Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

Sunday, June 1, 2014

Cimory Riverside Cisarua

Libur cuti seminggu lebih kemarin saya habiskan untuk istirahat, refreshing dan jalan-jalan. Salah satunya adalah ke Cimory Riverside yang terletak di kawasan Mega Mendung dan Cisarua. Jika dari arah Jakarta menuju Cisarua, maka posisinya ada di kanan jalan. Jangan khawatir, tempatnya sangat besar dan terlihat dari jalan raya, sehingga tidak perlu takut terlewat.
Cimory Riverside
Cimory memiliki dua tempat makan yang menghadirkan suasana yang berbeda di area Cisarua. Cimory Mountain View menyajikan restoran dengan latar belakang pemandangan gunung. Sedangkan Cimory Riverside menyuguhkan restoran dengan pemandangan di sisi sungai Ciliwung yang cukup menghibur suara gemericik airnya. Saya sih belum pernah ke Mountain View, jadi belum bisa kasih review. Kali kedua saya ke restoran ini, saya baru pertama kalinya turun sampai ke area pinggir sungai. Baru tahu..
Menu
Cream Soup
Di Cimory Riverside ini terdapat restoran dengan sajian makanan yang cukup beragam, yang saya rekomendasikan adalah Ring Kanzler Sausage, porsinya cukup bikin kenyang.....kalau dimakan setelah cream soup :p Rasa cream soupnya juga enak, kalau kata pacar saya itu rasa gundut, alias rasa susu. Harga Ring Kanzler Sausage 43.900 IDR belum termasuk tax 10% dan service 5% (hitung sendiri ya). Harga makanan di sini rata-rata 25.000an sampai dengan 50.000an. Bagi yang ingin membeli sausage-nya, bisa didapatkan di tempat pembelian oleh-oleh persis samping resto.

Ring Kanzler Sausage
Susu Segar Cimory
Selain menyajikan ragam masakan ala-ala Eropa tadi, resto ini juga menyajikan masakan Indonesia kok, jadi untuk yang datang ke sini pas jam makan siang, bisa juga untuk makan siang di sini.
Tempatnya cukup luas sehingga cukup untuk menampung banyak orang, terlebih biasanya yang datang itu kebanyakan adalah rombongan keluarga. Kursi dan meja makannya ada yang bagian atas, ada pula yang smoking area di bawah. Kami pilih duduk di non-smoking area, persis menghadap view sungai. Sedapnyaaa.

Saat kami duduk, ternyata meja habis dipakai oleh orang sebelum kami belum dibereskan oleh petugas. Kami memanggil petugas, namun katanya perlu waktu sebentar, karena customer yang tadi belum membayar tagihan makan. Waduh. Kata mas-masnya "Sebentar ya teh, akang, customer sebelumnya yang di meja ini belum bayar, saya cari dulu, kalau nggak bayar, saya yang nombok". Kasian juga sih kalau ada customer nakal yang sengaja kabur. Tapi Alhamdulillah sudah ketemu dan akhirnya bill dibayar. Sepertinya mereka lupa membayar karena sibuk.

The River :D
Setelah menghajar makanan yang ada di meja makan, kami berkeliling ke bawah area sisi samping sungai. Udara yang cukup menyegarkan, ada taman bermain juga memang cocok untuk restoran keluarga sih. Sehabis puas menjelajah sampai ujung sisi sungai, kami kembali lagi ke atas untuk membeli susu cimory dan yoghurt cimory. Harganya kan cukup murah ketimbang beli di supermarket. Untuk susu cimory ukuran 820ml seharga 18.000 IDR tersedia rasa plain, coklat, strawberry, pisang. Untuk yoghurt seharga 7000 IDR, tersedia untuk rasa blueberry, strawberry, apple, mix fruit, peach, lupa rasa apa lagi, buanyaaak.

Kalau sempat belanja di pusat susu dan yoghurt cimory tadi, sekalian mampir ke chocomory, tempat yang menjual cokelat rasa dan bentuk yang unik. Cuma berhubung rasanya mahal, saya malas untuk membeli. Hehhehe.

Untuk yang berencana pergi ke Cimory Riverside, jangan lupa untuk bertanya soal jadwal buka tutup jalan baik yang menuju puncak maupun turun ke Jakarta, supaya tidak stuck menunggu. Jalur turun ke Jakarta sore hari walaupu hari kerja biasa tetap ramai dan bikin macet, kalau bisa yang turun ke Jakarta jangan terlalu sore ya. Sekian review Cimory Riversidenya, semoga bermanfaat.

