Showing posts with label murah. Show all posts
Showing posts with label murah. Show all posts

Tuesday, October 13, 2015

Japan Trip : Persiapan Itinerary Jepang


Visa sudah approval, langkah selanjutnya adalah membuat itinerary sungguhan. Jujur saja baru kali ini saya dadakan membuat itinerary. Setiap saya bepergian biasanya itinerary atau jadwal perjalanan sudah saya buat jauh-jauh hari. Berbeda dengan perjalanan saya kali ini, saya merasa persiapannya sangat minim dan serba mepet. Padahal destinasi saya adalah ke negara Jepang. Saya sudah googling sana sini, makin banyak baca makin puyeng dan makin deg-degan. Fiiuuhh. Masalahnya semua masih di dalam otak dan belum dituangkan dalam excel.

Alhasil mendekati hari H keberangkatan saya memutuskan untuk membuat itinerary bersama dengan Febi, travelmate saya yang nantinya akan berangkat bersama. Sebelumnya kami sudah membuat gambaran kasar di masing-masing draft kami, ketika nanti menginap baru kami akan menggabungkan semuanya. Ada pun draft tersebut saya buat di kantor saat sedang puyeng ngurusin Teller dan CS saya, sedangkan Febi pun dikerjakan di kantornya hehehe. Kami membagi tugas dengan cara Febi membuat itinerary Tokyo sedangkan saya membuat itinerary Kyoto dan Osaka. Kami saling balas-balasan revisi itinerary. Entah sudah part berapa itu draft.

Sungguh malam itu akan menjadi malam panjang karena kami harus berpikir keras bagaimana agar wisata kami ke Jepang berjalan dengan sukses. Rencananya kami akan bepergian ke 3 kota besar di Jepang yakni Tokyo, Kyoto dan Osaka. Berpindah dari satu kota ke kota lain dengan membawa barang bawaan besar tentu bukan perkara mudah, terutama dalam hal transportasi dan akomodasi. Yosshh... kami berencana menyelesaikan semuanya pada malam tersebut.

Sampai di rumah Febi, saya dan Febi langsung mengeluarkan alat pertempuran kami yak tidak lain adalah cemilan *looohh. Ini merupakan bagian penting dalam perintisan itinerary, rasanya kami tidak bisa berpikir kalau tidak ngemil *alasaaan. Saya membawa beberapa referensi buku yang membahas mengenai perjalanan ke Jepang serta tips-tips yang penting untuk diketahui. Saya dan Febi juga sudah print beberapa artikel yang berkaitan dengan destinasi wisata kami untuk memudahkan mengatur jadwal perjalanan.

Hostel yang akan kami tempati di 3 kota di Jepang sudah kami booking melalui booking.com, Alhamdulillah. Setidaknya penginapan sudah aman. Kenapa harus melalui booking.com? Karena pemesanan melalui booking.com tidak dikenakan biaya sepeser pun. Pembayaran dilakukan dengan uang cash ketika kami sudah sampai di lokasi tempat menginap. Lebih terjamin bukan? Apalagi kalau khawatir akan cancel mendadak, uang tidak akan hangus karena kami belum membayar apa-apa.

Destinasi wisata yang akan kami kunjungi juga sudah kami persiapkan, kami hanya mengatur waktu agar semuanya dirasa enak dan tidak terlalu melelahkan. Kami sudah membuat bucking list mengenai hal-hal apa saja yang harus saya lakukan di Jepang, terutama menaiki Shinkansen, itu wajib hukumnya. Kami berencana menaiki Shinkansen dari Kyoto menuju Osaka dengan perhitungan budget yang memadai karena harganya masih terjangkau. Walaupun konsekuensinya perjalanan dengan kereta peluru untuk ukuran jarak Kyoto dan Osaka sangat dekat dan hanya sebentar saja. Namun kami tidak masalah naik Shinkasen hanya hitungan menit, yang penting kami merasakan sensasinya kan?

Selanjutnya yang jadi permasalahan hidup kami adalah transportasi dari Tokyo menuju Kyoto. Ada banyak pilihan mengenai akses dari Tokyo ke Kyoto, diantaranya menggunakan jalur kereta Shinkansen, namun pastinya harganya mahal. Atau dengan menggunakan bus malam Willer Express dengan harga yang cukup terjangkau. Bus ini berangkat malam hari dari Tokyo dan akan tiba di Kyoto pada pagi hari. Pilihan yang tepat untuk menghemat penginapan kan? Namun sayang disayaaaanggg....kami cek website Willer Express ternyata tulisan kanji semua dan kami tidak berhasil memesan tiket tersebut. 



Peta Subway dan Kereta di Jepang
Pusing pala berbi. Saya dan Febi pontang panting cari cara, termasuk tanya sana sini ke teman yang punya akses di Jepang. Alhamdulillah ada teman dari teman kami (panjang kan urutannya), yang tinggal di Jepang, kami komunikasi melalui WhatsApp untuk meminta bantuan pemesanan bus. Dengan baik hati ia langsung reservasi bus untuk saya, Febi dan Adik saya melalui situs www.j-bus.co.jp dengan tujuan Tokyo – Kyoto. Mengapa kami tidak bisa memesan sendiri? Ini pertanyaan cerdas. Coba saja buka link tadi, dijamin siwer matanya melihat huruf kanji Jepang yang berserakan. Google translate sana sini namun tidak berhasil juga. Alhamdulillah ada yang membantu memesankan untuk kami.

