Showing posts with label cemilan. Show all posts
Showing posts with label cemilan. Show all posts

Sunday, July 6, 2014

Okonomiyaki



Ini adalah Okonomiyaki.

Saya teringat Proposal Daisakusen Episode Okonomiyaki Jiji, di sana terlihat Rei yang sangat menyukai Okonomiyaki buatan Jiji. Ken put ikut mencicipinya dan rasanya enak.

Nah, ini adalah Okonomiyaki ala-ala di Indonesia. Mungkin rasanya tidak seenak buatan Jiji, tapi cukup melepaskan rasa penasaran saya bagaimana rasanya Okonomiyaki :D

Saturday, May 31, 2014

Risol Feat Bubur Manado

Pagi-pagi libur di rumah paling asyik itu bikin cemilan ini, risol isi rogut atau isi daging asap, ditambah dengan bubur manado. Makanan yang dibuat sendiri di rumah itu lebih higienis dan lebih sesuai selera. Bubur Manado ini dibuat dari beras yang di buat tim, jadi teksturnya agak kasar bulirnya, tidak benar-benar halus seperti bubur ayam biasa. Untuk sayurnya bisa digunakan jagung, bayam, serta labu kuning dan tomat. Warnanya akan berubah sendiri menjadi agak kemerahan. Rasanya cenderung manis dan gurih :D Kapan-kapan saya bagi resepnya yaa :P

Risol dan Bubur Manado

Warung Pasta

Pertama kali saya mencoba makan di Warung Pasta itu jaman-jaman baru buka di Cabang Margonda, sekitar bulan Agustus 2011, bertepatan dengan Bulan Puasa silam. Letak restoran ini jika dari arah Jakarta menuju Depok, maka letaknya tidak jauh dari Tugu Selamat Datang di Kota Depok, sebelah kiri jalan. Restorannya sangat sangat ramai pengunjung (apa karena jaman mau buka puasa dan baru happening dibuka kali ya). Kami sampai waiting list, padahal itu weekdays dan saat itu masih jam setelah 5 sore, wow.

Namun pada akhirnya kami pun dapat tempat :D Yeaaay Alhamdulillah. Lucunya kami memilih (atau sisa kebagian) tempat di luar, yang minim akan lampu. Ternyata tiap meja diberikan lilin. Hari menjelang Maghrib dan berbuka puasa, makin gelap dan remang-remang lilin menemani. Doooh pengen romantis tapi cekikikan terus sama pacar saya, akhirnya batal romantis.

Dari segi menu yang ditawarkan sangat beragam dan bikin saya pusing untuk memesannya. Segala jenis pasta disediakan, dari yang spagetti, penne, fetuccini, fushili dan sebagainya. Untuk cover sausnya pun banyak pilihan ada keju, taburan daging, seafood, jamur dan masih  banyak lagi. Ukurannya dari yang Small, Medium sampai Large dengan berat ratusan gram pasta. Selain pasta, di sini juga menyediakan Pizza, pokoknya Italian taste lah. Tempatnya nyaman dan cozy untuk dibuat ngumpul bareng rekan-rekan serta pacar.

Itadakimasu
Menu Warung Pasta
Yummy :P

Mie Aceh

Mie Aceh adalah masakan khas Aceh yang berupa mie kuning yang cukup besar, yang dimasak goreng maupun rebus dengan irisan daging sapi atau daging kambing, atau aneka makanan laut seperti cumi, udang, maupun telor. Makanan ini biasanya dihidangkan dengan emping, ketimun, bawang merah dan cabai rawit. Biasanya saya lebih senang pesan yang Mie Aceh Rebus, rasanya lebih mantap.

