Showing posts with label enak. Show all posts
Showing posts with label enak. Show all posts

Sunday, August 3, 2014

Bazar Ramadhan Jalan Raja Alang

Lokasi istirahat yang disediakan oleh kolega Bapak saya berada di Raja Alang, Kuala Lumpur. Jalan Raja Alang adalah sebuah jalan panjang yang biasa dibuat bazar Ramadhan. Saya pernah menonton Upin Ipin saat bulan puasa, ada scene Upin dan Ipin diajak Kak Ros untuk belanja buka puasa di Bazar Ramadhan. Terlihat suasana bazar dengan tenda yang ramai menjajakan jajanan berbuka. Ternyata saya menyaksikan sendiri Bazar Ramadhan ala Upin Ipin di sini.

Ramainya Bazar Ramadhan Jalan Raja Alang
Jalan Raja Alang
Harga makanan dan minuman yang dijual pada Bazar Ramadhan cukup murah, range harga 1 sampai 10 RM saja. Maka jika belanja di sini cukup membawa uang 10 RM atau senilai 38.000 IDR maka kita sudah bisa pulang membawa banyak macam makanan. Ada yang menjual kue basah khas Kuala Lumpur yang super enak 1RM dapat 3 biji. Es milo, es mango pinneaple, es talas, es cincau, es kelapa, es blackcurant, es teh tarik dan segala macam minuman es dengan harga 1 RM untuk plastik kecil dan 2 RM untuk plastik besar. Ukuran plastik besarnya ternyata memang besar banget, cukup untuk 4 gelas. Es yang dipergunakan di bazar kaki lima ini bukan es balok dari kali ciliwung yang dipecah dengan alat tidak steril seperti di Indonesia. Saya melihat sendiri truk freezer membawa berkarung-karung plastik es bersih dan dibagikan kepada pedagang di sana. Es bulat yang biasa digunakan di kedai siap saji fast food, sudah berbentuk kecil-kecil dan higienis. Beda banget sama Indonesia yang.....ahhh sudahlah daripada emosi.

Makanan yang dijual beragam, ada tom yam, mie khas Penang, Ayam goreng, nasi lemak, nasi briyani, mie goreng Kuala Lumpur, ayam goreng, ayam madu, ayam fillet bumbu, murtabak manis atau asin, roti jala, cemilan ringan, sampai favorit saya di KL saat kelaparan dan pengen ngirit, yakni sosis dan baso tusuk harga 1 RM dilumur saus. Nyaaamm.

Nasi Lemak
Laksa Penang, Malaysia
Ngomong-ngomong Ayam Madu, saya ingat sekali Upin Ipin pernah melihat rekannya Mael pedagang sejati sedang berdagang Ayam Madu di Bazar Ramadhan. Harganya 1RM dapat 2 ayam. Kala itu Upin dan Ipin malah menjualnya dengan 1 RM dapat 3 ayam. Rupanya memang benar-benar ada yang menjual Ayam Madu dengan kipas dan asap yang aromanya lezat. Harganya 1 RM dapat 2 potong kecil ayam, atau 2 RM dapat 1 bagian ayam paha drum stick/dada. Persis seperti film Upin Ipin. Aaaahhh!

Ayam Madu dan bocah yang ingin membeli
Ayam Madu Ipin Upin
Nak Ayam Madu?
Selain makanan yang beraneka ragam, penjual di bazar ini juga ramah dan super baik. Saat kami tanya macam-macam mengenai makanan mereka, dijawab dengan lengkap dan jelas. Tak jarang juga mereka memberi lebih pada makanan kami. Saat kami hanya beli nasi briyani polos seharga 1 RM sebanyak 2 buah, kami dapat gratis sebungkus saus acar nanas lumayan banyak, padahal kami tidak membeli lauknya. Semoga keberkahan mengalir untuk pedagang-pedagang super baik ini.

