Showing posts with label inspiration. Show all posts
Showing posts with label inspiration. Show all posts

Monday, July 11, 2016

Wewangian dari Masa ke Masa

Siapa yang nggak suka wangi? Pastinya semua orang suka dengan wangi-wangian. Eits, tapi ga sembarang wangi, namanya selera orang beda-beda. Ada yang suka aroma wangi menyengat, ada yang suka soft, ada yang suka wangi buah, bunga, dan wangi tak terdeteksi lainnya. Yang penting wangi. Soal wewangian ini, bisa dibilang saya punya proses panjang coba sana sini menyesuaikan dengan selera saya dan kantong saya pastinya, sampai saya punya signature fragrance sendiri karena pakenya itu lagi itu lagi. 

1. Eskulin Cologne Disney Series Cinderella

Entah dapet ide beli cologne ini darimana, kayaknya sih nggak sengaja lagi nyari parfum yang murah di supermarket, dan dapetlah parfum ini. Harganya lupa berapa, yang jelas masuk kantong pelajar banget. Wanginya super lembuuut banget mirip kayak pewangi pakaian pas lagi nyeterika 😂 tapi kalau dipake kelamaan wanginya mirip kaya bedak kalau kata suami saya (waktu kita masih SMA dulu). Ternyata harga murah nggak bikin juga kualitas ikut murahan. Buktinya ini cologne walaupun judulnya ga ada EDP sekalipun, wanginya tahan lama. Seragam udah dicuci, pakai pewangi pakaian, pas mau diseterika masih juga ada wangi ala-ala bedak yang suami saya bilang tadi. Weeew.

2. Natural Wonders

Kalau body mist ini saya mulai coba gonta ganti juga jaman SMA. Jadi awal mulanya teman saya bilang kalau ada body mist wangi bener harganya yaa cukup lumayan, belinya di Century Blok M Plaza. Iya cuma ada di Century doang, saya taunya dulu begitu. Alhasil saya coba berbagai macam wewangian dari wangi vanilla, strawberry, pear, campuran buah, bunga dan lain sebagainya, saya juga sampai nggak inget, karena tidak ada yang sampai sekarang masih saya pakai. Walaupun harganya cukup terjangkau, tapi ketahanan wanginya cukup lumayan kok, awet dipakai setengah hari deh. Kalau udah nggak wangi bisa semprot lagi, karena harganya nggak mahal-mahal banget jadi tega aja kalo semprot berkali-kali 😂

3. The Body Shop Strawberry

Jadi saya itu pecinta strawberry. Biasanya sih beli pernak perniknya. Saking sukanya sama strawberry, pernah dibawakan oleh-oleh parfum mini wangi strawberry dari rekan saya yang melancong ke Vienna. Entah mereknya apa ya, saya juga lupa. Tapi wangi strawberry nya maniiiis banget, ga bikin eneg, malah bikin nyaman. Nah, berhubung brand The Body Shop ini punya body mist wangi strawberry maka saya pun memutuskan untuk mencoba. Berharap wanginya lembut dan manis macem parfum ala Vienna, well ternyata wangi strawberry The Body Shop di luar ekspektasi, saya kurang suka, hiks. Saya cuma pernah beli sekali dan ga repeat order. Tapi sekarang malah dikasih The Body Shop lagi dengan wangi yang berbeda macem White Musk Libertine, berhubung suami saya kerja di The Body Shop, suka dibagi gratis. Lumayan rejeki istri 😅

4. Bali Ratih Strawberry

Kasusnya sama, karena ada varian wangi strawberry maka saya coba. Berujung kuciwa juga soalnya wangi strawberry Bali Ratih ga sama kayak yang saya pengin. Apa ini pertanda saya mesti melancong juga ke Vienna buat dapetin wangi strawberry yang super enak itu? Ehehhee ngareepp. Namun demikian, wangi Bali Ratih cukup soft dan ga bikin eneg kok, variannya juga banyak kalau mau coba-coba.

5. Paris Hilton Heiress

Ini dia parfum favorit yang bisa dibilang jadi signature fragrance saya, soalnya keseringan pake ini terus. Sampe suami saya waktu jaman pacaran hafal banget sama wangi ini. Seri heiress yang dikeluarkan oleh Paris Hilton memang diminati oleh kaum muda yang enerjik yang suka wewangian yang soft dengan wangi dominan ylang ylang maniiis seperti wangi bubble gum. Untuk detail wanginya bisa googling sendiri, karena saya juga ga bisa deskripsikan seperti apa wanginya. Yang jelas ini parfum cukup tahan lama, saya semprot di baju, eh besoknya masih wangi. Ckckck luar biasa. Parfum ini juga masih saya pakai sampai sekarang, rasanya udah jadi parfum andalan banget.

6. Escada Rockin' Rio

Pertama kali saya mencoba parfum ini bukan karena beli brand aslinya, tapi cuma iseng beli parfum 40ribuan di toko pernak pernik Bunga. Ternyata wanginya enak banget pas sudah dipakai. Fresh, soft, maniiis kombinasi fruity berbau nanas jeruk dan berakhir musk. Setelah itu parfum ala-ala habis baru saya coba beli lagi dengan botol aslinya. Wanginya tetap enaaaakkk! Favorit banget pokoknya, masih dipake sampai sekarang. 

7. Paris Hilton For Women

Kebanyakan parfum yang dikeluarkan Paris Hilton itu manis dan soft makanya saya nggak ragu untuk coba varian lainnya. Googling sana sini ternyata banyak yang rekomendasiin Paris Hilton For Woman. Akhirnya eksekusi beli juga dan hasilnya.. not my favorite tapi not bad laah.. Wanginya sih enak, top notesnya melon dan apel, middle notesnya ylang ylang yang manisnta mirip heiress, dan base notesnya wangi musk. Tapi wangi dominannya memang lebih ke melon yang soft. Ketahanannya biasa aja, dipakai setengah hari juga hilang. Tapi so far sih cocok aja pakai ini 😆

8. Paris Hilton Can Can

Another percobaan Paris Hilton yang bentuk botolnya super gendut ini. Wanginya lagi-lagi kombinasi floral-fruity dengan campuran black currant, nectarine dan soft musk. Nyam nyammm.. Maniiiis. Ga heran kalau digandrungin sama kaum muda yang suka dengan wewangian fresh. Sebelas dua belas sama Paris Hilton For Women, wanginya cuma kuat setengah hari, ga bisa dipake lama-lama. Tapi Paris Hilton Can Can cocok juga dipakai acara malam, lebih elegan gimanaa gitu 😋

Rata-rata wewangian yang saya pake cuma berputar di fruity floral yang dominan manis. Belom pernah coba wangi yang lebih banyak lagi, soalnya saya bukan hobi koleksi parfum juga sih. Tapi next kalo lagi niat sih pengen nyoba Britney Spears Fantasy katanya setipe sama Paris Hilton. Nanti deh kalo udah nyoba baru review 😂







Tuesday, July 5, 2016

Generasi Tahun 90

Siang hari puanas pol saya memilih tidak keluar rumah, kebetulan ada Mbak Wiwin Kakak Ipar saya di rumah. Kami mengobrol random di kamar, sambil ngadem. Ngomongin permainan anak jaman dulu vs permainan anak jaman sekarang. 

Entah mengapa kalau lihat anak jaman sekarang bermain, miris sekali. Rasanya terlalu individualis, tidak sekreatif anak jaman dulu, rentan manja dan gadget-colic. Anak jaman sekarang lebih senang main sama gadgetnya, nunduk dan tak peduli sama lingkungan sekitar. Lebih senang duduk berlama-lama di depan komputer untuk browsing dan mencari hiburan serta bermain. Rasanya sayang semua yang dibutuhkan anak pindah ke alat elektronik kotak itu.

Syedddiiihhh..

Kalau ingat saya jaman dulu, sangat berbeda sekali. Waktu di mana rumah-rumah tidak sebagus sekarang, yang punya motor bisa dihitung pakai jari, apalagi yang punya mobil. Suasana jalan raya belum seramai sekarang, masih banyak tanah merah, masih banyak tanah lapang untuk tempat bermain anak. Masih banyak tanaman-tanaman hijau yang tumbuh di kiri kanan jalan. Masih banyak pohon-pohon besar yang memayungi kami bermain di bawahnya.

Rinduuu..

Dulu waktu saya kecil, saya selalu diperbolehkan untuk main di luar oleh orang tua saya. Tempat bermain saya dan teman-teman ada di depan rumah. Tanah petakan cukup pas untuk bermain dikelilingi beberapa pohon rambutan Cipelat super manis dan pohon alpukat, adeeem bangettt. Kalau pas musim rambutan dan dipanen oleh Bapaknya tetangga saya, bocah-bocah baris nanti dibagi rambutan. Rambutan Cipelat ini super enak, rambutnya botak, cenderung tajam, isinya bulat sempurna, dan kalau dimakan ngelotok dagingnya, hingga sisa bijinya saja, tidak ada daging buah yang tersisa di biji. Yg masih warna kuning aja sudah manis luar biasa, gimana warna merah. Tak heran harga rambutan cipelat ini termahal di kelasnya. Kadang senengnya luaaaar biasa, ketika ga sengaja nemu rambutan merah matang yang jatuh. Mayaaan.. Rambutan gratis.

