Showing posts with label tiket. Show all posts
Showing posts with label tiket. Show all posts

Monday, September 14, 2015

Uniknya ATM Jepang

Jalan-jalan ke Jepang dengan membawa uang cash dalam bentuk mata uang Yen sudah pasti ditangan, namun kita tidak mungkin untuk membawa uang cash dalam jumlah banyak sekaligus bukan? Untuk lebih aman kita pasti akan mempersiapkan dana cadangan di rekening kita jika sewaktu-waktu diperlukan di Jepang. Bagaimana dengan rekening yang kita miliki di Indonesia? Bisakah ditarik di mesin ATM Jepang?

Rekening yang ada di Indonesia terhubung dengan jaringan Master Card atau Cirrus untuk transaksi antar negara, sehingga rekening kita tetap bisa dipergunakan di luar negeri meskipun dengan mesin ATM bank lokal negara tersebut. Saya pribadi menggunakan rekening BNI Syariah dengan kartu ATM Hasanah Debit Card. Kartu ini bisa dipergunakan di mesin ATM berlogo Cirrus atau Master Card di seluruh dunia. Jadi saya tidak khawatir untuk melakukan penarikan di luar negeri meskipun dengan mesin ATM Bank lokal negara tersebut.

Bagaimana Proses Penarikan ATM BNI Syariah?

Untuk negara Jepang, saya mencoba penarikan uang di mesin ATM Seven Bank dengan jaringan Cirrus. Logonya angka 7 yang terdapat di 7/11 persiiis. Mesin ATM ini bisa ditemukan di banyak convenience store yang tersebar di tempat-tempat umum di Jepang, salah satunya di 7/11. Tata cara penarikannya sama seperti di Indonesia, mata uang yang dikeluarkan sesuai dengan mata uang negara tersebut, dan nominal pecahan yang keluar tergantung dari mesin ATM. Untuk di Jepang pecahan uang yang keluar adalah 10.000 JPY. Kurs akan berlaku sesuai kurs pada saat penarikan di negara tersebut, sehingga jumlah uang yang terdebet di rekening kita menyesuaikan dengan besar kurs yang berlaku saat itu. Biaya yang dipotong untuk penarikan menggunakan jaringan Cirrus adalah 25.000 IDR per transaksi. Mudah bukan?

Tampilan Layar ATM di Jepang ada di bagian bawah
Bicara soal mesin ATM di negara Jepang, saya cukup memperhatikan dan sempat berkomentar bahwa ATM Jepang cukup unik. Bentuk mesin ATMnya sebenarnya mirip dengan ATM di Indonesia, hanya saja seluruh mesin ATMnya berbasis touch screen, sehingga untuk pengoperasiannya menggunakan layar sentuh. Seluruh ATM Jepang bisa dipergunakan untuk mencetak buku tabungan apabila nasabah ingin mencetak buku tabungan. Berbeda di Indonesia, saat ini baru beberapa Bank yang menerapkan mesin ATM yang bisa melakukan pencetakan mutasi buku tabungan oleh nasabah sendiri. Bahasa yang dipergunakan sudah pasti bahasa Jepang, namun jika ingin mengganti ke Bahasa Inggris, tinggal pilih saja pilihan bahasanya. Saya pun saat melakukan penarikan memilih bahasa Inggris, karena angkat tangan tidak bisa membaca tulisan Jepang bercampur kanji di mesin ATM.

Hal lain yang saya perhatikan adalah tempat keluar uang saat penarikan di mesin ATM. Jika rata-rata mesin ATM di Indonesia jika mengeluarkan uang maka akan keluar dari samping bawah mesin ATM, sehingga apabila nasabah sedang menarik uang yang cukup banyak akan bisa terlihat oleh orang disekitarnya. Mesin ATM Jepang berbeda, tempat keluarnya uang dari mesin ATM tidak dari samping, namun tepat berada di bagian depan nasabah dekat tombol-tombol mesin ATM. Ketika uang terproses akan luar, maka dari mesin akan terbuka “pintu uang” yang di dalamnya terdapat pecahan uang yang kita ambil. Tangan kita harus merogoh ke dalam lubang tersebut untuk mengambil, baru kemudian langsung dimasukan ke dalam dompet. Jadi orang disekitar kita tidak akan mengetahui berapa banyak jumlah uang yang kita ambil dari mesin ATM. Terlebih lagi di sisi kanan dan kiri mesin ATM diberikan sekat yang cukup lebar yang menghalangi pandangan kanan dan kiri orang disebelah kita untuk melihat. 

