Showing posts with label Drawing. Show all posts
Showing posts with label Drawing. Show all posts

Thursday, July 23, 2015

Design Undangan Pernikahan

Saya dan suami merupakan salah satu dari segelintir pasangan yang mengurus urusan pernikahan sendiri. Biasanya pernikahan memang bisa dibantu oleh Event Organizer atau pihak panitia pernikahan, namun kami tidak menggunakannya. Panitia memang kami bentuk untuk koordinasi, namun segala hal teknis serta ide berasal dari kami berdua. Hampir seluruhnya kami handle berdua, tak terkecuali undangan pernikahan. Mudahnya untuk mencetak undangan pernikahan hanya tinggal datang ke percetakan undangan, pilih design yang kita mau dan tinggal terima beres cetak. Atau jika kamu mau lebih bagus dan ekslusif, kamu membawa contoh undangan yang kamu kehendaki, lalu minta dibuatkan seperti itu. Jadi kamu menggunakan design yang kamu inginkan, karena tidak semua percetakan memiliki design undangan yang bagus. Kalau kamu mau lebih bagus dan ekslusif, kamu mesti mengeluarkan kocek lebih besar untuk sewa orang yang bisa design undangan pernikahan khusus untuk kamu berdua. 

Agaknya saya dan suami termasuk orang yang ingin membuat undangan pernikahan kami berkesan untuk kami berdua. Bagaimana caranya? Dengan membuat design sendiri ala kami berdua. Kami berencana membuat undangan yang sederhana, tidak mewah namun memiliki cerita untuk kami berdua. Kami memutuskan untuk membuat design sendiri dan mencetak di digital printing biasa, bukan khusus percetakan undangan. Why? Undangan pernikahan sebenarnya hanya berupa undangan untuk menghadiri acara pernikahan, malah sebenarnya bisa dilakukan secara lisan langsung kepada tamu undangan. Namun untuk mengantisipasi tamu juga punya banyak acara dan dikhawatirkan lupa, maka dikirimlah undangan fisik. Selain itu undangan yang dikirimkan kepada tamu lebih memberi kesan menghormati.

Undangan pernikahan memang masuk salah satu list yang harus diselesaikan oleh calon manten. Tentunya list ini juga masuk dalam budget pengeluaran anggaran pernikahan. Menurut kami berdua sih, undangan pernikahan tidak perlu budget yang besar, karena akan mubazir, toh biasanya undangan pernikahan akan terbuang, jarang-jarang disimpan. Kalau memang unik baru disimpan. Makin bagus bahan undangan, makin mahal harganya. Saya dan calon suami hanya menganggarkan 3000an per undangan. Memang ada undangan yang harganya di bawah 3000 namun kami kurang sreg dengan desain dan kualitasnya. Lagi-lagi ke inti persoalan, kami mau buat design sendiri.Jadi budget 3000an per undangan sudah cukup worth it lah yaa..

Proses pembuatan design undangan bisa dibilang cukup singkat dan padat, konsep sudah ada di kepala, hanya saja terkendala waktu karena saya sibuk dengan kerjaan di cabang. Sedangkan suami saya saat itu kurang efektif mengerjakan karena aplikasi yang digunakan tidak ada. Masalahnya saya biasa design dengan aplikasi Corel Draw, sedangkan suami saya dengan Photoshop. Alhasil, saya memutuskan sepihak untuk menggunakan Corel Draw, dan suami saya sebagai komentator saja :D Saya kadang suka mencuri waktu saat di kantor malah ngerjain design undangan. Contohnya saat saya membuat design peta, serius banget saya hanya membuatnya dalam satu hari di jam kerja, bahkan di samping meja teller, sembari mengawasi teller-teller saya. Ckckck.

