Showing posts with label makanan. Show all posts
Showing posts with label makanan. Show all posts

Sunday, August 3, 2014

Bazar Ramadhan Jalan Raja Alang

Lokasi istirahat yang disediakan oleh kolega Bapak saya berada di Raja Alang, Kuala Lumpur. Jalan Raja Alang adalah sebuah jalan panjang yang biasa dibuat bazar Ramadhan. Saya pernah menonton Upin Ipin saat bulan puasa, ada scene Upin dan Ipin diajak Kak Ros untuk belanja buka puasa di Bazar Ramadhan. Terlihat suasana bazar dengan tenda yang ramai menjajakan jajanan berbuka. Ternyata saya menyaksikan sendiri Bazar Ramadhan ala Upin Ipin di sini.

Ramainya Bazar Ramadhan Jalan Raja Alang
Jalan Raja Alang
Harga makanan dan minuman yang dijual pada Bazar Ramadhan cukup murah, range harga 1 sampai 10 RM saja. Maka jika belanja di sini cukup membawa uang 10 RM atau senilai 38.000 IDR maka kita sudah bisa pulang membawa banyak macam makanan. Ada yang menjual kue basah khas Kuala Lumpur yang super enak 1RM dapat 3 biji. Es milo, es mango pinneaple, es talas, es cincau, es kelapa, es blackcurant, es teh tarik dan segala macam minuman es dengan harga 1 RM untuk plastik kecil dan 2 RM untuk plastik besar. Ukuran plastik besarnya ternyata memang besar banget, cukup untuk 4 gelas. Es yang dipergunakan di bazar kaki lima ini bukan es balok dari kali ciliwung yang dipecah dengan alat tidak steril seperti di Indonesia. Saya melihat sendiri truk freezer membawa berkarung-karung plastik es bersih dan dibagikan kepada pedagang di sana. Es bulat yang biasa digunakan di kedai siap saji fast food, sudah berbentuk kecil-kecil dan higienis. Beda banget sama Indonesia yang.....ahhh sudahlah daripada emosi.

Makanan yang dijual beragam, ada tom yam, mie khas Penang, Ayam goreng, nasi lemak, nasi briyani, mie goreng Kuala Lumpur, ayam goreng, ayam madu, ayam fillet bumbu, murtabak manis atau asin, roti jala, cemilan ringan, sampai favorit saya di KL saat kelaparan dan pengen ngirit, yakni sosis dan baso tusuk harga 1 RM dilumur saus. Nyaaamm.

Nasi Lemak
Laksa Penang, Malaysia
Ngomong-ngomong Ayam Madu, saya ingat sekali Upin Ipin pernah melihat rekannya Mael pedagang sejati sedang berdagang Ayam Madu di Bazar Ramadhan. Harganya 1RM dapat 2 ayam. Kala itu Upin dan Ipin malah menjualnya dengan 1 RM dapat 3 ayam. Rupanya memang benar-benar ada yang menjual Ayam Madu dengan kipas dan asap yang aromanya lezat. Harganya 1 RM dapat 2 potong kecil ayam, atau 2 RM dapat 1 bagian ayam paha drum stick/dada. Persis seperti film Upin Ipin. Aaaahhh!

Ayam Madu dan bocah yang ingin membeli
Ayam Madu Ipin Upin
Nak Ayam Madu?
Selain makanan yang beraneka ragam, penjual di bazar ini juga ramah dan super baik. Saat kami tanya macam-macam mengenai makanan mereka, dijawab dengan lengkap dan jelas. Tak jarang juga mereka memberi lebih pada makanan kami. Saat kami hanya beli nasi briyani polos seharga 1 RM sebanyak 2 buah, kami dapat gratis sebungkus saus acar nanas lumayan banyak, padahal kami tidak membeli lauknya. Semoga keberkahan mengalir untuk pedagang-pedagang super baik ini.