Tidak jauh dari deretan bazar, terdapat pasar pagi yang menjual banyak daging, ikan, dan sayuran bahan baku memasak. Tidak hanya itu, pasarnya juga menjual buah buahan yaag super beraneka ragam. Dari mulai mango, kelengkeng, duku, manggis, delima, nangka, cempedak, melon, semangka, durian, jambu air, pepaya, pisang, dan masih banyak lagi. Sumpah saking banyaknya buah, saya sampe mikir "Di sini gak ada musim buahnya kali ya, kok banyak banget buahnya"
.
Durian Hahaha
Salah satu yang menarik buat saya adalah penjual durian yang berjejer di sana, mereka menjual 10 RM untuk 5 durian yang bisa dibuka langsung ditempat. Kami membeli 10 RM dan diberikan gratis 1 buah durian sehingga totalnya 6 durian. Tuh kan, lagi-lagi pedagangnya baik-baik banget. Penjualnya mahir membuka durian dan dengan gesit memasukkan isi buah durian ke dalam box tempat makan besar yang kami bawa. Penuh. 10 RM entah dapet berapa biji, banyak bangeeet. Dan setelah dimakan, rasanya manis semua, tidak ada yang mengecewakan. Di luar jenis durian itu, saya sempat membeli durian jenis Udang Merah. Harganya cukup mahal yakni 20 RM isinya hanya 4 buah durian besar. Saat mencoba 1 buah, luar biasaaaaa, enak banget! Hampir seluruh isinya daging durian semua dan biji duriannya.....cuma seiprit saja. Warna daging duriannya kuning kemerahan, karena itu disebut Udang Merah. Rasanya lebih enak dari durian Monthong. Asli deh harus nyobain :D

Pasar Jalan Raja Alang
Bazar Ramadhan ini pun masuk pemberitaan di statiun televisi Malaysia saat saya sedang menonton TV di hotel siang hari. Liputannya mengenai Bazar Ramadhan di Raja Alang. Waaahh beruntungnya saya pernah ke sana. Hehehe. Pengalaman yang berbeda bisa menikmati puasa di negeri orang, walau bagaimana pun serunya, tetap saya rindu negeri sendiri :D

Saturday, May 31, 2014

Warung Pasta

Pertama kali saya mencoba makan di Warung Pasta itu jaman-jaman baru buka di Cabang Margonda, sekitar bulan Agustus 2011, bertepatan dengan Bulan Puasa silam. Letak restoran ini jika dari arah Jakarta menuju Depok, maka letaknya tidak jauh dari Tugu Selamat Datang di Kota Depok, sebelah kiri jalan. Restorannya sangat sangat ramai pengunjung (apa karena jaman mau buka puasa dan baru happening dibuka kali ya). Kami sampai waiting list, padahal itu weekdays dan saat itu masih jam setelah 5 sore, wow.

Namun pada akhirnya kami pun dapat tempat :D Yeaaay Alhamdulillah. Lucunya kami memilih (atau sisa kebagian) tempat di luar, yang minim akan lampu. Ternyata tiap meja diberikan lilin. Hari menjelang Maghrib dan berbuka puasa, makin gelap dan remang-remang lilin menemani. Doooh pengen romantis tapi cekikikan terus sama pacar saya, akhirnya batal romantis.

Dari segi menu yang ditawarkan sangat beragam dan bikin saya pusing untuk memesannya. Segala jenis pasta disediakan, dari yang spagetti, penne, fetuccini, fushili dan sebagainya. Untuk cover sausnya pun banyak pilihan ada keju, taburan daging, seafood, jamur dan masih  banyak lagi. Ukurannya dari yang Small, Medium sampai Large dengan berat ratusan gram pasta. Selain pasta, di sini juga menyediakan Pizza, pokoknya Italian taste lah. Tempatnya nyaman dan cozy untuk dibuat ngumpul bareng rekan-rekan serta pacar.

