Wednesday, July 22, 2015

Spore - KL Trip Day 2 (KL Sentral - Batu Caves - Masjid Jamek - Pasar Seni - Back Home - Petaling Street - Raja Alang - KLCC)

Selamat pagi Kuala Lumpur, Malaysia.

Pukul 06.50 kami sudah mendarat dengan selamat di stasiun pemberhentian KTMB KL Sentral. Kami segera menurunkan koper, bergegas keluar dan langsung mencari hall utama KL Sentral. Ini kali pertama saya menggunakan KTMB antar kota, sehingga kurang familiar dengan lokasinya. Namun segera saya rekam lokasinya sehingga kali kedua saya ke sana tidak bingung. Tidak sulit menemukan hall utama KL Sentral, kami hanya perlu naik ke lantai 1.
KL Sentral merupakan tempat bertemunya berbagai moda transportasi di Malaysia baik Kereta, Taxi, Bus. Ada  4 jenis transportasi berbasis rel di Kuala Lumpur: KL Monorail, LRT (light rapid transit), KTM Komuter, dan KLIA Ekspres / KLIA Transit. Keempatnya dikenal sebagai sebuah sistem bernama Klang Valley Integrated Rail Transit.

KL Sentral memiliki tempat penyimpanan barang atau loker yang berlokasi di lantai 1 dekat surau/musholla. Berjejer puluhan loker dengan berbagai ukuran dari ukuran kecil, sedang hingg besar. Cara pemesanan loker cukup mudah, kamu hanya perlu membeli koin/token di penjaga loker seharga 5 RM untuk sekali pakai. Cari saja loker yang masih kosong, masukan barang bawaan yang akan disimpan, tutup loker dan masukkan token. Setelah itu kunci dan kamu boleh meninggalkan loker tersebut. Saran saya, foto lokasi loker untuk memudahkan mengingat lokasi ketika kamu sudah kembali dan berniat mengambil barang.

Di Malaysia saya tidak membeli kartu touris pass, saya selalu menggunakan uang receh untuk pembelian token secara harian di mesin pemesanan tiket. KTM Komuter berada di platform 3, ikuti saja petunjuk jalan yang mengarahkan ke kereta komuter. Tujuan kami adalah membeli tiket KTM Komuter Batu Caves seharga 2 RM per orang. 

Kereta berangkat pukul 08.30 dengan kondisi masih kosong plong segar bugar, kami yang belum mandi hanya bekal cuci muka sikat gigi di toilet KL Sentral jadi ikutan segar. Sampai di Batu Caves jam 09.00, kami masuk melalui pintu samping Batu Caves yang letaknya persis di depan stasiun KTM Batu Caves. Udara masih dingin sangat cocok untuk mendaki ratusan anak tangga ke atas Batu Caves, memang paling cocok ke sini pagi atau sore hari ketika matahari tidak menyengat. Setelah puas naik ke ujung atas dan kembali turun, kami menghabiskan waktu sampai jam 09.30. Singkat? Iyalah ngapain lama-lama di sana, yang penting cukup foto dan mendaki anak tangga sampai habis :D. Kami kembali ke stasiun pukul 09.45 untuk beli tiket KL sentral 2 RM masuk dr platform 1 jurusan Pelabuhan Klang menuju LRT Masjid Jamek.

Sampai di pintu keluar LRT Pasar Masjid Jamek, berhubung laparnya luar biasa, kami baru sempat sarapan roti, maka saatnya untuk membeli gorengan tusuk khas Kuala Lumpur yang banyak di jual di pinggir jalan. Harganya 1 RM sampai 1.2 RM per tusuk. Jenis gorengan satenya macam-macam, ada baso, sausage besar, sosis kecil, otak-otak, nuggets, udang galah, dan lain sebagainya. Gorengan tusuk itu dimakan bersama dengan saus atau chilli. Nyaaamm.

Lepas makan cemilan tadi, kami bergegas ke restoran Sahira untuk sarapan menjelang makan siang yang agak berat. Saya memesan Nasi Lemak Ayam dan suami saya memesan nasi briyani ayam. Restoran orang Malaysia ini sebelas dua belas dengan restoran India maupun Arab, porsinya buanyak bener. Rasa nasi lemaknya sangat enaaaak, ini termasuk nasi lemak yang terenak selama saya mencoba ke Kuala Lumpur. Kalau nasi briyani masih lebih enak milik Singapore Zam-Zam. Over all, lumayan banget makan di sini, harganya pun terjangkau. Kami sengaja tidak memesan minum karena masih memiliki air mineral. Kami juga berencana membeli ais sirap (es sirop) warna warni yang mejeng di tempat jualan gorengan tusuk tadi. Ada rasa melon, jeruk, mangga, milo, lobak dan lain sebagainya. Kami pesan ais sirap melon warna hijau yang rasanya menggiurkan seharga 2 RM saja.