Tiket bus untuk ke Gunung Fuji belum kami pesan karena rencananya kami akan membeli langsung di kounter tiket yang berada di terminal Shinjuku. Harganya kami sudah perkirakan sekitar 1700 Yen. Cukup mahal yaa.. Namun apa daya, kami wajib melihat Gunung Fuji, udah jauh-jauh ke Jepang masa nggak lihat Gunung Fuji kaaaaan..

Dalam satu malam akhirnya itinerary rampung diselesaikan, ini merupakan pencapaian yang cukup luar biasa bagi kami bedua. Ngebut fiksasi itinerary ditemani minyak kayu putih, coffee latte dan cemilan MSG. Terima kasih telah menemani kami semalaman :)


Salam,
Noni Halimi

Thursday, September 17, 2015

Penginapan di Tokyo, Kyoto dan Osaka

Akomodasi yang harus dipikirkan saat kita traveling ke Jepang salah satunya adalah penginapan. Membayangkan Negara Jepang dengan tingkat biaya hidup yang cukup tinggi membuat saya awalnya cukup khawatir menemukan hostel yang 'on budget'. Maklum, setiap traveling saya tidak biasa menginap di tempat penginapan yang mahal, saya selalu mencari range harga middle – end, demi pengiritan kantong. Namun ternyata, tidak sulit juga lho menemukan tempat penginapan dengan harga yang cukup murah.

Di Jepang sangat menjamur yang namanya Capsule Hotel atau Kapuseru Hoteru, yakni penginapan dengan kamar mini yang hanya berisi jajaran kasur-kasur berbentuk kapsul atau peti saja. Jepang memang sangat terbatas dalam ruang karena negara kecil, maka dimanfaatkan sedemikian hingga ruangan kecil bisa menampung orang banyak, hingga tercetuslah hotel kapsul. Ruang untuk tidur tamu lumayan kecil yang berbentuk peti modular terbuat dari plastik atau fibberglass berukuran 2 x 1 x 1.25 meter. Ruangan ini menyediakan fasilitas kasur dan fasilitas hiburan di dalamnya seperti televisi dan koneksi internet. Jangan khawatir, privasi tamu terjaga dengan adanya tirai dan pintu fibberglasss di bagian ruang masuk kamar. Harga menginap per malam di hotel kapsul ini tergolong murah berkisar antara 2000 JPY sampai 4000 JPY. Namun berhubung saya agak horor tidur di ruangan sempit dan berasa peti mati, maka saya mengurungkan niat untuk mencoba jenis penginapan seperti ini :D

Ada pun perjalanan saya ke Jepang mengunjungi tiga kota besar, yakni Tokyo, Kyoto dan Osaka. Masing-masing penginapan memiliki kesan tersendiri. Hari pertama saya menginap di Bandara Internasional Tokyo Haneda, berhubung kami baru landing pukul 11 malam dan tidak memungkinkan untuk perjalanan mencari penginapan. Akhirnya kami dari awal sudah memutuskan untuk bermalam di bandara menunggu pagi hari baru kami memulai perjalanan. Berikut hasil review dari saya mengenai hostel yang saya tempati selama di Jepang :
Foto bersama Chieko-san plus dapat oleh-oleh origami dan permen Jepang
Salah satu kasur di Khaosan Tokyo Original
Penginapan di Tokyo – Khaosan Tokyo Original

[+] Lokasi strategis tidak begitu jauh dari Stasiun Asakusa
[+] Lingkungan cukup aman dan nyaman walaupun pulang larut malam
[+] Pengurus hostel namanya Chieko-san, ramah dan mahir berbahasa Inggris sehingga mudah komunikasi
[+] Harga cukup terjangkau, saat itu kamar dormitory khusus wanita 2200 JPY / malam / orang (Harga pemesanan Oktober 2014)
[+] Kamar ber-AC dan cukup sejuk. Kasur dan suasana kamar cukup nyaman, homey banget
[+] Tersedia fasilitas Wifi 24 jam non stop dengan kecepatan super

[-] Kami dapat kamar di lantai 2 sehingga butuh menaikan dan menurunkan barang
[-] Kamar mandi cukup sempit, namun lumayan nyaman.
[-] Hanya tersedia satu kamar mandi dan satu toilet sehingga untuk pemakaiannya harus bergantian
[-] Kami memesan kamar dormitory sehingga berbarengan dengan penghuni lain, agak kurang nyaman ketika ingin mengobrol dengan travelmate, harus bisik-bisik agar tidak mengganggu. Tidak bisa leluasa packing juga kalau sudah larut, khawatir berisik dan mengganggu penghuni kasur-kasur sebelah.

