Showing posts with label creative. Show all posts
Showing posts with label creative. Show all posts

Thursday, July 23, 2015

Design Undangan Pernikahan

Saya dan suami merupakan salah satu dari segelintir pasangan yang mengurus urusan pernikahan sendiri. Biasanya pernikahan memang bisa dibantu oleh Event Organizer atau pihak panitia pernikahan, namun kami tidak menggunakannya. Panitia memang kami bentuk untuk koordinasi, namun segala hal teknis serta ide berasal dari kami berdua. Hampir seluruhnya kami handle berdua, tak terkecuali undangan pernikahan. Mudahnya untuk mencetak undangan pernikahan hanya tinggal datang ke percetakan undangan, pilih design yang kita mau dan tinggal terima beres cetak. Atau jika kamu mau lebih bagus dan ekslusif, kamu membawa contoh undangan yang kamu kehendaki, lalu minta dibuatkan seperti itu. Jadi kamu menggunakan design yang kamu inginkan, karena tidak semua percetakan memiliki design undangan yang bagus. Kalau kamu mau lebih bagus dan ekslusif, kamu mesti mengeluarkan kocek lebih besar untuk sewa orang yang bisa design undangan pernikahan khusus untuk kamu berdua. 

Agaknya saya dan suami termasuk orang yang ingin membuat undangan pernikahan kami berkesan untuk kami berdua. Bagaimana caranya? Dengan membuat design sendiri ala kami berdua. Kami berencana membuat undangan yang sederhana, tidak mewah namun memiliki cerita untuk kami berdua. Kami memutuskan untuk membuat design sendiri dan mencetak di digital printing biasa, bukan khusus percetakan undangan. Why? Undangan pernikahan sebenarnya hanya berupa undangan untuk menghadiri acara pernikahan, malah sebenarnya bisa dilakukan secara lisan langsung kepada tamu undangan. Namun untuk mengantisipasi tamu juga punya banyak acara dan dikhawatirkan lupa, maka dikirimlah undangan fisik. Selain itu undangan yang dikirimkan kepada tamu lebih memberi kesan menghormati.

Undangan pernikahan memang masuk salah satu list yang harus diselesaikan oleh calon manten. Tentunya list ini juga masuk dalam budget pengeluaran anggaran pernikahan. Menurut kami berdua sih, undangan pernikahan tidak perlu budget yang besar, karena akan mubazir, toh biasanya undangan pernikahan akan terbuang, jarang-jarang disimpan. Kalau memang unik baru disimpan. Makin bagus bahan undangan, makin mahal harganya. Saya dan calon suami hanya menganggarkan 3000an per undangan. Memang ada undangan yang harganya di bawah 3000 namun kami kurang sreg dengan desain dan kualitasnya. Lagi-lagi ke inti persoalan, kami mau buat design sendiri.Jadi budget 3000an per undangan sudah cukup worth it lah yaa..

Proses pembuatan design undangan bisa dibilang cukup singkat dan padat, konsep sudah ada di kepala, hanya saja terkendala waktu karena saya sibuk dengan kerjaan di cabang. Sedangkan suami saya saat itu kurang efektif mengerjakan karena aplikasi yang digunakan tidak ada. Masalahnya saya biasa design dengan aplikasi Corel Draw, sedangkan suami saya dengan Photoshop. Alhasil, saya memutuskan sepihak untuk menggunakan Corel Draw, dan suami saya sebagai komentator saja :D Saya kadang suka mencuri waktu saat di kantor malah ngerjain design undangan. Contohnya saat saya membuat design peta, serius banget saya hanya membuatnya dalam satu hari di jam kerja, bahkan di samping meja teller, sembari mengawasi teller-teller saya. Ckckck.

Saya mencetak di Era Digital Printing dengan estimasi pengerjaan 1 hari selesai, dan tanpa khawatir apabila orang tua saya minta dadakan tambahan undangan bisa cetak seenak jidat saya. Dan ternyata memang benar, saya kembali datang kali kedua untuk cetak tambahan undangan. Berhubung di digital printing ekspress hanya membutuhkan sehari, coba kalau di percetakan undangan biasa...wuiiih bisa sebulan nunggunya. Akibat undangan yang super minimalis ini tiba-tiba saya dan suami khawatir jika undangan tersebut agaknya kurang pantas diberikan kepada kolega-kolega Bapak saya dari berbagai kalangan. Namun ternyata, pandangan saya dan Bapak saya sama, toh hanya undangan. Tidak perlu undangan yang bermewah-mewahan. Alhamdulillah desain dummy undangan saya dapat approval dari Bapak. Langsung cusss cetak. Berikut ulasan gambarnya :

