Showing posts with label tradisional. Show all posts
Showing posts with label tradisional. Show all posts

Thursday, May 22, 2014

Baso Simo

Saya bukan penggemar baso seperti Ibu saya. Dikit-dikit pengen baso. Hujan dikit pengen baso. Liat iklan baso, jadi pengen baso. Pengen nyemil dikit pengen baso. Bahkan lagi duduk di warung baso aja pengen baso *ya iyalaaaahh.

Ini salah satu baso favorit Ibu saya kalau kami pulang ke Madiun. Namanya Baso Simo. Letaknya tidak jauh dari Alun-alun kota Madiun, bisa ditempuh dengan berjalan kaki (dari alun-alun lho yaaa bukan dari rumah)
Rasanya memang cukup enak dan bebas gerenjel tulang atau kikil-kikil. Rasa kuahnya sangat gurih. Biasanya sebelum saya mencampur aduk kuah dengan sambal dan kecap, maka saya akan me cicipi rasa asli dari kuah basonya. Rasa kuah baso simo ini muantapp. Rasa kaldu alami, bukan dari penyedap rasa yang bikin bego.

Harganya cukup diatas rata2 baso kebanyakan di daerah kampung. Harganya sekitar Rp.15.000. Namun untuk ukuran baso Jakarta, maka sudah cukup wajar lah. Apalagi kalau rasanya enak kan.
Nongkrong-nongkrong di alun-alun Madiun, melipir sebentar ke Baso Simo ini :D

Baso Simo dekat alun-alun Madiun

Soto Lombok

Soto Betawi, Soto Banjar, Soto Lamongan, Soto Kudus. Mungkin sudah sering mendengarnya. Namun Soto Lombok? Baru kali ini sih saya dengar :D

Menjelajah ke kota Malang, jangan lupa mampir ke warung soto ayam lombok yang berada di Jalan Sulawesi Nomor 1, Malang. Warung soto ini berdiri sejak lama, saya lupa tepatnya kapan, yang jelas saya belom lahir lah.

Warung ini buka dari jam 6 pagi sampai dini hari. Harganya cukup terjangkau, kala itu hanya Rp. 12.000. Cabangnya sudah berjumlah enam cabang diberbagai tempat. Apa yang bisa disantap di warung ini? Ya soto ayam. (pake nanya)

Apa yang berbeda dari Soto Lombok ini? Sotonya terbuat dari bahan rempah seperti perpaduan kemiri dan limau. Selain itu kuahnya disiram dengan bubuk koya menambah kental dan gurih. Bubuk koya terbuat dari santan kelapa yang dikeringkan. Isinya ada daging ayam kampung, telur, kecambah, dan kol. Untuk kerupuk disediakan kerupuk ikan dan kerupuk sapi.

Yang menarik juga dari warung ini adalah terdapat pengamen tetap yang mangkal di depan warung. Peralatannya buanyak dari gitar, gendang, biola, dan banyak lagi serasa mau orkestra. Dan yang membuat saya kagum juga adalah suara penyanyinya yg ciamik. Jarang-jarang ada beginian. Serasa makan di restoran mahal yang diiringi musik hehhee

Bagi kamu yang sedang ke Malang tidak ada ruginya mencicipi sensai Soto Lombok ini :D

Soto Lombok Hujan Serbuk Koya

Gado-gado Paling Enak

Gado-gado di Jalan Lawu, Madiun adalah gado-gado terenak yang pernah saya makan. Penasaran kenapa? (Nggak penasaran ya? Kesian saya)

Sebagai penggemar gado-gado kerap kali saya pasti menyantroni tukang gado-gado yang saya temui. Entah dimana pun kalau ada kesempatan. Dari mulai kantin sekolah, sekitar kantor, atau tempat kuliner lainnya. Banyak tempat gado-gado yang enak, namun tidak ada yang bisa menandingi gado-gado jalan Lawu ini.
Warung tempat jualan gado-gado ini sangat sederhana, kursi panjang dan meja beberapa buah saja, hanya kipas angin yang cukup tua yg menemani pengunjung agar tidak kepanasan. Namun kebersihan tempat ini sangat terjamin. Walaupun jauh dari lalu lalang kendaraan, kaca lemari sayurannya ditutup tirai seperti kelambu supaya tidak ada lalat atau kotoran yang masuk.

Gado-gado ini agak berbeda dengan gado-gado kebanyakan di Jakarta. Jika di Jakarta yang saya temui adalah gado-gado ulek, berbahan dasar kacang yang diulek beserta bumbu lain, kemudian diaduk bersama sayuran di tempat ulekan. Tapi gado-gado jalan Lawu ini lebih cocok dijuluki gado-gado siram. Jadi sayurannya sudah terpotong rapi di piring kemudian disiram oleh kuah bumbu gado-gado ini.

Dari segi tekstur bumbu dan rasa pun berbeda. Jika bumbu gado-gado biasa adalah rasa kacang tanah, agak kasar dan agak asin, maka bumbu gado-gado jalan Lawu ini rasa kacang agak manis dan gurih serta teksurnya lembut cenderung agak cair.

Begitu pula dari sayurannya pun berbeda. Jika gado-gado biasa menggunakan sayuran kacang panjang, kangkung, timun, kentang, tauge, pare dan terkadang jagung. Kalau gado-gado jalan lawu menggunakan kentang, salada, timun, telur, tauge dan wortel.

Kerupuknya? Gado-gado lawu menggunakan kerupuk udang yang gurih, bukan kerupuk warna warni yang biasa disajikan oleh tukang gado-gado jakarta. Slurrpp. Jangan tanya soal rasa, dijamin super enak dan cocok di lidah orang Jawa hehehe karena rasanya cenderung ada rasa manis. Bagi yang suka sambal bisa diberikan sambal.

Saya sering mencari gado-gado siram macam di Madiun ini tapi tidak pernah ketemu. Ada yang cukup mirip di kios jajanan di Cilandak KKO, namanya gado-gado siram Jawa Timur. Rasanya cukup mirip, namun masih kalah *iyalaaahh.

Selain Gado-gado Jalan Lawu, di Madiun juga terkenal Gado-gado Pak Tomo. Sebelas Dua belas dengan Lawu, super enak! Satu tempat lagi yang menjual gado-gado macam ini adalah di Jalan Bliton, Madiun. Jika sudah siang maka terkadang gado-gadonya sudah habis diserbu penggemar. Warung ini memang ramai pengunjung dan sudah tersohor kemana-mana. Selain gado-gado, menu favorit lainnya di Jl Bliton ini adalah tepo tahu. Wuiihh.
Jika kamu berkesempatan ke Madiun, jangan hanya makan pecel, namun cobalah gado-gado Jalan Lawu atau Jalan Bliton ini. Dijamin nagih dan kangen balik lagi ke Madiun hehehhe

The Best Gado-Gado Ever! Gado-Gado Jalan Lawu

Tuesday, May 20, 2014

Istana Pagaruyung

Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah sebuah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat. Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966. >> powered by Wikipedia hahahhaa.

Siang bolong yang super panas saya dan keluarga juga sempat ke Istano Basa (Istana Besar) atau biasa disebut dengan Istana Pagaruyung. Ini adalah rumah gadang terbesar yang pernah saya temui. Memang super besar sih, entah bagaimana cara membangunnya. Rupanya memang tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata jika ke Batusangkar, Sumatera Barat. Walaupun terik panas namun masih saja ada petugas yang menggunakan seragam lengkap baju tradisional Sumatera Barat, lengkap pula dengan Suntiangnya. Luar biasoooo.

Besar :D
Istana Pagaruyung
Pose di depan Istana Pagaruyung