Tampilan pintu masuk kartu, buku tabungan serta pintu uang
Mesin ATM di Jepang juga menyediakan kalkulator yang tertempel di samping mesin ATM sehingga bisa dipergunakan oleh nasabah apabila memerlukan. ATM tersebut juga menyediakan kantong amplop uang secara cuma-cuma yang bisa diambil oleh nasabah sehabis melakukan penarikan uang. Masing-masing mesin ATM Jepang juga dilengkapi dengan tombol Robbery Alarm, yakni tombol alarm jika terjadi keadaan mendesak seperti pencurian dan sebagainya. Selain berfungsi untuk transaksi penarikan uang, mesin ATM di Jepang juga berfungsi untuk transaksi penyetoran jika nasabah ingin menabung. Pecahan yang diterima dari 1000 JPY, 2000 JPY, 5000 JPY sampai 10.000 JPY, tidak hanya itu terdapat juga untuk pecahan koin logam yakni 1, 5, 10, 50, 100 sampai 500 JPY. Berbeda di Indonesia yang mesin penyetorannya berdiri sendiri sebagai Cash Deposit Machine, maka di Jepang baik untuk setoran maupun penarikan, bersatu dalam satu mesin ATM.

Pilihan Menu ATM Jepang

お預け入れ: Deposit (memasukkan uang)
お引き出し: Withdrawal (penarikan)
お振込み: transfer ke rekening lain
お振り替え: transfer ke rekening lain milik sendiri (jika punya 2 rekening)
通長記入:pencatatan di buku rekening
残高照会: sisa uang
  • Masukkan kartu ATM dan nomor PIN. Jika memilih transaksi penarikan, masukkan jumlah uang yang diinginkan (perhatian: pada panel akan tertera kanji (kelipatan 1000) dan (kelipatan 10.000). Bisa juga memasukkan jumlah uang secara manual dengan menekan tombol angka).
  • Untuk menyelesaikan transaksi pilih tombol sebagai berikut:
確認 : konfirmasi
訂正 : koreksi
取消 : batalkan transaksi

Bagaimana cara penarikan uang di ATM Jepang?

Pertama yang dilakukan adalah memasukan kartu ATM kita ke dalam mulut kartu di mesin ATM sebelah kanan. Jadi mesin ATM Jepang memiliki dua lubang pintu, sebelah kiri untuk pintu masuk buku tabungan sedangkan sebelah kanan untuk pintu masuk kartu ATM. Jangan sampai tertukar pintu ya, yang bentuknya lebih lebar itu untuk memasukan buku tabungan, sedangkan yang lebih kecil untuk kartu ATM. Kemudian mesin ATM akan meminta kita untuk memasukkan nomor PIN, maka masukan PIN ATM di layar sentuh yang disediakan. Setelah itu pilih transaksi penarikan dan masukan nominal penarikan yang dikehendaki. Jangan lupa untuk melihat jumlah pecahan yang tersedia di ATM tersebut. Misalnya pecahan 10.000 JPY. Jika sudah menekan jumlah penarikan, klik OK. Maka akan ada pilihan untuk pencetakan receipt atau tidak, silahkan dipilih. Jika tidak ingin mencetak receipt maka akan terlihat di layar mesin ATM sisa uang yang ada di rekening tersebut dalam konvensi Yen. Setelah itu ATM akan keluar secara otomatis untuk diambil. Setelah kartu ATM diambil, barulah uang akan keluar dari pintu kotak uang mesin ATM. Posisi pintu kotak uang ini persis di depan perut/badan nasabah dan posisinya terlindungi karena di dalam kotak. Tidak seperti jenis ATM di Indonesia yang pintu keluar uangnya menjulur di bawah sehingga bisa terlihat oleh siapa pun. Lebih Asyik yaa :D -Noni Halimi

Trip Japan : Tokyo Subway Ticket

Begitu keluar dari Bandara Haneda Tokyo, kami menuju moda transportasi kereta yang bisa kami pakai menuju tujuan pertama kami yakni Asakusa Station. Namun kendala awal adalah kami belum tahu harus membeli tourist pass macam apa yang lebih irit dan mudah. Tak jauh dari pintu keluar bandara, ternyata ada kounter Tokyo Subway Ticket dengan papan pengumuman harga yang cukup masuk budget kami. Kartu ini bisa dipergunakan untuk seluruh kereta Tokyo Metro lines dan Toei Subway lines. Berhubung kami akan banyak menggunakan jasa kedua jalur tersebut, maka kami memutuskan untuk membeli kartu Tokyo Subway Ticket selama 3 hari seharga 1500 JPY atau senilai dengan 166.500 IDR (1 JPY = 111 IDR). 
Ada pun harga kartu pass untuk 1 hari adalah 800 JPY dewasa dan 400 JPY untuk anak-anak, 2 hari dengan harga 1200 JPY dewasa dan 600 JPY untuk anak-anak, 3 hari 1500 JPY untuk dewasa dan 750 JPY untuk anak-anak. Sedangkan untuk akses hanya Tokyo Metro Line tersedia 1 hari 600 JPY untuk dewasa dan 300 JPY untuk anak-anak dan 2 hari 980 JPY untuk dewasa dan 490 JPY untuk anak-anak. Berhubung saya membutuhkan dua lines, maka saya membeli gabungan Tokyo Metro Lines dengan Toei Subway Lines.

