, teman teman serta kerabat dekat yang sudah memiliki anak.

Jika dulu weekend masih bisa jalan ke sana kemari, nonton bioskop, maka saat sudah punya bayi hilang semua dari list kegiatan sehari-hari. Untuk bulan-bulan pertama weekend dihabiskan di rumah untuk mengurus bayi dan bermain di rumah. Tidak mungkin saya meninggalkan bayi di rumah sedang saya malah jalan-jalan ke luar. Mungkin nanti ya nak kalau sudah besar dikit kita jalan bareng ;)

My life after having a baby,
Kalau dulu isi HP saya dan suami adalah kebanyakan foto-foto kami berdua, biasa selfie. Sekarang isi HP kami adalah penuh foto si kecil dengan berbagai pose dari hari ke hari, rasanya nggak mau ketinggalan satu momen pun dalam hidupnya yang tidak terekam kamera.

Hobi lain saya yang hilang adalah berburu tiket murah untuk bepergian. Iya, semenjak hamil dan kini sudah punya bayi, saya tidak pernah lagi browsing cari tiket murah bepergian. Mungkin nanti kalau dirasa cukup usianya kami bisa bepergian bertiga. Membawa bayi usia sangat kecil bepergian memang tidak ada salahnya sih, tapi rempongnya itu lhoooo.. Menginap satu dua hari saja perlengkapannya berasa pindah rumah cyiin, belom bawa stroller. Kalau bisa bak mandi di bawa juga dibawa deeh.

Bener kata orang-orang, kalau emak-emak biasanya bawel, doyan ngomel. Ah masa sih? Itu yang saya rasakan pada akhirnya. Naluri emak-emak sudah mengudara, bawaannya mau ngomel kalau ada yang berantakan. Kalau dulu suami naro barang sembarangan masih suka saya bereskan tanpa komen, kalau sekarang ngoceh dulu baru beresin. Yaaa.. ocehan khas emak-emak. 

My life after having a baby, semua serba cepat, serba butuh efisien dan tidak membuang waktu. Saya belajar banyak manajemen waktu ketika sudah memiliki anak. Iya, bagaimana memanage waktu untuk keperluan kita pribadi dengan mengurus anak. Misal pagi hari sehabis memandikan anak serta menyusui, kita baru bisa mandi saat ia sudah terlelap. Ketika malam hari ia tidur, sebiss mungkin kita juga ikut tidur walaupun masih pukul 8 malam. Karena ketika malam hari ia bangun, kita juga harus bangun untuk menyusui.

Jika dulu saya senang belanja online barang-barang kebutuhan saya pribadi, maka sekarang saya lebih senang mencari kebutuhan bayi. Demikian juga jika belanja ke suatu tempat, maka tempat yang saya datangi dan excited untuk ubek-ubek tumpukan barang dagangan adalah baju-baju dan perlengkapan bayi. Rasanya gemes banget melihat baju ukuran mini, sepatu mini, dan membayangkan betapa lucunya jika dipakaikan ke anak, walaupun saat itu bajunya masih terlalu besar dan belum muat. Yang penting beli dulu ehehe.

Jika dulu ketika selesai shalat dan berdoa biasa hanya mendoakan suami, keluarga, rekan-rekan, muslimin dan muslimat, maka ketika sudah punya anak, maka doa untuk anak menjadi skala prioritas. Apa pun didoakan demi yang terbaik untuknya. Rasanya tidak habis-habis untuk berharap segala sesuatu kebaikan untuk si kecil. 

My life after having a baby, i do love my parents much better than before. Rasanya sedih campur bangga. Sedih belum bisa berbuat banyak untuk orang tua, bangga karena dibesarkan oleh mereka. Karena ketika kita memiliki anak, kita mengetahui bagaimana rasanya menjadi orang tua, bagaimana rasanya mengurus anak, sehingga akan timbul perasaan sayang yang lain dari biasanya kepada orang tua kita.

My life after having a baby, 

Now i know how does it feel to be a mother for the first time. I'm sorry if i haven't being a perfect Mama for you, but trust me, i'll try my best to raising you up baby, my little prince charming, Shin Umar Abqary.

*tetiba melooow
*lap ingus
*cari waslap Umar

Sekian dan terima kasih cinta
Noni Halimi

Monday, January 11, 2016

Apa yang Dirasakan Ibu Menyusui?

ASI merupakan cairan paling ajaib yang dihasilkan oleh seorang Ibu untuk anaknya. Banyak penelitian menyebutkan berbagai macam keunggulan ASI ketimbang susu lainnya. Tidak ada susu yang bisa menandingi manfaat dan keunggulan ASI Ibu. Karena itu, agama Islam menyuruh kaum Ibu untuk menyusui anaknya hingga berumur 2 tahun. Sedemikian dahsyatnya keunggulan ASI membuat para Ibu berjuang keras untuk menyusui dengan ASI eksklusif apa pun halangan dan rintangannya. Inilah mengapa para Ibu menyusui membutuhkan dukungan penuh terutama dari suami, keluarga serta lingkungan terdekatnya.

Menjadi Ibu muda yang baru belajar menyusui anak memang tidak mudah, banyak hal-hal yang ia rasakan yang tidak orang lain kebanyakan rasakan. Nah, untuk mendukung para Ibu menyusui ada baiknya ikut berempati apa yang dirasakan oleh Ibu menyusui. Berikut beberapa yang dirasakan oleh Ibu menyusui, tentunya berbeda-beda, ini hanya opini subjektif yang saya alami saja :D

Ibu menyusui akan sering pusing/sakit kepala. ASI yang diambil dari tubuh ibu merupakan cairan setara dengan darah, apa jadinya jika persediaan cairan darah dalam tubuh diambil terus menerus tanpa dibarengi dengan suply makanan bergizi? Tentunya orang tersebut akan merasa pusing. Jika Ibu ingin menyusui anaknya atau ingin pumping maka disarankan untuk makan terlebih dahulu atau minum air sebelum atau sesudah pumping, karena akan banyak sekali cairan yang dikeluarkan dari tubuh Ibu. Makanan bergizi juga sangat penting untuk kualitas ASI dan menjaga stamina Ibu menyusui.

Kurangnya supply cairan yang tidak seimbang membuat Ibu menyusui jadi pelupa dan kurang konsentrasi. Hal ini sering terjadi jika saya ingin melakukan sesuatu tiba-tiba disorientasi. Mau nyiapin baju anak yang mau mandi bukannya buka lemari, eh malah ke dapur buka kulkas. Atau ketika membawa barang seharusnya bisa sekaligus dibawa semua, tapi saya membawanya sebagian, dan ketika sudah selesai baru sadar 'kenapa tadi ga sekalian aja'. Atau ketika suami ngomong A saya dengernya B, suami ngomongnya B saya dengernya C, suami ngomong pelan, saya berulang kali merespon dengan 'hah?' 'kenapa' 'apaan' untuk meminta suami mengulang kembali apa yang barusan ia katakan (Iyaakk..yang terakhir bukan pelupa tapi lebih ke arah budeg ya, hihihi. Ibu menyusui bisa bikin pendengaran berkurang ga yah)

Ketika anak menyusu sangat banyak, Ibu menyusui akan merasa terus kehausan dan kehausan. Rasanya kayak abis maraton, butuh air yang banyak. Itulah mengapa ada baiknya meletakan persediaan air minum yang banyak di kamar yang bisa diminum kapan saja oleh Ibu menyusui. Rasa haus akan semakin menjadi ketika malam hari, berasa onta lagi minum.

Bukan hanya minum, tapi juga makan. Ibu menyusui akan merasakan lapar berkali-kali lipat dari sebelumnya. Mungkin bisa dipersamakan dengan hamil usia kandungan 6-8 bulan yang luar biasaaaaa bawaannya laper terus dan geragas sama makanan. Pagi buta sudah sarapan nasi goreng, menjelang siang kerucukan makan pisang goreng, siang-siang makan nasi plus ikan dan sayur katuk melimpah, menjelang sore kelaperan lagi kentang goreng tepung dilumat, malam makan nasi dengan ikan lele lengkap dengan lalapan, tengah malam bunyi lagi perutnya meeen sampai shubuh ga kelar-kelar urusan perut. Bukan apa-apa, Ibu menyusui akan mengeluarkan ASI, maka sudah seharusnya disupply makanan yang banyak pula. Sesekali suami bisa lho membuatkan atau membelikan makanan kesukaan istrinya. *kode pak kode*

Namun jangan khawatir Ibu menyusui, sebanyak apa pun Ibu menyusui makan, rasanya tetep akan turun berat badannya karena menyusui. Jika sehabis melahirkan berat badan masih 60an maka yakinlah setelah menyusui dan memberikan ASI eksklusif berat akan turun ke angka 50. Well, breast feeding is a best way of having diet. Siapa yang mau kurusss yuks menyusui :D

Mengurus bayi yang baru lahir, tidak mudah bagi Ibu menyusui. Butuh penyesuaian, terutama yang mengurus anaknya sendiri tanpa Asisten Rumah Tangga atau Baby Sitter. Memandikan anak, memakaikan baju, mencuci baju, seterika baju, beberes rumah serta pekerjaan rumah tangga lainnya, menyusui tiap bayi minta susu bahkan terbangun di malam hari berkali kali untuk menyusui, mengganti popok dan menidurkan anaknya. Lelah? Sudah pasti. Karena itu Ibu menyusui cenderung tidak memperhatikan diri dan merawat diri untuk masa sekarang ini, mungkin baru bisa dimulai ketika bayi sudah berusia hampir 2 tahun. Kantung mata, baju kusut, ikat rambut seadanya  :D

Menjadi Ibu menyusui juga kehilangan waktu me time. Jika dulu Ibu menyusui punya banyak waktu luang untuk merawat diri, melakukan hal-hal uang ia suka di waktu senggang, dan sebagainya. Percayalah ketika menjadi Ibu menyusui semua sirnaaaaaaa... Tidak ada lagi me time, yang ada our time. Iya. Waktu untuk mengurus bayi dan suami. Boro-boro bisa nyalon, nongkrong-nongkrong cantik cyiiin..

Maklumilah para suami, dengan banyaknya yang dilakukan Ibu menyusui akan membuat tidak maksimalnya mengurus rumah tangga. Maka ada baiknya suami juga ikut menbantu jika dibutuhkan. Lebih bagus lagi kalo suami ikut nyuci, nyeterika, masak, nyapu ngepel dan beberes rumah *laaahh.

Rasa lelah yang dirasakan Ibu menyusui membuat sering sakit punggung. Maka suami bisa memijat istrinya di waktu senggang. Suami juga bisa ikut membantu mengurus bayi lho. Mentang-mentang tidak bisa menyusui bukan berarti tidak bisa mengurus bayi. Suami bisa membantu menggantikan popok, memandikan, menggantikan baju, menggendong dan menidurkan bayi. Bahkan ketika terbangun malam hari, suami bisa bergantian menjaga bayi dengan Ibu menyusui. Dukungan dan bantuan suami tentunya akan meringankan apa yang dirasakan oleh Ibu menyusui.

