Sunday, April 6, 2014

KL Trip : 25 January 2014 (Genting Highland - Batu Caves - Blue Mosque - I City)

Pagi itu sudah pukul 05.30 pagi waktu Malaysia, ketika adzan berkumandang, saya membangunkan Febi untuk bergegas Shalat Shubuh dan kami pun bersiap-siap untuk perjalanan menyenangkan kami di hari kedua ini. Kemarin kami memang berpesan kepada penjaga hostel bahwa akan berangkat lebih pagi, dan kemungkinan tidak sarapan.  Di Jakarta mungkin bersiap pukul 05.30 atau 06.00 menjadi sangat terburu-buru dan  jalan raya pun sudah padat. Berbeda halnya dengan di Malaysia, pukul 06.30 pagi masih belum ramai dan masih cukup sepi.

Kami berangkat pada pukul 06.30 menuju LRT Pasar Seni. Jarak hostel kami ke LRT Pasar senin hanya 100 meter saja, cukup berjalan kaki dan dekat sekali dengan Pasar Seni. Kami tidak perlu terburu-buru karena target sampai KL Sentral adalah pukul 07.00. LRT sudah mulai beroperasi lho jam 06.30.

LRT melaju dengan cepat dan sesuai jadwal, sampailah kami di KL Sentral. Bus Genting Highland berangkat dari basement lantai paling bawah di KL Sentral. Saat itu sudah banyak yang menunggu keberangkatan Bus Genting Highland. Jadwal paling awal yakni 07.30. Ada segerombolan turis Jepang dan juga wisatawan lokal dari Malaysia. Tak lama menunggu, kami pun masuk ke dalam bus. Sebelum masuk bus, satu per satu tiket kami diperiksa. Saya dan Febi mencari nomor duduk bangku kami. Dan ternyata kami duduk di bangku paling belakang. Horeeee! Pengalaman duduk di belakang :D Bus berangkat sangat on time, saya lirik jam digital di bagian depan bus, ya pukul 07.30 bus mulai melaju keluar dari terminal KL Sentral. Awalnya saya melihat Mesjid Negara, Railway Station yang sangat unik arsitekturnya dan banyak lagi. Tak lama kami masuk jalur bebas hambatan.

Selfie Dulu :p
Jalanan berubah dari jalan tol dengan pemandangan sisi kanan kiri yang tidak menarik menjadi agak menanjak dan berliku. Mirip sekali dengan jalanan di puncak. Kondisi luar pun mulai berselimut kabut, dan kuping saya muai budeg. Tidak terasa sudah 1 jam 30 menit perjalanan kami, sampailah di terminal Genting pukul 09.00. Situasi di terminal masih sangat sepi, karena bus kami adalah bus pertama yang datang dari KL Sentral. Saya dan Febi langsung menuju ke lantai atas, mengikuti petunjuk untuk menaiki Cable Car Genting Highland. Tidak perlu membeli tiket lagi karena tiket yang saya beli seharga 10,30 RM sudah termasuk di dalamnya tiket naik Cable Car.

Cable Car yang kami akan naiki juga tidak perlu antri, benar benar masih kosong. Saya dan Febi menaiki satu cable car. Senangnya bisa menaiki cable car secara private tanpa bergabung dengan rombongan lain. Mungkin karena masih pagi sekali dan kosong ya. Seharusnya cable car bisa dinaiki oleh 5-6 orang, dengan tempat duduk yang saling membelakangi.

Cable Car Genting
Sebelum cable car berangkat, kami diminta untuk berpose dalam cable car dan difoto oleh tim foto Genting Highland. Seperti di tempat rekreasi di Jakarta, mungkin nanti kami akan diminta membeli fotonya. Selama perjalanan cable car selama 15 menit kami disuguhkan pemandangan eksotis di ketinggian beberapa ratus meter dari daratan. Kabut mulai menyelimuti kembali dan sinar matahari masih malu-malu untuk muncul. Tanpa membuang waktu kami bergantian untuk mengambil foto, saatnya selfie  hahahaha.