Tampak luar Piece Hostel
Source : google.com
Penginapan di Kyoto – Piece Hostel

[+] Lokasi strategis tidak begitu jauh dari Stasiun Kyoto cukup berjalan kaki. Namun posisinya agak masuk gang. Walaupun demikian masih terbilang cukup mudah untuk ditemukan
[+] Lingkungan cukup aman dan nyaman walaupun pulang larut malam
[+] Harga cukup terjangkau, untuk kamar private room berdua seharga 3400 JPY / malam / orang. Karena sharing cost, jadi agak ringan.
[+] Kamar cukup mini namun tetap nyaman, kualitas kasur hotel dan di dalam kamar terdapat wastafel serta hair dryer.
[+] Tersedia fasilitas Wifi 24 jam non stop dengan kecepatan super
[+] Ada fasilitas lift
[+] Free sarapan pagi, kalau mau membawa untuk bekal juga bisa
[+] Free onigiri sampai dengan siang hari. Jadi disediakan onigiri yang sudah di wrapping dengan ukuran lumayan jumbo yang bisa kita ambil sepuasnya. Lumayan banget. Bahkan saya ambil 2 buah untuk makan siang *mumpuuung. Rasanya pun super enak, nasinya manis asin dan baru kali itu saya makan onigiri langsung di Jepang. Beda rasanya dengan onigiri ala-ala di Indonesia.
[+] Namanya sih hostel, namun menurut saya sudah mirip dengan hotel, mungkin sekelas Tune Hote milik Air Asia.

[-] Kamar mandi terdapat di lantai 1, jadi kita tidak bisa sepuasnya wara wiri ke kamar mandi. Terlebih jika kita mendapat kamar di lantai atas.
 
Hotel Kaga, Osaka
Penginapan di Osaka – Hotel Kaga

[+] Lokasi strategis tidak begitu jauh dari Stasiun Shin Imamiya, Osaka cukup berjalan kaki. Namun posisinya agak masuk gang. Waktu kami sampai Osaka sudah malam hari jadi agak kesulitan mencarinya, namun kalau siang hari mungkin akan lebih mudah.
[+] Harga cukup terjangkau, untuk kamar private room berdua seharga 1700 JPY / malam / orang. (Harga pemesanan bulan Oktober 2014)
[+] Kamar cukup mini namun tetap nyaman, terlebih bentuk kasurnya tatami / kasur lipat jepang dan futon yang unik.
[+] Tersedia fasilitas AC, kulkas dan televisi di dalam kamar.
[+] Tersedia fasilitas Wifi 24 jam non stop dengan kecepatan super
[+] Ada fasilitas lift
[+] Toilet khusus wanita ada di lantai 6 (kebetulan kami juga dapatnya lantai 6, horeee) dan kondisinya sangat bersih, rapi dan terawat.
[+] Ada fasilitas tempat pemandian campur khusus wanita dan khusus pria khas Jepang

[-] Lingkungan yang cukup berbahaya kalau malam hari, disarankan untuk tidak keluar sendirian atau hanya berdua wanita semua. Dekat dengan area tuna wisma yang berkeliatan di kolong fly over serta cukup sepi kalau malam hari.

Kurang lebih demikian sekilas pengamatan saya mengenai penginapan di Tokyo, Kyoto dan Osaka. Ini merupakan komentar subjektif dari saya, sehingga mungkin saja rasanya berbeda untuk tiap orang. Mudah-mudahan bisa memberikan rekomendasi dan gambaran untuk kamu yang akan wisata ke Jepang ya





Salam,
Noni Halimi

Monday, September 14, 2015

Japan Trip : Terbang Bersama Air Asia X

Setelah persiapan yang cukup singkat, akhirnya tiba juga waktu keberangkatan saya ke Jepang bersama adik saya (Nabi) dan travelmate saya (Febiana Malini) yakni tanggal 30 Oktober 2014. Perjalanan akan ditempuh melalui Soekarno Hatta International Airport – transit di Kuala Lumpur KLIA 2 – Flight Thru dengan Air Asia X ke Haneda International Airport, Tokyo. Jadwal penerbangan kami pukul 08.30 pagi dan kami sudah sampai di Bandara Soetta pukul 05.00 pagi. Terlalu pagi? Tidak juga. Sebenarnya memang sudah ada himbauan dari maskapai bahwa untuk penerbangan internasional dipersiapkan sampai di Bandara 3 jam sebelum keberangkatan. Walaupun pintu check in belum dibuka, tidak ada salahnya untuk menunggu di Bandara lebih lama ketimbang kejebak macet kan? Terlebih hari itu adalah weekdays. Alhasil saya diantar oleh calon suami beserta keluarga saya ke Bandara sebelum Shubuh. Yang pergi bertiga tapi yang nganter rame-rame berasa pergi Haji, haha. Setelah sholat shubuh dan minta doa restu kepada keluarga, berjalanlah kami bertiga ke pintu masuk keberangkatan internasional.


Baru mau masuk udah mejeng :D
Kami menunggu sekitar 30 menit hingga diperbolehkan check in. Penerbangan menuju Kuala Lumpur terasa singkat dan tibalah kami di KLIA 2 pukul 11.30 AM waktu setempat. Kami langsung mencari papan yang bertuliskan Transit, karena kami harus menunggu di Boarding Room tujuan kami selanjutnya yakni Tokyo Haneda. Ini kali pertama saya melakukan penerbangan transit, namun karena papan petunjuk di KLIA lengkap dan tidak membingungkan, maka kami sampai dengan selamat di depan pintu boarding room. 