Ibu menyusui cenderung moody. Lebih tepatnya temperamen bawaannya mau ngomel terus. Mungkin karena sudah jadi emak-emak nalurinya keluar. Maka para suami maklum lah jika istrinya sering ngomel nggak karuan, pahami mereka dan sekali-sekali beri kejutan yang menyenangkan. Menggembirakan Ibu menyusui manfaatnya besar lho, selain produksi ASI Ibu meningkat, suami juga makin disayang *eeeaaaaa

Menyusui adalah proses pembelajaran antara Ibu dan anak. Maka tak jarang ada Ibu menyusui yang mengalami radang payudara, lecet, bengkak dan sebagainya karena belum terbiasa menyusui. Belum lagi Ibu menyusui harus merasakan sakitnya digigit si bayi, waktu belum tumbuh gigi saja sudah sakit gimana sudah ada giginya. Saya belum mencapai tahap itu, jadi belum bisa membayangkan. Yang jelas untuk tahap masih bayi pun terkadang perih rih rih. Makanya jangan durhaka sama Ibunya ya habis bersusah payah hamil, sakit melahirkan ditambah perihnya menyusui. 

Pumping di kantor yang tidak nyaman karena tidak memiliki ruang laktasi. Ini belum saya rasakan karena masih cuti. Namun kiranya akan saya rasakan juga. Seharusnya setiap kantor menyediakan ruangan khusus laktasi yang memadai namun belum terealisasi seluruhnya. Di kantor pusat memang ada ruang laktasi, namun untuk di cabang belum tersedia. Pumping dengan segala keterbatasannya tentu mengurangi rasa nyaman Ibu menyusui. Walaupun hal tersebut harus tetap dilalui oleh Ibu menyusui. Yaaah semoga next time dibuat ruang laktasi di setiap kantor, Aaamiin.

Kurang lebih itu beberapa yang dirasakan oleh Ibu menyusui sepengalaman saya pribadi. Berharap dengan mengetahui apa yang dirasakan oleh Ibu menyusui bisa membuat suami, keluarga dan orang-orang terdekat bisa terus mendukung Ibu menyusui demi menghasilkan ASI untuk buah hatinya. Terlepas dari segala macam yang dirasakan oleh Ibu menyusui, tentunya saya bersyukur luar biasa masih bisa memproduksi ASI yang memadai, makan yang berkecukupan serta dikelilingi oleh suami, keluarga dan orang-orang yang senantiasa mendukung Ibu menyusui dengan pro-ASI.

Happy Breastfeeding
Salam dari Shin Umar Abqary
Noni Halimi



Tuesday, December 29, 2015

Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir


Belanja perlengkapan bayi menjelang kelahiran buah hati tentu menjadi momen menyenangkan bagi calon Mama. Yang namanya belanja pasti bikin happy ya! Haha. Tapi eh tapiiii.. jangan asal belanja perlengkapan bayi, salah strategi justru yang terjadi malah pemborosan lho. Ada baiknya calon Mama memikirkan matang-matang apa saja kebutuhan bayi yang penting mana kurang penting, Kelompokan urgensi tersebut menjadi kebutuhan primer, sekunder dan tersier, Mom. Kebetulan saya belanja perlengkapan di Mae Bebe Bintaro dan Fany Baby Shop ITC Kuningan. Jadi, harga yang tertera di bawah ini hasil perburuan dari dua toko tersebut ya. Saya belanja bulan Oktober November 2015. Berikut saya sharing daftar belanja perlengkapan bayi baru lahir yang sebaiknya dipersiapkan, semoga bisa membantu :)


PERLENGKAPAN SEHARI-HARI BAYI

1. Bedong Bayi 1 lusin
2. Popok Bayi 1,5 lusin
3. Gurita 1 lusin
4. Underpads
5. Setelan Baju Panjang Newborn 1/2 lusin
6. Setelan Baju Pendek Newborn 1/2 lusin
7. Setelan Baju Panjang ukuran S 1/2 lusin
8. Setelan Baju Pendek ukuran S 1/2 lusin
9. Sarung Tangan dan Kaki 6 Pasang
10. Topi Bayi 2 Pcs
11. Pampers Newborn
12. Kaos dalam Newborn 1 lusin

Note ::
• Saya dulu pakai alas underpad untuk pampers bayi. Kenapa? Pup bayi apalagi newborn lumayan bandel bgt buat dibersihin, bikin noda di popok, kalau pake underpads jadi ada alasnya gitu. Ga pege kucek2nya. Memang daya serapnya biasa aja, bukan seperti pampers, hanya untuk alas pup. Kalau pipis atau pup langsung ganti, soalnya anak saya ga betah basah dikit. Potong2 lembaran underpads mirip kayak pantyliners, potong seukuran popok bayi ya, sesuaikan dengan ukuran anak aja. Tadinya saya mau pakai clodi (cloth diapers) bahkan udah stock motif lucu2 pulaaa, tapi pas banget musim ujan lahirannya, jadiiilah saya mager bgt nyuciin popok hihihi. Tapi insert clodi suka saya pakai untuk tidur malam. Lumayan jadi kayak pampers 😅
•Gurita beli sedikit saja kalau memang tipe Ibu yg ga suka pakai gurita. Apalagi kalau ke RS, suka diomelin sama dokter kalo bayinya pakai gurita hehehe.
•Beli baju newborn jangan teralu banyak, soalnya kita ga tau bayi kita besar atau tidak. Kalau ukurannya besar, baju newborn tentu hanya terpakai sebentar saja, sayang2 kalau beli banyak2.
•Biasanya saya pakaikan baju setelan pendek untuk siang hari, dan baju setelan panjang untuk malam, plussss ditambah bedong. Saya tipe Ibu-Ibu bedongan abis. Kata Ibu-Ibu jaman dulu, bayi pakai bedong biar hangat dan lebih anteng bobonya. Kalau pengalaman saya sih gituu.. Beda bayi beda penanganannya yaaa 🙏🏻

(HARGA)
Popok BH Tezar Double 37.000/6Pcs
Popok Sablon Puku-Puku 20.000/6Pcs
Bedong SC Sweet Baby 101.500/6Pcs
Bedong SC Babytha 87.000/6Pcs
Bedong Carter 110.500/4Pcs
Gurita Tali Mahkota Warna 46.500/Lusin
Sarung Tangan Kaki Hello Baby 7000/Pc
Sarung Tangan Kaki Velvet 7200/Pc
Paket Topi dan Sarung Tangan Kaos Kaki Merk Carter 24.500
Setelan Panjang Velvet New Born 23.500/Set
Setelan Panjang Velvet Ukuran SML 33.000/Set
Setelan Pendek Celana Pop New Born 18.500/Set
Kaos Kaki Petite Mimi 95.000/6Pasang
Sarung Kaki Tangan Little Queen 11.000/Pc
Setelan Panjang Libby Polos ukuran SML 93.000/3 Pcs
Setelan Pendek Libby Motif ukuran SML 85.000/3Pcs
Underpad 23.000/Pack
Pampers Sweety 12.000/12Pcs
Topi Bayi 13.000/Pc


PERLENGKAPAN TIDUR BAYI
1. Kasur Bayi
2. Bantal Peyang dan Guling Bayi
3. Selimut Bayi
4..Kelambu jika dibutuhkan

Note ::
•Kasur set bayi bisa digunakan kalau bayi lagi ga dikasur biasa. Karena bisa dipindah2kan. Tapi saya ga beli sih, karena anak saya tidur di kasur yang sama dengan saya. Di alas perlak dan kain supaya tidak panas.
•Kelambu juga tentative kalau yang takut bayinya keganggu nyamuk. Kalau dulu saya ga beli, soalnya insya Allah minyak telon anti nyamuk sudah bisa ngusir nyamuk.

(HARGA)
Selimut Carter Double Fleece 61.000
Set Tempat Tidur, Bantal Guling Obayiku 288.000


PERLENGKAPAN MANDI BAYI
1. Handuk 2 Pcs
2. Bak Mandi
3..Toiletries (Sabun, Shampoo, Baby Oil, Baby Cream, Hair Lotion, Bedak)
4. Waslap 2 Pcs
5. Kapas biasa
6. Tisue Biasa
7. Tisu Basah Baby Wipes
8. Baby make up kit
9. Minyak Telon Anti Nyamuk
10. Perlak


Note :
•Beli handuk ukuran medium dan bahan yang menyerap basah. Beli 2pcs soalnya untuk ganti2, kalau yang satu dicuci. Belum lagi kalau mau nginep ganti gantian di rumah orang tua kita, pasti butuh handuk lagi untuk stock di sana.
•Beli bak mandi yang bisa dibuat berdiri dengan penyangga. Merek puku2 misalnya. Supaya Ibunya bisa memandikan bayi dengan berdiri, tidak jongkok. Kebetulan saya cuma punya bak mandi saja, kaki bak mandi penyangga dipinjemin kakak ipar (mayaaaannn :D) Kalau tidak ada gpp tidak ada penyangga/kaki bak mandi. Tapi beli bak yg bawahnya rata, dan ada tempat pembuangan air ya, jangan beli yg bawah ada lekuk2 bentuk pantat bak jaman dulu itu lho. Soalnya susah mandiin bayi newborn ada lekukan itu, kecuali kalau sudah agak gede yaaa.
•Beli toiletries secukupnya saja ya Moms, ingettt jangan berlebihan. Soalnya akan ada buanyaaakkk banget kado toiletris dengan berbagai merek. Kita jg belum tahu anak kita cocok dengan merek apa. Jaman dulu saya cuma beli sabun mandi batangan, shampo, baby oil, hair lotion, baby cream dan bedak. Ga sampe sepaketan gitu. Cocoknya dulu sama Zwitsal dan Cussons. Nanti kalau sudah tau cocok pakai yg mana baru bisa beli lagi untuk stocksize kecil pergi-pergi. •Apa sih baby make up kit? Itu lho yang isinya ada sisir, sikat halus, gunting kuku, gunting kecil bayi dll. Ada kok yang jual sepaketan.