Peta area kampus UI
Ngebut bikin peta siang bolong di kantor
Desain bagian dalam
Design mentah cover depan






Saturday, July 19, 2014

Strawberry Choco Teddy

Entah berawal dari  mana saya tiba-tiba berniat mengoleksi barang-barang strawberry. Tepatnya waktu kelas 2 SMA, tiba-tiba saya senang dengan bentuk strawberry dan rasanya yang super unik. Entah kenapa saya suka strawberry di saat kebanyakan orang enggan untuk makan strawberry. Namun sayang, saat itu sulit sekali mencari pernik strawberry. Waktu saya ulang tahun, rekan-rekan dekat saya sampe muterin Blok M Plaza dan ITC Fatmawati demi mendapat pernak pernik strawberry. Sulit. Bahkan dulu Putro dan Ampi juga sempet muter-muter nyari boneka strawberry yang sulit di dapat. Beda dengan zaman sekarang, walaupun tidak bak kacang goreng, namun setidaknya agak lebih mudah ditemukan. 

Saat pertama kali pindah kamar, saya semangat sekali menghias kamar saya dengan strawberry di mana-mana. Saya membbuat sendiri gambar strawberry dari karton merah, hijau dan saya bentuk menjadi strawberry. Saat sudah oke semua, eh ternyata saya tidak cocok dengan kamar tersebut dan mengakibatkan saya selalu asma kalau tidur di sana, akhirnya saya pindah kamar. Bye bye deh semua yang udah saya buat, jadi kamar adek saya.

Di bangku perkuliahan, saya menemukan pernik yang lucu dan jarang saya lihat, nama karakternya adalah chocoteddy. Ini adalah karakter sepasang beruang gundut namun beda warna. Yang satu berwarna cokelat karamel, yang satu lagi berwarna dark coklat. Saya hanya bisa mendapatkannya di tko Cindy Yayang sepanjang yang saya temui. Dan mereka tidak menjual dalam jumlah banyak, hanya satu atau dua macam saja. Jika sudah terbeli, maka akan keluar edisi yang lain. Saya mengumpulkan choco teddy ini dari jaman kuliah, dan sudah banyak juga yang hilang. Apalagi kalau saya kasih Putro, itu nggak tahan lama pasti hilang atau lepas. Errr..Alhasil saya simpan sendiri saja untuk barang koleksi. Siapa tau nanti bisa dipake kalau sudah punya rumah sendiri :D Aaamiiin. 

Sebagian Koleksi Strawberry
Sebagian Koleksi Choco Teddy

Sunday, July 6, 2014

Okonomiyaki



Ini adalah Okonomiyaki.

Saya teringat Proposal Daisakusen Episode Okonomiyaki Jiji, di sana terlihat Rei yang sangat menyukai Okonomiyaki buatan Jiji. Ken put ikut mencicipinya dan rasanya enak.

Nah, ini adalah Okonomiyaki ala-ala di Indonesia. Mungkin rasanya tidak seenak buatan Jiji, tapi cukup melepaskan rasa penasaran saya bagaimana rasanya Okonomiyaki :D

Sunday, June 15, 2014

Modifying Puff Pastry

This is it, puff pastry ala-ala made by me.

This is actually from Puff Pastry Sheets for making a pastry. You cant easily find this stuff at LotteMart Wholesale. This kind of stuff is for pastry things, but you can improved it into a new recipe. For inside ingredient you can modify by your favorite food. You can also put sosis, beef, eggs, chicken fillet, crispy chicken. For the vegetables you can put tomatoes, salada, brocoli, carrots, etc.

