Wednesday, July 22, 2015

Spore - KL Trip Day 3 (Dataran Merdeka - Petrosains - Chow Kit - KL Sentral - JB Sentral)

Pagi hari kami dimulai dengan nyari sarapan gratis di kitchen area Back Home Hostel Kuala Lumpur. Hostel ini memang menyediakan sarapan gratis pagi hari untuk customer yang menginap. Sarapannya sih hanya roti dengan pilihan selai kacang, strawberry. Untuk sereal bisa dicampur dengan susu plain. Untuk pilihan minuman bisa susu, kopi, teh atau air mineral untuk bekal perjalanan. Fasilitas sarapan gratis menjadi salah satu alasan dalam pemilihan hostel untuk menginap. Irit dan efisien itu perlu ibuk-ibuk. Selesai sarapan, saatnya bertualang seharian dengan itinerary : Dataran Merdeka (Samad Building – KL City Gallery – KL Discover City), Petrosains, dan Chow Kit.

Jarak tempuh dari Back Home Hostel menuju Dataran Merdeka cukup dekat, karena lokasi Dataran Merdeka tidak jauh dari Masjid Jamek dan Pasar Seni. Sambil olah raga pagi, kami berjalan menuju Dataran Merdeka. Sebenarnya banyak yang bisa dilihat di Dataran Merdeka, selain Samad Building, Museum Tenun, KL City Gallery, KL Library dan masih banyak lagi. Dataran Merdeka sering dipergunakan untuk acara nasional KL. Biasanya jika ada event khusus, jalan raya Dataran Merdeka akan ditutup dan dikhususkan untuk acara tersebut. Terlebih, persis di depan bangunan Sultan Abdul Samad terdapat lapangan luas. Di lapangan inilah biasanya acara digelar. Ibaratnya kalau di Indonesia yaa acara layar tancep atau dangdutan kali yaaa..


Sensasi KL Discover City
Biasanya dalam satu pekan terdapat hari-hari khusus city tour keliling Dataran Merdeka dipandu dengan tour guide dari Malaysia secara gratis tisss khusus untuk wisatawan. Namun apa daya, saya lebih suka eksplore dan sotoy sendiri ketimbang ikut rombongan tour. Waktu perjalanan lebih fleksibel dan efektif ketimbang ikut tour dengan 1 lokasi Dataran Merdeka bisa menghabiskan waktu setengah hari lebih. Weeew, rugi saya.

Alhasil kami foto-foto saja di Dataran Merdeka dan langsung menuju KL City Gallery. Saya memang berencana masuk KL City Gallery karena berniat menunjukan KL Discover City kepada suami saya yang belum pernah merasakannya.  Terakhir kali saya masuk KL City Gallery sih free of charge alias gratis, namun saat saya dan suami masuk, ternyata harus bayar tiket masuk seharga 5 RM per orang dan bisa di redeem dengan souvenir seharga 5 RM yang ada di souvenir shop. JIka ingin membeli lebih dari 5 RM maka cukup menambahkan saja. Wah baru nih. Ide bagus juga sih menerapkan system redeem souvenir untuk tiket masuk, jadi paling pengunjung yang dating sudah pasti akan membeli souvenir. Nggak kaya saya saat dulu ke KL City Gallery, mana masuknya gratis, sampai souvenir shop juga nggak beli apa-apa. Duh miris! Hahaha.

Di dalam KL City Gallery terdapat sejarah Kuala Lumpur dari jaman dahulu kala bahkan ada masa penjajahan Inggris. Ditampilkan juga papan sejarah serta maket gedung-gedung terkenal di Kuala Lumpur. Semuanya berkesan. Saat kami ke sana bulan Maret masih dalam suasana imlek, maka dekorasi KL City Gallery pun berubah menjadi imlek ria. Tak lupa kami mengabadikan dengan foto-foto. Berjalan ke lantai 2, terdapat KL Discover City yang saya ceritakan sebelumnya. Tak sabar saya menonton pertunjukannya.