Tidak jauh dari deretan bazar, terdapat pasar pagi yang menjual banyak daging, ikan, dan sayuran bahan baku memasak. Tidak hanya itu, pasarnya juga menjual buah buahan yaag super beraneka ragam. Dari mulai mango, kelengkeng, duku, manggis, delima, nangka, cempedak, melon, semangka, durian, jambu air, pepaya, pisang, dan masih banyak lagi. Sumpah saking banyaknya buah, saya sampe mikir "Di sini gak ada musim buahnya kali ya, kok banyak banget buahnya"
.
Durian Hahaha
Salah satu yang menarik buat saya adalah penjual durian yang berjejer di sana, mereka menjual 10 RM untuk 5 durian yang bisa dibuka langsung ditempat. Kami membeli 10 RM dan diberikan gratis 1 buah durian sehingga totalnya 6 durian. Tuh kan, lagi-lagi pedagangnya baik-baik banget. Penjualnya mahir membuka durian dan dengan gesit memasukkan isi buah durian ke dalam box tempat makan besar yang kami bawa. Penuh. 10 RM entah dapet berapa biji, banyak bangeeet. Dan setelah dimakan, rasanya manis semua, tidak ada yang mengecewakan. Di luar jenis durian itu, saya sempat membeli durian jenis Udang Merah. Harganya cukup mahal yakni 20 RM isinya hanya 4 buah durian besar. Saat mencoba 1 buah, luar biasaaaaa, enak banget! Hampir seluruh isinya daging durian semua dan biji duriannya.....cuma seiprit saja. Warna daging duriannya kuning kemerahan, karena itu disebut Udang Merah. Rasanya lebih enak dari durian Monthong. Asli deh harus nyobain :D

Pasar Jalan Raja Alang
Bazar Ramadhan ini pun masuk pemberitaan di statiun televisi Malaysia saat saya sedang menonton TV di hotel siang hari. Liputannya mengenai Bazar Ramadhan di Raja Alang. Waaahh beruntungnya saya pernah ke sana. Hehehe. Pengalaman yang berbeda bisa menikmati puasa di negeri orang, walau bagaimana pun serunya, tetap saya rindu negeri sendiri :D

Sunday, July 6, 2014

Okonomiyaki



Ini adalah Okonomiyaki.

Saya teringat Proposal Daisakusen Episode Okonomiyaki Jiji, di sana terlihat Rei yang sangat menyukai Okonomiyaki buatan Jiji. Ken put ikut mencicipinya dan rasanya enak.

Nah, ini adalah Okonomiyaki ala-ala di Indonesia. Mungkin rasanya tidak seenak buatan Jiji, tapi cukup melepaskan rasa penasaran saya bagaimana rasanya Okonomiyaki :D

Sunday, June 1, 2014

Cimory Riverside Cisarua

Libur cuti seminggu lebih kemarin saya habiskan untuk istirahat, refreshing dan jalan-jalan. Salah satunya adalah ke Cimory Riverside yang terletak di kawasan Mega Mendung dan Cisarua. Jika dari arah Jakarta menuju Cisarua, maka posisinya ada di kanan jalan. Jangan khawatir, tempatnya sangat besar dan terlihat dari jalan raya, sehingga tidak perlu takut terlewat.
Cimory Riverside
Cimory memiliki dua tempat makan yang menghadirkan suasana yang berbeda di area Cisarua. Cimory Mountain View menyajikan restoran dengan latar belakang pemandangan gunung. Sedangkan Cimory Riverside menyuguhkan restoran dengan pemandangan di sisi sungai Ciliwung yang cukup menghibur suara gemericik airnya. Saya sih belum pernah ke Mountain View, jadi belum bisa kasih review. Kali kedua saya ke restoran ini, saya baru pertama kalinya turun sampai ke area pinggir sungai. Baru tahu..
Menu
Cream Soup
Di Cimory Riverside ini terdapat restoran dengan sajian makanan yang cukup beragam, yang saya rekomendasikan adalah Ring Kanzler Sausage, porsinya cukup bikin kenyang.....kalau dimakan setelah cream soup :p Rasa cream soupnya juga enak, kalau kata pacar saya itu rasa gundut, alias rasa susu. Harga Ring Kanzler Sausage 43.900 IDR belum termasuk tax 10% dan service 5% (hitung sendiri ya). Harga makanan di sini rata-rata 25.000an sampai dengan 50.000an. Bagi yang ingin membeli sausage-nya, bisa didapatkan di tempat pembelian oleh-oleh persis samping resto.