Sepanjang Mie Aceh yang sudah pernah saya coba di area Jakarta Selatan dan Depok, yang paling enak adalah Mie Aceh yang ada di Jajanan Babe, Tanjung Barat. Posisinya bukan di lapak yang ramai, tapi di lapak seberangnya yang biasa dipakai untuk parkir kendaraan di Jalan Nangka. Harganya cukup terjangkau dengan harga Mie Aceh dengan Udang dan Telur seharga 16.000 IDR. Yang tambah mengesankan saya adalah teh tarik mereka. Rasanya superrrr mirip dengan teh tarik yang biasa di sajikan di Kuala Lumpur atau Batam. Rasanya manis dan berbusa :D Harga teh tariknya adalah 7000 IDR

Selain di sana, saya juga suka makan Mie Aceh di Pidie 2000 Pondok Cina, Margonda. Tapi di sana pelayanannya kurang bagus, pelayanannya agak lama, dan bikin bosan untuk menunggu, keburu laper cyiiiin. Rekan saya merekomendasikan Mie Aceh Pidie 2000 yang dekat Kober, Margonda. Tapi sampai sekarang saya belum pernah coba sih. Mie Aceh yang biasa saya makan jaman kuliah ada di Jalan Mahali, rasanya super enak juga. Bentuk lapaknya adalah tenda pinggir jalan yang saat ini sudah tidak berjualan lagi (ngapain diceritain)

Mie Aceh

Kol Isi Ala-Ala

Iseng kebanyakan kol di rumah maka dibuatlah kol isi ala-ala super nggak jelas ini. Bentuknya memang agak tidak proporsional, tapi rasanya enak lho. Ini sebenarnya kol yang dikukus setengah matang hingga teksturnya agak layu, kemudian dimasukkan daging cincang yang sudah dicampur dengan bumbu, kemudian gulung-gulung seperti membuat kol yang ada di siomay. Setelah itu, barulah masukkan kukusan kembali dan tunggu sampai matang. Mudah untuk dibuat, cocok untuk sarapan pagi hari di rumah atau cemilan waktu iseng :P

Kol Isi Daging Cincang

Tahu Isi

Saya cinta mati sama makanan ini, apa pun olahan tahu pasti saya abisin tanpa sisa. Saya sampe dijulukin "Anak Tahu" sama rekan-rekan kantor karena bekal makan siang saya sering sekali olahan tahu. Mengapa tidak? Tahu itu sumber protein nabati kan. Salah satu olahan tahu adalah dibuat tahu isi, isinya adalah sayuran yang sudah diaduk dengan sambar super pedas. Ibu saya mengajari membuat tahu isi pedas ini sejak lama, sampai akhirnya ada franchise Tahu Jeletot yang mulai marak. Padahal saya sudah biasa makan tahu isi pedas itu sejak lama hehehee.


Tuesday, May 27, 2014

Choco Crunch Ala-Ala

Saat Ramadhan biasanya banyak anggota rumah yang sibuk juga menyiapkan kue untuk hidangan lebaran. Pun demikian dengan keluarga saya, namun biasanya kami membuat kue-kue itu pada minggu kedua Ramadhan, tidak mepet mau lebaran. Hal itu dikarenakan biasanya hari-hari terakhir Ramadhan kami melancong alias pergi-pergi ke Jawa atau Sumatera, atau jika stay di rumah ya sibuk mempersiapkan lontong sayur, rendang dan opor ayam. Maklum bikin lontongnya khusus, dari daun pisang dan digodok dengan panci besar dan tungku kayu bakar, ekstra lama dan kami membuatnya dengan porsi yang banyak, jadi cukup memakan waktu.

Untuk kue-kue kami biasa membuat kue semprit (ini wajib banget tiap tahunnya, karena ini kue kesukaan Bapak saya, jadi tiap tahun juga wajib banget bersihin nanas, motong nanas, dan ngaduk-ngaduk selai nanas di wajan besar), putri salju, castengels, dan nastar. Sedangkan kue-kue cemilan lain biasanya kami random sesuai selera, namun akhir-akhir ini cemilan yang satu ini tidak pernah absen dari rumah. Terlebih karena adik-adik saya sangat doyan dan agresif banget kalau sudah makan cemilan ini. Sekali buka toples, dikekep sendiri nggak diputar, boro-boro ditaro balik lagi ke meja. 

