Showing posts with label Wedding Preparation. Show all posts
Showing posts with label Wedding Preparation. Show all posts

Tuesday, January 12, 2016

Referensi Lagu Pernikahan (Wedding Song)

Postingan ini dipersembahkan oleh rasa kangen sama lagu-lagu yang diputer waktu kawinan dulu hehehehe.

Salah satu wedding preparation yang masuk check list adalah mempersiapkan lagu pernikahan atau wedding song. Untuk lagu pernikahan saya tidak pakai organ tunggal dengan penyanyi, jadi saya menggunakan pemain biola yang memainkan musik instrumental saja. Ia membawakan beberapa lagu yang saya ajukan tentunya yang sudah familiar, beberapa diantaranya ada di bawah ini.

Di bawah ini juga saya share lagu yang diputar saat menunggu proses akad nikah saat pagi persiapan, serta jeda setelah akad nikah ke resepsi. Tentunya di dalam gedung masih banyak tamu dan keluarga baik yang sedang santap sarapan maupun yang menunggu dimulainya resepsi. Nah saatnya memutar lagu-lagu kesukaan saya dan suami. Inilah lagu-lagu yang kami suka karena musiknya bagus  yang nyanyi keren, liriknya oke, atau memiliki kenangan tersendiri untuk kami *uhuk.

Pesan dari saya, buat list lagu secukupnya, karena kamu nggak akan mungkin memutar seluruh list lagu kesukaan kamu di saat jeda akad-resepsi, bahkan pada saat resepsi hanya dimainlan beberapa lagu saja, karena terpotong oleh MC yang berbicara. Masukan list lagu tersebut dalam 1 file agar mudah dalam pengoperasiannya pada hari H oleh PIC Soundsystem.

Lagu dengan Vokal
1. The Secret of Color and Kiroy Y
2. Letto - Ruang Rindu
3. Rossa - Ayat Ayat Cinta
4. Potret - Bunda
5. Chrisye - Untukmu
6. Yovie n Nuno - Janji Suci
7. Maher Zain - Barakallah
8. Bunga Citra Lestari - Cinta Sejati
9. Ada Band - Yang Terbaik Bagimu
10. Mocca - Hanya Satu
11. Connie Talbot - Let it Be
12. John Legend cover by Luciana Zogbi - All of Me
13. Lenka - The Show (New Version)

Lagu Instrumental
1. Vivaldi Winter (Piano Guys) - Let it Go
2. The Piano Guys - Love Story
3. The Piano Guys - A Thousand Years
4. The Piano Guys - Because of You
5. The Piano Guys - Pachebells Canon in D
6. Ashita Hareru Kana (Piano and String Version, OST Proposal Daisakusen)
7. Kibou (OST Proposal Daisakusen Main Theme)
8. Yiruma - Kiss The Rain
9. Depapepe - One
10. Depapepe - Dream

Musik yang dibawakan dengan biola saat Resepsi
1. A Thousand Years
2. Let it Go
3. Bunda
4. Untukmu
5. Cinta Sejati
6. Yang Terbaik Bagimu
7. All of Me

Semoga menginspirasi,
Salam,
Noni Halimi

Wednesday, December 16, 2015

Biaya Nikah Mahal?


The most blessed Nikkah (wedding) is the one with the least expenses. (Rasulullah SAW)

Pernikahan yang paling berkah adalah pernikahan dengan biaya yang sedikit. Kurang lebih seperti itulah artinya. Apa maknanya? Bahwa Rasulullah menganjurkan untuk meminimalisir biaya pernikahan, bahkan semakin sedikit semakin baik. Hal ini tentu agak bertentangan dengan fenomena yang terjadi di masyarakat sekarang ini. Kalau jaman sekarang untuk menikah harus punya modal dulu, minimal sekian ratus juta-lah. Harus punya ini dulu, punya itu dulu, mapan dan sebagainya. Padahal menyelenggarakan pernikahan tidak melulu soal uang dan pengeluaran yang besar.

Yuk kita lihat lagi esensi pernikahan itu seperti apa? Tujuan kita menikah tentunya untuk menyempurnakan separuh agama, ingin beribadah, ingin menjalankan sunah Rasulullah, dan tentu ingin mengharap ridho Allah. Untuk nikah sendiri sebenarnya simpel, asal terpenuhi rukun nikah, kelar urusan. Ada pun rukun nikahnya adalah : Adanya mempelai laki-laki, mempelai wanita, wali nikah, dua orang saksi nikah, Ijab qabul. Nah kalau sudah terpenuhi semua plus mahar, ya sudah sah menikah. Namun apa yang jadi masalah rempong biayanya?

Ternyata yang jadi masalah adalah biaya resepsi. Untuk sekedar menikah saja baik di rumah atau di KUA tentu hanya memerlukan biaya yang sedikit. Bahkan kalau menikah di KUA pada hari kerja tidak dipungut biaya sama sekali dan untuk hari libur sebesar 600.000 saja. Tapi bagaimana jika mengadakan resepsi? Nah ini dia yang bikin biaya membludak. Mari kita kembali lagi mencari esensi dari diadakannya acara resepsi. Sebenarnya resepsi tidak wajib dilakukan, namun bisa saja dilakukan sebagai bentuk tasyakur, rasa syukur mempelai beserta keluarga atas terjadinya pernikahan tersebut. Selain itu untuk mengumumkan kepada khalayak bahwa kedua mempelai telah menikah, sehingga apabila mereka berjalan berdua tidak menimbulkan fitnah. Orang-orang juga tahu mereka suami istri. Simpelnya begitu. Nah sekarang apa yang bikin resepsi melenceng dari esensi awal?

Awalnya tujuan resepsi sangat mulia. Namun jika kemudian mementingkan ego, harga diri, prestige, dan show up, akan beda lagi ceritanya. Mungkin biaya nikah yang tadinya hanya puluhan juta bisa menjadi ratusan juta. Saya tidak bisa memungkiri kalau biaya resepsi memang butuh dana cukup besar, terlebih jaman sekarang untuk sewa gedung, catering, souvenir, undangan dan lain sebagainya tidak bisa juga dibilang murah. Namun yang saya ingin ingatkan di sini, jangan berlebihan. Menjamu tamu yang datang dengan baik memang dianjurkan, tapi buat untuk sekedar gengsi tentu akan jadi tidak baik.

Bagaimana agar resepsi tidak berlebihan? Yang bisa menilai berlebihan atau tidak ya calon mempelai sendiri. Sesuaikan dengan budget yang dimiliki, kalau tidak mampu mewah maka jangan memaksakan diri. Buang hal-hal yang kiranya akan jadi mubazir. Misalnya saja dari segi tempat/gedung, cari yang sesuai budget. Nggak perlu cari gedung yang hits seantero Ibu Kota biar kece nanti di Undangan. Helooo...kawinan cuma sehari lho, bahkan cuma 2 jam. Sayang sekali rasanya kalau uang simpanan dihambur-hamburkan demi kawinan terlihat kece. Padahal ketika sudah menikah baru akan dimulai kehidupan yang sebenarnya, butuh biaya hidup dan sebagainya.

Kemudian dari segi catering, pilih yang sesuai budget dan baik, nggak perlu karena gengsi harus milih catering yang bonafit lah. Sebenarnya banyak juga kok catering yang kualitasnya bagus tapi harganya masih terjangkau. Undangan tidak perlu yang super bagus dan mahal. Pilihlah yang bisa terbaca, simpel dan murah. Karena esensi undangan adalah menyampaikan informasi mengenai waktu dan tempat pernikahan. Selebihnya akan berakhir di tong sampah. Sayang-sayang kalau bikin mahal-mahal. Apalagi mencetak dalam jumlah ratusan. Bayangkan kalau harga 1 undangan adalah 7000-10.000 dikalikan 500 undangan udah berapa juta.

