Showing posts with label marriage. Show all posts
Showing posts with label marriage. Show all posts

Sunday, January 24, 2016

Email Masa Depan

Dear anakku,
Shin Umar Abqary

Ama dan Apak buat alamat email untuk kamu nak, isinya semua rekam jejak kehidupan kamu dari dalam kandungan sampai tiba nanti saatnya Ama dan Apak beri tahu password emailnya ke kamu di usia 17 tahun. Semua rekaman foto, video, tulisan, curhatan Ama dan Apak, scan segala macam yang terkait sama kamu.

shinumarabqaryxxx@gmail.com

Ingatkan Ama dan Apak untuk memberitahukan passwordnya kepadamu di usia 17 tahun ya nak..

With love,
Ama dan Apak

Thursday, January 14, 2016

Dilema Cincin Kawin

Saya beli cincin kawin di daerah Melawai, di sana memang banyak toko emas. Kenapa di sana? Simpel saja, karena kakaknya calon saya mau cuci emas miliknya di toko emas daerah Melawai, jadilah sekalian saya beli cincin kawin di sana.

Saya nggak mau neko-neko alias nggak suka ribet juga, bukan tipe yang muter ke sana kemari dan membandingan ini itu, yang ada malah pusing sendiri. Saya cari model yang kiranya menarik hati di toko emas kakaknya calon saya. Rencananya hanya saya yang membeli cincin emas, sedangkan calon suami saya nanti akan membeli cincin perak, karena menurut agama Islam, laki-laki tidak boleh mengenakan sesuatu dari emas.

Lihat cincin-cincin yang terpajang di etalase, saya tertarik dengan 1 cincin dengan bentuk yang simpel. Emas putih, matanya hanya 1, bentuk permatanya belah ketupat. Saya coba masukan ke jari manis sebelah kanan, klop banget ukutannya. Tidak longgar dan tidak terlalu kecil. PAS. Seperti berasa klik dan jodoh  dengan cincin ini, akhirnya saya memutuskan untuk memilih cincin tersebut sebagai cincin kawin saya.

Sebulan kemudian setelah saya menikah, saya hamil anak pertama. Bukan main berat saya bertambah banyak sekali, totalnya bertambah 20 kilo, dari berat awal 48 kilo ke 68 kilo. Makin bertambahnya usia kehamilan semakin banyak pula pertambahan beratnya. Rasanya badan melar, tak terkecuali dengan jari tangan. Saya merasa jari tangan menggelembung besar-besar. Alhasil cincin kawin nggak muat lagi dong, saya copot untuk sementara waktu. 

Berhubung saya tetap ingin pakai cincin kawin ditangan kanan saya, biar gak digodain orang karena gak pake cincin dikira belom kawin (pede ameeet), akhirnya saya minta dibelikan cincin ke suami. Saya cuma minta cincin perak saja karena hanya untuk dipasang di jari manis sementara saya hamil. Ternyata ukuran jari saya menjadi besar banget, kalo nggak salah nomor 9 deh, weeewww..

Dengan hati riang gembira, cincin perak harga 75ribu saja saya pakai di jari manis saya. Suami saya lagi baik banget mau beliin hihi, padahal tadinya bilang nggak usah pakai cincin dulu saja sementara waktu. Tapi karena saya terus merengek (nasiiipp ya pak punya istri teguh pendirian) harus beli, akhirnya beli deeeh. Sampai melahirkan, saya masih pakai cincin tersebut sedangkan cincin kawin saya yang sebenarnya masih disimpan.

Lama-kelamaan jalan 1 bulan sejak saya melahirkan, berat badan saya pun turun drastis. Ini karena saya memang memberikan ASI Eksklusif kepada anak saya. Spontan berat saya turun drastis. Padahal udah kece-kece pas hamil agak berisi, sekarang kembali kerempeng. Tidak terkecuali tangan saya pun menipis kembali. Akibatnya, cincin yang saya pakai di jari manis pun sangat longgar, saya pindahkan ke jari tengah pun sangat longgar. 

Teringat cincin kawin saya yang asli, akhirnya saya keluarkan lagi. Harusnya muat lagi dooong kan udah langsing (baca : kurus) lagi. Saya mengambil cincin kawin saya dan kembali memasangkan pada jari manis. Tapi oh tapiiiii... Ketika saya mencoba memasukannya ke dalam jari manis, baru satu buku jari sudah stuck. NGGAK MUAT DOOOOOOONG!!

Oh men, walaupun berat turun drastis, ternyata jari tangan tidak kembali seperti sebelum menikah. Sedikit melar ya. Kalau kata ibu saya, harusnya saat membeli cincin kawin itu dicoba di jari tengah dulu, dan gak papa kalau sedikit longgar saat pertama kali, karena nanti akan pas dengan sendirinya (dengan kata lain abis nikah bakal gendutan). 

Well done well done, sekarang saya dilema. Pakai cincin kawin beneran gak bisa karena sudah kekecilan, pakai cincin perak ala-ala jaman hamil kegedean. Apakah ini artinya Ama harus dibeliin cincin baru lagi, Apak? *kedip kedip kelilipan ke suami.

Noni Halimi

Wednesday, January 13, 2016

Romantis itu..

Romantis itu..
Bukan yang tiap pagi kasih ucapan selamat pagi lewat message
Tapi yang bangunin kita buat shalat shubuh berjamaah walaupun mesti diciprat-ciprat air

Bukan yang kasih bunga kalo anniversary
Tapi bercengkrama dan mengenang bersama cerita tepat setahun yang lalu

Bukan yang kasih ucapan selamat ulang tahun tepat jam 12 malam dan surprise bawa kue
Tapi yang kasih kecupan sayang waktu yang ulang tahun terlelap tidur

Bukan yang berteduh di bawah jembatan karena kehujanan naik motor berduaan
Tapi ketika ia memberikan seluruh jas hujan kepada istrinya agar tidak kehujanan, tapi istrinya menolak dan memberikan sebagian kepada suaminya. Akhirnya mereka pakai jas hujan hanya setengah, co cwiiit (basah kuyup)

Bukan yang pegangan tangan kalau lagi jalan dan bilang i love the way you hold my hand
Tapi yang selalu menginginkan menarik tangan kita kelak di surga-Nya bersama-sama

Bukan juga yang selalu update foto bareng berdua
Tapi yang update foto bareng istri dan anaknya

Bukan yang dinner di tempat mahal plus lilin remang-remang
Tapi yang makan masakan istrinya dengan lahap tanpa sisa, bahkan nambah

Bukan yang selalu bilang pengen nikahin kita tapi ga ada action
Tapi yang datengin wali kita dan bilang face to face ingin meminang kita

Bukan yang panggil memanggil dengan sebutan Ayah-Bunda, Papa-Mama padahal belum menikah. Tapi yang tiap anaknya nangis selalu bilang 'Maaa..anaknya nangis mau nyusu'. Karena mereka sudah menjadi orang tua beneran

Bukan juga yang ngucapin 'Selamat tidur' tiap malem di HP.
Tapi yang ngucapin selamat tidur secara langsung, mengelus kepala kita sampai tertidur

Bukan yang tiap weekend ngajakin jalan atau malem mingguan ke luar.
Tapi yang rela angkut angkut barang disuruh ini itu sama istrinya karena weekend adalah waktunya beberes rumah

Romantis itu...
Bukan yang bilang i love you tiap hari,
Tapi ketika istrinya ngomel dan dia masih bisa bilang Koishiteru (Deepest way to say I Love You in Japanesse)

Bukan yang tiap minggu ada jadwal nonton bioskop berdua,
Tapi yang nonton film di kamar berdua sama istrinya plus makan cemilan sampe rebutan

Bukan yang selalu beliin ini itu untuk kita, 
Tapi ketika ia memperbolehkan istrinya membeli barang yang sangat istrinya inginkan

Bukan yang liburan bareng ke sana kemari dengan status pacar,
Tapi ketika berpetualang berdua dengan judul destinasi honeymoon

Bukan yang rela nungguin cewe nyalon sedang ia menunggu di luar,
Tapu ketika ia dengan setengah ngantuk tetap memijat istrinya yang sedang hamil besar

Romantis itu bukan yang nge-gombalin kita dengan bilang 'Calon Ibu dari anak-anakku'
Tapi ketika ia dengan sabar menunggu dan menyaksikan proses persalinan istrinya

Bukan yang tiap malem skype demi bisa ngobrol face to face sama pacar,
Tapi yang mengisi waktu malamnya dengan mengobrol berdua istrinya , berbagai tema dari sabang sampai marauke

Romantis itu...
Ketika ia punya segudang cara untuk membuat kita tertawa bahagia

Ketika ia rela berkeringat tidur dengan AC yang tidak dingin karena takut bayinya kedinginan

Ketika ia sukarela berbagi kasurnya untuk anaknya tidur

Ketika ia bercanda dan bermain dengan anaknya

Ketika ia menyerahkan makanan kesukaannya supaya dimakan istrinya

Ketika ia bela-belain beli kelapa hijau setiap hari dengan jalan pulang yang lebih jauh

Ketika ia mau bawain tas bayi segede gambreng di saat istrinya gendong anak

Ketika ia gendong buah hati kita semalam suntuk supaya gak nangis

Ketika ia membiarkan istrinya beristirahat setelah kelelahan begadang sedang ia yang mengambil alih tugas

Ketika ia mau menceboki anaknya

Ketika mau mencuci dan membilas popok anaknya

Ketika ia dengan segudang leluconnya menghibur istrinya yang sedang ngomel

Ketika istri mencium tangan suami saat ia berangkat kerja dan suami mencium kening istrinya, dan mengucap selamat mencari rezeki yang halal, hati-hati di jalan

Romantis itu..
Ketika kita bisa menikah dengan sabahat terbaik kita, karena menikah adalah hidup bersama dengan sahabat terbaik.