How to make this one?
Just as simple as frying an egg. Haha. First of all, you just need to fry this pastry sheets into a low hot oil (intinya sih pakai api yang kecil). Use a little oil and put also a spoon of blueband for savory flavors. After half cooked, remove and drain. Put the complementary ingredients and vegetable to the sheets of pastry. Fold the right and left side while they heat up and attached to one another. You can adding cheese and mayonnaise to taste. Puff pastry ala-ala ready to eat :D

Super Yummy Crepes
Ijin Copy dari Blog Orang, Puff Pastry Sheets

Sunday, June 1, 2014

Sate Sobikun Ponorogo

Saya penggemar makanan olahan bumbu kacang, contohnya sate. Namun saya agak pilih-pilih kalau beli sate, masalah hidup saya adalah kulit kenyel-kenyel seluruh lauk, pun demikian dengan kulit ayam. Jika saya pesan sate ayam maka praktis kulit ayam kenyel-kenyel tidak saya makan, tapi saya kasih ke partner makan saya. Akan lebih menyenangkan lagi kalau bisa pesan sate khusus daging ayamnya saja seperti di Sate Khas Senayan atau Sate Seberang RSPP Kebayoran Baru. Itu salah satu lapak sate yang saya suka, bumbunya sedap, satenya khusus daging ayam. Dijamin ludess saya makan.

Ngomong-ngomong soal sate, juara sate se-Indonesia Raya ini masih dipegang oleh Sate Ponorogo. Itu sate rasanya enak sedunia, bukan lagi enak se-Indonesia kayaknya sih. Bisa pesan sate khusus daging ayamnya saja dan bumbunya super lembut dan gurih. Lontongnya pun tekstur halus dan berwarna hijau akibat bungkusan daun pisang dan dimasak dengan tungku bahan bakar kayu. Persis buatan Ibu saya. Aissh sedaplah.

Jika kita ke Ponorogo, maka hampir sepanjang jalan protokol Ponorogo buka lapak jualan sate. Jangan heran juga, hampir seluruh lapak satenya enak. Super. Salah satu tempat yang cucok untuk makan sate yakni Sate Sobikun, letaknya di Kampung Sate, Ponorogo. Akses menuju ke sana memang melewati perkampungan, jalannya cukup sempit dan berliku, serta sedikit2 pasti ada plang jual sate Ponorogo. Persisnya tempat ini plangnya cukup besar bertuliskan Sate Sobikun. Parkirannya juga cukup luas.
Rasa satenya sungguh memanjakan lidah. Tidak hanya sate ayam khusus daging dan ayam khusus kulit saja, tapi juga ada sate kambing yang nggak kalah juaranya. Pokoknya kalau berkesempatan ke Ponorogo, sungguh nyesel kalau gak mampir beli sate. Yuk dicoba :D

Sate Sobikun, Kampung Sate, Ponorogo

Saturday, May 31, 2014

Burger Mini

Itadakimasu. Burger Mini Ala-ala isinya salada, ketimun, tomat, daging asap, sosis dan telur. Roti macem begini banyak kok ditemui di supermarket, plain burger mini. Saya membelinya di Makro, kalau sekarang namanya Lotte Wholesale.

Burger Mini

Risol Feat Bubur Manado

Pagi-pagi libur di rumah paling asyik itu bikin cemilan ini, risol isi rogut atau isi daging asap, ditambah dengan bubur manado. Makanan yang dibuat sendiri di rumah itu lebih higienis dan lebih sesuai selera. Bubur Manado ini dibuat dari beras yang di buat tim, jadi teksturnya agak kasar bulirnya, tidak benar-benar halus seperti bubur ayam biasa. Untuk sayurnya bisa digunakan jagung, bayam, serta labu kuning dan tomat. Warnanya akan berubah sendiri menjadi agak kemerahan. Rasanya cenderung manis dan gurih :D Kapan-kapan saya bagi resepnya yaa :P

Risol dan Bubur Manado

Warung Pasta

Pertama kali saya mencoba makan di Warung Pasta itu jaman-jaman baru buka di Cabang Margonda, sekitar bulan Agustus 2011, bertepatan dengan Bulan Puasa silam. Letak restoran ini jika dari arah Jakarta menuju Depok, maka letaknya tidak jauh dari Tugu Selamat Datang di Kota Depok, sebelah kiri jalan. Restorannya sangat sangat ramai pengunjung (apa karena jaman mau buka puasa dan baru happening dibuka kali ya). Kami sampai waiting list, padahal itu weekdays dan saat itu masih jam setelah 5 sore, wow.

Namun pada akhirnya kami pun dapat tempat :D Yeaaay Alhamdulillah. Lucunya kami memilih (atau sisa kebagian) tempat di luar, yang minim akan lampu. Ternyata tiap meja diberikan lilin. Hari menjelang Maghrib dan berbuka puasa, makin gelap dan remang-remang lilin menemani. Doooh pengen romantis tapi cekikikan terus sama pacar saya, akhirnya batal romantis.