Souvenir juga pilih yang terjangkau, nggak perlu lah nyari yang muahal demi keliatan 'wah'. Esensi souvenir adalah sebagai cinderamata dan ucapan terima kasih untuk tamu, yang artinya pilihlah souvenir yang mendatangkan manfaat, bukan sekedar lucu-lucuan. Mending kalau mahal tapi manfaat, nah kalo mahal tapi cuma buat lucu-lucuan kan mubazir. Selain itu minimalisir biaya-biaya lainnya seperti seserahan. Terkadang momen seserahan jadi momen aji mumpung. Yaa kapan lagi, dibeliin banyak barang sama calon suami? Tapi ingatlah, calon suami itu nantinya akan jadi suami kamu, nggak pengen kan doi bangkrut mendadak karena permintaan seserahan kamu yang luar biasa banyak dan mahal-mahal. Minta seserahan seperlunya yang kiranya bermanfaat dan tidak memberatkan calon kita.

Jadi, pikirkan baik-baik biaya pernikahan secara seksama dan matang, buang hal-hal yang tidak perlu dan hanya akan mubazir dan banyak mudharat. Pilih vendor yang sesuai dengan budget, jangan memaksakan diri. Dan yang paling penting, luruskan niat untuk melakukan pernikahan dan resepsi. Apa esensinya? Insya Allah tidak akan berlebih-lebihan dan mendatangkan berkah untuk kedua mempelai. Semoga Allah mempermudah jalan hamba-Nya yang berniat menikah, Aamiin Yaa Robbal'alamiin.

Salam,
Noni Halimi

Friday, July 10, 2015

Review Catering : Griya Dara Wedding Package

Hallo dear, kalau mau sharing tentang info Griya Dara bisa line ke saya : nonihalimi ☺️ Insya Allah dibalas tp bersabar yaa maklum emak emak suka rempong 😁🙏🏻

Memilih catering adalah hal yang super penting dalam persiapan pernikahan, karena ini akan berdampak yang sangat signifikan pada total biaya yang dikeluarkan calon manten nantinya. Ingin pilih catering yang berkualitas, makanan enak, dan pelayanan optimal tentu harganya mahal. Namun jika memilih yang murah, maka kualitas tidak bisa dijamin baik makanan maupun pelayanan. Gambling yaa. Susah nyari catering? Bisa dibilang susah susah mudah. Kenapa begitu? Saya tipe orang yang memilih segala sesuatu berdasarkan review dari orang lain yang pernah merasakan dan membuktikannya sendiri dengan ikut merasakan. Sehingga hasilnya lebih meyakinkan.

Mengenai pilihan catering ini, saya hanya memilih 2 pilihan catering saja untuk diperbandingkan. Saya sengaja tidak ingin terlalu banyak test food dan pilihan catering karena hanya akan membuat saya pusing sendiri menimbang ini dan itu. Simpel saja. Dari banyak saran dan review, ambil 2 kandidat catering yang akan diperbandingkan. Saya memilih Griya Dara Catering dan Citra Adi Catering. Keduanya telah memberikan pricelist yang menurut saya cukup terjangkau untuk 1300 pax, serta keduanya memiliki record dan pelayanan yang baik. Setelah timbang sana sini dan saran orang tua saya, maka saya ambil Griya Dara Catering.

Apa saja yang diberikan oleh Griya Dara?

Menu makanan :
Ini contoh makanan yang ditawarkan oleh Griya Dara, aslinya lebih banyak lagi dari ini, sesuai selera dan kebutuhan masing-masing yaaa)
- Nasi Putih/Nasi Goreng
- Pilihan Soup (Soup Kimlo, Soup Ayam Bakso, Soup Buntut, Soup Tom Yam)
- Pilihan Daging (Daging Saus Lada Hitam, Beef Rollade Mix Veggie, Meatball Balado, Beef Teriyaki , Beef Steak Vegie)
- Pilihan Ayam (Ayam Balado, Chicken Galantine, Ayam Panggang Bumbu Rujak, Ayam Kodhok Vegie, Chicken Cordon Bleu, Ayam Kacang Mede) 
- Pilihan Ikan (Fillet Kakap Asam Manis, Fish Ball Balado)
- Aneka Pasta (Macaroni Schotel, Pastel Panggang, Lasagna)
- Capcay/Cah Kaylan
- Salad (Huzarensla / Salad Mayo, Asinan Buah, Salad Bangkok)
- Dessert (Mini Snack, Cake, Pudding, Aneka Buah, Soft Drink/Jus)
- Air Mineral
- Aneka Gubug (Dimsum, Kambing Guling, Sate Ayam, Aneka Soto, Es Doger, Zuppa Soup, dsb)

Dekorasi :
- Dekorasi Buffe
- Dekorasi Dessert
- Ice Carving
- Ice Tray
- Pergola Jalan (Gazebo)
- Janur/Umbul-umbul
- Vas Bunga Penerima Tamu
- Dekorasi Pelaminan

Others :
- Rias Pengantin (termasuk orang tua, keluarga, dll, disesuakan dengan kesepakatan)
- Foto dan Video Shooting
- MC
- Perlengkapan
- Bonus (disesuaikan dengan kebutuhan calon manten)

Pelayanan Griya Dara Wedding Package

Catering Griya Dara memang usaha keluarga, ownernya adalah Ibunya dan anak-anaknya menempati bagian masing-masing, baik dari make up, busana, berhubungan dengan vendor lain, makanan, dan sebagainya. Karena usaha keluarga dan orang yang terlibat di sana-sana juga maka akan semakin mudah koordinasinya. Saya dan calon suami dipandu dari awal persiapan pernikahan kami oleh Mbak Tika yang menempati tugas make up. Mbak Tika orangnya sangat supel dan mengerti sekali apa yang kami inginkan untuk pernikahan kami. Mungkin karena jam terbangnya tinggi, sudah berpengalaman menangani segala perintilan pernikahan. Saya banyak mendapatkan masukan dan nasihat dari Mbak Tika selama mempersiapkan pernikahan.

Griya Dara ini tidak hanya menawarkan catering, namun wedding package alias sepaket ehingga yang saya dapatkan bukan hanya catering 1300 pax, namun juga perintilan lain yang bisa dilihat dalam pricelist, termasuk dekorasi pelaminan, dekorasi gedung, perlengkapan, MC, make up, busana, organ tunggal dan lain sebagainya. Untuk permintaan pricelist bisa langsung menghubungi pihak catering, karena kebutuhan masing-masing calon penganten pasti berbeda yaa. Petugas Griya Dara mudah untuk diajak diskusi dan sangat sabar ditanya ini itu. Jujur saja, ini salah satu alasan kenapa saya memilih catering ini. Fast respond dan kooperatif. Untuk calon manten yang sedang galau milih catering tentunya ingin dilayani dengan cepat dan kooperatif. Sebelumnya saya pernah minta pricelist ke beberapa catering lain untuk perbandingan harga. Sebut saja Catering Mawar (bukan nama Catering yang sebenarnya) katanya sih harganya terjangkau karena teman pernah ada yabg pakai. Namun apa yang saya dapatkan? Subhanallah... Slow respon sekali sama customer, padahal banyak juga calon manten yang butuh segera price list. Ada yang saya telepon langsung ke petugasnya, namun jawabannya ogah-ogahan dan tidak service excellent. Kayak gak niat jualan hikss.. Dari kecepatan dan tanggapnya respon suatu catering bisa dinilai reputasi dan profesionalitasnya. Saya langsung black list catering yang slow respon tadi, daripada kesel sendiri hehehe. Konfirmasi ke teman yang pernah pakai, katanya catering itu memang terkenal slow respon, tapi harganya terjangkau. Duuh enggak deh, mending cari catering terjangkau lain.

