Showing posts with label teman. Show all posts
Showing posts with label teman. Show all posts

Sunday, July 6, 2014

Asyrs Kembali

Akhirnya full team
Sudah lama sekali kami tidak berkumpul full team seperti ini. Biasanya jika kami berkumpul pasti ada saja yang berhalangan hadir, terlebih ocon yang kini sudah tidak satu kantor dengan kami dan tinggal jauh.

Asyrs: Saya, Ulil, Iput, Kingkong dan Ocon.

Bermula dari frontliner kami berkumpul. Ocon yang paling senior, ia adalah customer service rahn di cabang. Selain dari ocon alias sisanya adalah teller. Awalnya kami semua tidak dekat. Bahkan jika diingat-ingat tidak akan ketemu bagaimana kami bisa dekat satu sama lain. Kami ditempatkan di lokasi tugas yang terpisah. Kami tidak pernah berada dalam satu lingkup kerja yang sama. Terakhir posisi kami pernah benar-benar berjauhan. Ocon di KCPS Panglima Polim, Ulil di Kantor Kas Juanda, Kingkong di KCPS Cilandak, Iput di KCPS Tebet dan Saya di KCU Fatmawati. Sepertinya sengaja kami dipisahkan. Huhuhu.

Sama aunty cantik
Setelah rencana-rencana pertemuan yang selalu gagal, akhirnya kami memutuskan untuk jadi bertemu hari Jumat 27 Juni 2014 di Roppan Citos. Saya segera melipir bersama Kingkong karena lokasi KCPS Polim menuju Citos pasti akan melewati KCU Fatmawati tempat saya. Sampai di sana sudah ada Ulil dan Ocon serta baby Aira anak dari Ocon. Huwaaaaa.
 
Airaaaaa dan Aunty Nonce
Seperti biasa Tebet memang paling jauh, Iput datang menyusul haha. Kami pun melepas tawa selama 2 jam. Sungguh momen yang sangat jarang terjadi dalam dua tahun terakhir ini. Semoga di lain kesempatan kami bisa mengadakan kumpul bareng lagi dengan waktu yang cukup panjang.


Love you,
Asyrs.

Monday, May 26, 2014

Sepeda Odong-Odong

Pulang dari undangan salah satu rekan kami di Mesjid At-Tien dekat Taman Mini, Saya,  Kakak Fani dan Mbak Iing berencana lanjut jalan-jalan masuk ke dalam Taman Mini. Belum tahu kami ingin napain saja di sana, yang jelas, setelah selesai kondangan kami langsung bergegas ke kamar mandi untuk ganti kostum. Gak okeh kan keliling Taman Mini panas-panas pakai gaun. Setelah berubah kostum dengan ransel dan sepatu flat, maka kami menuju ke dalam Taman Mini.

Kami berjalan menyusuri jalan dari Mesjid At Tien ke arah pintu masuk utama Taman Mini. Saat di pintu masuk, entah mengapa kami tidak dipungut bayaran. Yaa anggep saja ditraktir lah. Kemudian kami menuju taman air mancur ala monas jadi-jadian. Di sekitar sana ada yang menyewakan sepeda odong2. Waah, kami tertarik untuk mencobanya. 

Sepeda yang dipergunakan banyak ragamnya. Ada yg satu sepeda, dua atau tiga sepeda berjejer ke belakang dalam satu garis, ada sepeda odong-odong dengan 3 orang pengendara yg mirip bajaj, ada pula sepeda odong-odong yg dengan 4 pengendara. Masing masing beda harga. Harga sewa sepeda berkisar antara 15.000 IDR sampai 40.000 IDR per jam. Kalau naik ramai-ramai bisa patungan, jadi lebih murah.

Kami menaiki yang model 3 kursi, ternyata super sekali yaah beratnya. Karena yang mengayuh hanya dua orang. Agak berat. Beda halnya dengan model 4 kursi dimana kesemuanya ada pedal. Dulu saya pernah nyoba yang 4 pedal dan tidak begitu berat. Fiuhh. Alhasil keliling Taman Mini menjadi banjir keringat, ditambah matahari yang super terik.

Puas dengan sepeda odong-odong yang bikim pegel tapi menyenangkan itu kami lanjut naik kereta gantung untuk menikmati view Taman Mini dari atas. Segarnya....