Dari segi menu yang ditawarkan sangat beragam dan bikin saya pusing untuk memesannya. Segala jenis pasta disediakan, dari yang spagetti, penne, fetuccini, fushili dan sebagainya. Untuk cover sausnya pun banyak pilihan ada keju, taburan daging, seafood, jamur dan masih  banyak lagi. Ukurannya dari yang Small, Medium sampai Large dengan berat ratusan gram pasta. Selain pasta, di sini juga menyediakan Pizza, pokoknya Italian taste lah. Tempatnya nyaman dan cozy untuk dibuat ngumpul bareng rekan-rekan serta pacar.

Itadakimasu
Menu Warung Pasta
Yummy :P

Mie Aceh

Mie Aceh adalah masakan khas Aceh yang berupa mie kuning yang cukup besar, yang dimasak goreng maupun rebus dengan irisan daging sapi atau daging kambing, atau aneka makanan laut seperti cumi, udang, maupun telor. Makanan ini biasanya dihidangkan dengan emping, ketimun, bawang merah dan cabai rawit. Biasanya saya lebih senang pesan yang Mie Aceh Rebus, rasanya lebih mantap.

Sepanjang Mie Aceh yang sudah pernah saya coba di area Jakarta Selatan dan Depok, yang paling enak adalah Mie Aceh yang ada di Jajanan Babe, Tanjung Barat. Posisinya bukan di lapak yang ramai, tapi di lapak seberangnya yang biasa dipakai untuk parkir kendaraan di Jalan Nangka. Harganya cukup terjangkau dengan harga Mie Aceh dengan Udang dan Telur seharga 16.000 IDR. Yang tambah mengesankan saya adalah teh tarik mereka. Rasanya superrrr mirip dengan teh tarik yang biasa di sajikan di Kuala Lumpur atau Batam. Rasanya manis dan berbusa :D Harga teh tariknya adalah 7000 IDR

Selain di sana, saya juga suka makan Mie Aceh di Pidie 2000 Pondok Cina, Margonda. Tapi di sana pelayanannya kurang bagus, pelayanannya agak lama, dan bikin bosan untuk menunggu, keburu laper cyiiiin. Rekan saya merekomendasikan Mie Aceh Pidie 2000 yang dekat Kober, Margonda. Tapi sampai sekarang saya belum pernah coba sih. Mie Aceh yang biasa saya makan jaman kuliah ada di Jalan Mahali, rasanya super enak juga. Bentuk lapaknya adalah tenda pinggir jalan yang saat ini sudah tidak berjualan lagi (ngapain diceritain)

Mie Aceh

Kol Isi Ala-Ala

Iseng kebanyakan kol di rumah maka dibuatlah kol isi ala-ala super nggak jelas ini. Bentuknya memang agak tidak proporsional, tapi rasanya enak lho. Ini sebenarnya kol yang dikukus setengah matang hingga teksturnya agak layu, kemudian dimasukkan daging cincang yang sudah dicampur dengan bumbu, kemudian gulung-gulung seperti membuat kol yang ada di siomay. Setelah itu, barulah masukkan kukusan kembali dan tunggu sampai matang. Mudah untuk dibuat, cocok untuk sarapan pagi hari di rumah atau cemilan waktu iseng :P

Kol Isi Daging Cincang

Tahu Isi

Saya cinta mati sama makanan ini, apa pun olahan tahu pasti saya abisin tanpa sisa. Saya sampe dijulukin "Anak Tahu" sama rekan-rekan kantor karena bekal makan siang saya sering sekali olahan tahu. Mengapa tidak? Tahu itu sumber protein nabati kan. Salah satu olahan tahu adalah dibuat tahu isi, isinya adalah sayuran yang sudah diaduk dengan sambar super pedas. Ibu saya mengajari membuat tahu isi pedas ini sejak lama, sampai akhirnya ada franchise Tahu Jeletot yang mulai marak. Padahal saya sudah biasa makan tahu isi pedas itu sejak lama hehehee.


Kuliner Bogor : Es Bubur Buah Bogor

Kuliner tempo dulu yang mau saya review adalah Rahat Cafe yang terletak di Jalan Malabar 2 No. 1 Bogor, tepatnya di sampaing Plaza Pangrango. Agak masuk ke dalam jalan, tapi akan kelihatan jika sudah masuk gang-nya kok. Tempatnya lumayan enak untuk nongkrong bersama teman-teman, sahabat, keluarga atau pacar. 