Dari LRT Masjd Jamek menuju Pasar Seni cukup dekat jaraknya, hanya dengan berjalan kaki berapa ratus meter kamu sudah akan sampai di belakang Kasturi Walk Pasar Seni. Kami hanya melihat-lihat sebentar karena memang tidak berniat belanja di sana hehehe. Memang di Pasar Seni banyak menjual berbagai kerajinan tangan khas Malaysia dan cinderamata Malaysia, namun harganya tidak cukup bersahabat untuk traveler kere macem kami, saya lebih tertarik membeli souvenir di Petaling Street yang bentuknya emperan pasar dan menjunjung tinggi tawar menawar harga (emak-emak banget). Boleeeeh laaa..

Setelah puas dan lelah keliling Pasar Seni dan lupa foto-foto, kami menuju penginapan Back Home Kuala Lumpur untuk meletakan barang bawaan dan beristirahat sejenak. Dari Pasar Seni kami berjalan kaki menuju Back Home Kuala Lumpur. Lokasinya tidak jauh dari Stesen LRT Masjid Jamek, kamu hanya ikuti jalan searah dengan Mesjid Jamek, kemudian di perempatan  belok kiri. Alamat Back Home Kuala Lumpur Jalan Tun H S Lee, 50100 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia. Hostel ini ada di pinggir jalan dan sangat eye catching tulisannya sehingga mudah untuk ditemukan. Setelah check in dan meletakan barang bawaan, kami terkapar beristirahat beberapa jam.

Sore hari lepas mandi dan berberes kamar, kami langsung menuju ke Petaling Street. Pasar ini merupakan pasar tempat jual beli souvenir, buah, makanan, tas, dompet dan berbagai macam barang dagangan dengan harga yang cukup murah. Pasar ini memang baru buka menjelang sore, sehingga apabila kamu ingin berbelanja maka waktu terbaik adalah sore hari atau malam hari. Menjelang malam di Petaling Street juga banyak yang membuka restoran makanan pinggir jalan yang menyajikan berbagai jenis makanan Malaysia. Saya belum pernah sih mencoba makan di Petaling Street, karena ini kampong China sehingga banyak makanan tidak halal, sehingga saya tidak pernah memutuskan untuk makan di Petaling. Saya menemukan timbangan koper lucu seharga 18 RM di Petaling. Lumayan murah setelah nego harga dari 20 RM ke 18 RM :D

Dari Petaling Street ke Pasar Seni sangat dekat, kamu hanya perlu berjalan kaki menyusuri depan Petaling Street, dan sampailah di Pasar Seni dan Stesen LRT Pasar Seni. Tujuan kami selanjutnya adalah ke Stesen LRT Dang Wangi, kemudian menyebrang ke Monorail Bukit Nanas. Dari pintu keluar stesen Dang Wangi ada escalator di jalan raya untuk menyeberang ke arah monorail Bukit Nanas. Kami harus menyeberang, karena kereta yang akan kami naiki berbeda dengan laluan LRT. Harga tiket Monorail dari stesen Bukit Nanas ke stesen Medan Tuanku 1.2 RM per orang. Kami sampai di Medan Tuanku sekitar pukul 20.00.

Waktu yang pas untuk makan malam di Jalan Raja Alang. Di sana banyak restoran pinggir jalan yang menjual makanan lezat, tahun lalu saya ke sana saat bulan Ramadhan dan Jalan Raja Alang ini dipenuhi dengan jejeran tenda bazaar Ramadhan menjelang berbuka puasa. Luar biasa. Saya berencana makan di restoran Mazni. Dalam perjalan dari stesen Monorail Medan Tuanku ke Raja Alang, kami melewati Tune Hotel Down Town KL, tempat saya dan keluarga saya menginap saat Ramadhan ke KL. Saya dapat pesan dari Bapak Ibu saya untuk membeli cokelat Arab yang berukuran 2 kg per kemasan seharga 40 RM di swalayan Arab. Berjajaran dengan Tune Hotel memang banyak sekali swalayan Arab yang menjual cokelat. Lepas beli cokelat kami berjalan lurus menuju Jalan Raja Alang.

Sesampainya di Mazni restoran, kami langsung memesan Tom Yam Sotong 6 RM dan Tom Yam campur 5 RM lengkap dengan teh tariknya. Total makan malam kami sebanyak 14.5 RM. Lumayan bersahabat di kantong.  Tom Yam Mazni memang terkenal gurihnya, walapun fotonya kurang menggiurkan efek kamera, percayalah rasanya super dan wajib di coba.