Tetangga saya ada beberapa yg punya rumah tinggal sendiri, tapi kebanyakan yang lain di rumah kontrakan petakan. Banyak anak-anak kecil yang hampir-hampir sebaya dengan saya. Range usianya ada yang sebaya atau beda 1 sampai 4 tahun. Jaman SD, saya biasa bermain siang hari sepulang sekolah sampai menjelang Ashar. Nah pulang ke rumah untuk mandi, lepas itu kadang masih ada yang main ke luar lagi dengan piyama yang udh kece sama bedak putih yang kentara banget cemong, pertanda ia bener-bener abis mandi, ga boong.

Main apa?

Kami generasi tahun 90an yang artinya lahir di tahun 80an, tidak pernah kehabisan ide permainan. Kalau anak cewe biasanya suka main karet. Rasanya ada yang kurang kalau anak cewe ga punya karet sendiri. Makanya saya buat juga sendiri, sengaja beli karet 1/4kilo hanya untuk dibuat pernainan karet. Beli karetnya yang warna hijau atau merah, bentuknya lebih besar dan lebih molor, jangan yang kuning. Bikinnya sampai pakai kaki segala buat penahannya loh. Kalau yang pernah bikin mungkin tahu. Tapi jangan salah, permainan karet ini bukan cuma untuk anak perempuan, anak laki-laki pun kadang ikutan. Dari tinggi semata kaki, dengkul, pinggang,  dada, pundak, telinga, kepala hingga merdeka dengan tangan ke atas. 

Main tap gunung, yang digambar di tanah pakai kapur papan tulis, bentuknya 3 kotak vertikal, 2 kotak horizontal, 1 kotak lagi vertikal, 2 kotak horizontal. Ditutup bagian paling atas gambar setengah lingkaran atau kita sebut dengan gunung. Batu gacoan kami menggunakan pecahan genteng atau pecahan keramik. Kami malah punya gacoan favorit, yang kalau dilempar enak sesuai dengan kemauan kami. Kalau anak tahun 90an pasti tahu nih cara main tap gunung.

Permainan lain yang super sering dimainkan adalah kasti dan petak umpet. Kalau kasti dimainkan sore hari menjelang mandi sore. Kami punya pemukul kasti sendiri, terbuat dari kayu yang dibikin sendiri lupa sama bapaknya siapa yah. Bola kasti pun punya untuk ramai-ramai. Untuk tiangnya kami menggunakan media berupa pohon. Base 1 pohon rambutan, base 2 pohon alpukat dan base 3 pohon coklat. Yang seru karena mainnya bukan di tanah lapang, jadi kalau mukulnya kencang sekali bisa terbang entah kemana. Kadang masuk halaman tetangga, masuk ke area kandang ayam tetangga juga, bola nyangkut di pohon (kalo ini yang lebih sering sih kok batminton, buat nuruninnya pake lempar raket supaya dahannya goyang) dan yang paling males kalau bola kastinya nyemplung ke kubangan got atau rawa-rawa disekitar tempat bermain kami. Aargghh.... Sumpah males banget, tapi tetap saja bola yang nyempung dan berlumuran itu diambil, digunakan buat gebok (istilah melempar bola ke badan lawan untuk mematikan). Malah makin seru! Soalnya lawan larinya makin ketakutan kena bola berlumur tanah rawa gambut gotttt 😂

Petak umpet juga suka kami mainkan, kadang suka ngumpet jauh banget sampe ke RT sebelah, ga heran lama kelar nge-gong-in. Selama adegan ngumpet sempet-sempetnya kami maen peletekan dulu. Tau peletekan? Itu tanaman yg berbunga warna ungu, dan buahnya panjang-panjang kalau sudah tua berwarna cokelat. Nah yang warna cokelat ini dicemplungin ke got atau saluran air, dan voilaaaa pletek pletek... Meledak kayak petasan. Pecah semua dan keluar isi biji-bijinya. Yang seru kalau lagi ngumpulin di tangan eh tangan kita keringetan, peletekannya meledak di tangan 😆

Mainan anak laki?

Layang-layang maksudnya? Ooh buat saya dan teman-teman, itu bukan mainan anak laki, itu mainan semua anak. Naik ke atas genteng untuk menaikkan layangan, kejar-kejaran rebutan layangan putus, atau sekedar kesayat benang gelasan yang tajam. Sudah makanan sehari-hari. Kalau lagi musim rambutan dan lagi main layangan, bagai peribahasa sambil menyelam minum air, kami main layangan sembari metikin buah rambutan yang selanjutnya dimakanin rame-rame. Belom bilang ke bapaknya yang punya pohon sih, cuma dibolehin sama anaknya yang punya, dia yang idein malah 😛😛

Gundu. Bukan cuma permainan laki-laki. Sungguh, jaman dulu kita ga maen gender. Semua permainan bisa dilakukan baik laki laki maupun perempuan. Bahkan gundu juga dimainkan oleh perempuan, termasuk saya. Senang sekali jaman dulu suka mengumpulkan gundu dengan berbagai versi. Ada gundu biasa, gundu susu, bahkan gundu emas. Bagaimana yah menjelaskannya, hehe. Intinya kita bermain adu gundu, kalau yang terkena gundu gacoan kita, gundu teman kita itu, kita ambil seperti tawanan. Hehe.

Mainan yang agak feminim?

Dulu saya juga suka main boneka ala-ala dari tangkai pohon pepaya sama temen-temen. Caranya tangkai pepaya yg ada bonggolnya dipotong sekitar 15 cm. Bagian bonggolnya dicutter bentuk lubang mulut dan digambar mata. Bagian ujung tangkai kecil yg bolong disumpel sama daun pepaya hingga tertutup sempurna. Mainannya mah sumpah jorok abis, main tanah. Jadi tanah dikasih air, sampai jadi bubur tanah, terus pakai sendok dari pelepah tangkai pepaya sisa, dimasukkan ke lubang mulut si boneka ala-ala tadi, ceritanya dia makan. Suapin terus sampe penuh sambil berimajenasi jadi emak-emak yang nyuapin anaknya. Ceritanya begitu. Setelah penuh sampai luber keluar dari mulut, maka saatnya sumpelan daun pepaya di tangkai bawah di lepas, dan keluarlah semua isi bubur tanah tadi, ceritanya... Hmmm itu lah 😂

Gak cuma suap-suapan. Saya juga suka masak-masakan. Dari iseng masak boongan yang ga bisa dimakan, sampe masak agak serius yang kayaknya sih bisa dimakan. Ngulek jahe, kunyit, lengkuas yang nyabut di halaman rumah, nyari pohon mangkok yg bentuk daunnya miriiip bgt kayak mangkok. Plusss nyari benalu yg nemplok di pohon, yang warnanya kuning, persis kayak mie kuning. Jadilah ceritanya masak mie kuning. Kadang iseng cuma pengen tahu, masak permen relaxa, ternyata bisa sampai lumerrr. Kalau masak yang agak bener, pernah masak sop-sop-an. Simpel, berhubung ga tau resepnya, jadilah ngasal. Ambil kaleng sarden kosong dari rumah, kasih minyak dikit, masukkan bawang merah dan bawang putih yang diiris-iris. Lalu masukkan air, cemplungin kentang sama wortel yang sudah dipotong2, dikit aja berhubung ngembat dari dapur emak, plus masukkan royco, garam dan gula. Tiba-tiba baunya jadi super enak mirip sop dan kami langsung bangga luar biasa berhasil masak sop (lebay abis). Dan akhirnya itu sop setengah kaleng sarden kita makan beneran 😂

Ga jauh dari adegang masak-masakan, saya dan tetangga-tetangga juga suka bakar singkong. Kebetulan tetangga, Ayahnya punya kebun singkong, alhasil kami bocah-bocah sering minta singkong. Setelah diperbolehkan, kami nyabut singkong sendiri, ini adegan super seru, maen tarik-tarikan batang singkong, pas keluar singkongnya jejingkrakan. Kalau ada singkong yg tertinggal di dalam tanah kita ambil juga *ga mau rugi. Setelah itu, singkong dicuci dari tanah2 yang menempel, sebagian menyiapkan api unggun. Jaman dulu mudah sekali cari kayu, tumpuk2, bakar, singkongnya dimasukkan di dalam api unggun kecil tadi. Kipas-kipas bergantian sampai kiranya sudah matang dengan kondisi permukaan singkong udh hitam legam namanya kena bara. Berebutan lah makan singkong hitam itu, belah jadi dua, kupas kulitnya pakai tangan dan nyam nyam.. Makan singkong sambil tangan cemong item-item. 

