Showing posts with label liburan. Show all posts
Showing posts with label liburan. Show all posts

Wednesday, August 26, 2015

Wisata Penangkaran Rusa Cariu, Bogor (One Day Trip)

 
 
Berawal dari siang bolong menjelang bulan suci Ramadhan, saya dan suami menonton acara televisi mengenai liputan penangkaran rusa di Cariu, Bogor, alhasil membuat kami berdua mupeng untuk pergi ke sana. Namun acara 'meet and greet' dengan rusa-rusa unyu harus tertunda selama sebulan lebih karena bulan Ramadhan dan lebaran. Pada awal Agustus lalu agenda tersebut baru terlaksana. Apa yang menarik dari tempat wisata penangkaran rusa di Cariu, Bogor ini?

Menjadi Alternatif Liburan Keluarga

Penat di kota Jakarta membuat sebagian besar warga Jakarta menginginkan sweet little escape untuk liburan sejenak, menghindari kota yang super macet tersebut, solusinya adalah wisata ke luar kota. Namun tidak banyak warga Jakarta yang punya waktu senggang, sehingga butuh destinasi wisata yang bisa ditempuh dengan singkat. Nah, salah satu alternatif solusinya adalah berlibur ke Cariu, Bogor untuk melihat rusa-rusa secara terbuka dan bebas. Berbeda dengan rusa yang ada di Istana Bogor yang terkurung dalam jeruji pagar, pengunjung hanya bisa melihat dari luar—rusa yang ada di penangkaran ini berkeliaran bebas di padang rumput dan pengunjung bisa sepuasnya memberi makan dari jarak dekat.

Lokasi wana wisata penangkaran rusa Cariu ini sebenarnya bukan di daerah Bogor kota, namun masih membutuhkan sekitar 40 KM dari kota Cibubur dan hampir memasuki kota Cianjur. Untuk mencapai tempat wisata ini, kamu bisa mengambil jalur Cibubur melalui Cileungsi, kemudian melewati Taman Buah Mekarsari lanjut ke Jalan Raya Jonggol, ke arah Cariu. Perjalanannya memang cukup panjang, disarankan untuk berangkat dari pagi hari untuk menghindari macet. Perjalanan dari Jakarta menuju lokasi ini bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Selain itu, siapkan juga perbekalan untuk anak-anak sarapan. Suasana perjalanan menuju Cariu Bogor dihiasi dengan pemandangan hijau yang mengesankan, cukup membuat sejuk mata serta banyak melewati sungai besar yang tentunya menarik bagi anak-anak. 

 
Saat sudah mencapai tujuan, jangan heran kalau petunjuk jalan Penangkaran Rusa Cariu hanya berupa plang kecil. Turunkan kecepatan kendaraan kamu dan perhatikan di sisi sebelah kiri saat jalan mulai menurun. Kamu akan melihat spanduk yang berisi informasi wisata penangkaran rusa Cariu, belok kiri. Memang agak mengejutkan, jalan masuk ke tempat wisata tersebut rusak tidak beraspal padahal kondisi jalanan menurun. Jangan putus harapan, kamu sudah melalui jalan yang benar. Memang pintu masuknya agak anti mainstream yaaa.

Sesampainya di sana, kamu parkir kendaraan di lokasi parkir yang tidak begitu luas hanya mampu menampung kurang lebih 10 mobil. Maka disarankan datang pagi hari supaya belum penuh pengunjung. Banyak pengunjung yang datang dengan kendaraan roda dua juga. Setelah parkir, silahkan ke bagian pembelian tiket untuk membeli tiket masuk seharga Rp. 8000 (delapan ribu rupiah) per orang. Cukup murah bukan? 
 
 
 

Suasana Penangkaran Rusa

Perjalanan masuk penangkaran rusa ini diawali dengan jembatan gantung tua yang menegangkan untuk anak-anak. Kapasitas jembatan hanya bisa dinaiki maksimal 10 orang, Jika terlalu banyak orang ada baiknya menunggu giliran supaya tidak sulit ketika berjalan papasan. Air sungai yang berada di bawah jembatan tersebut tidak begitu deras, sehingga bisa diipergunakan untuk bermain air oleh anak-anak. Selepas melewati jembatan, kamu akan melewati banyak bale-bale tempat beristirahat persis di depannya banyak warung makan dan warung makanan ringan. Makanan yang dijual beragam, ada ayam bakar, ikan bakar, oseng-oseng sayuran, es kelapa hijau dan lain sebagainya. Jika membawa makanan dari rumah juga bisa beristirahat dan makan di tempat ini. Lanjut berjalan menuju hutan, akan ada petunjuk jalan ke arah pengangkaran rusa. Jalannya cukup menanjak dan berliku, kurang lebih 200 meter perjalanan hingga sampai ke lokasi padang rumput penangkaran rusa. Usahakan abak-anak mengenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, tidak membawa banyak barang karena tentu akan menyulitkan ketika berjalan kaki, snack jika dibutuhkan, air mineral, serta baju ganti untuk anak. 
 