(HARGA)
Handuk Besar 59.000
Handuk Sedang 45.000
Waslap Nary 16.500/Pc
Tempat Bedak Lusty 19.000
Baby make up kit 36.500
Perlak Motif Karet 67.500
Bak Mandi Puku-Puku 195.000
Tissue Nice Besar 19.000
Minyak Telon My Baby Besar 30.000


PERLENGKAPAN KESEHATAN BAYI
1. Termometer
2. Salep ruam popok (Bepanthen)
3. Obat penurun panas sanmol
4. Alkohol dan kasa steril
5. Obat-obatan pribadi bayi


Note ::
•Termometer itu penting untuk yg punya anak bayi. Karena bayi demam dikit aja pasti pusing bgt kalau nggak tau suhunya berapa, apalagi kalau Ibu baru yang belum paham seberapa panas kalau demam dan tidak demam. Pastikan beli yg digital ya Moms.
•Kulit bayi ada yang sensitif, kita nyobain pampers aja ada yang ruam. Apalagi kalau baru nyoba-nyoba mau pakai pampers merek apa. Pakai bepanthen menurut saya udah paling oke, tinggal dioles aja bagian yg ruam. Insya Allah reda. Selama pakai bepanthen kalau bisa hentikan dulu penyebab ruamnya, misal karena pakai underpads, atau karena pakai pampers. Sekali-sekali gapapa pakai popok kain aja.
•Alkohol dan kasa digunakan untuk membersihkan tali pusat selama belum puput.
•Untuk obat-obatan saya cuma sedia sanmol aja, itu pun dari dokter waktu cek up. Soalnya gunanya untuk menurunkan panas dan membuat bayi nyaman kalau sedang demam. Saya biasa pakai obat jaman dulu sih 😂 Ngikutin Ibu Ibu jaman dulu. Kalau bayi ga enak badan entah itu demam atau flu, parutin bawang merah dikasih minyak telon, dibalur di badan bayi sampai kaki. Untuk segala jenis sakit Alhamdulillah sih manjur. Bahkan waktu anak saya belum pup 3 hari (harusnya sih gpp karena ASi, saya urut2 perutnya juga pakai bawang. Pokoknya bawang is the besssttt lah. Suka ditaro juga di pojok kamar untuk menyerap kuman2. Kalau bayi kembung, saya pakai duan jarak digarang, metik depan rumah. Sebelumnya dibalur bawang dulu. Untuk flu, saya biasa uap manual. Dengan baskom isi air panas dikasih minyak telon, dannn rutin jemur. Insya Allah cepet sembuuuh. Alhamdulillah kalau sakitnya sekedar pilek2, demam sedikit, kembung, kalau bisa alami kenapa enggak? Jangan buru2 ke dokter ya, dan jangan buru2 pakai obat-obatan dokter 😊


TAMBAHAN
1. Jaket Bayi
2. Kaos Kaki Bayi
3. Selimut Bayi multifungsi Bedongan
4. Peniti Bayi 1 lusin
5. Legging Bayi
6. Sepatu Bayi
7. Gendongan bayi (bisa kain bisa instant)
8. Jumper 1 Set
9. Topi Bayi
10. Sleepsuit 1 Set
11. Sleek Pencuci perlengkapan bayi
12. Detergent khusus Bayi
13. Minyak Zaitun dan Minyak Kemiri
14. Sapu Tangan Handuk (Untuk Menyusui)
15. Sarung Penutup Menyusui


(HARGA)
Kaos Dalam 6000/Pc
Legging Cotton 60.000/4Pcs
Baju Atasan Carter 100.000/5Pcs
Celana Panjang Carter 100.000/5Pcs
Jumper Carter 80.000/5Pcs
Sleepsuit Carter 90.000/4Pcs


PERLENGKAPAN MAMA
1. Bra Menyusui 1 lusin
2. Gurita Mama
3. Breast Pad 1 pack
4. Daster dan Baju Menyusui
5. Breast Pump
6. Milk Bottle / Milk Saver
7. Pembalut Jumbo 1 Pack
8. Bag Diapers
9. Bantal Menyusui


(HARGA)
Breast Pad merk Mama Pad 45.000
Gurita Mama Rekat 47.000
Bantal Menyusui Obayiku 125.000
Milk Bottle 8000/Bottle
Milk Saver 200.000
Bag Diapers Merk Marss 325.000
Bra Menyusui 45.000/Pc
Breast Pump Manual 200.000-350.000


OPTIONAL
1. Stroller
2. Play Mate
3. Baby Bouncer
4. Baby Bather
5. Car Seat
6. Dot Bayi
7. Sikat Botol Bayi


(HARGA)
Stroller 500.000-1.500.000
Play Mate 300.000-850.000
Car Seat 250.000-800.000
Baby Bouncer 250.000-550.000
Baby Bather 120.000-250.000
Sikat Botol Bayi 30.000
Botol Dot bayi Pigeon 30.000-50.000

Semoga bisa mencerahkan Calon Mama
Salam Cup Cup dari
Shin Umar Abqary

Daftar Perlengkapan Persiapan Persalinan

KEBUTUHAN MAMA
1. Gurita Mama
2. Celana Dalam 6 Pcs
3. Bra Menyusui 3 Pcs
4. Pembalut Jumbo 1 Pack
5. Daster atau Baju Menyusui 4 Pcs
6. Dompet berisi Identitas calon Ibu, Calon Ayah serta Kartu Asuransi dan ATM
7. HP dan Perlengkapan Charger
8. Tissue Besar
9. Tissue Basah
10. Bantal suami untuk yang jaga di kamar
11. Handuk dan Perlengkapan Mandi (Sabun, Pasta Gigi, Sikat Gigi, Shampoo)
12. Perlengkapan Shalat untuk Suami dan Keluarga
13. Perlengkapan Makan (Piring, Botol Minum, Sendok, Gelas, Pisau Buah)
14. Plastik Besar 3 Pcs untuk Pakaian Kotor dan keperluan lain
15. Ikat Rambut dan Sisir
16. Sandal Jepit
17. Breast Pad
18. Buku Riwayat Kesehatan Mama
19. Kartu Golongan Darah Mama
20. Baju pulang dari RS
21. Madu
22. Aqua gelas 1 box untuk tamu
23. Karpet Kecil atau Ambal untuk alas Suami tidur
24. Bantal Guling untuk Suami Tidur
25. Perlengkapan Mandi dan Baju Ganti untuk Suami
26. Cemilan
27. Sarung

TIPS
Gurita Mama bawa yang rekat jangan yang kancing. Celana dalam ukuran yang nyaman bawa minimal 6, makin banyak makin bagus. Serius ini butuh banget terlebih masa awal nifas akan sering gonta ganti celana. Pembalut biasanya dikasih dari RS, tapi tidak ada salahnya mempersiapkan. Bra menyusui bawa secukupnya. Breast Pad berguna untuk direkatkan pada bra supaya ASI tidak merembes ke baju. Daster menyusui dan Baju Menyusui bawa secukupnya selama menginap. Sandal jepit untuk berkeliling di RS. Kartu golongan darah saya nggak punya akhirnya bikin saat melahirkan. Siapkan perlengkapan shalat termasuk sajadah, sarung dan mukena. Perlengkapan makan untuk keluarga yang menjaga, termasuk pisau untuk potong kue, roti dan buah, soalnya pasti banyak makanan. Bantal dan Karpet untuk suami yang tidur. Sarung bisa dipakai oleh Mama ketika melahirkan terutama untuk proses persalinan normal. 

KEBUTUHAN BAYI
1. Baju, Celana, Bedong, Kaos Tangan Kaki, Topi untuk pulang dari RS
2. Selimut Bayi
3. Gendongan Bayi

TIPS
Kebutuhan tidak begitu banyak, karena saat menginap disediakan oleh RS, hanya untuk pulang dari RS saja yang butuh bawa sendiri.

Jumlah di atas disesuaikan dengan lamanya menginap di RS. Kebetulan saya hanya menginap 1,5 hari di RS jadi hanya bawa seperti yang di atas saja. Kalau menginap lebih lama tentu pakaian dan lain-lain disesuaikan ya jumlahnya.

Masukan semuanya ke dalam tas, pisahkan sesuai dengan kebutuhan. Misal tas bayi berisi kebutuhan Bayi dan kebutuhan Mama. Tas lain berisi sisa barang-barang kebutuhan yang lain. Beritahu suami atau keluarga isi tas sehingga mereka tidak kebingungan saat mencari barang. Persiapkan semuanya sebelum mendekati hari persalinan, usahakan sudah siap pada usia kehamilan 36 minggu, sehingga ketika mendadak harus ke RS tinggal angkut. Selamat packing :)



Thursday, December 17, 2015

Ngidam Apa?

Orang hamil identik dengan mengidam. Tiba-tiba pengen ini lah, pengen itulah. Semua harus tersedia saat itu juga dan harus terpenuhi. Kalau tidak dipenuhi, nanti bayinya ileran. Entah kata siapa, kata orang dulu sih begitu. Mitos. Buat saya yang namanya mengidam mungkin saja terjadi untuk Ibu hamil, wajar saja. 

Ibu hamil mengalami perubahan dalam tubuhnya dan harus banyak menyesuaikan diri, sering kali membuat tidak nyaman, terutama dalam hal makanan. Terlebih di trimester pertama nafsu makan Ibu hamil turun drastis, sering pilih-pilih makanan dan sedikit porsi makannya. Ibu hamil juga mengalami perubahan hormon, sehingga terkadang emosional dan baper.

Ada masanya Ibu hamil ingin membuat dirinya nyaman, salah satunya dengan makanan. Rasa ingin makan sesuatu yang menurutnya enak dan membuat nyaman, mungkin itulah yang disebut ngidam. Dan kenapa kalau orang hamil yang sedang ngidam kalau tidak dipenuhi keinginannya bisa ngambek? Ya tadi itu perubahan hormon bikin emosional dan baper. Semua tadi sih analisa sotoy saya berhubung pernah merasakan hamil juga. Kalau mau percaya Alhamdulillah, kalau nggak percaya ya udah. *ceritanya ngambek *baper juga :D

Mengenai ngidam, menurut analisa saya juga yang lagi-lagi sotoy--terkadang ngidam dijadikan kesempatan untuk para Ibu-Ibu hamil untuk mendapatkan perhatian suami. Rekan saya pernah cerita kalau ngidam tuh enak, suami jadi super perhatian dan super berkorban bela-belain demi terpenuhinya ngidam si istri. Walaupun beda tipis sih, bela-belain buat istrinya atau biar anaknya nggak ileran *eeeaa Bapaknya malah percaya mitos.

Nah, untuk Ibu-ibu yang menjadikan ngidam sebagai sarana aji mumpung mending pikir-pikir lagi. Kasian suaminya kalau disuruh nyari yang macem-macem, mending kalau gampang, terkadang ngidamnya suka aneh-aneh bahkan kadang tidak masuk akal. Kalau masih yang masuk akal mungkin istrinya hanya sekedar pengen rujak atau mangga muda. Okelah standar. Yang mulai agak nyusain, istrinya ngidam mangga muda yang dibeli di Pasar Minggu. Oke, butuh perjuangan juga buat yang tinggal agak jauh dari Pasar Minggu.

Yang mulai ngeselin, istrinya minta mangga muda yang nggak muda-muda banget tapi juga nggak tua-tua banget, rasanya nggak asem-asem banget, tapi juga nggak manis-manis banget. Oke, ini mungkin butuh kira-kira yang nyusain. Giliran beli mangga yang asem dibilang keaseman, dibeliin yang manis kemanisan. Serba salah. Tapi semuanya itu masih masuk akal ketimbang ada istri yang ngidam mangga muda....yang ada di rumah Pak Haji samping rumah, diambilnya harus sama suaminya sendiri dan doi harus manjat itu pohon mangganya sendiri. Ya salaaammm..