Romantis itu.. 
Ketika semua yang dilakukan berdua menjadi Halal
Romantis itu..
Kamu, Apak :)

Tuesday, January 12, 2016

Referensi Lagu Pernikahan (Wedding Song)

Postingan ini dipersembahkan oleh rasa kangen sama lagu-lagu yang diputer waktu kawinan dulu hehehehe.

Salah satu wedding preparation yang masuk check list adalah mempersiapkan lagu pernikahan atau wedding song. Untuk lagu pernikahan saya tidak pakai organ tunggal dengan penyanyi, jadi saya menggunakan pemain biola yang memainkan musik instrumental saja. Ia membawakan beberapa lagu yang saya ajukan tentunya yang sudah familiar, beberapa diantaranya ada di bawah ini.

Di bawah ini juga saya share lagu yang diputar saat menunggu proses akad nikah saat pagi persiapan, serta jeda setelah akad nikah ke resepsi. Tentunya di dalam gedung masih banyak tamu dan keluarga baik yang sedang santap sarapan maupun yang menunggu dimulainya resepsi. Nah saatnya memutar lagu-lagu kesukaan saya dan suami. Inilah lagu-lagu yang kami suka karena musiknya bagus  yang nyanyi keren, liriknya oke, atau memiliki kenangan tersendiri untuk kami *uhuk.

Pesan dari saya, buat list lagu secukupnya, karena kamu nggak akan mungkin memutar seluruh list lagu kesukaan kamu di saat jeda akad-resepsi, bahkan pada saat resepsi hanya dimainlan beberapa lagu saja, karena terpotong oleh MC yang berbicara. Masukan list lagu tersebut dalam 1 file agar mudah dalam pengoperasiannya pada hari H oleh PIC Soundsystem.

Lagu dengan Vokal
1. The Secret of Color and Kiroy Y
2. Letto - Ruang Rindu
3. Rossa - Ayat Ayat Cinta
4. Potret - Bunda
5. Chrisye - Untukmu
6. Yovie n Nuno - Janji Suci
7. Maher Zain - Barakallah
8. Bunga Citra Lestari - Cinta Sejati
9. Ada Band - Yang Terbaik Bagimu
10. Mocca - Hanya Satu
11. Connie Talbot - Let it Be
12. John Legend cover by Luciana Zogbi - All of Me
13. Lenka - The Show (New Version)

Lagu Instrumental
1. Vivaldi Winter (Piano Guys) - Let it Go
2. The Piano Guys - Love Story
3. The Piano Guys - A Thousand Years
4. The Piano Guys - Because of You
5. The Piano Guys - Pachebells Canon in D
6. Ashita Hareru Kana (Piano and String Version, OST Proposal Daisakusen)
7. Kibou (OST Proposal Daisakusen Main Theme)
8. Yiruma - Kiss The Rain
9. Depapepe - One
10. Depapepe - Dream

Musik yang dibawakan dengan biola saat Resepsi
1. A Thousand Years
2. Let it Go
3. Bunda
4. Untukmu
5. Cinta Sejati
6. Yang Terbaik Bagimu
7. All of Me

Semoga menginspirasi,
Salam,
Noni Halimi

My Life After Having a Baby

'Gimana rasanya mbak habis melahirkan terus punya anak, ada yang berubah nggak? Lebih keibuan ya?'

Pertanyaan itu dilontarkan salah satu rekan kerja saya di kantor ketika menjenguk 2 hari pasca saya melahirkan. Saya bingung jawabnya, rasanya belum ada yang berubah pasca saya melahirkan kecuali hadirnya bocah mungil yang kini tidur bertiga bersama saya. Dulu mungkin saya bingung jawabnya, tapi sekarang rasanya so much has changed.

My life after having a baby. Yang jelas bertambahnya status saya dari seorang istri, bertambah menjadi seorang Ibu. Bertambah pula amanah yang saya emban dari Allah untuk semua ini. Rasa keibuan sudah pasti timbul dengan sendirinya ketika lahir seorang bayi, menurut saya itu alami dan sudah menjadi insting Ibu yang baik untuk merawat dan menjaga anaknya. 

Seperti sudah saya paparkan di muka, ketika sudah memiliki buah hati, maka saya harus rela berbagi tempat tidur. Jika sebelumnya bisa seenaknya saja berdua, sekarang kami lebih hati-hati bergerak karena si kecil tidur di kasur yang sama. Yang biasanya tidur pecicilan, malem tidur di pojok, pagi bangun sudah di pinggir, bed cover ke sana kemari-- kini tidur kami kalem macem snow white gitu lah.

My life after having a baby,
Saya jadi sering ngomong sendiri, enggak sendiri banget sih, ngobrol bareng si bayi, tapi kan dia belom bisa respon balik tuh. Gapapa lah, Umar pasti ngerti emaknya ngomong apa. Katanya kalau sering ajak ngobrol anaknya bounding yang tercipta antara Ibu dan anak juga kuat. 

Menjaga makanan dan segala asupan yang saya makan. Kalau ini tidak jauh berbeda sih dengan masa hamil dahulu. Hanya saja kali ini lebih berhati-hati. Jika dulu masih suka 'bandel' makan ini itu, kalau sekarang selektif karena apa yang kita makan dalam tempo singkat akan berpengaruh kepada si kecil karena ia minum ASI. 

Jika dulu saya lebih banyak waktu santai untuk browsing, melakukan hal-hal dari yang penting sampai gak penting di waktu senggang, kini hari-hari saya dihabiskan untuk menyusui, memandikan anak, menggendong, menidurkan dan bermain bersama anak. Dulu masih bisa Pakai baju macam-macam biar kece, sekarang kalau bisa pakai baju yang simpel dan gak ribet untuk menyusui. 

Dulu saya sering baca buku atau artikel random yang saya suka, setelah memiliki bayi, maka bacaan saya beralih ke segmen parenting, baby, dan kawan-kawannya. Mulai dari cara mengurus bayi, kesehatan bayi, informasi pertumbuhan bayi, imunisasi dan lain sebagainya. Menjadi Ibu baru sangat minim pengetahuan membuat saya harus belajar banyak dari berbagai sumber baik artikel browsing maupun pengalaman dari orang tua, teman teman serta kerabat dekat yang sudah memiliki anak.

Jika dulu weekend masih bisa jalan ke sana kemari, nonton bioskop, maka saat sudah punya bayi hilang semua dari list kegiatan sehari-hari. Untuk bulan-bulan pertama weekend dihabiskan di rumah untuk mengurus bayi dan bermain di rumah. Tidak mungkin saya meninggalkan bayi di rumah sedang saya malah jalan-jalan ke luar. Mungkin nanti ya nak kalau sudah besar dikit kita jalan bareng ;)

My life after having a baby,
Kalau dulu isi HP saya dan suami adalah kebanyakan foto-foto kami berdua, biasa selfie. Sekarang isi HP kami adalah penuh foto si kecil dengan berbagai pose dari hari ke hari, rasanya nggak mau ketinggalan satu momen pun dalam hidupnya yang tidak terekam kamera.

Hobi lain saya yang hilang adalah berburu tiket murah untuk bepergian. Iya, semenjak hamil dan kini sudah punya bayi, saya tidak pernah lagi browsing cari tiket murah bepergian. Mungkin nanti kalau dirasa cukup usianya kami bisa bepergian bertiga. Membawa bayi usia sangat kecil bepergian memang tidak ada salahnya sih, tapi rempongnya itu lhoooo.. Menginap satu dua hari saja perlengkapannya berasa pindah rumah cyiin, belom bawa stroller. Kalau bisa bak mandi di bawa juga dibawa deeh.

Bener kata orang-orang, kalau emak-emak biasanya bawel, doyan ngomel. Ah masa sih? Itu yang saya rasakan pada akhirnya. Naluri emak-emak sudah mengudara, bawaannya mau ngomel kalau ada yang berantakan. Kalau dulu suami naro barang sembarangan masih suka saya bereskan tanpa komen, kalau sekarang ngoceh dulu baru beresin. Yaaa.. ocehan khas emak-emak. 

