Showing posts with label air asia. Show all posts
Showing posts with label air asia. Show all posts

Monday, September 14, 2015

Trip Japan : Tokyo Subway Ticket

Begitu keluar dari Bandara Haneda Tokyo, kami menuju moda transportasi kereta yang bisa kami pakai menuju tujuan pertama kami yakni Asakusa Station. Namun kendala awal adalah kami belum tahu harus membeli tourist pass macam apa yang lebih irit dan mudah. Tak jauh dari pintu keluar bandara, ternyata ada kounter Tokyo Subway Ticket dengan papan pengumuman harga yang cukup masuk budget kami. Kartu ini bisa dipergunakan untuk seluruh kereta Tokyo Metro lines dan Toei Subway lines. Berhubung kami akan banyak menggunakan jasa kedua jalur tersebut, maka kami memutuskan untuk membeli kartu Tokyo Subway Ticket selama 3 hari seharga 1500 JPY atau senilai dengan 166.500 IDR (1 JPY = 111 IDR). 
Ada pun harga kartu pass untuk 1 hari adalah 800 JPY dewasa dan 400 JPY untuk anak-anak, 2 hari dengan harga 1200 JPY dewasa dan 600 JPY untuk anak-anak, 3 hari 1500 JPY untuk dewasa dan 750 JPY untuk anak-anak. Sedangkan untuk akses hanya Tokyo Metro Line tersedia 1 hari 600 JPY untuk dewasa dan 300 JPY untuk anak-anak dan 2 hari 980 JPY untuk dewasa dan 490 JPY untuk anak-anak. Berhubung saya membutuhkan dua lines, maka saya membeli gabungan Tokyo Metro Lines dengan Toei Subway Lines.

Petugas yang menjaga kounter sangat baik dan super ganteng *loh. Macem pemain dorama gitu lah, hehehee. Ia menjelaskan kegunaan tiket kami dan menunjukan masa expired kartu. Kami juga diberikan peta dan informasi wisata Tokyo yang menarik, Padahal masih pagi buta, tapi semangat kerja mas-masnya benar- benar patut diacungi jempol. Kami masih dekil belum mandi gini, dilayanin sama mas-mas yang udah kece badaaaaaiii :D

Untuk kamu yang bepergian ke Tokyo selama 1 sampai 3 hari saya menyarankan untuk membeli kartu pass Tokyo Subway Ticket ini :) -Noni Halimi


Mejeng dulu di Bandara Tokyo Haneda

Japan Trip : Terbang Bersama Air Asia X

Setelah persiapan yang cukup singkat, akhirnya tiba juga waktu keberangkatan saya ke Jepang bersama adik saya (Nabi) dan travelmate saya (Febiana Malini) yakni tanggal 30 Oktober 2014. Perjalanan akan ditempuh melalui Soekarno Hatta International Airport – transit di Kuala Lumpur KLIA 2 – Flight Thru dengan Air Asia X ke Haneda International Airport, Tokyo. Jadwal penerbangan kami pukul 08.30 pagi dan kami sudah sampai di Bandara Soetta pukul 05.00 pagi. Terlalu pagi? Tidak juga. Sebenarnya memang sudah ada himbauan dari maskapai bahwa untuk penerbangan internasional dipersiapkan sampai di Bandara 3 jam sebelum keberangkatan. Walaupun pintu check in belum dibuka, tidak ada salahnya untuk menunggu di Bandara lebih lama ketimbang kejebak macet kan? Terlebih hari itu adalah weekdays. Alhasil saya diantar oleh calon suami beserta keluarga saya ke Bandara sebelum Shubuh. Yang pergi bertiga tapi yang nganter rame-rame berasa pergi Haji, haha. Setelah sholat shubuh dan minta doa restu kepada keluarga, berjalanlah kami bertiga ke pintu masuk keberangkatan internasional.


Baru mau masuk udah mejeng :D
Kami menunggu sekitar 30 menit hingga diperbolehkan check in. Penerbangan menuju Kuala Lumpur terasa singkat dan tibalah kami di KLIA 2 pukul 11.30 AM waktu setempat. Kami langsung mencari papan yang bertuliskan Transit, karena kami harus menunggu di Boarding Room tujuan kami selanjutnya yakni Tokyo Haneda. Ini kali pertama saya melakukan penerbangan transit, namun karena papan petunjuk di KLIA lengkap dan tidak membingungkan, maka kami sampai dengan selamat di depan pintu boarding room. 