Minuman andalannya adalah Es bubur buah, yaitu yogurt dengan rasa vanila atau strawberry dengan potongan buah segar di dalamnya. Harganya adalah Rp15.000 untuk satu porsi. Rasanya segar dan enak. Begitu juga dengan Es salju, yaitu potongan buah segar dengan es krim di atasnya.

Selain menyediakan Es Bubur Buah, di Rahat Cafe juga ada menu makanan lain seperti tutug oncom dan makanan tradisional, spagetti, kwetiau, nasi goreng dan lain-lain. Menunya cocok untuk makan siang dan harganya pas di kantong penjelajah kuniner yang mau ngirit. Sangat menyegarkan. Kapan-kapan mesti banget coba ke sini :D

Bubur Buah Bogor
Yummy Bubur Buah
Our Menu
Kwetiau :D
Spagetti Bolognaise

Tuesday, May 27, 2014

Choco Crunch Ala-Ala

Saat Ramadhan biasanya banyak anggota rumah yang sibuk juga menyiapkan kue untuk hidangan lebaran. Pun demikian dengan keluarga saya, namun biasanya kami membuat kue-kue itu pada minggu kedua Ramadhan, tidak mepet mau lebaran. Hal itu dikarenakan biasanya hari-hari terakhir Ramadhan kami melancong alias pergi-pergi ke Jawa atau Sumatera, atau jika stay di rumah ya sibuk mempersiapkan lontong sayur, rendang dan opor ayam. Maklum bikin lontongnya khusus, dari daun pisang dan digodok dengan panci besar dan tungku kayu bakar, ekstra lama dan kami membuatnya dengan porsi yang banyak, jadi cukup memakan waktu.

Untuk kue-kue kami biasa membuat kue semprit (ini wajib banget tiap tahunnya, karena ini kue kesukaan Bapak saya, jadi tiap tahun juga wajib banget bersihin nanas, motong nanas, dan ngaduk-ngaduk selai nanas di wajan besar), putri salju, castengels, dan nastar. Sedangkan kue-kue cemilan lain biasanya kami random sesuai selera, namun akhir-akhir ini cemilan yang satu ini tidak pernah absen dari rumah. Terlebih karena adik-adik saya sangat doyan dan agresif banget kalau sudah makan cemilan ini. Sekali buka toples, dikekep sendiri nggak diputar, boro-boro ditaro balik lagi ke meja. 

Cemilan ini terbuat dari Choco crunch cokelat yang dilapisi cokelat batangan yang sudah dicairkan, kemudian disusun di atas kertas alas kue, lalu atasnya ditaburi dengan butiran warna warni. Butiran penghias kue ini bisa dibeli di toko membuat kue atau bisa beli di pasar.

Kalau beli Choco crunch dari Nestle sudah pasti agak rugi bandar, berhubung adik-adik saya ganas makannya. Maka biasanya saya membeli Choco crunch KW yang logonya beruang cokelat itu lho, saya beli beberapa toples. Rasanya memang tidak semanis Choco crunch Nestle, namun tidak terlalu menjadi masalah karena pada akhirnya kan ada dibalut dengan cokelat juga. Rasanya akan menjadi manis. Ini semata-mata untuk menekan budget. Sungguh. *pengakuan

Pertama-tama, cokelat batang di iris tipis-tipis dengan pisau. Bagi yang malas mengiris cokelat gunakanlah parutan keju. Saya biasa menggunakan cara ini, sangat mudah dan cepat. Ini untuk mempercepat dan mempermudah proses pecairan cokelat. Cokelat batangan bisa di beli di supermarket, carilah di bagian pudding, agar-agar, dan sejenisnya. Haraga dan merek beragam berkisar 13.000 IDR - 20.000 IDR. Carilah yang rasa Cokelat biasa, atau boleh juga Dark Choco. 

Berhati-hati dalam mencairkan cokelat, sungguh ini penting sekali. Cara mencairkan cokelat bukan berarti cokelat dimasukkan ke dalam panci kemudian dipanaskan di atas kompor. Ini akan membuat cokelat melelh dari gosong. Kalau panik kemudian ditambah air? Ini makin memperburuk keadaan, cokelat yang bahannya banyak mengandung minyak memang tidak bisa disatukan dengan air. Akan ada gumpalan gumpalan yang akhirnya malah gagal.