 
Karena sedang musim kemarau, maka rumput yang terhampar pun agak kecokelatan, tidak hijau seperti harapan. Jika datang terlalu siang, maka rusa-rusa tersebut sudah sembunyi entah kemana terlebih udara dan cuaca yang sangat panas tentu akan membuat rusa malas untuk menampakkan diri. Meski demikian masih ada rusa yang tetap berkeliaran walaupun jumlahnya tidak banyak. Anak-anak bisa mengamati rusa dari gazebo pengamatan rusa, namun jika ingin memegang langsung dan memberi makan rusa bisa turun dan mendekati rusa di padang rumput. Jika ingin memberi makan rusa, kamu bisa membeli pakan rusa berupa ubi yang sudah dipotong-potong tak jauh dari lokasi gazebo, denga harga 5000 per ember. Dijamin rusa super lahap memakannya. Jika tidak mau membeli, kamu juga bisa membawa makanan rusa dari rumah yakni berupa kangkung, ubi, wortel dan kacang panjang.

Jika ingin melihat rusa yang ramai, maka datanglah pagi hari ketika jam pemberian makan kepada rusa-rusa yakni pukul 07.00 pagi. Banyak rusa yang berkeliaran di lahan seluas 5 hektar ini, totalnya ada 70 ekor rusa, namun yang berkeliaran hanya 30-an rusa. Jenis rusa yang dibudidayakan di tempat penangkaran rusa ini adalah jenis rusa timor, rusa totol, dan rusa bawean. Rusa-rusa ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia terutama pulau Jawa dan Bali. Jika ingin memberi makan rusa tidak perlu khawatir, mereka jinak. Meski demikian perlu berhati-hati juga untuk rusa yang bertanduk, mana tahu bisa menyeruduk :D

Selepas berlarian dengan rusa dan memberi makan rusa, anak-anak bisa beristirahat di gazebo. Walaupun bisa bebas berlarian di padang rumput, namun jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya ya. Jangan tinggalkan sampah-sampah di padang rumput atau area sekitar penangkaran terutama sampah plastik karena bisa membahayakan rusa apabila termakan oleh mereka. Jika sudah selesai bermain dan ingin makan siang atau makan snack, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer supaya tetap steril.







Tidak jauh dari lokasi penangkaran terdapat warung makan dan tempat bermain anak berupa ayunan, enggrang, jungkat-jungkit dan sebagainya yang tidak kalah menarik bisa dimainkan oleh anak-anak. Saya dan keluarga pun menyempatkan untuk beristirahat serta shalat di rumah tersebut. Warung tersebut juga menjual indomie goreng/rebus seharga 10 ribu rupiah lengkap dengan telor. Harga yang masih cukup rasional dan murah untuk area wisata seperti itu. Lumayan untuk cemilan perut. Pulangnya kami sempatkan untuk main turun ke sungai karena airnya sangat surut dan menarik untuk area bermain anak terutama balita.


Wisata ke luar kota memang tidak harus ke tempat yang mahal dan menghabiskan banyak uang, wisata murah meriah seperti ke penangkaran rusa Cariu, Bogor ini b isa menjadi alternatif menarik yang bisa diambil. Selamat mencoba :) -Noni Halimi

------------------------
Wana Wisata Penangkaran Rusa Cariu
Alamat : Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Bogor
Telepon : 022-7278341 atau 022-61006009
Jam operasional : 07.00 – 17.00 
Pict source : liburananak.com

Tuesday, August 18, 2015

Apply Visa Jepang Tidak Sulit


Jepang merupakan salah satu Negara tujuan utama traveling seumur hidup saya. Bayangkan saya sudah memimpikan bisa menginjakkan kaki di Jepang sejak masih Sekolah Dasar. Berbekal mimpi dan tekad yang tiada henti, akhirnya bulan April 2014 saya dan travelmate Febiana Malini memutuskan untuk booked tiket Jakarta-Jepang-Jakarta untuk keberangkatan bulan Oktober 2014. Setelah booking tiket, bayar harga tiket pesawat yang ada bukan tenang malah makin deg-degan. Bagaimana tidak, Jepang merupakan salah satu Negara yang mengharuskan wisatawan memiliki Visa untuk masuk ke Jepang, terutama wisatawan Indonesia. Rasanya sirik berat ketika tahu Negara tetangga saya yakni Malaysia bebas Visa untuk masuk ke Jepang. Mengapa Indonesia tidak? Mengapa oh mengapa… Tapi tenang, hal tersebut bisa jadi penyemangat saya, tujuan jangka pendek saya yakni APPROVE VISA JEPANG. Kenapa harus approve? Karena pengajuan visa dilakukan mininmal H-3 bulan sebelum keberangkatan alias mepet, jika pengajuan visa ditolak, maka otomatis tiket pesawat Jakarta-Jepang-Jakarta yang sudah saya pesan resmi hangus, karena untuk pengajuan kembali visa baru bisa dilakukan 6 bulan setelah penolakan. Pastinya sudah lewat waktu keberangkatan pesawat saya.

Approval Visa Jepang sulit? Persiapkan dulu segalanya.