Sapi depan :P
Yoghurt Cimory

Sate Sobikun Ponorogo

Saya penggemar makanan olahan bumbu kacang, contohnya sate. Namun saya agak pilih-pilih kalau beli sate, masalah hidup saya adalah kulit kenyel-kenyel seluruh lauk, pun demikian dengan kulit ayam. Jika saya pesan sate ayam maka praktis kulit ayam kenyel-kenyel tidak saya makan, tapi saya kasih ke partner makan saya. Akan lebih menyenangkan lagi kalau bisa pesan sate khusus daging ayamnya saja seperti di Sate Khas Senayan atau Sate Seberang RSPP Kebayoran Baru. Itu salah satu lapak sate yang saya suka, bumbunya sedap, satenya khusus daging ayam. Dijamin ludess saya makan.

Ngomong-ngomong soal sate, juara sate se-Indonesia Raya ini masih dipegang oleh Sate Ponorogo. Itu sate rasanya enak sedunia, bukan lagi enak se-Indonesia kayaknya sih. Bisa pesan sate khusus daging ayamnya saja dan bumbunya super lembut dan gurih. Lontongnya pun tekstur halus dan berwarna hijau akibat bungkusan daun pisang dan dimasak dengan tungku bahan bakar kayu. Persis buatan Ibu saya. Aissh sedaplah.

Jika kita ke Ponorogo, maka hampir sepanjang jalan protokol Ponorogo buka lapak jualan sate. Jangan heran juga, hampir seluruh lapak satenya enak. Super. Salah satu tempat yang cucok untuk makan sate yakni Sate Sobikun, letaknya di Kampung Sate, Ponorogo. Akses menuju ke sana memang melewati perkampungan, jalannya cukup sempit dan berliku, serta sedikit2 pasti ada plang jual sate Ponorogo. Persisnya tempat ini plangnya cukup besar bertuliskan Sate Sobikun. Parkirannya juga cukup luas.
Rasa satenya sungguh memanjakan lidah. Tidak hanya sate ayam khusus daging dan ayam khusus kulit saja, tapi juga ada sate kambing yang nggak kalah juaranya. Pokoknya kalau berkesempatan ke Ponorogo, sungguh nyesel kalau gak mampir beli sate. Yuk dicoba :D

Sate Sobikun, Kampung Sate, Ponorogo

Saturday, May 31, 2014

Warung Pasta

Pertama kali saya mencoba makan di Warung Pasta itu jaman-jaman baru buka di Cabang Margonda, sekitar bulan Agustus 2011, bertepatan dengan Bulan Puasa silam. Letak restoran ini jika dari arah Jakarta menuju Depok, maka letaknya tidak jauh dari Tugu Selamat Datang di Kota Depok, sebelah kiri jalan. Restorannya sangat sangat ramai pengunjung (apa karena jaman mau buka puasa dan baru happening dibuka kali ya). Kami sampai waiting list, padahal itu weekdays dan saat itu masih jam setelah 5 sore, wow.

Namun pada akhirnya kami pun dapat tempat :D Yeaaay Alhamdulillah. Lucunya kami memilih (atau sisa kebagian) tempat di luar, yang minim akan lampu. Ternyata tiap meja diberikan lilin. Hari menjelang Maghrib dan berbuka puasa, makin gelap dan remang-remang lilin menemani. Doooh pengen romantis tapi cekikikan terus sama pacar saya, akhirnya batal romantis.

Dari segi menu yang ditawarkan sangat beragam dan bikin saya pusing untuk memesannya. Segala jenis pasta disediakan, dari yang spagetti, penne, fetuccini, fushili dan sebagainya. Untuk cover sausnya pun banyak pilihan ada keju, taburan daging, seafood, jamur dan masih  banyak lagi. Ukurannya dari yang Small, Medium sampai Large dengan berat ratusan gram pasta. Selain pasta, di sini juga menyediakan Pizza, pokoknya Italian taste lah. Tempatnya nyaman dan cozy untuk dibuat ngumpul bareng rekan-rekan serta pacar.

Itadakimasu
Menu Warung Pasta
Yummy :P

Mie Aceh

Mie Aceh adalah masakan khas Aceh yang berupa mie kuning yang cukup besar, yang dimasak goreng maupun rebus dengan irisan daging sapi atau daging kambing, atau aneka makanan laut seperti cumi, udang, maupun telor. Makanan ini biasanya dihidangkan dengan emping, ketimun, bawang merah dan cabai rawit. Biasanya saya lebih senang pesan yang Mie Aceh Rebus, rasanya lebih mantap.