Petugas yang menjaga kounter sangat baik dan super ganteng *loh. Macem pemain dorama gitu lah, hehehee. Ia menjelaskan kegunaan tiket kami dan menunjukan masa expired kartu. Kami juga diberikan peta dan informasi wisata Tokyo yang menarik, Padahal masih pagi buta, tapi semangat kerja mas-masnya benar- benar patut diacungi jempol. Kami masih dekil belum mandi gini, dilayanin sama mas-mas yang udah kece badaaaaaiii :D

Untuk kamu yang bepergian ke Tokyo selama 1 sampai 3 hari saya menyarankan untuk membeli kartu pass Tokyo Subway Ticket ini :) -Noni Halimi


Mejeng dulu di Bandara Tokyo Haneda

Wednesday, August 26, 2015

Trip Japan : Tiket Masuk Menuju Negara Impian


Musim Semi di Negeri Sakura
Tengah malam tanggal 20 April 2014, saya dan travelmate saya Febiana Malini hunting tiket murah promo maskapai penerbangan favorit kami, Air Asia. Destinasi tujuan kami adalah Jepang yang merupakan negara impian yang ingin sekali kami kunjungi. Setelah gagal booking tiket di promo Air Asia bulan bulan sebelumnya, maka malam itu tidak ingin kami sia-siakan kesempatan. Kami menunggu sampai tengah malam dan mengecek harga tiket ke Jepang. Jika kami membeli tiket untuk keberangkatan musim semi yakni periode Maret April, maka tidak diragukan lagi peak season membuat harga tiket melonjak mahal. Akhirnya saya dan Febi harus mengurungkan niat melihat sakura bermekaran pada musim semi. Alternatif lain yang kami pilih adalah musim gugur yang tidak kalah cantiknya. Berharap semoga harga tiket bersahabat dengan kantong budget kami berdua untuk bulan Oktober dan November.

Maka dimulaikan pemburuan tiket dengan beberapa pilihan keberangkatan di musim gugur, sambil banyak berdoa ada harga yang pas. Kami berencana akan ke Jepang mengunjungi 3 kota yakni Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Bagaimana tidak, sekalinya ke Jepang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin utnuk pergi ke tiga kota besar tersebut, karena kami akan menghabiskan selama sepekan di Jepang. Dengan mengucap Bismillah maka kami booking tiket kami dengan keberangkatan Jakarta - Tokyo dan kepulangan Osaka - Jakarta. Sengaja kami memilih berangkat ke Tokyo dan pulang dari Osaka karena kami kan singgah di beberapa tempat. Well, inilah hasil perburuan tiket kami berdua :

DEPARTURE

AIR ASIA AK 383 
Departing :
Jakarta (CGK)
Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3)
Thu 30 Oct 2014, 8:30AM
Arriving :
KLIA 2 (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2
Thu 30 Oct 2014, 11:30AM

Fly Thru
AIR ASIA D7522 
Departing :
Kuala Lumpur (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2)
Thu 30 Oct 2014, 2:40PM
Arriving :
Tokyo (HND)
Haneda International Airport
Thu 30 Oct 2014, 10:30PM

Flight : Jakarta (CGK) – Kuala Lumpur (KUL) – Tokyo Haneda (HND)
Price : 3.310.000 IDR (for two passenger)
(NIL CHECKED BAGGAGE)

------------------------------------------------------------------------------

 
RETURN

AIR ASIA D7533
Departing :
Osaka (KIX)
Kansai International Airport
Thu 06 Nov 2014, 11:00AM
Arriving :
KLIA 2 (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2
Thu 06 Nov 2014, 05:00PM

Fly Thru
AIR ASIA AK386
Departing :
Kuala Lumpur (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2)
Thu 06 Nov 2014, 06:50PM
Arriving :
Jakarta (CGK)
Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3)
Thu 06 Nov 2014, 07:55PM