Katanya approval Visa Jepang cukup sulit dibanding Negara-negara lainnya, bahkan Korea. Hal ini karena Jepang sangat membatasi jumlah wisatawan yang masuk (maklum Negara kecil padat penduduk), dikhawatirkan banyak wisatawan yang sudah nyaman di Jepang dan gak balik balik ke Negara asal, hehehehe bercanda. Namun benar, isu tersebut sudah sangat nyaring, terlebih Jepang merupakan salah satu juga Negara tujuan wisata dunia. Bahkan ada yang bilang (entah siapa saya juga lupa), kalau belum pernah traveling ke Jepang, maka kamu belum pernah traveling yang sebenarnya. Wuiiih…

Untuk bisa memenangkan pertempuran pastinya perlu persiapan, demikian halnya dengan apply Visa Jepang, ada baiknya menyiapkan hal-hal dibawah ini:

1. Google sangat memfasilitasi saya dalam mencari informasi apa pun, tak terkecuali informasi mengenai cara mengajukan visa sendiri dan pengalaman-pengalaman yang mereka alami saat mengajukan visa. Saya banyak membaca dari berbagai blog untuk tambahan informasi saya mengenai apply visa Jepang. Kalau kata pepatah (yang lagi-lagi saya lupa dari mana asalnya) Information is Power, cari sebanyak-banyaknya.

2. Membuka Website Kedutaan Jepang di Indonesia, baca sampai ludes isinya, terutama bagian tata cara apply visa Jepang untuk liburan.

3. List dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan visa liburan ke Jepang dengan lengkap tanpa ada yang kurang.

4. Susun semua berkas dengan rapi sesuai dengan urutannya. Mengenai urutan penyusunan dokumen bisa lihat di sini.

------------

Berikut ini adalah dokumen-dokumen yang perlu disiapkan untuk apply Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri:
  1. Paspor yang masih aktif minimal 6 bulan tanggal keberangkatan 
  2. Isi formulir permohonan visa liburan ke Jepang download di sini
  3.   Tempel pas foto terbaru (ukuran 4,5 x 4,5 cm diambil 6 bulan terakhir tanpa latar bukan hasil editing, jelas/tidak buram) Kalau bingung, datang saja ke tukang cetak foto, bilang mau buat foto visa. 
  4. Foto copy KTP 
  5. Foto copy Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa) 
  6. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang, jika kamu sudah memesan tiket pesawat maka print hasil bookingnya) 
  7. Jadwal perjalanan (berisi semua kegiatan yang akan kamu lakukan sejak masuk hingga keluar Jepang) 
  8. Foto copy dokumen yang menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti Akta kelahiran, Kartu Keluarga dsb (bila pemohon lebih dari satu) 
  9. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan. Bila pemohon yang bertanggung jawab atas biaya (foto copy bukti keuangan, seperti rekening koran dari Bank atau foto copy buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya)
Pembuatan Visa

Permohonan Visa tidak bisa diterima, apabila seluruh persyaratan tidak dipenuhi / tidak lengkap.
Setelah permohonan diperiksa, apabila diperlukan dokumen lain sebagai tambahan, akan diminta kemudian.
Permohonan visa hanya akan diproses di Konsulat yang sesuai dengan wilayah yurisdiksi masing-masing. (klik di sini untuk melihat wilayah yurisdiksi). Proses pembuatan visa : minimal 4 (empat) hari kerja

Alamat Kedutaan Jepang

Jl. M.H. Thamrin No. 24, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350. No. Telp (021) 31924308. Gedungnya berwarna abu-abu dan letaknya persis di samping EX Mall.

Jam Kerja Bagian Visa

Hari Senin – Jumat, (kecuali pada hari libur nasional dan libur Kedutaan)
Pengajuan Permohonan Visa : Pukul 08:30 – 12:00
Pengambilan Paspor : Pukul 13:30 – 15:00

Biaya Pembuatan Visa
Perubahan Harga Visa :


Harga Lama
Harga Baru
1.Visa Single Entry
Rp 350,000,-
Rp 320,000,-
2.Visa Multiple Entry
Rp 700,000,-
Rp 640,000,-
3.Visa Transit
Rp 80,000,-
Rp 70,000,-

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam apply visa yakni : Foto, jumlah dana yang tersedia untuk biaya hidup, kelengkapan dokumen dengan urutan yang benar.

1. Foto

Foto untuk pengajuan visa memang agak berbeda dengan pas foto biasa ukuran 4x6 ala-ala kantor Kelurahan. Pas foto untuk pengajuan visa berukuran 4.5cm x 4.5 cm. bentuknya bukan persegi panjang namun segi empat. Background foto warna putih, untuk yang mengenakan jilbab jangan khawatir, tetap bisa foto dengan menggunakan jilbab, namun pakai warna jilbab yang agak cerah, usahakan jangan warna putih juga supaya tidak samar dengan background foto. Saya sempat baca di beberapa blog katanya untuk pengajuan visa Jepang mengharuskan kaum jilbaber membuka sebagian jilbabnya supaya telinganya terlihat. Saya agak tidak paham apa korelasinya telinga kelihatan dengan approval visa. Sungguh nggak nyambung. Jangan khawatir Ibu-ibu, jilbab bisa tetap dipakai ya J Foto yang ditampilkan jelas dan fokus pada area wajah dengan ukuran yang proporsional. Berikut di bawah ini terlampir pose dan jenis foto yang harus kamu hindari dalam pengajuan visa. Plis yang normal-normal saja yaaahhh…

2. Dana Rekening

Banyak yang bilang untuk pergi ke Jepang harus menyiapkan dana puluhan juta ruiah di rekening. Kalau hanya menyiapkan dana yang sedikit maka visa tidak akan diterima. Sebenarnya banyak atau sedikit relatif, ada traveler yang menyiapkan dana kurang dari 10 juta rupiah di rekening tabungan namun tetap bisa approve visanya. Sebenarnya apa yang dilihat sebagai parameter untuk mempersiapkan dana di rekening tabungan?