Sepanjang Mie Aceh yang sudah pernah saya coba di area Jakarta Selatan dan Depok, yang paling enak adalah Mie Aceh yang ada di Jajanan Babe, Tanjung Barat. Posisinya bukan di lapak yang ramai, tapi di lapak seberangnya yang biasa dipakai untuk parkir kendaraan di Jalan Nangka. Harganya cukup terjangkau dengan harga Mie Aceh dengan Udang dan Telur seharga 16.000 IDR. Yang tambah mengesankan saya adalah teh tarik mereka. Rasanya superrrr mirip dengan teh tarik yang biasa di sajikan di Kuala Lumpur atau Batam. Rasanya manis dan berbusa :D Harga teh tariknya adalah 7000 IDR

Selain di sana, saya juga suka makan Mie Aceh di Pidie 2000 Pondok Cina, Margonda. Tapi di sana pelayanannya kurang bagus, pelayanannya agak lama, dan bikin bosan untuk menunggu, keburu laper cyiiiin. Rekan saya merekomendasikan Mie Aceh Pidie 2000 yang dekat Kober, Margonda. Tapi sampai sekarang saya belum pernah coba sih. Mie Aceh yang biasa saya makan jaman kuliah ada di Jalan Mahali, rasanya super enak juga. Bentuk lapaknya adalah tenda pinggir jalan yang saat ini sudah tidak berjualan lagi (ngapain diceritain)

Mie Aceh

Kuliner Bogor : Es Bubur Buah Bogor

Kuliner tempo dulu yang mau saya review adalah Rahat Cafe yang terletak di Jalan Malabar 2 No. 1 Bogor, tepatnya di sampaing Plaza Pangrango. Agak masuk ke dalam jalan, tapi akan kelihatan jika sudah masuk gang-nya kok. Tempatnya lumayan enak untuk nongkrong bersama teman-teman, sahabat, keluarga atau pacar. 

Minuman andalannya adalah Es bubur buah, yaitu yogurt dengan rasa vanila atau strawberry dengan potongan buah segar di dalamnya. Harganya adalah Rp15.000 untuk satu porsi. Rasanya segar dan enak. Begitu juga dengan Es salju, yaitu potongan buah segar dengan es krim di atasnya.

Selain menyediakan Es Bubur Buah, di Rahat Cafe juga ada menu makanan lain seperti tutug oncom dan makanan tradisional, spagetti, kwetiau, nasi goreng dan lain-lain. Menunya cocok untuk makan siang dan harganya pas di kantong penjelajah kuniner yang mau ngirit. Sangat menyegarkan. Kapan-kapan mesti banget coba ke sini :D

Bubur Buah Bogor
Yummy Bubur Buah
Our Menu
Kwetiau :D
Spagetti Bolognaise

Tuesday, May 27, 2014

Rujak Super Enak

Selama ini saya makan rujak kayaknya standar-standar saja isinya. Biasanya sekedar mangga, jambu air, kedondong, pepaya mengkal, bengkoang, dan nanas. Namun ketika saya beli rujak ini, saya terpukau uwow, ramai buahnya. Bagaimana tidak isinya anti mainstream, penjual rujaknya menyertakan buah-buahan lain ke dalamnya yang tidak biasa. Tambahan buah lain yang masuk seperti semangka, melon, jambu batu merah, apel, nangka dan pear. Buah-buahan manis yang yang tidak biasa dirujak namun turut serta meramaikan. Porsinya pun tidak tanggung-tanggung, super buanyak. Bumbu rujaknya? Jangan ditanya, sangat halus dan pas kombinasinya. Harganya cukup standar hanya 10.000 IDR saja. Posisi jualannya persis ada di depannya Mandiri Margonda dekat Pesona Khayangan. Babe yang jual biasa menggunakan jam tangan longgar warna gold *sampai hafal gitu saya. Untuk yang bosan dengan rujak standar, boleh lah dicoba rujak nano-nano ini.

Selain rujak depan Mandiri Margonda, saya juga punya satu lagi tempat membeli rujak yang cukup favorit, yakni Rujak Halte UIN, karena biasa mangkal gerobaknya di halte UIN dekat sekali dari BNI Cabang UIN. Buahnya sangat segar, penuh warna dan bumbu rujaknya sangat ciamiikkk. Harganya 10.000 IDR dan porsinya super banyak. Bapak yang jual pun sangat lihai melayani pembeli yang mengantri, jika siang hari hilir mudik pembeli yang membeli untuk dibungkus bawa pulang. Paling tidak mereka membeli dua sampai empat bungkus sekali pesan. Weeeew. Untuk sambal rujak tersedia dengan tingkat kepedasan yang berbeda, tinggal bilang saja mau yang tidak pedas, sedang atau super pedas :D