Kerja sama dan koordinasi dengan Vendor Catering termasuk salah satu hubungan yang cukup intens dengan calon manten. Bisa dibayangkan kalau kita susah untuk koordinasi dengan pihak catering, sibuk, slow respon, tidak kooperatif, apa jadinya acara penting pernikahan kita? Untuk Griya Dara Wedding Package, jangan ditanya. Saya baru WA sekali saja ke salah satu petugas langsung dilayani dengan responsif, bahkan saya langsung dikirimi price list paket yang saya inginkan ke email. Cepet bangeeet..baru kali ini minta PL langsung dikirimin, cuma via WhatsApp pula :D

Selama mengurusi pernikahan, saya dibantu banyak oleh Mbak Tika bagian Make Up. Bukan hanya Mbak Tika, namun crew Griya Dara yang lain juga tidak kalah kooperatif, yakni Ibu Haji yang banyak kasih masukan kepada saya, Mbak Tata bagian menu makanan dan Mbak Achie. Jadi kita tidak akan risih untuk bertanya banyak hal. Griya Dara pun super baik memberikan saya bonus untuk make up test sekalian photo shoot untuk prewedding photo indoor. Test make up ini berguna untuk gladi resik lah, percobaan sekiranya make up saat acara pernikahan hasilnya seperti apa. Penting banget untuk dilakukan, karena saat sudah acara pernikahan ternyata kita nggak sreg dengan hasil make up-nya kan nggak mungkin serta merta protes dan minta ganti kan? Nah saat make up test ini saya bisa komen pengen di make up seperti apa, model jilbab seperti apa, dan sebagainya, sehingga pada saat acara hari H hasilnya memuaskan :D

Dari segi makanan saya tidak meragukan lagi kualitasnya karena saya sudah merasakannya sendiri, super sedaaapp dan sangat layak untuk disuguhkan ke tamu. Terlebih lagi yang membuat saya percaya dengan Griya dara adalah petugasnya terjamin tidak pernah mengurangi jumlah porsi yang dipesan. Jika pesan 1300 porsi maka hasilnya memang benar-benar 1300 porsi, bahkan persiapan ada lebihan. Calon manten pastinya agak parno yaaa kalau pihak catering curang memainkan jumlah porsi, misalnya pesan 1000 pax ternyata hasilnya hanya 800-900 pax. Apalagi kalau sampai makanan habis sedangkan pesta belum selesai. Waduuuhhhh.. Prinsip Griya Dara adalah memastikan tamu mendapat makanan, sehingga insya Allah tidak akan kurang. Saya dan calon suami berharap hasilnya maksimal dan sesuai harapan.

And the result is..

Ternyata oh ternyataaaa...hasilnya benar-benar memuaskan dan saya nggak salah pilih vendor catering lho! Alhamdulillah. Bersyukur banget dapet vendor Catering yang on budget tapi kualitasnya luar biasa. Dari dekorasi yang super sesuai harapan saya. Jadi saya mau dekorasi pelaminan Lampung dan hasilnya kinclong. Harusnya sih lebih gede bagian atasnya, namun dikarenakan gedung Sabha Widya posisi atapnya agak miring, jadi hiasan paling atas nggak bisa dipake. Tapi tetep kece kok walaupun gak sampe atas. Suasana dekorasi lainnya saya request warna peach untuk meja makanan dengan campuran bunga. Ternyata benar-benar direalisasikan lhooo... Biasanya vendor catering menghias hall gedung dengan memperbanyak palem, namun Griya Dara memang niat banget kalau dekor, full bunga-bunga bertebaran, pergola yang cantik serta inisial nama dengan hiasan bunga.

Crew Griya Dara sudah stand by dari sebelum Shubuh dooong di gedung, terutama bagian make up. Semua teratur. Bahkan Bu Haji dan crew lain ikut menemani dan menunggu sampai acara selesai. Rasanya benar-benar diservice sama catering ini :D

MC yang sangat piawai dalam membawakan acara, membuat saya salut bener, padahal saya tidak banyak koordinasi dengan pihak MC, namun dikarenakan jam terbang sudah tinggi, saya hanya memberi buku panduan acara pernikahan, dan ia sudah bisa berkreasi sendiri. Tarian juga ciamik untuk adat Lampung. Untuk organ tunggal instrumental biola, bikin saya super jatuh hati sesuai dengan keinginan saya (jadi saya tidak menggunakan organ tunggal yang ada penyanyi, saya memilih pemain biola yang membawakan lagu-lagu permintaan saya, karena saya kurang begitu suka dengerin orang nyanyi di kawinan, lebih suka instrumental, dan ternyata hasilnya luaarrr biasa bagus). Nggak nyesel deh upgrade organ tunggal biola ini. Dari banyak lagu yang saya ajukan ternyata bisa semua dimainkan dengan sangat mendayu~ Uuuuuulala

Make up muka yang hasilnya excellent banget nggak terlalu medok tapi tetap terlihat aura pengantin. Dari awal saya selalu was-was dengan make up. Bagaimana tidak, adegan sekali-kalinya nih seumur-umur, mau diabadikan masa hasil make up ga oke. Dan terkadang kalau saya pakai jasa make up, suka nggak cocok sama make up nya, jadi agak gatal di muka. Namun saat saya di make up sama Mbak Tika sangat cocok, mungkin karena pakai merek make up dengan kualitas bagus kali ya.. Alhamdulillah juga saya nggak merasa terlalu menor, pas banget laaahhh :D Kalau untuk resepsi memang harus lisptick merah cyin, maklum Sumatera.

Makanannya enak-enak dan seperti perhitungan kami. Walaupun tamunya membludag di luar dugaan, tapi makanan tidak ada kekurangan, bahkan ada lebihan di akhir acara dan bisa dibawa pulang untuk keluarga horeeeey. Saya bisa nyicipin juga makanan yang tadi disuguhkan. Rasanya super enak. Pegawainya cekatan dalam membereskan piring sisa makanan saat acara berlangsung, ini juga masuk concern saya karena nggak betah kalau ke acara kawinan lihat piring berantakan sampai bawah-bawah kursi rasanya gimanaaaa gitu.

Super puas sama pelayanan Griya Dara Wedding Package. Saya juga nggak ragu buat merekomendasikan hasil pengalaman saya ke teman-teman dan pembaca sekalian, soalnya hasilnya sudah merasakan sendiri. Saya masih punya HP PIC Griya Dara, bisa PM kalau mau minta yaaa.. Terima kasih atas bantuan dan kerja samanya di pernikahan saya tempo lalu ya Griya Dara. Salam hangat dari salah satu satisfied customernya. Over all saya kasih 9 of 10 untuk Griya Dara. Harga bersahabat, kualitas hebat.

Griya Dara Wedding Package
Alamat : Jl. Pusdiklat Depnaker No. 6 RT. 002 RW. 005
Kel. Makasar, Kec. Makasar, Jakarta Timur 13570
Contact : 021-809 8065
Email : griyadara.wedding@gmail.com

Riasan Akad Nikah
Panggung Lampung
Pintu Utama Pengantin
Pergola
Sabha Widya Wisma Makara UI
Sabha Widya Wisma Makara UI

Sesi Rias Akad

After Akad 1

After Akad 2
Sesi Rias Resepsi
Resepsi
Resepsi Foto


Sunday, December 14, 2014

Akhirnya Pas Photo

Mas saya alias si calon manten memang dari dulu paling ogah untuk photo studio, bahkan setiap ada urusan dengan pas photo dia selalu foto selfie sendiri. Dih. Saya langsung protes pas doi juga nggak mau photo studio dan memilih untuk foto sendiri saja. Untungnya negosiasi saya berhasil dan Masnya mau foto studio, saya nggak perlu mengeluarkan adegan amukan massa hehehee. Kami langsung menyambangi Cemerlang Digital Photo di Margonda Raya, ini memang studio foto favorit saya karena berada di bilangan Margonda Raya, hasilnya bagus dan warnanya jernih. Baiklah, ditemani dengan Ibu saya yang ikut nimbrung akhirnya kami berfoto.