Pernah juga saya dapat cerita dari rekan kerja saya, kalau ada istri pernah ngidam malam-malam mau talas Bogor, suaminya sampe bela-belain ke Bogor malem-malem buat nyari talas. Rumah mereka ada di daerah Jakarta Selatan. Sampai rumah si suami udah kelelahan dan melihat istrinya sudah tertidur, ia membangunkan istrinya untuk memberikan talas Bogor tersebut. Tapi apa kata istrinya? 'Ditaro aja mas di dapur, tiba-tiba aku nggak pengen talas deh' Diiiihhh bisa dibayangin gimana jengkelnya itu suami ya haha, kesianan jauh-jauh ke Bogor demi talas yang berujung nongkrong di dapur. Puk puk puk.

Ada juga yang lapar mata, pengen beli ini itu, buanyaak banget. Pas sampe depan meja dihidangkan semua, semua dicuil sesendok terus udah. Termangu suaminya memandangi bejibun makanan yang cuma diicip-icip sama istrinya dan ditinggalkan begitu saja. 

Soal ngidam ngidam ini, saya nggak begitu mengalaminya. Karena menurut saya ngidam hanya soal mindset dan kepengenan untuk membuat kita nyaman saja. Prinsip saya, kalau pengen sesuatu ya yang masuk akal dan nggak nyusahin orang, kalau memang sudah ada ya dimakan, kalau memang tidak bisa dipenuhi ya sudah bersabar aja bukan malah ngotot.

Kalau pernah ditanya saya pernah ngidam apa, saya jawab pernah, tapi nggak se-ekstrim orang-orang ngidam. Suami saya orang yang cuek dan simpel, bukan tipe orang yang memanjakan istrinya kalau mau ini harus dipenuhi, mau itu harus dipenuhi. Kalau memang ia bisa belikan ya dibeli, kalau tidak ya tunggu waktunya lah. Kalau memang tidak bisa dipenuhi ia akan utarakan alasannya. Pun demikian dengan saya, menyikapi suami saya juga simpel saja, kalau tidak bisa dipenuhi ya sudah, nggak ngeyel. Besok lagi aja minta yah sayang *eh

Kalau saya meminta sesuatu memang tidak langsung dipenuhi, biasanya baru terealisasi beberapa hari ke depan, dan itu tidak masalah bagi saya. Kata suami, belajar sabar. Apa-apa nggak semuanya harus sekarang, nggak semuanya harus dipenuhi. Oke, untuk itu saya setuju. Walaupun sebenarnya ngidam saya juga nggak susah-susah amat macem pengen semangka (di pinggir jalan deket rumah jg buanyak banget), pengen pizza (bisa delivery), pengen pop corn (bisa beli di sevel gintung yang cuma secipritan dari rumah), pengen nutrisari (di indomaret banyak). Kalau dipikir-pikir ga ada ngidam yang berkesan gitu haha. Padahal pengen tuh ngidam yang susah gitu biar suami nyari, tapi apa daya suami bukan tipe yang begitu. Alhasil ngidam dibawa santai saja, kalau tidak terpenuhi ya sudah, belum rezeki.

Pesan saya untuk Ibu-ibu hamil yang ngidam, jangan ngidam yang aneh-aneh, kasian suaminya :D Mending ngidam yang mudah dicari, suami senang, ibu senang, bayi senang, semua senaaaang. *macem di iklan iklan*


Salam,
Noni Halimi

Mandi Pertama Umar

Saya belum pernah mandiin bayi baru lahir sebelumnya, jadi ketika Umar lahir saya tidak langsung memandikannya sendiri. Gimana ya, bayi baru lahir kucil banget dan super tipis, ngeri saya. Biasa, minta tutorialnya dulu. Berhubung saya ada di rumah suami, dan ada kakak Ipar saya, maka jadilah kakak ipar saya sebagai tutor untuk memandikan Umar. 

Umar dimandiin budhe. Anteng. Saya memperhatikan bagaimana cara memegang bayi saat setengah badannya masuk bak mandi puku-puku minjem punya Mas Nabil, bagaimana tangan satu memegang bayi tangan satunya lagi pegang sabun dan menggosok ke badannya, saya juga memperhatikan bagaimana membalik posisi bayi menjadi tengkurap untuk menggosok punggung, bagaimana menggosok kepala dengan shampoo sampai finishing touch bayinya pakai handuk. Okeh, sukses semua udah saya ingat-ingat.

Empat hari kemudian saya kembali ke rumah saya dan hari itu saya akan memandikan Umar sendiri. Tanpa tutor. Okelah. Semua berjalan mulus, terutama step awal yakni ngelepasin semua baju, bedong dan gurita, berjalan sangat lancar (yaiyeeelaaahhh gampil banget itu). Setelah itu masuk ke sesi per-bak-mandian. Ini juga sukses sampai pas terakhir saya tiba-tiba berpikiran untuk nyampoin ini bocah. Maka saya ambil botolnya dan mengusap ke kepala Umar.

Aneh. Ini shampoo kok cair dan tidak licin. Saat saya usap ke rambut juga tidak berbusa. Padahal waktu kemarin-kemarin saya lihat kakak ipar saya mengusap shampoo ke rambut Umar keluar banyak busa. Entahlah, saya pikir airnya mungkin kurang banyak. Saya segera membilas rambutnya, dan memberi handuk. 

Usai memakaikan Umar baju dan segala perlengkapannya, tak lupa dikasih bedak biar wangi dan sisiran dikit biar kece, saya kembali ke per-bak-mandi-an untuk merapikan peralatan dan membuang sisa airnya. Iseng saya penasaran sama shampoo yang tidak berbusa tadi, ketika saya cek bagian depannya, ternyata tulisannya HAIR LOTION men!! Bukan SHAMPOO! Ya pantes aja ga berbusa-busa Amaaaaaanya dedeeeeek.. 

Hari pertama memandikan Umar berasa failed banget haha, gapapa ya nak, Amanya masih belajar. Kalau sekarang sih Amanya udah nggak salah lagi membedakan mana Shampoo mana Hair Lotion ya nak :D

Moment ini dipersembahkan oleh Zwitsal Shampoo dan Zwitsal Hair Lotion punya Umar.

Salam,
Noni Halimi

Wednesday, December 16, 2015

Mas Nabil Nyari Kucing

Sepertinya baru kemarin deh saya dan suami jalan pagi ke sekitar rumah menjelang persalinan saya. Biasanya kami mengajak Nabil (keponakan suami saya). Jadi pagi buta seperti biasa kalau Nabil menginap di rumah, ia pasti bangun dan mengunjungi kamar kami. Om dan Bulenya diajak main. Berhubung mendekati persalinan saya harus banyak berjalan, maka saya biasa jalan pagi ditemani suami. Dan kalau ada Nabil, dia suka ikut.

Siap keluar rumah dia udah pede banget pake sandal. Kami berjalan ke komplek belakang rumah. Di sana biasa ada soang bertebaran dan kucing pada maen. Nah kesukaan Nabil adalah ngejar kucing, apalagi kucing kecil. Bukan cuma bulenya aja yang jalan kaki, Nabil juga disuruh jalan kaki :D Olah raga juga yaaa Mas Nabil. Dan kalau sudah ketemu sama kucing, bawaannya mau pegang, dan nggak mau pulang doi meeen, mesti dibujuk-bujuk dulu.

Sekarang bulenya udah lahiran, jadi ga bisa jalan pagi lagi yaaa.. Kapan-kapan kita nyari kucing lagi ya Mas Nabil, sekarang bareng sama dedek babys Umar :D

Cara Menyusui Yang Benar

Ini dia cara menyusui yang benar ya Mom
Bukan sekedar menempel
Tapi efektif menempel
Hampir sempurna perlekatannya
Selamat menyusui

Salam,
Noni Halimi

Baby Feeding Cues (Sign)

Lucu yaa baby-nya
Kira-kira seperti ini gerakan bayi kebanyakan
Untuk memberitahu Ibunya bahwa ia lapar
Memang benar, demikian hal dengan Umar
Awalnya cuma gerak-gerakin kepala
Saya sengaja diamkan....
Mulai buka2 mulut, lalu meraih ujung bedong
atau tangannya dimasukkan mulut untuk dimakan
Kalau saya diamkan lagi?
Mulailah mukanya merah kaya udang rebus
Dan? 
Huwaaaaaa... Nangis kejer! Hehhehe
Kapok laah..
Emaknya iseng banget sengaja diemin buat merhatiin gerak gerik anaknya
:D

Salam,
Emak Baru


Menyusui : Perjuangan (Lagi) Seorang Ibu


Setelah berjuang selama 9 bulan lebih mengalami fase kehamilan, kemudian dilanjutkan dengan perjuangan melawan rasa sakit melahirkan bayi ke dunia, maka perjuangan seorang Ibu ternyata tidak selesai sampai di situ. Setelah bayi tersebut lahir, maka tugas seorang Ibu adalah kembali berjuang. Iya, berjuang menyusui.

Mengapa saya bilang menyusui adalah sebuah perjuangan? Karena saya menyadari bahwa menyusui tidak semudah yang dibayangkan. Menyusui butuh perjuangan maka tidak heran ganjarannya luar biasa. Susu yang dihasilkan dari Ibu, bermanfaat luar biasa untuk bayi, itulah mengapa Allah memerintahkan para Wanita untuk menyusui anaknya hingga usia 2 tahun.

Ya, menyusui tidak mudah. Seorang Ibu yang baru pertama kali belajar menyusui bisa saja mengalami peradangan PD karena bayinya hanya memasukkan sebagian mulutnya saja untuk menyusu. Bagaimana rasanya? Sudah pasti sakit. Belum lagi jika Ibu merasakan PD bengkak karena stok ASI banyak namun bayi tidak banyak menyusu, sehingga supply melebihi demand. Akibatnya mengalami nyeri dan pembengkakan. 

Seorang Ibu yang menyusui anaknya bisa berjaga semalam suntuk demi terpenuhi asupan ASI anaknya. Ia rela begadang demi menyusui, karena bayinya pasti membangunkannya satu sampai dua jam sekali. Terjaga setiap malam. Bagaimana rasanya? Rontok badan. Sudah pasti. Tapi inilah perjuangan. 

Untuk Ibu yang bekerja, bukan berarti ia melupakan tugas utama seorang Ibu yakni menyusui anaknya. Seperangkat cooler bag dan pompa susu setiap hari ia panggul. Disela-sela kesibukan dan pusingnya kerjaan di kantor ia harus menyempatkan diri memompa ASI untuk stok buah hatinya di rumah. Rasanya ia tidak mau pulang kalau belum membawa ASI beberapa botol ke rumah. Terkadang ia harus rela memompa ASI ditempat-tempat yang tidak nyaman, karena mungkin kantornya belum menyediakan ruang laktasi. Bahkan sering kali ia memompa ASI di toilet. Miris.