Pelepasan Cable Car Genting
We're on the sky
Horeeee Sampai di Pemberhentian Cable Car
Sampai di pemberhentian cable car Genting Highland, kami langsung keluar dan menemukan foto kami sudah tercetak di sana. Wow. Sepertinya tadi baru saja di foto waktu di pemberangkatan cable car dan sudah tercetak di seberang sana. Sepertinya mereka memiliki penghubung, jadi pada saat wisatawan difoto saat berangkat, foto langsung di cetak di pemberhentian cable car. Sehingga saat wisatawan turun dari cable car sudah bisa melihat hasilnya dan jika berniat membeli bisa langgsung membeli. Saya penasaran melihat hasilnya, dan penasaran juga melihat harganya haha. Hasilnya cukup bagus tapi harganya yang nggak bagus. Satu foto seharga 20RM. Weeewwww. Terpaksa saya mengurungkan niat untuk membeli foto itu (padahal dari awal juga sudah nggak niat, pasti mehong soalnya).

Peta Theme Park
Salah Satu Permainan di Indoor Theme Park
Dari pemberhentian cable car tersebut, wisatawan bisa berjalan jalan di Genting Highland dengan aneka mall yang saling terhubung. Diantaranya ada yang berisikan indoor theme park dengan beraneka ragam permainan, dimulai dari kereta-keretaan, roller coaster, mobil-mobilan dan sebagainya. Saya dan Febi tidak tertarik untuk main, permainan indoor rasanya kurang seru. Kami hanya berkeliling dan berfoto, kebetulan juga di bagian luar Genting outdoor theme park sedang dalam proses renovasi sehingga tidak dibuka. Di dalam Genting Highland banyak hotel dan banyak sekali tempat casino. Ya di sana memang tempat orang bermain judi. Saya hanya penasaran seperti apa Genting. Kami memang tidak akan berlama-lama di sana, pukul 10.30 kami bersiap untuk pulang.
Masih Sepi :D
Roller Coster

Kami menuju cable car dengan membeli tiket cable car untuk pulang. Kemarin kami hanya  membeli tiket berangkat tanpa tiket pulang supaya waktunya lebih fleksibel karena kami belum pernah ke sana sebelumnya sehingga tidak dapat memprediksi jadwal bus dan cable car untuk pulang. Harga tiket cable car single trip per orang adalah 6 RM. Sampai di terminal pemberhentian bus, kami menuju Bus Genting Highland – Gombak karena kami akan meneruskan perjalanan ke Batu Caves. Kami tidak kembali lagi ke KL Sentral, karena jarak Gombak dengan Batu Caves sudah dekat ketimbang KL Sentral.

Kami membeli tiket bus seharga 3.4RM. Saat menunggu bus berangkat, kami masih duduk duduk di kursi tunggu persis di samping Bus Genting Highland. Saya dan Febi tidak melewatkan waktu untuk berfoto, kami bergantian foto dengan latar belakang Bus Genting Highland. Ternyata ada wisatawan China yang memperhatikan kami berfoto bergantian, dan ia menawarkan diri untuk mengambil foto, supaya Saya dan Febi bisa berfoto berdua, tidak bergantian. Baik banget itu mas-mas China, hehehe. Nggak nolak rezeki, Saya dan Febi pun langsung berpose. Klik.

Difotoin Mas Mas China hahahaha
Perut sudah kelaparan, untung kami  membawa roti yang bisa kami makan. Saat diminta untuk masuk bis, saya mencari nomor kursi sesuai dengan yang tertera di tiket bus. Namun ternyata kursi kami sudah ditempati oleh orang, Febi pun menunjukkan tiket kami dan menyamakan dengan nomor kursi. Ternyata itu memang kursi kami. Lah kok sudah ditempati orang. Kemudian  orang tersebut berkata “free for seat” yang artinya adalah kamu boleh duduk secara random yang kamu suka tanpa sesuai dengan nomor kursi yang tertera di tiket. Berbeda dengan bus waktu berangkat yang terisi full dan duduk sesuai nomor, bus menuju Gombak ini hanya terisi segelintir orang. Tanpa menunggu lama, bus pun berangkat walaupun hanya terisi sedikit saja penumpang. Berhubung free for seat, kami memilih untuk duduk di kursi paling depan. Kalau berangkat pagi di kursi paling belakang maka kali ini pulang di kursi paling depan.

Perjalanan menuju Gombak kurang saya perhatikan karena saya terserang ngantuk luar biasa. Perjalanan pun tidak terlalu lama, kami pun sampai di terminal Gombak. Saat itu pukul 11.30, dan luar biasa sangat  panas. Kami membeli minuman kaleng seharga 1 RM untuk menghilangkan dahaga di vending machine. Fiuuh. Kemudian dilanjutkan untuk mencari taxi untuk menuju Batu Caves. Awalnya saya dan Febi khawatir dengan taxi tanpa meter terlebih di terminal seperti ini dan banyak taxi yang ngetem. Untuk memastikan, kami pun mendekat ke taxi yang sedang ngetem dengan supir taxi yang sedang beristirahat. Kami bertanya mengenai taxinya apakah menggunakan meter?