Kita telisik kembali tujuan disertakannya rekening koran tabungan adalah untuk pembuktian bahwa perjalanan kita ke Jepang memang sudah ada dana yang disediakan di rekening, tentunya disesuaikan dengan lama liburan dan destinasi yang akan kita jelajahi (sesuai itinerary/jadwal perjalanan yang diberikan). Kalau kamu berencana menetap selama 7 hari, kamu hanya menyiapkan 5 juta rupiah untuk destinasi wisata yang tidak rasional pasti visa kamu terancam decline alias ditolak. Contohnya apa? Kamu menuliskan ingin berlibur ke Tokyo, Osaka dan Kyoto selama 7 hari, tak lupa ke Disney Land, Universal Studio Osaka, Naik Shinkansen dari Tokyo ke Osaka, dan destinasi wisata lain di luar budget yang tersedia. Rasional. Ini kuncinya. Perhitungkan estimasi biaya perjalanan dan biaya hidup dengan jumlah uang yang tersedia di rekening. Walaupun kenyataannya kamu tetap sudah bawa uang cash dalam mata uang yen, namun bukti rekening tabungan ini tetap dibutuhkan. Untuk mempermudah perhitungan, amannya kamu membutuhkan uang 1 juta rupiah untuk hidup 1 hari di Jepang. Sehingga jika kamu pergi dalam waktu 7 hari, maka minimal kamu menyediakan dana sebesar 7 juta rupiah di rekening tabungan.

Bagi yang ingin berkunjung ke Perfektur Miyagi (lokasi tsunami di Jepang), pemerintah Jepang mengadakan program bebas visa Jepang bagi orang asing yang hendak mengunjungi Kabupaten Miyagi, Fukushima, dan Iwate dengan syarat yang ditentukan. Kebetulan saya dan travelmate menerapkan jadwal perjalanan ke sana, dan benar saja, Visa kami disetujui dan biaya pengajuan visa kami nihil alias GRATIIIISSSS.

3. Susun dokumen dengan urutan yang benar

Jepang merupakan Negara yang super teratur, tidak berbeda dengan kedutaan besarnya, bahkan untuk urusan sepele seperti penyusunan urutan dokumen. Saking teraturnya, dalam pengajuan visa maka pelamar diharuskan menyusun dokumen sesuai persyaratan dari kedutaan besar Jepang. Jika ada urutan yang tidak sesuai, tidak tanggung-tanggung maka petugas dengan tega akan mengembalikan dokumen tersebut kepada pelamar. Mending kalau disuruh perbaiki dan susun ulang, kalau langsung keluar keputusan visa ditolak?? Maka dari itu, persiapkan dengan rapi yaaaa.. Selamat berjuang! -Noni Halimi

Thursday, July 23, 2015

Review Fernloft Hostel Chinatown Singapore

 
 
KELEBIHAN (+) :
1. Harga terjangkau
2. Ada female dormitory, jika beruntung pesan 4 orang dormitory dapatnya 1 kamar 4 kasur, bareng semua, tidak terpencar, jadi berasa private room untuk berempat
3. Lokasi cukup terjangkau dari MRT
4. Ruang kamar AC
5. Ada fasilitas wifi gratis
6. Fasilitas air panas 24 jam
7. Kamar tidur bersih dan nyaman
8. Petugas yang ramah dan berwawasan luas mengenai tempat wisata
9. Banyak brosur wisata dan peta yang bisa diambil gratis di ruang tunggu

KEKURANGAN (-)
1. Antrian kamar mandi yang cukup panjang karena banyak kamar
 
---
Fernloft Hostel Chinatown
Location : 257 Jln Besar, Singapore 208930
Booking : booking.com, reservations@fernloft.com
Website : www.fernloft.com
Pict Source : Google 
 


 

Sunday, August 3, 2014

Bazar Ramadhan Jalan Raja Alang

Lokasi istirahat yang disediakan oleh kolega Bapak saya berada di Raja Alang, Kuala Lumpur. Jalan Raja Alang adalah sebuah jalan panjang yang biasa dibuat bazar Ramadhan. Saya pernah menonton Upin Ipin saat bulan puasa, ada scene Upin dan Ipin diajak Kak Ros untuk belanja buka puasa di Bazar Ramadhan. Terlihat suasana bazar dengan tenda yang ramai menjajakan jajanan berbuka. Ternyata saya menyaksikan sendiri Bazar Ramadhan ala Upin Ipin di sini.