Ring Kanzler Sausage
Susu Segar Cimory
Selain menyajikan ragam masakan ala-ala Eropa tadi, resto ini juga menyajikan masakan Indonesia kok, jadi untuk yang datang ke sini pas jam makan siang, bisa juga untuk makan siang di sini.
Tempatnya cukup luas sehingga cukup untuk menampung banyak orang, terlebih biasanya yang datang itu kebanyakan adalah rombongan keluarga. Kursi dan meja makannya ada yang bagian atas, ada pula yang smoking area di bawah. Kami pilih duduk di non-smoking area, persis menghadap view sungai. Sedapnyaaa.

Saat kami duduk, ternyata meja habis dipakai oleh orang sebelum kami belum dibereskan oleh petugas. Kami memanggil petugas, namun katanya perlu waktu sebentar, karena customer yang tadi belum membayar tagihan makan. Waduh. Kata mas-masnya "Sebentar ya teh, akang, customer sebelumnya yang di meja ini belum bayar, saya cari dulu, kalau nggak bayar, saya yang nombok". Kasian juga sih kalau ada customer nakal yang sengaja kabur. Tapi Alhamdulillah sudah ketemu dan akhirnya bill dibayar. Sepertinya mereka lupa membayar karena sibuk.

The River :D
Setelah menghajar makanan yang ada di meja makan, kami berkeliling ke bawah area sisi samping sungai. Udara yang cukup menyegarkan, ada taman bermain juga memang cocok untuk restoran keluarga sih. Sehabis puas menjelajah sampai ujung sisi sungai, kami kembali lagi ke atas untuk membeli susu cimory dan yoghurt cimory. Harganya kan cukup murah ketimbang beli di supermarket. Untuk susu cimory ukuran 820ml seharga 18.000 IDR tersedia rasa plain, coklat, strawberry, pisang. Untuk yoghurt seharga 7000 IDR, tersedia untuk rasa blueberry, strawberry, apple, mix fruit, peach, lupa rasa apa lagi, buanyaaak.

Kalau sempat belanja di pusat susu dan yoghurt cimory tadi, sekalian mampir ke chocomory, tempat yang menjual cokelat rasa dan bentuk yang unik. Cuma berhubung rasanya mahal, saya malas untuk membeli. Hehhehe.

Untuk yang berencana pergi ke Cimory Riverside, jangan lupa untuk bertanya soal jadwal buka tutup jalan baik yang menuju puncak maupun turun ke Jakarta, supaya tidak stuck menunggu. Jalur turun ke Jakarta sore hari walaupu hari kerja biasa tetap ramai dan bikin macet, kalau bisa yang turun ke Jakarta jangan terlalu sore ya. Sekian review Cimory Riversidenya, semoga bermanfaat.

Sapi depan :P
Yoghurt Cimory

Saturday, May 31, 2014

Warung Pasta

Pertama kali saya mencoba makan di Warung Pasta itu jaman-jaman baru buka di Cabang Margonda, sekitar bulan Agustus 2011, bertepatan dengan Bulan Puasa silam. Letak restoran ini jika dari arah Jakarta menuju Depok, maka letaknya tidak jauh dari Tugu Selamat Datang di Kota Depok, sebelah kiri jalan. Restorannya sangat sangat ramai pengunjung (apa karena jaman mau buka puasa dan baru happening dibuka kali ya). Kami sampai waiting list, padahal itu weekdays dan saat itu masih jam setelah 5 sore, wow.

Namun pada akhirnya kami pun dapat tempat :D Yeaaay Alhamdulillah. Lucunya kami memilih (atau sisa kebagian) tempat di luar, yang minim akan lampu. Ternyata tiap meja diberikan lilin. Hari menjelang Maghrib dan berbuka puasa, makin gelap dan remang-remang lilin menemani. Doooh pengen romantis tapi cekikikan terus sama pacar saya, akhirnya batal romantis.