Berhubung waktu sudah hampir tengah hari, maka sudah saatnya membuka bekal makanan yang dibawa dari rumah. Ngirit? Oh sudah pasti. Selama bisa bawa bekal sendiri kenapa tidak? Kami membawa mashed potatoes dicampur dengan krim keju, susu dan sayuran. Makan kami lahap bener layaknya gak makan seminggu. Tersadar kami tidak punya air minum, kami pun berkeliling ke sekitar boarding room, ternyata ada pengisian air minum gratis. Berbeda dengan bandara Soekarno Hatta yang tidak menyediakan fasilitas isi air minum gratis, di KLIA ada lhoo. Rasa airnya cukup sejuk dan kami bisa mengambil sepuasnya. Kalau di imigrasi Indonesia sudah pasti kena sita. Di KLIA kami juga sembari menunaikan Shalat Dzuhur dan Ashar, karena perjalanan kami selanjutnya akan menghabiskan waktu 7.5 jam di dalam pesawat dan akan tiba tengah malam.

Transit di KLIA 2
Langit terlihat mendung di luar KLIA 2, dan kami mengabarkan keluarga untuk kembali meminta doa restu atas perjalanan kami bertiga. Bismillah, pesawat kami sudah datang. Ini adalah pesawat Air Asia X dengan kode pesawat D7522 yang akan membawa kami terbang dari Kuala Lumpur KLIA 2 menuju destinasi kami yakni Bandara Internasional Tokyo Haneda. Tak lama panggilan untuk masuk ke dalam pesawat pun bergema, tak sabar kami langsung menaiki pesawat, dan ternyata.....

Air Asia X
Makan malam ala-ala Air Asia
 Pertama kami disambut oleh pramugari dengan senyuman khas dan kami berjalan melewati bisnis class, yang sudah pasti bentuk kursinya berbeda lah dengan yang kami pesan *nasiip. Begitu sampai di deretan kursi tengah, saya melongo saking senangnya, pesawat Air Asia X memang berukuran lebih besar ketimbang pesawat Air Asia yang biasa saya naiki. Jika biasanya hanya ada 2 baris yakni baris kiri 3 kursi dan baris kanan 3 kursi. Maka Air Asia X terdiri dari 3 baris, yakni baris kiri 3 kursi, baris tengah 3 kursi dan baris kanan 3 kursi. Kebayang kan lebih luasnya *maap norak abis. Terlebih lagi saat kami bertiga mencari nomor kursi, terdengar pengumuman dari speaker pesawat mengenai informasi-informasi dengan bahasa Melayu, Inggris dan Jepang. Mendengar bahasa Jepang menggema di dalam pesawat, makin tidak sabar rasanya untuk segera sampai di Negeri Sakura tersebut.

Perjalanan panjang yang cukup melelahkan saya habiskan dengan : mengobrol, bercanda, membaca buku, makan-makan sampai tertidur dan terbangun lagi dan tertidur lagi. Hingga sampailah waktu landing kami di Bandara Tokyo Haneda pada pukul 10.30 PM malam hari. Tiba di Bandara kami langsung melihat sekeliling dan sudah pasti ke toilet. Tidak sulit menemukan toilet karena sepanjang di dalam Bandara bertebaran toilet, yang kabarnya memang banyak tombol ajaib. Benar saja, toilet ini memang banyak tombol ajaib yang super keren. Maklum saya belum pernah melihat toilet macem ini sebelumnya di Indonesia. Selepas itu, kami menuju imigrasi Jepang untuk mendapatkan stempel masuk Jepang.

Welcome to Japan
Pertama kali lewat lorong ini langsung nyari toilet
Berbaris rapi antrian pada malam hari itu dengan banyak petugas imigrasi Jepang yang melayani. Begitu sampai antrian saya dan saya dipersilahkan untuk maju, saya sangat terkesan dengan petugas imigrasi Jepang. Dengan budaya kerja Jepang, petugas tersebut tersenyum menyambut saya dan menyapa “Konbanwa” yang artinya selamat malam. Saya pun refleks membalas senyum lebar sambil menjawab "Konbanwa". Aaarggghhhh!! Petugas tersebut mulai membuka paspor milik saya dan memeriksa Visa milik saya. Tak lama saya diminta untuk meletakan jari saya di mesin pengindai sidik jari dan memposisikan mata saya di kamera yang disediakan, mungkin untuk pemotretan *eh. Setelah proses singkat tersebut selesai, ia tersenyum mengembalikan paspor milik saya sambil mengucapkan “Arigatou Gozaimasu” yang artinya “Terima kasih”. Saya berjalan menjauhi kounter petugas imigrasi tersebut masih dengan perasaan excited luar biasa. Baru kali ini seumur-umur saya berhadapan dengan petugas imigrasi yang disambut hangat dan penuh senyum, bahkan untuk jam tengah malam. Bahkan yang sering saya temui, di pagi hari pun petugas imigrasi juga jarang senyum :D Namun Jepang ternyata berbeda, luar biasa.


Denah Haneda Intl Airport kalau nyasar
Tidur darurat di bandara Haneda

Karena waktu menunjukan sudah tengah malam tidak mungkin untuk berkeliaran apalagi mencari penginapan, maka kami memutuskan untuk menginap di Bandara Haneda dan menunggu pagi hari. Kami sudah berencana akan menginap di Bandara setelah sebelumnya saya googling apakah bisa menginap di bandara Haneda, dan ternyata banyaaaakk yang menginap di sana. Begitu keluar dari imigrasi Jepang, langsung terhampar deretan kursi-kursi yang siap untuk jadi alas tidur :D Awalnya saya masih ragu untuk tidur merebahkan badan, karena banyak petugas yang berkeliaran, namun lama-lama saya menyadari bahwa memang diperbolehkan untuk tidur di ruangan tersebut. Banyak yang saya lihat merebahkan badan dengan santai sambil menaikan kaki di atas koper miliknya. Petugas memang berkeliaran untuk berjaga-jaga saja, tidak pernah menegur dan melarang, jadi amaaaaan~ Kendati demikian, jangan lupa untuk tetap menjaga barang barang yang kamu bawa ya, misalnya ransel kecil digunakan untuk bantalan kepala, sedangkan koper besar dijadikan alas untuk merebahkan kaki.