Cemilan ini terbuat dari Choco crunch cokelat yang dilapisi cokelat batangan yang sudah dicairkan, kemudian disusun di atas kertas alas kue, lalu atasnya ditaburi dengan butiran warna warni. Butiran penghias kue ini bisa dibeli di toko membuat kue atau bisa beli di pasar.

Kalau beli Choco crunch dari Nestle sudah pasti agak rugi bandar, berhubung adik-adik saya ganas makannya. Maka biasanya saya membeli Choco crunch KW yang logonya beruang cokelat itu lho, saya beli beberapa toples. Rasanya memang tidak semanis Choco crunch Nestle, namun tidak terlalu menjadi masalah karena pada akhirnya kan ada dibalut dengan cokelat juga. Rasanya akan menjadi manis. Ini semata-mata untuk menekan budget. Sungguh. *pengakuan

Pertama-tama, cokelat batang di iris tipis-tipis dengan pisau. Bagi yang malas mengiris cokelat gunakanlah parutan keju. Saya biasa menggunakan cara ini, sangat mudah dan cepat. Ini untuk mempercepat dan mempermudah proses pecairan cokelat. Cokelat batangan bisa di beli di supermarket, carilah di bagian pudding, agar-agar, dan sejenisnya. Haraga dan merek beragam berkisar 13.000 IDR - 20.000 IDR. Carilah yang rasa Cokelat biasa, atau boleh juga Dark Choco. 

Berhati-hati dalam mencairkan cokelat, sungguh ini penting sekali. Cara mencairkan cokelat bukan berarti cokelat dimasukkan ke dalam panci kemudian dipanaskan di atas kompor. Ini akan membuat cokelat melelh dari gosong. Kalau panik kemudian ditambah air? Ini makin memperburuk keadaan, cokelat yang bahannya banyak mengandung minyak memang tidak bisa disatukan dengan air. Akan ada gumpalan gumpalan yang akhirnya malah gagal.

Cara mencairkan cokelat adalah dengan cara merebus air dalam panci, kemudian angkat. Siapkan mangkok yang terbuat dari stainless, letakkan di atas panci tersebut. Kemudian setelah itu, baru masukkan cokelat yang sudah diparut ke dalam mangkok tadi. Ingat, mangkok ya bukan panci. Aduk perlahan. Uap panas dari panci akan disalurkan melalui pantat mangkok stainless yang berada di atasnya. Tak lama, cokelat pun akan mencair. 

Setelah cair, masukkan plain choco crunch ke dalam mangkok tadi, aduk-aduk hingga rata. ambil beberapa potong choco crunch dan susun di atas kertas alas kue, dan taburkan butiran warna. Tunggu hingga cokelat cair yang melumuri choco crunch itu kering. Setelah kering, baru kamu bisa memasukkan ke dalam toples dan menyusunnya dengan cantik. Rasanya enak dan bikin ketagihan anak kecil dan orang dewasa. Sangat cocok disajikan untuk acara keluarga di rumah, apalagi momen lebaran. Selamat mencoba :D

Mangkok bekas adegan mencairkan cokelat, dan cokelat parut di sisi kiri
Kalau malas mengiris cokelat, gunakan parutan, lihat bentuknya keriting :P
Chococrunch ala-ala siap dihidangkan

Asinan Mangga

Lanjut lagi postingan soal rujak, saya teringat mangga yang bergerombol menggiurkan di pohon mangga....... tetangga saya *kirain pohon mangga saya? Bukan, punya tetangga, soalnya saya nggak punya pohon mangga :( brb manjat pohon mangga tetangga.

Menjelang musim mangga begini paling asik bikin asinan mangga sendiri di rumah, cara membuatnya sangat mudah dan hemat loh ketimbang harus membeli asinan di abang-abang. Udah nyari abang-abangnya susah, pas nyoba makan asinannya di rumah....ternyata rasanya juga di luar ekspektasi. Rasanya pengen keluar pager rumah buat manggil lagi itu abang-abang siapa tau asinannya bisa ditukar karena ada garansi "asinan gak enak, dijamin diganti, atau asinan gak enak, uang kembali"

Bikin asinan sendiri itu lebih hemat, terlebih kalau mangga-mangga-nya dapet dikasih dari tetangga :P Selain itu bikin asinan di rumah itu hemat ongkos, karena tidak perlu mengeluarkan biaya transport untuk datengin abang-abang asinan di pinggir jalan, yang lokasinya agak jauh dari rumah. Kita hanya perlu duduk di rumah dan bikin asinan. Simpel.