Itadakimasu
Menu Warung Pasta
Yummy :P

Tuesday, May 27, 2014

Rujak Super Enak

Selama ini saya makan rujak kayaknya standar-standar saja isinya. Biasanya sekedar mangga, jambu air, kedondong, pepaya mengkal, bengkoang, dan nanas. Namun ketika saya beli rujak ini, saya terpukau uwow, ramai buahnya. Bagaimana tidak isinya anti mainstream, penjual rujaknya menyertakan buah-buahan lain ke dalamnya yang tidak biasa. Tambahan buah lain yang masuk seperti semangka, melon, jambu batu merah, apel, nangka dan pear. Buah-buahan manis yang yang tidak biasa dirujak namun turut serta meramaikan. Porsinya pun tidak tanggung-tanggung, super buanyak. Bumbu rujaknya? Jangan ditanya, sangat halus dan pas kombinasinya. Harganya cukup standar hanya 10.000 IDR saja. Posisi jualannya persis ada di depannya Mandiri Margonda dekat Pesona Khayangan. Babe yang jual biasa menggunakan jam tangan longgar warna gold *sampai hafal gitu saya. Untuk yang bosan dengan rujak standar, boleh lah dicoba rujak nano-nano ini.

Selain rujak depan Mandiri Margonda, saya juga punya satu lagi tempat membeli rujak yang cukup favorit, yakni Rujak Halte UIN, karena biasa mangkal gerobaknya di halte UIN dekat sekali dari BNI Cabang UIN. Buahnya sangat segar, penuh warna dan bumbu rujaknya sangat ciamiikkk. Harganya 10.000 IDR dan porsinya super banyak. Bapak yang jual pun sangat lihai melayani pembeli yang mengantri, jika siang hari hilir mudik pembeli yang membeli untuk dibungkus bawa pulang. Paling tidak mereka membeli dua sampai empat bungkus sekali pesan. Weeeew. Untuk sambal rujak tersedia dengan tingkat kepedasan yang berbeda, tinggal bilang saja mau yang tidak pedas, sedang atau super pedas :D

Mau panas atau pun hujan, cemilan rujak itu memang tidak ada matinya di kantor, apalagi jika dimakan ramai-ramai, serunya rebutan :D

Rujak depan Mandiri Margonda, bentuknya memang agak berantakan tapi asli recommended banget

Monday, May 26, 2014

Kuliner Bogor : Pizza Kayu Bakar Kedai Kita

Masih dalam edisi kuliner Bogor, tidak lengkap rasanya jika sudah berjalan jalan di daerah Jalan Salak dan Jalan Pangrango tapi tidak mampir ke Kedai Kita. Ya, ini adalah kedai yang menjual menu utama berupa pizza kayu bakar. Nama yang  unik dan bikin penasaran. Betapa tidak, pizza yang kesannya modern dan western kenapa segala ada kayu bakar yang terkesan desa banget?

Pizza Kayu Bakar Kedai Kita Rasa Keju
Apa uniknya pizza ini? Ternyata sesuai dengan namanya yakni Pizza Kayu Bakar, cara pembuatannya dipanggang dengan oven yang bahan bakarnya memang dari kayu. Mungkin akan menjadi beda di rasanya, karena ada khas kayu bakar. Bentuknya lebih kecil dari pizza kebanyakan dan lebih tipis. Rasa kejunya melted dan sangat kental. Selain menjual pizza, masih banyak lagi menu lain yang patut untuk dicoba lho. Saya merekomendasikan Mie Sapi Lada Hitam Hot Plate, rasanya super dan porsinya banyak hehe :D

Itadakimasu, di Kedai Kita Bogor
Es Buah Segar
Es Jeruk Kelapa
Zuppa Soup dan Mie Sapi Lada Hitam

Kuliner Bogor : Lasagna Gulung MP

Sudah pernah merasakan Macaroni Panggang MP dengan rasa standar, karena lebih enak juga buatan Ibu saya di rumah, maka ketika saya kembali ke Bogor, saya harus coba menu lain. Restoran ini berada di Jalan Salak tidak jauh dari Taman Surya Kencana. Saya beserta Ampi dan Putro melipir ke sebelahnya, yang masih memegang satu brand MP. Jadi di restoran tersebut sebenarnya ada Steak MP,  Macaroni Panggang MP, dan Lasagna Gulung MP. Yang terkenal dan booming memang Macaroni Panggang. Kami memutuskan untuk makan Lasagna! Sluurpp.