Berhubung waktu sudah hampir tengah hari, maka sudah saatnya membuka bekal makanan yang dibawa dari rumah. Ngirit? Oh sudah pasti. Selama bisa bawa bekal sendiri kenapa tidak? Kami membawa mashed potatoes dicampur dengan krim keju, susu dan sayuran. Makan kami lahap bener layaknya gak makan seminggu. Tersadar kami tidak punya air minum, kami pun berkeliling ke sekitar boarding room, ternyata ada pengisian air minum gratis. Berbeda dengan bandara Soekarno Hatta yang tidak menyediakan fasilitas isi air minum gratis, di KLIA ada lhoo. Rasa airnya cukup sejuk dan kami bisa mengambil sepuasnya. Kalau di imigrasi Indonesia sudah pasti kena sita. Di KLIA kami juga sembari menunaikan Shalat Dzuhur dan Ashar, karena perjalanan kami selanjutnya akan menghabiskan waktu 7.5 jam di dalam pesawat dan akan tiba tengah malam.

Transit di KLIA 2
Langit terlihat mendung di luar KLIA 2, dan kami mengabarkan keluarga untuk kembali meminta doa restu atas perjalanan kami bertiga. Bismillah, pesawat kami sudah datang. Ini adalah pesawat Air Asia X dengan kode pesawat D7522 yang akan membawa kami terbang dari Kuala Lumpur KLIA 2 menuju destinasi kami yakni Bandara Internasional Tokyo Haneda. Tak lama panggilan untuk masuk ke dalam pesawat pun bergema, tak sabar kami langsung menaiki pesawat, dan ternyata.....

Air Asia X
Makan malam ala-ala Air Asia
 Pertama kami disambut oleh pramugari dengan senyuman khas dan kami berjalan melewati bisnis class, yang sudah pasti bentuk kursinya berbeda lah dengan yang kami pesan *nasiip. Begitu sampai di deretan kursi tengah, saya melongo saking senangnya, pesawat Air Asia X memang berukuran lebih besar ketimbang pesawat Air Asia yang biasa saya naiki. Jika biasanya hanya ada 2 baris yakni baris kiri 3 kursi dan baris kanan 3 kursi. Maka Air Asia X terdiri dari 3 baris, yakni baris kiri 3 kursi, baris tengah 3 kursi dan baris kanan 3 kursi. Kebayang kan lebih luasnya *maap norak abis. Terlebih lagi saat kami bertiga mencari nomor kursi, terdengar pengumuman dari speaker pesawat mengenai informasi-informasi dengan bahasa Melayu, Inggris dan Jepang. Mendengar bahasa Jepang menggema di dalam pesawat, makin tidak sabar rasanya untuk segera sampai di Negeri Sakura tersebut.

Perjalanan panjang yang cukup melelahkan saya habiskan dengan : mengobrol, bercanda, membaca buku, makan-makan sampai tertidur dan terbangun lagi dan tertidur lagi. Hingga sampailah waktu landing kami di Bandara Tokyo Haneda pada pukul 10.30 PM malam hari. Tiba di Bandara kami langsung melihat sekeliling dan sudah pasti ke toilet. Tidak sulit menemukan toilet karena sepanjang di dalam Bandara bertebaran toilet, yang kabarnya memang banyak tombol ajaib. Benar saja, toilet ini memang banyak tombol ajaib yang super keren. Maklum saya belum pernah melihat toilet macem ini sebelumnya di Indonesia. Selepas itu, kami menuju imigrasi Jepang untuk mendapatkan stempel masuk Jepang.

Welcome to Japan
Pertama kali lewat lorong ini langsung nyari toilet
Berbaris rapi antrian pada malam hari itu dengan banyak petugas imigrasi Jepang yang melayani. Begitu sampai antrian saya dan saya dipersilahkan untuk maju, saya sangat terkesan dengan petugas imigrasi Jepang. Dengan budaya kerja Jepang, petugas tersebut tersenyum menyambut saya dan menyapa “Konbanwa” yang artinya selamat malam. Saya pun refleks membalas senyum lebar sambil menjawab "Konbanwa". Aaarggghhhh!! Petugas tersebut mulai membuka paspor milik saya dan memeriksa Visa milik saya. Tak lama saya diminta untuk meletakan jari saya di mesin pengindai sidik jari dan memposisikan mata saya di kamera yang disediakan, mungkin untuk pemotretan *eh. Setelah proses singkat tersebut selesai, ia tersenyum mengembalikan paspor milik saya sambil mengucapkan “Arigatou Gozaimasu” yang artinya “Terima kasih”. Saya berjalan menjauhi kounter petugas imigrasi tersebut masih dengan perasaan excited luar biasa. Baru kali ini seumur-umur saya berhadapan dengan petugas imigrasi yang disambut hangat dan penuh senyum, bahkan untuk jam tengah malam. Bahkan yang sering saya temui, di pagi hari pun petugas imigrasi juga jarang senyum :D Namun Jepang ternyata berbeda, luar biasa.