Okeh, intronya kepanjangan. Sejujurnya isi postingan ini lebih pendek daripada intro tadi. Berikut saya paparkan bahan-bahan dan cara membuat asinan mangga super.....

Bahan :
- Mangga Indramayu yang mengkal, untuk banyaknya sesuaikan dengan penghuni rumah ya (syukur-syukur kalo mangga-nya dikasih sama tetangga sih *tetep ngarep)
- Garam
- Gula
- Cabai

Cara Membuatnya :
- Mangga dikupas sampai bersih, kemudian dicuci dan dipotong tipis-tipis sesuai selera. Bentuknya saya tidak menginstruksikan supaya pembaca bisa berkreasi sendiri. Saya orangnya nggak maksa, jadi kalau mau bikin dengan bentuk kotak-kotak kayak spongebob juga silahkan.
- Setelah mangga terpotong-potong, tiriskan dan masukkan dalam wadah cukup besar.
- Masukkan air matang ke dalam wadah tersebut
- Masukkan garam cukup banyak ke dalam wadah
- Diamkan selama 3-4 jam sampai tekstur mangga yang tadinya keras agak melunak dan layu
- Buang air garamnya, tiriskan.

Sekarang bagaimana cara membuat air asinannya. Ini lebih parah lagi gampangnya. Cabai diulek sampai agak halus namun masih menyisakan tekstur kulit cabai, oleskan ulekan cabai tersebut ke mangga tadi, aduk-aduk sampai rata. Masukkan air matang secukupnya, tambahkan garam dan gula secukupnya. Peran gula ini sangat penting untuk penyeimbang rasa, supaya tidak terlalu asin. Rasanya pun lebih gurih jika ditambah gula. Jika rasa kuahnya sudah cukup pas, masukkan wadah yang berisi asinan mangga itu ke dalam kulkas. Asinan macem begini lebih nikmat disantap dalam keadaan dingin. Segaaarrr.

Bagaimana? Mudah kan? Bagi yang memiliki pohon mangga yang mulai masak, silahkan bersiap-siap. dan bagi yang tidak memiliki pohon mangga, jangan bersedih hati, setidaknya kiri kanan kamu masih ada tetangga yang punya pohon mangga, baik-baikin dari sekarang *persiapan :P Bagi yang nggak mau repot, bisa kok beli di pasar, harga mangga Indramayu per kilogram berkisar 20.000 IDR sampai dengan 25.000 IDR, pintar pintarlah menawar :D

Asinan Mangga Ala-ala

Monday, May 26, 2014

Kuliner Bogor : Pizza Kayu Bakar Kedai Kita

Masih dalam edisi kuliner Bogor, tidak lengkap rasanya jika sudah berjalan jalan di daerah Jalan Salak dan Jalan Pangrango tapi tidak mampir ke Kedai Kita. Ya, ini adalah kedai yang menjual menu utama berupa pizza kayu bakar. Nama yang  unik dan bikin penasaran. Betapa tidak, pizza yang kesannya modern dan western kenapa segala ada kayu bakar yang terkesan desa banget?