Flight : Osaka (KIX) – Kuala Lumpur (KUL) – Jakarta (CGK)
Price : 35.028 JPY = 4.060.339 IDR (for two passenger)
Kurs 1 JPY = 115.91 IDR
(CHECK IN BAGGAGE – UP TO 20KG/person)
Setelah tiket dipesan dan dibayar melalui Hasanah Card BNI Syariah dan BNI Credit Card, resmi sudah kami berdua memegang tiket ke Jepang. Arrghhh! Rasanya campur aduk bahagia. Kami membeli tiket PP Jakarta - Jepang - Jakarta maskapai penerbangan Air Asia dengan harga 3.685.169 IDR alias 3.6juta rupiah. Dengan banyak berdoa kami langsung mengadakan persiapan keberangkatan yakni itinerary, pakaian, pembuatan visa, booking hostel, serta persiapan ongkos perjalanan kami. Pergi ke Jepang kini bukan hanya sekedar mimpi :) - Noni Halimi


Wednesday, July 22, 2015

Bagaimana Cara Memesan Tiket KTMB Malaysia

Wisata Singapura ke Malaysia dengan Jalur Darat Kereta Api

Bermula dari akhir Agustus 2014 berburu tiket murah di maskapai Air Asia, dengan semangat empat lima saya cari destinasi Jakarta-Singapura-Jakarta untuk honeymoon saya dan calon suami. Setelah cari-cari pasangan tanggal murah berangkat dan pulang, maka didapatkan rencana liburan Singapura 18-22 Maret 2015 (dengan harap-harap cemas tanggal tersebut kami sudah menikah, kalau belom yah angus lah). Awalnya saya tidak masalah 5 hari wisata Singapura, toh saya dapat tiket murah dengan biaya berangkat 99.000 IDR dan pulang 189.000 IDR. Namun makin lama harga SGD (Singapore Dollar) makin menjadi dan melambung, sampai menyentuh harga 9800-an hampir 10.000 berasa USD jaman dulu. Kayaknya dua tahun lalu masih 8000. Kalau sampai 10.000 berasa juga biaya hidupnya. Berhubung puyeng ngitung biaya hidup dua orang di Singapura selama 5 hari, maka saya memutuskan (sepihak) alternatif wisata lain. Iya. Saya memilih nyebrang di Negara tetangga Singapura yang biaya hidupnya lebih bersahabat, yakni Malaysia.

Membuat itinerary Malaysia Singapura tidak memakan waktu lama, karena sebelumnya saya sudah pernah wisata ke dua negara tetangga tersebut. Namun perjalanan saya ke dua Negara tersebut bermacam-macam jalur. Saya pernah naik bus malam dari Malaysia ke Singapura, saya juga pernah ke Singapura dari Batam melalui jalur air pelabuhan Sekupang, atau ke Malaysia seperti biasa dengan jalur udara. Namun saya belum pernah menyeberang ke Malaysia menggunakan kereta api. Baca-baca di banyak sumber perjalanan dari Singapura ke Malaysia atau Malaysia ke Singapura bisa dilakukan dengan 3 jalur, yakni jalur udara dengan pesawat terbang, jalur darat dengan bus antar kota antar Negara, serta jalur darat dengan menggunakan kereta api.  Terus terang saya belum pernah mencoba menyeberang dari Singapura ke Malaysia dengan kereta api, maka liburan kali ini saatnya mencoba.

Apa itu KTMB?

Perjalanan dari Singapura ke Malaysia maupun sebaliknya bisa ditempuh dengan menggunakan kereta api Malaysia yang disebut KTMB (Keretaapi Tanah Melayu Berhad). KTMB atau disebut juga Malayan Railway merupakan pengendali kereta api utama di Semenanjung Malaysia. Kereta ini bermula dari jaman penjajahan Inggris yang digunakan untuk jalur pengangkutan timah. Hubungan jalan kereta di Semenanjung Malaysia yang dikendalikan oleh KTM, terdiri dari dua jalur utama dan beberapa jalur cabang. Jalur utama terdiri dari Jalur Pantai Barat dan Jalur Pantai Timur.

Jalur Pantai Barat mulai dari Padang Besar di Perbatasan Malaysia-Thailand di Perlis (yang terhubung dengan landasan Negara Thailand ke Singapura melalui Butterworth, Pulau Pinang dan Kuala Lumpur. Disebut jalur Pantai Barat karena ia melalui negeri-negeri pantai barat di Semenanjung Malaysia.  Jalur Pantai Timur dimulai percabangan rel dari Gemas di Negeri Sembilan dan Tumpat serta Rantau Panjang, yang semuanya berada di Negeri Kelantan. Sedangkan Jalur Cabang yakni Batu Caves-Sentul-Kuala Lumpur-Pelabuhan Klang.

Keretaapi Tanah Melayu Berhad atau KTMB inilah yang akan saya pergunakan untuk menyeberang dari Singapura ke Malaysia. Saya akan memilih kereta malam, agar perjalanan dilakukan pada malam hari saya bisa istirahat dan sampai di tempat tujuan pagi hari sehingga waktu liburan saya tidak terbuang percuma hanya untuk perjalanan dari Singapura ke Malaysia atau sebaliknya.