Kenyang dengan tom yam hangat di malam hari, kami melanjutkan perjalanan ke Stesen Chow Kit yang lokasinya tidak jauh dari Jalan Raja Alang. Dari Chow Kit kami kembali ke monorail Bukit Nanas seharaga 1.3 RM dan menyebrang ke LRT Dang Wangi untuk menuju ke LRT KLCC sebesar 1 RM. Ada apa di KLCC? Apalagi kalau bukan Twin Tower Petronas, kami ingin mengambil foto malam hari. Keluar dari LRT KLCC ambil kea rah Ampang, dari sana akan langsung tembus ke Jalan Ampang yang berlokasi persis di depan Suriah KLCC. Untuk menuju Twin Tower dari Suriah KLCC cukup mudah, kamu hanya masuk ke Suriah KLCC dan ikuti petujuk jalan kea rah belakang gedung dan sampailah di taman Twin Tower Petronas dengan air mancur dan taburan lampu hias warna. Di situlah spor terbaik untuk mengambil gambar twin tower secara utuh. Kami menghabiskan waktu di petronas hingga pukul 22.00 kemudian dilanjutkan untuk kembali ke hostel Back Home.

Kami pulang pukul 22.00 dari stesen LRT KLCC ke LRT Masjid Jamek dengan biaya 1.3 RM per orang. Perjalanan yang cukup melelahkan untuk hari ini. Saatnya beristirahat dan mempersiapkan untuk perjalanan esok pagi.

Spore - KL Trip Day 1 (Changi Airport - Singapore Zam Zam - Masjid Sultan - Queen Street Terminal - Johor Baru)

Pesawat Air Asia QZ 266 membawa kami terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Changi Airport Singapura. Selama di dalam pesawat kami sudah dibagikan borang dari Negara Singapura terkait barang bawaan yang harus diisi, jangan lupa untuk selalu membawa pulpen ya..

Pukul 17.30 waktu Singapura dengan perbedaan waktu 1 jam lebih cepat dari Indonesia, kami sampai di Bandar Udara Intenasional Changi. Ini kali pertama saya ke Changi, sebelumnya ke Singapura melalui jalur bus dari Kuala Lumpur dan Jalur air dari Batam. Perlu waktu yang agak lama untuk keluar bandara ini, cukup luas dan muter-muter. Walaupun keren, belum ada yang menandingi bandara di Tokyo yang super keren *tetep Jepang*

Sebelum menaiki MRT saya sempat top up 10 SGD kartu Ezlink milik saya dan membeli 12 SGD kartu baru Ezlink untuk suami saya, dengan balance due kartu 7 SGD. Dari pintu kedatangan di Changi, kami langsung menuju ke MRT ke arah Tanah Merah, keluar di Exit B menuju MRT Joo Koon keluar di exit A ke arah Pasir Ris. Kami langsung ke arah  MRT Bugis karena kami berniat makan malam di daerah Arab Street, shalat Maghrib Isya di Masjid Sultan dan segera ke Queen Street terminal untuk naik bis.

Agenda makan malam kami sudah dipersiapkan dalam itinerary. Kami berencana makan di restoran Arab yang bernama Singapore Zam-Zam, letaknya persis di samping Masjid Sultan, pinggir jalan raya. Sangat mudah untuk menemukan restoran ini, harganya cukup terjangkau, porsi buanyaaak banget cocok untuk orang-orang yang kelaparan terus seperti kami, dan rasanya tobbbb markotob!! Recommended to try.


Kami pesan 1 nasi briyani ayam paha dan 1 murtabak ayam, untuk minuman karena kami belum beli minum, jadilah beli teh tarik. Nasi briyani kami makan sepiring berdua (supaya romantic) karena porsinya yang lumayan jumbo, setelah itu dilanjutkan makan murtabak ayam lezat yang porsinya juga jumbo. Alhamdulillah kenyaaaang. Kami makan malam seharga 15 SGD untuk dua orang. Lumayan mahal? Namanya juga Singapura. Kalau soal rasa, nasi briyani 8 of 10 dan Murtabak 8 of 10. Untuk teh tarik rasanya biasa saja, belum ada yang ngalahin teh tarik di Kuala Lumpur.

Lepas makan kami menuju Masjid Sultan untuk menunaikan shalat Maghrib dan Isya (jamak takdim). Masjid yang cukup besar di kawasan Bugis dan sangat nyaman untuk berlama-lama merebahkan badan. Tapi kami tidak bisa berleha-leha karena kami harus mengejar bus causewaylink di Queen Street Terminal.

Pukul 20.15 ke Queen Street Terminal  untuk naik Causewaylink Bus warna kuning harga 1 tiketnya 3.3 SGD. Sebenarnya bisa naik bus 170 dengan harga tiket lebih murah, namun kondisinya penuh dan saya agak malas untuk bawa koper dan sebagainya berdesakan, akhirnya memutuskan untuk naik Causewaylink. Sebelum menaiki bus, kami Antri di pinggir terminal beli tiket di kounter tiket cash atau dengan ezlinkcard. Antrian mengular sepanjang sisi terminal dan teratur, tidak ada rebutan apalagi berdesakan masuk.