Bagaimana dengan Ibu Rumah Tangga? Apa iya waktunya lebih senggang daripada Ibu Bekerja? Ternyata tidak juga. Ibu Rumah Tangga juga berjuang untuk menyusui, ia memang tidak ada office hour dan pekerjaan kantor, namun percayalah pekerjaannya di rumah jauh lebih banyak daripada pekerjaan kantor. Tugasnya adalah memastikan seisi rumah beserta anggota keluarga terpenuhi kebutuhannya. Ia mulai bekerja dari suami belum bangun tidur sampai suami tertidur. Bagaimana manajemen waktunya, sedangkan ia juga harus menyusui anaknya? Bukankah ini perjuangan yang tidak mudah?

Terlepas dari itu, satu hal yang harus diingat oleh para Ibu, bersyukurlah bahwa kita masih diberikan nikmat bisa memberikan ASI kepada biah hati kita. Bersyukurlah bahwa ASI kita mencukupi kebutuhannya. Karena Allah menciptakan ASI pada setiap diri Ibu, cukup untuk kebutuhan anaknya. Tugas Ibu adalah senantiasa berpikiran positif bahwa ASI Ibu banyak, maka nantinya akan benar-benar banyak. Bersyukur pula para Ibu yang bisa mengkonsumsi makanan bergizi sehingga ASI yang dihasilkan juga berkualitas. Bayangkan para Ibu yang tinggal di daerah bencana atau daerah konflik, kelaparan, tidak ada makanan bergizi dan bercukupan, namun ia tetap berjuang memberi ASI kepada anaknya. Jangankan untuk makan katuk, minum susu, atau konsumsi ASI booster seperti kita, untuk makan hari itu saja mereka kebingungan. Maka bersyukurlah para Ibu.. Kesulitan-kesulitan yang Ibu rasakan tentu jauh lebih ringan ketimbang para Ibu yang berada di daerah tersebut. 

Karena menyusui adalah perjuangan. Maka berbesar hatilah para Ibu, karena kita adalah pejuang ASI yang tangguh untuk anak-anak kita. Setiap tetes ASI yang kita berikan kelak akan menjadi amalan untuk kita di akhirat. Karena sungguh,  menyusui adalah membangun peradaban manusia. Semoga anak-anak kita senantiasa sehat dan para Ibu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam berjuang. Semoga para Ibu yang berada di daerah bencana dan konflik diberikan kemudahan dan rezeki yang berlimpah untuk keluarganya.


Salam Pejuang ASI
Noni Halimi

Tuesday, December 15, 2015

Last Day Office

Ini bukan hari terakhir kerja sih, tanggal 20 November ini merupakan Jumat terakhir bekerja sebelum cuti melahirkan. Senin masih masuk satu hari, baru Selasa cuti deeehhh... Berhubung Jumat terakhir, maka mari abadikan dengan foto2 yeeeeaaayyy!!!
Pipi, badan dan tangan udah super gendut. Kapan lagi bisa gendut begini, hihi. 



Rekomendasi Tas Bayi Marss

Mencari tas bayi ibarat nyari tas buat jalan-jalan, susah susah gampang. Saya punya beberapa kriteria khusus dalam pencarian tas bayi ini, dan kesemuanya ada dalam tas bayi merek Marss tipe 8002 warna cokelat ini. Jeng jeng.

Jadi kriteria yang saya mau ada semua di tas ini. Berikut saya beberkan yaaaa..

Tas Marss ini cukup besar sehingga mampu menampung barang bawaan bayi yang cukup banyak. Maklum kalau masih bayi pergi-pergi yang dibawa banyak, berasa pindah rumah. Kalau pakai tas kecil khawatir tidak muat. Lagipula kalau ukurannya agak besar bisa dipergunakan untuk traveling atau menginap beberapa hari. Efektif efisien. Saya pilih Marss karena bahan dasar tas ini anti air, bahannya seperti tas export dengan kualitas oke. Berbeda dengan beberapa tas bayi dengan bahan dasar kain, kalau ketumpahan air ya basah. Selain itu, tas Marss tipe 8002 ini memiliki bentuk yang simpel, bisa ditenteng maupun dijadikan sling bag atau selempang. Sesuai selera mau yang mana. 

Tas ini super bermanfaat dengan buanyak banget kantong sehingga bisa diisi dengan berbagai barang tanpa harus khawatir berantakan dan tercampur-campur. Selain itu ada juga kantung penyimpanan ASI / cooler bag di kantung sisi kiri, serta kantung tisu basah. Jadi kalau mau ambil tisu basah tinggal cabut saja tanpa mengeluarkan tisu dari kantong. Ada pula tempat untuk meletakan minuman. Tas ini juga dilengkapi dengan alas ganti popok portable (diaper changing pad) yang bisa dipergunakan untuk anak berganti popok di mana saja. Maklum tempat umum kan belum tentu bersih, jadi anak yang akan kita ganti popoknya direbahkan di alas tersebut. 

Saya memilih tas berwarna netral yakni cokelat supaya Bapaknya juga bisa ikut nenteng tas ini tanpa khawatir tasnya ke cewe-cewean. Tas ini masih cukup macho kok kalo dibawa sama Bapaknya hihi. Kecuali gantungan teddy bear yang gelayutan di resleting. Itu gratisan dari Marss, lucuuuu bonekanya. Selain itu dari segi harga sangat affordable sih, untuk kualitas seperti itu cukup logis harganya 320.000. Waktu saya beli tas ini di Tokopedia kebetulan saya ada voucher potongan 100.000 untuk aplikasi Tokopedia di Iphone. Jadilah harga tas ini menjadi 220.000 saja. Alhamdulillah rejeki dedek bayiiii..

Sekian review dan rekomendasi tas bayi Marss. Suka banget dan nggak nyesel beli tas ini. Semoga ada yang keracunan beli tas ini jugaaaa...hihi.


Salam,
Noni Halimi



Monday, December 14, 2015

Cara Bedong Bayi

Ini salah satu cara membedong bayi dengan kain bedong persegi

Jangan Sekedar Menyusui

Amru bin Abdullah,
'Janganlah kau susui anakmy seperti binatang menyusui anaknya.. Yang hanya didorong oleh kasih sayang kepada anaknya..Akan tetapi, susuilah anak dengan niat MENGHARAP PAHALA DARI ALLAH..dan agari ia hidup dari susumu itu.. mudah-mudahan kelak ia akan mentauhidkan dan beribadah kepada Allah.'

Namaku Shin Umar Abqary

Ohayou 😋

Nama aku Shin Umar Abqary. Aku lahir pada tanggal 25 November 2015 pukul 11.12 siang di RS UIN Syarif Hidayatullah. Beratku 2.5 kilo dan panjangku 46cm. Aku lahir dari orang tua luar biasa. Amaku Noni Halimi dan Apakku Budyono Saputro. Mereka sangat menyayangiku. Hari kelahiranku bersamaan dengan hari kelahiran Apak. Kata Ama, aku kado terindah untuk Apak :D

Hari pertama aku lahir, aku mendengar kumandang adzan dari Apak. Semalaman aku menginap di Rumah Sakit, dan keesokan harinya aku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kata dokter, Amaku sudah pulih dan boleh pulang, senangnya.. Aku langsung dibawa pulang ke rumah Apak. Di sana Ama diajarkan banyak hal oleh Budhe Wiwin, termasuk memandikan aku. Maklum Ama belum pernah mandiin bayi baru lahir katanya, makanya ditentir dulu hihi. Tapi Amaku sekarang sudah bisa lhoo memandikan aku sendirian. Empat hari aku di rumah Apak, kemudian aku dibawa ke rumah Eyang Uti dan Eyang Kakung. Di sini juga aku senang ramai tante-tante dan om. 

Hobiku minum susu ASI, setiap hari Ama memberi aku ASI dan aku percaya ASI Ama selalu banyak dan mencukupi kebutuhanku. Kata Ama dan Apak, aku harus banyak minum ASI supaya aku lekas besar. Pagi sampai malam Ama dan Apak bergantian menjagaku, bahkan tiap malam aku membangunkan mereka karena pipis, pup atau haus rasanya. Aku biasa bangun malam setiap 1 sampai 2 jam sekali. Kalau aku haus, aku bisa membangunkan Ama dan Apak setengah jam sekali. Biasanya menjelang Shubuh mereka kelelahan, hihi kasian..

Aku anak yang kuat, saat usiaku 4 hari aku sudah bisa membalik posisi kepalaku saat Budhe memposisikan tengkurap badanku. Aku juga sudah bisa tersenyum jika sedang menyusu atau merasa senang. Aku anak yang ceria. Kalau aku sudah besar nanti aku ingin membahagiakan banyak orang, karena itu aku harus jadi anak yang ceria. Aku cukup anteng dan tidak rungsing ketika tali plasenta Ama masih bersatu dengan badanku. Bahkan ketika sudah puput pun aku tidak menangis. Tali plasenta itu lepas saat usiaku 7 hari. 

Setiap pagi aku dijemur diteriknya sinar matahari, hangat rasanya. Setelah itu aku dimandikan oleh Ama. Hobiku adalah pipis di handuk saat selesai dimandikan. Aku juga suka bersin jika Ama habis membaluri badanku dengan minyak telon. Aku suka baunya, tapi entah kenapa aku selalu bersin. Biasanya aku menangis saat dipakaikan baju, namun saat sudah selesai, tangisku berhenti sendiri. Ama mengelap keringatnya ketika sudah selesai memakaikan aku baju beserta bedong yang rapi. Aku anteng memperhatikan Ama. Sssttt.. Tidak lama setelah itu biasanya aku pup, hihihi. Dan Ama pun biasanya tertawa, karena ia harus membongkar lagi bedong dan bajuku untuk membersihkan pup. Bukan hanya itu, aku senang pup ketika digendong oleh Ama atau Apak. Jadi biasanya aku menangis supaya digendong, setelah digendong baruuuu deh aku pup :D 

Aku biasa menangis untuk memberi tahu Ama dan Apak kalau aku lapar, dan aku biasa mengangkat kakiku dan mengernyitkan alis ketika aku merasa popokku basah. Biasanya Ama dan Apak segera menggantinya, karena aku tidak betah berlama-lama mengenakan popok basah. Saat sudah rapi, nyaman rasanya, biasanya aku kembali pipis dan pup lagi hihi. Dan lagi-lagi mereka membongkar bedongku. Aku ngerjain Ama dan Apak setiap hari :D

Siang hari biasanya aku tidur pulas, terkadang Ama suka ikut tertidur di sampingku. Akhir-akhir ini sudah mulai hujan, sering kali petir menggelegar saat aku tertidur. Mendengar suara petir aku suka kaget, biasanya Ama memelukku dan aku menggenggam erat jari Ama supaya tidak kaget. Dan berhasil, aku kembali tidur nyenyak :)

Usiaku masih kecil dan aku masih belajar menyusu. Ama juga masih belajar menyusui. Kami berdua masih sama-sama belajar. Terkadang Ama suka ngoceh kalau aku sudah tidak sabar menyusu dan menangis, sabar yaa Ama.. Kalau aku sedang rungsing, maka aku paling tidak suka dibedong. Aku pasti akan berontak dan mengeluarkan tanganku dari bedongan. Sarung tangan yang aku pakai sudah lepas semua, bedongku langsung berantakan lagi, dan Ama hanya bisa geleng-geleng. Kalau aku sedang menyusu aku senang memainkan tanganku dan menggenggam tangan Ama..