My life after having a baby, semua serba cepat, serba butuh efisien dan tidak membuang waktu. Saya belajar banyak manajemen waktu ketika sudah memiliki anak. Iya, bagaimana memanage waktu untuk keperluan kita pribadi dengan mengurus anak. Misal pagi hari sehabis memandikan anak serta menyusui, kita baru bisa mandi saat ia sudah terlelap. Ketika malam hari ia tidur, sebiss mungkin kita juga ikut tidur walaupun masih pukul 8 malam. Karena ketika malam hari ia bangun, kita juga harus bangun untuk menyusui.

Jika dulu saya senang belanja online barang-barang kebutuhan saya pribadi, maka sekarang saya lebih senang mencari kebutuhan bayi. Demikian juga jika belanja ke suatu tempat, maka tempat yang saya datangi dan excited untuk ubek-ubek tumpukan barang dagangan adalah baju-baju dan perlengkapan bayi. Rasanya gemes banget melihat baju ukuran mini, sepatu mini, dan membayangkan betapa lucunya jika dipakaikan ke anak, walaupun saat itu bajunya masih terlalu besar dan belum muat. Yang penting beli dulu ehehe.

Jika dulu ketika selesai shalat dan berdoa biasa hanya mendoakan suami, keluarga, rekan-rekan, muslimin dan muslimat, maka ketika sudah punya anak, maka doa untuk anak menjadi skala prioritas. Apa pun didoakan demi yang terbaik untuknya. Rasanya tidak habis-habis untuk berharap segala sesuatu kebaikan untuk si kecil. 

My life after having a baby, i do love my parents much better than before. Rasanya sedih campur bangga. Sedih belum bisa berbuat banyak untuk orang tua, bangga karena dibesarkan oleh mereka. Karena ketika kita memiliki anak, kita mengetahui bagaimana rasanya menjadi orang tua, bagaimana rasanya mengurus anak, sehingga akan timbul perasaan sayang yang lain dari biasanya kepada orang tua kita.

My life after having a baby, 

Now i know how does it feel to be a mother for the first time. I'm sorry if i haven't being a perfect Mama for you, but trust me, i'll try my best to raising you up baby, my little prince charming, Shin Umar Abqary.

*tetiba melooow
*lap ingus
*cari waslap Umar

Sekian dan terima kasih cinta
Noni Halimi

Tuesday, December 29, 2015

Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir


Belanja perlengkapan bayi menjelang kelahiran buah hati tentu menjadi momen menyenangkan bagi calon Mama. Yang namanya belanja pasti bikin happy ya! Haha. Tapi eh tapiiii.. jangan asal belanja perlengkapan bayi, salah strategi justru yang terjadi malah pemborosan lho. Ada baiknya calon Mama memikirkan matang-matang apa saja kebutuhan bayi yang penting mana kurang penting, Kelompokan urgensi tersebut menjadi kebutuhan primer, sekunder dan tersier, Mom. Kebetulan saya belanja perlengkapan di Mae Bebe Bintaro dan Fany Baby Shop ITC Kuningan. Jadi, harga yang tertera di bawah ini hasil perburuan dari dua toko tersebut ya. Saya belanja bulan Oktober November 2015. Berikut saya sharing daftar belanja perlengkapan bayi baru lahir yang sebaiknya dipersiapkan, semoga bisa membantu :)


PERLENGKAPAN SEHARI-HARI BAYI

1. Bedong Bayi 1 lusin
2. Popok Bayi 1,5 lusin
3. Gurita 1 lusin
4. Underpads
5. Setelan Baju Panjang Newborn 1/2 lusin
6. Setelan Baju Pendek Newborn 1/2 lusin
7. Setelan Baju Panjang ukuran S 1/2 lusin
8. Setelan Baju Pendek ukuran S 1/2 lusin
9. Sarung Tangan dan Kaki 6 Pasang
10. Topi Bayi 2 Pcs
11. Pampers Newborn
12. Kaos dalam Newborn 1 lusin

Note ::
• Saya dulu pakai alas underpad untuk pampers bayi. Kenapa? Pup bayi apalagi newborn lumayan bandel bgt buat dibersihin, bikin noda di popok, kalau pake underpads jadi ada alasnya gitu. Ga pege kucek2nya. Memang daya serapnya biasa aja, bukan seperti pampers, hanya untuk alas pup. Kalau pipis atau pup langsung ganti, soalnya anak saya ga betah basah dikit. Potong2 lembaran underpads mirip kayak pantyliners, potong seukuran popok bayi ya, sesuaikan dengan ukuran anak aja. Tadinya saya mau pakai clodi (cloth diapers) bahkan udah stock motif lucu2 pulaaa, tapi pas banget musim ujan lahirannya, jadiiilah saya mager bgt nyuciin popok hihihi. Tapi insert clodi suka saya pakai untuk tidur malam. Lumayan jadi kayak pampers πŸ˜…
•Gurita beli sedikit saja kalau memang tipe Ibu yg ga suka pakai gurita. Apalagi kalau ke RS, suka diomelin sama dokter kalo bayinya pakai gurita hehehe.
•Beli baju newborn jangan teralu banyak, soalnya kita ga tau bayi kita besar atau tidak. Kalau ukurannya besar, baju newborn tentu hanya terpakai sebentar saja, sayang2 kalau beli banyak2.
•Biasanya saya pakaikan baju setelan pendek untuk siang hari, dan baju setelan panjang untuk malam, plussss ditambah bedong. Saya tipe Ibu-Ibu bedongan abis. Kata Ibu-Ibu jaman dulu, bayi pakai bedong biar hangat dan lebih anteng bobonya. Kalau pengalaman saya sih gituu.. Beda bayi beda penanganannya yaaa πŸ™πŸ»

(HARGA)
Popok BH Tezar Double 37.000/6Pcs
Popok Sablon Puku-Puku 20.000/6Pcs
Bedong SC Sweet Baby 101.500/6Pcs
Bedong SC Babytha 87.000/6Pcs
Bedong Carter 110.500/4Pcs
Gurita Tali Mahkota Warna 46.500/Lusin
Sarung Tangan Kaki Hello Baby 7000/Pc
Sarung Tangan Kaki Velvet 7200/Pc
Paket Topi dan Sarung Tangan Kaos Kaki Merk Carter 24.500
Setelan Panjang Velvet New Born 23.500/Set
Setelan Panjang Velvet Ukuran SML 33.000/Set
Setelan Pendek Celana Pop New Born 18.500/Set
Kaos Kaki Petite Mimi 95.000/6Pasang
Sarung Kaki Tangan Little Queen 11.000/Pc
Setelan Panjang Libby Polos ukuran SML 93.000/3 Pcs
Setelan Pendek Libby Motif ukuran SML 85.000/3Pcs
Underpad 23.000/Pack
Pampers Sweety 12.000/12Pcs
Topi Bayi 13.000/Pc


PERLENGKAPAN TIDUR BAYI
1. Kasur Bayi
2. Bantal Peyang dan Guling Bayi
3. Selimut Bayi
4..Kelambu jika dibutuhkan

Note ::
•Kasur set bayi bisa digunakan kalau bayi lagi ga dikasur biasa. Karena bisa dipindah2kan. Tapi saya ga beli sih, karena anak saya tidur di kasur yang sama dengan saya. Di alas perlak dan kain supaya tidak panas.
•Kelambu juga tentative kalau yang takut bayinya keganggu nyamuk. Kalau dulu saya ga beli, soalnya insya Allah minyak telon anti nyamuk sudah bisa ngusir nyamuk.

(HARGA)
Selimut Carter Double Fleece 61.000
Set Tempat Tidur, Bantal Guling Obayiku 288.000


PERLENGKAPAN MANDI BAYI
1. Handuk 2 Pcs
2. Bak Mandi
3..Toiletries (Sabun, Shampoo, Baby Oil, Baby Cream, Hair Lotion, Bedak)
4. Waslap 2 Pcs
5. Kapas biasa
6. Tisue Biasa
7. Tisu Basah Baby Wipes
8. Baby make up kit
9. Minyak Telon Anti Nyamuk
10. Perlak


Note :
•Beli handuk ukuran medium dan bahan yang menyerap basah. Beli 2pcs soalnya untuk ganti2, kalau yang satu dicuci. Belum lagi kalau mau nginep ganti gantian di rumah orang tua kita, pasti butuh handuk lagi untuk stock di sana.
•Beli bak mandi yang bisa dibuat berdiri dengan penyangga. Merek puku2 misalnya. Supaya Ibunya bisa memandikan bayi dengan berdiri, tidak jongkok. Kebetulan saya cuma punya bak mandi saja, kaki bak mandi penyangga dipinjemin kakak ipar (mayaaaannn :D) Kalau tidak ada gpp tidak ada penyangga/kaki bak mandi. Tapi beli bak yg bawahnya rata, dan ada tempat pembuangan air ya, jangan beli yg bawah ada lekuk2 bentuk pantat bak jaman dulu itu lho. Soalnya susah mandiin bayi newborn ada lekukan itu, kecuali kalau sudah agak gede yaaa.
•Beli toiletries secukupnya saja ya Moms, ingettt jangan berlebihan. Soalnya akan ada buanyaaakkk banget kado toiletris dengan berbagai merek. Kita jg belum tahu anak kita cocok dengan merek apa. Jaman dulu saya cuma beli sabun mandi batangan, shampo, baby oil, hair lotion, baby cream dan bedak. Ga sampe sepaketan gitu. Cocoknya dulu sama Zwitsal dan Cussons. Nanti kalau sudah tau cocok pakai yg mana baru bisa beli lagi untuk stocksize kecil pergi-pergi. •Apa sih baby make up kit? Itu lho yang isinya ada sisir, sikat halus, gunting kuku, gunting kecil bayi dll. Ada kok yang jual sepaketan.