Denah Haneda Intl Airport kalau nyasar
Tidur darurat di bandara Haneda

Karena waktu menunjukan sudah tengah malam tidak mungkin untuk berkeliaran apalagi mencari penginapan, maka kami memutuskan untuk menginap di Bandara Haneda dan menunggu pagi hari. Kami sudah berencana akan menginap di Bandara setelah sebelumnya saya googling apakah bisa menginap di bandara Haneda, dan ternyata banyaaaakk yang menginap di sana. Begitu keluar dari imigrasi Jepang, langsung terhampar deretan kursi-kursi yang siap untuk jadi alas tidur :D Awalnya saya masih ragu untuk tidur merebahkan badan, karena banyak petugas yang berkeliaran, namun lama-lama saya menyadari bahwa memang diperbolehkan untuk tidur di ruangan tersebut. Banyak yang saya lihat merebahkan badan dengan santai sambil menaikan kaki di atas koper miliknya. Petugas memang berkeliaran untuk berjaga-jaga saja, tidak pernah menegur dan melarang, jadi amaaaaan~ Kendati demikian, jangan lupa untuk tetap menjaga barang barang yang kamu bawa ya, misalnya ransel kecil digunakan untuk bantalan kepala, sedangkan koper besar dijadikan alas untuk merebahkan kaki.

Mau begadang semalaman? Boleh juga. Kamu tidak akan bosan menunggu pagi karena di bandara ini tersedia fasilitas free Wifii dengan kecepatan super yang akan menemani kamu semalaman. Jangan khawatir juga baterai HP habis, karena tersedia banyak meja yang dilengkapi dengan stop kontak yang bisa dipakai sepuasnya untuk cas HP. Tidak jauh dari tempat duduk kami terdapat pula smoking room untuk pengunjung. Adik saya sempat menengok ke dalam, ia bercerita bahwa smoking roomnya luas dan bersih, lebih mirip kafe daripada tempat merokok gratis

Setelah beristirahat semalaman, Shubuh pun tiba, kami shalat di ruangan Bandara tersebut dengan menggelar sajadah :D Untuk akses air minum, di ruangan tersebut juga ada air minum gratis untuk isi ulang. Ketika saya mencoba untuk mengisi ulang botol minum milik saya, luar biasa airnya superrrr dingin kayak dari kulkas. Segaaaar. Maklum norak, saya langsung minum banyak :D Tersedia juga loker penyimpanan barang, toilet dan ruang ibu hamil dan menyusui. Ruangan tersebut bisa dipergunakan juga untuk bayi atau balita yang ingin berganti popok, dengan fasilitas beberapa kasur bersabuk pengaman yang berjejer serta sebuah mesin entah apa gunanya, saya belum pernah mencobanya (berhubung tulisannya juga bahasa Jepang semua). Jepang ramah sekali untuk ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita yaaaa :D


Tombol toilet Jepang
Demikian hari pertama menginjakkan kaki di negera Jepang yang selama ini saya mimpikan, tidak sabar untuk petualangan berikutnya.

Salam,
Noni Halimi      

Wednesday, August 26, 2015

Trip Japan : Tiket Masuk Menuju Negara Impian


Musim Semi di Negeri Sakura
Tengah malam tanggal 20 April 2014, saya dan travelmate saya Febiana Malini hunting tiket murah promo maskapai penerbangan favorit kami, Air Asia. Destinasi tujuan kami adalah Jepang yang merupakan negara impian yang ingin sekali kami kunjungi. Setelah gagal booking tiket di promo Air Asia bulan bulan sebelumnya, maka malam itu tidak ingin kami sia-siakan kesempatan. Kami menunggu sampai tengah malam dan mengecek harga tiket ke Jepang. Jika kami membeli tiket untuk keberangkatan musim semi yakni periode Maret April, maka tidak diragukan lagi peak season membuat harga tiket melonjak mahal. Akhirnya saya dan Febi harus mengurungkan niat melihat sakura bermekaran pada musim semi. Alternatif lain yang kami pilih adalah musim gugur yang tidak kalah cantiknya. Berharap semoga harga tiket bersahabat dengan kantong budget kami berdua untuk bulan Oktober dan November.

