Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts

Friday, July 10, 2015

Twig House : Tempat Jual Perlengkapan Musim Dingin

Jakarta memang kota tropis, namun bukan berarti Jakarta tidak menjual baju musim dingin. Buktinya saya menemukan toko yang menjual perlengkapan musim dingin dengan stock lumayan banyak dan harga yang bersahabat di Jakarta. Biasanya saya suka mencari jaket tebal ala-ala musim dingin di pasar Senen alias monday market. Dari jaman SMP saya sudah terbiasa dengan barang second tapi kualitas cukup oke ala poncol, Senen. Namun untuk sekarang ini, rasanya sudah tidak memungkinkan pergi ke sana, tokonya banyak yang tutup, harga jadi mahal. Padahal saya biasa dapat jaket-jaket bagus dengan harga super miring. Solusinya saya mencari tempat beli jaket musim dingin di tempat lain. Googling sana sini, ketemu juga Twig House.

Apa itu Twig House? Twig House menjual perlengkapan musim dingin mulai dari kaos kaki, jaket, long coat, syal, sarung tangan, long john, dan sebagainya yang terkait musim dingin. Selain toko ini, jaket-jaket musim dingin juga bisa ditemukan di Uniqlo Departemen Store (tapi harganya cukup mahal), Rempoa Factory Outlet atau Factory Outlet lainnya. Saya akan review sedikit soal Twig House yang saya kunjungi.

Lokasi Twig House ada di Jakarta dan Bandung, kebetulan saya domisili Jakarta maka saya pergi ke Twig House Jakarta yang lokasinya di Gandaria. Kalau kamu dari arah Gandaria City, ikuti jalan terus sampai ke arah Pasar Kebayoran Lama. Persis fly over kamu belok kiri sampai mentok ada belokan kiri lagi di Pasar Kebayoran Lama, nah Twig House berada di ujung belokan tersebut.Lokasinya mudah ditemukan, karena persis di belokan dekat fly over. Sekilas saya melihat penampakan luar kurang meyakinkan, bahkan saya bertanya dalam hati “beneran ini tempatnya?”. Karena dari fisik luar hanya seperti ruko rumah biasa, dan dibagian bawah malah pintu masuk tempat jasa fotocopy dan percetakan. Tapi saya cukup yakin untuk tetap masuk, karena di depan dindingnya terpampang spanduk cukup besar bertuliskan “Twig House, Menjual Perlengkapan Musim Dingin.”. Maka saya memberanikan diri untuk masuk.

Saat saya masuk, tepat dugaan langsung ketemu dengan abang-abang percetakan dan fotocopy, saya pun menanyakan informasi mengenai Twig House yang menjual perlengkapan musim dingin. Mas-mas tersebut mengarahkan saya untuk naik ke lantai dua. Saya langsung naik ke lantai dua, ternyata di bagian atasnya pun seperti rumah, bukan toko. Tidak lama terlihat jejeran jaket tebal khas musim dingin yang digantung, dan saya segera masuk ke dalam ruangan tersebut. Ternyata, wooooww banyak baju-baju musim dingin. Di sana menjual jaket musim dingin dengan berbagai bahan, ada yang berbahan katun tebal, jeans, bulu angsa dan sebagainya. Harga jaketnya beragam rata-rata berkisar antara 500.000an. Untuk jaket bulu angsa paling murah sekitar 800.000an atau 1jutaan. Kaos kaki berbahan wool ataupun angora 3 pasang seharga 100.000 dengan berbagai warna dan ukuran. Harga syal berkisar antara 60.000 – 150.000. Sarung tangan seharga 80.000 sampai ratusan ribu tergantung jenis dan merek. Long john dengan berbagai merek dan kualitas bahan berkisar antara 60.000 sampai dengan ratusan ribu rupiah, yakni Clavin Klein, long john Korea atau pun long john China.

Luas tokonya memang tidak seberapa, jaket-jaket dijejerkan rapi dengan berbagai ukuran, warna dan jenis bahas. Tumpukan long john dan syal sungguh menggoda untuk di lihat-lihat. Maka kali itu saya langsung disambut oleh pemilik toko. Seorang wanita paruh baya dengan perawakan cina, menyapa saya. “Mau cari apa mbak? Ada yang bisa di bantu?” Saya bilang butuh long john untuk ukuran saya. Ibu itu pun menanyakan, saya ingin pergi kemana dan kapan keberangkatannya. Saya pun menginformasikan bahwa saya berencana pergi ke Jepang akhir Oktober mendatang dengan kondisi Jepang saat itu musim gugur selama 1 pekan. Ibu tersebut menyarankan saya membeli long john dengan merek ala-ala Calvin Klein, katanya beli 2 saja cukup untuk ganti-ganti, toh saya tidak akan menetap lama di sana. Ia memilihkan long john dengan harga yang terjangkau kalau tidak salah 60.000 atau 80.000 sepasang. Padahal ada juga yang harganya lebih mahal sampai ratusan ribu. Ibu penjualnya baik banget, ia tidak menyarankan untuk membeli yang mahal dan beli banyak, katanya belanja yang efisien saja. Weeewww...