Dari segi menu yang ditawarkan sangat beragam dan bikin saya pusing untuk memesannya. Segala jenis pasta disediakan, dari yang spagetti, penne, fetuccini, fushili dan sebagainya. Untuk cover sausnya pun banyak pilihan ada keju, taburan daging, seafood, jamur dan masih  banyak lagi. Ukurannya dari yang Small, Medium sampai Large dengan berat ratusan gram pasta. Selain pasta, di sini juga menyediakan Pizza, pokoknya Italian taste lah. Tempatnya nyaman dan cozy untuk dibuat ngumpul bareng rekan-rekan serta pacar.

Itadakimasu
Menu Warung Pasta
Yummy :P

Mie Aceh

Mie Aceh adalah masakan khas Aceh yang berupa mie kuning yang cukup besar, yang dimasak goreng maupun rebus dengan irisan daging sapi atau daging kambing, atau aneka makanan laut seperti cumi, udang, maupun telor. Makanan ini biasanya dihidangkan dengan emping, ketimun, bawang merah dan cabai rawit. Biasanya saya lebih senang pesan yang Mie Aceh Rebus, rasanya lebih mantap.

Sepanjang Mie Aceh yang sudah pernah saya coba di area Jakarta Selatan dan Depok, yang paling enak adalah Mie Aceh yang ada di Jajanan Babe, Tanjung Barat. Posisinya bukan di lapak yang ramai, tapi di lapak seberangnya yang biasa dipakai untuk parkir kendaraan di Jalan Nangka. Harganya cukup terjangkau dengan harga Mie Aceh dengan Udang dan Telur seharga 16.000 IDR. Yang tambah mengesankan saya adalah teh tarik mereka. Rasanya superrrr mirip dengan teh tarik yang biasa di sajikan di Kuala Lumpur atau Batam. Rasanya manis dan berbusa :D Harga teh tariknya adalah 7000 IDR

Selain di sana, saya juga suka makan Mie Aceh di Pidie 2000 Pondok Cina, Margonda. Tapi di sana pelayanannya kurang bagus, pelayanannya agak lama, dan bikin bosan untuk menunggu, keburu laper cyiiiin. Rekan saya merekomendasikan Mie Aceh Pidie 2000 yang dekat Kober, Margonda. Tapi sampai sekarang saya belum pernah coba sih. Mie Aceh yang biasa saya makan jaman kuliah ada di Jalan Mahali, rasanya super enak juga. Bentuk lapaknya adalah tenda pinggir jalan yang saat ini sudah tidak berjualan lagi (ngapain diceritain)

Mie Aceh

Kol Isi Ala-Ala

Iseng kebanyakan kol di rumah maka dibuatlah kol isi ala-ala super nggak jelas ini. Bentuknya memang agak tidak proporsional, tapi rasanya enak lho. Ini sebenarnya kol yang dikukus setengah matang hingga teksturnya agak layu, kemudian dimasukkan daging cincang yang sudah dicampur dengan bumbu, kemudian gulung-gulung seperti membuat kol yang ada di siomay. Setelah itu, barulah masukkan kukusan kembali dan tunggu sampai matang. Mudah untuk dibuat, cocok untuk sarapan pagi hari di rumah atau cemilan waktu iseng :P

Kol Isi Daging Cincang

Tahu Isi

Saya cinta mati sama makanan ini, apa pun olahan tahu pasti saya abisin tanpa sisa. Saya sampe dijulukin "Anak Tahu" sama rekan-rekan kantor karena bekal makan siang saya sering sekali olahan tahu. Mengapa tidak? Tahu itu sumber protein nabati kan. Salah satu olahan tahu adalah dibuat tahu isi, isinya adalah sayuran yang sudah diaduk dengan sambar super pedas. Ibu saya mengajari membuat tahu isi pedas ini sejak lama, sampai akhirnya ada franchise Tahu Jeletot yang mulai marak. Padahal saya sudah biasa makan tahu isi pedas itu sejak lama hehehee.


Kuliner Bogor : Es Bubur Buah Bogor

Kuliner tempo dulu yang mau saya review adalah Rahat Cafe yang terletak di Jalan Malabar 2 No. 1 Bogor, tepatnya di sampaing Plaza Pangrango. Agak masuk ke dalam jalan, tapi akan kelihatan jika sudah masuk gang-nya kok. Tempatnya lumayan enak untuk nongkrong bersama teman-teman, sahabat, keluarga atau pacar. 