----------------------------------------terminal queen street---------------------------------------

Bus causewaylink dan 170 merupakan bus antar kota antar negara dari Terminal Queen Street sama Johor Bahru. Nantinya kami akan turun untuk cap imigrasi, kemudian lanjut lagi naik bus di imigrasi. Bus yang akan dinaiki belum tentu sama dengan bus di Queen Street, tidak masalah asalkan jenis bus masih sama dan kamu masih memegang tiket bus. Jika kamu berangkat dengan Causewaylink, maka pastikan saat setelah cap imigrasi dan kembali naik bus juga menaiki jalur bus Causewaylink.

Tidak terasa sudah pukul 21.00 waktu setempat, kami sampai di Woodsland checkpoint, untuk cap imigrasi keluar Singapura. Kami berbondong-bondong turun dari bus dan berjalan masuk ke Woodsland Checkpoint yang berada di lantai 5. Jangan khawatir tersesat, ikuti saja arus lalu lalang orang, semua menuju imigrasi keluar Singapura.

---------------------------------------causewaylink----------------------------------------------

Setelah cap keluar Singapura di paspor, kami kembali mengular mengantri naik bus Causewaylink jurusan JB Sentral atau Johor Baru Sentral di jalur CW2. Jangan khawatir menunggu lama, karena stok bus ini sangat banyak. Perjalanan kedua dengan bus ini tidak memakan waktu yang lama, karena jarak Woodsland Checkpoint dengan Johor Baru area Malaysia sangat dekat, hanya beberapa menit saja.

Tidak berapa lama sampai juga kami di JB Checkpoint untuk masuk imigrasi Malaysia dengan cap masuk Malaysia di paspor kami. Setelah dari cikgu-cikgu imigrasi Malaysia, ikuti petunjuk jalan yang tertera ke arah JB Sentral. Letak JB Sentral cukup dekat dari imigrasi, hanya berbeda gedung saja. Jangan takut untuk tersesat ya. Kalau nyasar, prinsip orang kita jaman dulu, jangan malu untuk bertanya.

Pukul 21.30 sampai di JB Sentral turun dari lantai 4 ke lantai 3 untuk ke kounter tiket KTMB. Persoalan hidup kami dimulai *lebay* Jadi begini, kami membeli tiket PP dari Johor Baru Sentral - KL Sentral dan KL - Sentral - Johor Baru Sentral. Namun pada saat proses akhir pembayaran dan pencetakan bukti validasi pemesanan tiket terdapat error message sehingga bukti e-tiket kami untuk perjalanan berangkat (JB Sentral - KL Sentral) tidak bisa diprint, sedangkan tiket pulang kami (KL Sentral - JB Sentral) bisa diprint. Alhasil kami hanya memiliki 1 e-tiket pulang, padahal keterangan transaksinya berhasil dan kartu kredit saya sudah terdebet sejumlah tiket PP. Saya sudah kirim email ke call center KTMB namun sampai hai keberangkatan kami belum juga dapat balasan. Jeng jeng jeng.

Dengan modal nekat bin sotoy, kami mendatangi kounter tiket KTMB untuk konfirmasi. Saya menceritakan awal mula pemesanan tiket sampai berakhir gagal print, dan hanya bisa print tiket kepulangan saja. Saya juga memberitahukan bahwa transaksi saya berhasil karena sudah konfirmasi ke kartu kredit Hasanah Card saya bahwa memang ada transaksi pembelian tiket KTMB sebesar 45 MYR x 4 atau 180 MYR pada hari tersebut.

Cikgu penjaga kounter kemudian melakukan verifikasi data, namun ternyata kode booking pemesanan kami tidak ditemukan dan kami diminta untuk melakukan cancel ke Kartu Kredit untuk pengembalian dana. Lemes dengernya? Iya lah pasti, males banget kan nelepon ke Call Center Kartu Kredit yang sudah terproses transaksinya, terlebih KTMB tidak memberikan bukti bahwa transaksi gagal. Namun, masih ada keberuntungan di tiket kepulangan kami yang sudah kami cetak, ternyata tiket tersebut bisa dikonfirmasi, sehingga tiket kepulangan kami aman. Kami hanya perlu membeli ulang tiket berangkat saja. No problemo, kita urus belakangan saja cancel tiket berangkat. Mengenai tiket ini, saya ada cerita menarik di postingan selanjutnya :D
Selesai membeli tiket 45 MYR untuk 2 orang Kelas Superior Malam (ADNS) sleeper train, kami menunggu di ruang tunggu persis di depan pintu masuk keberangkatan KTMB Senandung Sutera. Kereta akan berangkat dari JB Sentral pukul 23.35 dan sampai di KL Sentral pada pukul 06.50 pagi pada platform B.

Di JB Sentral ada loker penitipan, masuk gate 6 lurus terus setelah Starbucks ada belok kanan berjejer loker penitipan barang sehari 10-20 ringgit tergantung besar ukuran loker. Jika kamu ingin menitipkan loker di JB Sentral bisa meletakkan di sana.