(HARGA)
Handuk Besar 59.000
Handuk Sedang 45.000
Waslap Nary 16.500/Pc
Tempat Bedak Lusty 19.000
Baby make up kit 36.500
Perlak Motif Karet 67.500
Bak Mandi Puku-Puku 195.000
Tissue Nice Besar 19.000
Minyak Telon My Baby Besar 30.000


PERLENGKAPAN KESEHATAN BAYI
1. Termometer
2. Salep ruam popok (Bepanthen)
3. Obat penurun panas sanmol
4. Alkohol dan kasa steril
5. Obat-obatan pribadi bayi


Note ::
•Termometer itu penting untuk yg punya anak bayi. Karena bayi demam dikit aja pasti pusing bgt kalau nggak tau suhunya berapa, apalagi kalau Ibu baru yang belum paham seberapa panas kalau demam dan tidak demam. Pastikan beli yg digital ya Moms.
•Kulit bayi ada yang sensitif, kita nyobain pampers aja ada yang ruam. Apalagi kalau baru nyoba-nyoba mau pakai pampers merek apa. Pakai bepanthen menurut saya udah paling oke, tinggal dioles aja bagian yg ruam. Insya Allah reda. Selama pakai bepanthen kalau bisa hentikan dulu penyebab ruamnya, misal karena pakai underpads, atau karena pakai pampers. Sekali-sekali gapapa pakai popok kain aja.
•Alkohol dan kasa digunakan untuk membersihkan tali pusat selama belum puput.
•Untuk obat-obatan saya cuma sedia sanmol aja, itu pun dari dokter waktu cek up. Soalnya gunanya untuk menurunkan panas dan membuat bayi nyaman kalau sedang demam. Saya biasa pakai obat jaman dulu sih πŸ˜‚ Ngikutin Ibu Ibu jaman dulu. Kalau bayi ga enak badan entah itu demam atau flu, parutin bawang merah dikasih minyak telon, dibalur di badan bayi sampai kaki. Untuk segala jenis sakit Alhamdulillah sih manjur. Bahkan waktu anak saya belum pup 3 hari (harusnya sih gpp karena ASi, saya urut2 perutnya juga pakai bawang. Pokoknya bawang is the besssttt lah. Suka ditaro juga di pojok kamar untuk menyerap kuman2. Kalau bayi kembung, saya pakai duan jarak digarang, metik depan rumah. Sebelumnya dibalur bawang dulu. Untuk flu, saya biasa uap manual. Dengan baskom isi air panas dikasih minyak telon, dannn rutin jemur. Insya Allah cepet sembuuuh. Alhamdulillah kalau sakitnya sekedar pilek2, demam sedikit, kembung, kalau bisa alami kenapa enggak? Jangan buru2 ke dokter ya, dan jangan buru2 pakai obat-obatan dokter 😊


TAMBAHAN
1. Jaket Bayi
2. Kaos Kaki Bayi
3. Selimut Bayi multifungsi Bedongan
4. Peniti Bayi 1 lusin
5. Legging Bayi
6. Sepatu Bayi
7. Gendongan bayi (bisa kain bisa instant)
8. Jumper 1 Set
9. Topi Bayi
10. Sleepsuit 1 Set
11. Sleek Pencuci perlengkapan bayi
12. Detergent khusus Bayi
13. Minyak Zaitun dan Minyak Kemiri
14. Sapu Tangan Handuk (Untuk Menyusui)
15. Sarung Penutup Menyusui


(HARGA)
Kaos Dalam 6000/Pc
Legging Cotton 60.000/4Pcs
Baju Atasan Carter 100.000/5Pcs
Celana Panjang Carter 100.000/5Pcs
Jumper Carter 80.000/5Pcs
Sleepsuit Carter 90.000/4Pcs


PERLENGKAPAN MAMA
1. Bra Menyusui 1 lusin
2. Gurita Mama
3. Breast Pad 1 pack
4. Daster dan Baju Menyusui
5. Breast Pump
6. Milk Bottle / Milk Saver
7. Pembalut Jumbo 1 Pack
8. Bag Diapers
9. Bantal Menyusui


(HARGA)
Breast Pad merk Mama Pad 45.000
Gurita Mama Rekat 47.000
Bantal Menyusui Obayiku 125.000
Milk Bottle 8000/Bottle
Milk Saver 200.000
Bag Diapers Merk Marss 325.000
Bra Menyusui 45.000/Pc
Breast Pump Manual 200.000-350.000


OPTIONAL
1. Stroller
2. Play Mate
3. Baby Bouncer
4. Baby Bather
5. Car Seat
6. Dot Bayi
7. Sikat Botol Bayi


(HARGA)
Stroller 500.000-1.500.000
Play Mate 300.000-850.000
Car Seat 250.000-800.000
Baby Bouncer 250.000-550.000
Baby Bather 120.000-250.000
Sikat Botol Bayi 30.000
Botol Dot bayi Pigeon 30.000-50.000

Semoga bisa mencerahkan Calon Mama
Salam Cup Cup dari
Shin Umar Abqary

Daftar Perlengkapan Persiapan Persalinan

KEBUTUHAN MAMA
1. Gurita Mama
2. Celana Dalam 6 Pcs
3. Bra Menyusui 3 Pcs
4. Pembalut Jumbo 1 Pack
5. Daster atau Baju Menyusui 4 Pcs
6. Dompet berisi Identitas calon Ibu, Calon Ayah serta Kartu Asuransi dan ATM
7. HP dan Perlengkapan Charger
8. Tissue Besar
9. Tissue Basah
10. Bantal suami untuk yang jaga di kamar
11. Handuk dan Perlengkapan Mandi (Sabun, Pasta Gigi, Sikat Gigi, Shampoo)
12. Perlengkapan Shalat untuk Suami dan Keluarga
13. Perlengkapan Makan (Piring, Botol Minum, Sendok, Gelas, Pisau Buah)
14. Plastik Besar 3 Pcs untuk Pakaian Kotor dan keperluan lain
15. Ikat Rambut dan Sisir
16. Sandal Jepit
17. Breast Pad
18. Buku Riwayat Kesehatan Mama
19. Kartu Golongan Darah Mama
20. Baju pulang dari RS
21. Madu
22. Aqua gelas 1 box untuk tamu
23. Karpet Kecil atau Ambal untuk alas Suami tidur
24. Bantal Guling untuk Suami Tidur
25. Perlengkapan Mandi dan Baju Ganti untuk Suami
26. Cemilan
27. Sarung

TIPS
Gurita Mama bawa yang rekat jangan yang kancing. Celana dalam ukuran yang nyaman bawa minimal 6, makin banyak makin bagus. Serius ini butuh banget terlebih masa awal nifas akan sering gonta ganti celana. Pembalut biasanya dikasih dari RS, tapi tidak ada salahnya mempersiapkan. Bra menyusui bawa secukupnya. Breast Pad berguna untuk direkatkan pada bra supaya ASI tidak merembes ke baju. Daster menyusui dan Baju Menyusui bawa secukupnya selama menginap. Sandal jepit untuk berkeliling di RS. Kartu golongan darah saya nggak punya akhirnya bikin saat melahirkan. Siapkan perlengkapan shalat termasuk sajadah, sarung dan mukena. Perlengkapan makan untuk keluarga yang menjaga, termasuk pisau untuk potong kue, roti dan buah, soalnya pasti banyak makanan. Bantal dan Karpet untuk suami yang tidur. Sarung bisa dipakai oleh Mama ketika melahirkan terutama untuk proses persalinan normal. 

KEBUTUHAN BAYI
1. Baju, Celana, Bedong, Kaos Tangan Kaki, Topi untuk pulang dari RS
2. Selimut Bayi
3. Gendongan Bayi

TIPS
Kebutuhan tidak begitu banyak, karena saat menginap disediakan oleh RS, hanya untuk pulang dari RS saja yang butuh bawa sendiri.