Maka dimulaikan pemburuan tiket dengan beberapa pilihan keberangkatan di musim gugur, sambil banyak berdoa ada harga yang pas. Kami berencana akan ke Jepang mengunjungi 3 kota yakni Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Bagaimana tidak, sekalinya ke Jepang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin utnuk pergi ke tiga kota besar tersebut, karena kami akan menghabiskan selama sepekan di Jepang. Dengan mengucap Bismillah maka kami booking tiket kami dengan keberangkatan Jakarta - Tokyo dan kepulangan Osaka - Jakarta. Sengaja kami memilih berangkat ke Tokyo dan pulang dari Osaka karena kami kan singgah di beberapa tempat. Well, inilah hasil perburuan tiket kami berdua :

DEPARTURE

AIR ASIA AK 383 
Departing :
Jakarta (CGK)
Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3)
Thu 30 Oct 2014, 8:30AM
Arriving :
KLIA 2 (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2
Thu 30 Oct 2014, 11:30AM

Fly Thru
AIR ASIA D7522 
Departing :
Kuala Lumpur (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2)
Thu 30 Oct 2014, 2:40PM
Arriving :
Tokyo (HND)
Haneda International Airport
Thu 30 Oct 2014, 10:30PM

Flight : Jakarta (CGK) – Kuala Lumpur (KUL) – Tokyo Haneda (HND)
Price : 3.310.000 IDR (for two passenger)
(NIL CHECKED BAGGAGE)

------------------------------------------------------------------------------

 
RETURN

AIR ASIA D7533
Departing :
Osaka (KIX)
Kansai International Airport
Thu 06 Nov 2014, 11:00AM
Arriving :
KLIA 2 (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2
Thu 06 Nov 2014, 05:00PM

Fly Thru
AIR ASIA AK386
Departing :
Kuala Lumpur (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2)
Thu 06 Nov 2014, 06:50PM
Arriving :
Jakarta (CGK)
Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3)
Thu 06 Nov 2014, 07:55PM

Flight : Osaka (KIX) – Kuala Lumpur (KUL) – Jakarta (CGK)
Price : 35.028 JPY = 4.060.339 IDR (for two passenger)
Kurs 1 JPY = 115.91 IDR
(CHECK IN BAGGAGE – UP TO 20KG/person)
Setelah tiket dipesan dan dibayar melalui Hasanah Card BNI Syariah dan BNI Credit Card, resmi sudah kami berdua memegang tiket ke Jepang. Arrghhh! Rasanya campur aduk bahagia. Kami membeli tiket PP Jakarta - Jepang - Jakarta maskapai penerbangan Air Asia dengan harga 3.685.169 IDR alias 3.6juta rupiah. Dengan banyak berdoa kami langsung mengadakan persiapan keberangkatan yakni itinerary, pakaian, pembuatan visa, booking hostel, serta persiapan ongkos perjalanan kami. Pergi ke Jepang kini bukan hanya sekedar mimpi :) - Noni Halimi


Thursday, July 23, 2015

Review Tune Hotel Downtown KL, Malaysia


KELEBIHAN (+) :
1. Harga terjangkau, untuk 1 kamar twin berkisar 75 MYR atau 300.000 IDR
2. Fasilitas lift sehingga tidak perlu naik turun tangga
3. Kamar mandi di dalam
4. Air panas 24 jam
5. Akses wifi gratis 24 jam
6. Kualitas kamar hotel, kasur nyaman, kamar bersih
7. Ada petugas yang membersihkan kamar setiap hari
8. Tersedia ruang penyimpanan bagasi
9.  Ada kulkas kecil di dalam kamar
10. Dipinjamkan handuk per orang, kalau kotor bisa langsung diganti
11. Petugas ramah dan fasih berbahasa inggris serta bisa dimintai informasi mengenai tempat wisata.
12. Bisa memesan berbarengan dengan tiket pesawat Air Asia, biasanyakl malah banyak promo jika booking jauh-jauh hari.
13. Ada fasilitas seterika dan laundry
14. Aman dilengkapi dengan CCTV
15. Ada fasilitas ATM
16. Jumlah kamar yang banyak yakni terdiri dari 27 kamar twin, 184 kamar double dan 64 kamar single.
KEKURANGAN (-) :
1. Lokasi yang tidak dekat dari stasiun LRT, namun dekat dengan stasiun Monorail. Walaupun dekat dengan akses transportasi kereta, namun jalur monorail agak ribet dan hanya sedikit armadanya. Lebih baik cari yang dekat stasiun LRT, armada lebih banyak dan aksesnya lebih mudah.
2. Pembayaran dilakukan sebelum check in, apabila dadakan ada pembatalan maka uang tidak bisa direfund
3. Jika check in sebelum pukul 14.00 maka akan dikenakan biaya tambahan berupa early check in yang dibayarkan tunai saat check in.

---------------------
Tune Hotel
Downtown KL
Location : 316 Jalan Tuanku Abdul Rahman, 
50100 Kuala Lumpur, Malaysia.
Access : Monorail Medan Tuanku
Website : www.tunehotels.com 

Lobi Tune Hotel
Lobi Tune Hotel
Kamar Single
Double Room
Penampakan Tune Hotel Downtown KL

Wednesday, July 22, 2015

Spore - KL Trip Day 1 (Preparation)

Hello!!