Malam hari aku tidak sabar menunggu Apak pulang. Aku sudah hafal suara langkah kaki Apak, membuka pintu kamar dengan perlahan dan mengucapkan salam sambil memanggilku. Rasanya aku ingin berteriak 'Horeee Apak pulang dari kerjaaaa' Biasanya Apak langsung mencuci tangan (setelah Ama ngoceh) dan mengajakku bermain. Kalau aku belum tidur, aku suka mendengar Ama dan Apak bercerita malam, suatu saat kalau aku sudah besar aku juga mau didongengin oleh Ama dan Apak.

Aku ingin segera besar dan menunjukkan tumbuh kembangku kepada Ama dan Apak. Semoga aku menjadi anak yang sholeh, cerdas dan sehat seperti doa yang aku dengar setiap hari dari Ama dan Apak. 


Teruntuk Ama dan Apak,
Aku yang menyayangi kalian,
Shin Umar Abqary
👪👶🏻🍼💑💕❤️

Rekomendasi Buku Panduan Kehamilan


Jujur saja, awal beli buku ini bukan saat saya hamil. Loh kok bisaaaa... Iya, jadi saya membeli buku ini untuk hadiah ke salah satu kakak saya (Mbak Wiwin) yang sekarang sudah menjadi kakak ipar saya. Dulu saya membelinya saat belum menikah dan saya hadiahkan untuk buku bacaan selama ia hamil tahun 2013 silam. Saat itu ia sedang hamil 4 bulan. Saya bahkan belum tahu isi bukunya seperti apa, yang saya tahu seperti ya sih menarik dan bagus sepintas lihat. Ternyata benar, kata kakak saya bagus.

Ketika saya menikah dan hamil, saya justru lupa dengan buku panduan kehamilan Muslimah ini. Saya justru diingatkan oleh kakak ipar saya yang tiba-tiba datang ke kamar saya membawa buku dari saya ini seraya berkata 'Ini yun, dibaca ya, isinya bagus. Tapi mba Wiwin pinjemin iyun aja ini.' Hahha akhirnya buku dari saya itu malah dipinjemin lagi ke saya, senangnyaaa..

Ada pun isi bukunya bukan hanya panduan saat masa-masa kehamilan, bagaimana tumbuh kembang bayi dari minggu ke 1 sampai minggu ke 40, namun juga berisi mengenai persiapan persalinan, pasca persalinan bahkan tips-tips setelah bayinya lahir. Berhubung isinya bagus dan bermanfaat, saya ingin rekan-rekan saya yang pada hamil ikut merasakannya juga. Kebetulan di kantor saya cukup banyak yang sedang hamil, teman saya yang beda kantor juga beberapa hamil. Aiiihhh.. rasanya pengen bagi-bagiin itu buku. Saya pun memesan buku-buku itu melalui online bukabuku.com dan membagikan kepada teman-teman saya. Karena prinsip saya, kalau punya ilmu jangan sendirian 😆

Buat kalian yang sedang hamil, bagus lho buku ini buat referensi bacaan. Isinya juga dilengkapi dengan ayat2 Al Quran serta doa-doa yang super bagus. Ada juga doa agar dimudahkan persalinan dan sebagainya. Yuuukkk...dibaca :)


Salam,
Noni Halimi

Wednesday, December 9, 2015

Proses Persalinan yang Tak Terlupakan

Hari itu tanggal 24 November 2015, merupakan hari pertama saya cuti panjang melahirkan selama 3 bulan. Adzan Shubuh membangunkan saya, seperti biasa saya selalu ke kamar kecil karena usia kehamilan yang semakin tua membuat saya rutin tiap 15-30 menit sekali ke kamar kecil. Betapa terkejutnya saya ketika saya melihat ada flek darah. Setengah panik, saya berlari kembali ke kamar dan memberitahu suami saya. Belakangan ini memang perut saya sering keram dan kencang dalam tempo 5-10 menit sekali. Rasanya sudah teratur. Saya tidak bisa memastikan apakah hal tersebut merupakan kontraksi, karena saya sendiri belum pernah merasakan kontraksi sebelumnya. Yang saya tahu, ketika keram datang selama 3 detik rasa perut kencang sekali dan nyeri seperti orang haid. 

Saya segera bertanya kepada Ibu saya melalui sms, kira2 apakah ini normal keluar flek di usia kehamilan 38 minggu. Saya juga langsung lempar pertanyaan ke grup emak-emak hamil dan menyusui di kantor. Mereka menyarankan saya untuk cek ke dokter kandungan, karena kemungkinan keluarnya flek adalah salah satu pertanda persalinan semakin dekat. Saya pun langsung googling sana sini, dan memang saya sempat baca salah satu tanda datangnya waktu persalinan adalah keluarnya darah. Baiklah, saya akan cek ke dokter kandungan pagi itu.

Namun sayang disayang, dokter kandungan saya dr. Teti, hari tersebut memang tidak jadwal praktik. Bahkan hari Rabu besok yang seharusnya beliau praktik, ternyata beliau mengajukan izin karena ada urusan. Otomatis hari ini (Selasa 24 November) dan besok (Rabu 25 November) tidak ada dr. Teti. Suami saya menelepon ke bagian pendaftaran dan ternyata yang praktik adalah dokter lain. Berhubung ini urgent, saya tidak masalah.  

Saya dan suami berangkat ke RS UIN pagi itu juga dan menemui dokter kandungan yang praktik. Sebenarnya baru Sabtu 21 November lalu saya kontrol, dan disuruh balik lagi nanti tanggal 2 Desember dengan harapan sudah ada perkembangan seperti kontraksi. Namun ternyata hari Selasa ini saya harus ke RS untuk cek lagi. Setelah diperiksa USG, ternyata dokternya bilang ini hanya hormon biasa, bukan tanda-tanda kelahiran. Bayi posisi sudah bawah, namun belum masuk jalan lahir. Saya juga sudah mengemukakan bahwa ini sering terjadi keram 5 menit sekali, bahkan untuk berjalan tadi pagi ke dalam RS saya sempat keram beberapa kali. Namun jawaban dokter menyatakan sepeti itu, tanpa cek dalam (maaf, cek organ dalam) pun tidak. Maka saya santai saja, balik pulang ke rumah dan suami berangkat kerja seperti biasa. 

Sore hari mendung-mendung romantis, tetiba saya ingin berjalan ke Indomaret depan rumah untuk beli cemilan. Itung-itung jalan-jalan, berhubung tadi pagi tidak jalan kaki pagi karena harus ke RS. Biasanya saya jalan pagi ke komplek sebelah sebelum berangkat ke kantor kurang lebih 30 menit. Jalan santai saja :D Ibu hamil yang mendekati waktu persalinan memang disarankan untuk banyak olah raga berjalan kaki. Nah, karena pagi tadi belum, gantinya sore saja. Saya berjalan kaki sendirian ke Indomaret dan khilaf beli makanan banyak yang ujung-ujungnya berat juga bawa barang belanjaan sambil jalan kaki dengan perut buncit hehehe. Jangan lupa, keram saya masih berlanjut tiap 10 menit sekali. Biasanya saat keram datang saya berdiam diri sebentar sambil atur nafas.

Malam hari menjelang Isya, suami saya pulang dan masih sempat bercanda, sepertinya perkiraan lahiran saya adalah tanggal 26 November hari Kamis. Karena dari hari Selasa, suami saya selalu berpikiran hari Kamiiiiiissss terus. *Agak nggak nyambung sih, tp namanya juga feeling Bapaknya* Ia juga sempat bercanda sambil mengusap perut saya dan berkata 'Ayooo dedek cepet lahir, mau ngeliat Bapaknya ndaaaa?' Saya tertawa saja.

Tengah malam, tepat tanggal 25 November 2015, di mana saat itu merupakan hari kelahiran suami saya, rasanya ingin sekali mengucapkan selamat hari lahir kepadanya pukul setengah satu pagi. Ia tertidur pulas di samping saya tanpa tega saya bangunkan. Terlebih lagi saya juga tidak kuat untuk membangunkannya. Rasa keram dan perut kencang rasanya berubah menjadi sakit yang luar biasa. Rasa sakit dari pinggang belakang mendorong menusuk hingga bagian depan perut. Rasanya mules. Jarak serangannya setiap 5 menit sekali, dan waktu sakitnya semakin lama hingga mencapai 9 detik. Yaa Allah.. Inikah yang dinamakan kontraksi?

Perasaan tenang saya sedari kemarin pagi berubah menjadi was-was. Setiap rasa keram menyerang saya hanya bisa beristighfar, posisi tidur saya akhir-akhir ini sudah menjadi setengah duduk diganjal bantal besar, belum lagi saya harus bolak balik ke kamar kecil. Karena posisi bayi makin ke bawah dan makin menekan kantung kemih. Saya sempat berpikir dalam hati, jika ini memang benar kontraksi dan saya akan melahirkan esok hari, maka anggap saja rasa sakit ini latihan sakit melahirkan. Saya mencoba memejamkan mata untuk tidur, walaupun sedikit-sedikit bangun tiap beberapa menit sekali. Hingga tak terasa sudah Shubuh. Saya membangunkan suami dengan kondisi mules luar biasa, saking tidak tahannya, saya akhirnya bilang kalau sepertinya saya merasakan kontraksi. Ia bergegas memanggil Mbak Wiwin, kakaknya, yang kebetulan memang sengaja menginap di rumah menjelang saya melahirkan.

Mbak Wiwin menyarankan untuk cek ke bidan dekat rumah (namanya Bidan Ana), untuk cek dalam, siapa tahu memang sudah ada pembukaan. Mbak Wiwin jg menelepon pihak RS UIN menanyakan apakah ada dokter kandungan yang standby, ternyata dr. Teti memang izin tidak praktik hari ini, dan dokter kandungan yang praktik baru ada pukul 8 pagi. Okelah, untuk sementara waktu saya ambil keputusan cek ke bidan dekat rumah dulu, biasanya jam 6 atau setengah 7 sudah buka.