Pizza Kayu Bakar Kedai Kita Rasa Keju
Apa uniknya pizza ini? Ternyata sesuai dengan namanya yakni Pizza Kayu Bakar, cara pembuatannya dipanggang dengan oven yang bahan bakarnya memang dari kayu. Mungkin akan menjadi beda di rasanya, karena ada khas kayu bakar. Bentuknya lebih kecil dari pizza kebanyakan dan lebih tipis. Rasa kejunya melted dan sangat kental. Selain menjual pizza, masih banyak lagi menu lain yang patut untuk dicoba lho. Saya merekomendasikan Mie Sapi Lada Hitam Hot Plate, rasanya super dan porsinya banyak hehe :D

Itadakimasu, di Kedai Kita Bogor
Es Buah Segar
Es Jeruk Kelapa
Zuppa Soup dan Mie Sapi Lada Hitam

Thursday, May 22, 2014

Burger Blenger

Pertama kali saya dikenalkan Burger Blenger ini pas jaman awal masuk kuliah kalau tidak salah sama Putro. Bentuknya yang super besar, dagingnya yang super tebal mayonaise yang super banyak. Great! Ini burger yang enak banget dan harganya terjangkau di kantong mahasiswa :D

Biasanya kami membeli burger ini di cabang Bintaro, sebelum atau sesudah ke Bintaro Plaza haha. Walaupun saya juga pernah merasakan Blenger cabang Barito, BSD dan Pondok Labu, namun entah kenapa masih lebih enak yang Bintaro. Mayonaisenya jauh lebih banyak. :D Selain itu di sana benar-benar satu per satu dihangatkan di microwave hingga hurger yang disajikan masih fresh from the oven...ehh..microwave.

Karena sudah sekian lama pesan yang Beef Burger atau Cheese Burger, sekarang saya mulai bosan dan beralih ke Chilli Dog XL yang isinya sausage, daging cincang dan super duper mayonaise yang buanyaaak :D

Mau beef burger, cheese burger atau chilli dog, saya tetap cinta burger blenger.

Takoyaki

Tau Takoyaki?

Itu lho makanan khas Kansai, Jepang yang berbentuk bulat-bulat kecil seperti bola berdiameter 3-5cm yang dibuat dari adonan tepung terigu dan diisi oleh potongan gurita.

Rasanya khas seafood lah. Dan lumayan mengenyangkan sih. Satu porsi takoyaki biasanya berisi 4-6 bola takoyaki. Cukup membuat kenyang kalau dimakan sendiri

Yang membuat saya terkesan dengan Takoyaki adalah proses membuatnya di wajan dengan lengkung-lengkung, dan diputar-putar ketika adonan mulai masak. Diputar dan geser terus sampai akhirnya bisa berbentuk bulat seperti bola.

Harga takoyaki beraneka ragam mulai dari Rp. 12.000 sampai Rp.20.000 tergantung isi dan banyaknya. Kebetulan Takoyaki yang saya beli ini di gerobak yang biasa mangkal di Kober dekat Es Pocong. Biasanya sih saya beli pulang dari kuliah. Rasanya cukup enak! Adik-adik saya suka! *ini parameter enak yang aneh

Takoyaki Kober

Mini Burger

Makan burger mini kayak gini bikin gemes-gemes gimana gitu. Rotinya terbuat dari bahan bakpao yang super ngembang. Isinya daging cincang, potongan tomat dan timun serta selembar salada mini.
Hap. Sekali caplok langsung habis :D
Worth to tried at home ;)

Tuesday, May 20, 2014

Jajanan Pagi Madiun

Inilah kue yang biasa dijual pada pagi hari di salah satu lokasi di Madiun, saya lupa tempat persisnya dimana, mungkin kalau lihat jalannya saya ingat *dijitak Bapak*

Kata Bapak, setiap beliau ingin jajan kue, selalu menyinggahi tempat ini, karena ragam kuenya banyak dan rasanya pun sedaaaappp. Lihat saja, berjejer kue khas jawa yang manis-manis dengan belasan kerangjang kue. Dijamin kalap kalau ke sini, apalagi Bapak saya yang notabenenya pemburu kue manis ala-ala Jawa ini.

Mari serbuuuu!

Sunday, April 6, 2014

My Little Room at Office

Menurut saya, Office Desk adalah salah satu bagian terpenting dalam seharian saat bekerja. Bagaimana tidak, lha wong seharian saya duduk di meja itu, ngerjain ijo-ijo di sana, pusing juga di sana, berpikir di sana, ngobrol di sana, nyemil di sana, dengerin musik di sana, streaming youtube di sana, makan juga kadang-kadang di sana. Untung aja saya gak tidur juga di sana. Hampftt. Saking lamanya saya berada di meja tersebut, maka sudah pantas apabila saya menempatkannya sebagai kamar kedua saya. 8 jam lebih saya berada di meja itu, bahkan nyaingin waktu saya di kamar rumah saya sendiri. Gile benerrr.