Minuman andalannya adalah Es bubur buah, yaitu yogurt dengan rasa vanila atau strawberry dengan potongan buah segar di dalamnya. Harganya adalah Rp15.000 untuk satu porsi. Rasanya segar dan enak. Begitu juga dengan Es salju, yaitu potongan buah segar dengan es krim di atasnya.

Selain menyediakan Es Bubur Buah, di Rahat Cafe juga ada menu makanan lain seperti tutug oncom dan makanan tradisional, spagetti, kwetiau, nasi goreng dan lain-lain. Menunya cocok untuk makan siang dan harganya pas di kantong penjelajah kuniner yang mau ngirit. Sangat menyegarkan. Kapan-kapan mesti banget coba ke sini :D

Bubur Buah Bogor
Yummy Bubur Buah
Our Menu
Kwetiau :D
Spagetti Bolognaise

Monday, May 26, 2014

Abuba Steak

Sudah pernah mencoba Steak Abuba? Kalau belum mencoba, tidak ada salahnya untuk kuliner makanan ini. Lokasinya cukup strategis di Jl. Cipete Raya Nomor 14A, Jakarta Selatan. Jika dari arah Lottemart Cipete, masuk saja ke jalan Cipete Raya yang ada BNI Cipete, lurus terus sampai hampir ujung pertigaan jalan, posisinya ada di sebelah kanan, gedung Abuba Steak motif kotak-kota menjulang.

Awalnya warung steak ini hanya warung kecil biasa, sederhana dan tidak begitu besar. Letak tempat makannya memang tetap di pinggir jalan, dan pegawai yang membakar steaknya pun di pinggir jalan. Tak heran kalau lewat Jl Cipete Raya ada asap ngebul di pinggir jalan sudah pasti berasal dari Abuba Steak. Kini Abuba sudah mengudara, sudah banyak omzetnya maka tempat makannya pun dibuat ekstra luas. Pernah saya iseng mengintip ruang panggang mereka, luar biasa besar dan banyak kompornya. Beda banget sama warung steak Abuba jaman dulu :P

Abuba Steak menyajikan masakan steak Eropa dan Amerika, diantaranya Steak lokal Tenderloin, Steak lokal T.Bone, Steak Lokal Sirloin, Steak NZ Tenderloin, Steak NZ Sirlon, Steak Wagyu Sirloin, Steak Wagyu Rib Eye, Grill Chicken dan Grill Kakap. Range harga makanan tersebut adalah 40.000 IDR sampai dengan 250.000 IDR tergantung jenisnya. Tempat makan ini sudah buka dari pukul 11.00 dan tutup sampai dengan pukul 12.00 malam. Jika weekdays sudah lewat dari jam kantor maka tempat ini sudah mulai ramai. Terlebih lagi jika weekend, semakin banyak pengunjung yang dtang untuk mencicipi Abuba steak ini.

Tenderloin Abuba Steak

Sushi Goreng

Pernah makan sushi? Biasanya sushi dibuat dari nasi yang digulung dengan nori (rumput laut) dan berisi ikan salmon mentah atau sejenisnya.

Tapi saya kurang begitu suka dengan sushi ikan mentah, maka percobaan kreasi sushi pun dimulai di rumah :P

Sushi Goreng.

Ini adalah sushi yang terbuat dari nasi biasa namun ditempel di rori tawar putih. Roti tawar putih di luar, kemudian nasi, baru dimasukkan bahan2 isinya seperti daging, mayonaise, keju, sayuran dan sebagainya. Jika tidak suka ikan maka bisa diganti dengam daging. Setelah diratakan, gulung roti tawar tersebut seperti karpet gulung. Hati-hati waktu menggulung ya, agak ditekan supaya rekat.
Gulungan tadi dibalur dengan kuning telur dan dibalur kembali dengan tepung roti. Persis seperti membuat risoles :D Setelah itu, gorenglah gulungan dengan api kecil, sampai kuning kecoklatan. Matang. Angkat dan tiriskan.