Cara mencairkan cokelat adalah dengan cara merebus air dalam panci, kemudian angkat. Siapkan mangkok yang terbuat dari stainless, letakkan di atas panci tersebut. Kemudian setelah itu, baru masukkan cokelat yang sudah diparut ke dalam mangkok tadi. Ingat, mangkok ya bukan panci. Aduk perlahan. Uap panas dari panci akan disalurkan melalui pantat mangkok stainless yang berada di atasnya. Tak lama, cokelat pun akan mencair. 

Setelah cair, masukkan plain choco crunch ke dalam mangkok tadi, aduk-aduk hingga rata. ambil beberapa potong choco crunch dan susun di atas kertas alas kue, dan taburkan butiran warna. Tunggu hingga cokelat cair yang melumuri choco crunch itu kering. Setelah kering, baru kamu bisa memasukkan ke dalam toples dan menyusunnya dengan cantik. Rasanya enak dan bikin ketagihan anak kecil dan orang dewasa. Sangat cocok disajikan untuk acara keluarga di rumah, apalagi momen lebaran. Selamat mencoba :D

Mangkok bekas adegan mencairkan cokelat, dan cokelat parut di sisi kiri
Kalau malas mengiris cokelat, gunakan parutan, lihat bentuknya keriting :P
Chococrunch ala-ala siap dihidangkan

Asinan Mangga

Lanjut lagi postingan soal rujak, saya teringat mangga yang bergerombol menggiurkan di pohon mangga....... tetangga saya *kirain pohon mangga saya? Bukan, punya tetangga, soalnya saya nggak punya pohon mangga :( brb manjat pohon mangga tetangga.

Menjelang musim mangga begini paling asik bikin asinan mangga sendiri di rumah, cara membuatnya sangat mudah dan hemat loh ketimbang harus membeli asinan di abang-abang. Udah nyari abang-abangnya susah, pas nyoba makan asinannya di rumah....ternyata rasanya juga di luar ekspektasi. Rasanya pengen keluar pager rumah buat manggil lagi itu abang-abang siapa tau asinannya bisa ditukar karena ada garansi "asinan gak enak, dijamin diganti, atau asinan gak enak, uang kembali"

Bikin asinan sendiri itu lebih hemat, terlebih kalau mangga-mangga-nya dapet dikasih dari tetangga :P Selain itu bikin asinan di rumah itu hemat ongkos, karena tidak perlu mengeluarkan biaya transport untuk datengin abang-abang asinan di pinggir jalan, yang lokasinya agak jauh dari rumah. Kita hanya perlu duduk di rumah dan bikin asinan. Simpel.

Okeh, intronya kepanjangan. Sejujurnya isi postingan ini lebih pendek daripada intro tadi. Berikut saya paparkan bahan-bahan dan cara membuat asinan mangga super.....

Bahan :
- Mangga Indramayu yang mengkal, untuk banyaknya sesuaikan dengan penghuni rumah ya (syukur-syukur kalo mangga-nya dikasih sama tetangga sih *tetep ngarep)
- Garam
- Gula
- Cabai

Cara Membuatnya :
- Mangga dikupas sampai bersih, kemudian dicuci dan dipotong tipis-tipis sesuai selera. Bentuknya saya tidak menginstruksikan supaya pembaca bisa berkreasi sendiri. Saya orangnya nggak maksa, jadi kalau mau bikin dengan bentuk kotak-kotak kayak spongebob juga silahkan.
- Setelah mangga terpotong-potong, tiriskan dan masukkan dalam wadah cukup besar.
- Masukkan air matang ke dalam wadah tersebut
- Masukkan garam cukup banyak ke dalam wadah
- Diamkan selama 3-4 jam sampai tekstur mangga yang tadinya keras agak melunak dan layu
- Buang air garamnya, tiriskan.

Sekarang bagaimana cara membuat air asinannya. Ini lebih parah lagi gampangnya. Cabai diulek sampai agak halus namun masih menyisakan tekstur kulit cabai, oleskan ulekan cabai tersebut ke mangga tadi, aduk-aduk sampai rata. Masukkan air matang secukupnya, tambahkan garam dan gula secukupnya. Peran gula ini sangat penting untuk penyeimbang rasa, supaya tidak terlalu asin. Rasanya pun lebih gurih jika ditambah gula. Jika rasa kuahnya sudah cukup pas, masukkan wadah yang berisi asinan mangga itu ke dalam kulkas. Asinan macem begini lebih nikmat disantap dalam keadaan dingin. Segaaarrr.