Kami menunggu kereta Senandung Sutera sekitar 1 jam dengan asyik memperhatikan lalu lalang orang dan tingkah orang-orang sekitar yang sedang menunggu. JB Sentral memang cukup ramai karena stasiun perbatasan untuk ke berbagai kota bahkan lintas ke Singapura dan Thailand. Cukup banyak keluarga yang membawa banyak anggotanya dengan koper besar-besar menunggu di kursi tunggu. Waktu tidk terasa, hingga sudah pukul 23.30 dan kami pun masuk lewat gate B turun ke bawah platform 3 dan 4. Kami segera mencari koc/tempat M11 yang berbentuk kasur. Kebetulan saya memang sengaja memilih kasur bawah berseberangan, yakni 34 dan 36. Tidak menunggu lama, kereta pun berangkat.
Sampai jumpa di Kuala Lumpur :)

Spore - KL Trip Day 1 (Preparation)

Hello!!

Sebenarnya ini adalah perjalanan pertama kami traveling ke luar negeri dengan status baru sebagai suami istri. Emang sebelum nikah sudah pernah? Belum pernah juga sih :P

Berawal dari kelakuan calon istri alias saya sendiri, yang lagi iseng buka website maskapai favorit, www.airasia.com sekitar Agustus 2014. Dan voilaaa saya menemukan destinasi Jakarta-Singapura-Jakarta dengan harga tiket keberangkatan 99.000 IDR dan kepulangan 189.000 IDR. Dengan grasak grusuk mata berbinar lihat harga yang lumayan oke, saya langsung berinisiatif whatsapp calon suami saya untuk membeli tiket tersebut. Dan calon suami saya cuma pasrah :D

Well, saya berdua saat itu belum menentukan tanggal pernikahan, boro-boro deh, masih nunggu persetujuan dari bapak boleh nikah apa nggak :p Tapi kami hanya memperkirakan kemungkinan pertengahan Maret insya Allah kami sudah menikah, jadi tiket tersebut bisa jadi destinasi honeymoon kami. Dengan modal dengkul dan pedenya masya Allah, saya langsung pesan 2 tiket PP Jakarta-Singapura-Jakarta untuk tanggal 18 Maret 2015 - 22 Maret 2015. Nothing to lose. Traveler nekat emang begini sih, kalau nanti kami belum nikah bulan Maret yaa hangus sudah tiketnya. Makanya kami harus usaha Maret sudah menikah *motivasi *ngaco

Beriringan Bismillah dag dig dug akhirnya saya pesan tiket untuk perjalanan awal 2015 disponsori oleh Hasanah Card BNI Syariah dan Air Asia, can't wait Singapore!! Alhamdulillah yaaa memang sudah takdir kami menikah 15 Februari 2015, Jadi tiket yang saya beli tidak sia siaaaaaa, yatta!!

Perjalanan kami memang ke Singapura, tapi waktunya terlalu lama untuk eksplore Singapura selama 5 hari, terlebih kurs Dollar Singapura melejit gilaaaa mahalnya. Bisa kere mendadak saya kalo kelamaan di Singapura berdua suami. Akhirnya saya berinisiatif untuk membagi perjalanan ke negara tetangganya lagi yang lebih bersahabat hidupnya, yakni Malaysia. Kami berencana menyebrang ke Malaysia menggunakan kereta KTMB (Keretapi Tanah Melayu Berhad/ Malayan Railway) Malaysia. Tata cara pembelian tiket sudah saya posting di thread lain ya.

Segala persiapan pernikahan dan kehidupan awal pernikahan membuat waktu tidak terasa tiba-tiba sudah sampai tanggal 18 Maret 2015, saatnya refreshing bersama suami (baru).

Perjalanan kami dimulai dari rumah menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta terminal 3, kami sampai pukul 13.00 siang menunggu take off pukul 14.30. Kami langsung menuju mesin self check in penerbangan Air Asia. Awalnya saya ingin check in penerbangan untuk berangkat dan pulang, tapi ternyata self check in sekarang hanya bisa untuk sekali terbang yaaa..baru tahu saya, soalnya biasanya bisa PP. Akhirnya saya hanya check in untuk berangkat deh..

Lepas itu, saya langsung menuju ke boarding room dan imigration untuk stempel keluar Indonesia di paspor kami. Seperti biasa suami saya emang sotoy luar biasa, udah saya bilangin ga boleh bawa minuman ke boarding room tapi kekeuh mau bawa. Alhasil sih ga jadi bawa, terus saya kasih lihat hasil sitaan minuman orang-orang yang berjejer di security system boarding room. Ngeyel yel. Suami saya cuma nyengir. Jangan lupa untuk shalat Dzuhur dan Ashar dengan menjamak di musholla boarding room Air Asia, dan tibalah panggilan keberangkatan pesawat kami. Sampai jumpa di Singapura :) -Noni Halimi
 
 