Mau panas atau pun hujan, cemilan rujak itu memang tidak ada matinya di kantor, apalagi jika dimakan ramai-ramai, serunya rebutan :D

Rujak depan Mandiri Margonda, bentuknya memang agak berantakan tapi asli recommended banget

Monday, May 26, 2014

Abuba Steak

Sudah pernah mencoba Steak Abuba? Kalau belum mencoba, tidak ada salahnya untuk kuliner makanan ini. Lokasinya cukup strategis di Jl. Cipete Raya Nomor 14A, Jakarta Selatan. Jika dari arah Lottemart Cipete, masuk saja ke jalan Cipete Raya yang ada BNI Cipete, lurus terus sampai hampir ujung pertigaan jalan, posisinya ada di sebelah kanan, gedung Abuba Steak motif kotak-kota menjulang.

Awalnya warung steak ini hanya warung kecil biasa, sederhana dan tidak begitu besar. Letak tempat makannya memang tetap di pinggir jalan, dan pegawai yang membakar steaknya pun di pinggir jalan. Tak heran kalau lewat Jl Cipete Raya ada asap ngebul di pinggir jalan sudah pasti berasal dari Abuba Steak. Kini Abuba sudah mengudara, sudah banyak omzetnya maka tempat makannya pun dibuat ekstra luas. Pernah saya iseng mengintip ruang panggang mereka, luar biasa besar dan banyak kompornya. Beda banget sama warung steak Abuba jaman dulu :P

Abuba Steak menyajikan masakan steak Eropa dan Amerika, diantaranya Steak lokal Tenderloin, Steak lokal T.Bone, Steak Lokal Sirloin, Steak NZ Tenderloin, Steak NZ Sirlon, Steak Wagyu Sirloin, Steak Wagyu Rib Eye, Grill Chicken dan Grill Kakap. Range harga makanan tersebut adalah 40.000 IDR sampai dengan 250.000 IDR tergantung jenisnya. Tempat makan ini sudah buka dari pukul 11.00 dan tutup sampai dengan pukul 12.00 malam. Jika weekdays sudah lewat dari jam kantor maka tempat ini sudah mulai ramai. Terlebih lagi jika weekend, semakin banyak pengunjung yang dtang untuk mencicipi Abuba steak ini.

Tenderloin Abuba Steak

Kuliner Bogor : Lasagna Gulung MP

Sudah pernah merasakan Macaroni Panggang MP dengan rasa standar, karena lebih enak juga buatan Ibu saya di rumah, maka ketika saya kembali ke Bogor, saya harus coba menu lain. Restoran ini berada di Jalan Salak tidak jauh dari Taman Surya Kencana. Saya beserta Ampi dan Putro melipir ke sebelahnya, yang masih memegang satu brand MP. Jadi di restoran tersebut sebenarnya ada Steak MP,  Macaroni Panggang MP, dan Lasagna Gulung MP. Yang terkenal dan booming memang Macaroni Panggang. Kami memutuskan untuk makan Lasagna! Sluurpp.

Lasagna Gulung MP rasa tuna
Ternyata rasa lasagnanya lebih enak ketimbang macaroni panggangnya. Saya langsung jatuh hati dan tidak membiarkannya berlama-lama di atas meja, langsung sikat. Lasagna Gulung ini menjual dengan berbagai rasa yakni ada yang rasa beef, tuna, ayam dan kerang. Harganya pun beragam dari yang 65.000 IDR sampai dengan 75.000 IDR. Memang agak mahal, namun untuk dikonsumsi beramai-ramai dan rasa yang enak, memang cukup worth it lah :D

Selain memesan lasagna gulung kami juga pesan asinan jagung apaaa gitu saya lupa, choco ice dan hot choco. Rasa asinannya agak berbeda dan unik, perpaduan antara salad dan asinan. Soalnya segala ada salada tapi pake kuah asinan. Patut untuk dicoba sih. Selain itu, dibagian atas juga ada yang menjual Klappertaart yang sangat lembut dan enak. Perpaduan antara roti, kelapa muda dan kismis sangat menggugah selera, cocok untuk desert.