Di Malaysia sebutan untuk taxi dengan argo adalah taxi meter. Jadi, meter itu ya argo. Sering saya temui taxi tanpa meter di KL yang langsung tembak harga. Untuk turis luar seperti kami dan jika tak pandai menawar, pastilah kena mahal. Daripada sesat dikemudian hari, lebih baik kami bertanya sama Pak Cik supir taxi. Kemudian pak supir taxi memberitahu bahwa taxi di sini menggunakan meter alias argo. Kami pun lega, dan tanpa basa basi kami naik taxi Pak Cik itu. Dengan ukuran taxi yang jauh lebih besar dari taxi lainnya, saya berpikir mungkin meterannya akan lebih mahal. Soalnya di Singapur seperti itu. Taxi yang ukurannya lebih besar daripada taxi sedan, harga argonya lebih mahal. Namun ternyata taxi di KL tidak seperti itu, harga meternya sama! Dari terminal Gombak ke Batu Caves hanya 15 menit dan menghabiskan 10RM.

Batu Caves adalah salah satu tempat pemujaan suci orang India yang terletak di Selangor, kurang lebih berjarak 13 km dari Kuala Lumpur. Tempat ini merupakan kuil yang paling populer di Kuala Lumpur yang dipersembahkan untuk Dewa Murungan. Patung Dewa Murungan terdapat persis di pintu masuk setinggi 42.7 meter.

Begitu sampai di sana, banyak wanita India menggunakan baju tradisional sari dan rambut panjang dengan aksesoris khas India. Benar-benar terasa seperti di India,  bukan di KL. Di bagian depan terdapat icon patung emas Dewa Murungan yang menjulang tinggi dan dibagian sekitarnya dipenuhi oleh burung dara dan wisatawan yang sibuk memberi roti kering untuk burung dara tersebut.

Burung Dara di Sekitar Pelataran Batu Caves
Bersiap Pendakian
Untuk mencapai ke atas gua, kami berdua harus mendaki 272 anak tangga, menjulang hingga 100 meter. Huwaaaa serunya! Saya paling senang mendaki seperti ini, rasa penasaran ingin tahu di puncak ada apa yaaa (walaupun sudah banyak googling foto-foto Batu Caves, namun tak puas rasanya jika belum melihat langsung kan).

Pendakian Batu Caves sangat seru, kami berbarengan dengan berbagai macam turis asing dari banyak negara dan etnis. Dari bocah kecil sampai lanjut usia yang penasaran mendaki Batu Caves, juga dari orang-orang Hindu yang ingin beribadah di atas puncak Batu Caves.  Mereka diguduli dan diolesi oleh krim entah apa itu namanya. Mereka mendaki tanpa alas kaki. Mungkin memang seperti itu peraturannya. Saya juga melihat adat yang cukup unik dimana seorang laki-laki (sepertinya seorang Bapak) mendaki ke puncak Batu Caves dengan cara merangkak sambil seorang wanita meletakkan bayi di punggung laki-laki tersebut seperti main kuda-kudaan. Entahlah mungkin semacam upacara adat untuk kelahiran bayi (sotoooyyy)

Upacara Di Tangga Batu Caves
Saat pendakian, lucunya ada turis suami istri yang lanjut usia, dan melihat Febi sudah kelelahan, sedangkan saya masih semangat empat lima. Dia berkata : “Heii..you’re younger than  me, come on.” Katanya sambil menyemangati,    sedang istrinya tersenyum. Hahahaha, saya cuma nahan ngakak aja. Bagi yang takut dengan monyet, harap berhati-hati karena di tangga-tangga menuju puncak bertebaran monyet jahil yang sangat lihai merampas barang bawaan dan makanan.



Sampai di atas bahagia banget rasanya, tapi sayangnya agak tidak terawat dengan aroma tidak sedap. Di bagian dalam Batu Caves banyak stalaktit yang keren dengan jarak pandang ke atas yang cukup tinggi. Kami muter sebentar, kemudian kembali turun. Tidak ingin berlama lama karena perjalanan masih panjang.