Jumlah di atas disesuaikan dengan lamanya menginap di RS. Kebetulan saya hanya menginap 1,5 hari di RS jadi hanya bawa seperti yang di atas saja. Kalau menginap lebih lama tentu pakaian dan lain-lain disesuaikan ya jumlahnya.

Masukan semuanya ke dalam tas, pisahkan sesuai dengan kebutuhan. Misal tas bayi berisi kebutuhan Bayi dan kebutuhan Mama. Tas lain berisi sisa barang-barang kebutuhan yang lain. Beritahu suami atau keluarga isi tas sehingga mereka tidak kebingungan saat mencari barang. Persiapkan semuanya sebelum mendekati hari persalinan, usahakan sudah siap pada usia kehamilan 36 minggu, sehingga ketika mendadak harus ke RS tinggal angkut. Selamat packing :)



Thursday, December 17, 2015

Ngidam Apa?

Orang hamil identik dengan mengidam. Tiba-tiba pengen ini lah, pengen itulah. Semua harus tersedia saat itu juga dan harus terpenuhi. Kalau tidak dipenuhi, nanti bayinya ileran. Entah kata siapa, kata orang dulu sih begitu. Mitos. Buat saya yang namanya mengidam mungkin saja terjadi untuk Ibu hamil, wajar saja. 

Ibu hamil mengalami perubahan dalam tubuhnya dan harus banyak menyesuaikan diri, sering kali membuat tidak nyaman, terutama dalam hal makanan. Terlebih di trimester pertama nafsu makan Ibu hamil turun drastis, sering pilih-pilih makanan dan sedikit porsi makannya. Ibu hamil juga mengalami perubahan hormon, sehingga terkadang emosional dan baper.

Ada masanya Ibu hamil ingin membuat dirinya nyaman, salah satunya dengan makanan. Rasa ingin makan sesuatu yang menurutnya enak dan membuat nyaman, mungkin itulah yang disebut ngidam. Dan kenapa kalau orang hamil yang sedang ngidam kalau tidak dipenuhi keinginannya bisa ngambek? Ya tadi itu perubahan hormon bikin emosional dan baper. Semua tadi sih analisa sotoy saya berhubung pernah merasakan hamil juga. Kalau mau percaya Alhamdulillah, kalau nggak percaya ya udah. *ceritanya ngambek *baper juga :D

Mengenai ngidam, menurut analisa saya juga yang lagi-lagi sotoy--terkadang ngidam dijadikan kesempatan untuk para Ibu-Ibu hamil untuk mendapatkan perhatian suami. Rekan saya pernah cerita kalau ngidam tuh enak, suami jadi super perhatian dan super berkorban bela-belain demi terpenuhinya ngidam si istri. Walaupun beda tipis sih, bela-belain buat istrinya atau biar anaknya nggak ileran *eeeaa Bapaknya malah percaya mitos.

Nah, untuk Ibu-ibu yang menjadikan ngidam sebagai sarana aji mumpung mending pikir-pikir lagi. Kasian suaminya kalau disuruh nyari yang macem-macem, mending kalau gampang, terkadang ngidamnya suka aneh-aneh bahkan kadang tidak masuk akal. Kalau masih yang masuk akal mungkin istrinya hanya sekedar pengen rujak atau mangga muda. Okelah standar. Yang mulai agak nyusain, istrinya ngidam mangga muda yang dibeli di Pasar Minggu. Oke, butuh perjuangan juga buat yang tinggal agak jauh dari Pasar Minggu.

Yang mulai ngeselin, istrinya minta mangga muda yang nggak muda-muda banget tapi juga nggak tua-tua banget, rasanya nggak asem-asem banget, tapi juga nggak manis-manis banget. Oke, ini mungkin butuh kira-kira yang nyusain. Giliran beli mangga yang asem dibilang keaseman, dibeliin yang manis kemanisan. Serba salah. Tapi semuanya itu masih masuk akal ketimbang ada istri yang ngidam mangga muda....yang ada di rumah Pak Haji samping rumah, diambilnya harus sama suaminya sendiri dan doi harus manjat itu pohon mangganya sendiri. Ya salaaammm..

Pernah juga saya dapat cerita dari rekan kerja saya, kalau ada istri pernah ngidam malam-malam mau talas Bogor, suaminya sampe bela-belain ke Bogor malem-malem buat nyari talas. Rumah mereka ada di daerah Jakarta Selatan. Sampai rumah si suami udah kelelahan dan melihat istrinya sudah tertidur, ia membangunkan istrinya untuk memberikan talas Bogor tersebut. Tapi apa kata istrinya? 'Ditaro aja mas di dapur, tiba-tiba aku nggak pengen talas deh' Diiiihhh bisa dibayangin gimana jengkelnya itu suami ya haha, kesianan jauh-jauh ke Bogor demi talas yang berujung nongkrong di dapur. Puk puk puk.

Ada juga yang lapar mata, pengen beli ini itu, buanyaak banget. Pas sampe depan meja dihidangkan semua, semua dicuil sesendok terus udah. Termangu suaminya memandangi bejibun makanan yang cuma diicip-icip sama istrinya dan ditinggalkan begitu saja. 

Soal ngidam ngidam ini, saya nggak begitu mengalaminya. Karena menurut saya ngidam hanya soal mindset dan kepengenan untuk membuat kita nyaman saja. Prinsip saya, kalau pengen sesuatu ya yang masuk akal dan nggak nyusahin orang, kalau memang sudah ada ya dimakan, kalau memang tidak bisa dipenuhi ya sudah bersabar aja bukan malah ngotot.

Kalau pernah ditanya saya pernah ngidam apa, saya jawab pernah, tapi nggak se-ekstrim orang-orang ngidam. Suami saya orang yang cuek dan simpel, bukan tipe orang yang memanjakan istrinya kalau mau ini harus dipenuhi, mau itu harus dipenuhi. Kalau memang ia bisa belikan ya dibeli, kalau tidak ya tunggu waktunya lah. Kalau memang tidak bisa dipenuhi ia akan utarakan alasannya. Pun demikian dengan saya, menyikapi suami saya juga simpel saja, kalau tidak bisa dipenuhi ya sudah, nggak ngeyel. Besok lagi aja minta yah sayang *eh

Kalau saya meminta sesuatu memang tidak langsung dipenuhi, biasanya baru terealisasi beberapa hari ke depan, dan itu tidak masalah bagi saya. Kata suami, belajar sabar. Apa-apa nggak semuanya harus sekarang, nggak semuanya harus dipenuhi. Oke, untuk itu saya setuju. Walaupun sebenarnya ngidam saya juga nggak susah-susah amat macem pengen semangka (di pinggir jalan deket rumah jg buanyak banget), pengen pizza (bisa delivery), pengen pop corn (bisa beli di sevel gintung yang cuma secipritan dari rumah), pengen nutrisari (di indomaret banyak). Kalau dipikir-pikir ga ada ngidam yang berkesan gitu haha. Padahal pengen tuh ngidam yang susah gitu biar suami nyari, tapi apa daya suami bukan tipe yang begitu. Alhasil ngidam dibawa santai saja, kalau tidak terpenuhi ya sudah, belum rezeki.

Pesan saya untuk Ibu-ibu hamil yang ngidam, jangan ngidam yang aneh-aneh, kasian suaminya :D Mending ngidam yang mudah dicari, suami senang, ibu senang, bayi senang, semua senaaaang. *macem di iklan iklan*


Salam,
Noni Halimi

Mandi Pertama Umar

Saya belum pernah mandiin bayi baru lahir sebelumnya, jadi ketika Umar lahir saya tidak langsung memandikannya sendiri. Gimana ya, bayi baru lahir kucil banget dan super tipis, ngeri saya. Biasa, minta tutorialnya dulu. Berhubung saya ada di rumah suami, dan ada kakak Ipar saya, maka jadilah kakak ipar saya sebagai tutor untuk memandikan Umar. 

Umar dimandiin budhe. Anteng. Saya memperhatikan bagaimana cara memegang bayi saat setengah badannya masuk bak mandi puku-puku minjem punya Mas Nabil, bagaimana tangan satu memegang bayi tangan satunya lagi pegang sabun dan menggosok ke badannya, saya juga memperhatikan bagaimana membalik posisi bayi menjadi tengkurap untuk menggosok punggung, bagaimana menggosok kepala dengan shampoo sampai finishing touch bayinya pakai handuk. Okeh, sukses semua udah saya ingat-ingat.

Empat hari kemudian saya kembali ke rumah saya dan hari itu saya akan memandikan Umar sendiri. Tanpa tutor. Okelah. Semua berjalan mulus, terutama step awal yakni ngelepasin semua baju, bedong dan gurita, berjalan sangat lancar (yaiyeeelaaahhh gampil banget itu). Setelah itu masuk ke sesi per-bak-mandian. Ini juga sukses sampai pas terakhir saya tiba-tiba berpikiran untuk nyampoin ini bocah. Maka saya ambil botolnya dan mengusap ke kepala Umar.