Harga 2 Pas Photo yang sudah burning ke CD, ditambah hasil cetakan 2x3, 3x4, 4x6 masing masing 3 buah kami mengeluarkan budget 80.000 rupiah. CD soft copy tersebut bisa kami cetak ulang lagi jika membutuhkan foto yang lebih banyak. Sesuai dengan harapan saya, hasilnya jernih. Memang nggak salah pertanyaan saya ke Mas waktu ngebujuk untuk photo studio "Yang, masa foto di buku nikah, selfie?" hahahhaha. Alhasil berhasil juga photo studio bukan ala-ala ini. Semoga bisa ditempel di buku nikah ya Mas, Aamiin Yaa Robbal'alamin.

Salam Senyum Gak Bisa Tiga Jari,
Noni Halimi

Sabha Widya Wisma Makara UI, Memorable Venue

Memilih venue adalah langkah awal bagi para calon manten tepat setelah mendapatkan ijin menikah dari kedua orang tua. Bagaimana tidak, ketika venue belum dapat, kita tidak bisa menentukan tanggal pernikahan, berujung kepada tidak bisa daftar KUA karena harus menuliskan tempat dan tanggal pernikahan juga untuk lokasi pengajuan KUA berdasarkan lokasi venue, demikian halnya tidak bisa cetak undangan.

Mencari venue untuk melangsungkan acara pernikahan susahnya mirip-mirip nyari jodoh. Memang cocok-cocokan atau rejeki-rejekian. Banyak rekan saya sesama calon manten yang sibuk juga mencari venue, pas pihak cewe sudah oke ternyata pihak cowo enggak, pas kedua pasangan oke ternyata orang tua nggak setuju di tempat itu, pas keluarga kita sudah oke ternyata keluarga pihak pasangan yang tidak sreg. Giliran udah sreg dan setuju semua di sana eh harganya gak sesuai budget. Giliran harga udah sesuai budget eh ndilalah bulan yang kita mau sudah full booked. Ya salaaamm.. puk-puk calon-calon manten, cobaan nyari venue memang rata-rata begitu, sabar yah.

Pertama kali saya survey venue karena pilihan orang tua saya, yakni Balai Komando yang terletak di komplek kopasus Cijantung, Jakarta Timur. Saya dan keluarga saya sudah sangat familiar dengan lokasi tersebut, secara kami bocah-bocah sekolah dari TK itu di Cijantung. Tempatnya luas dan area parkir pun memadai. Tak ambil pusing, saya dan Mas langsung menuju ke Balai Komando. Sampai di sana ternyata ada acara pernikahan juga. Kami masuk ke ruang administrasi untuk tanya info soal penyewaan Balai Komando. Harga sewa Balai Komando untuk tahun 2015 adalah 10 juta rupiah dan ada kemungkinan untuk naik saat tahun baru nanti. Jadi memang lebih baik booking dan DP dari beberapa bulan sebelum awal tahun. Ketika awal tahun memang akan selalu ada kenaikan harga sewa gedung untuk pernikahan.

Saat mau booking tentunya akan ditanya acaranya bulan apa? Saya dan Mas langsung bingung karena memang kami belum fiksasi bulan pernikahan. Wong kami hanya survey kok. Tapi iseng Mas bilang awal tahun, Januari atau Februari. Rencana pernikahan kami memang awal tahun Januari-Maret. Ternyata hanya beberapa tanggal saja yang kosong, banyak yang sudah dibooking. Untuk acara siang maupun malam banyak yang request.

Memang Balai Komando termasuk venue yang populer di daerah Jakarta Timur dan sekitarnya sih. Untuk DP, ternyata di sini tidak langsung bayar DP lho. Agak aneh ketika kami booking tanggal tapi belum bayar DP, malah disuruh obrolin dulu sama pihak orang tua dan keluarga. Kan menuh-menuhin catetan mereka saja kalau ada orang-orang yang hanya asal booking saja. Kemudian, Balai Komando mengharuskan penyewa menggunakan catering rekanan yang bekerjsama dengan mereka. Catering yang mereka tawarkan kurang lebih ada 8 rekanan, dan saat saya lihat brosurnya...jeng jeng...keliatan mewah banget. Tak pelak pasti harganya juga 'wah' alias mehong.

Rencananya kami akan menggunakan catering yang sudah saya pilih, bukan rekanan gedung, harganya sangat sesuai dengan budget kami. Namun sayang, Balai Komando akan mengenakan charge yang cukup besar untuk catering non rekanan. Nah, jadi saya harus cari venue yang tidak menerapkan charge untuk catering non rekanan.

Pulang dari survey Balai Komando kami galau charge catering, kami agak keberatan karena tidak bisa pakai catering luar rekanan. Catering yang akan kami pilih insya Allah sudah fix. Jadi PR kami adalah mencari venue yang tidak mengenakan charge kepada kami jika memakai jasa catering luar rekanan. Rejeki datang dari arah yang tidak diduga-duga, saat saya sedang mengobrol venue nikahan dengan rekan kerja saya, yang namanya juga Rejeki, hihi Rejeki Dwi Rahayu. Saya mendapat ide venue yang sempat terlupa dari otak saya. Ia berencana menggunakan venue Wisma Makara Gedung Sabha Widya di Universitas Indonesia. Lhaaa kok nggak kepikiran ke UI yah, padahal dekat dari rumah. Saya langsung sumringah dan semangat banget weekend segera melipir ke UI. Wong dari rumah ke UI cuma secipritan jaraknya.

Harga sewa Gedung Sabha Widya untuk tahun 2015 adalah 14juta rupiah, belum termasuk sewa genset. Harga tersebut berlaku untuk sewa gedung selama 8 jam sepuasnya. Kami bisa menggunakan gedung ini tanpa khawatir ada adegan "pengusiran" dari pihak gedung. Sering terjadi di gedung yang ada limit jam pemakaian adalah adegan beres-beres properti ketika masih banyak tamu keluarga yang sedang makan. Rasanya agak gimana gitu, masih banyak tamu keluarga yang ngobrol namun pihak gedung sudah mulai beres-beres merapihkan semuanya dengan alasan akan segera digunakan untuk pernikahan malam hari. Alhasil jadi buru-buru makan dan ngobrolnya. Belum lagi pihak gedung yang biasa menambahkan charge pemakaian gedung apabila melewati dari waktu yang telah mereka tentukan.

Lokasi gedung ini ada di Jl. Prof Dr. Miriam Budiardjo yang berada di dalam Kampus Universitas Indonesia, dekat dari Asrama Mahasiswa UI. Selain itu di gedung Widya Makara UI ini bersebelahan dengan Wisma Makara UI, penginapan yang bisa kami pakai untuk pihak keluarga yang datang dari luar kota. Kebetulan keluarga besar saya banyak dari luar kota sehingga akses penginapan dekat dengan venue adalah syarat mutlak. Dari segi harga memang cukup mahal, untuk ukuran luas sih standar, tempat pelaminan juga tidak bisa terlalu besar, namun lampu hias di tengah ruangan dan langit-langit yang cukup tinggi membuat gedung tersebut terasa agak luas. Lapangab parkir pun unlimited alias luas banget sepuasnya pakai area kampus. Hal lain yang menjadi pertimbangan kami adalah akses dari rumah saya dekat, lokasinya mudah ditemui (karena di dalam Kampus Universitas Indonesia) dan memorable venue untuk kami berdua yang notabene-nya almamater kampus ini.