Ramainya Bazar Ramadhan Jalan Raja Alang
Jalan Raja Alang
Harga makanan dan minuman yang dijual pada Bazar Ramadhan cukup murah, range harga 1 sampai 10 RM saja. Maka jika belanja di sini cukup membawa uang 10 RM atau senilai 38.000 IDR maka kita sudah bisa pulang membawa banyak macam makanan. Ada yang menjual kue basah khas Kuala Lumpur yang super enak 1RM dapat 3 biji. Es milo, es mango pinneaple, es talas, es cincau, es kelapa, es blackcurant, es teh tarik dan segala macam minuman es dengan harga 1 RM untuk plastik kecil dan 2 RM untuk plastik besar. Ukuran plastik besarnya ternyata memang besar banget, cukup untuk 4 gelas. Es yang dipergunakan di bazar kaki lima ini bukan es balok dari kali ciliwung yang dipecah dengan alat tidak steril seperti di Indonesia. Saya melihat sendiri truk freezer membawa berkarung-karung plastik es bersih dan dibagikan kepada pedagang di sana. Es bulat yang biasa digunakan di kedai siap saji fast food, sudah berbentuk kecil-kecil dan higienis. Beda banget sama Indonesia yang.....ahhh sudahlah daripada emosi.

Makanan yang dijual beragam, ada tom yam, mie khas Penang, Ayam goreng, nasi lemak, nasi briyani, mie goreng Kuala Lumpur, ayam goreng, ayam madu, ayam fillet bumbu, murtabak manis atau asin, roti jala, cemilan ringan, sampai favorit saya di KL saat kelaparan dan pengen ngirit, yakni sosis dan baso tusuk harga 1 RM dilumur saus. Nyaaamm.

Nasi Lemak
Laksa Penang, Malaysia
Ngomong-ngomong Ayam Madu, saya ingat sekali Upin Ipin pernah melihat rekannya Mael pedagang sejati sedang berdagang Ayam Madu di Bazar Ramadhan. Harganya 1RM dapat 2 ayam. Kala itu Upin dan Ipin malah menjualnya dengan 1 RM dapat 3 ayam. Rupanya memang benar-benar ada yang menjual Ayam Madu dengan kipas dan asap yang aromanya lezat. Harganya 1 RM dapat 2 potong kecil ayam, atau 2 RM dapat 1 bagian ayam paha drum stick/dada. Persis seperti film Upin Ipin. Aaaahhh!

Ayam Madu dan bocah yang ingin membeli
Ayam Madu Ipin Upin
Nak Ayam Madu?
Selain makanan yang beraneka ragam, penjual di bazar ini juga ramah dan super baik. Saat kami tanya macam-macam mengenai makanan mereka, dijawab dengan lengkap dan jelas. Tak jarang juga mereka memberi lebih pada makanan kami. Saat kami hanya beli nasi briyani polos seharga 1 RM sebanyak 2 buah, kami dapat gratis sebungkus saus acar nanas lumayan banyak, padahal kami tidak membeli lauknya. Semoga keberkahan mengalir untuk pedagang-pedagang super baik ini.

Tidak jauh dari deretan bazar, terdapat pasar pagi yang menjual banyak daging, ikan, dan sayuran bahan baku memasak. Tidak hanya itu, pasarnya juga menjual buah buahan yaag super beraneka ragam. Dari mulai mango, kelengkeng, duku, manggis, delima, nangka, cempedak, melon, semangka, durian, jambu air, pepaya, pisang, dan masih banyak lagi. Sumpah saking banyaknya buah, saya sampe mikir "Di sini gak ada musim buahnya kali ya, kok banyak banget buahnya"
.
Durian Hahaha
Salah satu yang menarik buat saya adalah penjual durian yang berjejer di sana, mereka menjual 10 RM untuk 5 durian yang bisa dibuka langsung ditempat. Kami membeli 10 RM dan diberikan gratis 1 buah durian sehingga totalnya 6 durian. Tuh kan, lagi-lagi pedagangnya baik-baik banget. Penjualnya mahir membuka durian dan dengan gesit memasukkan isi buah durian ke dalam box tempat makan besar yang kami bawa. Penuh. 10 RM entah dapet berapa biji, banyak bangeeet. Dan setelah dimakan, rasanya manis semua, tidak ada yang mengecewakan. Di luar jenis durian itu, saya sempat membeli durian jenis Udang Merah. Harganya cukup mahal yakni 20 RM isinya hanya 4 buah durian besar. Saat mencoba 1 buah, luar biasaaaaa, enak banget! Hampir seluruh isinya daging durian semua dan biji duriannya.....cuma seiprit saja. Warna daging duriannya kuning kemerahan, karena itu disebut Udang Merah. Rasanya lebih enak dari durian Monthong. Asli deh harus nyobain :D

Pasar Jalan Raja Alang
Bazar Ramadhan ini pun masuk pemberitaan di statiun televisi Malaysia saat saya sedang menonton TV di hotel siang hari. Liputannya mengenai Bazar Ramadhan di Raja Alang. Waaahh beruntungnya saya pernah ke sana. Hehehe. Pengalaman yang berbeda bisa menikmati puasa di negeri orang, walau bagaimana pun serunya, tetap saya rindu negeri sendiri :D