Berburu

Bukan seperti jaman sekarang anak-anak berburu pokemon melalui smartphone masing-masing. Kalau jaman saya kecil saya dan teman-teman juga senang berburu, tapi bukan pokemon. Saya senang berburu semut hitam yang besar banget di lubang semut. Caranya karet gelang dapur digunting hingga bentuknya seperti tali. Masukkan di lubang rumah semut dan tunggu sampai karet gelangnya bergerak masuk ke dalam yang artinya ditarik semut. Begitu bergerak langsung ditarik keluar, syuuut berbarengan dengan semut hitam keluar juga. Abis itu ya dibiarin aja, mancing semut yang lain lagi. Rasanya puas saja setelah berhasil iseng ngeluarin semut. Kalau musim penghujan tiba saya dan tetangga suka mandi hujan. Iya, lebih lebat lebih oke. Kalau hujan lebat saya sama adik-adik bersoray sambil bilang ke Ibu "Mandi ujan ya bu." Setelah dapat ijin langsung berlarian ke luar basah kuyup main perosotan berlumpur. Eyuuhh.. Tak lupa kalau sudah mulai reda kami berburu cacing yang bergelimpangan. Maklum banyak tanah segar di sekitar rumah, jadi bakal banyak cacing kalau hujan tiba.

Selain itu kami juga suka berburu entung-entung, yakni ulat yang menempati daun pisang. Kalau melihat ujung daun pisang bergulung, kami senang bukan main, langsung ambil galah yang diikat pisau, potong ujung daunnya, buka gulungan daun berasa buka surat kerajaan, dan voilaaa.. Ada entung ulat yang nangkring. Bentuknya genduuuut, ada kepalanya bulet hitam, dan badannya berbalut putih seperti bedak. Biasanya langsung kami ambil terus taro di tangan, ulat pun bergerak uget-uget.

Tak lupa siang hari kami berburu dempetan. Jadi serangga ini mirip kepik, tapi bentuknya panjang berwarna orange. Serangga ini tidak menggigit, jadi bisa kami permainkan. Serangga ini biasanya ditemukan di tanaman tertentu, saya lupa nama tanamannya apa, yang jelas sejenis ilalang, cuma ada bunganya saja, dan sudah sulit dijumpai saat ini. Nah biasanya ada serangga orange itu, 2 serangga saling berdempetan satu sama lain, saling membelakangi. Karena itu kami menyebutnya "dempetan". Apa yang kami lakukan? Mengambil mereka dan melepas dempetannya hingga terpisah sendiri-sendiri, lalu diletakkan di tangan, kemudian dilepas. Sampai sekarang saya juga nggak tahu, kenapa serangga itu bisa jalan dempet-dempet begitu? Apa sedang kawin? Zzzz. Serangga lain yang kami buru adalah belalang, dari belalang hijau, cokelat, sampai belalang yang super duper besar punya kaki bergerigi tajam, cuma bisa ditangkap pakai kain, ga bisa pakai tangan kosong kalau ga mau luka. 

Tidak semua teman saya pernah merasakan. 

Iya, karena berteman dengan berbagai latar belakang kondisi ekonomi, banyak juga diantara mereka yang belum pernah merasakan berenang di kolam renang. Kebetulan di rumah saya ada kolam renang yang terbuat dari plastik yang bisa dipompa. Saya dan adik-adik saya mengajak bocah-bocah renang di halaman rumah saya. Halaman saya tidak besar, tp cukup lah buat naro kolem renang mini. Agenda renang tiap sore hari, rumah saya berasa penyewaan kolam renang tapi gratis hihi. Kolam diisi hampir penuh, dimasukan kaporit. Wuih rasanya kayak kolam renang sungguhan. Super ramaaaai bocah-bocah dari usia 2 tahun sampai 12 tahun datang bergantian. Numplek semua. Sampai akhirnya overload itu kolem plastik bocor. Bubaaar ga bisa dipake lagi. Tapi kami tidak habis ide, di halaman itu juga ada kolam ikan yang dibuat sama Bapak saya cukup dalam, sekitar 1 meter. Luasnya ga besar-besar banget paling 1x2,5meter. Dibikin kolam renang dadakan lagi men, diisi air plus kaporit, nyemplung lagi deh bocah-bocah se-RT 😂 Seruuuuu sekali.

Satu lagi yang saya rindukan soal masa kecil saya yang sekarang cukup sulit ditemukan pada zaman ini. Masih ada siih, tapi jarang. Yakni TPA dan jajanan jadul. Jaman dulu usia TK sampai SD sudah lazim sekali para orang tua memasukkan anak-anaknya ke TPA (Taman Pendidikan Al Quran), belajarnya di Masjid sama Kakak-kakak pengajar. Mereka sukarelawan, yang mengajarkan kami mengaji Iqro, kadang diajarkan juga nyanyian Islami anak-anak. Kami juga punya kartu TPA yang isinya record bacaan kami, Iqro berapa, halaman berapa, lanjut atau ulang. Kami mengaji biasanya menjelang sholat Ashar sekitar jam setengah 4 dan selesai pukul setengah 5. Rasanya seneng banget, apalagi kalau pulang bisa jajan 😋 Banyak abang-abang mangkal di depan mesjid, ada yang jual baju-bajuan bongkar pasang (yang sampe sekarang masih ada aja dengan model yang ga berubah), tukang arum manis, tukang gulali merah hijau yang bisa dibentuk macam-macam ya sikat gigi, dot, balon, kipas, excited banget pokoknya pas abangnya ngebentuk ini itu, padahal terkadang ditiup atau digepeng-gepengin pakai tangan, jaman dulu ga berasa jorok 😂 Dasar bocah. Kalau lewat warung ga kelar begitu aja, bisa beli anak mas, ichiban cokelat kotak yang isinya cairan berbagai rasa, permen karet warna warni, balon tiup sedotan, permen cicak dan lain sebagainya, semuanya bikin kangeeen...

Bener, memang tidak semuanya bisa dituliskan, tapi sekedar flashback saja, rasanya masa kecil kami generasi 90an lebih berwarna dan lebih kreatif. Berusaha bahagia dengan cara kami sendiri, dan dengan permainan ala kadarnya. Apa-apa bikin sendiri. Bayangin mau main mobil-mobilan aja bikin dulu dari kulit jeruk bali, mainan yang udah paling keren jaman dulu itu Kapal Otok-Otok di baskom yang baunya minyak tanah.

Aaahh sayang sekali anak jaman sekarang ga bisa ngerasain lagi, semoga banyak para orang tua yang mendidik anaknya lebih kreatif dengan banyak bermain yang simpel seperti jaman dulu, bukan sekedar kasih gadget. Semogaaa...

-Noni Halimi

Tuesday, December 22, 2015

Wanita

• Tahukah engkau .... 
Bahwa yang pertama kali tinggal di Masjidil Haram adalah 
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah ibunda kita 'Siti Hajar' 
istri Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam .....

• Tahukah engkau .... 
Bahwa yang pertama kali beriman kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam adalah 
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah istri beliau 'Siti Khadijah' Radhiyallahu 'Anha ....

• Tahukah engkau .... 
Bahwa darah yang pertama kali tumpah di jalan ALLAH Subhanahu wa Ta'ala adalah darah 
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah darah 'Syahidah Sumayyah' ibunya Ammar Bin Yasir .....

• Tahukah engkau .....
Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan Al-Qur'an dan di dalamnya ada Surah bernama 
    ~~~~~~~~~~
     'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
      (An-Nisaa')
Itulah surah ke 4, dan surah terpanjang ke 4 dalam Al-Qur'an, ada 176 ayat setelah Al-Baqarah 286 ayat ; Al-ARaaf 206 ayat dan Ali Imran 200 ayat.
Sementara Surah 'Ar-Rijaal' (Laki-Laki) tidak kita temukan didalam 114 Surah.

• Tahukah engkau......
Nabi Saw bersabda : 
"aku berwasiat pada kalian agar bersikap baiklah terhadap 
    ~~~~~~~~~~
     'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah kalimat yang beliau ulang2 hingga 3 kali dalam khutbah perpisahan beliau (wada') sebelum beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam meninggalkan kita semua selamanya...

• Tahukah engkau .......
Nabi Saw bersabda :
"Siapa yang memiliki 
    ~~~~~~~~~~~~
     3 Anak Wanita 
    ~~~~~~~~~~~~
kemudian mendidiknya dan berhasil baik dalam pendidikannya, maka itu akan menjadi pembebas baginya dari Api Neraka"
Sahabat bertanya : 
"Bagaimana jika hanya 2 Anak Wanita saja wahai Rasulullah?"
Jawab Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam : 
"2 Anak Wanita pun bisa"
Kata Sahabat lagi : 
"Bagaimana bila hanya 1 Anak Wanita saja Baginda Rasul?"
Jawab Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam : 
"1 Anak Wanita pun juga bisa".                     • Tahukah engkau....
bahwa Surga itu terletak dibawah kaki 
          ~~~~~~~~~~
          Ibu (Wanita) 
          ~~~~~~~~~~
"Al-Jannatu Tahtaa aqdaamil Ummahaat : 
"Surga itu berad ia dibawah telapak kaki Ibu"

Adakah kemuliaan yang melebihi semua ini bagi 
     ~~~~~~~~~~~~~~~  
            'W A N I T A' 
     ~~~~~~~~~~~~~~~
Katakanlah wahai para wanita : "Alhamdulillahi 'Alaa Ni'matil Islam" 
(Umar Bin Hafizh)

Jadi.....
Jika engkau mengatakan bahwa Islam adalah agama yang tidak memuliakan 
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Maka engkau mengambil sebuah kesimpulan yang 'Salah Besar'...

 Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, bentuk tubuh yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. 

Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari mata hatinya, karena itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada.    
     "CINTANYA TANPA SYARAT".

Monday, September 14, 2015

Jepang Negara Super Bersih

Jepang negara yang sangat teratur, demikian halnya dengan aturan kebersihan yang ada di Jepang. Saat saya berkeliling Tokyo baik di lokasi wisata umum, jalan umum, jalan raya, bahkan jalan-jalan perumahan dan pinggir-pinggir jalan kecil, hampir tidak ada sampah secuil pun bertengger. Hal ini dikarenakan budaya masyarakat Jepang yang sangat memperhatikan dan mengedepankan kebersihan. Rasanya mau guling-gulingan di jalan, saking senengnya tidak ada sampah berserakan. Tidak hanya sampah, termasuk juga rokok. Di Jepang urusan rokok pun sangat diatur, Jepang melarang masyarakatnya merokok di sembarang tempat. Tersedia smoking area untuk mereka yang ingin merokok, dan jangan harap nemu sampah puntung rokok di jalanan, asli bersiiih.

Ngaso abis jalan jauh
Jalan raya yang kosong akan sampah
Jepang menyediakan banyak tempat sampah di sepanjang jalan dengan konsep sampah organik dan non organik. Tidak sulit menemukan tempat pembuangan sampah sehingga tidak ada alasan untuk membuang sampah sembarangan di Jepang. Saking mendarah daging akan kebersihan ini pun sudah ditanamkan ke anak-anak. Saya diceritakan oleh rekan saya yang punya pengalaman unik di Jepang. Saat itu ia sedang menaiki kereta Subway Jepang, dan ia berdiri tidak jauh dari seorang anak laki-laki bersama Ibunya. Anak tersebut kurang lebih berusia 4 tahun, ia sedang menggenggam kaleng yang berisi permen kecil berwarna warni. Karena ia tidak berhati-hati membuka tutup kaleng tersebut, entah mengapa kaleng tersebut jatuh berserakan ke lantai kereta. Tanpa dikomando oleh Ibunya, anak laki-laki tersebut secara otomatis memunguti permen yang berserakan di lantai dan menaruhnya di atas tissu kemungkinan untuk dibuang. Sedangkan permen-permen yang selamat dan tidak jatuh ke lantai, segera ia simpan dan menutup kembali kalengnya. Luar biasa, anak kecil saja sudah bisa berinisiatif akan kebersihan tanpa diperintah maupun diarahkan oleh orang dewasa yang mendampinginya.. 

Model tempat sampah paling simple di tempat umum
Saya juga menemukan bermacam-macam tempat sampah ketika di salah satu lokasi wisata. Biasanya di Indonesia hanya dibedakan sampah kering dan basah, atau organik dan non organik. Namun tempat sampah di Jepang jauh lebih spesifik. Ada tempat sampah khusus sampah yang bisa dibakar, sampah berbahan styrofoam, sampah minuman kaleng, sampah botol plastik, sampah botol atau segala macam berbahan gelas/kaca. Jepang juga membuat edukasi jenis-jenis tempat sampah ini dengan gambar kartun yang menarik. Memang hampir semua pesan edukasi maupun informasi di Jepang pasti menggunakan kartun daa gambar selain ingin menunjukkan identitas diri bahwa Jepang memang negara Anime, hal ini juga untuk memudahkan masyarakat memahami pesan yang disampaikan. Orang akan lebih tertarik dan mengerti ketika sebuah pesan disisipkan dengan visual gambar.

Semoga budaya bersih di Jepang bisa ditularkan ke Indonesia ya, setidaknya memulai dari diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengajak orang lain untuk menjaga kebersihan bersama. Karena dalam Islam saja sudah jelas, kebersihan itu sebagian dari iman, kan? -Noni Halimi

Ini jalanan kampungnya, sama bersihnya

Seragam Jepang yang Keren

Berfoto bersama bocil-bocil SD di Sensoji Temple
Seragam sekolah atau biasa disebut dengan Seifuku sudah ada di Jepang sejak zaman Meiji atau lebih dari 100 tahun yang lalu. Pada zaman dahulu seragam anak sekolah di Jepang hanya berupa kimono formal, dan kemeja kerah tinggi untuk laki-laki. Namun seiring dengan perkembangan zaman, maka bentuk seragam sekolah di Jepang mulai berubah. Pada era tahun 1920 kemudian para siswa Jepang menggunakan seragam jenis pelaut yang berbentuk scarft segitiga disertai dasi, kelepak di bagian punggung serta rok untuk anak wanita. Seragam model pelaut ini diperkenalkan oleh kepala Sekolah Fukuoka Jo Gakuin University yang bernama Elizabeth Lee. Model seragam ini mengikuti seragam yang digunakan Angkatan Laut di Inggris. Sedangkan untuk murid laki-laki bisa menggunakan seragam Gakuran. Kata Gakuran berasal dari kata gaku yang artinya belajar/murid, dan ran yang artinya negara Barat. Gakuran mirip seperti pakaian militer tempo dulu dengan ciri khas kemeja gelap kerah tinggi tegak dan berkancing emas. Umumnya berwarna gelap keseluruhan dari atas hingga celana, ikat pinggang dan sepatu.

Kali ini foto bareng anak sekolah ABG Jepang
Minta difotoin loncat

Peranan dari Seragam

Seragam sekolah bisa menjadi simbol kemakmuran bagi siswa yang mengenakannya. Bagaimana tidak, ada beberapa sekolah menengah atas yang sengaja membuat desain seragam sekolah menggunakan perancang busana terkenal. Seragam juga berperan bagi siswa yang duduk di bangku SMP dan SMU dalam hal percintaan. Jika kita menonton acara dorama Jepang, maka biasanya untuk menyatakan cinta maka pelajar wanita akan mendatangi pelajar pria atau kekasihnya untuk meminta kancing (dai-ni) yakni kancing kedua dari atas jas seragam milik pelajar pria. Jika ia tidak bertepuk sebelah tangan, maka pelajar pria akan mencopot dan menyerahkan kepada pelajar wanita tersebut. Kenapa kancing kedua dari atas? Filosofinya kaerna letak kancing tersebut yang paling dekat dengan hati, sehingga seolah-olah siswa tersebut menyerahkan hatinya. Tsaaahhh..

Seragam sekolah di Jepang konon katanya bisa menaikan derajat keimutan beberapa poin ketimbang tidak menggunakan seragam. Buktinya pelajar Jepang sangat betah pergi kemana-mana mengenakan seragam, baik ke tempat perbelanjaan maupun tempat wisata sekali pun. Berbeda dengan di Indonesia yang ingin segera mencopot seragam ketika pelajaran sekolah telah usai dan ingin segera berjalan-jalan tempat lain, kalau di Jepang justru ingin tetap dipakai. Bahkan banyak pelajar Jepang yang tetap mengenakan seragam sekolahnya meskipun hari libur. Waduuuhh...

Seragam Jepang sesuai dengan Musimnya

Seragam yang dipergunakan oleh pelajar Jepang terdapat berbagai jenis yang pemakaiannya disesuaikan dengan musim yang sedang berlangsung di Jepang. Seperti kita ketahui bahwa Jepang merupakan negara 4 musim yakni musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Ada pun bentuk dan bahan seragam mengikuti musim yang ada di Jepang :

Contoh seragam di Jepang
Contoh seragam di Jepang part 2
1. Musim Semi
Musim ini merupakan hawa yang sangat cocok dan menyenangkan untuk banyak orang. Pada musim ini semua jenis seragam cocok dipergunakan, menurut beberapa sumber pada musim ini cara berpakaian sekolah tidak dijadwalkan sehingga siswa siswinya bisa saja mengenakan seragam yang berbeda-beda

2. Musim Panas
Pada musim panas, jenis seragam yang digunakan berlengan pendek, tipis, tanpa dasi, rok pendek. Mungkin lebih mirip dengan seragam sailor.

3. Musim Gugur
Pada saat itu suhu sudah mulai turun, hawa mulai dingin dan sudah banyak angin, karena itu jenis seragam yang dipergunakan biasanya berbentuk sweater, rompi atau blazer.

4. Musim Dingin
Pada musim di Jepang suhunya sangat rendah, sehingga jenis seragam mulai tertutup, yang paling sering digunakan adalah jenis blazer dengan tambahan scarft tebal di leher.

Atribut Sekolah Jepang


Salah satu atribut yang digunakan berbarengan dengan seragam di Jepang adalah Topi. Untuk anak TK biasanya berwarna kuning terang. Mungkin supaya lebih cerah dan mudah ditemukan ketika ada acara studi tour ke luar sekolah. Saya pernah melihat rombongan anak TK di suatu tempat wisata di Jepang dengan berbaris menggunakan topi kuning. Kalau lagi hilang, biar gampang nyarinya mungkin yaaaa..