Kampus UI memang menyimpan banyak kenangan untuk kami berdua. What a best venue for us! Kami langsung menanyakan sisa waktu available di bulan Januari, Februari dan Maret untuk hari Ahad. Ternyata masih ada beberapa tanggal. Kami cukup khawatir full, karena venue ini hanya memyediakan 1 acara dalam 1 hari. Kebayang kalau banyak yang minat bisa full. Alhamdulillah saya dapat 2 tanggal di bulan Februari dan 2 tanggal di bulan Maret. Saya dan Mas langsung mengajukan ke orang tua saya untuk 4 tanggal tersebut. Alhamdulillah mereka menentukan bulan Februari, katanya kalau Maret kelamaan (padahal cuma beda sebulan, sing kebelet kawin iki sopo tho yo hehehe).

Kami resmi DP untuk tanggal tersebut dengan transfer ke rekening BNI. Alhamdulillah negosiasi juga hanya melalui BBM saat saya lagi sibuk kerja di kantor, gak ada itung-itungan hari baik ala jawa tempo dulu. Menurut saya agak disayangkan jika niat baik pernikahan menyempurnakan sebagian iman mesti ada campur tangan hitunngan jawa klenik seperti itu. Dalam Islam tidak pernah mengajarkan itung-itungan tanggal baik pernikahan. Islam hanya mengajarkan hari terbaik untuk menikah adalah Jumat, karena Rasulullah menikah pada hari Jumat. Selain itu ada juga bulan-bulan terbaik untuk melangsungkan pernikahan menurut sunah, bukan hitungan Jawa. 

Venue Alhamdulillah sudah booked. Memang venue pernikahan itu kayak rejeki. Kalau memang kami ditakdirkan untuk menikah di sana, pasti akan ada jalan untuk booking. Saya hanya survey 2 venue pernikahan, jadi tidak bisa banyak share di sini. Saran saya untuk calon manten yang sibuk urus venue adalah tentukan dulu venue yang akan dipilih dari segi lokasi, biaya, dan fasilitas. Jika sudah ada tentukan saja dulu 3 tempat yang akan di survey, jangan terlalu banyak. Makin banyak tempat yang ingin disurvey akan semakin pusing. Kalau ketiga tempat itu tidak ada yang sreg, baru cari lagi 3 tempat lain.

Jika tidak sempat survey lokasi, sempatkan waktu unntuk browsing cari informasi, karena banyak kok calon manten yang review mengenai venue yang sudah mereka survey. Kalau tidak sempat juga untuk datang, kamu bisa cek availability atau ketersediaan waktu venue tersebut di hari apa saja, bulan apa saja melalui telepon. Karena jaman sekarang memang kita yang mengikuti jadwal gedung sih, mereka kosong tanggal berapa saja. Agak susah jika kita yang menentukan tanggal terlebih dahulu, kemudian mencari venue yang kosong pada tanggal tersebut. Kalau pas lagi kosong di tanggal yang kita mau ya syukur Alhamdulillah. Namun saya tidak menyalahkan yang berstrategi seperti itu, seperti yang saya tulis di atas bahwa dapet venue sesuai harapan itu rejeki. Dan rejeki tidak akan salah antar, ia akan datang ke orang yang tepat. Jangan lupa senantiasa berdoa ya calon manten, semoga segera dapat venue paling oke. Aamiin

Aula Gedung Sabha Widya saat acara pernikahaan saya
Fasilitas :
[+] Aula seluas 20 meter x 30 meter
[+] Kurang lebih menampung 800 - 1000 orang.
Tapi saat pernikahan saya tamu yang datang 1300an bisa ketampung semuaFree 100 kursi tanpa cover
[+] Dua ruang rias untuk pengantin yang cukup luas
[+] Sound system dalam gedung. Cek dan koordinasi dengan PIC Sound System.
[+] Free parking area gedung dan sekitar gedung sepuasnya
[+] Free 1 kamar pengantin untuk 1 hari
Saya ambil H-1 sebelum acara, lumayan bisa dipergunakan untuk simpan barang-barang yang dibutuhkan untuk hari H, seperti barang-barang seserahan, souvenir, dan perlengkapan rias dari catering
[+] Tidak ada biaya tambahan jika menggunakan catering luar rekanan
[+] Jika ingin menyewa kolam renang maka dikenakan biaya tambahan
[+] Waktu penyewaan gedung satu hari full tanpa batas. Sabha Widya hanya menyewakan kepada satu orang dalam satu hari sehingga tidak perlu khawatir bergantian dengan orang lain di hari yang sama

Berburu Bahan Kebaya Pernikahan

Salah satu kerjaan persiapan pernikahan yang seru adalah hunting bahan kebaya untuk keluarga, among tamu dan lain sebagainya. Saya pribadi dan mas-nya tidak berniat untuk membeli bahan kebaya dan menjahit kebaya, karena kami mendapatkan pinjaman busana untuk akad dan resepsi dari catering. Kalau dipikir-pikir akan sayang sekali beli bahan mahal, jahit kebaya dress atau kebaya modern dengan ongkos jahit yang cukup mahal, dipakai hanya sekali seumur-umur. Maka kami berdua sepakat untuk mengambil fasilitas dari catering kami. Jadi pengembaraan kami mencari bahan hanya difokuskan untuk mencari bahan untuk keluarga dan among tamu.

Pagi hari sekitar pukul 09.00 bel rumah sudah berbunyi dan saya masih sibuk di kamar mandi haha. Alhasil si mas menunggu saya kelar beres-beres. Ternyata dia datang bersama kakak dan keponakannya, si Nabil. Aaaakhhhh! Terdengar suara dari lantai bawah, Nabil ngoceh-ngoceh, saya langsung lari turun ke ruang tamu. Yeaaayyy! Kami berencana mencari bahan di toko langganan Mbak Wiwin (kakak-nya si mas), namanya Mega Fashion Textile and Tailor, katanya sih lumayan lengkap dan murah harganya. Tanpa mikir panjang kami langsung meluncur ke Mayestik. Beruntung kami sampai ke Mayestik belum tengah hari, jadi belum terlalu panas.

Tokonya dekat dengan gerbang pintu keluar Mayestik. Jadi kalau kamu masuk dari gerbang pintu masuk utama (persis sebelah BNI Mayestik) kami masuk dan belok kiri ikuti jalan luruuuussss terus. Tokonya ada di kiri jalan hampir ke arah gerbang pintu keluar Pasar Mayestik. Saya dilayani oleh petugas yang bernama Mas Yudi yang memang sudah dikenal oleh Mbak Wiwin. Selama 3 jam kami muter-muter mencari bahan dan warna yang sesuai selera, tentunya sesuai dengan kantong juga hehehe.