KTMB untuk keberangkatan malam hari atai night train milik Malaysia ini memiliki beberapa jenis kursi penumpang. Ada yang kursi duduk biasa selayaknya kereta api pada umumnya dengan dua kursi berjejer, namun ada pula jenis sleeper train atau kereta yang dilengkapi dengan kasur. Wait, what? Di dalam kereta ada kasurnya, jadi kita bisa tidur di dalam kereta? Hehehe, Seru bukan? Saya langsung nelen ludah baca review dari banyak blog, sepertinya seru dan menantang! Patut dicoba :D

Pesan Tiket dari JB Sentral Lebih Irit

Perjalanan saya akan bermula dari Singapura menuju Malaysia. Jika melihat dari stasiun kereta api pada umumnya maka seharusnya saya naik dari Singapura melalui stasiun Woodsland dan turun di KL Sentral yakni stasiun Malaysia. Namun saya tidak memilih rute tersebut, tapi saya memilih jalur Johor Baru atau terminal JB Sentral Why oh why? Hal ini tentu karena urusan biaya yang harus dikeluarkan *teteepp

Johor Baru merupakan daerah terluar Malaysia yang berbatasan langsung dengan Singapura. Jika kita menyebrang dari Singapura ke Malaysia melalui Johor Baru, itu artinya kita sudah naik kereta di Malaysia (Johor Baru) dan turun di Malaysia (Kuala Lumpur). Lah bagaimana caranya dari Singapura ke Johor Baru? Caranya sangat mudah, dari Singapura kamu bisa naik bus Causewaylink dari terminal Queen Street harganya 3.3 SGD sampai Woodsland Checkpoint kemudian lanjut naik Causewaylink selanjutnya hingga turun di Johor Baru Checkpoint atau JB Sentral. Memang agak repot myambung-nyambung sedikit tapi beda lhoo (harganya)

Jadi ada perbedaan harga tiket kereta apabila kita beli di JB Sentral daripada beli Woodsland. Beli tiket berangkat dari Woodsland lebih mahal ketimbang JB Sentral, padahal harga tiketnya sama-sama 45. Ternyata yang bikin beda adalah faktor pengali kursnya. Jika kamu naik dari stasiun Woodsland Singapura maka biaya yang dikeluarkan adalah 45 SGD x 9800 IDR atau sekitar 441.000 IDR, sedangkan jika kita membeli dengan keberangkatan JB Sentral atau Johor Baru, maka harga tiket yang dikeluarkan 45 RM x 3800 IDR atau sekitar 171.000 IDR. Bedanya 270.000 IDR per tiket. Lumayan kan?

Bagaimana Cara Memesan Tiket Kereta Api Malaysia

Setelah menentukan itinerary dan waktu keberangkatan, maka saatnya untuk memesan tiket kereta api KTMB. Saya bisa saja memesan tiket di kaunter penjualan tiket di Singapura atau Malaysia, namun khawatir tiket sudah terjual habis dan saya tidak bisa mendapatkan tiket untuk menyeberang ke Singapura. Daripada itinerary saya hancur berantakan, maka lebih baik saya pesan online di website KTMB. Cara pesan online lebih saya suka daripada pesan langsung di kaunter karena kita bisa mengetahui ketersediaan kursi dan alternatif cara lain apabila tiket habis. Bagaimana cara memesan tiket KTMB secara online? Caranya mudah, buka saja situs Keretapi Tanah Melayu Berhad di laman http://www.ktmb.com.my/

Nanti akan muncul halaman seperti ini


Saya sarankan jika belum memiliki user akun agar daftar terlebih dahulu, caranya cukup mudah, hanya perlu mengisi nama lengkap, user name yang diinginkan, password yang diinginkan, alamat email, nomor telepon dan HP. Setelah mendaftar, segera konfirmasi di email kamu dan sign in untuk masuk.

Mengapa disarankan untuk daftar sebagai pengguna? JIka nanti transaksi sudah berhasil akan lbih mudah mencari tiket yang kita pesan karena sudah masuk di history pemesanan. Dan jika ada gagal koneksi atau gagal transaksi maka lebih mudah untuk diproses. Intinya, ikuti kata saya aja deh biar cepet (maksa :D)



Setelah sign in akan muncul tampilan seperti ini, klik Ticket Reservation. Silakan isi bagian Onward dan Return. Pada bagian Onward silahkan isi Origin dengan tempat keberangkatan dan Destination dengan tempat tujuan kami, serta isi tanggal perjalanan. Misalnya berangkat dari JB Sentral dan tujuan KL Sentral pada tanggal 06 Juni 2015.