Di atas kami sempat memutar otak untuk perjalanan selanjutnya, karena hari kemarin yang diluar ekspektasi membuat jadwal kami cukup kacau dari itinerary. Yaaa begitulah traveling, saat tidak sesuai dengan itinerary dan kondisinya, maka harus dipersiapkan untuk Plan B dan C. Kemudian kami memutuskan (dadakan) untuk menuju Mesjid Biru baru kemudian malamnya ke i-city

Stasiun KTM Batu Caves Persis Di Belakang Batu Caves
Kami berjalan ke arah samping Batu Caves, di sana ada stasiun kereta Batu Caves. Pintu keluar samping berada tidak jauh dari patung Dewa Murungan. Kami naik KTM menuju Shah Alam. Jarak tempuh  yang cukup jauh. Kereta yang kami naiki sangat kosong karena berangkat dari stasiun terakhir yakni Batu Caves. Febi sempat tertidur pun demikian dengan saya sampai pemberhentian kami di Shah Alam kami bangun. Agak nekat juga ketiduran di commuter padahal ga tahu jalan, cuma gahu turun di stasiun Shah Alam. Kondisi sekitar stasiun Shah Alam yang cukup  berbeda dengan LRT maupun MRT lain di pusat kota Kuala Lumpur membuat saya cukup hening beberapa saat. Lumayan sepi dan kiri kanan jarang pemukiman. Saya dan Febi sempat mampir dulu di kedai pinggir jalan untuk membeli gorengan tusuk sambil sepik-sepik nanya ke Ibu penjual, bagaimana cara ke Mesjid Biru Shah Alam. Kemudian diinformasikan kami harus menaiki Bus 529.

Terminal Bus
Sambil menikmati gorengan sosis berlumur saus, tiba-tiba bus 529 datang. Waahhh satu tusuk gorengan ekspres saya masukin mulut karena di dalam bus tidak boleh makan. Perjalanan kami adalah menuju terminal bus Shah Alam, kami pun lagi-lagi bertanya bagaimana cara sampai ke Mesjid Biru alias Blue Mosque. Agak susah menemukan orang yang tahu dimana Blue Mosque. Aneh.  Ternyata oh ternyataaaa nama beken mesjidnya adalah Mesjid Sultan. Pantesan kami tanya Blue Mosque gak ada yang tahu. Haisshh. Kalau kami tanya Masjid Sultan pasti mereka tahu.


Tampak Depan Blue Mosque
Jajanan di Selasar Masjid
Gorengan Tusuk Hahaha
Mesjid Sultan Hasanuddin
Kami berjalan menyusuri samping Mesjid dari jauh sudah kelihatan. Sampai di sana kami Sholat Ashar. Di selasar Mesjid ada yang berjualan namun ketika sudah Adzan maka langsung menutup lapaknya. Luar biasa.

Lapak Yang Langsung Ditutup Ketika Adzan Berkumandang
Setelah sholat maka kami melanjutkan perjalanan ke i-city. Namun ternyata oh ternyata bus yang kami harus naiki ke i-city Shah Alam sudah tidak ada, sehingga kami harus putar cara. Saat itu sudah pukul 19.30 waktu Kuala Lumpur. Bekal nanya ke mbak-mbak di samping kami yang menunggu  bus juga, akhirnya kami diberitahu bagaimana ke i-city. Kami berangkat bersama naik bus U80 dan turun dipemberhentian, lanjut ganti bus untuk menuju seksyen 2. Ternyata i-city yang terletak di seksyen 2 cukup sulit juga mengetahui letaknya, karena sudah malam dan tidak begitu terlihat plangnya. Untungnya kami diberitahu kakak itu turun dimana. Nama kakak yang baik hati itu adalah Kak Shasha. Kalo nggak dikasih tau sama kak Shasha maka kami nyasar deh. Beruntung Allah menolong kami.

I-City Bagian Depan Jalan Raya
Turun dari bus kami langsung menyebrang jalan ke i-city. Sekitar pukul 20.30 kami sampai di i-city, memang waktu yang pas karena malam hari lampu lampu dinyalakan dan gemerlapan. Saat di bagian depan i city, kami sedikit kecewa, ternyata lampunya hanya begitu saja. Namun ketika kami berjalan ke arah dalam... Woooooowww luar biasa. Banyak pohon tinggi yg luar biasa bejejer penuh lampu. Pohonnya seperti gemerlapan menyala. Nah ini baru tidak mengecewakan. Kami asik dengan foto-foto sampai lupa kalau belum makan malam. Beginilah kondisi dalam i-city.
Minta Tolong Difotoin sama Orang