Saat masuk ke ruangan seperti biasa lampu padam gelap dan tidak terlihat apa pun. Karena saya sudah pernah sebelumnya ke sana, jadi santai saja dan sudah tahu apa yang akan terjadi. Sedangkan suami saya karena kali pertama ke sana mulai bingung, ada apa ruangan gelap-gelap seperti ini. Haha. Tak lama, muncul suara dari layar jumbo di depan kami, bertuliskan besar Selamat datang di Kuala Lumpur. Saya langsung merinding saking kerennya itu backsound :P Ada hal yang membuat saya tak percuma ke sana dua kali, karena ternyata backsound dan isi videonya sudah mengalami banyak revisi, makin keren. Jadi kami disuguhkan video pemandu wisata melalui layar besar, tempat wisata di KL, makanan, tempat berbelanja, transportasi, kedudukan Malaysia di mata dunia, penghargaan untuk Malaysia, visi dan misi Malaysia, serta rencana kerja pembangunan yang akan dilakukan Malaysia hingga 2020 mendatang. Semuanya dikemas menarik ditambah dengan maket jumbo suasana Kuala Lumpur dengan kerlap kerlip warna persis di depan kami. Semuanya seirama dan membangkitkan semangat penonton. Sampai hamper tak berkedip saya menontonnya. Terlalu keren. Okeh ini nggak lebay, kamu mesti cobain sensasinya sendiri.

Usai pertunjukan rasanya pengen tepuk tangan sambil salto, andai di Indonesia juga dibuat seperti ini pasti akan keren, hanya saja niat salto saya urungkan mengingat di sekitar saya juga ada turis-turis lain yang menonton :D 

Di lantai bawah persis di dekat pintu keluar kami akan melewati Souvenir Shop yang tadi saya ceritakan. Ada pula pemahat dan seniman yang sedang membuat ukiran souvenir di dalam ruangan kaca. Pengunjung bisa melihatnya dari luar apa yang sedang mereka buat. Untuk harga souvenir beragam dari 5 RM sampai puluhan RM, tergantung jenis dan selera. Namun Arch Gallery ini lebih banyak mengedepankan konsep ukiran kayu, sehingga banyak souvenir yang berbentu kayu ukir, sangat cantik. Saya mencari harga souvenir 10 RM karena saya memiliki voucher 10 RM untuk di redeem. Saya memutuskan untuk membeli tempat kartu ukiran menara Petronas yang rencananya akan saya berikan ke Bapak untuk oleh-oleh.

Pulang dari Dataran Merdeka kami mencoba naik bus gratis yang bernama Go KL. Berhubung waktunya sempit, kami hanya mencoba beberapa halte saja dan langsung turun di dekat Back Home Hostel Kuala Lumpur untuk check out sebelum pukul 11.00. Dengan membawa koper dan barang bawaan, kami bergegas untuk ke KL Sentral untuk menitipkan koper merah supaya nggak rempong cyiiin… Perjalanan di lanjutkan ke LRT KLCC untuk shalat Jumat dan bermain di Petrosains. Sebelumnya kami mampir lagi di Shahira depan pintu keluar LRT Masjid Jamek untuk makan siang. Belum bisa move on dari Nasi Lemaknya yang sedaaaapp….


Jangan khawatir bingung shalat Jumat di mana, karena Malaysia tersebar surau dan Masjid yang cukup banyak. Untuk lokasi Masjid yang bisa shalat Jumat ada di dalam Mall Suria KLCC bagian belakang dekat miniatur mobil balap F1. Lokasi Masjid ada di lantai atas dengan menaiki sisi kanan atau kiri tangga. Masjid akan ditutup bagi perempuan saat jam Shalat Jumat, demikian halnya dengan Masjid lainnya di KL. Selama menunggu suami Jumatan, saya mencari surau terdekat untuk menunaikan Shalat Dzuhur. Letak surau di Mall Suria KLCC ada di lantai C dekat dengan Candylicious. Surau yang bersih dan nyaman tersebut khusus untuk wanita.

Usai Jumatan, kami bertemu kembali di meeting point pintu masuk Suria KLCC (maklum tidak ada alat komunikasi, paket pun tidak ada, kami hanya mengandalkan wifi). Saat seperti ini janjian di meeting point sangat penting, ala-ala Adam dan Siti Hawa yang ketemu di Jabal Rahmah. Untungnya pertemuan kami tidak disertai drama berpelukan dan mengharu  biru ala sinetron. Kami tidak membuang waktu, langsung menuju ke Petrosains.