Lasagna Gulung MP rasa tuna
Ternyata rasa lasagnanya lebih enak ketimbang macaroni panggangnya. Saya langsung jatuh hati dan tidak membiarkannya berlama-lama di atas meja, langsung sikat. Lasagna Gulung ini menjual dengan berbagai rasa yakni ada yang rasa beef, tuna, ayam dan kerang. Harganya pun beragam dari yang 65.000 IDR sampai dengan 75.000 IDR. Memang agak mahal, namun untuk dikonsumsi beramai-ramai dan rasa yang enak, memang cukup worth it lah :D

Selain memesan lasagna gulung kami juga pesan asinan jagung apaaa gitu saya lupa, choco ice dan hot choco. Rasa asinannya agak berbeda dan unik, perpaduan antara salad dan asinan. Soalnya segala ada salada tapi pake kuah asinan. Patut untuk dicoba sih. Selain itu, dibagian atas juga ada yang menjual Klappertaart yang sangat lembut dan enak. Perpaduan antara roti, kelapa muda dan kismis sangat menggugah selera, cocok untuk desert.

Asinan Jagung Something
Hot Choco
Kelar makan, seperti biasa, kami foto-foto :P

Part One
Part Two

Thursday, May 22, 2014

Soto Lombok

Soto Betawi, Soto Banjar, Soto Lamongan, Soto Kudus. Mungkin sudah sering mendengarnya. Namun Soto Lombok? Baru kali ini sih saya dengar :D

Menjelajah ke kota Malang, jangan lupa mampir ke warung soto ayam lombok yang berada di Jalan Sulawesi Nomor 1, Malang. Warung soto ini berdiri sejak lama, saya lupa tepatnya kapan, yang jelas saya belom lahir lah.

Warung ini buka dari jam 6 pagi sampai dini hari. Harganya cukup terjangkau, kala itu hanya Rp. 12.000. Cabangnya sudah berjumlah enam cabang diberbagai tempat. Apa yang bisa disantap di warung ini? Ya soto ayam. (pake nanya)

Apa yang berbeda dari Soto Lombok ini? Sotonya terbuat dari bahan rempah seperti perpaduan kemiri dan limau. Selain itu kuahnya disiram dengan bubuk koya menambah kental dan gurih. Bubuk koya terbuat dari santan kelapa yang dikeringkan. Isinya ada daging ayam kampung, telur, kecambah, dan kol. Untuk kerupuk disediakan kerupuk ikan dan kerupuk sapi.

Yang menarik juga dari warung ini adalah terdapat pengamen tetap yang mangkal di depan warung. Peralatannya buanyak dari gitar, gendang, biola, dan banyak lagi serasa mau orkestra. Dan yang membuat saya kagum juga adalah suara penyanyinya yg ciamik. Jarang-jarang ada beginian. Serasa makan di restoran mahal yang diiringi musik hehhee

Bagi kamu yang sedang ke Malang tidak ada ruginya mencicipi sensai Soto Lombok ini :D

Soto Lombok Hujan Serbuk Koya

Gado-gado Paling Enak

Gado-gado di Jalan Lawu, Madiun adalah gado-gado terenak yang pernah saya makan. Penasaran kenapa? (Nggak penasaran ya? Kesian saya)

Sebagai penggemar gado-gado kerap kali saya pasti menyantroni tukang gado-gado yang saya temui. Entah dimana pun kalau ada kesempatan. Dari mulai kantin sekolah, sekitar kantor, atau tempat kuliner lainnya. Banyak tempat gado-gado yang enak, namun tidak ada yang bisa menandingi gado-gado jalan Lawu ini.
Warung tempat jualan gado-gado ini sangat sederhana, kursi panjang dan meja beberapa buah saja, hanya kipas angin yang cukup tua yg menemani pengunjung agar tidak kepanasan. Namun kebersihan tempat ini sangat terjamin. Walaupun jauh dari lalu lalang kendaraan, kaca lemari sayurannya ditutup tirai seperti kelambu supaya tidak ada lalat atau kotoran yang masuk.

