Saya cinta mati sama makanan ini, apa pun olahan tahu pasti saya abisin tanpa sisa. Saya sampe dijulukin "Anak Tahu" sama rekan-rekan kantor karena bekal makan siang saya sering sekali olahan tahu. Mengapa tidak? Tahu itu sumber protein nabati kan. Salah satu olahan tahu adalah dibuat tahu isi, isinya adalah sayuran yang sudah diaduk dengan sambar super pedas. Ibu saya mengajari membuat tahu isi pedas ini sejak lama, sampai akhirnya ada franchise Tahu Jeletot yang mulai marak. Padahal saya sudah biasa makan tahu isi pedas itu sejak lama hehehee.
Showing posts with label pedas. Show all posts
Showing posts with label pedas. Show all posts
Saturday, May 31, 2014
Tuesday, May 27, 2014
Rujak Super Enak
Selama ini saya makan rujak kayaknya standar-standar saja isinya. Biasanya sekedar mangga, jambu air, kedondong, pepaya mengkal, bengkoang, dan nanas. Namun ketika saya beli rujak ini, saya terpukau uwow, ramai buahnya. Bagaimana tidak isinya anti mainstream, penjual rujaknya menyertakan buah-buahan lain ke dalamnya yang tidak biasa. Tambahan buah lain yang masuk seperti semangka, melon, jambu batu merah, apel, nangka dan pear. Buah-buahan manis yang yang tidak biasa dirujak namun turut serta meramaikan. Porsinya pun tidak tanggung-tanggung, super buanyak. Bumbu rujaknya? Jangan ditanya, sangat halus dan pas kombinasinya. Harganya cukup standar hanya 10.000 IDR saja. Posisi jualannya persis ada di depannya Mandiri Margonda dekat Pesona Khayangan. Babe yang jual biasa menggunakan jam tangan longgar warna gold *sampai hafal gitu saya. Untuk yang bosan dengan rujak standar, boleh lah dicoba rujak nano-nano ini.
Selain rujak depan Mandiri Margonda, saya juga punya satu lagi tempat membeli rujak yang cukup favorit, yakni Rujak Halte UIN, karena biasa mangkal gerobaknya di halte UIN dekat sekali dari BNI Cabang UIN. Buahnya sangat segar, penuh warna dan bumbu rujaknya sangat ciamiikkk. Harganya 10.000 IDR dan porsinya super banyak. Bapak yang jual pun sangat lihai melayani pembeli yang mengantri, jika siang hari hilir mudik pembeli yang membeli untuk dibungkus bawa pulang. Paling tidak mereka membeli dua sampai empat bungkus sekali pesan. Weeeew. Untuk sambal rujak tersedia dengan tingkat kepedasan yang berbeda, tinggal bilang saja mau yang tidak pedas, sedang atau super pedas :D
Mau panas atau pun hujan, cemilan rujak itu memang tidak ada matinya di kantor, apalagi jika dimakan ramai-ramai, serunya rebutan :D
![]() |
| Rujak depan Mandiri Margonda, bentuknya memang agak berantakan tapi asli recommended banget |
Sunday, April 6, 2014
Lidi-lidian Attack!!
Saat itu saya sedang browsing-browsing, ngaso sebentar habis ngerjain ijo-ijo (baca : aplikasi). Entah mengapa saya tiba-tiba ingat dengan snack lidi-lidian yang jaman SD biasa saya beli bersama kawan-kawan. Tahu snack lidi-lidian? Bentuknya memang seperti lidi, tipis dan panjang, rasanya pedas karena dibubuhi oleh bubuk cabai yang banyak. Saking senang makan lidi-lidian, sampai bumbu terakhir pun saya gulung terus sampai posisinya terbalik supaya seluruh bumbu bisa saya cicip (untuk yang biasa melakukannya juga untuk menikmati lidi-lidian, pasti tahu dong maksudnya seperti apa, hehe) Ibaratnya hingga butiran bumbu terakhir :”D
Kemudian saya membuka obrolan kepada rekan sebelah saya, Arumi dan Ndari. Singkat cerita gak penting kami intinya adalah...kangen makan lidi-lidian *biar cepet hahaha. Kemudian saya dan Arumi googling mengenai lidi-lidian, di mana toko online yang menjual lidi-lidian. Sambil timbang sana sini, lihat record penjualan, maka diputuskanlah untuk membeli Mie Lidi Nyere (Lidi-lidian beraroma Daun Jeruk). Kami pilih rasa yang kami kehendaki, kemudian main ke unit sebelah untuk menawarkan, apakah mau ikutan beli. Kan lumayan jadi sekalian belinya. Setelah mengumpulkan list pesanan, Arumi langsung memesan via bbm. Toko online-nya punya bbm loh.
Sang empu lidi-lidian pun bilang kalau pesanan lengkap semua dan totalnya ada 2 kg! Wow! Haha. Karena kami pesan banyak maka kami pun diberikan free ongkir dari Sukabumi – Jakarta. Alhamdulillah :D Ohya, lokasi tokonya ada di Sukabumi. Setelah melakukan proses pembayaran dari rekening BNI Syariah saya ke rekening BCA juragan lidi, maka dimulailah deg-deg-an nunggu kiriman datang, aakh gak sabar (okeeh ini lebay).
Dua hari kemudian, Arumi diberitahukan oleh security di banking hall lantai 1 bahwa ada kiriman. Sentak kami bersorai “Itu pasti lidi-lidiannya!!!” Nggak sabar, Arumi langsung turun dan mengambil paketnya di lantai 1. Begitu sampai ke ruangan Processing, saya langsung berhambur dan gak sabar untuk membuka. Dan inilah paket kami.
Saya baru tahu, ternyata isinya hanya 60gram, udah ngebayangin isinya jauh lebih banyak dari itu padahal hehehe. Tapi gapapa, terbayar harganya dengan rasa lidi-lidian yang gurih dan pas rasanya. Sukses membuat unit lain yang mencoba lidi-lidian kami untuk pesan juga. Mereka menanyakan kapan lagi mau order lidi-lidian, kalau mau order mereka mau ikutan. Weeew pengikut lidi-lidian pun nambah :”D Kini dalam seminggu terakhir, lidi-lidian happening banget di cabang, ahahhaha!
Well kalau boleh kasih saran, saya sih jauh lebih suka dengan yang rasa Sedang Pedas (SD). Pedasnya pas, tidak terlalu pedas, tapi ya pedas juga sih *terbukti saya tetep kepedesan juga dan minum terus* Kalau yang rasa Super Pedas, berlebihan pedasnya, lebih berasa lada. Kalau yang rasa lain (jagung bakar, asin, strawberry, pizza, rendang, dll) agak aneh menurut saya, karena rasa lidi-lidian itu ya pedas seperti yang dulu saya sering beli, bukan asin atau manis. Itu menurut saya yaaaa.. Kalau penasaran, silahkan dicoba dan nikmati serangan lidi-lidian :D
![]() |
| Kardus Kiriman Lidi-Lidian |
![]() |
| Stock Pembelian Lidi-Lidian |
Subscribe to:
Posts (Atom)