Sambil menunggu pukul 6 pagi, suami saya membaca Al Qur'an dan saya mendengarkan. Kontraksi yang saya rasakan lebih cepat, temponya bisa 3 menit sekali. Sebelum saya terlupa, saya sempat mengucapkan selamat hari lahir untuk suami saya, dan sempat bilang, kalau dedeknya lahir hari ini, kembar ya tanggal lahirnya sama Bapaknya, tanggal 25 November..Kita jadi triple 25, karena hari lahir saya 25 Maret, hehehe.

Ketika hari mulai terang, sekitar pukul 6 pagi, saya bersama suami jalan kaki menuju bidan Ana praktik. Lokasi praktik beliau bisa ditempuh dengan berjalan kaki beberapa ratus meter. Saya memaksakan untuk berjalan kaki. Jika serangan kontraksi muncul, saya berhenti sejenak, menggenggam erat tangan suami saya, sambil suami saya menyemangati. Terkadang pegangan di tiang listrik saat nyeri sampe diliatin orang-orang dikira maen film india.  Hingga sampailah saya ke rumah praktik bidan Ana dengan setengah tergopoh karena menahan sakit. Mbak2 yang berjaga di frontdesk langsung menghampiri saya dan menanyakan apa keluhan saya ketika melihat saya setengah keringetan sambil menahan nyeri hehehe. "Sepertinya saya kontraksi mbak, bisa dicek?" Begitu mendengar jawaban saya, ia segera mempersilakan saya masuk dan menunggu bidan Ana datang untuk memeriksa. 

Tak lama, bidan Ana menuju ruang praktik dan memeriksa saat kontraksi datang. Bidan Ana bilang kontraksi saya sudah cukup baik dan stabil, dan sudah pembukaan 5. Apaaahhh?!? Pembukaan 5??! Saya sempat syok juga, kenapa sudah pembukaan 5, pantesan rasanya nggak karuan. Bidan Ana pun menanyakan saya ingin lahiran dimana? Saya bilang di RS UIN. Ia sempat memberi semangat, katanya "Ibu ke sini jalan kaki?? Hebat Ibu udah pembukaan 5 masih bisa jalan kaki ke sini. Kontraksi bagus, mudah2an lancar persalinannya"

Saya bersama suami bergegas pulang sembari mengabarkan orang rumah bahwa saya harus segera dibawa ke RS. Pulang ke rumah, suami ambil mobil terus jemput saya di tempat bidan? Enggak. Pulangnya kami berdua jalan kaki (lagi). Tak lupa disertai adegan pegangan tiang listrik (lagi). Super kilat mbak Wiwin menyiapkan bekal dan mengangkut perabotan RS yang sudah saya siapkan sebelumnya untuk persiapan kelahiran. Nggak sampai 10 menit perjalanan sudah sampai di RS, saya sempat disuruh sarapan bubur dan berjalan bolak balik koridor untuk melupakan sensasi kontraksi. Karena menurut saya rasa sakitnya justru lebih berkurang jika saya dalam kondisi berdiri bahkan berjalan ketimbang saya duduk apalagi tiduran. Tadinya saya malah disuruh menunggu di UGD, namun berhubung sedang ada tindakan, saya memutuskan untuk menunggu di lobi saja sambil berjalan-jalan. Karena saya kontrol kehamilan di RS UIN, keadaan dan suasana RS UIN sudah hafal di benak saya, sehingga saya merasa nyaman dan tidak canggung berkeliling, rasanya malah lebih tenang.

Pukul 7 lewat ketika administrasi sudah diurus oleh Mbak Wiwin dan Suami saya, saya pun diminta untuk naik ke ruang persalinan di lantai 4. Kursi roda disiapkan untuk mengangkut saya. Awalnya saya menolak, karena saya merasa masih kuat berjalan. Namun karena prosedurnya pasien persalinan harus diangkut pakai kursi roda, maka saya menurut saja. Untuk kali pertama saya merasakan naik kursi roda hehehe.

Masuk ruang persalinan saya masih setengah tidak percaya, sebentar lagi akan merasakan rasanya melahirkan. Rasanya campur aduk, apalagi ketika sudah direbahkan di tempat tidur bersalin. Bidannya bilang, dr Teti akan datang ketika saya sudah hampir pembukaan sempurna dan siap melahirkan. Saya cukup tenang, walaupun beliau sedang tidak praktik namun bersedia datang untuk membantu proses persalinan saya. Tanpa membuang waktu, mbak Wiwin memberikan saya teh manis hangat dicampur madu yang dibawa dari rumah, katanya untuk tenaga nanti melahirkan. Tak lama sarapan diantar ke ruangan, dan saya diminta untuk makan. Weew ini kayak ga berasa mau lahiran hihi.

Jarum suntik disiapkan untuk saya, sebelumnya saya dicek tensi dulu, kemudian cek Hb dan cek golongan darah, karena saya nggak punya kartu golongan darah. Alhamdulillah semua normal, dan saya dipersiapkan untuk persalinan normal jika tidak ada penghalang. Jarum lainnya dipersiapkan untuk infus di tangan saya. Biasanya saya takut sama jarum suntik, tapi kali itu rasanya sudah kebal. Demi kamu naaak... Untuk kali pertama juga sehmur hidup saya merasakan tangan dipersiapkan untuk infusan. Belum pernah ngerasain diinfus sebelumnya.

Bidannya bilang akan cek setiap satu jam sekali apakah pembukaannya bertambah. Pembukaan makin bertambah hingga pembukaan 8. Benar kata Bu Bidan, makin tinggi pembukaan, makin nggak karuan rasanya. Namun saya berusaha menahan dan banyak-banyak istirghfar serta melafazkan Laa Hawla Wala Quwwata Illabillah.. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah. Rasanya udah super pasrah, bagaimana tidak, persalinan memang perjuangan hidup dan mati bukan? Suami saya menemani sedari awal di samping saya sambil menyemangati 'Amanya dedek tarik nafas buang nafas, istighfar, bisa lahir normal yaaah..' 

Dari awal saya masuk ruang persalinan memang saya termasuk pasien yang anteng. Padahal di ruang persalinan tersebut kosong, bisa saja saya teriak-teriak. Namun saat kontraksi datang, saya tidak teriak2 seperti pasien kebanyakan. Saya lebih banyak mengatur nafas dan menyimpan energi untuk proses persalinan nanti. Bidannya sampe bilang "Ibu anteng ya kalau kontraksi, saya baru September lalu lahiran, baru pembukaan 6 udah berisik. Pasien lain juga biasanya heboh teriak2." Saya senyum aja dalam hati, anteng sih, tapi tetep aja nahan sakit cyiiiin...

Sampai pembukaan 8, ketika bidan cek lagi ternyata masih pembukaan 8 padahal seharusnya sudah naik ke pembukaan 9. Rasanya sudah nggak karuan, makin saya tahan sakitnya, ternyata berakibat secara tidak sadar saya mengejan. Duh padahal niat ngeden juga enggak. Bidannya bilang, kalau saya seperti itu terus dinding rahim akan semakin menebal dan menghalangi jalan lahir. Terus aku kudu piye?? Katanya sih 'atur nafas saja dan pasrah, kalau sakit jangan ditahan tapi dilepas saja'. Walaupun pada akhirnya saya juga nggak paham itu maksud Bidannya seperti apa?

Tidak lama kemudian dr Teti datang pukul 11 kurang, saya legaaaa.. saya bisa dibantu persalinannya oleh beliau. Sampai setengah jam ditunggu tidak naik juga ke pembukaan 9, akhirnya diputuskan untuk induksi. Hah gimana pula itu induksi?? Setahu saya dari cerita rekan2 yang merasakan induksi itu sakit luar biasa, sampai ada yang bilang nggak kuat diinduksi. Kebayang kaya apa diinduksi. Ternyata, caranya dengan menyuntikkan cairan ke tempat infus punggung tangan saya. Selang beberapa detik saya merasakan kontraksi yang luar biasa, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Mulessss.

Teryata reaksi induksi super tokcer, belum 3 menit ternyata sudah mencapai pembukaan sempurna. Saya pun dipersiapkan posisi melahirkan. Rasanya nano nano, apalagi saya belum pernah sama sekali senam hamil, belom sempet cyiiin, gimana atur nafas saat mengejan juga nggak tahu. Kacaauuu.. Saya berdoa terus supaya dipermudah. Suami saya masih terus menemani di samping saya dan terus berdoa untuk keselamatan saya dan buah hati kami.

'Bu, sekarang sudah boleh mengejan ya!' Tanpa komando dari pemimpin upacara, rasanya lega banget setelah menahan supaya gak mengejan saat kontraksi. Ibarat dari lampu merah ganti ke lampu hijau, tancap gassss!!! Tapi eh tapiii.. Berhubung saya belom pernah melahirkan apalagi ngeden-ngeden, ternyata kekuatan mengejan saya kurang pas percobaan pertama. Kata Bidan 'Ibu, dua kali ambil napas panjang terus hembusin!! Tadi katanya mules.. udah sekarang aja bu keluarin!!' Saya pun mencoba apa yang diinstruksikan bidan.  Tapi bidannya malah bilang 'Ibuuu.. Yang kuat dong ngedennya, kalo yang barusan mah bukan kaya lagi mau ngeluarin bayi!' Lah emang, tadi kan mules katanya suruh keluarin, ternyata kurang oke ya :S Percobaan pertama failed.

Akhirnya sekuat tenaga saya usahakan mengejan hingga terasa ada balon yang keluar dan langsung pecah menyembur berisi air keluar semua, katanya itu air ketuban. Kabar tidak mengenakan ternyata air ketuban saya sudah berwarna hijau, yang artinya air ketuban saya bercampur dengan pup bayi. Kata dr Teti, bayi saya di dalam sana sudah stress, mungkin kebanyakan kontraksi mau keluar. 'Ayo bu, segera dikeluarkan, kalau nggak kasihan bayinya bisa keracunan di dalam' Mendengar hal tersebut, saya coba lagi, tak sampai 5 menit, lahirlah bayi mungil saya ditandai dengan teriakan tangisan bayi. 

Rasanya lega dan bersyukur luar biasa, nggak nyangka bisa melewati ini semua. Suami saya yang menyaksikan proses persalinan saya dari awal juga sampai speechless. Saat bayi sudah keluar, proses pengeluaran ari-ari bayi, plasenta dan lain-lain menjadi hambar dan mati rasa. Apalagi adegan jahit menjahit yang awalnya saya cukup ngeri membayangkannya di akhir-akhir kehamilan sampe sering ke bawa mimpi. Bukan rasa sakit yang berarti, hambar, udah nggak mikirin. Ketika proses menjahit memang berbarengan dengan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) bayi diletakan skin to skin ke badan Ibu, maka saat itu saya hanya fokus memandangi bayi saya tanpa kepikiran lagi nyerinya jarum jahit. 