KLIA 2

Bandara KLIA 2 Malaysia
KLIA 2 (Kuala Lumpur International Airport) adalah bandara milik Malaysia yang merupakan relokasi dari LCCT (Low Cost Carrier Terminal), yakni bandara yang dipergunakan oleh maskapai low budget, salah satunya Air Asia. Bandara ini terhubung dengan bandara utamanya KLIA 1 dengan interconected bridge atau jembatan penghubung. Jangan ditanya luasnya bandara ini, super gede. Kalau dibandingkan dengan Soekarno Hatta ya jauh bener. KLIA 2 resmi beroperasi dan dibuka pada bulan Mei 2014. Saat saya dan rekan saya ke KL pada bulan Januari 2014, masih mendarat di LCCT. Maka pada penerbangan kali ini, saya berkesempatan mencoba KLIA 2.

Tempat landasan pesawat
Secara tampilan bandara ini sangat bersih dan luas. Tiap pintu yang menghubungkan dengan ruangan lain tertutup rapat dan hanya bisa diakses dengan security code. Saya pikir semua pegawai tahu security codenya, atau setidaknya punya kartu akses masuk ruangan seperti kantor-kantor di Jakarta, namun ternyata tidak. Bahkan awak kapal, pramugari, pilot dan petugas bandara tidak tahu dan tidak bisa sembarang akses. Saya mengalaminya sendiri.

Saat kami turun dari pesawat, kami langsung diturunkan masuk ke dalam KLIA 2 dengan jembatan penghubung antara pesawat dan gedung. Berbeda halnya dengan LCCT, kami turun dengan tangga pesawat biasa dan berjalan masuk ke dalam ruangan LCCT. Jika di KLIA 2, begitu turun pesawat langsung masuk gedung. Saat kami keluar pesawat, ada pintu yang terbuka dan kami diarahkan untuk masuk pintu tersebut, tulisan pintunya adalah Domestic Arrival. Pintu sebelahnya bertuliskan International Arrival. Saya tidak begitu menyadarinya, karena mungkin bandara baru, jadi bisa masuk pintu Domestic Arrival. Kami mencari claim bagasi, saya baca di running text tempat claim bagasi, bahwa bagasi pesawat kami ada pada ruang nomor 6, bahkan sudah ada keterangan First Bag arrive, yang berarti mesin pemutar bagasi sudah berjalan. Lucunya lokasi tempat kami berdiri adalah nomor 1, 2, 3. Untuk mesin putar bagasi nomor 6 ada di bagian ujung dan tertutup pintu kaca. Kami tidak diperbolehkan lewat, dan petugas tidak diperkenankan membuka. Padahal nomor 6 terlihat dari pintu kaca. Kelihatan kok ada di ujung sana. Lha aneh. 

Imigrasi
Saya berlari tanya petugas, ternyata lokasi kami ini adalah tempat kedatangan untuk penerbangan Domestic, persis seperti pintu yang saya baca tadi pada saat turun pesawat. Saya berlari kembali ke arah pertama keluar pesawat, jalannya cukup jauh. Hampir 20 menit kami putar-putar. Kemudian kami bertemu dengan pramugari Air Asia di pesawat kami, dan ia memberitahukan akan kesalahan pintu keluar dan memohon maaf kepada kami. Saat itu saya bersama beberapa rombongan yang juga nyasar hanya bisa ketawa saja. Lha wong kita disuruh masuk pintu Domestic sama pramugarinya sendiri kok, mana kita tahu.

Ia berkali-kali meminta maaf kepada kami bahkan menepuk pundak adik saya dan mohon maaf mereka salah membukakan pintu keluar. Kami dan beberapa rombongan fix nyasar.

Alhasil kita dibawa ke tempat pertama kali datang, pintu kaca tulisan Domestic Arrival tertutup rapat. Pramugari cantik muka-muka ala Korea tersebut menelpon bagian bandara untuk minta dibukakan pintunya. Dari telepon ia dipandu kode untuk membuka pintu, dan ia input di mesin samping pintu. Ketika selesai, ia bicara kembali "Is it done? Okay? Is it open now? Okay, let me try.." *kemudian ia menarik pintu, dan pintu bisa dibuka* Ia menyahut kepada kami, "Okay, it's open now..sorry..sorry, come in" Seraya memberi jalan kepada kami untuk masuk. Pun demikian dengan pintu satu lagi yang masih tertutup, ia mendapatkan security code dari telepon dan memasukkan pada mesin di samping pintu. KLIA 2 ini memang steril. Asli.

Saat kami sampai di pintu keluar, ternyata ada 1 lagi pramugari Air Asia pesawat kami, yakni pemimpin kabin. Wanita cantik berpenampilan rambut cepak seperti laki-laki, pembawaan gesit, dan bahasa inggris yang lancar dan fasih. Bukan hanya bahasa Inggris, saya perhatikan ia juga mengobrol dengan rekan pramugari lain di dalam pesawat dengan bahasa Malaysia dan Mandarin. Di depan pintu ia berdiri sambil menelungkupkan tangan dan mohon maaf atas kesalahan mereka sehingga kami harus nyasar. Bapak saya komen sambil senyum "Wah, kita sudah olah raga nih di KLIA", ia menyambut dengan senyum dan permintaan maaf "Mohon maaf sekali lagi Pakcik" Heheheehee. Lucu bener.