Pulang dari belanja di sana saya cukup puas menggondol 2 long john untuk saya, 1 longjohn untuk adik saya, kaos kaki berbahan wool dan legging bahan semi wool. Senangnyaaaa. Kapan kapan main ke sana lagi kalau mau cari perlengkapan musim dingin *ngarep jalan-jalan lagi*

-----
Nama Toko : Twig House
Alamat : Jl. Baru No. 111, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Telp : 021-7279 2095 / 9299 7000
Website : www.twighouse.co.id
Range Harga : 10.000 – 5.000.000 IDR
Barang yang di jual : Jaket, Long John, Syal, Coat, Long Coat, Kaos Kaki, Penutup Telinga

Barang jualan
Bagian depan Twig House

Saturday, July 19, 2014

Pekan Raya Jakarta 2014

Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau biasa disebut Jakarta Fair adalah ajang perhelatan tahunan milik Jakarta yang udah dilakukan turun temurun dari tahun 1968. Awalnya PRJ ini dilangsungkan di Monas dengan nama Djakarta Fair (DF), namun lama kelamaan acara perhelatan akbar ini dipindahkan ke JIEXPO Kemayoran. Tiap tahun dari tahun 1990an zaman saya masih sekolah, acara Jakarta Fair adalah ajang tahunan wajib keluarga kami. Biasanya Bapak saya selalu mengajak saya dan adik-adik ke Jakarta Fair. Dahulu untuk masuk ke Jakarta Fair bisa gratis sekeluarga dengan kartu pers milik Bapak, namun sekarang sistem tersebut sudah tidak diberlakukan, sehingga masuk Jakarta Fair harus membayar.
Cosplay PRJ
Badut PRJ
Tiket masuk Jakarta Fair juga tidak murah murah banget. Harga tiket untuk hari senin - Kamis Rp. 20.000 dan hari Jumat, Sabtu, Minggu Rp. 35.000. Bisa dibayangkan tiket masuk per kepala yang dipatok oleh penyelenggara Jakarta Fair cukup mahal, berapa keuntungan yang bisa diraup dalam satu periode penyelenggaraan acara ini? Belum lagi dari uang parkir yang sangat membludak sekali.

Tiap tahun saya ke Jakarta Fair, kurang lebihnya sama. Sebenarnya ini bukan hanya ajang buka kedai toko dari berbagai perusahaan makanan, minuman dan sebagainya, namun juga ada unsur pameran seni dan budaya Indonesia. Ada hall khusus yang berisi hasil seni, komoditas ekspor yang bisa diperdagangkan. Sangat menarik. Banyak jenis komoditas hasil alam dari Indonesia yang bisa ditemui di sini. Range harga tidak dapat digeneralisir, karena ada yang murah tapi ada juga yang mahal. Namun sayang, semakin lama hall pameran Indonesia ini makin sedikit dan kosong lapaknya. Tahun 90an masih sangat ramai peminatnya.

Sisanya peserta PRJ yang setia tiap tahunnya meramaikan, apalagi kalau bukan perusahaan makanan, minuman, otomotif, elektronik, gadget, komputer dan pernak perniknya, furniture dan toko-toko baju. Tiap tahun pasti ada saja yang dibawa pulang dari PRJ. Dulu tiap Bapak saya ke PRJ pasti bawa barang elektronik, karena beli di PRJ murah. Makin lama kok harganya jadi sama saja dengan di toko-toko elektronik, jadi kami tidak berminat lagi hihi.

PRJ kini saya jadikan momen untuk refreshing, bukan untuk memburu barang-barang yang saya ingin beli. Biasa saja. Jika ada yang menarik dan murah (wajib) baru saya beli. Tahun 2014 ini saya menyempatkan diri ke PRJ bersama pacar. Entah kali keberapa kita ke PRJ tiap tahun, padahal isinya sama aja begitu-begitu juga. Entahlah, seperti warga Jakarta lainnya, mencari hiburan :D Yang kami lakukan di PRJ adalah keliling booth sambil ngomentarin (beli juga enggak), lihat-lihat barang furniture mahal yang kira2 agak sayang buat dibeli, alat-alat elektronik yang bikin  ngiler (tapi belum mampu beli juga), beli sosis, baso dan siomay tusuk dari fiesta lengkap diguyur saus, makan di pinggir jalan sambil nenggak nu greentea harga 10 ribu dapet 3 botol, cekikikan ngeliatin orang, dan terakhir (harusnya) kami beli chiki plastik yang ramai rasanya harga 10ribu tapi kelupaan beli.