Bagaimana? Mudah kan? Bagi yang memiliki pohon mangga yang mulai masak, silahkan bersiap-siap. dan bagi yang tidak memiliki pohon mangga, jangan bersedih hati, setidaknya kiri kanan kamu masih ada tetangga yang punya pohon mangga, baik-baikin dari sekarang *persiapan :P Bagi yang nggak mau repot, bisa kok beli di pasar, harga mangga Indramayu per kilogram berkisar 20.000 IDR sampai dengan 25.000 IDR, pintar pintarlah menawar :D

Asinan Mangga Ala-ala

Rujak Super Enak

Selama ini saya makan rujak kayaknya standar-standar saja isinya. Biasanya sekedar mangga, jambu air, kedondong, pepaya mengkal, bengkoang, dan nanas. Namun ketika saya beli rujak ini, saya terpukau uwow, ramai buahnya. Bagaimana tidak isinya anti mainstream, penjual rujaknya menyertakan buah-buahan lain ke dalamnya yang tidak biasa. Tambahan buah lain yang masuk seperti semangka, melon, jambu batu merah, apel, nangka dan pear. Buah-buahan manis yang yang tidak biasa dirujak namun turut serta meramaikan. Porsinya pun tidak tanggung-tanggung, super buanyak. Bumbu rujaknya? Jangan ditanya, sangat halus dan pas kombinasinya. Harganya cukup standar hanya 10.000 IDR saja. Posisi jualannya persis ada di depannya Mandiri Margonda dekat Pesona Khayangan. Babe yang jual biasa menggunakan jam tangan longgar warna gold *sampai hafal gitu saya. Untuk yang bosan dengan rujak standar, boleh lah dicoba rujak nano-nano ini.

Selain rujak depan Mandiri Margonda, saya juga punya satu lagi tempat membeli rujak yang cukup favorit, yakni Rujak Halte UIN, karena biasa mangkal gerobaknya di halte UIN dekat sekali dari BNI Cabang UIN. Buahnya sangat segar, penuh warna dan bumbu rujaknya sangat ciamiikkk. Harganya 10.000 IDR dan porsinya super banyak. Bapak yang jual pun sangat lihai melayani pembeli yang mengantri, jika siang hari hilir mudik pembeli yang membeli untuk dibungkus bawa pulang. Paling tidak mereka membeli dua sampai empat bungkus sekali pesan. Weeeew. Untuk sambal rujak tersedia dengan tingkat kepedasan yang berbeda, tinggal bilang saja mau yang tidak pedas, sedang atau super pedas :D

Mau panas atau pun hujan, cemilan rujak itu memang tidak ada matinya di kantor, apalagi jika dimakan ramai-ramai, serunya rebutan :D

Rujak depan Mandiri Margonda, bentuknya memang agak berantakan tapi asli recommended banget

Monday, May 26, 2014

Abuba Steak

Sudah pernah mencoba Steak Abuba? Kalau belum mencoba, tidak ada salahnya untuk kuliner makanan ini. Lokasinya cukup strategis di Jl. Cipete Raya Nomor 14A, Jakarta Selatan. Jika dari arah Lottemart Cipete, masuk saja ke jalan Cipete Raya yang ada BNI Cipete, lurus terus sampai hampir ujung pertigaan jalan, posisinya ada di sebelah kanan, gedung Abuba Steak motif kotak-kota menjulang.

Awalnya warung steak ini hanya warung kecil biasa, sederhana dan tidak begitu besar. Letak tempat makannya memang tetap di pinggir jalan, dan pegawai yang membakar steaknya pun di pinggir jalan. Tak heran kalau lewat Jl Cipete Raya ada asap ngebul di pinggir jalan sudah pasti berasal dari Abuba Steak. Kini Abuba sudah mengudara, sudah banyak omzetnya maka tempat makannya pun dibuat ekstra luas. Pernah saya iseng mengintip ruang panggang mereka, luar biasa besar dan banyak kompornya. Beda banget sama warung steak Abuba jaman dulu :P

Abuba Steak menyajikan masakan steak Eropa dan Amerika, diantaranya Steak lokal Tenderloin, Steak lokal T.Bone, Steak Lokal Sirloin, Steak NZ Tenderloin, Steak NZ Sirlon, Steak Wagyu Sirloin, Steak Wagyu Rib Eye, Grill Chicken dan Grill Kakap. Range harga makanan tersebut adalah 40.000 IDR sampai dengan 250.000 IDR tergantung jenisnya. Tempat makan ini sudah buka dari pukul 11.00 dan tutup sampai dengan pukul 12.00 malam. Jika weekdays sudah lewat dari jam kantor maka tempat ini sudah mulai ramai. Terlebih lagi jika weekend, semakin banyak pengunjung yang dtang untuk mencicipi Abuba steak ini.

Tenderloin Abuba Steak

Paspor Cover

Bosan dengan cover paspor yang ijo-ijo saja dan kaku? Coba saja buat cover paspor sendiri sengan motif sesuai selera. Ini contohnya :D 

Cover paspor ini terbuat dari katun jepang dan dijahit dengam pola seperti sampul buku tapi ukuran kecil. 

Sangat mudah dan menarik untuk iseng-iseng di rumah. Hehehee. Selamat mencoba.

Sushi Goreng

Pernah makan sushi? Biasanya sushi dibuat dari nasi yang digulung dengan nori (rumput laut) dan berisi ikan salmon mentah atau sejenisnya.

Tapi saya kurang begitu suka dengan sushi ikan mentah, maka percobaan kreasi sushi pun dimulai di rumah :P

Sushi Goreng.

Ini adalah sushi yang terbuat dari nasi biasa namun ditempel di rori tawar putih. Roti tawar putih di luar, kemudian nasi, baru dimasukkan bahan2 isinya seperti daging, mayonaise, keju, sayuran dan sebagainya. Jika tidak suka ikan maka bisa diganti dengam daging. Setelah diratakan, gulung roti tawar tersebut seperti karpet gulung. Hati-hati waktu menggulung ya, agak ditekan supaya rekat.
Gulungan tadi dibalur dengan kuning telur dan dibalur kembali dengan tepung roti. Persis seperti membuat risoles :D Setelah itu, gorenglah gulungan dengan api kecil, sampai kuning kecoklatan. Matang. Angkat dan tiriskan.

Setelah gulungan masak, baru potong potonglah sesuai selera dan mirip bentuk sushi. Hidangkan dan santap selagi masih panas. Tambahkam saus jika suka pedas dan mayonaise jika mau. Bagamaina? Mudah kan! Hidangan ini cocok untuk dijadikan bekal ke sekolah, kampus atau ke kantor :P

Avatar Twitter

Iseng saya buka timeline twitter maka muncullah 3 nama di bawah ini, fokus saya perhatikan avatarnya ketimbang celotehan tweet mereka. Maka jadilah saya gambar avatar mereka hehhehee. Sayang sekali saya lupa screencapture foto asli avatar mereka yaaa...
Tadaaa... Sherina Munaf, Oki Setiana Dewi dan Marshanda :D

Kuliner Bogor : Pizza Kayu Bakar Kedai Kita

Masih dalam edisi kuliner Bogor, tidak lengkap rasanya jika sudah berjalan jalan di daerah Jalan Salak dan Jalan Pangrango tapi tidak mampir ke Kedai Kita. Ya, ini adalah kedai yang menjual menu utama berupa pizza kayu bakar. Nama yang  unik dan bikin penasaran. Betapa tidak, pizza yang kesannya modern dan western kenapa segala ada kayu bakar yang terkesan desa banget?

Pizza Kayu Bakar Kedai Kita Rasa Keju
Apa uniknya pizza ini? Ternyata sesuai dengan namanya yakni Pizza Kayu Bakar, cara pembuatannya dipanggang dengan oven yang bahan bakarnya memang dari kayu. Mungkin akan menjadi beda di rasanya, karena ada khas kayu bakar. Bentuknya lebih kecil dari pizza kebanyakan dan lebih tipis. Rasa kejunya melted dan sangat kental. Selain menjual pizza, masih banyak lagi menu lain yang patut untuk dicoba lho. Saya merekomendasikan Mie Sapi Lada Hitam Hot Plate, rasanya super dan porsinya banyak hehe :D

Itadakimasu, di Kedai Kita Bogor
Es Buah Segar
Es Jeruk Kelapa
Zuppa Soup dan Mie Sapi Lada Hitam