Input juga jenis kereta, untuk kereta malam pilihlah Senandung Sutera, dan jenis gerbong pilih yang ADNS – Superior Night Class dengan harga kasur tingkat atas untuk anak 27 RM, kasur bawah anak 33 RM, kasur dewasa tingkat atas seharga 39 RM dan kasur dewasa di bawah 45 RM. Setelah selesai tekan tombol Add. Maka akan muncul pop up untuk pengisian data diri penumpang yang terdiri dari : Nama penumpang, IC atau nomor paspor, dewasa atau anak-anak, pria atau wanita, serta pilihan nomor kursi yang dikehendaki.


Dengan klik nomor kursi akan muncul otomatis ketersediaan kursi atau sisa kursi yang bisa dipesan. Perhatikan warna kursi, warna merah untuk kursi yang sudah dipesan, warna abu-abu untuk kursi yang sementara bisa dipesan, namun saya tidak menyarankan untuk memilih ini, dan warna biru yang menandakan kursi tersebut kosong dan dapat dipesan. Klik label pilihan gerbong missal M6 atau M7. Nah, pilihlah kursi tersebut. Di sana juga ada keterangan Upper (Atas) Lower (Bawah) sehingga kita tidak bingung kode kasur yang akan dipilih. Kasur atas maupun bawah sebenarnya tidak masalah, namun saya lebih memilih kasur bawah supaya mudah meletakan koper dan barang bawaan, tidak perlu angkut ke atas. Pilih juga untuk kursi kepulangan. Lanjutkan dengan menekan tombol continue, dan akan muncul seperti ini


Pastikan data yang tercantum benar dan pilihan tiket sudah sesuai. Setelah itu dilanjutkan dengan menu pembayaran yakni pilihan pembayaran, saya memilih dengan menggunakan kartu kredit andalan saya yang menemani saya di pelbagai reservasi online liburan yakni Hasanah Card BNI Syariah. Setelah mengisi data pembayaran, maka akan ada keterangan transaksi sudah berhasil dan akan muncul tombol untuk print e-tiket. Silakan print bukti pemesanan tiket kamu tersebut dan jangan lupa untuk dibawa pada saat masuk ke dalam kereta untuk pemeriksaan.

Bagaimana? Simpel bukan?
Semoga bermanfaat.

Salam,
Noni Halimi

Sunday, August 3, 2014

Thank You Air Asia

Berawal dari bulan September 2013 saat saya sedang asyik cari tiket murah di kantor, tetiba saya ingat obrolan Ibu Bapak saya yang berencana ke Kuala Lumpur sekeluarga. Maka saya langsung bbm Ibu saya, bahwa tiket murah Jakarta-Kuala Lumpur jatuh pada bulan Juli 2014, saat bulan puasa dan liburan anak sekolah. Di luar dugaan, bbm singkat beliau menjawab bahwa Bapak saya pun setuju dengan rencana kami akan liburan dan berpuasa di Kuala Lumpur. Horeeeeeyy!!

Pemesanan tiket Air Asia untuk penerbangan internasional bisa dilakukan dengan isian nama penumpang dan tanggal lahir saja, berbeda dengan maskapai penerbangan lain yang membutuhkan data identitas nomor paspor. Ini yang saya suka dari Air Asia, bisa ngajak siapa pun yang belum punya paspor untuk pesan tiket penerbangan internasional. Yang penting pesen tiket dulu ke luar negeri, bikin paspor belakangan. Pun demikian dengan keluarga saya, yang memiliki paspor baru Bapak, Ibu dan saya, sedangkan keempat adik-adik saya belum memiliki paspor.

Rencananya Bapak saya jg akan bertemu dengan kolega-kolega beliau yang tinggal di Kuala Lumpur. Saya baru tahu bahwa kami disediakan tempat menginap di area Raja Alang, tapi saya sudah pesan 3 kamar di Tune Hotel milik Air Asia di daerah Medan Tuanku. Alhamdulillah lokasi tempat menginap Raja Alang dengan Medan Tuanku cukup dekat, sehingga kami bisa singgah bergantian di dua tempat tersebut :D
Tune Hotel Medan Tuanku
Booking Tune Hotel
Tune Hotel adalah hotel bintang 3 milik Air Asia dengan konsep minimalist low budget traveler. Saya pesan 3 kamar double room untuk 3 hari. Harga per kamar untuk semalam sekitar 250.000 IDR. Harga yang cukup terjangkau dengan kantong saya ketimbang hotel-hotel mahal lainnya di Kuala Lumpur. Awalnya saya ingin pesan apartemen untuk kami sekeluarga, karena jumlah kami cukup banyak, maka akan lebih irit dan efisien apabila saya pesan satu kamar di apartemen. Banyak apartemen yang disewakan oleh pemiliknya di daerah Bukit Bintang. Saya pernah pesan di Fahrenheit 88 tahun 2012 silam, harganya cukup murah. Namun dikarenakan Bapak saya request pesan hotel yang dekat dengan Raja Alang, maka saya putuskan untuk memesan Tune Hotel yang beralamat di Jalan Tuanku Abdul Rahman 316, Kuala Lumpur 50100. 