Saya mencetak di Era Digital Printing dengan estimasi pengerjaan 1 hari selesai, dan tanpa khawatir apabila orang tua saya minta dadakan tambahan undangan bisa cetak seenak jidat saya. Dan ternyata memang benar, saya kembali datang kali kedua untuk cetak tambahan undangan. Berhubung di digital printing ekspress hanya membutuhkan sehari, coba kalau di percetakan undangan biasa...wuiiih bisa sebulan nunggunya. Akibat undangan yang super minimalis ini tiba-tiba saya dan suami khawatir jika undangan tersebut agaknya kurang pantas diberikan kepada kolega-kolega Bapak saya dari berbagai kalangan. Namun ternyata, pandangan saya dan Bapak saya sama, toh hanya undangan. Tidak perlu undangan yang bermewah-mewahan. Alhamdulillah desain dummy undangan saya dapat approval dari Bapak. Langsung cusss cetak. Berikut ulasan gambarnya :

Peta area kampus UI
Ngebut bikin peta siang bolong di kantor
Desain bagian dalam
Design mentah cover depan






Monday, May 26, 2014

Avatar Twitter

Iseng saya buka timeline twitter maka muncullah 3 nama di bawah ini, fokus saya perhatikan avatarnya ketimbang celotehan tweet mereka. Maka jadilah saya gambar avatar mereka hehhehee. Sayang sekali saya lupa screencapture foto asli avatar mereka yaaa...
Tadaaa... Sherina Munaf, Oki Setiana Dewi dan Marshanda :D

Thursday, May 22, 2014

Ooops..Korupsi

Ketika penegak hukum yang awalnya menjunjung tinggi moralitas, keadilan dan kejujuran bisa berubah menjadi setan korupsi hanya karena uang.
Ayo, Bangkit Hukum Indonesia!

Menjahit

Perempuan itu harus bisa jahit. Itu kata Ibu saya. Ada benarnya juga sih, disamping menjahit itu menyenangkan, bisa berkreasi model baju sendiri dan yang jelas bisa lebih hemat. Saya punya tutor menjahit yang sangat profesional yang tidak lain adalah Ibu saya sendiri. Hehehe.

Awalnya memang agak malas, terlebih harus membuat pola dulu. Saya memang senang menggambar, tapi kalau disuruh menggambar pola, haduh mending disuruh menggambar yang lain deh!

Menggambar pola baju dilakukan di atas alas kertas koran Bapak saya yang sudah tidak terpakai. Pensil 2B yang bertaraf nasional untuk ujian digunakan untuk menggambar, soalnya lebih terang. Untuk ukuran dan lekuk2 menggunakan feeling (ini yang saya belom bisa), sebelumnya sudah pasti harus mengukur badan terlebih dahulu.

Setelah corat coret pola selesai maka dilanjutkan dengan menggunting pola. Jangan lupa, sisi yang digunting dilebihkan 2-3 cm untuk jahitan pinggir lho. Setelah itu barulah kita jeplak di bahan, supaya tidak gerak-gerak, satukan bahan dan kertas pola dengan jarum pentul setelah itu bahan pun digunting.
Selesai jadi guntingan bahan, maka jahitlah kesemuanya. Kemudian diobras dan dijahit kembali.

Dan...jengjeng, baju siap dipakai. Keuntungan menggunakan baju yang dijahit sendiri adalah benar-benar the one and only, nggak ada yang nyamain laah. Extraordinary :D

Saya lebih senang menjahit menggunakan katun jepang. Bahannya lebih tebal, mudah dijahit dan motifnya sangat cantik. Untuk mendapatkan katun jepang dengan motif-motif kimono yang langsung di import dari Jepang bisa dicari di Blok A Tanah Abang lantai B2 di Toko Sunardi. Banyak motif kain cantik di sana. Harga per meternya sekitar Rp. 35.000 - Rp. 50.000. Yuk, menjahit!

Tuesday, May 20, 2014

Menggambar

Mencorat coret di atas alas kertas adalah kebiasaan saya dari dulu. Bermula dari jaman 3 SMP di mana saya sangat suka baca komik, maka mulailah saya meniru gambar-gambar tersebut. Gambar kararkter Jepang sangat mudah ditiru. Maka mulailah saya menggambar dengan metode plagiatism bin autodidac, karena tidak ada yang mengajarkan kepada saya. Modal sotoy belaka dan hobi membaca komik.