Mau begadang semalaman? Boleh juga. Kamu tidak akan bosan menunggu pagi karena di bandara ini tersedia fasilitas free Wifii dengan kecepatan super yang akan menemani kamu semalaman. Jangan khawatir juga baterai HP habis, karena tersedia banyak meja yang dilengkapi dengan stop kontak yang bisa dipakai sepuasnya untuk cas HP. Tidak jauh dari tempat duduk kami terdapat pula smoking room untuk pengunjung. Adik saya sempat menengok ke dalam, ia bercerita bahwa smoking roomnya luas dan bersih, lebih mirip kafe daripada tempat merokok gratis

Setelah beristirahat semalaman, Shubuh pun tiba, kami shalat di ruangan Bandara tersebut dengan menggelar sajadah :D Untuk akses air minum, di ruangan tersebut juga ada air minum gratis untuk isi ulang. Ketika saya mencoba untuk mengisi ulang botol minum milik saya, luar biasa airnya superrrr dingin kayak dari kulkas. Segaaaar. Maklum norak, saya langsung minum banyak :D Tersedia juga loker penyimpanan barang, toilet dan ruang ibu hamil dan menyusui. Ruangan tersebut bisa dipergunakan juga untuk bayi atau balita yang ingin berganti popok, dengan fasilitas beberapa kasur bersabuk pengaman yang berjejer serta sebuah mesin entah apa gunanya, saya belum pernah mencobanya (berhubung tulisannya juga bahasa Jepang semua). Jepang ramah sekali untuk ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita yaaaa :D


Tombol toilet Jepang
Demikian hari pertama menginjakkan kaki di negera Jepang yang selama ini saya mimpikan, tidak sabar untuk petualangan berikutnya.

Salam,
Noni Halimi      

Wednesday, August 26, 2015

Trip Japan : Tiket Masuk Menuju Negara Impian


Musim Semi di Negeri Sakura
Tengah malam tanggal 20 April 2014, saya dan travelmate saya Febiana Malini hunting tiket murah promo maskapai penerbangan favorit kami, Air Asia. Destinasi tujuan kami adalah Jepang yang merupakan negara impian yang ingin sekali kami kunjungi. Setelah gagal booking tiket di promo Air Asia bulan bulan sebelumnya, maka malam itu tidak ingin kami sia-siakan kesempatan. Kami menunggu sampai tengah malam dan mengecek harga tiket ke Jepang. Jika kami membeli tiket untuk keberangkatan musim semi yakni periode Maret April, maka tidak diragukan lagi peak season membuat harga tiket melonjak mahal. Akhirnya saya dan Febi harus mengurungkan niat melihat sakura bermekaran pada musim semi. Alternatif lain yang kami pilih adalah musim gugur yang tidak kalah cantiknya. Berharap semoga harga tiket bersahabat dengan kantong budget kami berdua untuk bulan Oktober dan November.

Maka dimulaikan pemburuan tiket dengan beberapa pilihan keberangkatan di musim gugur, sambil banyak berdoa ada harga yang pas. Kami berencana akan ke Jepang mengunjungi 3 kota yakni Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Bagaimana tidak, sekalinya ke Jepang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin utnuk pergi ke tiga kota besar tersebut, karena kami akan menghabiskan selama sepekan di Jepang. Dengan mengucap Bismillah maka kami booking tiket kami dengan keberangkatan Jakarta - Tokyo dan kepulangan Osaka - Jakarta. Sengaja kami memilih berangkat ke Tokyo dan pulang dari Osaka karena kami kan singgah di beberapa tempat. Well, inilah hasil perburuan tiket kami berdua :

DEPARTURE

AIR ASIA AK 383 
Departing :
Jakarta (CGK)
Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3)
Thu 30 Oct 2014, 8:30AM
Arriving :
KLIA 2 (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2
Thu 30 Oct 2014, 11:30AM

Fly Thru
AIR ASIA D7522 
Departing :
Kuala Lumpur (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2)
Thu 30 Oct 2014, 2:40PM
Arriving :
Tokyo (HND)
Haneda International Airport
Thu 30 Oct 2014, 10:30PM

Flight : Jakarta (CGK) – Kuala Lumpur (KUL) – Tokyo Haneda (HND)
Price : 3.310.000 IDR (for two passenger)
(NIL CHECKED BAGGAGE)

------------------------------------------------------------------------------

 
RETURN

AIR ASIA D7533
Departing :
Osaka (KIX)
Kansai International Airport
Thu 06 Nov 2014, 11:00AM
Arriving :
KLIA 2 (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2
Thu 06 Nov 2014, 05:00PM

Fly Thru
AIR ASIA AK386
Departing :
Kuala Lumpur (KUL)
Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2)
Thu 06 Nov 2014, 06:50PM
Arriving :
Jakarta (CGK)
Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3)
Thu 06 Nov 2014, 07:55PM