Sukiiiiim
Oiya, kami sempet beli susu paket isinya banyak dan dapat kupon undian, saat pengundian saya dapat payung dan pacar saya dapat susu kental sachet hahaha. Kasian kurang beruntung. Katanya "kalo disuruh ngambil undian, pasti aku selalu nda beruntung deh yang, mau payung" Lucu banget liat mukanya, maka saya kasih payung saya ke pacar saya. Kami pun pulang dengan barang belanjaan berat dengan motor tiba-tiba bingung "bawa payungnya gimana yang?"

Gratisan Payung
Kemudian kami pulang dengan payung diselipkan berdiri dalam jaket pacar saya, hahahahha kayak naro pedang :D

Ngasoo

Monday, May 26, 2014

Gathering Pulau Pramuka

Family Gathering kantor saya sudah diumumkan, kami akan pergi ke Pulau Pramuka selama dua hari satu malam. Yeeeaaaayy! Saya girang bukan main, karena bisa ke Pulau Pramuka tanpa biaya alias gratis *tetep Perjalanan dimulai dari kantor Cabang Fatmawati pada Sabtu pagi hari. Kami menyewa 4 bus untuk berangkat ke Muara Angke. Pesertanya adalah pegawai kantor, istri/suami pegawai serta anak-anaknya. Ramai. 

Sampai di Muara Angke pukul 10.00 dan matahari sudah lumayan menyengat rasanya. Kami menunggu kapal yang berangkat mengangkut kami. Setelah koordinasi sana sini, berangkatlah kapal yang kami sewa menuju Pulau Pramuka. Perjalanan melintas laut ini memakan waktu sekitar 1 jam lebih, dengan kondisi ombak yang cukup terasa. Saya biasa naik kapal goyang-goyang begini sehingga tidak masalah, bahkan saya senang dengan udara laut yang bersih dan sejuk, baik untuk pernapasan. Rekan-rekan saya yang khawatir mabok laut, memilih untuk bersiap siaga minum antimo sebelum naik kapal. 

Tak lama kami tiba di Pulau Pramuka. Tempatnya cukup bersih, namun kelihatannya memang sudah cukup ramai oleh wisatawan. Memang Pulau Pramuka ini salah satu pulau yang cukup populer untuk dikunjungi oleh wisatawan. Kami berkeliling di sekitar Pulau Pramuka, kemudian Snorkeling ke pulau sebelah dan melihat pemandangan bawah laut. Keesokan harinya kami berjalan-jalan di sekitar kampung pramuka untuk melihat penangkaraan penyu dan budidaya tanaman bakau.

Karena pergi wisatanya bareng rekan-rekan kantor, jadi kurang berasa petualangan ngebolangnya, hehe, kendaraan sudah siap sedia, alat snorkeling juga sudah ada. Next time ke pulau seribu lagi sama travel mate deh, biar lebih berasa bolangnya hehehehe :D

Sisi Luar Pelabuhan Pulau Pramuka
Pantai Pramuka, Kepulauan Seribu
Budidaya Tanaman Bakau
Snorkeling sampai sunset
Budidaya tanaman tepi pantai
Penangkaran Penyu
With twins, gak bisa diem kalau liat pohon yang bisa dipanjat

Sepeda Odong-Odong

Pulang dari undangan salah satu rekan kami di Mesjid At-Tien dekat Taman Mini, Saya,  Kakak Fani dan Mbak Iing berencana lanjut jalan-jalan masuk ke dalam Taman Mini. Belum tahu kami ingin napain saja di sana, yang jelas, setelah selesai kondangan kami langsung bergegas ke kamar mandi untuk ganti kostum. Gak okeh kan keliling Taman Mini panas-panas pakai gaun. Setelah berubah kostum dengan ransel dan sepatu flat, maka kami menuju ke dalam Taman Mini.

Kami berjalan menyusuri jalan dari Mesjid At Tien ke arah pintu masuk utama Taman Mini. Saat di pintu masuk, entah mengapa kami tidak dipungut bayaran. Yaa anggep saja ditraktir lah. Kemudian kami menuju taman air mancur ala monas jadi-jadian. Di sekitar sana ada yang menyewakan sepeda odong2. Waah, kami tertarik untuk mencobanya. 