Salah Satu Design Pohon Lampu di I City

Kami makan malam di KFC baru kemudian pulang. Saat pulang kami rencananya akan naik taxi sampai stasiun Padang Jawa. Namun kami tidak memberhentikan taxi dari depan pintu i-city, tapi kami berjalan jauh keluar, mendekat ke arah jalan raya, bahkan menyeberang jalan raya. Di sana kami memberhentikan taxi dan nego harga. Dapat dengan harga 10 RM. Ternyata supir taxi bilang kalau kami cegat taxi dari depan pintu masuk i-city, bisa kena 30 RM karena taxi tahu itu turis dan biasanya akan dikenakan biaya yang lebih mahal. Lagi lagi kami beruntung. Alhamdulillah. Di perjalanan kami mengobrol banyak dengan supir taxi yang ramah. Sampai di Padang Jawa sudah cukup malam alias jam 11 malam. Saat itu saya dan Febi jg cukup deg2an apakah terburu waktunya dan masih ada kereta.

Ternyata di depan kami, terdapat segerombolan keluarga yang sedang heboh membeli karcis. Tiket tak kunjung keluar karena mesin tidak bisa mendekteksi uang Malaysia yang kertas baru. Mesin akan lebih mudah mendeteksi dengan koin, maka ributlah mereka mencari koin. Saat itu kami juga ikut membantu saat mereka pusing mencari koin 50 sen. Alhasil setelah mereka selesai mendapatkan tiket untuk seluruh anggota keluarga, maka giliran kami  berdua yang ditolong, sampai akhirnya kami bisa membeli tiket atas bantuan mas-mas itu juga. Aman. Segerombolan keluarga sekitar 10 orang itu berasal dari Jakarta yang sedang berlibur ke KL, kami sempat mengobrol. Tak lama, datanglah kereta kami. Ya...ini adalah kereta yang terakhir beroperasi di hari itu. Fiuuh.

Mesin Pemesanan Tiket KTM, LRT dan MRT

Kami naik kereta terakhir dari stasiun Padang Jawa menuju KL Sentral. Wah. Agak membahayakan tapi sangat seru. Pengalaman naik kereta malam dengan isi penumpang yang super sedikit. Kami puas dengan foto-foto. Ternyata lebih mudah naik kereta lho ke I-city ketimbang naik bus. Saran saya, kalau mau ke Icity lebih baik naik Commuter dan turun di Stasiun Padang Jawa, setelah itu naik bus atau taxi ke Icity. Jaraknya tidak begitu jauh kok.

Akhirnya perjalanan hari ini selesai. Saking serunya perjalanan kami, tak terasa perjalanan yang jauh dan melelahkan tidak membuat kaki saya terasa pegal. Sampai di Pasar Seni pukul 00.00 malam dan kami masih saja sempat untuk keliling ke dataran merdeka untuk melihat-lihat dataran merdeka pada malam hari. Ternyata sudah sepi, namun tidak mematahkan semangat kami untuk berfoto.

Di perjalanan pulang, kami melihat truk air di pinggir jalan Central Market. Persis mobil keliling yang menyiram tanaman di kampus UI atau tanaman di pinggir jalan raya Jakarta yang pernah saya lihat. Penasaran saya pun mendekat, dan ternyata itu adalah mobil untuk membersihkan trotoar jalanan di KL. Jadi ada petugas yang menggunakan sepatu boot dan sikat panjang, mereka menyikat dan membersihkan trotoar setiap malamnya. Luar biasa pemerintah Malaysia memelihara fasilitas umumnya. Mereka mengedepankan kenyamanan rakyat dan wisatawan. Pantes aja kinclong banget trotoarnya. Bersih. Bukan hanya di sapu tetapi juga di sikat. Wuiih.

Di sekitar Central Market memang ada gedung-gedung tinggi, dan ternyata di pelatarannya berjejer orang-orang tuna wisma yang tidur beralaskan koran. Saya pernah dengar juga bahwa sekitar Central Market dan area Pasae Seni digunakan untuk rumah singgah. Jadi untuk orang-orang yang tidak memiliki tempat menginap, bisa tidur di sana, tapi yaaa dengan alas tidur sendiri dan siap-siap pagi-pagi sudah harus bersih lagi.