Awalnya saya menggambar dengan pose yang sangat tidak oke, namun saya merasa  gambar saya keren gilaak. Maka saya pun suka iseng membuat plot komik sendiri dengan cerita yang saya karang sendiri. Dengan modal tehnik gambar yang minim, perlengakapan yang seadanya maka saya mulai menmvuar komik. Ada pun media yg biasa saya gunakan adalah di buku tulis kosong, atau kertas HVS milik Bapak saya. Sudah berapa kali entah saya kena omel Bapak dan Ibu saya karena tukang ngabisin kertas. Menggambar bukan merupaman hobi yg bermanfaat, begitu pikiran Ibu saya pada masa itu *mungkin setelah ngeliat gambar saya akhirnya ngomong begitu wkwkwkwk

Setiap liburan sekolah maka saatnya saya membuat komik. Saya bisa betah sekali di dalam kamar dengan buku tulis pensil dan karet penghapus. Dari yang bentuk mukanya agak aneh lama kelamaan terasah jadi agak lumayan. Hingga akhirnya saat SMA gambar saya sudah cukup oke lah kalau disuruh bikin ilustrasi di mading *ini juga tetep sih gak ada yang ngajarin.

Saat SMA sebenernya ada ekstrakulikuler BAC namanya. Bulungan Art Club. Itu adalah komunitas yg suka dengan seni baik menggambar,  melukis dan lainnya. Saya ngiler banget pengen masuk ekskul itu. Namun berhubung jarak sekolah ke rumah cukup jauh dan kegiatan ekskul diadakan selepas pulang sekolah, maka praktis saya batal masuk BAC. Kalau pulang setelah maghrib saja saya bisa jam 9 baru sampai rumah. Gimana kalau tiap hari, moncos saya di bis kota.

Hobi gambar saya ini tetap saya realisasikan, biasanya jika saya bosan, ngantuk, atau stress hehhee. Tak heran kalau ujian saat SMA, maka lembar soal saya penuh coretan gambar. Bahkan lembar kertas buram untuk coret-coretan ujian Matematika dan Fisika pun jadi korban coret-coretan gambar saya.

Tak ada perubahan saat kuliah. Pun saya tetap senang menggambar. Sampai akhirnya ada lomba karikatur bertema Hukum yang diikuti oleh mahasiswa hukum selurub Indonesia. Acara ini diadakan oleh BEM FHUI yang tidak lain adalah fakultas saya. Pada masa itu saya masih anak baru dan belum berniat masuk BEM. Maka tak ada salahnya saya mengirimkan hasil karya menggamvar saya dengan plot tentang korupsi.
Tidak saya duga, ternyata saya memenangkan lomba itu di urutan juara 2. Yehehhehehhhee. Yang makin tidak saya duga ternyata dapet hadiahnya senilai Rp. 2.500.000. Uang yang cukup banyak saat jaman saya kuliah. Itu sih uang jajan saya 4 bulan! Alhamdulillah. Karena adegan menang lomba karikatur itu maka persepsi Ibu saya jadi bergeser, ternyata menggambar ada hasilnya juga hehe.

Alhasil adik-adik saya juga dibolehkan untuk corat coret sana sini di kertas. Memang beberapa dari kami ada darah seni siih *pedeee. Agak menyesal kenapa tidak pernah ambil kursus kesenian atau meneruskan jenjang pendidikan seni. Pasti akan lebih menyenangkan yaa kalau belajar sesuai dengan minat :D Sebenarnya lumayan banyak contoh gambar saya, tapi saya kasih sample gambar saya wktu bosen yaaa :D

Gambar jaman SMA
Ini gambar komik Great Dishes jaman SMA
Gambar Komik Gals jaman SMA
Gambar komik DNA jaman SMA juga
Senggang banget jaman gw SMA hahhaa
Gambar di aplikasi paint. Susah sih gerakin mouse-nya, maklum manual
Edisi Paint juga :D

Cakes!
Edisi lagi happening bange Eyeshield
Edisi Ulang Tahun
Edisi Gak ada ide
Edisi abis nonton dorama jepang, Akai Ito (Benang Merah)
Edisi Pohon Gak Jelas
Edisi Cinta Lingkungan
Edisi Pengen banget liat salju
Edisi pengen banget makan strawberry shortcake
Edisi permintaan temennya putro buat gambar karikatur
Mimpi jadi designer ala-ala