Aneh. Ini shampoo kok cair dan tidak licin. Saat saya usap ke rambut juga tidak berbusa. Padahal waktu kemarin-kemarin saya lihat kakak ipar saya mengusap shampoo ke rambut Umar keluar banyak busa. Entahlah, saya pikir airnya mungkin kurang banyak. Saya segera membilas rambutnya, dan memberi handuk. 

Usai memakaikan Umar baju dan segala perlengkapannya, tak lupa dikasih bedak biar wangi dan sisiran dikit biar kece, saya kembali ke per-bak-mandi-an untuk merapikan peralatan dan membuang sisa airnya. Iseng saya penasaran sama shampoo yang tidak berbusa tadi, ketika saya cek bagian depannya, ternyata tulisannya HAIR LOTION men!! Bukan SHAMPOO! Ya pantes aja ga berbusa-busa Amaaaaaanya dedeeeeek.. 

Hari pertama memandikan Umar berasa failed banget haha, gapapa ya nak, Amanya masih belajar. Kalau sekarang sih Amanya udah nggak salah lagi membedakan mana Shampoo mana Hair Lotion ya nak :D

Moment ini dipersembahkan oleh Zwitsal Shampoo dan Zwitsal Hair Lotion punya Umar.

Salam,
Noni Halimi

Wednesday, December 16, 2015

Biaya Nikah Mahal?


The most blessed Nikkah (wedding) is the one with the least expenses. (Rasulullah SAW)

Pernikahan yang paling berkah adalah pernikahan dengan biaya yang sedikit. Kurang lebih seperti itulah artinya. Apa maknanya? Bahwa Rasulullah menganjurkan untuk meminimalisir biaya pernikahan, bahkan semakin sedikit semakin baik. Hal ini tentu agak bertentangan dengan fenomena yang terjadi di masyarakat sekarang ini. Kalau jaman sekarang untuk menikah harus punya modal dulu, minimal sekian ratus juta-lah. Harus punya ini dulu, punya itu dulu, mapan dan sebagainya. Padahal menyelenggarakan pernikahan tidak melulu soal uang dan pengeluaran yang besar.

Yuk kita lihat lagi esensi pernikahan itu seperti apa? Tujuan kita menikah tentunya untuk menyempurnakan separuh agama, ingin beribadah, ingin menjalankan sunah Rasulullah, dan tentu ingin mengharap ridho Allah. Untuk nikah sendiri sebenarnya simpel, asal terpenuhi rukun nikah, kelar urusan. Ada pun rukun nikahnya adalah : Adanya mempelai laki-laki, mempelai wanita, wali nikah, dua orang saksi nikah, Ijab qabul. Nah kalau sudah terpenuhi semua plus mahar, ya sudah sah menikah. Namun apa yang jadi masalah rempong biayanya?

Ternyata yang jadi masalah adalah biaya resepsi. Untuk sekedar menikah saja baik di rumah atau di KUA tentu hanya memerlukan biaya yang sedikit. Bahkan kalau menikah di KUA pada hari kerja tidak dipungut biaya sama sekali dan untuk hari libur sebesar 600.000 saja. Tapi bagaimana jika mengadakan resepsi? Nah ini dia yang bikin biaya membludak. Mari kita kembali lagi mencari esensi dari diadakannya acara resepsi. Sebenarnya resepsi tidak wajib dilakukan, namun bisa saja dilakukan sebagai bentuk tasyakur, rasa syukur mempelai beserta keluarga atas terjadinya pernikahan tersebut. Selain itu untuk mengumumkan kepada khalayak bahwa kedua mempelai telah menikah, sehingga apabila mereka berjalan berdua tidak menimbulkan fitnah. Orang-orang juga tahu mereka suami istri. Simpelnya begitu. Nah sekarang apa yang bikin resepsi melenceng dari esensi awal?

Awalnya tujuan resepsi sangat mulia. Namun jika kemudian mementingkan ego, harga diri, prestige, dan show up, akan beda lagi ceritanya. Mungkin biaya nikah yang tadinya hanya puluhan juta bisa menjadi ratusan juta. Saya tidak bisa memungkiri kalau biaya resepsi memang butuh dana cukup besar, terlebih jaman sekarang untuk sewa gedung, catering, souvenir, undangan dan lain sebagainya tidak bisa juga dibilang murah. Namun yang saya ingin ingatkan di sini, jangan berlebihan. Menjamu tamu yang datang dengan baik memang dianjurkan, tapi buat untuk sekedar gengsi tentu akan jadi tidak baik.

Bagaimana agar resepsi tidak berlebihan? Yang bisa menilai berlebihan atau tidak ya calon mempelai sendiri. Sesuaikan dengan budget yang dimiliki, kalau tidak mampu mewah maka jangan memaksakan diri. Buang hal-hal yang kiranya akan jadi mubazir. Misalnya saja dari segi tempat/gedung, cari yang sesuai budget. Nggak perlu cari gedung yang hits seantero Ibu Kota biar kece nanti di Undangan. Helooo...kawinan cuma sehari lho, bahkan cuma 2 jam. Sayang sekali rasanya kalau uang simpanan dihambur-hamburkan demi kawinan terlihat kece. Padahal ketika sudah menikah baru akan dimulai kehidupan yang sebenarnya, butuh biaya hidup dan sebagainya.

Kemudian dari segi catering, pilih yang sesuai budget dan baik, nggak perlu karena gengsi harus milih catering yang bonafit lah. Sebenarnya banyak juga kok catering yang kualitasnya bagus tapi harganya masih terjangkau. Undangan tidak perlu yang super bagus dan mahal. Pilihlah yang bisa terbaca, simpel dan murah. Karena esensi undangan adalah menyampaikan informasi mengenai waktu dan tempat pernikahan. Selebihnya akan berakhir di tong sampah. Sayang-sayang kalau bikin mahal-mahal. Apalagi mencetak dalam jumlah ratusan. Bayangkan kalau harga 1 undangan adalah 7000-10.000 dikalikan 500 undangan udah berapa juta.

Souvenir juga pilih yang terjangkau, nggak perlu lah nyari yang muahal demi keliatan 'wah'. Esensi souvenir adalah sebagai cinderamata dan ucapan terima kasih untuk tamu, yang artinya pilihlah souvenir yang mendatangkan manfaat, bukan sekedar lucu-lucuan. Mending kalau mahal tapi manfaat, nah kalo mahal tapi cuma buat lucu-lucuan kan mubazir. Selain itu minimalisir biaya-biaya lainnya seperti seserahan. Terkadang momen seserahan jadi momen aji mumpung. Yaa kapan lagi, dibeliin banyak barang sama calon suami? Tapi ingatlah, calon suami itu nantinya akan jadi suami kamu, nggak pengen kan doi bangkrut mendadak karena permintaan seserahan kamu yang luar biasa banyak dan mahal-mahal. Minta seserahan seperlunya yang kiranya bermanfaat dan tidak memberatkan calon kita.

Jadi, pikirkan baik-baik biaya pernikahan secara seksama dan matang, buang hal-hal yang tidak perlu dan hanya akan mubazir dan banyak mudharat. Pilih vendor yang sesuai dengan budget, jangan memaksakan diri. Dan yang paling penting, luruskan niat untuk melakukan pernikahan dan resepsi. Apa esensinya? Insya Allah tidak akan berlebih-lebihan dan mendatangkan berkah untuk kedua mempelai. Semoga Allah mempermudah jalan hamba-Nya yang berniat menikah, Aamiin Yaa Robbal'alamiin.

Salam,
Noni Halimi

Cara Menyusui Yang Benar

Ini dia cara menyusui yang benar ya Mom
Bukan sekedar menempel
Tapi efektif menempel
Hampir sempurna perlekatannya
Selamat menyusui

Salam,
Noni Halimi

Baby Feeding Cues (Sign)

Lucu yaa baby-nya
Kira-kira seperti ini gerakan bayi kebanyakan
Untuk memberitahu Ibunya bahwa ia lapar
Memang benar, demikian hal dengan Umar
Awalnya cuma gerak-gerakin kepala
Saya sengaja diamkan....
Mulai buka2 mulut, lalu meraih ujung bedong
atau tangannya dimasukkan mulut untuk dimakan
Kalau saya diamkan lagi?
Mulailah mukanya merah kaya udang rebus
Dan? 
Huwaaaaaa... Nangis kejer! Hehhehe
Kapok laah..
Emaknya iseng banget sengaja diemin buat merhatiin gerak gerik anaknya
:D

Salam,
Emak Baru


Menyusui : Perjuangan (Lagi) Seorang Ibu


Setelah berjuang selama 9 bulan lebih mengalami fase kehamilan, kemudian dilanjutkan dengan perjuangan melawan rasa sakit melahirkan bayi ke dunia, maka perjuangan seorang Ibu ternyata tidak selesai sampai di situ. Setelah bayi tersebut lahir, maka tugas seorang Ibu adalah kembali berjuang. Iya, berjuang menyusui.