Gado-gado ini agak berbeda dengan gado-gado kebanyakan di Jakarta. Jika di Jakarta yang saya temui adalah gado-gado ulek, berbahan dasar kacang yang diulek beserta bumbu lain, kemudian diaduk bersama sayuran di tempat ulekan. Tapi gado-gado jalan Lawu ini lebih cocok dijuluki gado-gado siram. Jadi sayurannya sudah terpotong rapi di piring kemudian disiram oleh kuah bumbu gado-gado ini.

Dari segi tekstur bumbu dan rasa pun berbeda. Jika bumbu gado-gado biasa adalah rasa kacang tanah, agak kasar dan agak asin, maka bumbu gado-gado jalan Lawu ini rasa kacang agak manis dan gurih serta teksurnya lembut cenderung agak cair.

Begitu pula dari sayurannya pun berbeda. Jika gado-gado biasa menggunakan sayuran kacang panjang, kangkung, timun, kentang, tauge, pare dan terkadang jagung. Kalau gado-gado jalan lawu menggunakan kentang, salada, timun, telur, tauge dan wortel.

Kerupuknya? Gado-gado lawu menggunakan kerupuk udang yang gurih, bukan kerupuk warna warni yang biasa disajikan oleh tukang gado-gado jakarta. Slurrpp. Jangan tanya soal rasa, dijamin super enak dan cocok di lidah orang Jawa hehehe karena rasanya cenderung ada rasa manis. Bagi yang suka sambal bisa diberikan sambal.

Saya sering mencari gado-gado siram macam di Madiun ini tapi tidak pernah ketemu. Ada yang cukup mirip di kios jajanan di Cilandak KKO, namanya gado-gado siram Jawa Timur. Rasanya cukup mirip, namun masih kalah *iyalaaahh.

Selain Gado-gado Jalan Lawu, di Madiun juga terkenal Gado-gado Pak Tomo. Sebelas Dua belas dengan Lawu, super enak! Satu tempat lagi yang menjual gado-gado macam ini adalah di Jalan Bliton, Madiun. Jika sudah siang maka terkadang gado-gadonya sudah habis diserbu penggemar. Warung ini memang ramai pengunjung dan sudah tersohor kemana-mana. Selain gado-gado, menu favorit lainnya di Jl Bliton ini adalah tepo tahu. Wuiihh.
Jika kamu berkesempatan ke Madiun, jangan hanya makan pecel, namun cobalah gado-gado Jalan Lawu atau Jalan Bliton ini. Dijamin nagih dan kangen balik lagi ke Madiun hehehhe

The Best Gado-Gado Ever! Gado-Gado Jalan Lawu

Burger Blenger

Pertama kali saya dikenalkan Burger Blenger ini pas jaman awal masuk kuliah kalau tidak salah sama Putro. Bentuknya yang super besar, dagingnya yang super tebal mayonaise yang super banyak. Great! Ini burger yang enak banget dan harganya terjangkau di kantong mahasiswa :D

Biasanya kami membeli burger ini di cabang Bintaro, sebelum atau sesudah ke Bintaro Plaza haha. Walaupun saya juga pernah merasakan Blenger cabang Barito, BSD dan Pondok Labu, namun entah kenapa masih lebih enak yang Bintaro. Mayonaisenya jauh lebih banyak. :D Selain itu di sana benar-benar satu per satu dihangatkan di microwave hingga hurger yang disajikan masih fresh from the oven...ehh..microwave.

Karena sudah sekian lama pesan yang Beef Burger atau Cheese Burger, sekarang saya mulai bosan dan beralih ke Chilli Dog XL yang isinya sausage, daging cincang dan super duper mayonaise yang buanyaaak :D

Mau beef burger, cheese burger atau chilli dog, saya tetap cinta burger blenger.