Suasana Bandara KLIA 2
Satu hal lagi yang saya alami di pesawat Air Asia, sepertinya ada standarisasi baru ketika pesawat sudah persiapan landing. Biasanya pemimpin kabin hanya menyebutkan selamat datang di kota tujuan. Misal, ketika kita datang ke Malaysia, maka ia akan berkata "Welcome to Malaysia". Namun kini, ada penambahan yang membuat sambutan menjadi lebih hangat dan bersahabat. "For foreign passenger, Welcome to Malaysia, and for Malaysian passenger, Welcome Home." Kalimat simpel namun sarat makna menurut saya. Kepada penumpang warga negara luar Malaysia, selamat datang di Malaysia, dan untuk penumpang warga negara Malaysia, selamat datang di rumah kalian. Bikin saya pengen balik lagi ke Indonesia dan dibilang, helooooo...selamat datang di rumah...... Hehhehehhe.

Thank You Air Asia

Berawal dari bulan September 2013 saat saya sedang asyik cari tiket murah di kantor, tetiba saya ingat obrolan Ibu Bapak saya yang berencana ke Kuala Lumpur sekeluarga. Maka saya langsung bbm Ibu saya, bahwa tiket murah Jakarta-Kuala Lumpur jatuh pada bulan Juli 2014, saat bulan puasa dan liburan anak sekolah. Di luar dugaan, bbm singkat beliau menjawab bahwa Bapak saya pun setuju dengan rencana kami akan liburan dan berpuasa di Kuala Lumpur. Horeeeeeyy!!

Pemesanan tiket Air Asia untuk penerbangan internasional bisa dilakukan dengan isian nama penumpang dan tanggal lahir saja, berbeda dengan maskapai penerbangan lain yang membutuhkan data identitas nomor paspor. Ini yang saya suka dari Air Asia, bisa ngajak siapa pun yang belum punya paspor untuk pesan tiket penerbangan internasional. Yang penting pesen tiket dulu ke luar negeri, bikin paspor belakangan. Pun demikian dengan keluarga saya, yang memiliki paspor baru Bapak, Ibu dan saya, sedangkan keempat adik-adik saya belum memiliki paspor.

Rencananya Bapak saya jg akan bertemu dengan kolega-kolega beliau yang tinggal di Kuala Lumpur. Saya baru tahu bahwa kami disediakan tempat menginap di area Raja Alang, tapi saya sudah pesan 3 kamar di Tune Hotel milik Air Asia di daerah Medan Tuanku. Alhamdulillah lokasi tempat menginap Raja Alang dengan Medan Tuanku cukup dekat, sehingga kami bisa singgah bergantian di dua tempat tersebut :D
Tune Hotel Medan Tuanku
Booking Tune Hotel
Tune Hotel adalah hotel bintang 3 milik Air Asia dengan konsep minimalist low budget traveler. Saya pesan 3 kamar double room untuk 3 hari. Harga per kamar untuk semalam sekitar 250.000 IDR. Harga yang cukup terjangkau dengan kantong saya ketimbang hotel-hotel mahal lainnya di Kuala Lumpur. Awalnya saya ingin pesan apartemen untuk kami sekeluarga, karena jumlah kami cukup banyak, maka akan lebih irit dan efisien apabila saya pesan satu kamar di apartemen. Banyak apartemen yang disewakan oleh pemiliknya di daerah Bukit Bintang. Saya pernah pesan di Fahrenheit 88 tahun 2012 silam, harganya cukup murah. Namun dikarenakan Bapak saya request pesan hotel yang dekat dengan Raja Alang, maka saya putuskan untuk memesan Tune Hotel yang beralamat di Jalan Tuanku Abdul Rahman 316, Kuala Lumpur 50100. 

Bulan Ramadhan tiba, bertepatan dengan pemilihan presiden yang ke 7 di negara saya, yakni tanggal 9 Juli 2014. Kami sekeluarga sudah packing dan mempersiapkan barang bawaan sehari sebelumnya. Pagi hari saya sudah sibuk untuk coblos pemilu hehehe, siang hari kami sudah siap dengan bekal makanan untuk buka puasa di Bandara. Kami take off pukul 20.30 WIB dan rencananya sehabis maghrib kami sudah harus check in bagasi. Pengalaman dari check in yang mepet sebelum-sebelumnya, maka lebih baik check in awal. Untuk penerbangan Internasional disarankan untuk sampai Bandara 2 jam sebelum keberangkatan. 

Seperti biasa, yang rempong di keluarga saya tiap pergi-pergi adalah makanan. Kebiasaan keluarga saya adalah bawa makanan sendiri, jarang beli makanan di luar apalagi restoran. Maka untuk buka puasa di Bandara, maka kami bawa makanan sendiri. Nasi briyani, gulai ayam, acar nanas, gurame tepung, semuanya bikinan sendiri. Ini berawal dari Bapak saya yang minta dibuatkan nasi briyani ala-ala di Singapur. Hadeeh.