Bagaimana Cara Memesan Tiket KTMB Malaysia

Wisata Singapura ke Malaysia dengan Jalur Darat Kereta Api

Bermula dari akhir Agustus 2014 berburu tiket murah di maskapai Air Asia, dengan semangat empat lima saya cari destinasi Jakarta-Singapura-Jakarta untuk honeymoon saya dan calon suami. Setelah cari-cari pasangan tanggal murah berangkat dan pulang, maka didapatkan rencana liburan Singapura 18-22 Maret 2015 (dengan harap-harap cemas tanggal tersebut kami sudah menikah, kalau belom yah angus lah). Awalnya saya tidak masalah 5 hari wisata Singapura, toh saya dapat tiket murah dengan biaya berangkat 99.000 IDR dan pulang 189.000 IDR. Namun makin lama harga SGD (Singapore Dollar) makin menjadi dan melambung, sampai menyentuh harga 9800-an hampir 10.000 berasa USD jaman dulu. Kayaknya dua tahun lalu masih 8000. Kalau sampai 10.000 berasa juga biaya hidupnya. Berhubung puyeng ngitung biaya hidup dua orang di Singapura selama 5 hari, maka saya memutuskan (sepihak) alternatif wisata lain. Iya. Saya memilih nyebrang di Negara tetangga Singapura yang biaya hidupnya lebih bersahabat, yakni Malaysia.

Membuat itinerary Malaysia Singapura tidak memakan waktu lama, karena sebelumnya saya sudah pernah wisata ke dua negara tetangga tersebut. Namun perjalanan saya ke dua Negara tersebut bermacam-macam jalur. Saya pernah naik bus malam dari Malaysia ke Singapura, saya juga pernah ke Singapura dari Batam melalui jalur air pelabuhan Sekupang, atau ke Malaysia seperti biasa dengan jalur udara. Namun saya belum pernah menyeberang ke Malaysia menggunakan kereta api. Baca-baca di banyak sumber perjalanan dari Singapura ke Malaysia atau Malaysia ke Singapura bisa dilakukan dengan 3 jalur, yakni jalur udara dengan pesawat terbang, jalur darat dengan bus antar kota antar Negara, serta jalur darat dengan menggunakan kereta api.  Terus terang saya belum pernah mencoba menyeberang dari Singapura ke Malaysia dengan kereta api, maka liburan kali ini saatnya mencoba.

Apa itu KTMB?

Perjalanan dari Singapura ke Malaysia maupun sebaliknya bisa ditempuh dengan menggunakan kereta api Malaysia yang disebut KTMB (Keretaapi Tanah Melayu Berhad). KTMB atau disebut juga Malayan Railway merupakan pengendali kereta api utama di Semenanjung Malaysia. Kereta ini bermula dari jaman penjajahan Inggris yang digunakan untuk jalur pengangkutan timah. Hubungan jalan kereta di Semenanjung Malaysia yang dikendalikan oleh KTM, terdiri dari dua jalur utama dan beberapa jalur cabang. Jalur utama terdiri dari Jalur Pantai Barat dan Jalur Pantai Timur.

Jalur Pantai Barat mulai dari Padang Besar di Perbatasan Malaysia-Thailand di Perlis (yang terhubung dengan landasan Negara Thailand ke Singapura melalui Butterworth, Pulau Pinang dan Kuala Lumpur. Disebut jalur Pantai Barat karena ia melalui negeri-negeri pantai barat di Semenanjung Malaysia.  Jalur Pantai Timur dimulai percabangan rel dari Gemas di Negeri Sembilan dan Tumpat serta Rantau Panjang, yang semuanya berada di Negeri Kelantan. Sedangkan Jalur Cabang yakni Batu Caves-Sentul-Kuala Lumpur-Pelabuhan Klang.

Keretaapi Tanah Melayu Berhad atau KTMB inilah yang akan saya pergunakan untuk menyeberang dari Singapura ke Malaysia. Saya akan memilih kereta malam, agar perjalanan dilakukan pada malam hari saya bisa istirahat dan sampai di tempat tujuan pagi hari sehingga waktu liburan saya tidak terbuang percuma hanya untuk perjalanan dari Singapura ke Malaysia atau sebaliknya.

KTMB untuk keberangkatan malam hari atai night train milik Malaysia ini memiliki beberapa jenis kursi penumpang. Ada yang kursi duduk biasa selayaknya kereta api pada umumnya dengan dua kursi berjejer, namun ada pula jenis sleeper train atau kereta yang dilengkapi dengan kasur. Wait, what? Di dalam kereta ada kasurnya, jadi kita bisa tidur di dalam kereta? Hehehe, Seru bukan? Saya langsung nelen ludah baca review dari banyak blog, sepertinya seru dan menantang! Patut dicoba :D

Pesan Tiket dari JB Sentral Lebih Irit

Perjalanan saya akan bermula dari Singapura menuju Malaysia. Jika melihat dari stasiun kereta api pada umumnya maka seharusnya saya naik dari Singapura melalui stasiun Woodsland dan turun di KL Sentral yakni stasiun Malaysia. Namun saya tidak memilih rute tersebut, tapi saya memilih jalur Johor Baru atau terminal JB Sentral Why oh why? Hal ini tentu karena urusan biaya yang harus dikeluarkan *teteepp