Setelah gulungan masak, baru potong potonglah sesuai selera dan mirip bentuk sushi. Hidangkan dan santap selagi masih panas. Tambahkam saus jika suka pedas dan mayonaise jika mau. Bagamaina? Mudah kan! Hidangan ini cocok untuk dijadikan bekal ke sekolah, kampus atau ke kantor :P

Makaroni Panggang MP, Sosis Bakar Bandung, Pia Apple Pie

Hari itu saya beserta rekan-rekan kantor Takaful berencana kuliner ke Bogor, menjelang saya mau resign, maka puas-puasin jalan dulu hehehehe. Kali ini tujuan kita adalah Bogor, mudah untuk ditempuh bisa dengan kereta langsung turun di Stasiun Bogor. Saya akan mengajak rekan-rekan saya ke tempat makan Makaroni Panggang MP :D

Makaroni Panggang MP siap disantap

Di perjalanan naik kereta kami melakukan keisengan, yakni foto-foto di dalam kereta. Kebetulan saya dan mbak Endang duduk terpisah jarak dengan Chia dan Rara. Kami mengapit pasangan muda mudi yang sedang asik duduk nempel-nempelan. Terlihat sang perempuan tertidur di bahu laki-lakinya. Iseng saya sudah keubun-ubun, maka saya delegasikan Mbak Endang untuk "ganggu" mereka dengan cara foto-foto kami. Alih-alih mau mengambil foto kami tapi sengaja mengikut sertakan mereka dalam foto kami. haha, ini lah hasilnya, maap lho mbaknya dan masnya, lagian di moda transportasi umum gini posenya nantangin buat difoto :P

Kereta milik berdua, yang lain gantungan pegangan tangan

Setelah sampai stasiun Bogor, maka kami mencari Angkot Hijau jurusan Baranang Siang nomor 03 yang akan melewati Taman Surya Kencana yakni Taman yang terletak di belakang area Jalan Salak dan Jalan Pangrango. Di sanalah kami berhenti dan berjalan kaki menuju Macaroni Panggang MP. Cukup mudah untuk menemukan tempat ini, jika tidak yakin maka bilang ke Abang Angkot akan turun di Taman Surken, atau di Macaroni MP. Biasanya Abang angkot sudah familiar.

Sampai di sana kami langsung memesan Macaroni Panggang ukuran besar untuk dimakan berempat. Harganya sekitar 65.000 IDR, cukup untuk cemal cemil kami. Rencananya memang akan banyak mencicipi, sehingga kami menerapkan prinsip beli satu, makan rame-rame :D Restoran ini sangat ramai pengunjung pada saat akhir pekan, tidak jarang juga warga Jakarta yang menggunakan mobil parkir di sini untuk singgah. Sekitar pukul 12 adalah waktu penuh-penuhnya, jangan kaget kalau tidak kedapetan tempat duduk, padahal restonya cukup luas dengan dua lantai. Kami sampai sana sekitar pukul 10.00 masih terbilang cukup pagi. Anggap saja brunch :P

Selfie
Macaroni Panggang MP
Kami lanjut berjalan ke warung sebelah yakni Sosis Bakar Bandung. Saya agak lupa berapa harga satu potong sosisnya yang jelas kurang dari 15.000 IDR. Ini adalah restoran yang menjual sosis ukuran besar, boleh dibilang sausage kemudian di bakar baru disajikan. Tidak ada yang sangat spesial dari tempat ini, hanya saja rasa daging sosisnya enak. Dicocol dengan sambal biasa. Kami makan satu tusuk untuk satu orang. Cukup untuk mencicipi lah. Tempat ini menyatu dengan factory outlet, kami sempat masuk ke dalam untuk melihat-lihat (dan tidak membeli).

Bagian Depan Sosis Bakar
Sosis Bakar Bandung
Setelah itu kami lanjut ke Pia Apple Pie yang ditempuh dengan berjalan kaki saja ke arah belakang jalan tersebut, tepat sejajar dengan Sosis Bakar Bandung tersebut. Makanan khas yang utama dijual di sini adalah Pia Apple. Bentuknya mirip dengan macaroni panggang MP tadi, hanya saja bahannya yang berbeda serta rasa yang beda. Jika macaroni tadi asin dan gurih maka pia apple pie ini manis. Kami memesan Pia Apple Pie rasa original yakni selai apel. Rasanya super manis dan kami pesar ukuran besar. Agak kewalahan ngabisinnya, soalnya rasanya manis dan tidak cocok dimakan terlalu banyak. Rasanya mirip makan nastar. Tapi ini rasanya seperti makan nastar satu toples heheheh banyak.