Perjalanan ke bandara cukup lengang, mungkin karena orang-orang lebih milih diam di rumah habis nyoblos pemilu ketimbang memenuhi jalan raya. Sampai di Bandara pukul 17.00 dan kami ngabuburit di depan Musholla Parkiran Terminal 3. Rencananya setelah kami buka puasa, semua perlengkapan akan dibawa pulang lagi ke rumah oleh driver. Pengalaman berbuka puasa yang menyenangkan :)

Lepas Shalat maghrib dan Isya (jamak), kami langsung menuju tempat check in Air Asia. Paspor kami bertujuh semuanya diletakan di dompet traveling milik saya supaya memudahkan. Hanya hitungan menit, tidak mengantri, maka boarding pass sudah di tangan. Saya memang tidak pesan nomor kursi pada saat pesat tiket, karena booking nomor kursi akan dikenakan biaya tambahan. Buat apa? Lebih baik ya random saja saat check in, paling request agak duduknya masih sederetan, jangan ada yang terpisah sendirian. Eehhhh...rejeki anak sholehah, Saya dan Yasmin (adik saya yang bungsu) dapet nomor kursi 1 alias hot seat, paling depan. Yeaaah bisa liatin pramugari keceeee! 

Penerbangan Jakarta - Kuala Lumpur ditempuh dalam waktu 2 jam, namun terdapat perbedaan waktu antara Jakarta dan Kuala Lumpur 1 jam, sehingga ditambahkan waktu 1 jam lagi. Jika kami take off pukul 20.30, maka kami sampai di Kuala Lumpur pukul 22.30 WIB atau pukul 23.30 Waktu Kuala Lumpur.

Hot Seat Hahahaha
Pesawat saya ternyata berbarengan dengan orang-orang Lombok dan Kalimantan yang akan berangkat umroh. Ramai rasanya dengan seragam mereka yang berwarna putih dan logat daerahnya. Bahkan ketika diajak bicara bahasa Indonesia, mereka masih belum fasih dan bingung.

Alhamdulillah perjalanan sangat lancar dan kami mendarat di KLIA 2. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di KLIA 2, yakni bandara hasil perpindahan dari LCCT. Ini adalah bandara yang saling terintegrasi dengan Bandara KLIA 1. Ada jembatan penghubung yang keren. Luar biasa.
Dapat tiket pesawat berangkat yang super murah 199.000 IDR dan Tune Hotel yang cukup murah, tidak ada yang bisa saya ekspresikan selain bersyukur, Alhamdulillah..Thank you Air Asia :)

Monday, May 26, 2014

Sepeda Odong-Odong

Pulang dari undangan salah satu rekan kami di Mesjid At-Tien dekat Taman Mini, Saya,  Kakak Fani dan Mbak Iing berencana lanjut jalan-jalan masuk ke dalam Taman Mini. Belum tahu kami ingin napain saja di sana, yang jelas, setelah selesai kondangan kami langsung bergegas ke kamar mandi untuk ganti kostum. Gak okeh kan keliling Taman Mini panas-panas pakai gaun. Setelah berubah kostum dengan ransel dan sepatu flat, maka kami menuju ke dalam Taman Mini.

Kami berjalan menyusuri jalan dari Mesjid At Tien ke arah pintu masuk utama Taman Mini. Saat di pintu masuk, entah mengapa kami tidak dipungut bayaran. Yaa anggep saja ditraktir lah. Kemudian kami menuju taman air mancur ala monas jadi-jadian. Di sekitar sana ada yang menyewakan sepeda odong2. Waah, kami tertarik untuk mencobanya. 

Sepeda yang dipergunakan banyak ragamnya. Ada yg satu sepeda, dua atau tiga sepeda berjejer ke belakang dalam satu garis, ada sepeda odong-odong dengan 3 orang pengendara yg mirip bajaj, ada pula sepeda odong-odong yg dengan 4 pengendara. Masing masing beda harga. Harga sewa sepeda berkisar antara 15.000 IDR sampai 40.000 IDR per jam. Kalau naik ramai-ramai bisa patungan, jadi lebih murah.

Kami menaiki yang model 3 kursi, ternyata super sekali yaah beratnya. Karena yang mengayuh hanya dua orang. Agak berat. Beda halnya dengan model 4 kursi dimana kesemuanya ada pedal. Dulu saya pernah nyoba yang 4 pedal dan tidak begitu berat. Fiuhh. Alhasil keliling Taman Mini menjadi banjir keringat, ditambah matahari yang super terik.

Puas dengan sepeda odong-odong yang bikim pegel tapi menyenangkan itu kami lanjut naik kereta gantung untuk menikmati view Taman Mini dari atas. Segarnya....

Bagi rekan-rekan yang berkesempatan ke Taman Mini, jangan lupa coba sepeda odong-odong ini. Pilih yang ada pedal semua yaaa supaya semua bisa ikut mengayuh jadi tidak berat2 amat :P