Mengapa saya bilang menyusui adalah sebuah perjuangan? Karena saya menyadari bahwa menyusui tidak semudah yang dibayangkan. Menyusui butuh perjuangan maka tidak heran ganjarannya luar biasa. Susu yang dihasilkan dari Ibu, bermanfaat luar biasa untuk bayi, itulah mengapa Allah memerintahkan para Wanita untuk menyusui anaknya hingga usia 2 tahun.

Ya, menyusui tidak mudah. Seorang Ibu yang baru pertama kali belajar menyusui bisa saja mengalami peradangan PD karena bayinya hanya memasukkan sebagian mulutnya saja untuk menyusu. Bagaimana rasanya? Sudah pasti sakit. Belum lagi jika Ibu merasakan PD bengkak karena stok ASI banyak namun bayi tidak banyak menyusu, sehingga supply melebihi demand. Akibatnya mengalami nyeri dan pembengkakan. 

Seorang Ibu yang menyusui anaknya bisa berjaga semalam suntuk demi terpenuhi asupan ASI anaknya. Ia rela begadang demi menyusui, karena bayinya pasti membangunkannya satu sampai dua jam sekali. Terjaga setiap malam. Bagaimana rasanya? Rontok badan. Sudah pasti. Tapi inilah perjuangan. 

Untuk Ibu yang bekerja, bukan berarti ia melupakan tugas utama seorang Ibu yakni menyusui anaknya. Seperangkat cooler bag dan pompa susu setiap hari ia panggul. Disela-sela kesibukan dan pusingnya kerjaan di kantor ia harus menyempatkan diri memompa ASI untuk stok buah hatinya di rumah. Rasanya ia tidak mau pulang kalau belum membawa ASI beberapa botol ke rumah. Terkadang ia harus rela memompa ASI ditempat-tempat yang tidak nyaman, karena mungkin kantornya belum menyediakan ruang laktasi. Bahkan sering kali ia memompa ASI di toilet. Miris.

Bagaimana dengan Ibu Rumah Tangga? Apa iya waktunya lebih senggang daripada Ibu Bekerja? Ternyata tidak juga. Ibu Rumah Tangga juga berjuang untuk menyusui, ia memang tidak ada office hour dan pekerjaan kantor, namun percayalah pekerjaannya di rumah jauh lebih banyak daripada pekerjaan kantor. Tugasnya adalah memastikan seisi rumah beserta anggota keluarga terpenuhi kebutuhannya. Ia mulai bekerja dari suami belum bangun tidur sampai suami tertidur. Bagaimana manajemen waktunya, sedangkan ia juga harus menyusui anaknya? Bukankah ini perjuangan yang tidak mudah?

Terlepas dari itu, satu hal yang harus diingat oleh para Ibu, bersyukurlah bahwa kita masih diberikan nikmat bisa memberikan ASI kepada biah hati kita. Bersyukurlah bahwa ASI kita mencukupi kebutuhannya. Karena Allah menciptakan ASI pada setiap diri Ibu, cukup untuk kebutuhan anaknya. Tugas Ibu adalah senantiasa berpikiran positif bahwa ASI Ibu banyak, maka nantinya akan benar-benar banyak. Bersyukur pula para Ibu yang bisa mengkonsumsi makanan bergizi sehingga ASI yang dihasilkan juga berkualitas. Bayangkan para Ibu yang tinggal di daerah bencana atau daerah konflik, kelaparan, tidak ada makanan bergizi dan bercukupan, namun ia tetap berjuang memberi ASI kepada anaknya. Jangankan untuk makan katuk, minum susu, atau konsumsi ASI booster seperti kita, untuk makan hari itu saja mereka kebingungan. Maka bersyukurlah para Ibu.. Kesulitan-kesulitan yang Ibu rasakan tentu jauh lebih ringan ketimbang para Ibu yang berada di daerah tersebut. 

Karena menyusui adalah perjuangan. Maka berbesar hatilah para Ibu, karena kita adalah pejuang ASI yang tangguh untuk anak-anak kita. Setiap tetes ASI yang kita berikan kelak akan menjadi amalan untuk kita di akhirat. Karena sungguh,  menyusui adalah membangun peradaban manusia. Semoga anak-anak kita senantiasa sehat dan para Ibu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam berjuang. Semoga para Ibu yang berada di daerah bencana dan konflik diberikan kemudahan dan rezeki yang berlimpah untuk keluarganya.


Salam Pejuang ASI
Noni Halimi

Tuesday, December 15, 2015

Last Day Office

Ini bukan hari terakhir kerja sih, tanggal 20 November ini merupakan Jumat terakhir bekerja sebelum cuti melahirkan. Senin masih masuk satu hari, baru Selasa cuti deeehhh... Berhubung Jumat terakhir, maka mari abadikan dengan foto2 yeeeeaaayyy!!!
Pipi, badan dan tangan udah super gendut. Kapan lagi bisa gendut begini, hihi. 



Rekomendasi Tas Bayi Marss

Mencari tas bayi ibarat nyari tas buat jalan-jalan, susah susah gampang. Saya punya beberapa kriteria khusus dalam pencarian tas bayi ini, dan kesemuanya ada dalam tas bayi merek Marss tipe 8002 warna cokelat ini. Jeng jeng.

Jadi kriteria yang saya mau ada semua di tas ini. Berikut saya beberkan yaaaa..

Tas Marss ini cukup besar sehingga mampu menampung barang bawaan bayi yang cukup banyak. Maklum kalau masih bayi pergi-pergi yang dibawa banyak, berasa pindah rumah. Kalau pakai tas kecil khawatir tidak muat. Lagipula kalau ukurannya agak besar bisa dipergunakan untuk traveling atau menginap beberapa hari. Efektif efisien. Saya pilih Marss karena bahan dasar tas ini anti air, bahannya seperti tas export dengan kualitas oke. Berbeda dengan beberapa tas bayi dengan bahan dasar kain, kalau ketumpahan air ya basah. Selain itu, tas Marss tipe 8002 ini memiliki bentuk yang simpel, bisa ditenteng maupun dijadikan sling bag atau selempang. Sesuai selera mau yang mana. 

Tas ini super bermanfaat dengan buanyak banget kantong sehingga bisa diisi dengan berbagai barang tanpa harus khawatir berantakan dan tercampur-campur. Selain itu ada juga kantung penyimpanan ASI / cooler bag di kantung sisi kiri, serta kantung tisu basah. Jadi kalau mau ambil tisu basah tinggal cabut saja tanpa mengeluarkan tisu dari kantong. Ada pula tempat untuk meletakan minuman. Tas ini juga dilengkapi dengan alas ganti popok portable (diaper changing pad) yang bisa dipergunakan untuk anak berganti popok di mana saja. Maklum tempat umum kan belum tentu bersih, jadi anak yang akan kita ganti popoknya direbahkan di alas tersebut. 

Saya memilih tas berwarna netral yakni cokelat supaya Bapaknya juga bisa ikut nenteng tas ini tanpa khawatir tasnya ke cewe-cewean. Tas ini masih cukup macho kok kalo dibawa sama Bapaknya hihi. Kecuali gantungan teddy bear yang gelayutan di resleting. Itu gratisan dari Marss, lucuuuu bonekanya. Selain itu dari segi harga sangat affordable sih, untuk kualitas seperti itu cukup logis harganya 320.000. Waktu saya beli tas ini di Tokopedia kebetulan saya ada voucher potongan 100.000 untuk aplikasi Tokopedia di Iphone. Jadilah harga tas ini menjadi 220.000 saja. Alhamdulillah rejeki dedek bayiiii..

Sekian review dan rekomendasi tas bayi Marss. Suka banget dan nggak nyesel beli tas ini. Semoga ada yang keracunan beli tas ini jugaaaa...hihi.


Salam,
Noni Halimi



Monday, December 14, 2015

Cara Bedong Bayi

Ini salah satu cara membedong bayi dengan kain bedong persegi

Jangan Sekedar Menyusui

Amru bin Abdullah,
'Janganlah kau susui anakmy seperti binatang menyusui anaknya.. Yang hanya didorong oleh kasih sayang kepada anaknya..Akan tetapi, susuilah anak dengan niat MENGHARAP PAHALA DARI ALLAH..dan agari ia hidup dari susumu itu.. mudah-mudahan kelak ia akan mentauhidkan dan beribadah kepada Allah.'