Flight : Osaka (KIX) – Kuala Lumpur (KUL) – Jakarta (CGK)
Price : 35.028 JPY = 4.060.339 IDR (for two passenger)
Kurs 1 JPY = 115.91 IDR
(CHECK IN BAGGAGE – UP TO 20KG/person)
Setelah tiket dipesan dan dibayar melalui Hasanah Card BNI Syariah dan BNI Credit Card, resmi sudah kami berdua memegang tiket ke Jepang. Arrghhh! Rasanya campur aduk bahagia. Kami membeli tiket PP Jakarta - Jepang - Jakarta maskapai penerbangan Air Asia dengan harga 3.685.169 IDR alias 3.6juta rupiah. Dengan banyak berdoa kami langsung mengadakan persiapan keberangkatan yakni itinerary, pakaian, pembuatan visa, booking hostel, serta persiapan ongkos perjalanan kami. Pergi ke Jepang kini bukan hanya sekedar mimpi :) - Noni Halimi


Canggihnya Toilet Jepang

Tombol Standar Toilet Jepang
Salah satu hal yang saya ingin coba ketika sampai di Jepang adalah toilet Jepang. Bagaimana tidak, saya membaca review dari berbagai tempat bahwa toilet Jepang sangat cangih dan mengesankan. Bagaimana saya ingin memberi komentar jika belum pernah merasakannya sendiri. Oleh karena itu, sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Tokyo Haneda, berhubung saya juga butuh ke toilet, maka tempat yang saya kunjungi pertama kali sebelum keluar imigrasi adalah toilet. Hehehehe.  

Banyak Tombol Membingungkan

Tidak sulit menemukan toilet di area Bandara Internasional Tokyo Haneda ini, hampir beberapa meter sekali kamu bisa menemukan petunjuk toilet. Toilet Jepang memang sangat bersih dan terawat terutama fasilitas umum seperti ini. Jenis toiletnya ada dua, yakni toilet duduk dan toilet jongkok. Bentuk toilet duduk di Jepang sebenarnya mirip saja dengan di Indonesia, yang membuat berbeda adalah tombol-tombol yang melengkapinya. Ada setidaknya 5 sampai 6 tombol yang melekat di dekat toilet duduk tersebut. Pertama tombol untuk flush, bisa berupa tombol yang di tekan atau bisa berupa sensor gerak. Jika bentuknya adalah sensor gerak, maka kamu hanya perlu menggerakkan/melambaikan tangan kamu di depan tombol, maka sensor akan mendeteksi gerakan dan akan mengeluarkan flush untuk menyiram. Kedua tombol untuk membersihkan atau Spray bagian depan, dengan posisi keluarnya air agak di depan. Ketiga tombol Spray untuk membersihkan namun letaknya agak di bagian belakang, tepatnya untuk dubur.


Keempat adalah tombol Dry yang mengeluarkan angin untuk mengeringkan jika sudah selesai. Tombol kelima adalah tombol Tone dengan icon bergambar not balok, ia mengeluarkan suara gemericik air ketika ditekan. Fungsinya adalah untuk menimbulkan suara ketika sedang berada di dalam toilet. Untuk sebagian orang mungkin agak tidak nyaman jika toilet terlalu sunyi dan aktifitasnya bisa terdenagr ke sebelah, maka Jepang memfasilitasi dengan tombol suara-suara. Unik yaaa.. Tombol keenam adalah tombol Stop, untuk menghentikan pengoperasian tombol lain. Misal kamu menekan tombol spray, namun sudah terlalu lama dan kamu akan memberhentikannya, maka kamu cukup menekan tombol stop. Tidak hanya keenam tombol tersebut, tombol tambahan lainnya adalah water pressure dan possition. Kamu bisa menambahkan atau mengurangi banyaknya air yang keluar dengan menekan tombol + (tambah) atau - (kurang). Sedangkan position kamu bisa memilih air yang akan dikeluarkan dengan menekan tombol front (depan) atau rear (belakang).

Banyak juga tombolnya
Bingung? Baca dulu petunjuknya
Nah satu lagi adalah toilet jongkok yang cukup berbeda dengan di Indonesia. Tombol flush yang dimiliki oleh toilet ini hampir sama dengan toilet duduk yakni dengan tombol sensor gerak. Namun yang berbeda adalah bentuknya yang memiliki penutup dibagian ujung. Jika biasanya pengunjung jongkok menghadap ke arah pintu masuk toilet, maka kebalikan dengan toilet jongkok di Jepang posisinya adalah membelakangi pintu masuk, dan air yang keluar akan terlindungi oleh penutup tadi.