Apple Pie
Bogor Kota Hujan, maka hampir tiap saya ke Bogor sih hujan. Alhamdulillah kami sudah duduk manis di Pia Apple Pie. Sembari  menunggu hujan reda dan makan Apple Pie, kami pesan menu yang lain, yakni Singkong Rebus Cocol apaaaa gitu, sama Soup Cream. Cocok banget dimakan saat hujan. Rasanya enak.

Sendal kami tergenang air hujan
Singkong Rebus
Cream Soup berasa sekali susunya
Foto sehabis hujan berhenti

Ketika hujan sudah berhenti, pas banget makanan kami juga sudah ludes dan kami semua sudah sholat Ashar, maka kami putuskan untuk pulang sesaat setelah Ashar. Kuliner di Bogor bersama teman-teman menjadi rekomendasi yang sangat bagus, yuk dicoba :D

Sunday, May 25, 2014

Iga Penyet

Saya sering kebalik kalau makan Iga Penyet antara Iga Penyet Lekko dan Iga Penyet warung Tekko. Logonya mirip sih, dan menu utama yang dijual juga Iga. Entah ada hubungan apa mereka berdua, tapi ternyata (kata Putro sih), Iga Penyet Warung Tekko lebih enak dibanding yang satunya. Entah apa parameternya. Mungkin kalau makan iga lagi, better pilih Warung Tekko deh :D

Iga Penyet

Thursday, May 22, 2014

Baso Simo

Saya bukan penggemar baso seperti Ibu saya. Dikit-dikit pengen baso. Hujan dikit pengen baso. Liat iklan baso, jadi pengen baso. Pengen nyemil dikit pengen baso. Bahkan lagi duduk di warung baso aja pengen baso *ya iyalaaaahh.

Ini salah satu baso favorit Ibu saya kalau kami pulang ke Madiun. Namanya Baso Simo. Letaknya tidak jauh dari Alun-alun kota Madiun, bisa ditempuh dengan berjalan kaki (dari alun-alun lho yaaa bukan dari rumah)
Rasanya memang cukup enak dan bebas gerenjel tulang atau kikil-kikil. Rasa kuahnya sangat gurih. Biasanya sebelum saya mencampur aduk kuah dengan sambal dan kecap, maka saya akan me cicipi rasa asli dari kuah basonya. Rasa kuah baso simo ini muantapp. Rasa kaldu alami, bukan dari penyedap rasa yang bikin bego.

Harganya cukup diatas rata2 baso kebanyakan di daerah kampung. Harganya sekitar Rp.15.000. Namun untuk ukuran baso Jakarta, maka sudah cukup wajar lah. Apalagi kalau rasanya enak kan.
Nongkrong-nongkrong di alun-alun Madiun, melipir sebentar ke Baso Simo ini :D

Baso Simo dekat alun-alun Madiun

Es Merah Delima

Ini adalah salah satu menu minuman di restoran sate khas senayan. Namanya Es Merah Delima. Rasanya berani. Manis. Dan yang pasti nggak ada delima-delimanya. Entah kenapa disebut Merah Delima. Harusnya sih Es Merah Merona, kayak kamu. Iyaaa...kamu. heehehhe *ala-ala Dodit Stand Up Comedy Indonesia

ABWS Tinggal Kenangan

Dulu Bapak saya pernah berkongsi dagang Ayam Bakar Wong Solo di cabang Lampung. Namun ternyata hanya laris manis di tahun-tahun pertama. Setelahnya jarang pengunjung terlebih dari isu poligami salah satu pendirinya. Saat itu Bapak saya dan rekan-rekan kongsi dagang ikhlas sajalah, belum rejeki bisnisnya. Padahal kalau saya dan keluarga ke Lampung pasti mampir ke resto dan makan gratis sepuasnya, malah kadang bungkus buat di jalan :P

Di luar dari semua itu, sebenarnya saya senang dengan cita rasa ABWS ini. Bumbunya punya ciri khas sendiri. Bumbu kecapnya manis dan gurih, sulit digambarkan hehe. Cah kangkungnua segar dan sedap sekali. Belum lagi es teh manis yang rasanya agak berbeda, jauh lebih enak ketimbang es teh biasa. Mungkin karena menggunakan gula batu.

