Tuesday, August 18, 2015

Apply Visa Jepang Tidak Sulit


Jepang merupakan salah satu Negara tujuan utama traveling seumur hidup saya. Bayangkan saya sudah memimpikan bisa menginjakkan kaki di Jepang sejak masih Sekolah Dasar. Berbekal mimpi dan tekad yang tiada henti, akhirnya bulan April 2014 saya dan travelmate Febiana Malini memutuskan untuk booked tiket Jakarta-Jepang-Jakarta untuk keberangkatan bulan Oktober 2014. Setelah booking tiket, bayar harga tiket pesawat yang ada bukan tenang malah makin deg-degan. Bagaimana tidak, Jepang merupakan salah satu Negara yang mengharuskan wisatawan memiliki Visa untuk masuk ke Jepang, terutama wisatawan Indonesia. Rasanya sirik berat ketika tahu Negara tetangga saya yakni Malaysia bebas Visa untuk masuk ke Jepang. Mengapa Indonesia tidak? Mengapa oh mengapa… Tapi tenang, hal tersebut bisa jadi penyemangat saya, tujuan jangka pendek saya yakni APPROVE VISA JEPANG. Kenapa harus approve? Karena pengajuan visa dilakukan mininmal H-3 bulan sebelum keberangkatan alias mepet, jika pengajuan visa ditolak, maka otomatis tiket pesawat Jakarta-Jepang-Jakarta yang sudah saya pesan resmi hangus, karena untuk pengajuan kembali visa baru bisa dilakukan 6 bulan setelah penolakan. Pastinya sudah lewat waktu keberangkatan pesawat saya.

Approval Visa Jepang sulit? Persiapkan dulu segalanya.

Katanya approval Visa Jepang cukup sulit dibanding Negara-negara lainnya, bahkan Korea. Hal ini karena Jepang sangat membatasi jumlah wisatawan yang masuk (maklum Negara kecil padat penduduk), dikhawatirkan banyak wisatawan yang sudah nyaman di Jepang dan gak balik balik ke Negara asal, hehehehe bercanda. Namun benar, isu tersebut sudah sangat nyaring, terlebih Jepang merupakan salah satu juga Negara tujuan wisata dunia. Bahkan ada yang bilang (entah siapa saya juga lupa), kalau belum pernah traveling ke Jepang, maka kamu belum pernah traveling yang sebenarnya. Wuiiih…

Untuk bisa memenangkan pertempuran pastinya perlu persiapan, demikian halnya dengan apply Visa Jepang, ada baiknya menyiapkan hal-hal dibawah ini:

1. Google sangat memfasilitasi saya dalam mencari informasi apa pun, tak terkecuali informasi mengenai cara mengajukan visa sendiri dan pengalaman-pengalaman yang mereka alami saat mengajukan visa. Saya banyak membaca dari berbagai blog untuk tambahan informasi saya mengenai apply visa Jepang. Kalau kata pepatah (yang lagi-lagi saya lupa dari mana asalnya) Information is Power, cari sebanyak-banyaknya.

2. Membuka Website Kedutaan Jepang di Indonesia, baca sampai ludes isinya, terutama bagian tata cara apply visa Jepang untuk liburan.

3. List dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan visa liburan ke Jepang dengan lengkap tanpa ada yang kurang.

4. Susun semua berkas dengan rapi sesuai dengan urutannya. Mengenai urutan penyusunan dokumen bisa lihat di sini.

------------

Berikut ini adalah dokumen-dokumen yang perlu disiapkan untuk apply Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri:
  1. Paspor yang masih aktif minimal 6 bulan tanggal keberangkatan 
  2. Isi formulir permohonan visa liburan ke Jepang download di sini
  3.   Tempel pas foto terbaru (ukuran 4,5 x 4,5 cm diambil 6 bulan terakhir tanpa latar bukan hasil editing, jelas/tidak buram) Kalau bingung, datang saja ke tukang cetak foto, bilang mau buat foto visa. 
  4. Foto copy KTP 
  5. Foto copy Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa) 
  6. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang, jika kamu sudah memesan tiket pesawat maka print hasil bookingnya) 
  7. Jadwal perjalanan (berisi semua kegiatan yang akan kamu lakukan sejak masuk hingga keluar Jepang) 
  8. Foto copy dokumen yang menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti Akta kelahiran, Kartu Keluarga dsb (bila pemohon lebih dari satu) 
  9. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan. Bila pemohon yang bertanggung jawab atas biaya (foto copy bukti keuangan, seperti rekening koran dari Bank atau foto copy buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya)
Pembuatan Visa

Permohonan Visa tidak bisa diterima, apabila seluruh persyaratan tidak dipenuhi / tidak lengkap.
Setelah permohonan diperiksa, apabila diperlukan dokumen lain sebagai tambahan, akan diminta kemudian.
Permohonan visa hanya akan diproses di Konsulat yang sesuai dengan wilayah yurisdiksi masing-masing. (klik di sini untuk melihat wilayah yurisdiksi). Proses pembuatan visa : minimal 4 (empat) hari kerja

Alamat Kedutaan Jepang

Jl. M.H. Thamrin No. 24, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350. No. Telp (021) 31924308. Gedungnya berwarna abu-abu dan letaknya persis di samping EX Mall.