Rasa syukur tidak terhingga ketika bayi kami lahir, Suami saya langsung mengadzani si kecil. Beruntungnya punya suami yang super siaga, bahkan ia bersedia menemani istrinya disaat-saat beratnya melahirkan. Mungkin di luar sana banyak juga calon-calon Bapak yang takut menyaksikan proses melahirkan istrinya. Namun Suami saya tidak. Saya justru senang ia mau menyaksikan, karena suatu saat ia harus ingat, bagaimana perjuangan istrinya melawan sakit melahirkan seorang anak ke dunia :D 

Saya pun berterima kasih untuk diri saya sendiri karena berhasil terus tenang sampai akhir proses persalinan. Bagaimana tidak, banyak Ibu-ibu yang sudah panik duluan ketika mulai kontraksi, yang ada malah tekanan darah naik dan berbahaya untuk proses persalinan normal. Saran saya banyak-banyak dzikir dan simpan tenaga. Tak lupa juga senantiasa berpositif thinking bahwa kita bisa melahirkan melalui proses normal dengan izin Allah. Karena Allah sesuai dengan prasangka Hamba-Nya bukan?

Alhamdulillah puji syukur atas rahmat dan karunia dari Allah persalinan saya dimudahkan, keluarga besar saya banyak membantu. Hingga lahirlah buah hati kami, bertepatan dengan hari kelahiran Suami saya, 25 November 2015. Saya memang tidak menyiapkan kado apa-apa untuk tahun ini, semoga kehadiran buah hati kami menjadi kado indah yang tidak terlupakan, Aamiin Yaa Robbal'alamiin.

Nama : Shin Umar Abqary
Berat : 2.5 kg
Panjang : 46 cm
Usia Kehamilan : 38 weeks
Tanggal : 25 November 2015
Pukul : 11.12 siang
Dokter Kandungan : dr. Teti Ernawati
RS UIN Syarif Hidayatullah
Proses Persalinan : Spontan/Normal

Monday, December 7, 2015

Daftar Kebutuhan Bayi di Fany Baby Shop

Dapet list nama barang yang dijual di Fany Baby Shop ITC Kuningan, barang kali ada kebutuhan Mama yang belum di list untuk kebutuhan bayi, yuk di cek :
  1. Popok
  2. Gurita Bayi
  3. Bedong (Flanel, Tetra, Katun)
  4. Setelan Popok
  5. Baju (Buntung, Pendek, Panjang)
  6. Celana (Pop, Segitiga, Pendek)
  7. Celana Panjang ( Buka kaki, Tutup kaki)
  8. Alas Ompol
  9. Perlak (Karet, Plastik)
  10. Sarung Tangan dan Kaki
  11. Waslap
  12. Sapu Tangan
  13. Bantal dan Guling
  14. Baju Hangat
  15. Sarung Bantal dan Guling
  16. Piyama
  17. Tas Bayi (Plastik, Kain)
  18. Selimut Topi
  19. Selimut
  20. Topi
  21. Handuk
  22. Kaos Singlet
  23. Kaos Kaki
  24. Jemuran Popok
  25. Gendongan
  26. Sepatu
  27. Pampers
  28. Sikat Lidah
  29. Kelambu (Tudung Saji, Becak. Tenda)
  30. Tatakan Iler
  31. Popok Plastik
  32. Baju Setelan
  33. Sabun (Cair, Batang)
  34. Shampoo
  35. Bedak
  36. Hair Lotion
  37. Baby Lotion
  38. Baby Oil
  39. Baby Cream
  40. Cologne
  41. Minyak Telon
  42. Minyak Kayu Putih
  43. Alkafil
  44. Kapas (Bolas, Biasa, Kiloan)
  45. Kain Kasa
  46. Peniti
  47. Sisir
  48. Tissue Basah
  49. Cotton Buds
  50. Gunting Kuku
  51. Tempat Bedak
  52. Tempat Sabun
  53. Dot Obat
  54. Sedotan Ingus
  55. Termometer Digital
  56. Botol Susu
  57. Capitan Botol
  58. Dot (Silikon, Rubber)
  59. Sikat Botol
  60. Rak Botol
  61. Container Susu
  62. Dot dan Spout
  63. Pemanas Susu
  64. Termos Air
  65. Lunch Box
  66. Food Maker
  67. Bottle Sterilizer
  68. Gigitan
  69. Gantungan Empeng
  70. Baby Bouncer
  71. Ayunan
  72. Slow Cooker
  73. Baby Monitor
  74. Empeng
  75. Baby Bath Bed
  76. Baby Tafel
  77. Musical Mobile
  78. Playgym
  79. Playmate
  80. Carry Dot
  81. Car Seat
  82. Baby Carrier
  83. Baby Walker
  84. Kereta Dorong (stroller)
  85. Kasur Kereta Dorong
  86. Pispot
  87. Ring Closet
  88. Kursi Makan
  89. Feeding Set
  90. Gift Set
  91. Kertas Kado
  92. Celana Dalam Anak
  93. Gurita Ibu (Ikat, Rekat)
  94. Korset
  95. Stagen / Bekung
  96. Celana Hamil
  97. Bra Menyusui
  98. Pompa Susu (Breast Pump)
  99. Sambungan Puting (Nipple Shield)

Tips Belanja Kebutuhan Bayi

Kata orang dulu sih jangan belanja perlengkapan bayi kalau masih usia kehamilan 4 bulanan, nanti saja kalau sudah lewat. Namun bukan berarti tidak boleh mempersiapkan jauh hari. Menurut saya bukan soal pamali, saya tidak percaya pamali-pamali-an. Nggak boleh kalo kata agama. Saya berpikir logis juga dilarang beli ini itu saat usia kehamilan 4 bulan, karena gender si jabang bayi masih belum jelas. Dikhawatirkan calon Ibu membeli banyak barang dengan gender tertentu, ternyata bayinya beda gender. Kan mubazir nantinya. Misal calon Mama sudah membeli banyak barang khas bayi perempuan, namun ternyata bayinya laki-laki. Kalau mau beli yang unisex atau standar sih tidak masalah ya. Menurut saya waktu yang tepat untuk membeli perlengkapan bayi memang usia kehamilan 7 bulan. Mengapa?
  • Saat trimester awal baik trimester 1 dan 2 kondisi janin masih belum stabil dan risiko misscarried lebih besar bisa terjadi. Kondisi calon Mama saat trimester awal juga masih dirundung morning sick dan semacamnya. Alangkah bijaknya jika di awal kehamilan, calon Mama fokus dulu saja menjaga asupan makanan dan istirahat yang cukup.
  • Awal trimester 3 atau usia kehamilan 7 bulan menurut saya paling cucok untuk belanja, karena kondisi calon Mama sudah jauh dari morning sickness, nafsu makan sudah kembali normal bahkan cenderung membludag dan sudah terbiasa dengan perubahan bentuk tubuh saat hamil.
  • Pada saat itu, kondisi janin sudah diketahui gendernya, jadi calon Mama bisa belanja dengan menyesuaikan gender. Misal calon baby perempuan, maka biasanya akan banyak belanja barang berawarna pink yang imut-imut.
  • Saat usia kehamilan makin besar, maka calon Mama sudah cukup banyak mendapatkan informasi mengenai keperluan calon bayi, baik dari googling sana sini, tanya temen, saudara, kenalan dan lain sebagainya. Jadi manfaatkan waktu sebaik-baiknya. 

Belanja kebutuhan bayi memang disarankan untuk membeli langsung ke tokonya. Walaupun saya penggemar online shopping, namun untuk membeli kebutuhan bayi, saya tidak merekomendasikan secara online. Lebih  baik datang langsung ke tokonya. Saat kita datang ke tokonya, kita bisa melihat langsung barang yang akan dibeli, ukuran sebesar apa, bahannya bagus atau tidak. Karena calon Mama pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk calon putra putrnya bukan? Selain itu, berbelanja ke toko perlengkapan bayi bisa jadi inspirasi belanja kita. Saking banyaknya yang dijual terkadang list barang yang sudah kita catat sebelumnya di rumah, adaaaa saja yang kurang. Nah lihat-lihat saja ke dalam toko perlengkapan bayi tersebut, kira-kira apa yang kurang?


Mengenai toko kebutuhan bayi, saya berbelanja di Mae Bebe Bintaro. Toko mungil nan sempit ini terbilang cukup famous dikalangan Mama Mama Muda. Bagaimana tidak, toko ini cukup strategis, barang yang dijual cukup lengkap, dan pastinya yang bikin orang rela jauh-jauh ke sini adalah harganya yang sangat bersahabat. Saya banyak membandingkan harga kebutuhan bayi dengan merek yang sama diberbagai toko, dan rata-rata harga di Mae Bebe jauh lebih murah. Lumayan banget kan Mah, kalau beli banyak. Bisa hemat berapa cobaa... *tetep yaa emak-emak. Mae Bebe ini bisa beli barang dalam jumlah satuan lho, dan enaknya adalah self service alias ambil sendiri, jadi pastikan bawa list belanjaan ya!

Namun sayang disayang, tempatnya super mungil. peminatnya super banyak, dan kasirnya terbatas. Kalau mau belanja ibarat gang senggol, nyempil-nyempil, apalagi banyak Ibu hamil jadi makan tempat *eh dan lagi antri kasirnya yang super panjang. Memang butuh kesabaran kalau mau belanja di Mae Bebe. Saran saya, datang ke Mae Bebe pagi-pagi saat baru buka sekitar jam 9, lewat dari itu atau bahkan menjelang Dzuhur sudah membludag peminatnya. Atau bisa datang sekitar jam 2 ketika itu pengunjung sudah mulai pulang. Nah menjelang sore kembali ramai, sampai bikin macet jalan raya karena mobil-mobil yang parkir ke Mae Bebe hehehe.

Toko perlengkapan bayi yang cukup lengkap dan lumayan murah ada di Fanny Baby Shop ITC Kuningan. Toko ini menjual banyak perlengkapan bayi dengan harga yang cukup mirip dengan Mae Bebe. Namun bedanya di Fanny Baby Shop kita tidak bebas memilih barang, kita hanya menyebutkan barang yang dibutuhkan, lalu mbak-mbak pelayan toko akan mengeluarkan beberapa merek barang yang kita butuhkan. Misal kita ingin membeli baju lengan pendek, maka pelayan toko langsung mengeluarkan merek Velvet dan Libby walaupun di toko tersebut masih ada beberapa merek yang lain. Keuntungannya berbelanja di sini adalah kita akan dilayani pembeliannya oleh pelayan toko sehingga waktu yang kita butuhkan untuk berbelanja lebih efisien, terlebih jika kita sudah memiliki list barang belanjaan yang akan dibeli.

Mae Bebe Bintaro
Jl Bintaro Utama V EA-1/5
Bintaro Jaya Sektor 5
Tangerang

Fany Baby Shop ITC Kuningan
Lantai 4 ITC Kuningan Blok D9 No 3A
Lantai 4 ITC Kuningan Blok C8 No. 1-3

Salam,
Noni Halimi