Dasi yang dipergunakan pada seragam Jepang pun beraneka ragam jenisnya dari mulai dasi kupu-kupu, scarft untuk seragam sailor dengan berbagai warna, dasi formal untuk pasangan blazer. Kesemuanya dipakai oleh pelajar Jepang untuk melengkap seragamnya. 
Anak TK biasanya mengenakan topi kuning terang
Sedangkan untuk sepatu dan tas, terdapat keunikan sendiri untuk pelajar Jepang yakni jenis sepatu dan tas yang mereka kenakan sama persis satu dengan yang lainnya. Sepatu sekolah di Jepang biasanya didapatkan langsung dari sekolah satu paket dengan seragam bukan membeli secara sendiri-sendiri. Sepatu tersebut biasa disebut uwabaki. Biasanya uwabaki disimpan di loker sepatu milik masing-masing siswa. Jadi ketika siswa berangkat dari rumah ia menggunakan sepatu bebas, namun sesampainya di sekolah, ia wajib mengganti sepatunya dengan uwabaki dan meletakkan sepatu bebas miliknya di loker. Demikian halnya dengan tas. Untuk siswa TK biasanya menggunakan tas selempang atau post bag dengan warna senada dengan seragamnya. Untuk siswa SD biasanya menggunakan tas ransel yang disebut Randoseru, bentuknya kotak dengan bagian penutup agak keras, persis seperti tas milik Nobita. Sedangkan untuk siswa SMP biasanya mengenakan tas jinjing hitam, untuk anak SMA biasanya menggunakan tas berbahan lebih lentur dengan cara pakai diletakkan di pundak siswa. Pasa siswa juga sering menggantungkan gantungan kunci berupa boneka atau gantungan lucu lainnya pada tas mereka.

Kalau dipikir-pikir seru juga yaa seragam sekolah di Jepang yang punya tradisi dan ciri khas sendiri :D -Noni Halimi 

Imutnya Es Krim Jepang


Es Krim adalah makanan yang identik dengan rasa manis dan segar. Biasanya rasa es krim favorit yang ada di seluruh belahan dunia berkisar rasa coklat, vanilla atau strawberry. Di Jepang memang terkenal dengan es krim rasa matcha atau teh hijau, konon rasa matcha memang berasal dari Jepang dan Jepang merupakan negara pelopor yang membuat rasa matcha di banyak jenis produk makanan yang beredar. Rasa matcha atau teh hijau ini cenderung manis dan pahit, dan disinyalir merupakan jenis teh yang harganya cukup mahal di Jepang, sehingga cukup menarik jika dijadikan rasa makanan maupun minuman. 
Es krim bentuk kucing (neko)
Salah satu uniknya es krim Jepang yakni toko es krim yang berada di Kedai Daily Chico (bawah tanah Nakano Broadway), di sana menjual es krim dengan delapan macam rasa dalam satu toping/cup. Es krim ini ditumpuk tinggi menjulang ke atas dan tidak miring selama belum mencair. Es krim ini terdiri dari berbagai macam rasa yakni rasa strawberry, cokelat, mocca, vanilla, melon, anggur, matcha, dan ramune (soda). Saking ukuran es krim yang jumbo dan banyak maka agaknya kamu tidak akan mampu untuk menghabiskan es krim ini sendirian dan harus makan ramai-ramai. Hehehe. Biasanya pengunjung yang membeli es krim ini digunakan untuk difoto dan mengunggah ke berbagai social media.

Selain rasa-rasa segar dan manis di atas, Jepang juga menawarkan es krim dengan rasa unik dan tidak biasa diperjualbelikan di negara lain. Diantaranya es krim rasa wijen hitam dan bunga sakura. Rasanya cukup aneh dan lucu, apalagi membayangkan memakan es krim rasa kelopak bunga sakura. Entah kalau makan bunga sakura beneran rasanya akan sama seperti makan es krim tersebut atau tidak. Saya pribadi pernah merasakan es krim rasa bunga sakura, rasanya memang unik. Saat itu saya membeli di sebuah toko di daerah Osaka. Harga satu toping es krim berkisar antara 300 JPY sampai 500 JPY. Wuuiiihh. Kalau mau beli es krim dengan berbagai rasa dan harganya cukup murah bisa membeli di vending machine khusus es krim, harganya berkisar 100 JPY sampai 200 JPY dengan merek es krim Glico. Rasanya beraneka ragam dan pastinya enaaakkk :D

Es krim Glico yang dibeli di Vending Machine
Jika rasa-rasa tersebut masih tergolong normal, maka Jepang punya rasa es krim yang lebih ekstrim, ada es krim rasa daging kuda (busashi), es krim rasa sayap ayam (nagoya tebasaki), es krim rasa kepiting (kani aisu), es krim rasa belut (unagi aisu), es krim rasa ikan (sanma aisu), es krim rasa gurita (taco aisu), es krim udang (ebi aisu), es krim rasa sambal Jepang pedas wasabi, es krim rasa empedu ular berbisa, es krim rasa kaktus (saboten aisu), es krim rasa ikan paus, es krim lidah sapi, es krim rasa cumi-cumi, es krim rasa kari India, es krim sirip hiu, es krim rasa telur ikan, es krim rasa arang, es krim rasa kentang, es krim rasa terong ungu, serta es krim rasa bawang putih. Baru membayangkan rasanya saja sudah bergidik yaa, hehe tapi kalau penasaran boleh juga untuk dicoba :) -Noni Halimi

Uniknya ATM Jepang

Jalan-jalan ke Jepang dengan membawa uang cash dalam bentuk mata uang Yen sudah pasti ditangan, namun kita tidak mungkin untuk membawa uang cash dalam jumlah banyak sekaligus bukan? Untuk lebih aman kita pasti akan mempersiapkan dana cadangan di rekening kita jika sewaktu-waktu diperlukan di Jepang. Bagaimana dengan rekening yang kita miliki di Indonesia? Bisakah ditarik di mesin ATM Jepang?

Rekening yang ada di Indonesia terhubung dengan jaringan Master Card atau Cirrus untuk transaksi antar negara, sehingga rekening kita tetap bisa dipergunakan di luar negeri meskipun dengan mesin ATM bank lokal negara tersebut. Saya pribadi menggunakan rekening BNI Syariah dengan kartu ATM Hasanah Debit Card. Kartu ini bisa dipergunakan di mesin ATM berlogo Cirrus atau Master Card di seluruh dunia. Jadi saya tidak khawatir untuk melakukan penarikan di luar negeri meskipun dengan mesin ATM Bank lokal negara tersebut.

Bagaimana Proses Penarikan ATM BNI Syariah?

Untuk negara Jepang, saya mencoba penarikan uang di mesin ATM Seven Bank dengan jaringan Cirrus. Logonya angka 7 yang terdapat di 7/11 persiiis. Mesin ATM ini bisa ditemukan di banyak convenience store yang tersebar di tempat-tempat umum di Jepang, salah satunya di 7/11. Tata cara penarikannya sama seperti di Indonesia, mata uang yang dikeluarkan sesuai dengan mata uang negara tersebut, dan nominal pecahan yang keluar tergantung dari mesin ATM. Untuk di Jepang pecahan uang yang keluar adalah 10.000 JPY. Kurs akan berlaku sesuai kurs pada saat penarikan di negara tersebut, sehingga jumlah uang yang terdebet di rekening kita menyesuaikan dengan besar kurs yang berlaku saat itu. Biaya yang dipotong untuk penarikan menggunakan jaringan Cirrus adalah 25.000 IDR per transaksi. Mudah bukan?

Tampilan Layar ATM di Jepang ada di bagian bawah
Bicara soal mesin ATM di negara Jepang, saya cukup memperhatikan dan sempat berkomentar bahwa ATM Jepang cukup unik. Bentuk mesin ATMnya sebenarnya mirip dengan ATM di Indonesia, hanya saja seluruh mesin ATMnya berbasis touch screen, sehingga untuk pengoperasiannya menggunakan layar sentuh. Seluruh ATM Jepang bisa dipergunakan untuk mencetak buku tabungan apabila nasabah ingin mencetak buku tabungan. Berbeda di Indonesia, saat ini baru beberapa Bank yang menerapkan mesin ATM yang bisa melakukan pencetakan mutasi buku tabungan oleh nasabah sendiri. Bahasa yang dipergunakan sudah pasti bahasa Jepang, namun jika ingin mengganti ke Bahasa Inggris, tinggal pilih saja pilihan bahasanya. Saya pun saat melakukan penarikan memilih bahasa Inggris, karena angkat tangan tidak bisa membaca tulisan Jepang bercampur kanji di mesin ATM.