Untuk menempatkan meja saya seperti kamar, maka saya hias sedemikian hingga agar saya nyaman dan ngerasa semuanya lengkap di meja saya. Pertama dari segi logistik, saya biasa menyediakan makanan untuk cemilan di saat lapar menyerang atau saat stress ngerjain aplikasi. Stok ini yang membuat rekan-rekan saya di unit lain kalo laper suka ke ruangan Processing buat minta makanan. Karena kebanyakan anak-anak Processing punya banyak makanan.

Dari cemilan minuman berupa uc 1000, susu ultra, nutrisari, lemon tea, nescafe , energen oat, energen cokelat, hingga cocoa dan delfi hot choco. Untuk cemilan ringan seperti snack-snack angin yang gak ngenyangin dan cuma bikin bungkus sampah dimana-mana. Udah tau gak ngenyangin tapi tetep aja dimintain. Tidak ketinggalan cemilan penghilang laper, yakni mie gelas dan pop mie, huahahha! :D Gak hanya itu, saya juga menyediakan saos sambal, kecap, pisau, dan gula. Lama-lama saya buka warung deh inih.

Laci meja saya juga saya penuhi dengan barang-barang yang bermanfaat untuk saya, juga untuk meletakkan buku bacaan yang sedang saya baca. Area atas meja saya letakkan barang-barang yang berhubungan dan yang tidak berhubungan dengan kantor. Ya alat tulis, itu berhubungan dengan kantor. Nah kalau pensil warna? Itu gak ada hubungannya sama kantor sih, tapi kalau saya lagi bosen kan saya bisa gambar hehehe. Atau pas baca buku, pensil warna saya gunakan untuk coret-coret kalau ada quotes yang bagus.

Lalu dinding kubikel saya tempel-tempel seenak jidat. Dari yang awalnya hanya untuk estetika, kemudian samapai seenak jidat nempel foto narsis diri sendiri. Saya juga menempel doa selepas shalat Dhuha karena doanya bagus dan mirip dengan kondisi saya yang saat ini kan mengais rezeki (bekerja). Kemudian quotes kesukaan saya dari Surat Ali Imran ayat 200 yang berbunyi : ishbiru wa shobiru, yang artinya bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.

Ada juga quotes dari Ar-Ra’d mengenai Allah tidak ada mengubah nasib seseorang hingga orang tersebut mengubah dirinya sendiri. Hal itu memicu saya untuk berbuat banyak di kantor, bertumbuh dan berproses. Ada pula quotes : Change Your Thought Will Change Your World, itu supaya saya selalu berpikiran positif. Well, itu semua yang menguatkan saya dan membuat saya akan lebih nyaman di meja saya.

Oh ya, tak lupa saya juga punya perkakas penting sepenting-pentingnya yakni headset! hahahaha. Iya ini penting banget, karena biasa nemenin saya saat mengetik EFO dan butuh hiburan. :D

Banyak rekan saya yang melongo begitu ke meja saya karena terbilang cukup ramai. Padahal kalo dibolehin ramai sekalian mau saya pasang sound system supaya pas lagi dengerin AKB 48 bisa poll jogetnya, baassss!!! Tapi kan nggak mungkin ya, nanti orang kantor pada ikutan joget AKB 48 kan repoooot. Saya repot harus ngajarin mereka satu-satu *lah

Kalau mau nyaman dan senang di kantor, maka mulailah dari menghias meja kerjamu dan buatlah senyaman mungkin. Kalau memungkinkan bantal sama guling juga akan saya bawa. Tapi saya cukup bawa boneka bantal sajalah, daripada orang kantor heboh saya bawa bantal guling dan sleeping bed, tentu saya tidak se-ekstrem itu hahaha.