Bulan Ramadhan tiba, bertepatan dengan pemilihan presiden yang ke 7 di negara saya, yakni tanggal 9 Juli 2014. Kami sekeluarga sudah packing dan mempersiapkan barang bawaan sehari sebelumnya. Pagi hari saya sudah sibuk untuk coblos pemilu hehehe, siang hari kami sudah siap dengan bekal makanan untuk buka puasa di Bandara. Kami take off pukul 20.30 WIB dan rencananya sehabis maghrib kami sudah harus check in bagasi. Pengalaman dari check in yang mepet sebelum-sebelumnya, maka lebih baik check in awal. Untuk penerbangan Internasional disarankan untuk sampai Bandara 2 jam sebelum keberangkatan. 

Seperti biasa, yang rempong di keluarga saya tiap pergi-pergi adalah makanan. Kebiasaan keluarga saya adalah bawa makanan sendiri, jarang beli makanan di luar apalagi restoran. Maka untuk buka puasa di Bandara, maka kami bawa makanan sendiri. Nasi briyani, gulai ayam, acar nanas, gurame tepung, semuanya bikinan sendiri. Ini berawal dari Bapak saya yang minta dibuatkan nasi briyani ala-ala di Singapur. Hadeeh.

Perjalanan ke bandara cukup lengang, mungkin karena orang-orang lebih milih diam di rumah habis nyoblos pemilu ketimbang memenuhi jalan raya. Sampai di Bandara pukul 17.00 dan kami ngabuburit di depan Musholla Parkiran Terminal 3. Rencananya setelah kami buka puasa, semua perlengkapan akan dibawa pulang lagi ke rumah oleh driver. Pengalaman berbuka puasa yang menyenangkan :)

Lepas Shalat maghrib dan Isya (jamak), kami langsung menuju tempat check in Air Asia. Paspor kami bertujuh semuanya diletakan di dompet traveling milik saya supaya memudahkan. Hanya hitungan menit, tidak mengantri, maka boarding pass sudah di tangan. Saya memang tidak pesan nomor kursi pada saat pesat tiket, karena booking nomor kursi akan dikenakan biaya tambahan. Buat apa? Lebih baik ya random saja saat check in, paling request agak duduknya masih sederetan, jangan ada yang terpisah sendirian. Eehhhh...rejeki anak sholehah, Saya dan Yasmin (adik saya yang bungsu) dapet nomor kursi 1 alias hot seat, paling depan. Yeaaah bisa liatin pramugari keceeee! 

Penerbangan Jakarta - Kuala Lumpur ditempuh dalam waktu 2 jam, namun terdapat perbedaan waktu antara Jakarta dan Kuala Lumpur 1 jam, sehingga ditambahkan waktu 1 jam lagi. Jika kami take off pukul 20.30, maka kami sampai di Kuala Lumpur pukul 22.30 WIB atau pukul 23.30 Waktu Kuala Lumpur.

Hot Seat Hahahaha
Pesawat saya ternyata berbarengan dengan orang-orang Lombok dan Kalimantan yang akan berangkat umroh. Ramai rasanya dengan seragam mereka yang berwarna putih dan logat daerahnya. Bahkan ketika diajak bicara bahasa Indonesia, mereka masih belum fasih dan bingung.

Alhamdulillah perjalanan sangat lancar dan kami mendarat di KLIA 2. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di KLIA 2, yakni bandara hasil perpindahan dari LCCT. Ini adalah bandara yang saling terintegrasi dengan Bandara KLIA 1. Ada jembatan penghubung yang keren. Luar biasa.
Dapat tiket pesawat berangkat yang super murah 199.000 IDR dan Tune Hotel yang cukup murah, tidak ada yang bisa saya ekspresikan selain bersyukur, Alhamdulillah..Thank you Air Asia :)

Tuesday, May 20, 2014

Commuter Line Jabodetabek

Dua tahun yang lalu saat saya masih ditempatkan di kantor pusat Sudirman, maka praktis tiap pagi sore saya menjadi pengguna setia KRL Jabodetabek. Bagaimana tidak, jarak tempuh dari Lenteng Agung ke Sudirman cukup jauh. Tidak terbayang jika harus menembus kemacetan Jakarta lewat jalur kendaraan bermotor. Maka solusinya adalah jadi anak kereta. Pukul 05.15 pagi  maka saya sudah nongkrong kece di Stasiun UP dan sore hari ketika selesai tutup kas, maka pukul 17.00 lewat-lewat dikit laaahh.