Bermain Sambil Belajar di Petrosains, Suria KLCC

Petrosains adalah wahana bermain dan berlajar untuk anak-anak dan dewasa yang terletak di dalam Mall Suria KLCC lantai 4. Harga tiket masuknya 25 RM untuk dewasa, jika menunjukan ID Card Malaysia akan mendapatkan potongan harga. Sayangnya kami tidak punya (ya iyalaaah). Masuk ke dalam Petrosains tidak diperkenankan membawa tas berlebih bahkan ransel sekali pun, sehingga ransel milik suami saya dititipkan di loker yang disediakan di dekat pintu masuk. Loker ini tidak berbayar, dan barang bisa diambil kembali ketika sudah selesai berpetualang di Petrosains.


Kounter tiket Petrosains sudah bisa melayani pembelian tiket dari pukul 08.30 pagi. Sedangkan untuk jam operasional Petrosains dimulai pukul 09.00. Jam masuk terakhir pukul 16.00 dan Petrosains akan tutup pada pukul 17.00. Saran saya jika ingin bermain di Petrosains dari pagi atau menjelang siang, jangan terlalu sore karena cukup sayang jika hanya berkunjung sebentar. Di dalam Petrosains terdapat banyak wahana edukasi yang menarik untuk dicoba dan ditonton, mirip denan PPIPTEK di Yogyakarta atau Museum PPIPTEK di Taman Mini, namun Petrosains lebih beragam, futuristic dan lebih modern ketimbang milik kita. Saat masuk pun cukup membuat antrian panjang karena menggunakan kereta berisi 6-8 pengunjung untuk membawa kami masuk ke dalam Petrosains. Keretanya mirip dengan wahana di Universal Studios Singapore wahana Transformers.


Beberapa wahana yang membuat saya cukup tertarik adalah kami mencoba simulasi menaiki roket dengan kecepatan ratusan KPH (kilometers per hour) dengan masuk ke ruangan ala-ala roket dan angin kencang yang berhembus di dalamnya seolah-olah kami sedang terbang ke angkasa dengan kecepatan roket. Wuuussh. Selain itu ada percobaan kendaraan di luar angkasa dan mencoba baju astronot. Terlalu banyak permainan dan percobaan yang ada di dalam Petrosains sampai waktu sehari sepertinya tidak cukup untuk eksplorasi semua alatnya. Terlebih lagi banyak juga wahana bermain kilang minyak dengan pipa-pipa yang besar serta perosotan anak yang panjang. Memang destinasi wisata yang cocok untuk anak kecil usia SD atau SMP.

Setelah cukup puas bermain di Petrosains, kami melanjutkan perjalan ke Chow Kit untuk berburu cokelat. Saya memang berencana membeli cokelat di KL, bukan di Singapura karena harga cokelat di KL jauh lebih bersahabat ketimbang cokelat di Singapura. Terlebih saya lebih suka cokelat KL yang sebelas dua belas sama cokelat di Batam. Kami pun berencana akan membeli cokelat di bilangan Chow Kit, nama tokonya adalah Chow Kit WLH C&C S/B yang terletak 105 Lekong Raja Laut A, Chow Kit, Malaysia. Ini kali pertama saya mencoba ke toko tersebut, denger-denger sih banyak yang murah, well see then..

Belanja Coklat Murah di Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia 

Bingung mau beli coklat murah di Kuala Lumpur? Dimana tempat membeki coklat murah di Kuala Lumpur? Belanja coklat di Chow Kit bisa menjadi salah satu alternatifnya. Sampai di Chow Kit, kami turun dari monorail dan ke jalan raya. Lekong Raja Laut tidak jauh dari stesen monorail chowkit, jalan lurus ke arah Pasar Chow Kit hanya melewati satu gang saja maka sudah sampailah kita di Chow Kit W.L.H C&C S/B persis di seberang Pasar Chow Kit. Saya lupa kepanjangan dari W.L.H C&C S/B ini apa, yang jelas saat itu hari hujan rintik-rintik, saya dan suami berlarian langsung masuk ke toko tersebut. Sebenarnya ini bukan toko kecil, lebih seperti gudang ala-ala Makro tempo dulu. Dari luar tidak terlihat brand swalayan atau sejenisnya, persis mirip gudang. Ketika sampai di dalam pun mirip Makro yang isinya rak-rak tinggi dengan penuh berbagai macam makanan dari mulai makanan kemasan, minuman botol, sirup, minuman berbagai rasa, botol kecap, saus, sampai tak lupa berbagai jenis coklat dan cemilan. Lantainya pun semen biasa, persis lah kaya gudang.