Asinan Jagung Something
Hot Choco
Kelar makan, seperti biasa, kami foto-foto :P

Part One
Part Two

Makaroni Panggang MP, Sosis Bakar Bandung, Pia Apple Pie

Hari itu saya beserta rekan-rekan kantor Takaful berencana kuliner ke Bogor, menjelang saya mau resign, maka puas-puasin jalan dulu hehehehe. Kali ini tujuan kita adalah Bogor, mudah untuk ditempuh bisa dengan kereta langsung turun di Stasiun Bogor. Saya akan mengajak rekan-rekan saya ke tempat makan Makaroni Panggang MP :D

Makaroni Panggang MP siap disantap

Di perjalanan naik kereta kami melakukan keisengan, yakni foto-foto di dalam kereta. Kebetulan saya dan mbak Endang duduk terpisah jarak dengan Chia dan Rara. Kami mengapit pasangan muda mudi yang sedang asik duduk nempel-nempelan. Terlihat sang perempuan tertidur di bahu laki-lakinya. Iseng saya sudah keubun-ubun, maka saya delegasikan Mbak Endang untuk "ganggu" mereka dengan cara foto-foto kami. Alih-alih mau mengambil foto kami tapi sengaja mengikut sertakan mereka dalam foto kami. haha, ini lah hasilnya, maap lho mbaknya dan masnya, lagian di moda transportasi umum gini posenya nantangin buat difoto :P

Kereta milik berdua, yang lain gantungan pegangan tangan

Setelah sampai stasiun Bogor, maka kami mencari Angkot Hijau jurusan Baranang Siang nomor 03 yang akan melewati Taman Surya Kencana yakni Taman yang terletak di belakang area Jalan Salak dan Jalan Pangrango. Di sanalah kami berhenti dan berjalan kaki menuju Macaroni Panggang MP. Cukup mudah untuk menemukan tempat ini, jika tidak yakin maka bilang ke Abang Angkot akan turun di Taman Surken, atau di Macaroni MP. Biasanya Abang angkot sudah familiar.

Sampai di sana kami langsung memesan Macaroni Panggang ukuran besar untuk dimakan berempat. Harganya sekitar 65.000 IDR, cukup untuk cemal cemil kami. Rencananya memang akan banyak mencicipi, sehingga kami menerapkan prinsip beli satu, makan rame-rame :D Restoran ini sangat ramai pengunjung pada saat akhir pekan, tidak jarang juga warga Jakarta yang menggunakan mobil parkir di sini untuk singgah. Sekitar pukul 12 adalah waktu penuh-penuhnya, jangan kaget kalau tidak kedapetan tempat duduk, padahal restonya cukup luas dengan dua lantai. Kami sampai sana sekitar pukul 10.00 masih terbilang cukup pagi. Anggap saja brunch :P

Selfie
Macaroni Panggang MP
Kami lanjut berjalan ke warung sebelah yakni Sosis Bakar Bandung. Saya agak lupa berapa harga satu potong sosisnya yang jelas kurang dari 15.000 IDR. Ini adalah restoran yang menjual sosis ukuran besar, boleh dibilang sausage kemudian di bakar baru disajikan. Tidak ada yang sangat spesial dari tempat ini, hanya saja rasa daging sosisnya enak. Dicocol dengan sambal biasa. Kami makan satu tusuk untuk satu orang. Cukup untuk mencicipi lah. Tempat ini menyatu dengan factory outlet, kami sempat masuk ke dalam untuk melihat-lihat (dan tidak membeli).

Bagian Depan Sosis Bakar
Sosis Bakar Bandung
Setelah itu kami lanjut ke Pia Apple Pie yang ditempuh dengan berjalan kaki saja ke arah belakang jalan tersebut, tepat sejajar dengan Sosis Bakar Bandung tersebut. Makanan khas yang utama dijual di sini adalah Pia Apple. Bentuknya mirip dengan macaroni panggang MP tadi, hanya saja bahannya yang berbeda serta rasa yang beda. Jika macaroni tadi asin dan gurih maka pia apple pie ini manis. Kami memesan Pia Apple Pie rasa original yakni selai apel. Rasanya super manis dan kami pesar ukuran besar. Agak kewalahan ngabisinnya, soalnya rasanya manis dan tidak cocok dimakan terlalu banyak. Rasanya mirip makan nastar. Tapi ini rasanya seperti makan nastar satu toples heheheh banyak.

Apple Pie
Bogor Kota Hujan, maka hampir tiap saya ke Bogor sih hujan. Alhamdulillah kami sudah duduk manis di Pia Apple Pie. Sembari  menunggu hujan reda dan makan Apple Pie, kami pesan menu yang lain, yakni Singkong Rebus Cocol apaaaa gitu, sama Soup Cream. Cocok banget dimakan saat hujan. Rasanya enak.