Hal lain yang saya perhatikan adalah tempat keluar uang saat penarikan di mesin ATM. Jika rata-rata mesin ATM di Indonesia jika mengeluarkan uang maka akan keluar dari samping bawah mesin ATM, sehingga apabila nasabah sedang menarik uang yang cukup banyak akan bisa terlihat oleh orang disekitarnya. Mesin ATM Jepang berbeda, tempat keluarnya uang dari mesin ATM tidak dari samping, namun tepat berada di bagian depan nasabah dekat tombol-tombol mesin ATM. Ketika uang terproses akan luar, maka dari mesin akan terbuka “pintu uang” yang di dalamnya terdapat pecahan uang yang kita ambil. Tangan kita harus merogoh ke dalam lubang tersebut untuk mengambil, baru kemudian langsung dimasukan ke dalam dompet. Jadi orang disekitar kita tidak akan mengetahui berapa banyak jumlah uang yang kita ambil dari mesin ATM. Terlebih lagi di sisi kanan dan kiri mesin ATM diberikan sekat yang cukup lebar yang menghalangi pandangan kanan dan kiri orang disebelah kita untuk melihat. 

Tampilan pintu masuk kartu, buku tabungan serta pintu uang
Mesin ATM di Jepang juga menyediakan kalkulator yang tertempel di samping mesin ATM sehingga bisa dipergunakan oleh nasabah apabila memerlukan. ATM tersebut juga menyediakan kantong amplop uang secara cuma-cuma yang bisa diambil oleh nasabah sehabis melakukan penarikan uang. Masing-masing mesin ATM Jepang juga dilengkapi dengan tombol Robbery Alarm, yakni tombol alarm jika terjadi keadaan mendesak seperti pencurian dan sebagainya. Selain berfungsi untuk transaksi penarikan uang, mesin ATM di Jepang juga berfungsi untuk transaksi penyetoran jika nasabah ingin menabung. Pecahan yang diterima dari 1000 JPY, 2000 JPY, 5000 JPY sampai 10.000 JPY, tidak hanya itu terdapat juga untuk pecahan koin logam yakni 1, 5, 10, 50, 100 sampai 500 JPY. Berbeda di Indonesia yang mesin penyetorannya berdiri sendiri sebagai Cash Deposit Machine, maka di Jepang baik untuk setoran maupun penarikan, bersatu dalam satu mesin ATM.

Pilihan Menu ATM Jepang

お預け入れ: Deposit (memasukkan uang)
お引き出し: Withdrawal (penarikan)
お振込み: transfer ke rekening lain
お振り替え: transfer ke rekening lain milik sendiri (jika punya 2 rekening)
通長記入:pencatatan di buku rekening
残高照会: sisa uang
  • Masukkan kartu ATM dan nomor PIN. Jika memilih transaksi penarikan, masukkan jumlah uang yang diinginkan (perhatian: pada panel akan tertera kanji (kelipatan 1000) dan (kelipatan 10.000). Bisa juga memasukkan jumlah uang secara manual dengan menekan tombol angka).
  • Untuk menyelesaikan transaksi pilih tombol sebagai berikut:
確認 : konfirmasi
訂正 : koreksi
取消 : batalkan transaksi

Bagaimana cara penarikan uang di ATM Jepang?

Pertama yang dilakukan adalah memasukan kartu ATM kita ke dalam mulut kartu di mesin ATM sebelah kanan. Jadi mesin ATM Jepang memiliki dua lubang pintu, sebelah kiri untuk pintu masuk buku tabungan sedangkan sebelah kanan untuk pintu masuk kartu ATM. Jangan sampai tertukar pintu ya, yang bentuknya lebih lebar itu untuk memasukan buku tabungan, sedangkan yang lebih kecil untuk kartu ATM. Kemudian mesin ATM akan meminta kita untuk memasukkan nomor PIN, maka masukan PIN ATM di layar sentuh yang disediakan. Setelah itu pilih transaksi penarikan dan masukan nominal penarikan yang dikehendaki. Jangan lupa untuk melihat jumlah pecahan yang tersedia di ATM tersebut. Misalnya pecahan 10.000 JPY. Jika sudah menekan jumlah penarikan, klik OK. Maka akan ada pilihan untuk pencetakan receipt atau tidak, silahkan dipilih. Jika tidak ingin mencetak receipt maka akan terlihat di layar mesin ATM sisa uang yang ada di rekening tersebut dalam konvensi Yen. Setelah itu ATM akan keluar secara otomatis untuk diambil. Setelah kartu ATM diambil, barulah uang akan keluar dari pintu kotak uang mesin ATM. Posisi pintu kotak uang ini persis di depan perut/badan nasabah dan posisinya terlindungi karena di dalam kotak. Tidak seperti jenis ATM di Indonesia yang pintu keluar uangnya menjulur di bawah sehingga bisa terlihat oleh siapa pun. Lebih Asyik yaa :D -Noni Halimi

Trip Japan : Tokyo Subway Ticket

Begitu keluar dari Bandara Haneda Tokyo, kami menuju moda transportasi kereta yang bisa kami pakai menuju tujuan pertama kami yakni Asakusa Station. Namun kendala awal adalah kami belum tahu harus membeli tourist pass macam apa yang lebih irit dan mudah. Tak jauh dari pintu keluar bandara, ternyata ada kounter Tokyo Subway Ticket dengan papan pengumuman harga yang cukup masuk budget kami. Kartu ini bisa dipergunakan untuk seluruh kereta Tokyo Metro lines dan Toei Subway lines. Berhubung kami akan banyak menggunakan jasa kedua jalur tersebut, maka kami memutuskan untuk membeli kartu Tokyo Subway Ticket selama 3 hari seharga 1500 JPY atau senilai dengan 166.500 IDR (1 JPY = 111 IDR). 
Ada pun harga kartu pass untuk 1 hari adalah 800 JPY dewasa dan 400 JPY untuk anak-anak, 2 hari dengan harga 1200 JPY dewasa dan 600 JPY untuk anak-anak, 3 hari 1500 JPY untuk dewasa dan 750 JPY untuk anak-anak. Sedangkan untuk akses hanya Tokyo Metro Line tersedia 1 hari 600 JPY untuk dewasa dan 300 JPY untuk anak-anak dan 2 hari 980 JPY untuk dewasa dan 490 JPY untuk anak-anak. Berhubung saya membutuhkan dua lines, maka saya membeli gabungan Tokyo Metro Lines dengan Toei Subway Lines.

Petugas yang menjaga kounter sangat baik dan super ganteng *loh. Macem pemain dorama gitu lah, hehehee. Ia menjelaskan kegunaan tiket kami dan menunjukan masa expired kartu. Kami juga diberikan peta dan informasi wisata Tokyo yang menarik, Padahal masih pagi buta, tapi semangat kerja mas-masnya benar- benar patut diacungi jempol. Kami masih dekil belum mandi gini, dilayanin sama mas-mas yang udah kece badaaaaaiii :D

Untuk kamu yang bepergian ke Tokyo selama 1 sampai 3 hari saya menyarankan untuk membeli kartu pass Tokyo Subway Ticket ini :) -Noni Halimi


Mejeng dulu di Bandara Tokyo Haneda

Japan Trip : Terbang Bersama Air Asia X

Setelah persiapan yang cukup singkat, akhirnya tiba juga waktu keberangkatan saya ke Jepang bersama adik saya (Nabi) dan travelmate saya (Febiana Malini) yakni tanggal 30 Oktober 2014. Perjalanan akan ditempuh melalui Soekarno Hatta International Airport – transit di Kuala Lumpur KLIA 2 – Flight Thru dengan Air Asia X ke Haneda International Airport, Tokyo. Jadwal penerbangan kami pukul 08.30 pagi dan kami sudah sampai di Bandara Soetta pukul 05.00 pagi. Terlalu pagi? Tidak juga. Sebenarnya memang sudah ada himbauan dari maskapai bahwa untuk penerbangan internasional dipersiapkan sampai di Bandara 3 jam sebelum keberangkatan. Walaupun pintu check in belum dibuka, tidak ada salahnya untuk menunggu di Bandara lebih lama ketimbang kejebak macet kan? Terlebih hari itu adalah weekdays. Alhasil saya diantar oleh calon suami beserta keluarga saya ke Bandara sebelum Shubuh. Yang pergi bertiga tapi yang nganter rame-rame berasa pergi Haji, haha. Setelah sholat shubuh dan minta doa restu kepada keluarga, berjalanlah kami bertiga ke pintu masuk keberangkatan internasional.


Baru mau masuk udah mejeng :D
Kami menunggu sekitar 30 menit hingga diperbolehkan check in. Penerbangan menuju Kuala Lumpur terasa singkat dan tibalah kami di KLIA 2 pukul 11.30 AM waktu setempat. Kami langsung mencari papan yang bertuliskan Transit, karena kami harus menunggu di Boarding Room tujuan kami selanjutnya yakni Tokyo Haneda. Ini kali pertama saya melakukan penerbangan transit, namun karena papan petunjuk di KLIA lengkap dan tidak membingungkan, maka kami sampai dengan selamat di depan pintu boarding room. 