Berikut pengeluaran saya di hari kedua :
LRT ke KL Sentral @ 1 RM x 2 = 2 RM
Cable Car @ 6 RM x 2 = 12 RM
Bus Pulang @ 3.4 RM x 2 = 6.8 RM
Taxi ke Batu Caves = 10 RM
Minuman Kaleng @ 1 RM x 2 = 2 RM
KTM ke Shah Alam @ 3.9 RM x 2 = 7.8 RM
Bus No. 529 @ 1 RM x 2 = 2 RM
Sosis dan Gorengan Stick @ 3 RM x 2 = 6 RM
Beli Minuman 3 RM + 2 RM = 5 RM
Bus U80 @ 1 RM x 2 = 2 RM
Bus ke Seksyen 2 @ 50 sen x 2 = 1 RM
KFC Dinner 16 RM
Aqua di Sevel @ 1.3 RM x 2 = 3.6 RM
Taxi ke Padang Jawa 10 RM
KTM dari Padang Jawa – KL Sentral @ 2.9 RM x 2 = 5.8 RM
LRT KL Sentral – Pasar Seni @ 1 RM x 2 = 2 RM
Jajan di Masjid 3 RM
Total = 96 RM untuk 2 orang

38 comments:

  1. anda butuh informasi mengenai tempat-tempat menarik di Malaysia? kunjungi website kami

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    2. Mbak noni,salam kenal, boleh minta alamat emailnya . Trmksh

      Delete
    3. Hallo Mbak Luna, mohon maaf bangeeet kelewat baca notif komen ini, semoga ga telat-telat banget, bisa email saya ke nonihalimi25@gmail.com

      Delete
    4. Assalamualaikum mb Noni
      Salam kenal...
      Mau tanya tanya nih

      Delete
  2. kapan ke Malaysia lagi? aku tunggu di KLCC :)

    ReplyDelete
  3. Wah untung saya nemu tulisan ini, karna rencana perjalanan saya akan sperti ini. Saya mw ikutin kaya perjalanan mba ini deh...makasih ya sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak Indah, have fun liburannya, thank you for blogwalking yaaa :)

      Delete
    2. Mba Nony
      Mau dong alamat emailnya
      Saya budi30dayanti@gmail.com

      Delete
  4. Assalamu'alaikum...
    ini salah satu cerita pengalaman yg menarik buat saya... waktunya sempit, tapi padat jadwalnya... yaa mirip2 dengan rencana kunjungan saya untuk pertama kali nya ke KL nanti... saya punya waktu effektif 1 hari 1 malam buat explore KL (sampai klia2 Jum'at Pkl 23.30, pulang minggu pukul 09.30 dari KLIA2), jadi punya waktu hari sabtu itu kepingin nya sih optimal explore nice places di KL... pingin tau Genting, goa batu, KL tower, petaling street, modern market, pasar seni, belanja oleh2 cokelat, nikmatin suasana malam di Twin Tower..,juga penasaran sama I-city... apa mungkin yaahh mbak..? :D , rencana saya menginap di Bukit Bintang... punya refferensi penginapan yg nyaman tapi murah di bukit bintang juga mbak..?
    thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam
      KLIA cukup aman kok untuk malam hari, krn bnyk penerbangan malam. Kalau mau ke KL Central atau pusat kota bisa pakai bus, atau bs juga menginap di KLIA 2.

      Genting Highland akan menghabiskan waktu setidaknya setengah hari perjalanan. Kalau Mas Wawan mau tetap masukkan genting, berarti mesti ektra ada time keepernya, jgn terlalu bnyk buang waktu.

      Untuk Sabtu malam hari, icity atau Twin Tower itu pilihan, tidak bisa dua-duanya dalam 1 malam, krn posisinya berjauhan.

      Untuk penginapan Bukit Bintang kebanyakan berbentuk apartemen, namun transportnya agak susah krn jenisnya keretanya Monorail (lebih sedikit armadanya). Saya sarankan yg transportnya LRT seperti daerah Pasar Seni, KLCC dan sebagainya, krn lbh mudah akomodasinya.

      Saran itinerary di hari Sabtu : Pagi Genting Highland-Siangnya Batu Caves-Menjelang sore Pasar Seni-Petaling Street-Malamnya KLCC Twin Tower-Bukit Bintang.

      Opsi kedua : Pagi Twin Tower-KLCC-Bukit Bintang-Siang Pasar Seni-Petaling Street- Sorenya Batu Caves- Malamnya Icity

      Semoga membantu ;)

      Delete
  5. saya akan ke KL selama 3 hari 2 malam. kami rencanakan datang di KL hari jum'at pukul 12.30. hotel kami Crossroads Hotel (daerah putra world trade centre). pulang hari minggu jam 14.30. mohon bantuan kemana aja kunjungan yg bagus tuk di datangi.... sekalian naik angkutan apa mbak... trimakasih banyak.