Sendal kami tergenang air hujan
Singkong Rebus
Cream Soup berasa sekali susunya
Foto sehabis hujan berhenti

Ketika hujan sudah berhenti, pas banget makanan kami juga sudah ludes dan kami semua sudah sholat Ashar, maka kami putuskan untuk pulang sesaat setelah Ashar. Kuliner di Bogor bersama teman-teman menjadi rekomendasi yang sangat bagus, yuk dicoba :D

Sunday, May 25, 2014

Iga Penyet

Saya sering kebalik kalau makan Iga Penyet antara Iga Penyet Lekko dan Iga Penyet warung Tekko. Logonya mirip sih, dan menu utama yang dijual juga Iga. Entah ada hubungan apa mereka berdua, tapi ternyata (kata Putro sih), Iga Penyet Warung Tekko lebih enak dibanding yang satunya. Entah apa parameternya. Mungkin kalau makan iga lagi, better pilih Warung Tekko deh :D

Iga Penyet

Thursday, May 22, 2014

Baso Simo

Saya bukan penggemar baso seperti Ibu saya. Dikit-dikit pengen baso. Hujan dikit pengen baso. Liat iklan baso, jadi pengen baso. Pengen nyemil dikit pengen baso. Bahkan lagi duduk di warung baso aja pengen baso *ya iyalaaaahh.

Ini salah satu baso favorit Ibu saya kalau kami pulang ke Madiun. Namanya Baso Simo. Letaknya tidak jauh dari Alun-alun kota Madiun, bisa ditempuh dengan berjalan kaki (dari alun-alun lho yaaa bukan dari rumah)
Rasanya memang cukup enak dan bebas gerenjel tulang atau kikil-kikil. Rasa kuahnya sangat gurih. Biasanya sebelum saya mencampur aduk kuah dengan sambal dan kecap, maka saya akan me cicipi rasa asli dari kuah basonya. Rasa kuah baso simo ini muantapp. Rasa kaldu alami, bukan dari penyedap rasa yang bikin bego.

Harganya cukup diatas rata2 baso kebanyakan di daerah kampung. Harganya sekitar Rp.15.000. Namun untuk ukuran baso Jakarta, maka sudah cukup wajar lah. Apalagi kalau rasanya enak kan.
Nongkrong-nongkrong di alun-alun Madiun, melipir sebentar ke Baso Simo ini :D

Baso Simo dekat alun-alun Madiun

Es Merah Delima

Ini adalah salah satu menu minuman di restoran sate khas senayan. Namanya Es Merah Delima. Rasanya berani. Manis. Dan yang pasti nggak ada delima-delimanya. Entah kenapa disebut Merah Delima. Harusnya sih Es Merah Merona, kayak kamu. Iyaaa...kamu. heehehhe *ala-ala Dodit Stand Up Comedy Indonesia

ABWS Tinggal Kenangan

Dulu Bapak saya pernah berkongsi dagang Ayam Bakar Wong Solo di cabang Lampung. Namun ternyata hanya laris manis di tahun-tahun pertama. Setelahnya jarang pengunjung terlebih dari isu poligami salah satu pendirinya. Saat itu Bapak saya dan rekan-rekan kongsi dagang ikhlas sajalah, belum rejeki bisnisnya. Padahal kalau saya dan keluarga ke Lampung pasti mampir ke resto dan makan gratis sepuasnya, malah kadang bungkus buat di jalan :P

Di luar dari semua itu, sebenarnya saya senang dengan cita rasa ABWS ini. Bumbunya punya ciri khas sendiri. Bumbu kecapnya manis dan gurih, sulit digambarkan hehe. Cah kangkungnua segar dan sedap sekali. Belum lagi es teh manis yang rasanya agak berbeda, jauh lebih enak ketimbang es teh biasa. Mungkin karena menggunakan gula batu.

Selain itu ada menu lain favorit saya itu tahu goreng dengan bumbu sambal kecap. Tahunya berbentuk sejenis tahu sumedang, namun digoreng kering entah bagaimana caranya sampai menggembung besar sekali, isinya jadi agak kopong. Namun rasanya gurih luar biasa. Kalau sudah pesan ini, suka kebablasan digadoin pake sambel kecap :P

Kini sudah tidak ada lagi ABWS, apalagi kalau ke Lampung dan melihat sisa-sisa berdirinya resto itu, saya hanya memandangi saja. ABWS tinggal kenangan.

Ayam Bakar Wong Solo

Bumbu Desa

Pertama kali saya makan di Bumbu Desa belum berasa apa-apa terutama harganya, karena lagi-lagi saya ditraktir sama teman kuliah (gratisan mulu). Namun kali kedua barulah berasa harganya.

Bumbu desa adalah restoran yang menyajikan konsep tradisional dan asri, terletak di lantai dasar margocity, agak ke ujung belakang dekat dengan BCA. Tempatnya cukup luas dan nyaman untuk acara kumpul-kumpul keluarga atau arisan.