Saking banyaknya bahan yang dijual di sini, saya punya beberapa saran :
  1. Buat list berapa set bahan yang akan kamu beli. Misal kamu akan membeli busana Akad Nikah, busana Resepsi, busana resepsi Orang tua, busana resepsi keluarga inti kakak adik, busana resepsi keluarga inti orang tua (pakdhe budhe, om, tante), among tamu dan sebagainya. Untuk membuat satu busana kebaya atasan biasanya membutuhkan 2 meter brukat, 2 meter kain lapisan dalam, jilbab untuk yg mengenakan jilbab
  2. Tentukan dulu budget per meter yang akan kamu keluarkan. Misal kamu memberikan budget per meter maksimal Rp. 40.000 atau maksimal Rp. 60.000. Setelah itu, tentukan warna dominan apa yang akan kamu ambil. Informasikan hal tersebut kepada petugas, sehingga kamu akan dicarikan harga bahan dan warna yang kamu kehendaki. Kamu akan diberikan kain-kain dengan warna dan harga sesuai yang kamu minta. Pilihlah dari kain-kain yang sudah dicarikan oleh petugas itu. Hal itu untuk meminimalisir melihat-lihat bahan secara random. 
  3. Namanya pasar, pasti tetap ada konsep tawar-menawar. Terlebih lagi namanya Ibu-Ibu pasti tidak lepas dari nawar harga. Walaupun harganya sudah murah tapi kalau nggak ditawar rasanya ada yang kurang begitu. 
  4. Karena Mayestik penuh dan panas, saya sarankan untuk datang sebelum pukul 12 siang. Sebenarnya sih di dalam ruangan Mega Fashion dingin dan ber-AC, tapi luar ruangannya itu lho, super panas kalo terlalu siang. 
  5. Tips terakhir, Kamu datang ke Pasar Mayestik yang menyuguhkan jajanan-jajanan lawas yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Tunggu apa lagi, selama berbelanja atau setelah berbelanja panggil abang-abang jualan dan beli makanan minuman mereka. Dari kue cubit, kue laba-laba, pukis, cendol, dawet, tahu gejrot, kue rangi, manisan nenek sihir, dan masih banyak lagi. Sayang banget kalau dilewatkan! Iyaa.. tau..ini gak nyambung sama tips beli bahan di atas. Abaikan saja.
Harga yang ditawarkan beragam dan jenis bahannya juga beragam. Ada brukat Prada dengan jenis lace warna pink harganya 150.000 per meter. Untuk kebaya orang tua banyak pilihan brukatnya, dari yang simpel sampai yang sudah dipayet. Harga kain yang sudah dipayet berkisar 350.000 sampai 500.000 per meter. Mahal? Emang. Tapi jangan khawatir, masih seabrek lagi harga brukat yang murah mulai dari 20.000, 30.000, atau 40.000 per meter kok. Bahkan mereka jg menyediakan paket seragam brukat termasuk daleman chiffon dengan harga 150.000 per stel. Pintar-pintar saja dalam memilih. Selain bahan kebaya, mereka juga menjual kain motif songket dengan bahan satin. Harganya hanya 20.000 saja namun warna dan motifnya sangat cantik.

Untuk yang berniat ke Mega Fashion Textile and Tailor, bisa ke Jl. Tebah III No. 20 CD, Mayestik Jakarta Selatan. Telp. (021) 72794038, 72798846 atau 95203377.

Semoga membantu para calon manten,
Noni Halimi





Photo Walk on Fame Hunter

Kawinan anak muda jaman sekarang sepertinya kurang lengkap tanpa adanya photobooth. Memang tingkat kenarsisan anak muda masa kini agaknya meningkat sekian ratus persen tatkala virus selfie sedang menggandrungi kaum muda. Hal tersebut difasilitasi oleh oknum-oknum pebisnis di Indonesia salah satunya dengan ada Photobooth di event-event, termasuk event kawinan.
 
Sebenarnya fenomena photobooth ini sudah ada dari negeri seberang tempat tujuan Sun Go Kong, Pat Kay dan kawan-kawannya sejak lama. Nah, untungnya di Indonesia tidak ketinggalan jaman, dan sudah ikut booming. Berhubung saya juga doyan foto, maka saya juga akan memfasilitasi para undangan untuk berfoto dan mengabadikan moment indah ini. Yak perjuangan dimulai dari mencari vendor photobooth yang on budget, lagi-lagi ini soal budget, berhubung kami calon manten belom tajir (bukan kere), ini jadi persoalan hidup *lebay. Sabtu malam alias malam minggu saya diisi dengan googling pricelist vendor photobooth, maka harga yang saya dapat di range 3.5juta sampai 8juta rupiah. Ckckck mahal juga.

Sebenarnya istilah penamaan photo booth pernikahan itu kurang tepat. Foto pada event dengan dekorasi dan hasil foto yang bisa langsung cetak ditempat bukanlah photo booth, namun istilahnya adalah Walk of Fame. Orang lebih sering mengenal dengan istilah photo booth. Arti photo booth yang sebenarnya jika di luar negeri adalah foto yang dilakukan di dalam studio kecil. Mungkin kamu pernah melakukannya saat jaman sekolah dulu, masuk ke dalam box dan foto bersama. Saya biasanya menyebutnya dengan photo box. Justru yang seperti itu namanya photo booth. Yaaa..apa pun namanya yang jelas saya paham maksudnya adalah foto instan di event pernikahan.

Banyak vendor yang menyediakan jasa Walk of Fame untuk event pernikahan. Paket yang ditawarkan pun berbeda-beda, ada yang paket unlimited 2 jam, 3 jam bahkan sampai 4 jam. Ada pula harga yang ditentukan dari jumlah foto yang dicetak, sehingga tamu yang akan foto akan dibatasi untuk foto. Ada yang paket 100 foto, 200 foto, 300 foto dan sebagainya tergantung selera. Untuk jenis paket yang akan dipilih, silahkan lihat kebutuhan dari masing-masing calon manten, dan jangan lupa untuk memikirkan budget maksimum yang dikeluarkan untuk anggaran walk of fame ini.

Okey, hasil searching semalam suntuk membuahkan beberapa opsi pilihan untuk vendor walk of fame, salah satunya Icon life, moments to go, starlite, origamii. Semuanya vendor rekomended menurut saya, beberapa diantaranya saya sudah pernah cek sendiri alias dating ke nikahan yang pakai mereka dan ikut foto. Hasilnya sih jernih dan memuaskan.

Pagi hari di Ahad yang mendung berawan, saya masih gegoleran di kasur dan guling-guling di kamar. Hari itu niatnya saya dan pacar ingin cari souvenir di LP Cipinang, namun apa daya si pacar ternyata mendadak tidak bisa pergi pagi harinya. Menjelang siang hari, saya baru ingat ada Wedding Expo di JCC, namanya 9th Wedding Celebration Festival yang diadakan selama 3 hari dari tanggal 28 November 2014 sampai tanggal 30 November 2014. Biasanya banyak vendor yang diundang di sana, seru juga kalau ikutan…

Eh. tunggu tiba-tiba saya baru ingat kalau hari itu adalah hari terakhir pameran Wedding Celebration Festival. Aaakhhhh!! Saya minta temenin salah satu sahabat saya yang kerja di Republika, namanya Ampi. Spontan saya langsung wassap dan kena oceh "dasaaarrrr… kenapa gak bilang dari kemaren-kemaren, kan gue bisa siap-siap jadinya dari pagi". Tapi tetep sih, dia bersedia nemenin ke WCF 2014. horeeeyyy! Makasih Ampi, semoga cepet ketemu jodohnya! Aaamiin.

Sampai di sana kami beli tiket masuk seharga Rp. 20.000 per orang dan kami bisa melihat macam-macam vendor yang membuka booth di pameran tersebut. Dari vendor undangan. wedding cake, wedding dress, wedding organizer, catering, dekorasi, entertainment, photography, sampai walk of fame juga adaaa! Saya langsung mau salto rasanya! Kami berkeliling sebentar, dan mampir ke beberapa vendor walk of fame incaran saya. Tanya sebentar dan bandingkan dengan yang lain, pilihan saya tetap jatuh pada Starlite.

Konsep Starlite yang unik, frame yang lucu-lucu dan kualitas foto yang memuaskan membuat saya jatuh hati. Harga yang ditawarkan untuk paket 4 jam unlimited seharusnya 5.000.000, namun karena sedang pameran maka diskon jadi 4.000.000. Saya langsung menelepon si pacar untuk minta persetujuan, awalnya ia bilang waktunya terlalu lama, kenapa tidak ambil yang 3 jam saja. Saya menjelaskan bahwa Starlite tidak memiliki paket 3 jam, dan vendor lain yang menyediakan paket 3 jam harganya 3.500.000, untuk yang 2 jam seharga 3.000.000, beda tipis.