Bagi rekan-rekan yang berkesempatan ke Taman Mini, jangan lupa coba sepeda odong-odong ini. Pilih yang ada pedal semua yaaa supaya semua bisa ikut mengayuh jadi tidak berat2 amat :P

Sunday, May 25, 2014

Sepeda Kuning

Sepeda Kuning atau biasa disingkat Spekun oleh orang orang yang biasa menyingkatnya, kalau saya sih enggak---adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh pihak kampus UI kepada mahasiswa untuk olahraga. Jalanan sepeda pun tidak tanggung-tanggung, dibangun dengan apik, tentu bukan pengeluaran yang sedikit. Rutenya dibuat mengelilingi kampus UI yang super lebar itu, segala masuk hutan juga ada rutenya. Fasilitas ini sangat diminati oleh civitas akademika UI, soalnya gratis. Bisa dipakai sepuasnya. Caranya hanya dengan mendatangi halte-halte Sepeda Kuning, di setiap Fakultas pasti ada, juga di tempat-tempat strategis lainnya. Kemudian tunjukan Kartu Tanda Mahasiswa UI yang kuning genjreng itu, berikut foto kece nampang. Setelah itu dapet deh sepedanya.

Animo mahasiswa saat Sepeda Kuning ini baru diluncurkan pun sangat besar. Mereka rebutan menggunakan sepeda itu. Padahal sepeda yang disediakan juga cukup banyak, ratusan unit. Jadwal pemakaian sepeda adalah dari pukul 08.00 pagi sampai dengan pukul 16.00. Sepeda dikembalikan lagi ke halte pemberhentian sepeda, di mana saja. Namun karena tingginya minat mahasiswa akan sepeda ini, terkadang kami rela nunggu di halte untuk jaga-jaga kalau saja ada yang mengembalikan sepeda. Bahkan kalau ada yang lewat sengaja kami liatin, siapa tau dia ngerasa kasian terus naro sepedanya deh *ngarep. Hahaha. 

Kami juga biasanya berangkat naik sepeda itu ramai-ramai alias rombongan, paling tidak ada 5 orang lebih. Nunggu sepeda kosong berbarengan 5 unit kan susah. Kalau ada yang sudah dapat sepeda, minggir dulu, tidak berangkat sampai keseluruhan dari kami dapat sepeda semua. Akibat perjuangan dapetin sepeda yang cukup sensasional, jadi kalau kami sudah naik sepeda, tidak rela untuk mengambil rute singkat, kami ambil rute terjauh mengelilingi UI. Bahkan kalau kami hendak membeli minuman dulu di kantin, itu sepeda bergantian dijaga hahahah, gak rela dibalikin. 

Waktu senggang yang paling banyak saya gunakan untuk hura-hura seperti naik sepeda keliling kampus adalah jaman-jaman skripsi. Abis bimbingan dikit, melipir ke halte, senggang karena sudah tidak ada mata kuliah lagi. Wuiih luang banget waktunya, terlebih lagi jaman-jaman selesai sidang dan menunggu wisuda itu dewa banget senggangnya. Justru saya rajin ke kampus hanya sekedar bermain sepeda. Rute favorit saya adalah naik dari halte belakang Mesjid UI, kemudian melewati belakang Fasilkom FIB lalu ke arah Science Park, Balairung, kemudian lurus terus ke arah Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Matematika dan IPA. Setelah itu kami melewati menara ini, ini salah satu spot favorit saya, ada tanjakan tinggi dan lanjut turunan curam yang sangat asik. Saya hanya sekali kayuh agak cepat, kemudian lepas pedal, maka sepeda akan meluncur dengan sendirinya tanpa saya kayuh. Setelah itu kaki mulai berasa berat  hehehe.

Lanjut ke arah Pusgiwa, lalu tembus ke Fakultas Teknik, terkadang kami juga suka berhenti untuk ajang foto-foto. Sayang jaman dulu belom ada tongsis, kalau ada pasti lebih seru. Lanjut lagi Fakultas Ekonomi dengan jalur masuk pinggir hutan, lalu FIB dan Fakultas Psikologi. Sampailah kami di Bundaran UI. Yeaaahh. Belum selesai samai di situ, kami mengayuh lagi sepeda kami ke arah Asrama UI.

Jalan dari Kober menuju Asrama akan melewat Balhut atau Hutan UI yang terdapat tulisan Universitas Indonesia berserta danaunya. Jalur menuju ke sana sangat seru, inilah the best spot ever, turunan menuju bawah tulisan Universitas Indonesia. Ngebut abis, biasanya kami sembari teriak, dan saling komunikasi agar jaga jarak pada saat meluncur. Woooohooo!! sampai bawah biasanya kami foto-foto (lagi). Seperti biasa, ada turunan tajam sudah pasti ada tanjakan gak manusiawi. Asli kaki udah berasa pegelnya suruh ngayuh sepeda dengan kemiringan kurang 45 derajat. Eddiiiaan. Biasanya kami memapah sepeda kami hahahha.