Johor Baru merupakan daerah terluar Malaysia yang berbatasan langsung dengan Singapura. Jika kita menyebrang dari Singapura ke Malaysia melalui Johor Baru, itu artinya kita sudah naik kereta di Malaysia (Johor Baru) dan turun di Malaysia (Kuala Lumpur). Lah bagaimana caranya dari Singapura ke Johor Baru? Caranya sangat mudah, dari Singapura kamu bisa naik bus Causewaylink dari terminal Queen Street harganya 3.3 SGD sampai Woodsland Checkpoint kemudian lanjut naik Causewaylink selanjutnya hingga turun di Johor Baru Checkpoint atau JB Sentral. Memang agak repot myambung-nyambung sedikit tapi beda lhoo (harganya)

Jadi ada perbedaan harga tiket kereta apabila kita beli di JB Sentral daripada beli Woodsland. Beli tiket berangkat dari Woodsland lebih mahal ketimbang JB Sentral, padahal harga tiketnya sama-sama 45. Ternyata yang bikin beda adalah faktor pengali kursnya. Jika kamu naik dari stasiun Woodsland Singapura maka biaya yang dikeluarkan adalah 45 SGD x 9800 IDR atau sekitar 441.000 IDR, sedangkan jika kita membeli dengan keberangkatan JB Sentral atau Johor Baru, maka harga tiket yang dikeluarkan 45 RM x 3800 IDR atau sekitar 171.000 IDR. Bedanya 270.000 IDR per tiket. Lumayan kan?

Bagaimana Cara Memesan Tiket Kereta Api Malaysia

Setelah menentukan itinerary dan waktu keberangkatan, maka saatnya untuk memesan tiket kereta api KTMB. Saya bisa saja memesan tiket di kaunter penjualan tiket di Singapura atau Malaysia, namun khawatir tiket sudah terjual habis dan saya tidak bisa mendapatkan tiket untuk menyeberang ke Singapura. Daripada itinerary saya hancur berantakan, maka lebih baik saya pesan online di website KTMB. Cara pesan online lebih saya suka daripada pesan langsung di kaunter karena kita bisa mengetahui ketersediaan kursi dan alternatif cara lain apabila tiket habis. Bagaimana cara memesan tiket KTMB secara online? Caranya mudah, buka saja situs Keretapi Tanah Melayu Berhad di laman http://www.ktmb.com.my/

Nanti akan muncul halaman seperti ini


Saya sarankan jika belum memiliki user akun agar daftar terlebih dahulu, caranya cukup mudah, hanya perlu mengisi nama lengkap, user name yang diinginkan, password yang diinginkan, alamat email, nomor telepon dan HP. Setelah mendaftar, segera konfirmasi di email kamu dan sign in untuk masuk.

Mengapa disarankan untuk daftar sebagai pengguna? JIka nanti transaksi sudah berhasil akan lbih mudah mencari tiket yang kita pesan karena sudah masuk di history pemesanan. Dan jika ada gagal koneksi atau gagal transaksi maka lebih mudah untuk diproses. Intinya, ikuti kata saya aja deh biar cepet (maksa :D)



Setelah sign in akan muncul tampilan seperti ini, klik Ticket Reservation. Silakan isi bagian Onward dan Return. Pada bagian Onward silahkan isi Origin dengan tempat keberangkatan dan Destination dengan tempat tujuan kami, serta isi tanggal perjalanan. Misalnya berangkat dari JB Sentral dan tujuan KL Sentral pada tanggal 06 Juni 2015.


Input juga jenis kereta, untuk kereta malam pilihlah Senandung Sutera, dan jenis gerbong pilih yang ADNS – Superior Night Class dengan harga kasur tingkat atas untuk anak 27 RM, kasur bawah anak 33 RM, kasur dewasa tingkat atas seharga 39 RM dan kasur dewasa di bawah 45 RM. Setelah selesai tekan tombol Add. Maka akan muncul pop up untuk pengisian data diri penumpang yang terdiri dari : Nama penumpang, IC atau nomor paspor, dewasa atau anak-anak, pria atau wanita, serta pilihan nomor kursi yang dikehendaki.