Selain itu ada menu lain favorit saya itu tahu goreng dengan bumbu sambal kecap. Tahunya berbentuk sejenis tahu sumedang, namun digoreng kering entah bagaimana caranya sampai menggembung besar sekali, isinya jadi agak kopong. Namun rasanya gurih luar biasa. Kalau sudah pesan ini, suka kebablasan digadoin pake sambel kecap :P

Kini sudah tidak ada lagi ABWS, apalagi kalau ke Lampung dan melihat sisa-sisa berdirinya resto itu, saya hanya memandangi saja. ABWS tinggal kenangan.

Ayam Bakar Wong Solo

Bumbu Desa

Pertama kali saya makan di Bumbu Desa belum berasa apa-apa terutama harganya, karena lagi-lagi saya ditraktir sama teman kuliah (gratisan mulu). Namun kali kedua barulah berasa harganya.

Bumbu desa adalah restoran yang menyajikan konsep tradisional dan asri, terletak di lantai dasar margocity, agak ke ujung belakang dekat dengan BCA. Tempatnya cukup luas dan nyaman untuk acara kumpul-kumpul keluarga atau arisan.

Metode makanannya prasmanan, semua bisa ambil dan pilih sendiri. Setelah itu baru langsung dibayar di kasir. Secara rasa disini biasa saja, tidak ada yang sangat spesial. Menunya berkisar di goreng-gorengan seperti tempe, tahu, ikan gurame, ikan gabus, ikan lele, ayam, iga, prekedel, bakwan jagung. Untuk sayurannya ada sayur sop, sayur asem, sayur terong dan berbagai tumis-tumisan.

Kalau boleh komentar sih, ada tidak enaknya, semua makanannya diletakkan di atas tampah saja. Berjejer prasmanan. Sayang sekali. Jadi tidak fresh dan panas. Entah itu ikan sudah digoreng dari jam berapa hingga waktu kita ambil sudah tidak garing lagi. Untuk harga jg tergolong cukup mahal.

Tapi bagi yang ingin kumpul dengan suasana yang hangat dan ruang yang cukup luas, maka tempat ini bisa jadi alternatif lho ;)

Bumbu Desa Margocity

Ichiban Sushi

Hari itu salah satu senior saya di BEM UI sedang berulang tahun. Maka saya dan tim Media BEM UI ditraktir ke Margocity. Yaa maklum mall yabg terdekat dari kampus ya cuma itu yang agak cakepan  (dan detos kalo lagi kere sih).

Entah ide siapa, saat mencari resto traktiran eh malah melipir ke Ichiban Sushi. Letaknya ada di lantai dasar dekat eskalator. Saya bukan penggemar sushi yang harus makan sushi seminggu sekali atau pusing-pusing mual kalo nggak makan sushi sebulan sekali. Walaupun saya cinta jepang, tp saya biasa saja dengan sushi. Dagingnya mentah sih. Ada kenyel-kenyel (lagi-lagi urusan hidup dengan kenyel2 tak berakhir)

Kami langsung memesan makanan, saya terima beres lah. Dipesanlah sushi isi salmon dan isi anak gurita. Rasanya? Ya begitulah. Kebanyakan dari kami pesan paketan. Mirip hokben. Masih sekitar tempura, teriyaki dan katsu yang masih cucok di lidah kampung seperti saya.

Untuk penutup rekan saya gak kapok, pesan lagi gyoza. Nah ini saya agak doyan, rasanya kayak batagor soalnya hahaha emang kampung lah. So far, harganya masih affordable lah untuk orang kantoran, tp buat saya jaman kuliah dulu sih yaaaa cukup mahal hehhehee.

Sushi isi salmon
Gyoza :D
Sushi anak gurita