Sebenarnya ini adalah perjalanan pertama kami traveling ke luar negeri dengan status baru sebagai suami istri. Emang sebelum nikah sudah pernah? Belum pernah juga sih :P

Berawal dari kelakuan calon istri alias saya sendiri, yang lagi iseng buka website maskapai favorit, www.airasia.com sekitar Agustus 2014. Dan voilaaa saya menemukan destinasi Jakarta-Singapura-Jakarta dengan harga tiket keberangkatan 99.000 IDR dan kepulangan 189.000 IDR. Dengan grasak grusuk mata berbinar lihat harga yang lumayan oke, saya langsung berinisiatif whatsapp calon suami saya untuk membeli tiket tersebut. Dan calon suami saya cuma pasrah :D

Well, saya berdua saat itu belum menentukan tanggal pernikahan, boro-boro deh, masih nunggu persetujuan dari bapak boleh nikah apa nggak :p Tapi kami hanya memperkirakan kemungkinan pertengahan Maret insya Allah kami sudah menikah, jadi tiket tersebut bisa jadi destinasi honeymoon kami. Dengan modal dengkul dan pedenya masya Allah, saya langsung pesan 2 tiket PP Jakarta-Singapura-Jakarta untuk tanggal 18 Maret 2015 - 22 Maret 2015. Nothing to lose. Traveler nekat emang begini sih, kalau nanti kami belum nikah bulan Maret yaa hangus sudah tiketnya. Makanya kami harus usaha Maret sudah menikah *motivasi *ngaco

Beriringan Bismillah dag dig dug akhirnya saya pesan tiket untuk perjalanan awal 2015 disponsori oleh Hasanah Card BNI Syariah dan Air Asia, can't wait Singapore!! Alhamdulillah yaaa memang sudah takdir kami menikah 15 Februari 2015, Jadi tiket yang saya beli tidak sia siaaaaaa, yatta!!

Perjalanan kami memang ke Singapura, tapi waktunya terlalu lama untuk eksplore Singapura selama 5 hari, terlebih kurs Dollar Singapura melejit gilaaaa mahalnya. Bisa kere mendadak saya kalo kelamaan di Singapura berdua suami. Akhirnya saya berinisiatif untuk membagi perjalanan ke negara tetangganya lagi yang lebih bersahabat hidupnya, yakni Malaysia. Kami berencana menyebrang ke Malaysia menggunakan kereta KTMB (Keretapi Tanah Melayu Berhad/ Malayan Railway) Malaysia. Tata cara pembelian tiket sudah saya posting di thread lain ya.

Segala persiapan pernikahan dan kehidupan awal pernikahan membuat waktu tidak terasa tiba-tiba sudah sampai tanggal 18 Maret 2015, saatnya refreshing bersama suami (baru).

Perjalanan kami dimulai dari rumah menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta terminal 3, kami sampai pukul 13.00 siang menunggu take off pukul 14.30. Kami langsung menuju mesin self check in penerbangan Air Asia. Awalnya saya ingin check in penerbangan untuk berangkat dan pulang, tapi ternyata self check in sekarang hanya bisa untuk sekali terbang yaaa..baru tahu saya, soalnya biasanya bisa PP. Akhirnya saya hanya check in untuk berangkat deh..

Lepas itu, saya langsung menuju ke boarding room dan imigration untuk stempel keluar Indonesia di paspor kami. Seperti biasa suami saya emang sotoy luar biasa, udah saya bilangin ga boleh bawa minuman ke boarding room tapi kekeuh mau bawa. Alhasil sih ga jadi bawa, terus saya kasih lihat hasil sitaan minuman orang-orang yang berjejer di security system boarding room. Ngeyel yel. Suami saya cuma nyengir. Jangan lupa untuk shalat Dzuhur dan Ashar dengan menjamak di musholla boarding room Air Asia, dan tibalah panggilan keberangkatan pesawat kami. Sampai jumpa di Singapura :) -Noni Halimi
 
 

Sunday, August 3, 2014

Thank You Air Asia

Berawal dari bulan September 2013 saat saya sedang asyik cari tiket murah di kantor, tetiba saya ingat obrolan Ibu Bapak saya yang berencana ke Kuala Lumpur sekeluarga. Maka saya langsung bbm Ibu saya, bahwa tiket murah Jakarta-Kuala Lumpur jatuh pada bulan Juli 2014, saat bulan puasa dan liburan anak sekolah. Di luar dugaan, bbm singkat beliau menjawab bahwa Bapak saya pun setuju dengan rencana kami akan liburan dan berpuasa di Kuala Lumpur. Horeeeeeyy!!

Pemesanan tiket Air Asia untuk penerbangan internasional bisa dilakukan dengan isian nama penumpang dan tanggal lahir saja, berbeda dengan maskapai penerbangan lain yang membutuhkan data identitas nomor paspor. Ini yang saya suka dari Air Asia, bisa ngajak siapa pun yang belum punya paspor untuk pesan tiket penerbangan internasional. Yang penting pesen tiket dulu ke luar negeri, bikin paspor belakangan. Pun demikian dengan keluarga saya, yang memiliki paspor baru Bapak, Ibu dan saya, sedangkan keempat adik-adik saya belum memiliki paspor.