Jam Kerja Bagian Visa

Hari Senin – Jumat, (kecuali pada hari libur nasional dan libur Kedutaan)
Pengajuan Permohonan Visa : Pukul 08:30 – 12:00
Pengambilan Paspor : Pukul 13:30 – 15:00

Biaya Pembuatan Visa
Perubahan Harga Visa :


Harga Lama
Harga Baru
1.Visa Single Entry
Rp 350,000,-
Rp 320,000,-
2.Visa Multiple Entry
Rp 700,000,-
Rp 640,000,-
3.Visa Transit
Rp 80,000,-
Rp 70,000,-

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam apply visa yakni : Foto, jumlah dana yang tersedia untuk biaya hidup, kelengkapan dokumen dengan urutan yang benar.

1. Foto

Foto untuk pengajuan visa memang agak berbeda dengan pas foto biasa ukuran 4x6 ala-ala kantor Kelurahan. Pas foto untuk pengajuan visa berukuran 4.5cm x 4.5 cm. bentuknya bukan persegi panjang namun segi empat. Background foto warna putih, untuk yang mengenakan jilbab jangan khawatir, tetap bisa foto dengan menggunakan jilbab, namun pakai warna jilbab yang agak cerah, usahakan jangan warna putih juga supaya tidak samar dengan background foto. Saya sempat baca di beberapa blog katanya untuk pengajuan visa Jepang mengharuskan kaum jilbaber membuka sebagian jilbabnya supaya telinganya terlihat. Saya agak tidak paham apa korelasinya telinga kelihatan dengan approval visa. Sungguh nggak nyambung. Jangan khawatir Ibu-ibu, jilbab bisa tetap dipakai ya J Foto yang ditampilkan jelas dan fokus pada area wajah dengan ukuran yang proporsional. Berikut di bawah ini terlampir pose dan jenis foto yang harus kamu hindari dalam pengajuan visa. Plis yang normal-normal saja yaaahhh…

2. Dana Rekening

Banyak yang bilang untuk pergi ke Jepang harus menyiapkan dana puluhan juta ruiah di rekening. Kalau hanya menyiapkan dana yang sedikit maka visa tidak akan diterima. Sebenarnya banyak atau sedikit relatif, ada traveler yang menyiapkan dana kurang dari 10 juta rupiah di rekening tabungan namun tetap bisa approve visanya. Sebenarnya apa yang dilihat sebagai parameter untuk mempersiapkan dana di rekening tabungan?

Kita telisik kembali tujuan disertakannya rekening koran tabungan adalah untuk pembuktian bahwa perjalanan kita ke Jepang memang sudah ada dana yang disediakan di rekening, tentunya disesuaikan dengan lama liburan dan destinasi yang akan kita jelajahi (sesuai itinerary/jadwal perjalanan yang diberikan). Kalau kamu berencana menetap selama 7 hari, kamu hanya menyiapkan 5 juta rupiah untuk destinasi wisata yang tidak rasional pasti visa kamu terancam decline alias ditolak. Contohnya apa? Kamu menuliskan ingin berlibur ke Tokyo, Osaka dan Kyoto selama 7 hari, tak lupa ke Disney Land, Universal Studio Osaka, Naik Shinkansen dari Tokyo ke Osaka, dan destinasi wisata lain di luar budget yang tersedia. Rasional. Ini kuncinya. Perhitungkan estimasi biaya perjalanan dan biaya hidup dengan jumlah uang yang tersedia di rekening. Walaupun kenyataannya kamu tetap sudah bawa uang cash dalam mata uang yen, namun bukti rekening tabungan ini tetap dibutuhkan. Untuk mempermudah perhitungan, amannya kamu membutuhkan uang 1 juta rupiah untuk hidup 1 hari di Jepang. Sehingga jika kamu pergi dalam waktu 7 hari, maka minimal kamu menyediakan dana sebesar 7 juta rupiah di rekening tabungan.

Bagi yang ingin berkunjung ke Perfektur Miyagi (lokasi tsunami di Jepang), pemerintah Jepang mengadakan program bebas visa Jepang bagi orang asing yang hendak mengunjungi Kabupaten Miyagi, Fukushima, dan Iwate dengan syarat yang ditentukan. Kebetulan saya dan travelmate menerapkan jadwal perjalanan ke sana, dan benar saja, Visa kami disetujui dan biaya pengajuan visa kami nihil alias GRATIIIISSSS.

3. Susun dokumen dengan urutan yang benar

Jepang merupakan Negara yang super teratur, tidak berbeda dengan kedutaan besarnya, bahkan untuk urusan sepele seperti penyusunan urutan dokumen. Saking teraturnya, dalam pengajuan visa maka pelamar diharuskan menyusun dokumen sesuai persyaratan dari kedutaan besar Jepang. Jika ada urutan yang tidak sesuai, tidak tanggung-tanggung maka petugas dengan tega akan mengembalikan dokumen tersebut kepada pelamar. Mending kalau disuruh perbaiki dan susun ulang, kalau langsung keluar keputusan visa ditolak?? Maka dari itu, persiapkan dengan rapi yaaaa.. Selamat berjuang! -Noni Halimi

No comments:

Post a Comment