Namaku Shin Umar Abqary

Ohayou πŸ˜‹

Nama aku Shin Umar Abqary. Aku lahir pada tanggal 25 November 2015 pukul 11.12 siang di RS UIN Syarif Hidayatullah. Beratku 2.5 kilo dan panjangku 46cm. Aku lahir dari orang tua luar biasa. Amaku Noni Halimi dan Apakku Budyono Saputro. Mereka sangat menyayangiku. Hari kelahiranku bersamaan dengan hari kelahiran Apak. Kata Ama, aku kado terindah untuk Apak :D

Hari pertama aku lahir, aku mendengar kumandang adzan dari Apak. Semalaman aku menginap di Rumah Sakit, dan keesokan harinya aku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kata dokter, Amaku sudah pulih dan boleh pulang, senangnya.. Aku langsung dibawa pulang ke rumah Apak. Di sana Ama diajarkan banyak hal oleh Budhe Wiwin, termasuk memandikan aku. Maklum Ama belum pernah mandiin bayi baru lahir katanya, makanya ditentir dulu hihi. Tapi Amaku sekarang sudah bisa lhoo memandikan aku sendirian. Empat hari aku di rumah Apak, kemudian aku dibawa ke rumah Eyang Uti dan Eyang Kakung. Di sini juga aku senang ramai tante-tante dan om. 

Hobiku minum susu ASI, setiap hari Ama memberi aku ASI dan aku percaya ASI Ama selalu banyak dan mencukupi kebutuhanku. Kata Ama dan Apak, aku harus banyak minum ASI supaya aku lekas besar. Pagi sampai malam Ama dan Apak bergantian menjagaku, bahkan tiap malam aku membangunkan mereka karena pipis, pup atau haus rasanya. Aku biasa bangun malam setiap 1 sampai 2 jam sekali. Kalau aku haus, aku bisa membangunkan Ama dan Apak setengah jam sekali. Biasanya menjelang Shubuh mereka kelelahan, hihi kasian..

Aku anak yang kuat, saat usiaku 4 hari aku sudah bisa membalik posisi kepalaku saat Budhe memposisikan tengkurap badanku. Aku juga sudah bisa tersenyum jika sedang menyusu atau merasa senang. Aku anak yang ceria. Kalau aku sudah besar nanti aku ingin membahagiakan banyak orang, karena itu aku harus jadi anak yang ceria. Aku cukup anteng dan tidak rungsing ketika tali plasenta Ama masih bersatu dengan badanku. Bahkan ketika sudah puput pun aku tidak menangis. Tali plasenta itu lepas saat usiaku 7 hari. 

Setiap pagi aku dijemur diteriknya sinar matahari, hangat rasanya. Setelah itu aku dimandikan oleh Ama. Hobiku adalah pipis di handuk saat selesai dimandikan. Aku juga suka bersin jika Ama habis membaluri badanku dengan minyak telon. Aku suka baunya, tapi entah kenapa aku selalu bersin. Biasanya aku menangis saat dipakaikan baju, namun saat sudah selesai, tangisku berhenti sendiri. Ama mengelap keringatnya ketika sudah selesai memakaikan aku baju beserta bedong yang rapi. Aku anteng memperhatikan Ama. Sssttt.. Tidak lama setelah itu biasanya aku pup, hihihi. Dan Ama pun biasanya tertawa, karena ia harus membongkar lagi bedong dan bajuku untuk membersihkan pup. Bukan hanya itu, aku senang pup ketika digendong oleh Ama atau Apak. Jadi biasanya aku menangis supaya digendong, setelah digendong baruuuu deh aku pup :D 

Aku biasa menangis untuk memberi tahu Ama dan Apak kalau aku lapar, dan aku biasa mengangkat kakiku dan mengernyitkan alis ketika aku merasa popokku basah. Biasanya Ama dan Apak segera menggantinya, karena aku tidak betah berlama-lama mengenakan popok basah. Saat sudah rapi, nyaman rasanya, biasanya aku kembali pipis dan pup lagi hihi. Dan lagi-lagi mereka membongkar bedongku. Aku ngerjain Ama dan Apak setiap hari :D

Siang hari biasanya aku tidur pulas, terkadang Ama suka ikut tertidur di sampingku. Akhir-akhir ini sudah mulai hujan, sering kali petir menggelegar saat aku tertidur. Mendengar suara petir aku suka kaget, biasanya Ama memelukku dan aku menggenggam erat jari Ama supaya tidak kaget. Dan berhasil, aku kembali tidur nyenyak :)

Usiaku masih kecil dan aku masih belajar menyusu. Ama juga masih belajar menyusui. Kami berdua masih sama-sama belajar. Terkadang Ama suka ngoceh kalau aku sudah tidak sabar menyusu dan menangis, sabar yaa Ama.. Kalau aku sedang rungsing, maka aku paling tidak suka dibedong. Aku pasti akan berontak dan mengeluarkan tanganku dari bedongan. Sarung tangan yang aku pakai sudah lepas semua, bedongku langsung berantakan lagi, dan Ama hanya bisa geleng-geleng. Kalau aku sedang menyusu aku senang memainkan tanganku dan menggenggam tangan Ama..

Malam hari aku tidak sabar menunggu Apak pulang. Aku sudah hafal suara langkah kaki Apak, membuka pintu kamar dengan perlahan dan mengucapkan salam sambil memanggilku. Rasanya aku ingin berteriak 'Horeee Apak pulang dari kerjaaaa' Biasanya Apak langsung mencuci tangan (setelah Ama ngoceh) dan mengajakku bermain. Kalau aku belum tidur, aku suka mendengar Ama dan Apak bercerita malam, suatu saat kalau aku sudah besar aku juga mau didongengin oleh Ama dan Apak.

Aku ingin segera besar dan menunjukkan tumbuh kembangku kepada Ama dan Apak. Semoga aku menjadi anak yang sholeh, cerdas dan sehat seperti doa yang aku dengar setiap hari dari Ama dan Apak. 


Teruntuk Ama dan Apak,
Aku yang menyayangi kalian,
Shin Umar Abqary
πŸ‘ͺπŸ‘ΆπŸ»πŸΌπŸ’‘πŸ’•❤️

Ibu Yang Baik

Ibu yang baik bukankah
Ibu yang melahirkan normal
Bukan pula
Ibu yang melahirkan secara C-Section (Caesar)

Ibu yang baik bukanlah
Ibu yang full ASI
Bukan pula
Ibu yang mencampur ASI dengan susu formula

Ibu yang baik bukanlah
Ibu yang mengasuh anaknya sendiri
Bukan pula 
Ibu yang menjaga anaknya dengan baby sitter

Ibu yang baik bukanlah
Ibu yang memutuskan pakai diapers 24 jam
Bukan pula
Ibu yang memutuskan pakai popok kain untuk bayinya

Ibu yang baik bukanlah
Ibu yang bekerja kantoran
Bukan pula
Ibu yang bekerja di rumah sehingga bisa dekat dengan anak
Bukan pula
Ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan tidak berbisnis

Ibu yang baik adalah
Ibu yang bahagia, menerima diri apa adanya,
Menjadi versi yang terbaik dari dirinya sendiri, mengasuh anaknya dengan bahagia tanpa penghakiman dan ego bahwa dia adalah Ibu yang paling benar dan bijak dalam mengasuh keluarga 

Rekomendasi Buku Panduan Kehamilan


Jujur saja, awal beli buku ini bukan saat saya hamil. Loh kok bisaaaa... Iya, jadi saya membeli buku ini untuk hadiah ke salah satu kakak saya (Mbak Wiwin) yang sekarang sudah menjadi kakak ipar saya. Dulu saya membelinya saat belum menikah dan saya hadiahkan untuk buku bacaan selama ia hamil tahun 2013 silam. Saat itu ia sedang hamil 4 bulan. Saya bahkan belum tahu isi bukunya seperti apa, yang saya tahu seperti ya sih menarik dan bagus sepintas lihat. Ternyata benar, kata kakak saya bagus.

Ketika saya menikah dan hamil, saya justru lupa dengan buku panduan kehamilan Muslimah ini. Saya justru diingatkan oleh kakak ipar saya yang tiba-tiba datang ke kamar saya membawa buku dari saya ini seraya berkata 'Ini yun, dibaca ya, isinya bagus. Tapi mba Wiwin pinjemin iyun aja ini.' Hahha akhirnya buku dari saya itu malah dipinjemin lagi ke saya, senangnyaaa..

Ada pun isi bukunya bukan hanya panduan saat masa-masa kehamilan, bagaimana tumbuh kembang bayi dari minggu ke 1 sampai minggu ke 40, namun juga berisi mengenai persiapan persalinan, pasca persalinan bahkan tips-tips setelah bayinya lahir. Berhubung isinya bagus dan bermanfaat, saya ingin rekan-rekan saya yang pada hamil ikut merasakannya juga. Kebetulan di kantor saya cukup banyak yang sedang hamil, teman saya yang beda kantor juga beberapa hamil. Aiiihhh.. rasanya pengen bagi-bagiin itu buku. Saya pun memesan buku-buku itu melalui online bukabuku.com dan membagikan kepada teman-teman saya. Karena prinsip saya, kalau punya ilmu jangan sendirian πŸ˜†

Buat kalian yang sedang hamil, bagus lho buku ini buat referensi bacaan. Isinya juga dilengkapi dengan ayat2 Al Quran serta doa-doa yang super bagus. Ada juga doa agar dimudahkan persalinan dan sebagainya. Yuuukkk...dibaca :)


Salam,
Noni Halimi