Lebih baik ambil yang 4 jam dengan estimasi 1 jam sebelum acara + 2 jam acara resepsi + 1 jam setelah selesai acara resepsi. 1 jam sebelum resepsi dimulai bisa dipergunakan untuk tamu-tamu yang sudah dating terlebih dahulu sejak akad untuk berfoto duluan sehingga pada saat acara resepsi di mulai mereka tidak foto lagi membuat antrian. Lumayan kan mengurangi antrian foto. Nah 1 jam setelah selesai acara dipergunakan untuk keluarga yang masih ingin foto, dan tentunya untuk foto penganten. Masa iya kami gak ikutan foto juga *penganten juga mau narsis ahhaha. Mendengar penjelasan saya, si pacar setuju, dan mengirimnya wassap persetujuan romantis ke saya *tumbeeen*

Tanpa banyak gaya, apalagi gaya salto, saya langsung menyambangi booth Starlite dan menanyakan apakah tanggal acara saya sudah ada yang pesan atau belum. Ternyata memang rejeki kami, tanggal tersebut masih kosong. horeeeeeey, Alhamdulillah! Saya deal dan membayar DP sebesar 30% dari harga yang ditawarkan. Tidak ada biaya tambahan yan dikenakan atas venue saya yang di luar Jakarta ini (Depok). Berbeda dengan salah satu vendor yang saya tanya ternyata untuk venue yang dilakukan di luar Jakarta akan dikenakan transport surcharge, walaupun lokasinya hanya pinggiran Jakarta alias Depok, alias UI yang lokasinya setengah Jakarta-setengah Depok. Hisshh. Saya langsung blacklist vendor tersebut, doi gak ikutan pameran di WCF juga siih.

Alhamdulillah kelar urusan walk of fame yang super ekspress ini. Malam sibuk googling, besoknya langsung deal. Tinggal bayar sisa DP saja. Oiya kelebihan Starlite lainnya adalah marketing Starlite yang super ramah dan antusias sekali ngobrol dengan kita. Marketing macem begini memang akan membuat customer merasa nyaman dan senang. Ada beberapa marketing yang kaku dalam melayani customer, jadi saya agak malas untuk tanya-tanya lebih lanjut. Semoga perform Starlite memuaskan di acara saya nanti, insya Allah. Aaaamiiiiin. Surprise datang, ternyata si pacar mau nyusul saya jemput di JCC, horeeeyyy! ^^

Noni Halimi

Mendadak Khitbah

Hari Ahad di penghujung Agustus 2014, saya dan pacar ada rencana ngobrol bareng dengan Bapak dan Ibu saya. Rencananya sih hanya ngobrol santai agak serius sebagai langkah awal si pacar mendekat diri kepada Bapak dan Ibu saya. Maklum, biasanya si pacar memang jarang sekali main ke rumah, dan dari 2005 saya mengenal dia, belum pernah sama sekali duduk bareng untuk ngobrol agak serius dengan Bapak saya. Saya pun memberikan informasi kepada kedua orang tua saya bahwa si pacar ingin berkunjung dan mengobrol dengan Bapak. Kebetulan kedua orang tua saya ke Lampung dan baru kembali pada hari Ahad pagi. Waktu yang pas untuk ngobrol-ngobrol santai dengan mereka pasca pulang dari Lampung.
 
Memang tujuan utamanya hanya ngobrol biasa, jadi saya dan si pacar juga santai-santai saja. Tidak ada yang begitu spesial dan harus dipersiapkan. Paling makan siang karena waktu pertemuan hampir tiba makan siang. Walaupun Ibu saya beberapa kali menanyakan keseriusan si pacar terhadap saya, namun saya tidak menekan si pacar untuk segera melamar saya, toh dia yang paling paham kapan waktu terbaiknya *preeet.
 
Ketika sampai rumah saya, si pacar disambut oleh saya dan Ibu. Kami bercanda seperti biasa, duduk di ruang tamu. Sesekali saya berbisik "deg-degan gak yang?" Ia menjawab dengan cengengesan khas "Nggak kok, biasa aja. Tapi keringetan nih." Katanya sambil kipas-kipas. Tak lama, datang Bapak saya ikut nimbrung. Bapak saya orang yang sangat tegas dan senang sama orang yang update informasi di berbagai media, sedangkan si pacar adalah tipe orang yang super males banget update berita. Hahaha. Ketemunya sama calon mertua jurnalis.

Bapak saya pun membuka obrolan to the point dengan hanya berkata "Jadi, gimana, tro?" Yang mungkin artinya adalah Apa maksud kedatangan kamu ke sini? Mendengar pertanyaan Bapak saya ke pacar, yang ditanya juga pacar, tapi malah saya yang panik, laaah gimana jawabnya yaa ini. Ternyata si pacar menjawab dengan sangat tenang dan teratur, bahwa ia datang ingin meminta izin kepada Bapak dan Ibu saya untuk menikahi saya, menjadi saya istri, Ibu dari anak-anaknya kelak dan menjadikan saya sebagai jodoh dunia akhiratnya. Ia juga menjelaskan bahwa ia bukan orang yang punya banyak kelebihan, dan masih banyak kekurangan pada dirinya sehingga ia tetap akan berusaha terus memperbaiki diri. Ia menjelaskan keadaan keluarganya dan segala macam informasi yang dibutuhkan oleh Bapak dan Ibu saya.

Hingga di akhir pembicaraan ia mengulang kembali, bahwa semuanya tergantu izin dari Bapak dan Ibu saya. Si pacar menjelaskan dengan tenang dan tidak ada kesan nervous apalagi terbata-bata, persis seperti interview kerja. Selesai mengutarakan maksudnya, saya, Ibu dan Bapak bengong alias krik krik alias speechless. Terlebih saya yang makin speechless, karena niat kami berdua di awal pertemuan adalah hanya obrolan biasa saja, bukan untuk acara minta ijin menikah seperti ini. Mana saya tahu tiba-tiba jadi adegan melamar gini.

Aaarrgghhh!! ^^

Voilaaaa…maka hari itu jadi hari bersejarah buat saya. Kalau kata orang lamaran itu adalah mendatangkan keluarga pihak laki-laki kepada pihak wanita, memberikan hantaran dan tukar cincin, maka persepsi lamaran dalam benak saya adalah seorang laki-laki yang mendatangi Bapak/Wali nikah wanita untuk meminta ijin menikahi wanita tersebut. Jika ditarik istilah mungkin yang mendekati adalah khitbah atau meminang. Ya, saya lebih sepakat dengan khitbah ketimbang lamaran ala Indonesia pada umumnya. Saya, pacar dan keluarga pun sepakat untuk tidak mengadakan acara lamaran yang heboh itu, kami hanya akan mengadakan acara keluarga kedua belah pihak, insya Allah. :D

Salam,
Noni Halimi

Jelajah Souvenir Alfriandra Cipinang

Alfriandra/Yana Souvenir
Jl. Cipinang Pulo RT. 015 RW. 011 No. 11
Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur
Telp : 021-96636329, 98880301, 8561305, 68415860
HP : 081584234647, 08128533791

Bicara soal souvenir yang murah dan unik pasti banyak yang sudah hunting ke Asemka atau Pasar Mester Jatinegara. Di sana memang banyak menyediakan beragam souvenir untuk pernikahan. Dari gunting kuku, tempat tusuk gigi, tempat tissue, gelas, mug, dompet koin dan seabrek barang dagangan lain yang biasa dijadikan souvenir pernikahan. Saya sempat hunting ke Asemka, namun dikarenakan hari Minggu, maka banyak toko yang tutup dan pencarian pun menjadi tidak efektif. Saran saya bagi pembaca yang ingin ke Asemka hari Sabtu saja. Setahu saya memang untuk pasar-pasar tertentu ada yang tutup hari Minggu. Semua ini bermula dari si Mas yang kebanyakan leha-leha di rumah, kemudian dadakan ngajak ke Asemka.