Jaman dulu masih ada adegan kereta ekonomi dengan massa penumpang yang anarkhis dengan manjat-manjat atap gerbong kereta, sampai banyak kejadian kesengat listrik dari atap, namun tak membuat jera juga. Akhirnya Pemprov DKI menghapuskan adanya kereta ekonomi dan menyetarakan dengan Commuterline. Kereta ekonomi tidak difungsikan, namun Commuter yang juga tidak terlalu banyak armadanya, membuat adegan desak-desakan tiap pagi dan sore menjadi hal lumrah.

Awalnya tiket Commuterline bisa dibeli di loket penjualan tiket dengan karcis kertas single trip. Ada pula yang menggunakan fasilitas abodemen dengan membayar bulanan, cocok untuk pengguna Commuterline yang tiap hari naek. 

Makin lama, teknis pembelian tiket Commuterline makin di update. Harga pun sekarang dikurangi jauh lebih murah. Sekarang menggunakan sistem jarak per stasiun. Jika hanya pergi melewati 2 stasiun maka hanya membayar 2000 rupiah saja, dan kelipatan 500 rupiah untuk 2 sampai 3 stasiun berikutnya, cukup murah bukan? Sistem pembelian tiket pun mejadi lebih canggih, sekarang Commuterline Jabodetabek hampir meniru MRT yang ada di Singapore dan Kuala Lumpur. Walaupun masih jauh dari mereka, namun setidaknya kita sudah berusaha ada kemajuan.

Kecanggihannya masih belum efektif dan efisien. Mengapa? Pertama, pembelian tiket masih dilayani di kounter tiket, menyebutkan lokasi tujuan, dan bayar ditempat. Petugas akan memberikan kartu perjalanan dan recepit bukti transaksi. Ini dari kertas. Tidak paperless sih. Sedangkan di Singapore sudah menggunakan mesin pembelian tiket otomatis, dengan menekan tujuan perjalanan dan memasukkan uang, maka kartu akan keluar dari mesin, dan jika ada kembalian maka akan keluar kembaliannya. Hemat petugas dan tidak buang-buang struk kertas.

Kedua, penumpang diharuskan membayar jaminan kartu seharga Rp. 5000 setiap pembelian tiket kereta. Jadi apabila kita ingin menaiki sampai 2 stasiun seharga Rp. 2000, maka kita harus membayar di loket Rp.7000 (terdiri dari Rp. 5000 jaminan kartu dan Rp. 2000 harga tiket sebenarnya). Kartu ini berlaku untuk single trip, hanya bisa di top up apabila akan melakukan perjalanan lagi. Kartu ini tidak boleh hilang.

Jadi, ketika kita dapat kartu ini, maka kita akan masuk ke area stasiun kereta. Ada mesin untuk tap kartu di sana, tap kartu kita dan masuklah. Ketika sudah sampai di lokasi tujuan, tap di mesin kartu di pintu keluar. Bagaimana dengan nasib kartu ini? ditukarkan di kounter penjualan tiket dengan berkata kepada mbak-mbaknya "Mbak, mau refund" Maka kita akan diberikan uang Rp.5000 jaminan kartu yang tadi, kartu pun dikembalikan. Saat ini, antrian refund dengan pembelian tiket masih dalam satu jalur yang sama, sehingga apabila penuh antrian membeli tiket, maka akan sangat malas untuk antri refund.

Ada pula kartu Commuterline dari Flazz BCA yang sistemnya seperti Ezlink Card Singapore, bisa di top up dan dipergunakan untuk berkendara Commuterline. Ketika kita tap di mesin stasiun awal, maka mesin akan mendeteksi lokasi, dan ketika ketika keluar dan tap lagi, maka saldo otomatis akan terpotong sesuai dengan harga tiket. Kenapa Pemprov tidak bekerja sama saja dengan perusahaan dengan sistem kartu pembayaran seperti itu? Sehingga tidak ada lagi yang namanya refund yang merepotkan. Terkadang krn malas antri refund, kartunya kebawa terus sama saya, tidak saya refund. Commuterline setidaknya lebih efektif jika diterapkan sistem pembayaran dengan kartu :) Semoga saja Commuterline Jabodetabek suatu saat akan seperti MRT di Singapura dan Malaysia.

Bagian Depan Kartu Jaminan Commuterline
Bagian Belakang Kartu Commuterline Jabodetabek