Berhubung waktu sudah hampir tengah hari, maka sudah saatnya membuka bekal makanan yang dibawa dari rumah. Ngirit? Oh sudah pasti. Selama bisa bawa bekal sendiri kenapa tidak? Kami membawa mashed potatoes dicampur dengan krim keju, susu dan sayuran. Makan kami lahap bener layaknya gak makan seminggu. Tersadar kami tidak punya air minum, kami pun berkeliling ke sekitar boarding room, ternyata ada pengisian air minum gratis. Berbeda dengan bandara Soekarno Hatta yang tidak menyediakan fasilitas isi air minum gratis, di KLIA ada lhoo. Rasa airnya cukup sejuk dan kami bisa mengambil sepuasnya. Kalau di imigrasi Indonesia sudah pasti kena sita. Di KLIA kami juga sembari menunaikan Shalat Dzuhur dan Ashar, karena perjalanan kami selanjutnya akan menghabiskan waktu 7.5 jam di dalam pesawat dan akan tiba tengah malam.

Transit di KLIA 2
Langit terlihat mendung di luar KLIA 2, dan kami mengabarkan keluarga untuk kembali meminta doa restu atas perjalanan kami bertiga. Bismillah, pesawat kami sudah datang. Ini adalah pesawat Air Asia X dengan kode pesawat D7522 yang akan membawa kami terbang dari Kuala Lumpur KLIA 2 menuju destinasi kami yakni Bandara Internasional Tokyo Haneda. Tak lama panggilan untuk masuk ke dalam pesawat pun bergema, tak sabar kami langsung menaiki pesawat, dan ternyata.....

Air Asia X
Makan malam ala-ala Air Asia
 Pertama kami disambut oleh pramugari dengan senyuman khas dan kami berjalan melewati bisnis class, yang sudah pasti bentuk kursinya berbeda lah dengan yang kami pesan *nasiip. Begitu sampai di deretan kursi tengah, saya melongo saking senangnya, pesawat Air Asia X memang berukuran lebih besar ketimbang pesawat Air Asia yang biasa saya naiki. Jika biasanya hanya ada 2 baris yakni baris kiri 3 kursi dan baris kanan 3 kursi. Maka Air Asia X terdiri dari 3 baris, yakni baris kiri 3 kursi, baris tengah 3 kursi dan baris kanan 3 kursi. Kebayang kan lebih luasnya *maap norak abis. Terlebih lagi saat kami bertiga mencari nomor kursi, terdengar pengumuman dari speaker pesawat mengenai informasi-informasi dengan bahasa Melayu, Inggris dan Jepang. Mendengar bahasa Jepang menggema di dalam pesawat, makin tidak sabar rasanya untuk segera sampai di Negeri Sakura tersebut.

Perjalanan panjang yang cukup melelahkan saya habiskan dengan : mengobrol, bercanda, membaca buku, makan-makan sampai tertidur dan terbangun lagi dan tertidur lagi. Hingga sampailah waktu landing kami di Bandara Tokyo Haneda pada pukul 10.30 PM malam hari. Tiba di Bandara kami langsung melihat sekeliling dan sudah pasti ke toilet. Tidak sulit menemukan toilet karena sepanjang di dalam Bandara bertebaran toilet, yang kabarnya memang banyak tombol ajaib. Benar saja, toilet ini memang banyak tombol ajaib yang super keren. Maklum saya belum pernah melihat toilet macem ini sebelumnya di Indonesia. Selepas itu, kami menuju imigrasi Jepang untuk mendapatkan stempel masuk Jepang.

Welcome to Japan
Pertama kali lewat lorong ini langsung nyari toilet
Berbaris rapi antrian pada malam hari itu dengan banyak petugas imigrasi Jepang yang melayani. Begitu sampai antrian saya dan saya dipersilahkan untuk maju, saya sangat terkesan dengan petugas imigrasi Jepang. Dengan budaya kerja Jepang, petugas tersebut tersenyum menyambut saya dan menyapa “Konbanwa” yang artinya selamat malam. Saya pun refleks membalas senyum lebar sambil menjawab "Konbanwa". Aaarggghhhh!! Petugas tersebut mulai membuka paspor milik saya dan memeriksa Visa milik saya. Tak lama saya diminta untuk meletakan jari saya di mesin pengindai sidik jari dan memposisikan mata saya di kamera yang disediakan, mungkin untuk pemotretan *eh. Setelah proses singkat tersebut selesai, ia tersenyum mengembalikan paspor milik saya sambil mengucapkan “Arigatou Gozaimasu” yang artinya “Terima kasih”. Saya berjalan menjauhi kounter petugas imigrasi tersebut masih dengan perasaan excited luar biasa. Baru kali ini seumur-umur saya berhadapan dengan petugas imigrasi yang disambut hangat dan penuh senyum, bahkan untuk jam tengah malam. Bahkan yang sering saya temui, di pagi hari pun petugas imigrasi juga jarang senyum :D Namun Jepang ternyata berbeda, luar biasa.


Denah Haneda Intl Airport kalau nyasar
Tidur darurat di bandara Haneda

Karena waktu menunjukan sudah tengah malam tidak mungkin untuk berkeliaran apalagi mencari penginapan, maka kami memutuskan untuk menginap di Bandara Haneda dan menunggu pagi hari. Kami sudah berencana akan menginap di Bandara setelah sebelumnya saya googling apakah bisa menginap di bandara Haneda, dan ternyata banyaaaakk yang menginap di sana. Begitu keluar dari imigrasi Jepang, langsung terhampar deretan kursi-kursi yang siap untuk jadi alas tidur :D Awalnya saya masih ragu untuk tidur merebahkan badan, karena banyak petugas yang berkeliaran, namun lama-lama saya menyadari bahwa memang diperbolehkan untuk tidur di ruangan tersebut. Banyak yang saya lihat merebahkan badan dengan santai sambil menaikan kaki di atas koper miliknya. Petugas memang berkeliaran untuk berjaga-jaga saja, tidak pernah menegur dan melarang, jadi amaaaaan~ Kendati demikian, jangan lupa untuk tetap menjaga barang barang yang kamu bawa ya, misalnya ransel kecil digunakan untuk bantalan kepala, sedangkan koper besar dijadikan alas untuk merebahkan kaki.

Mau begadang semalaman? Boleh juga. Kamu tidak akan bosan menunggu pagi karena di bandara ini tersedia fasilitas free Wifii dengan kecepatan super yang akan menemani kamu semalaman. Jangan khawatir juga baterai HP habis, karena tersedia banyak meja yang dilengkapi dengan stop kontak yang bisa dipakai sepuasnya untuk cas HP. Tidak jauh dari tempat duduk kami terdapat pula smoking room untuk pengunjung. Adik saya sempat menengok ke dalam, ia bercerita bahwa smoking roomnya luas dan bersih, lebih mirip kafe daripada tempat merokok gratis

Setelah beristirahat semalaman, Shubuh pun tiba, kami shalat di ruangan Bandara tersebut dengan menggelar sajadah :D Untuk akses air minum, di ruangan tersebut juga ada air minum gratis untuk isi ulang. Ketika saya mencoba untuk mengisi ulang botol minum milik saya, luar biasa airnya superrrr dingin kayak dari kulkas. Segaaaar. Maklum norak, saya langsung minum banyak :D Tersedia juga loker penyimpanan barang, toilet dan ruang ibu hamil dan menyusui. Ruangan tersebut bisa dipergunakan juga untuk bayi atau balita yang ingin berganti popok, dengan fasilitas beberapa kasur bersabuk pengaman yang berjejer serta sebuah mesin entah apa gunanya, saya belum pernah mencobanya (berhubung tulisannya juga bahasa Jepang semua). Jepang ramah sekali untuk ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita yaaaa :D


Tombol toilet Jepang
Demikian hari pertama menginjakkan kaki di negera Jepang yang selama ini saya mimpikan, tidak sabar untuk petualangan berikutnya.

Salam,
Noni Halimi      

Wednesday, August 26, 2015

Trip Japan : Tiket Masuk Menuju Negara Impian


Musim Semi di Negeri Sakura
Tengah malam tanggal 20 April 2014, saya dan travelmate saya Febiana Malini hunting tiket murah promo maskapai penerbangan favorit kami, Air Asia. Destinasi tujuan kami adalah Jepang yang merupakan negara impian yang ingin sekali kami kunjungi. Setelah gagal booking tiket di promo Air Asia bulan bulan sebelumnya, maka malam itu tidak ingin kami sia-siakan kesempatan. Kami menunggu sampai tengah malam dan mengecek harga tiket ke Jepang. Jika kami membeli tiket untuk keberangkatan musim semi yakni periode Maret April, maka tidak diragukan lagi peak season membuat harga tiket melonjak mahal. Akhirnya saya dan Febi harus mengurungkan niat melihat sakura bermekaran pada musim semi. Alternatif lain yang kami pilih adalah musim gugur yang tidak kalah cantiknya. Berharap semoga harga tiket bersahabat dengan kantong budget kami berdua untuk bulan Oktober dan November.