Metode makanannya prasmanan, semua bisa ambil dan pilih sendiri. Setelah itu baru langsung dibayar di kasir. Secara rasa disini biasa saja, tidak ada yang sangat spesial. Menunya berkisar di goreng-gorengan seperti tempe, tahu, ikan gurame, ikan gabus, ikan lele, ayam, iga, prekedel, bakwan jagung. Untuk sayurannya ada sayur sop, sayur asem, sayur terong dan berbagai tumis-tumisan.

Kalau boleh komentar sih, ada tidak enaknya, semua makanannya diletakkan di atas tampah saja. Berjejer prasmanan. Sayang sekali. Jadi tidak fresh dan panas. Entah itu ikan sudah digoreng dari jam berapa hingga waktu kita ambil sudah tidak garing lagi. Untuk harga jg tergolong cukup mahal.

Tapi bagi yang ingin kumpul dengan suasana yang hangat dan ruang yang cukup luas, maka tempat ini bisa jadi alternatif lho ;)

Bumbu Desa Margocity

Ichiban Sushi

Hari itu salah satu senior saya di BEM UI sedang berulang tahun. Maka saya dan tim Media BEM UI ditraktir ke Margocity. Yaa maklum mall yabg terdekat dari kampus ya cuma itu yang agak cakepan  (dan detos kalo lagi kere sih).

Entah ide siapa, saat mencari resto traktiran eh malah melipir ke Ichiban Sushi. Letaknya ada di lantai dasar dekat eskalator. Saya bukan penggemar sushi yang harus makan sushi seminggu sekali atau pusing-pusing mual kalo nggak makan sushi sebulan sekali. Walaupun saya cinta jepang, tp saya biasa saja dengan sushi. Dagingnya mentah sih. Ada kenyel-kenyel (lagi-lagi urusan hidup dengan kenyel2 tak berakhir)

Kami langsung memesan makanan, saya terima beres lah. Dipesanlah sushi isi salmon dan isi anak gurita. Rasanya? Ya begitulah. Kebanyakan dari kami pesan paketan. Mirip hokben. Masih sekitar tempura, teriyaki dan katsu yang masih cucok di lidah kampung seperti saya.

Untuk penutup rekan saya gak kapok, pesan lagi gyoza. Nah ini saya agak doyan, rasanya kayak batagor soalnya hahaha emang kampung lah. So far, harganya masih affordable lah untuk orang kantoran, tp buat saya jaman kuliah dulu sih yaaaa cukup mahal hehhehee.

Sushi isi salmon
Gyoza :D
Sushi anak gurita

Soto Lombok

Soto Betawi, Soto Banjar, Soto Lamongan, Soto Kudus. Mungkin sudah sering mendengarnya. Namun Soto Lombok? Baru kali ini sih saya dengar :D

Menjelajah ke kota Malang, jangan lupa mampir ke warung soto ayam lombok yang berada di Jalan Sulawesi Nomor 1, Malang. Warung soto ini berdiri sejak lama, saya lupa tepatnya kapan, yang jelas saya belom lahir lah.

Warung ini buka dari jam 6 pagi sampai dini hari. Harganya cukup terjangkau, kala itu hanya Rp. 12.000. Cabangnya sudah berjumlah enam cabang diberbagai tempat. Apa yang bisa disantap di warung ini? Ya soto ayam. (pake nanya)

Apa yang berbeda dari Soto Lombok ini? Sotonya terbuat dari bahan rempah seperti perpaduan kemiri dan limau. Selain itu kuahnya disiram dengan bubuk koya menambah kental dan gurih. Bubuk koya terbuat dari santan kelapa yang dikeringkan. Isinya ada daging ayam kampung, telur, kecambah, dan kol. Untuk kerupuk disediakan kerupuk ikan dan kerupuk sapi.

Yang menarik juga dari warung ini adalah terdapat pengamen tetap yang mangkal di depan warung. Peralatannya buanyak dari gitar, gendang, biola, dan banyak lagi serasa mau orkestra. Dan yang membuat saya kagum juga adalah suara penyanyinya yg ciamik. Jarang-jarang ada beginian. Serasa makan di restoran mahal yang diiringi musik hehhee

Bagi kamu yang sedang ke Malang tidak ada ruginya mencicipi sensai Soto Lombok ini :D

Soto Lombok Hujan Serbuk Koya

Gado-gado Paling Enak

Gado-gado di Jalan Lawu, Madiun adalah gado-gado terenak yang pernah saya makan. Penasaran kenapa? (Nggak penasaran ya? Kesian saya)

Sebagai penggemar gado-gado kerap kali saya pasti menyantroni tukang gado-gado yang saya temui. Entah dimana pun kalau ada kesempatan. Dari mulai kantin sekolah, sekitar kantor, atau tempat kuliner lainnya. Banyak tempat gado-gado yang enak, namun tidak ada yang bisa menandingi gado-gado jalan Lawu ini.
Warung tempat jualan gado-gado ini sangat sederhana, kursi panjang dan meja beberapa buah saja, hanya kipas angin yang cukup tua yg menemani pengunjung agar tidak kepanasan. Namun kebersihan tempat ini sangat terjamin. Walaupun jauh dari lalu lalang kendaraan, kaca lemari sayurannya ditutup tirai seperti kelambu supaya tidak ada lalat atau kotoran yang masuk.