Lokasi cokelat dan cemilan agak di pojok, kamu akan mudah menemukannya.  Saran saya, ambil troli untuk berbelanja, karena kamu akan kalap berbelanja cokelat di sini. Bayangkan saja, berbagai jenis cokelat, permen dan cemilan dijual dalam jumlah pack besar dan harga yang relatif murah. Sebut saja 1 plastik besar Roka dihargai 7.2 RM atau 28.000 IDR (kurs 3900 IDR). Beli 6 plastik malah diskon menjadi 41.40 RM. Belum lagi cokelat dan biskuit lain seperti Apollo seharga 5.10 RM sampai 6.5RM per box besar. Bagaimana tidak kalap? Yak an yak an? Bukan hanya itu, berbagai permen dan manisan bertebaran di sini dengan jumlah yang banyak, dari permen karet bentuk buah-buahan, permen cokelat bulat warna warni, choky-choky, cokelat batang, cokelat koin, agar-agar, sampai marshmallow. Untuk halal atau tidak silakan cek di kemasan, banyak juga kok label halal pada makanan-makanan tersebut. Jangan sampai ambil yang tanpa logo Halal MUI Malaysia yaah..

Puas belanja dengan menggotong berkilo-kilo coklat dengan harga murah (harta karum kamiiiiii) perjalanan di lanjutkan ke KL Sentral untuk mengambil koper kami dan menunggu kereta Senandung Sutera dari KL Sentral menuju terminal JB Sentral. Kereta berangkat pukul 23.30 dari KL Sentral dan akan tiba di JB Sentral pukul 06.50 pagi. Kebetulan kami belum berkemas isi belanjaan coklat yang luar biasa banyak itu lhooo, rencananya kami akan membongkar muat di kasur dalam kereta Senandung Sutera :D Tiket sudah saya kantongin dengan sotoy mendalam inget kata-kata cikgu di JB Sentral hari kemarin, kalau tiket kepulangan saya dan suami bisa digunakan dan sudah dikonfirmasi, sehingga saya tidak perlu membeli tiket lagi.

Saat kereta datang, kami langsung memcari tempat tidur kami yang kami pesan berseberangan di kasur bawah. Saya langsung membongkar isi koper dan menyusun cokelat-cokelat tadi ke dalamnya. Suami saya dengan sigap menyerahkan semua bawaannya untuk saya susun (dasar deeehhh). Saya packing di atas kereta yang sudah berjalan. Setelah semua packing selesai, saya kembali dag dig dug menunggu pemeriksaan karcis. Semoga memang tiket kami valid ya, berhubung tiket berangkat agak kacau. Tak lama petugas kereta pun dating untuk memeriksa karcis per gerbong. Saya langsung menunjukan hasil print tiket kami yang berbentuk sehelai kertas HVS yang sudah dilipat lemas bentuknya, haha. Petugas memeriksa sejenak, kemudian mengembalikan kepada saya dengan mengucapkan terima kasih, ia pun beralih  ke kasur berikutnya. Legaaaaaaaa…tiket kami bisa dipergunakan. Kalau tidak, mungkin akan diturunkan di stasiun depan hehe.. -Noni Halimi

5 comments:

  1. hello...nice post! thanks ya ulasannya. jadi tahu deh mau kemana dan ngapain di KL. ^^

    ReplyDelete
  2. hello mbak dwi putri, thank you for blogwalking and comment :)

    ReplyDelete
  3. Mbak..tanya dong..WLHCC nya itu buka dari jam berapa ya? Thx infonya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang tahu mbak pastinya jam berapa bukanya, karena saya ke sana sore. Tp karena macem toko swayalan grosiran kemungkinan jam 10an buka deh. Kalau sore jam 4an masih buka sih..

      Delete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete