Showing posts with label scrapthings. Show all posts
Showing posts with label scrapthings. Show all posts

Friday, July 10, 2015

Paper Studio : Saatnya Berkreasi

Awal saya kenal dengan Paper Studio saat saya masih SMA semester akhir. Lokasi SMA saya yang berada di bilangan Bulungan, Blok M mengakibatkan saya tinggal ngesot untuk mencapai Blok M Plaza. Di dalam mall tersebut ada Paper Studio yang letaknya di lantai atas, dekat Toko Buku Gunung Agung. Saya bisa menghabiskan waktu untuk memilih pernak penik lucu menghias scrap. Apalagi melihat hasil scrap yang menggemaskan dan super kreatif. Waaaahhh. Kesukaan saya ini berlanjut sampai kuliah bahkan sampai saya bekerja. Saat itu juga ada counter Paper Studio di Detos, alangkah senangnya dekat dari rumah. Namun sayang hanya beberapa bulan saja kemudian tutup, pun demikian dengan counter di Blok M Plaza. Saat saya bekerja saya akhirnya menemukan counter di Plaza Semanggi yang berlokasi dekat dengan 21 Studio. Namun pupus juga harapan saat tahun 2013 ternyata toko tersebut juga tutup. Tidak kehilangan semangat saya mencari di counter yang lain yakni di Gandaria City yang berada di seberang XXI, persis disamping counter camilan snack. Satu lagi saya biasa beli di Kota Kasablanka yang berada di lantai bawah dekat KFC (agak pojok sih lokasinya).

Counter Paper Studio biasanya tidak begitu besar, namun berwarna warni dan rapi akan jejeran barang yang dijual. Suasananya lebih ke nuansa kayu. Paper Studio ini menjual pernak pernik untuk membuat scrapbook, kebanyakan memang import dari luar. Ada berbagai hiasan bunga, hiasan pagar, pohon, tulisan dengan berbagai tema baik pernikahan, anniversary, persahabatan, ulang tahun. Ada pula hiasan yang terbuat dari ukuran kayu dengan bentuk yang lucu. Untuk range harga pernak penik berkisar 3000 IDR sampai dengan 50.000 IDR per set. Wallpaper juga dijual dengan ukuran beragam dan tema yang super banyak. Harga wallpaper seharga 9000 IDR. Paper Studio juga menyediakan frame 3D. Jadi dibagian dalam frame terdapat rongga lagi, karena kita akan memasang banyak hiasan dengan ketebalan beragam, tidak akan mungkin menggunakan frame foto biasa. Harga frame kecil berkisar 45.000 IDR sampai 60.000 IDR tergantung dari jenis material dan bahan frame. Untuk frame medium berukuran 30cmx30cm dengan harga 60.000 IDR sampai dengan 90.000 IDR. Sedangkan frame yang lebih besar lagi range harga di atas 100.000 IDR.

Harga yang ditawarkan oleh Paper Studio lebih murah ketimbang toko scrapbook lainnya yang pernah saya datangi. Harga lebih terjangkau, namun koleksi tidak kalah banyak. Paper Studio juga menyediakan jasa untuk pembuatan frame untuk customer yang tidak punya waktu menghias atau memang tidak bisa menghias. Jadi kita pilih sendiri bahan baku untuk hiasannya, frame, wallpaper, serta foto yang akan dipasang, setelah itu diserahkan kepada petugas Paper Studio untuk dikerjakan. Mengenai desain diserahkan kepada petugas, namun customer bisa request dan melihat langsung hasil kerjanya. Jika sudah selesai bisa dibawa pulang dalam hari yang sama. Mudah bukan? Kalau ada yang ingin mengunjungi Paper Studio boleh lho mampir, dijamin bakal betah berjam-jam untuk memilih pernak perniknya.

----
PAPER STUDIO
Cabang di Jakarta :
- Gandaria City Lantai 2, Jl. Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
- Kota Kasablanka Lantai LG, Jl. Casablanca No. 88, Jakarta Selatan
- Kalibata City Square, Jl Kalibata Raya, Jakarta Selatan
- Mall Ciputra Lantai LG2 / 33A, Jl. Arteri S. Parman, Grogol Petamburan, Jakarta Barat
- La Piazza Lantai G, Jl. Kelapa Gading Boulevard Blok M, Kelapa Gading, Jakarta Utara


Prewedding Photo (?)

Saya dan calon suami sepakat untuk tidak memajang foto kami berdua ukuran besar di pesta pernikahan kami berdua. Agak malu rasanya pajang foto berdua dalam ukuran yang besar untuk dipertontonkan. Bapak saya juga tidak mengizinkan. Akhirnya saya berinisiatif untuk lagi-lagi membuat scrapbook frame yang isinya foto foto kami berdua dalam ukuran yang kecil. Ada pun material fotonya sebenarnya simpel, saya tidak mempersiapkan fotografer foto prewedding selayaknya orang-orang. Saya menggunakan hasil foto yang diambil oleh fotografer catering dalam rangka test make up. Jadi catering Griya Dara menyediakan fasilitas test make up sekaligus foto prewedding indoor. Yaa berhubung sudah paket tanpa keluar biaya lagi maka saya manfaatkan foto tersebut untuk material scrapbook frame. Foto session lainnya diambil oleh sahabat saya yakni Febi di lokasi Kampus UI, tepatnya di danau UI Wood. Sengaja saya memilih tempat di UI karena dekat dengan rumah saya dan kampus itu merupakan kampus saya dan pasangan. Kami mengambil foto dengan baju casual dan membawa toga kelulusan. Hanya dua sesi saja, dan hanya 1 jam pengambilan gambar. Ekspress bener namanya foto main-main :D

Setelah saya kumpulkan foto tersebut menjadi satu, kemudian saya mencetaknya dengan ukuran 2R (ukuran kecil) dan menggunting-gunting sesuai selera untuk di pasang. Pengerjaan hias-hias foto ini juga tidak memakan waktu yang lama karena saya  memang hobi bikin kaya ginian. Saya memilih frame berukuran 30cm x 30cm untuk satu sesi. Dan hasil utak atik, gunting-gunting, tempel-tempel saya selama seharian, silahkan dicek di bawah ini.




Menghias Mahar Pernikahan

Salah satu bagian yang saya suka dalam persiapan pernikahan adalah menghias mahar. Saya dan calon suami memang sudah menyiapkan mahar dari jauh hari dan rencananya saya akan menghias sendiri kotak maharnya. Tentunya dengan hobi gunting-gunting ala scrapthings, saya akan menghias mahar yang nantinya menjadi mahar pernikahan saya. Saya mendapatkan bahan-bahan serta frame dari Paper Studio, tempat favorit saya selama saya membuat scrapbook. Saya memilih frame ukuran kecil, karena untuk mahar logam mulia memang tidak begitu besar, apalagi hanya satu batang, kalau kebesaran frame agak jomplang juga. Harga framenya 50.000 IDR. Bahan-bahan banyak juga yang sudah saya miliki karena saya biasa menimbun pernak pernik scrapbook.

Pengerjaan hias mahar dikerjakan pada malam hari supaya lebih konsen (padahal waktu senggangnya cuma ada malam hari sih). Dimulai dengan pemilihan latar belakang frame atau wall paper, saya suka dengan motif bunga. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun tirai yang terbuat dari kain tile warna broken white, atur supaya bentuknya mirip gorden/tirai. Setelah dipasang, maka mulai untuk menyusun penempatan hiasan dan maharnya. Tidak lupa untuk mencantumkan nama pengantin dan tanggal pernikahan supaya bisa dikenang seumur-umur :D Kurang dari 2 jam akhirnya proses hias mahar selesai juga. Memang cepet kalau urusan hias-hiasannya seperti ini, apalagi kalau sedang mood.


Seperti inilah hasil hias mahar yang saya buat :D Puas juga, lumayan kan? - Noni Halimi 


Monday, May 26, 2014

Paspor Cover

Bosan dengan cover paspor yang ijo-ijo saja dan kaku? Coba saja buat cover paspor sendiri sengan motif sesuai selera. Ini contohnya :D 

Cover paspor ini terbuat dari katun jepang dan dijahit dengam pola seperti sampul buku tapi ukuran kecil. 

Sangat mudah dan menarik untuk iseng-iseng di rumah. Hehehee. Selamat mencoba.

Thursday, May 22, 2014

Menjahit

Perempuan itu harus bisa jahit. Itu kata Ibu saya. Ada benarnya juga sih, disamping menjahit itu menyenangkan, bisa berkreasi model baju sendiri dan yang jelas bisa lebih hemat. Saya punya tutor menjahit yang sangat profesional yang tidak lain adalah Ibu saya sendiri. Hehehe.

Awalnya memang agak malas, terlebih harus membuat pola dulu. Saya memang senang menggambar, tapi kalau disuruh menggambar pola, haduh mending disuruh menggambar yang lain deh!

Menggambar pola baju dilakukan di atas alas kertas koran Bapak saya yang sudah tidak terpakai. Pensil 2B yang bertaraf nasional untuk ujian digunakan untuk menggambar, soalnya lebih terang. Untuk ukuran dan lekuk2 menggunakan feeling (ini yang saya belom bisa), sebelumnya sudah pasti harus mengukur badan terlebih dahulu.

Setelah corat coret pola selesai maka dilanjutkan dengan menggunting pola. Jangan lupa, sisi yang digunting dilebihkan 2-3 cm untuk jahitan pinggir lho. Setelah itu barulah kita jeplak di bahan, supaya tidak gerak-gerak, satukan bahan dan kertas pola dengan jarum pentul setelah itu bahan pun digunting.
Selesai jadi guntingan bahan, maka jahitlah kesemuanya. Kemudian diobras dan dijahit kembali.

Dan...jengjeng, baju siap dipakai. Keuntungan menggunakan baju yang dijahit sendiri adalah benar-benar the one and only, nggak ada yang nyamain laah. Extraordinary :D

Saya lebih senang menjahit menggunakan katun jepang. Bahannya lebih tebal, mudah dijahit dan motifnya sangat cantik. Untuk mendapatkan katun jepang dengan motif-motif kimono yang langsung di import dari Jepang bisa dicari di Blok A Tanah Abang lantai B2 di Toko Sunardi. Banyak motif kain cantik di sana. Harga per meternya sekitar Rp. 35.000 - Rp. 50.000. Yuk, menjahit!

Monday, May 19, 2014

3D Puzzles

This is one of my favorite toys. It name is 3d puzzles. This is my very first 3D puzzles, well someone was gave me this toy for farewell gift. This is actually gift anyway, not buy by myself :p But whatever, he choosed the level of difficulty which is challenging enough for me. Tadaaaa... The Capitol Hill :D The building consists of several interconnected parts symmetrical. I love the symmetrical building!

Do you know Capitol Hill? Ahh kemonn, masa nggak tau.
Let me explain for you all.... *backsound stereosa*

Capitol Hill, aside from being a metonym for the United States Congress, is the largest historic residential neighborhood in Washington D.C., stretching easterly in front of the United States Capitol along wide avenues. It is one of the oldest residential communities in Washington, and, with roughly 35,000 people in just under 2 square miles (5 km2), it is also one of the most densely populated (ah baiklah ini juga copas dari Wikipedia. Blame on me)

Let me show you the 3D Puzzles and the reality building. Check this out.

The Capitol Hill US

The Capitol Hill ala-ala :D