Salah Satu Sudut Meja
Komputer Apa Jemuran

Lidi-lidian Attack!!

Saat itu saya sedang browsing-browsing, ngaso sebentar habis ngerjain ijo-ijo (baca : aplikasi). Entah mengapa saya tiba-tiba ingat dengan snack lidi-lidian yang jaman SD biasa saya beli bersama kawan-kawan. Tahu snack lidi-lidian? Bentuknya memang seperti lidi, tipis dan panjang, rasanya pedas karena dibubuhi oleh bubuk cabai yang banyak. Saking senang makan lidi-lidian, sampai bumbu terakhir pun saya gulung terus sampai posisinya terbalik supaya seluruh bumbu bisa saya cicip (untuk yang biasa melakukannya juga untuk menikmati lidi-lidian, pasti tahu dong maksudnya seperti apa, hehe) Ibaratnya hingga butiran bumbu terakhir :”D

Kemudian saya membuka obrolan kepada rekan sebelah saya, Arumi dan Ndari. Singkat cerita gak penting kami intinya adalah...kangen makan lidi-lidian *biar cepet hahaha. Kemudian saya dan Arumi googling mengenai lidi-lidian, di mana toko online yang menjual lidi-lidian. Sambil timbang sana sini, lihat record penjualan, maka diputuskanlah untuk membeli Mie Lidi Nyere (Lidi-lidian beraroma Daun Jeruk). Kami pilih rasa yang kami kehendaki, kemudian main ke unit sebelah untuk menawarkan, apakah mau ikutan beli. Kan lumayan jadi sekalian belinya. Setelah mengumpulkan list pesanan, Arumi langsung memesan via bbm. Toko online-nya punya bbm loh.

Sang empu lidi-lidian pun bilang kalau pesanan lengkap semua dan totalnya ada 2 kg! Wow! Haha. Karena kami pesan banyak maka kami pun diberikan free ongkir dari Sukabumi – Jakarta. Alhamdulillah :D Ohya, lokasi tokonya ada di Sukabumi. Setelah melakukan proses pembayaran dari rekening BNI Syariah saya ke rekening BCA juragan lidi, maka dimulailah deg-deg-an nunggu kiriman datang, aakh gak sabar (okeeh ini lebay).

Dua hari kemudian, Arumi diberitahukan oleh security di banking hall lantai 1 bahwa ada kiriman. Sentak kami bersorai “Itu pasti lidi-lidiannya!!!” Nggak sabar, Arumi langsung turun dan mengambil paketnya di lantai 1. Begitu sampai ke ruangan Processing, saya langsung berhambur dan gak sabar untuk membuka. Dan inilah paket kami.

Saya baru tahu, ternyata isinya hanya 60gram, udah ngebayangin isinya jauh lebih banyak dari itu padahal hehehe. Tapi gapapa, terbayar harganya dengan rasa lidi-lidian yang gurih dan pas rasanya. Sukses membuat unit lain yang mencoba lidi-lidian kami untuk pesan juga. Mereka menanyakan kapan lagi mau order lidi-lidian, kalau mau order mereka mau ikutan. Weeew pengikut lidi-lidian pun nambah :”D Kini dalam seminggu terakhir, lidi-lidian happening banget di cabang, ahahhaha!

Well kalau boleh kasih saran, saya sih jauh lebih suka dengan yang rasa Sedang Pedas (SD). Pedasnya pas, tidak terlalu pedas, tapi ya pedas juga sih *terbukti saya tetep kepedesan juga dan minum terus* Kalau yang rasa Super Pedas, berlebihan pedasnya, lebih berasa lada. Kalau yang rasa lain (jagung bakar, asin, strawberry, pizza, rendang, dll) agak aneh menurut saya, karena rasa lidi-lidian itu ya pedas seperti yang dulu saya sering beli, bukan asin atau manis. Itu menurut saya yaaaa.. Kalau penasaran, silahkan dicoba dan nikmati serangan lidi-lidian :D

Kardus Kiriman Lidi-Lidian
Stock Pembelian Lidi-Lidian