Gado-gado ini agak berbeda dengan gado-gado kebanyakan di Jakarta. Jika di Jakarta yang saya temui adalah gado-gado ulek, berbahan dasar kacang yang diulek beserta bumbu lain, kemudian diaduk bersama sayuran di tempat ulekan. Tapi gado-gado jalan Lawu ini lebih cocok dijuluki gado-gado siram. Jadi sayurannya sudah terpotong rapi di piring kemudian disiram oleh kuah bumbu gado-gado ini.

Dari segi tekstur bumbu dan rasa pun berbeda. Jika bumbu gado-gado biasa adalah rasa kacang tanah, agak kasar dan agak asin, maka bumbu gado-gado jalan Lawu ini rasa kacang agak manis dan gurih serta teksurnya lembut cenderung agak cair.

Begitu pula dari sayurannya pun berbeda. Jika gado-gado biasa menggunakan sayuran kacang panjang, kangkung, timun, kentang, tauge, pare dan terkadang jagung. Kalau gado-gado jalan lawu menggunakan kentang, salada, timun, telur, tauge dan wortel.

Kerupuknya? Gado-gado lawu menggunakan kerupuk udang yang gurih, bukan kerupuk warna warni yang biasa disajikan oleh tukang gado-gado jakarta. Slurrpp. Jangan tanya soal rasa, dijamin super enak dan cocok di lidah orang Jawa hehehe karena rasanya cenderung ada rasa manis. Bagi yang suka sambal bisa diberikan sambal.

Saya sering mencari gado-gado siram macam di Madiun ini tapi tidak pernah ketemu. Ada yang cukup mirip di kios jajanan di Cilandak KKO, namanya gado-gado siram Jawa Timur. Rasanya cukup mirip, namun masih kalah *iyalaaahh.

Selain Gado-gado Jalan Lawu, di Madiun juga terkenal Gado-gado Pak Tomo. Sebelas Dua belas dengan Lawu, super enak! Satu tempat lagi yang menjual gado-gado macam ini adalah di Jalan Bliton, Madiun. Jika sudah siang maka terkadang gado-gadonya sudah habis diserbu penggemar. Warung ini memang ramai pengunjung dan sudah tersohor kemana-mana. Selain gado-gado, menu favorit lainnya di Jl Bliton ini adalah tepo tahu. Wuiihh.
Jika kamu berkesempatan ke Madiun, jangan hanya makan pecel, namun cobalah gado-gado Jalan Lawu atau Jalan Bliton ini. Dijamin nagih dan kangen balik lagi ke Madiun hehehhe

The Best Gado-Gado Ever! Gado-Gado Jalan Lawu

Pronto All You Can Eat

Berawal dari celotehan ngomongin all you  can eat dan traktiran saya dan Putro kepada Ampi, maka jadilah kami berangkat ke Pronto yang berlokasi di PIM 1. Untungg banget saat itu sedang ada potongan hingga per orang hanya dikenakan biaya Rp.70.000 saja :D Entahlah kalau sekarang berapa. Terakhir kali ke sana juga ditraktir sama temen2 kantor :P

Yang saya suka dari Pronto ini menyajikan makanan mayoritas Italia. Aneka ragam pasta dengan bentuk yang aneh, pizza, dan lainnya. *saya taunya itu aja sih yg berbau Italia wakkakak. Selebihnya ya ada iga bakar, ikan, sausage, ayam, seafood kerang, aneka sup dan buah-buahan. Mostly banyak yang saya suka makanannya ketimbang resto all you can eat lainnya.

Seperti layaknya all you can eat, maka datang ke sini dengan perut kosong dan keluarlah jika sudah kenyang. Ya,  namanya makan sepuasnya, sayang kan kalau hanya makan 1 porsi saja *prinsip azas pemanfaatan sangat dibutuhkan. Kalo bisa dibawa pulang jg udah saya bungkus kali. :P

Untuk yang pengen makan all you can eat edisi pasta, maka pronto bisa menjadi salah satu alternatif :D