    ReplyDelete
  6. Mba Noni, boleh minta emailnya ga? Mau tanya tentang KL boleehh kaann :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Gege, thank you for blogwalking, boleh kok, ke nonihalimi25@gmail.com yaa :)

      Delete
  7. terima kasih ceritanya, saya mendapat informasi yang detail sebelum pergi kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali :) Selamat traveling

      Delete
  8. Wahhh makasih banget, saya ada rencana ke genting highland pagi dan bingung mau kemana lagi, liat ittenary kaya gini jd mau cobain hihi

    Mba itu yang mau beli tiket kereta harus pake uang koin, kita harus sedia uang koin sen juga dong ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  9. mbak, mau tanya, kalo bus ke genting apakah bisa di booking online? bookingnya dimana ya. takutnya kehabisan gitu. makasih

    ReplyDelete
  10. makasih banyak ya blognya membantu bgt, ini itinerarynya saya copas banget
    makasih banyak :)

    keep writing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, thank you for blogwalking ya :)

      Terima kasih kembali, senangnya bisa bermanfaat. Have fun liburannya mba shevti ;)

      Delete
  11. Wah seneng bacanya.. Kayaknya saya mau ikut rute mba dh.. Tp cukup aman n santai rute ini untuk ibu hamil khan mba? Dan saya juga bawa anak 1 usia 5 tahun... Jam 9.39 saya sampai KL trus ke Kl sentral titip koper karena penginapan saya di bukit bintang. Rencananya saya mau ikut rute mba. Di genting cuma mau naik skyway makan siang trus ke batu cave mba. Di batu cave juga ga akan naik ke atas. Hanya sekadat dibawah aja. Dari situ ke blue mosque - icity. Balik ke kl sentral ambil koper lanjut check in bukit bintang. Gimana menurut mba??? Bisa kasih sarannya? Trima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Lia, terima kasih sudah berkunjung di blog saya :D Maaf late respon

      Sebenarnya rute ini oke oke saja kalau untuk traveling bawa anak, tapi kalau dengan kondisi hamil, saran saya hapus blue mosque dari itinerary mbak, karena jalan kakinya lumayan juga, Icity juga cukup luas jalan kakinya, terlebih mbak harus balik ke KL Sentral lanjut lagi ke Bukit Bintang untuk ke Hotel, khawatir lelah..

      Saran saya Genting - Batu Caves - Icity - KL Sentral - Bukit Bintang. Rute ini sudah cukup untuk Bumil :)

      Dari Batu Caves ke Icity, Mbak naik kereta saja, lebih cepat, efisien da ga ribet naik turun bus. Mbak Turun di Stasiun Padang Jawa, dari sana naik taxi ke Icity, cukup dekat kok :)

      Delete
  12. mian.txbekti@gmail.comDecember 30, 2015 at 11:29 AM

    baca nya sampai tidak berkedip saia :)
    boleh di bantu koreksi,sya rencana mau ke KL dgn jagoan cilik saya,cuma Itinerary nya itu:
    day 1 tiba jam 16.00 langsung ke ICITY.
    day 2 batu cave,ke genting kemudian ke KLCC.
    day 3 mesjid jamek,dataran merdeka,penerbangan pulang jam 16.00 kira2 pas ga ya?susunan nya,soal nya perdana :) thank you mba Noni :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung :)

      Day 1, Oke. Karena Icity memang cocok dikunjungi malam hari. Saran saya naik commuter saja dari KL Sentral ke Padang Jawa.

      Day 2, bagusnya sih Genting-Batu Caves-KLCC. Jadi dari genting ke gombak batu caves naik bus, dari stasiun batu caves ke stasiun KLCC. Tapi kalau pagi ke batu caves lalu ke genting mau siang hari jg ga masalah.

      Day 3, bisa banget. Masjid Jamek ke Dataran Merdeka cukup dekat. Saran saya dari pagi eksplorenya supaya siang hari sudah menuju KLIA2 dan tidak terburu-buru.