Tadinya saya sudah cukup sumringah melihat harga yang ditawarkan di Asemka yang terbilang masih masuk budget souvenir saya. Hanya saja saya kurang sreg dengan barang-barang yang dijual di Asemka, rasanya sama semua. Setiap toko pasti menjual barang yang mirip-mirip bahkan sama persis dengan toko sebelahnya. Layaknya sahabat bagai kepompong, doi jual barang yang sama semua. Alhasil saya bosan dan memutuskan untuk pulang saja. Saya dan Masnya berencana ke tempat lain pekan depan.

Sehari sebelum keberangkatan kami untuk membeli souvenir, kemudian saya teringat rekan saya pernah bercerita tentang Gudang Souvenir yang terletak di dekat LP Cipinang. Kebetulan saya pernah sih masuk ke Penjara LP Cipinang jaman penelitian kuliah, sekarang sih sudah lupa yaaa. Tapi saya pernahnya ke Penjara LP Cipinang, bukan ke souvenir LP Cipinang juga. Jadi intinya ingatan saya tidak membantu lah *sedih* *terus ngapain cerita*

Nama gudang souvenirnya adalah Alfriandra/Yana Souvenir. Kenapa saya bilang gudang, karena tempatnya memang seperti gudang. Jangan membayangkan toko dengan etalase yang dipasang di depan, sama sekali tidak seperti itu. Alfriandra / Yana Souvenir memang sebuah rumah produksi souvenir, entah dapat barang supply dari mana, yang jelas satu rumah itu penuuuuuuuh dengan beragam souvenir pernikahan. Alfriandra juga memiliki toko di Jatinegara, Tanah Abang dan Asemka. Dengar-dengar juga, Alfriandra menjadi supplier banyak toko di beberapa pasar *entah denger dari siapa, bisik-bisik tetangga? gossip.

Gudang souvenir ini sudah cukup tenar dan populer di kalangan calon manten yang sedang galau mencari souvenir. Untuk lokasi pun mudah di akses. Terlebih jaman sekarang sudah ada google maps jaminan anti nyasar. 

Petunjuknya :

1. Kalau datang dari arah pinggir Stasiun Jatinegara atau Kampung Melayu, kamu akan melihat LP Cipinang di seberang jalan, lambaikan tangan. Horeee ketemu..! Putar balik kendaraan kamu sampai posisi LP Cipinang persis di jalur yang kamu lalui.

2. Jalan terus sepanjang LP Cipinang sampai habis, sebelah kiri jalan ada gang belok kiri, namanya Jl. Cipinang Latihan. Belok dan masuk ke dalam jalan tersebut.

3. Ikuti jalan, luruuus terus.  nanti ada jalan bercabang kamu belok kiri ikuti jalan, karena jalan lurusnya agak kecil. 

4. Tidak jauh dari sana ada jalan agak menurun di sebelah kanan, kamu belok kanan. Luruuuusss terus sampai terlihat sebuah rumah yang banyak orang parkir dan tukang parkir sedang semprit-semprit periwitan. Tidak lebay, tapi memang saking tersohornya tempat ini, maka banyak orang yang berbondong-bondong ke lokasi ini untuk hunting souvenir. Tempatnya nyaman, koleksi lumayan lengkap dan yang paling penting harganya murah plus terjangkau! *dibayar berape gue sama Alfriandra bisa promosi begini*

5. Gudangnya ada di sebelah kanan, terlihat plang Alfriandra / Yana Souvenir. Kamu sudah sampai tujuan, letakan kendaraan dan teriaklah "Berhasil…berhasil…horeeey!!!" *backsound Dora

Masuk ke gudang dengan perasaan deg-deg-an kira kira di sana jual apa (jual souvenir lah, menurut ngana?). Dan ternyata jeng jengg…..di luar rumahnya saja sudah ada bertumpuk-tumpuk dagangan souvenir yang siap kirim. Saya langsung masuk ke dalam rumah. Ternyata ruangannya ber-AC dan berkipas angin. Aaahhhh..surga duniaaa. Gak perlu panas-panasan dan berdesakan di Pasar Asemka, Mangga Dua, atau Jatinegara. Tempat ini memang oke banget! *lagi-lagi dibayar berapa gue sama Alfriandra* Okeh, saking banyaknya barang dagangan di sini, saya dan Mas pun bingung memilih yang mana. Setelah beberapa menit berputar dan melihat-lihat maka pilihan souvenir kami dijatuhkan pada……..jeng..jeng..jeng…

GELAS!

Mainstream? Emang. Biarin.  

Berhubung kami sudah lelah seharian jalan, akhirnya kami memutuskan untuk memesan gelas dengan standar kemampuan budget kami. Kami pilih gelas mug dengan ukuran medium dan bentuk yang lumayan jarang saya temukan di gelas mug yang biasa dijadikan souvenir nikahan. Bentuknya agak langsing, mungkin ini cucok dengan jeritan hati si Mas yang pengen langsing. Harganya 3500 rupiah saja dengan bungkus tile. Kalau kamu ingin mengganti bungkus dengan kemasan yang agak elegan boleeeh banget. Untuk kemasan mika atau paper bag dikenakan biaya tambahan 1000 rupiah per gelas. Jadi total hargannya 4500 rupiah. Berhubung budget kami hanya 4000 rupiah untuk souvenir, maka kami putuskan untuk pakai tile saja. Toh pembungkus juga akan dibuang nantinya. Mubazir kalau  mahal-mahal. *Pledoi (alasan pembenaran) calon manten yang belom tajir.

Pegawai Alfriandra cukup banyak dan sigap dalam melayani, begitu kami deal jenis souvenir, kami langsung diberikan satu bundel buku yang berisi gambar ilustrasi untuk cetak di gelas. Proses pembuatan maksimal 1.5 bulan, dengan DP sebesar 50% dibayar di tempat. Saya memilih gambar sepasang cewe-cowo sedang naik bis dan tulisan berbentuk cangkir kopi. Puas banget kerjaan satu ini lumayan membuahkan hasil. Alhamdulillah, checklist nyari souvenir kecoret jugaaaaak.

Oiyaa, saya punya tips dan saran untuk kamu yang ingin mencari souvenir di Alfriandra, supaya maksimal efektif dan efisien, ada hal-hal yang perlu diperhatikan :

1. Tentukan budget maksimum yang akan kamu keluarkan untuk membeli souvenir. Jangan sampai melebihi dari budget yang kamu anggarkan.

2. Tentukan pilihan item souvenir yang mungkin kamu pilih. Jangan terlalu banyak pilihan, nanti pusing sendiri.

3. Ketika kamu sedang memilih souvenir di Alfriandra pasti ramai pengunjung dan petugas pasti akan lelah jika kamu tanya berkali-kali soal harga. "yang ini berapa harganya mbak?" Mungkin pertanyaan pertama masih dijawab dengan senyum sama mbaknya. Tapi bayangin kalo udh pertanyaan ke sepuluh dengan jeda beberapa menit sekali, pasti mbaknya udah capek jawabnya. Jadi saran saya, kelilingi tempat souvenir, kumpulkan barang-barang yang mungkin menjadi pilihan kamu, setelah dapat beberapa barang, maka tanyakan kepada petugasnya sekaligus. Jika tidak ada harga yang pas dengan budget alias kemahalan, maka ulangi step yang tadi. Kumpulkan dulu pilihannya, baru tanyakan sekaligus.

4. Alfriandra akan sangat penuh pada hari libur atau weekend, maklum calon-calon manten ada waktunya weekend. Saran saya datang ke Alfriandra pagi sekali atau sore menjelang tutup ba'da Ashar. Situasi dan kondisi cenderung kondusif, tidak terlalu penuh.

Demikian penjelajahan Nonce The Explorer bersama dengan Putros gundut, melaporkan dari tempat kejadian perkara. Semoga calon-calon manten diberikan kemudahan dalam pencarian souvenir yang lumayan bikin galau ini. Cheers.

Salam Souvenirs,
Noni Halimi