Ramah Untuk Pengguna Disabilitas

Jepang juga dikenal dengan negara yang ramah untuk pengguna yang mengalami penyandang cacat fisik maupun lanjut usia. Toilet pun disediakan khusus untuk pengunjung yang menyandang cacat maupun lanjut usia. Toilet mereka khusus satu ruangan yang jauh lebih besar, gunanya adalah supaya kursi roda yang mereka gunakan bisa dibawa masuk ke dalam. Tombol dan perlengkapannya kurang lebih mirip dengan yang lain, di dalam juga terdapat wastafel untuk mencuci tangan dengan lengkap sehingga pengunjung hanya perlu masuk ke toilet itu saja. Sangat memudahkan, dan pastinya dibagian petunjuk sudah ada logo toilet khusus penyandang cacat dan lanjut usia, sehingga tidak ada pengunjung lain yang berani masuk dan melanggar ketentuan. 
Source : hadiantiramadhani.wordpress.com
Source : hadiantiramadhani.wordpress.com
Fasilitas Umum yang Mudah Ditemukan

Toilet yang bersih dan terawat rupanya bukan hanya ditemukan di tempat keramaian yang apik seperti bandara saja, namun juga di dekat taman-taman pinggir jalan. Rasanya tidak sulit menemukan toilet umum di sepanjang jalan Tokyo. Awalnya saya mengira bahwa toilet umum ini pasti tidak terlalu terawat seperti di bandara, namun ternyata saya keliru. Bahkan toilet di jalan-jalan umum pun bersih dan terawat, tidak ada sampah tisu yang berserakan dan toiletnya harum. Luar biasa. Tidak hanya di jalan-jalan umum, ternyata toilet yang ada di penginapan pun memiliki standar yang sama, baik untuk penginapan yang bagus maupun penginapan kelas bawah yang pernah saya tempati. Contohnya penginapan di Osaka yang saya pesan cukup sederhana, namun fasilitas kamar mandi dan toiletnya tidak kalah modern dengan penginapan kelas menengah. 

Fasilitas umum toilet
Tisu yang Berbeda

Satu lagi perbedaan yang bisa saya temukan antara toilet di Jepang dan Indonesia, yakni Tisu gulung yang diletakan di toilet. Jepang mempergunakan jenis tisu gulung yang berbahan dasar tipis, saking tipisnya tisu tersebut biasanya dibuang ke dalam toilet kemudian di flush agar menghilang. Tisu berbahan tipis tersebut akan hancur dengan sendirinya jika terkena air dan tidak menyebabkan sumbatan. Tentunya tisu ini juga lebih irit ya. Berbeda dengan tisu gulung di Indonesia yang berbahan dasar agak tebal, sehingga boros dan tidak bisa dibuang melalui toilet. Jika kamu mencoba untuk membuang ke toilet maka akan terjadi sumbatan, kacaulah semua.

Kurang lebih demikian ulasan mengenai toilet yang saya rasakan selama di Jepang, semoga suatu saat Indonesia memiliki standar toilet modern seperti milik Jepang ya :D -Noni Halimi

Belanja Murah di Daiso Japan


Daiso adalah toko waralaba milik perusahaan Jepang yang menjual barang-barang seharga 100 yen. Di Jepang banyak tersebar toko Daiso yang hampir setiap hari penuh pengunjung. Daiso menjadi tempat berbelanja yang dituju oleh masyarakat Jepang karena harga yang ditawarkan cukup murah. Toko ini menjual seluruh produk yang ada di dalamnya dengan harga 100 yen (senilai 11.100 IDR). Jangan mengira isinya hanya barang-barang kecil dan tidak berguna, justru barang-barang yang di jual di Daiso sangat beragam dari yang kecil hingga yang besar, semuanya dibanderol dengan harga 100 yen saja. 

 
Daiso memiliki beragam produk dengan sebelas kualifikasi yakni perlengkapan dapur, perlengkapan rumah, dekorasi rumah, aksesoris, perlengkapan rumah tangga, kecantikan, alat tulis, mainan anak-anak dan perlengkapan pesta, perkakas, benda-benda serba Jepang dan hadiah-hadiah unik sesuai musim/tren. Daiso juga menjual makan-makanan ringan khas jepang dengan harga 100 yen per bungkus. Kamu akan sangat betah berkeliling di Daiso, karena barang-barang yang di jual sangat unik dan khas Jepang. Contohnya saja kamu ke bagian perlengkapan dapur, kamu akan melihat deretan piring dan gelas lucu, tusukan buah warna warni dengan berbagai bentuk, sumpit dan sendok dengan berbagai motif, wadah penyimpanan dengan berbagai warna, serta alat-alat dapur lain yang sangat multifungsi yang bisa dibeli dengan harga murah.
 
 
Daiso Japan ini bisa menjadi alternatif solusi untuk membeli oleh-oleh jika kamu pergi ke Jepang. Jangan heran jika souvenir yang diperjual belikan di Jepang sangat mahal harganya, sehingga kamu berpikir dua kali untuk membeli. Namun jika kamu pergi ke Daiso, kamu akan seenaknya saja memasukan barang-barang ke keranjang belanja, super buanyaaaakkk barang-barang khas Jepang yang bisa kamu jadikan oleh-oleh lhooooo... Daiso yang saya kunjungi adalah di Takeshita Street, Tokyo. Daiso ini memiliki 3 lantai dengan buanyak sekali barang yang dijual. Kapan lagi bisa memberi oleh-oleh dengan harga 100 yen saja. Hehehehe.

Kamu bisa menemui barang-barang khas Jepang seperti kain dengan motif Jepang, bendera Jepang, poster jepang, kipas khas Jepang, sumpit, perlengkapan makan khas Jepang, gantungan kunci serta goodie bag khas Jepang. Semuanya bisa kamu jadikan sebagai oleh-oleh dengan harga yang sangat terjangkau. Tidak hanya barang seharga 100 yen, terkadang ada barang-barang tertentu yang diberikan label harga di atas 100 yen. Itu artinya harganya bukan 100 yen. Misal ada baju yang dijual di Daiso dengan label harga 200 yen, maka harganya adanya 200 yen. Jika tidak ada label harga yang terpasang, artinya harganya mengikuti harga banderol yakni 100 yen per item. Murah kan... 