      Have a nice trip :)

      Delete
    2. Thank You mba,seperti aku tertarik sm yg coment mba di atas,Pagi Genting Highland-Siangnya Batu Caves-Menjelang sore Pasar Seni-Petaling Street-Malamnya KLCC Twin Tower-Bukit Bintang.dari batu caves ke pasar seni itu naik apa?kembali ke KL sentral lg kah?kemudian dr pasar seni ke KLCC itu naik apa lagi?atau balik lg kah ke KLCC mba?dan dari KLCC ke Bukit bintang bisa kah naik Go KL?skali lagi makasih ya,brangkat besok ni 12 jan,stlh baca2 seperti nya lebih simple gini ya.

      Delete
    3. Untuk save peta transportasi Kuala Lumpur

      http://nonihalimi25.blogspot.co.id/2016/01/peta-lrt-ktm-komuter-monorail-klia.html?m=1

      Atau kunjungi laman aslinya di www.wonderfulmalaysia.com

      Plus ambil peta hardcopy di KLIA2, gratisss

      Have a nice trip :D

      Delete
  13. Dari Batu Caves naik KTM Komuter sampai KL Sentral, ganti naik LRT Kelana Jaya turun di stasiun Pasar Seni

    dari Pasae Seni ke KLCC naik LRT di stasiun Pasar Seni turun di stasiun KLCC

    Dari KLCC ke Bukit Bintang bisa naik LRT dari stasiun KLCC sampai stasiun KL Sentral kemudian ganti Monorail ke Bukit Bintang.
    Atau dari KLCc naik LRT sampai stasiun Dang Wangi, kemudian jalan kaki menuju stasiun Monorail Bukit Nanas ke arah Bukit Bintang.

    Kalau naik Go KL malam hari kurang awas, apalagi tdk familiar tempatnya, agak sulit turunnya, pun tdk ada pemberitahuan tempat berhenti seperti di kereta. Berhentinya pun di halte tertentu, rutenya jg beragam tiap bus beda2 rute dan warna busnya.


    ReplyDelete
  14. Halo mbak, postingannya keren. Apalgi tntg i-city nya. Minta saran dong mbak, saya dan teman2 punya waktu 1 hri 1 malam di KL. Rncananya akan ke batu caves, dataran merdekA, klcc/twintower, petaling street, little india, pasar seni dan i-city. Kira2 cukupkah wktunya mbak? Fyi, penerbngan pulang kami jam 5 sore.

    Kalau boleh, sharing itinerary dan rute tmpat yg mana trlbih dlu dkunjungi ya mbak, mklum perjalanan perdana ke sana. Makasih banyak mbak noni 😊

    P.s klo boleh, saya bisa tnya lbih lnjut via email kan mbak? Heheheh. Sekali lg trima kasih, mbak ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak Nur Affanny, kalau boleh tau pulangnya jam5 sore, mbak landing di KL pertama kali sampai dan memulai perjalanan pukul berapa?

      Apa sehari sebelumnya sudah sampai, jadi maksudnya adalah 2 hari 1 malam?

      Boleh mbak, lanjut jawabnya di email ke nonihalimi25@gmail.com

      Terima kasih sudah berkunjung ya :)

      Delete
  15. Thx ya infox mbak,, rncn mw ikut itinerary ini,, tp ga kuat jln kakix yg mesjid biru n icity itu, n mshbkrng ngerti jg tmpat2 penghentian busx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terim kasih kembali mbak.. Untuk mesjid biru saya ga tau sih akses keretanya dmn. Tp kalo icity lbh enak naik kereta, turun di stesen Padang Jawa dr sana sudah dekat

      Delete
  16. mba mau tanya, kalau dari batu caves ke i city menggunakan tranportasi apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di belakang batu caves ada stesen Batu Caves. Naik KTM dari sana turun di Stesen Padang Jawa. Dari sana naik taxi saja, sudah dekat lokasinya..

      Delete
  17. klw dari batu caves ke genting higlands naik apa bagusx yaa ? brp lama ? ada rekomedsi penginapan standar hotel yg murah disktar KL Sentral mbak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dr batu caves harus ke terminal gombak dulu baru sampai ke terminal bus genting highland, saya agak lupa berapa lama perjalanannya, kurang lebih 1,5-2 jam. Saya belum pernah menginap di area KL Sentral. Pernahnya di area Pasar Seni dan Masjid Jamek, ada Back Home Hostel, harganya cukup murah dan bagus penginapannya. Kalau mau lbh murah lagi ada Submarine Hostel, tp hostelnya di lantai atas, jd angkut barang dulu :)

      Delete
  18. Cable car or gondola is one of transportation that can be used to see the beauty of the landscape
    suksestoto

    ReplyDelete