Rencananya Bapak saya jg akan bertemu dengan kolega-kolega beliau yang tinggal di Kuala Lumpur. Saya baru tahu bahwa kami disediakan tempat menginap di area Raja Alang, tapi saya sudah pesan 3 kamar di Tune Hotel milik Air Asia di daerah Medan Tuanku. Alhamdulillah lokasi tempat menginap Raja Alang dengan Medan Tuanku cukup dekat, sehingga kami bisa singgah bergantian di dua tempat tersebut :D
Tune Hotel Medan Tuanku
Booking Tune Hotel
Tune Hotel adalah hotel bintang 3 milik Air Asia dengan konsep minimalist low budget traveler. Saya pesan 3 kamar double room untuk 3 hari. Harga per kamar untuk semalam sekitar 250.000 IDR. Harga yang cukup terjangkau dengan kantong saya ketimbang hotel-hotel mahal lainnya di Kuala Lumpur. Awalnya saya ingin pesan apartemen untuk kami sekeluarga, karena jumlah kami cukup banyak, maka akan lebih irit dan efisien apabila saya pesan satu kamar di apartemen. Banyak apartemen yang disewakan oleh pemiliknya di daerah Bukit Bintang. Saya pernah pesan di Fahrenheit 88 tahun 2012 silam, harganya cukup murah. Namun dikarenakan Bapak saya request pesan hotel yang dekat dengan Raja Alang, maka saya putuskan untuk memesan Tune Hotel yang beralamat di Jalan Tuanku Abdul Rahman 316, Kuala Lumpur 50100. 

Bulan Ramadhan tiba, bertepatan dengan pemilihan presiden yang ke 7 di negara saya, yakni tanggal 9 Juli 2014. Kami sekeluarga sudah packing dan mempersiapkan barang bawaan sehari sebelumnya. Pagi hari saya sudah sibuk untuk coblos pemilu hehehe, siang hari kami sudah siap dengan bekal makanan untuk buka puasa di Bandara. Kami take off pukul 20.30 WIB dan rencananya sehabis maghrib kami sudah harus check in bagasi. Pengalaman dari check in yang mepet sebelum-sebelumnya, maka lebih baik check in awal. Untuk penerbangan Internasional disarankan untuk sampai Bandara 2 jam sebelum keberangkatan. 

Seperti biasa, yang rempong di keluarga saya tiap pergi-pergi adalah makanan. Kebiasaan keluarga saya adalah bawa makanan sendiri, jarang beli makanan di luar apalagi restoran. Maka untuk buka puasa di Bandara, maka kami bawa makanan sendiri. Nasi briyani, gulai ayam, acar nanas, gurame tepung, semuanya bikinan sendiri. Ini berawal dari Bapak saya yang minta dibuatkan nasi briyani ala-ala di Singapur. Hadeeh.

Perjalanan ke bandara cukup lengang, mungkin karena orang-orang lebih milih diam di rumah habis nyoblos pemilu ketimbang memenuhi jalan raya. Sampai di Bandara pukul 17.00 dan kami ngabuburit di depan Musholla Parkiran Terminal 3. Rencananya setelah kami buka puasa, semua perlengkapan akan dibawa pulang lagi ke rumah oleh driver. Pengalaman berbuka puasa yang menyenangkan :)

Lepas Shalat maghrib dan Isya (jamak), kami langsung menuju tempat check in Air Asia. Paspor kami bertujuh semuanya diletakan di dompet traveling milik saya supaya memudahkan. Hanya hitungan menit, tidak mengantri, maka boarding pass sudah di tangan. Saya memang tidak pesan nomor kursi pada saat pesat tiket, karena booking nomor kursi akan dikenakan biaya tambahan. Buat apa? Lebih baik ya random saja saat check in, paling request agak duduknya masih sederetan, jangan ada yang terpisah sendirian. Eehhhh...rejeki anak sholehah, Saya dan Yasmin (adik saya yang bungsu) dapet nomor kursi 1 alias hot seat, paling depan. Yeaaah bisa liatin pramugari keceeee! 

Penerbangan Jakarta - Kuala Lumpur ditempuh dalam waktu 2 jam, namun terdapat perbedaan waktu antara Jakarta dan Kuala Lumpur 1 jam, sehingga ditambahkan waktu 1 jam lagi. Jika kami take off pukul 20.30, maka kami sampai di Kuala Lumpur pukul 22.30 WIB atau pukul 23.30 Waktu Kuala Lumpur.

Hot Seat Hahahaha
Pesawat saya ternyata berbarengan dengan orang-orang Lombok dan Kalimantan yang akan berangkat umroh. Ramai rasanya dengan seragam mereka yang berwarna putih dan logat daerahnya. Bahkan ketika diajak bicara bahasa Indonesia, mereka masih belum fasih dan bingung.

Alhamdulillah perjalanan sangat lancar dan kami mendarat di KLIA 2. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di KLIA 2, yakni bandara hasil perpindahan dari LCCT. Ini adalah bandara yang saling terintegrasi dengan Bandara KLIA 1. Ada jembatan penghubung yang keren. Luar biasa.
Dapat tiket pesawat berangkat yang super murah 199.000 IDR dan Tune Hotel yang cukup murah, tidak ada yang bisa saya ekspresikan selain bersyukur, Alhamdulillah..Thank you Air Asia :)

Sunday, June 8, 2014

Boarding Room Terminal 3

This photo was taken with timer on my pocket camera....because there's none of us want to taking a picture, because we are very narcissistic, because kami semua nggak ada yang mau ketinggalan nampang di fotooooo (okey, this is very important to explain)

This is Soekarno Hatta International Departure at Terminal 3. This photo was taken on 2012 when we're waiting to our flight to Kuala Lumpur. I miss this boarding room, actually i miss flying with low budget airlines Air Asia or Tiger Airways hahaha

Four of Us
Kucel buru-buru pulang kantor
Okey siapa yang berantakin
Gundut

Monday, April 28, 2014

Revisi Nama Penumpang Air Asia

Kamu pernah mengalami kesalahan penulisan nama penumpang di pemesanan tiket pesawat Air Asia di website? Berikut saya share pengalaman saya mengenai kesalahan penulisan nama penumpang di Air Asia.

Jadi awalnya saya memesan tiket melalui HP dan terdapat fasilitas autofill yakni saat mengetikan huruf langsung otomatis muncul kata yang biasanya diketik. Saya memesan tiket untuk penerbangan Jakarta – Tokyo Haneda dan kepulangan Osaka – Jakarta. Namun karena memesan via HP, saya salah menuliskan nama penumpang kedua yakni travelmate saya, Febiana Malini. Saya malah mengisi nama belakangnya yang seharusnya Malini menjadi Halimi (nama belakang saya) Walaahh. Memang cukup mirip sih Halimi dan Malini, hanya beda dua huruf saja. Ya human error saking lagi nggak konsen hunting tiket dalam keadaan nggak enak badan :P

Akhirnya pada saat tiket sudah dikonfirmasi pembayaran, barulah saya sadar saya salah mengisikan nama belakang penumpang. Kemudian esok harinya saya langsung menelepon ke call center Air Asia di 021-29270999 dan menanyakan mengenai perubahan atau revisi nama penumpang. Saya diharuskan untuk mengirimkan email ke indonesia-support@airasia.com yang berisikan permohonan penggantian nama belakang penumpang dari Halimi menjadi Malini beserta scan KTP dan Paspor yang bersangkutan. Setelah email dikirim, saya harus mengkonfirmasi kembali ke call center 4 jam setelahnya. Saya juga kurang paham mengapa harus menunggu 4 jam. 

Akhirnya setelah waktu yang ditentukan, saya menelepon kembali staff Air Asia dan memberitahu soal pengiriman email. Pihak Air Asia kemudian mencari data yang saya kirimkan dan membuat laporan perubahan nama penumpang, Awalnya saya hanya ingin mengubah nama belakang Halimi menjadi Malini. Namun ternyata di paspor rekan saya itu tertulis 3 suku kata, yakni Febiana Malini Marjoni (nama belakang adalah nama Ayahnya). Saat kami ke Kuala Lumpur sih tidak masalah tidak ada nama Marjoni, namun kata mas-mas call center Air Asia, akan lebih aman jika disesuaikan dengan pasport. Maka petugas tsb pun membuat laporan perubahan nama menjadi Malini Marjoni sesuai dengan KTP.

Petugas tsb juga mengatakan bahwa prosesnya jika ingin lebih cepat lagi, bisa melalui e-form yang ada di website Air Asia, dengan menceritakan keluhan dan permasalahan serta attachment dokumen yang dibutuhkan. Katanya lebih cepat. Itinerary baru yang sudah direvisi pun dikirman ke email.
Jika ada yang salah melakukan pemesanan tiket di Air Asia untuk nama penumpang, jangan khawatir, segera telepon call center dan isi e-form ya :) Semoga bermanfaat. – Noni Halimi 

Sunday, April 6, 2014

KL Trip : 27 January 2014 (Central Market - Petaling Street - China Town - LCCT)

Tidak terasa ini adalah hari terakhir perjalanan Saya dan Febi di Kuala Lumpur. Kami akan terbang pukul 14.45 sehingga hanya memiliki waktu sedikit untuk berjalan-jalan sekitar Pasar Seni. Kali itu kami memang berencana untuk membeli cokelat di Choc Boutique yang berada di dekat pintu utama dari Central Market. Setelah mandi dan sarapan gratis di hostel, kami bergegas keluar.

Memang setelah saya bandingkan harga-harga yang menjual cokelat saat kemarin saya berkelana, memang choc boutique yang ada di central market inilah yang paling murah. Ada pula choc boutique yang ada di KL Sentral. Namun tahun lalu saya membeli di Central Market dan pedagangnya sangat ramah, maka saya nggak kapok untuk kembali lagi. Bahkan 2 tahun lalu saya ke KL dan mencoba membeli coklat di Beryl Kingdom namun harganya luar biasa mahaaaaal.


Setelah berbelanja cokelat berapa kilos hahahhaa, saya dann febi melipir ke Petaling street untuk sekali lagi berbelanja, selesai berbelanja kami kembali ke hostel untuk bersiap pulang. Kami perpisahan dengan pemilik hostel dan bergegas menuju bandara LCCT. Tentunya kami menggunakan LRT Pasar Seni – KL Sentral, setelah itu baru menaiki Bus dengan tujaun KL Sentral – LCCT. 

Sesampainya di bandara kami tak menunggu lama untuk kembali pulang ke Jakarta. Well done, trip yang sangat berkesan dan menyenangkan dan banyak ilmu yang bermanfaat. Semoga bisa ke KL lagi nanti bersama keluarga bulan puasa nanti, insya Allah, Aaamiin yaa Robbal’alamiin


Cek total pengeluaran selama Trip KL 4 hari 3 malam :

Day 1
Minum @ 3.2 RM x 2 = 6.4 RM
SIMCARD @ 35 RM x 2 = 70 RM
Tiket Genting @ 10.30 RM x 2 = 20.60 RM
Tiket LRT KL Sentral – Pasar Seni = Free by Bang Wasif
Hostel 210 RM
Tiket Bus @ 8 RM x 2 = 16 RM
Total  = 323 RM

Day 2
LRT ke KL Sentral @ 1 RM x 2 = 2 RM
Cable Car @ 6 RM x 2 = 12 RM
Bus Pulang @ 3.4 RM x 2 = 6.8 RM
Taxi ke Batu Caves = 10 RM
Minuman Kaleng @ 1 RM x 2 = 2 RM
KTM ke Shah Alam @ 3.9 RM x 2 = 7.8 RM
Bus No. 529 @ 1 RM x 2 = 2 RM
Sosis dan Gorengan Stick @ 3 RM x 2 = 6 RM
Beli Minuman 3 RM + 2 RM = 5 RM
Bus U80 @ 1 RM x 2 = 2 RM
Bus ke Seksyen 2 @ 50 sen x 2 = 1 RM
KFC Dinner 16 RM
Aqua di Sevel @ 1.3 RM x 2 = 3.6 RM
Taxi ke Padang Jawa 10 RM
KTM dari Padang Jawa – KL Sentral @ 2.9 RM x 2 = 5.8 RM
LRT KL Sentral – Pasar Seni @ 1 RM x 2 = 2 RM
Jajan di Masjid 3 RM
Total = 96 RM

Day 3
Bus Putrajaya @ 3.5 RM x 2 = 7 RM
Nadi Putra @ 50 sen x 4 = 2 RM
KLIA Transit @ 5.3 RM x 2 = 10.60 RM
LRT Hang Tuang @ 1.5 RM x 2 = 3 RM
Monorail Bukit Bintang @ 1.5 RM x 2 = 3 RM
LRT Pasar Seni @ 1.6 RM x 2 = 3.2 RM
Nasi Lemak , Teh Tarik, Teh O = 9.4 RM
Total = 38.20 RM

Day 4
LRT Ps Seni – KL Sentral @ 1 RM x 2 = 2 RM
Bus dari KL Sentral – LCCT @ 8 RM x 2 = 16 RM
Total 18 RM

Total Pengeluaran selama di KL adalah 323 RM + 96 RM +  38.20 RM + 16 RM = 473.2 RM, atau 236.6 RM per orang (senilai dengan 910.910 IDR)

Artinya dengan budget 1 juta pun kamu bisa keliling KL dengan murah dan asik ala backpacker dan budget traveler kaaaan. Tentunya itu diluar tiket pesawat dan belanjaan. Tipsnya ya belilah tiket pesawat jauh hari sehingga dapatkan dengan harga murah. Untuk belanjaan ya belanjalah seperlunya, sesuaikan dengan budget belanja sehingga tidak mengganggu budget operasional traveling. Sekian share dari saya, semoga bermanfaat, selamat berpetualang!