 
 
 
Jika kamu sudah selesai belanja dengan plastik-plastik yang super besar, di bagian pintu keluar Daiso menyediakan tempat untuk membereskan barang belanjaan kamu sebelum kamu keluar Daiso. Jadi saat kamu sudah keluar Daiso kamu tidak perlu khawatir membawa barang-barang dengan keadaan berantakan. Bagaimana? Tertarik untuk belanja murah di Daiso?? -Noni Halimi

Thursday, July 23, 2015

Review Fernloft Hostel Chinatown Singapore

 
 
KELEBIHAN (+) :
1. Harga terjangkau
2. Ada female dormitory, jika beruntung pesan 4 orang dormitory dapatnya 1 kamar 4 kasur, bareng semua, tidak terpencar, jadi berasa private room untuk berempat
3. Lokasi cukup terjangkau dari MRT
4. Ruang kamar AC
5. Ada fasilitas wifi gratis
6. Fasilitas air panas 24 jam
7. Kamar tidur bersih dan nyaman
8. Petugas yang ramah dan berwawasan luas mengenai tempat wisata
9. Banyak brosur wisata dan peta yang bisa diambil gratis di ruang tunggu

KEKURANGAN (-)
1. Antrian kamar mandi yang cukup panjang karena banyak kamar
 
---
Fernloft Hostel Chinatown
Location : 257 Jln Besar, Singapore 208930
Booking : booking.com, reservations@fernloft.com
Website : www.fernloft.com
Pict Source : Google 
 


 

Review Tune Hotel Downtown KL, Malaysia


KELEBIHAN (+) :
1. Harga terjangkau, untuk 1 kamar twin berkisar 75 MYR atau 300.000 IDR
2. Fasilitas lift sehingga tidak perlu naik turun tangga
3. Kamar mandi di dalam
4. Air panas 24 jam
5. Akses wifi gratis 24 jam
6. Kualitas kamar hotel, kasur nyaman, kamar bersih
7. Ada petugas yang membersihkan kamar setiap hari
8. Tersedia ruang penyimpanan bagasi
9.  Ada kulkas kecil di dalam kamar
10. Dipinjamkan handuk per orang, kalau kotor bisa langsung diganti
11. Petugas ramah dan fasih berbahasa inggris serta bisa dimintai informasi mengenai tempat wisata.
12. Bisa memesan berbarengan dengan tiket pesawat Air Asia, biasanyakl malah banyak promo jika booking jauh-jauh hari.
13. Ada fasilitas seterika dan laundry
14. Aman dilengkapi dengan CCTV
15. Ada fasilitas ATM
16. Jumlah kamar yang banyak yakni terdiri dari 27 kamar twin, 184 kamar double dan 64 kamar single.
KEKURANGAN (-) :
1. Lokasi yang tidak dekat dari stasiun LRT, namun dekat dengan stasiun Monorail. Walaupun dekat dengan akses transportasi kereta, namun jalur monorail agak ribet dan hanya sedikit armadanya. Lebih baik cari yang dekat stasiun LRT, armada lebih banyak dan aksesnya lebih mudah.
2. Pembayaran dilakukan sebelum check in, apabila dadakan ada pembatalan maka uang tidak bisa direfund
3. Jika check in sebelum pukul 14.00 maka akan dikenakan biaya tambahan berupa early check in yang dibayarkan tunai saat check in.

---------------------
Tune Hotel
Downtown KL
Location : 316 Jalan Tuanku Abdul Rahman, 
50100 Kuala Lumpur, Malaysia.
Access : Monorail Medan Tuanku
Website : www.tunehotels.com 

Lobi Tune Hotel
Lobi Tune Hotel
Kamar Single
Double Room
Penampakan Tune Hotel Downtown KL

Review Submarine Guest House Kuala Lumpur, Malaysia

KELEBIHAN (+)
1. Harganya super murah dan sangat terjangkau
2. Lokasi strategis dekat Pasar Seni dan Petaling Street, akses LRT Pasar Seni
3. Air panas 24jam
4. Akses wifi gratis
5. Aman, karena masih di area jalan besar
6. Dekat dengan lokasi wisata
7. Sarapan gratis
8. Petugas ramah dan fasih berbahasa inggris
9. Hostel dilengkapi dengan fasilitas cctv
10. Cukup bersih dan nyaman
11. Kasur twin dengan ukuran yang cukup
12. Dapat blanket
13. Bayar ditempat secara tunai

KEKURANGAN (-)
1. Lokasi hostel ada di dalam ruko yang berada di lantai 2. Agak repit angkut-angkut koper
2. Suasananya super sunyi, jadi lumayan berbisik-bisik kalau mau mengobrol dengan travelmate terutama jika sudah malam

--------
Submarine Guest House
Website : http://www.submarinehotels.com/
Booking : 
Location : Central Market 2
Jalan Hang Kasturi, Kuala Lumpur, Malaysia
Access : LRT Pasar Seni
Pict Source : Google
Pintu depan
Ruang tunggu dan ruang santai
Kamar mandi
Kamar tidur