Sambil terseok, kami lanjut semangat empat lima ke arah asrama dan FINISH!! Kami tergeletak di halte akhir perjalanan kami, yakni halte asrama. Haus, basah kuyup keringat dan kaki super pegal membawa kami masuk kantin asrama untuk makan sore (apa hubungannya, laper juga sih).

Sudah lulus begini jadi kangen masa-masa naik sepeda kuning ramai-ramai dan foto-foto, aah one of my best memories in college yaaa :D

Halte Sepeda Kuning Belakang Mesjid UI
Ngaso foto-foto dulu di Science Park
Area Jalanan Sepeda Rektorat yang sepi
Ngaso di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Hari Yang Sakral

Pagi itu saya dikejutkan oleh sms dari rekan kantor saya, chia namanya. Sabtu pagi sekitar jam 6 ia mengirimkan pesan singkat bahwa akan ada acara sakral si rumahnya pukul 1 siang.
"Noni, datang ya di acara sakral aku jam 1 siang, di rumah aja kok. Acara keluarga. Cari aja janur kuning yah. Aku tunggu. Alamat aku di xxxxxxx"

What?! Sentak yang tadinya aku setengah melek lihat layar HP jadi melek beneran.
Buru-buru saya menghubungi Putro kiranya doi bisa nemenin berhubung rumahnya Chia jauuuh banget. Sehari sebelumnya memang Chia sudah sounding tentang acara sakral di rumahnya. Saya penasaran tanya acara apa? Lamaran? Chia hanya senyam senyum saja. Dia tidak memberikan jawaban, yang pada akhirnya saya hanya menebak sendiri, jangan-jangan acara lamaran sama Kak Ramdhan (rekan kantor kami). Tapi siang itu saya belum sempat menanyakan hal tersebut kepada Kak Ramdhan, alhasil Sabtu pagi saya dikejutkan oleh SMS Chia tadi. Ah beneran nih??

Tanpa membuang waktu saya ngebut ngerjain frame yang isinya dekorasi dan hiasan, biasa saya berikan kepada rekan-rekan saya yang menikah. Berhubung ini lamaran, mungkin gapapa kali ya saya berikan duluan hehehehe. Ngebut bikinnya, tapi Alhamdulillah selesai. Frame bertuliskan Chia dan Ramdhan. Jam 10 siang saya bersiap dan menunggu dijemput Putro.

Kami bergegas menuju alamat rumah Chia, letaknya di bilangan Kali Deres. Sumpah kami berdua tidak familiar dengan daerah tersebut, maka google maps memainkan perannya. Masuk gang, nyari janur kuning, dan akhirnya kami menemukan rumah Chia. Sudah ramai orang yang datang, banyak bapak-bapak duduk di depan ruang tamu. Kami berdua masuk ke dalam, ingin mencari Chia, karena saya juga belum tahu yang mana Bapak Ibunya Chia. Ketika masuk saya memperkenalkan diri bahwa saya adalah teman kantor Chia, ternyata yang menyambut saya adalah Bapak Ibunya Chia. Seketika kemudian Chia menghampiri saya dengan menahan tawa. Saya bingung.

Saya pun memberikan frame tulisan Chia Ramdhan kepadanya, dan memberikan selamat sambil ngoceh kenapa dadakan dan nggak bilang sebelumnya. Chia tak bisa menahan tawa lagi, ia pun tertawa terbahak-bahak. Rekan kantor kami yakni Rara yang hadir di sana lebih dulu dari saya pun ikut tertawa. Saya dan Putro makin bingung.

Ternyata, itu bukan acara sakral lamaran. Itu adalah acara syukuran Chia yang baru saja di wisuda dari kampusnya. Aaarrghhh!! Bikin panik orang pagi-pagi dadakan pula, dan frame nama ini?? Hahahaha. Saya lemes mendengarnya. Yang makin bikin dia tertawa adalah kostum saya dan putro yang sama-sama batik cokelat, resmi. Bener-bener deeehhh! Akhirnya kami mengabadikan momen ini dengan foto-foto.

Chia dan Kak Ramdhan saat itu memang tidak ada apa-apa, dan frame itu tetap di simpan oleh Chia. Namun apa yang terjadi, kuasa Allah memainkan segalanya. Tak lama saya resign dari Takaful untuk pindah ke BNI Syariah, dua atau tiga bulan setelah saya resign, ternyata saya dapet undangan dari Chia. Dan nama pasangannya adalah Kak Ramdhan. Luar biasa. Subhanallah, benar-benar terjadi. Saya cengengesan kalau inget hari sakral waktu itu. Alhasil frame saya terpakai juga :P

Keisengan Chia
Lempaaarrrr!!!
Sendal Terbang
Hasil dikerjain Chia