Sepeda yang dipergunakan banyak ragamnya. Ada yg satu sepeda, dua atau tiga sepeda berjejer ke belakang dalam satu garis, ada sepeda odong-odong dengan 3 orang pengendara yg mirip bajaj, ada pula sepeda odong-odong yg dengan 4 pengendara. Masing masing beda harga. Harga sewa sepeda berkisar antara 15.000 IDR sampai 40.000 IDR per jam. Kalau naik ramai-ramai bisa patungan, jadi lebih murah.

Kami menaiki yang model 3 kursi, ternyata super sekali yaah beratnya. Karena yang mengayuh hanya dua orang. Agak berat. Beda halnya dengan model 4 kursi dimana kesemuanya ada pedal. Dulu saya pernah nyoba yang 4 pedal dan tidak begitu berat. Fiuhh. Alhasil keliling Taman Mini menjadi banjir keringat, ditambah matahari yang super terik.

Puas dengan sepeda odong-odong yang bikim pegel tapi menyenangkan itu kami lanjut naik kereta gantung untuk menikmati view Taman Mini dari atas. Segarnya....

Bagi rekan-rekan yang berkesempatan ke Taman Mini, jangan lupa coba sepeda odong-odong ini. Pilih yang ada pedal semua yaaa supaya semua bisa ikut mengayuh jadi tidak berat2 amat :P

Tuesday, May 20, 2014

Mr. Pancake

Vanilla Pancake di Mr Pancake yang cukup garing dan nggak bikin eneg hehehehe :D

Spagetti Bolognaise dan Fettucini Carbonara.

Itadakimasuuuu :9

Pancake Vanila
Yeaaay Pasta!

Thursday, May 15, 2014

Lotte Shopping Avenue

Lotte Shopping Avenue (LOVE) is located at Jalan Prof Dr.Satrio Kavling 3-5, Jakarta Selatan. It is near Kuningan City, Mall Ambasador and ITC Kuningan. First time I visited there with my narsis partner, Avi. The first impression that I have seen is really KOREAN LOOK! Yeah, because this mall was founded by the company in Korea. No wonder there's a lot of Korean things. Many things related to Korean like boyband and girlband. There's also Super Junior hand print lho! For those who's big fan of Suju must see this! I plan to tell Bebeb Ingga to visit this mall sih. She is a big fan of super Junior especialy Sung Min. *roll depan jungkir balik*

Because of our purpose is just only taking a pictures and eating, so we couldn't explore that much. The conditions when in October 2013, Lotte Shopping Avenue was still pretty lowoooong alias sepi bener. Overall, this mall is suitable for narsis anyway, hehe. Recomended to visit for K-Pop'ers :D




One of SNSD team
Super Junior Hand Prints

Good Stuff is not Always Expensive

I used to buy something by it's benefit, not based on their price. It can not be denied , that the price determines quality. If you want to buy a good quality then the price is sooooo expensive. If you want to buy a cheap one, no wonder it's a low quality. But it's not always cheap goods of poor quality.

For example, just for the dress . I used to buy clothes in the area of Senen or Poncol. My father taught me from i was in Junior High School. There's a lots of cute clothes and unique model that i can get with the cheap enough price. The price ranges from 1000 IDR or 5000 IDR. Even when I was in college, there is still a price dress 1000 IDR and 5000 IDR with the condition we should ngaduk-ngaduk lapak tumpukan baju siiih. But not bad idea lah.

You must be good at choosing and hold the stuffy air anyway. The area is less of oxygen and pengap bangeettt serius!

Usually the clothes are imported from Japan, USA or Korea . There's also a reject stuff from the factory because there are less buttons disability, like writing upside down, the other things that I think is not really important, and the conditions are still looks like new and nice. There are also a second hand and much more. Just be a smart picker.

I also introduced Senen Market to my friends at college, and finally got us there for hunting cute dress each month. Tapi ya tetep kereeeeee.

Now I haven't had time to get there again, because the price is already expensive, many people are coming and already Senen Market is being popular. But surprisingly i found out toko yang menjual baju-baju dari Senen saat saya jalan ke Detos! Whoooaaa. I memorized all types of knitted shirts and jackets of Senen. That must be from Senen! I silently scream.

Finally I took one of them, jeans jacket with thick fleece material inside. With a price of only 35,000 IDR sajaaaa. Taste like Senen Market ini sih. Ahhh jadi rindu Senen :")

Jacket Kece ala-ala Senen Market