Maka dimulaikan pemburuan tiket dengan beberapa pilihan keberangkatan di musim gugur, sambil banyak berdoa ada harga yang pas. Kami berencana akan ke Jepang mengunjungi 3 kota yakni Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Bagaimana tidak, sekalinya ke Jepang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin utnuk pergi ke tiga kota besar tersebut, karena kami akan menghabiskan selama sepekan di Jepang. Dengan mengucap Bismillah maka kami booking tiket kami dengan keberangkatan Jakarta - Tokyo dan kepulangan Osaka - Jakarta. Sengaja kami memilih berangkat ke Tokyo dan pulang dari Osaka karena kami kan singgah di beberapa tempat. Well, inilah hasil perburuan tiket kami berdua :

DEPARTURE

AIR ASIA AK 383 
Departing :
Jakarta (CGK)
Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3)
Thu 30 Oct 2014, 8:30AM
Arriving :
KLIA 2 (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2
Thu 30 Oct 2014, 11:30AM

Fly Thru
AIR ASIA D7522 
Departing :
Kuala Lumpur (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2)
Thu 30 Oct 2014, 2:40PM
Arriving :
Tokyo (HND)
Haneda International Airport
Thu 30 Oct 2014, 10:30PM

Flight : Jakarta (CGK) – Kuala Lumpur (KUL) – Tokyo Haneda (HND)
Price : 3.310.000 IDR (for two passenger)
(NIL CHECKED BAGGAGE)

------------------------------------------------------------------------------

 
RETURN

AIR ASIA D7533
Departing :
Osaka (KIX)
Kansai International Airport
Thu 06 Nov 2014, 11:00AM
Arriving :
KLIA 2 (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2
Thu 06 Nov 2014, 05:00PM

Fly Thru
AIR ASIA AK386
Departing :
Kuala Lumpur (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2)
Thu 06 Nov 2014, 06:50PM
Arriving :
Jakarta (CGK)
Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3)
Thu 06 Nov 2014, 07:55PM

Flight : Osaka (KIX) – Kuala Lumpur (KUL) – Jakarta (CGK)
Price : 35.028 JPY = 4.060.339 IDR (for two passenger)
Kurs 1 JPY = 115.91 IDR
(CHECK IN BAGGAGE – UP TO 20KG/person)
Setelah tiket dipesan dan dibayar melalui Hasanah Card BNI Syariah dan BNI Credit Card, resmi sudah kami berdua memegang tiket ke Jepang. Arrghhh! Rasanya campur aduk bahagia. Kami membeli tiket PP Jakarta - Jepang - Jakarta maskapai penerbangan Air Asia dengan harga 3.685.169 IDR alias 3.6juta rupiah. Dengan banyak berdoa kami langsung mengadakan persiapan keberangkatan yakni itinerary, pakaian, pembuatan visa, booking hostel, serta persiapan ongkos perjalanan kami. Pergi ke Jepang kini bukan hanya sekedar mimpi :) - Noni Halimi


Canggihnya Toilet Jepang

Tombol Standar Toilet Jepang
Salah satu hal yang saya ingin coba ketika sampai di Jepang adalah toilet Jepang. Bagaimana tidak, saya membaca review dari berbagai tempat bahwa toilet Jepang sangat cangih dan mengesankan. Bagaimana saya ingin memberi komentar jika belum pernah merasakannya sendiri. Oleh karena itu, sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Tokyo Haneda, berhubung saya juga butuh ke toilet, maka tempat yang saya kunjungi pertama kali sebelum keluar imigrasi adalah toilet. Hehehehe.  

Banyak Tombol Membingungkan

Tidak sulit menemukan toilet di area Bandara Internasional Tokyo Haneda ini, hampir beberapa meter sekali kamu bisa menemukan petunjuk toilet. Toilet Jepang memang sangat bersih dan terawat terutama fasilitas umum seperti ini. Jenis toiletnya ada dua, yakni toilet duduk dan toilet jongkok. Bentuk toilet duduk di Jepang sebenarnya mirip saja dengan di Indonesia, yang membuat berbeda adalah tombol-tombol yang melengkapinya. Ada setidaknya 5 sampai 6 tombol yang melekat di dekat toilet duduk tersebut. Pertama tombol untuk flush, bisa berupa tombol yang di tekan atau bisa berupa sensor gerak. Jika bentuknya adalah sensor gerak, maka kamu hanya perlu menggerakkan/melambaikan tangan kamu di depan tombol, maka sensor akan mendeteksi gerakan dan akan mengeluarkan flush untuk menyiram. Kedua tombol untuk membersihkan atau Spray bagian depan, dengan posisi keluarnya air agak di depan. Ketiga tombol Spray untuk membersihkan namun letaknya agak di bagian belakang, tepatnya untuk dubur.


Keempat adalah tombol Dry yang mengeluarkan angin untuk mengeringkan jika sudah selesai. Tombol kelima adalah tombol Tone dengan icon bergambar not balok, ia mengeluarkan suara gemericik air ketika ditekan. Fungsinya adalah untuk menimbulkan suara ketika sedang berada di dalam toilet. Untuk sebagian orang mungkin agak tidak nyaman jika toilet terlalu sunyi dan aktifitasnya bisa terdenagr ke sebelah, maka Jepang memfasilitasi dengan tombol suara-suara. Unik yaaa.. Tombol keenam adalah tombol Stop, untuk menghentikan pengoperasian tombol lain. Misal kamu menekan tombol spray, namun sudah terlalu lama dan kamu akan memberhentikannya, maka kamu cukup menekan tombol stop. Tidak hanya keenam tombol tersebut, tombol tambahan lainnya adalah water pressure dan possition. Kamu bisa menambahkan atau mengurangi banyaknya air yang keluar dengan menekan tombol + (tambah) atau - (kurang). Sedangkan position kamu bisa memilih air yang akan dikeluarkan dengan menekan tombol front (depan) atau rear (belakang).

Banyak juga tombolnya
Bingung? Baca dulu petunjuknya
Nah satu lagi adalah toilet jongkok yang cukup berbeda dengan di Indonesia. Tombol flush yang dimiliki oleh toilet ini hampir sama dengan toilet duduk yakni dengan tombol sensor gerak. Namun yang berbeda adalah bentuknya yang memiliki penutup dibagian ujung. Jika biasanya pengunjung jongkok menghadap ke arah pintu masuk toilet, maka kebalikan dengan toilet jongkok di Jepang posisinya adalah membelakangi pintu masuk, dan air yang keluar akan terlindungi oleh penutup tadi.

Ramah Untuk Pengguna Disabilitas

Jepang juga dikenal dengan negara yang ramah untuk pengguna yang mengalami penyandang cacat fisik maupun lanjut usia. Toilet pun disediakan khusus untuk pengunjung yang menyandang cacat maupun lanjut usia. Toilet mereka khusus satu ruangan yang jauh lebih besar, gunanya adalah supaya kursi roda yang mereka gunakan bisa dibawa masuk ke dalam. Tombol dan perlengkapannya kurang lebih mirip dengan yang lain, di dalam juga terdapat wastafel untuk mencuci tangan dengan lengkap sehingga pengunjung hanya perlu masuk ke toilet itu saja. Sangat memudahkan, dan pastinya dibagian petunjuk sudah ada logo toilet khusus penyandang cacat dan lanjut usia, sehingga tidak ada pengunjung lain yang berani masuk dan melanggar ketentuan. 
Source : hadiantiramadhani.wordpress.com
Source : hadiantiramadhani.wordpress.com
Fasilitas Umum yang Mudah Ditemukan

Toilet yang bersih dan terawat rupanya bukan hanya ditemukan di tempat keramaian yang apik seperti bandara saja, namun juga di dekat taman-taman pinggir jalan. Rasanya tidak sulit menemukan toilet umum di sepanjang jalan Tokyo. Awalnya saya mengira bahwa toilet umum ini pasti tidak terlalu terawat seperti di bandara, namun ternyata saya keliru. Bahkan toilet di jalan-jalan umum pun bersih dan terawat, tidak ada sampah tisu yang berserakan dan toiletnya harum. Luar biasa. Tidak hanya di jalan-jalan umum, ternyata toilet yang ada di penginapan pun memiliki standar yang sama, baik untuk penginapan yang bagus maupun penginapan kelas bawah yang pernah saya tempati. Contohnya penginapan di Osaka yang saya pesan cukup sederhana, namun fasilitas kamar mandi dan toiletnya tidak kalah modern dengan penginapan kelas menengah. 

Fasilitas umum toilet
Tisu yang Berbeda

Satu lagi perbedaan yang bisa saya temukan antara toilet di Jepang dan Indonesia, yakni Tisu gulung yang diletakan di toilet. Jepang mempergunakan jenis tisu gulung yang berbahan dasar tipis, saking tipisnya tisu tersebut biasanya dibuang ke dalam toilet kemudian di flush agar menghilang. Tisu berbahan tipis tersebut akan hancur dengan sendirinya jika terkena air dan tidak menyebabkan sumbatan. Tentunya tisu ini juga lebih irit ya. Berbeda dengan tisu gulung di Indonesia yang berbahan dasar agak tebal, sehingga boros dan tidak bisa dibuang melalui toilet. Jika kamu mencoba untuk membuang ke toilet maka akan terjadi sumbatan, kacaulah semua.

Kurang lebih demikian ulasan mengenai toilet yang saya rasakan selama di Jepang, semoga suatu saat Indonesia memiliki standar toilet modern seperti milik Jepang ya :D -Noni Halimi