Dengan klik nomor kursi akan muncul otomatis ketersediaan kursi atau sisa kursi yang bisa dipesan. Perhatikan warna kursi, warna merah untuk kursi yang sudah dipesan, warna abu-abu untuk kursi yang sementara bisa dipesan, namun saya tidak menyarankan untuk memilih ini, dan warna biru yang menandakan kursi tersebut kosong dan dapat dipesan. Klik label pilihan gerbong missal M6 atau M7. Nah, pilihlah kursi tersebut. Di sana juga ada keterangan Upper (Atas) Lower (Bawah) sehingga kita tidak bingung kode kasur yang akan dipilih. Kasur atas maupun bawah sebenarnya tidak masalah, namun saya lebih memilih kasur bawah supaya mudah meletakan koper dan barang bawaan, tidak perlu angkut ke atas. Pilih juga untuk kursi kepulangan. Lanjutkan dengan menekan tombol continue, dan akan muncul seperti ini


Pastikan data yang tercantum benar dan pilihan tiket sudah sesuai. Setelah itu dilanjutkan dengan menu pembayaran yakni pilihan pembayaran, saya memilih dengan menggunakan kartu kredit andalan saya yang menemani saya di pelbagai reservasi online liburan yakni Hasanah Card BNI Syariah. Setelah mengisi data pembayaran, maka akan ada keterangan transaksi sudah berhasil dan akan muncul tombol untuk print e-tiket. Silakan print bukti pemesanan tiket kamu tersebut dan jangan lupa untuk dibawa pada saat masuk ke dalam kereta untuk pemeriksaan.

Bagaimana? Simpel bukan?
Semoga bermanfaat.

Salam,
Noni Halimi

Friday, July 10, 2015

Twig House : Tempat Jual Perlengkapan Musim Dingin

Jakarta memang kota tropis, namun bukan berarti Jakarta tidak menjual baju musim dingin. Buktinya saya menemukan toko yang menjual perlengkapan musim dingin dengan stock lumayan banyak dan harga yang bersahabat di Jakarta. Biasanya saya suka mencari jaket tebal ala-ala musim dingin di pasar Senen alias monday market. Dari jaman SMP saya sudah terbiasa dengan barang second tapi kualitas cukup oke ala poncol, Senen. Namun untuk sekarang ini, rasanya sudah tidak memungkinkan pergi ke sana, tokonya banyak yang tutup, harga jadi mahal. Padahal saya biasa dapat jaket-jaket bagus dengan harga super miring. Solusinya saya mencari tempat beli jaket musim dingin di tempat lain. Googling sana sini, ketemu juga Twig House.

Apa itu Twig House? Twig House menjual perlengkapan musim dingin mulai dari kaos kaki, jaket, long coat, syal, sarung tangan, long john, dan sebagainya yang terkait musim dingin. Selain toko ini, jaket-jaket musim dingin juga bisa ditemukan di Uniqlo Departemen Store (tapi harganya cukup mahal), Rempoa Factory Outlet atau Factory Outlet lainnya. Saya akan review sedikit soal Twig House yang saya kunjungi.

Lokasi Twig House ada di Jakarta dan Bandung, kebetulan saya domisili Jakarta maka saya pergi ke Twig House Jakarta yang lokasinya di Gandaria. Kalau kamu dari arah Gandaria City, ikuti jalan terus sampai ke arah Pasar Kebayoran Lama. Persis fly over kamu belok kiri sampai mentok ada belokan kiri lagi di Pasar Kebayoran Lama, nah Twig House berada di ujung belokan tersebut.Lokasinya mudah ditemukan, karena persis di belokan dekat fly over. Sekilas saya melihat penampakan luar kurang meyakinkan, bahkan saya bertanya dalam hati “beneran ini tempatnya?”. Karena dari fisik luar hanya seperti ruko rumah biasa, dan dibagian bawah malah pintu masuk tempat jasa fotocopy dan percetakan. Tapi saya cukup yakin untuk tetap masuk, karena di depan dindingnya terpampang spanduk cukup besar bertuliskan “Twig House, Menjual Perlengkapan Musim Dingin.”. Maka saya memberanikan diri untuk masuk.

Saat saya masuk, tepat dugaan langsung ketemu dengan abang-abang percetakan dan fotocopy, saya pun menanyakan informasi mengenai Twig House yang menjual perlengkapan musim dingin. Mas-mas tersebut mengarahkan saya untuk naik ke lantai dua. Saya langsung naik ke lantai dua, ternyata di bagian atasnya pun seperti rumah, bukan toko. Tidak lama terlihat jejeran jaket tebal khas musim dingin yang digantung, dan saya segera masuk ke dalam ruangan tersebut. Ternyata, wooooww banyak baju-baju musim dingin. Di sana menjual jaket musim dingin dengan berbagai bahan, ada yang berbahan katun tebal, jeans, bulu angsa dan sebagainya. Harga jaketnya beragam rata-rata berkisar antara 500.000an. Untuk jaket bulu angsa paling murah sekitar 800.000an atau 1jutaan. Kaos kaki berbahan wool ataupun angora 3 pasang seharga 100.000 dengan berbagai warna dan ukuran. Harga syal berkisar antara 60.000 – 150.000. Sarung tangan seharga 80.000 sampai ratusan ribu tergantung jenis dan merek. Long john dengan berbagai merek dan kualitas bahan berkisar antara 60.000 sampai dengan ratusan ribu rupiah, yakni Clavin Klein, long john Korea atau pun long john China.

Luas tokonya memang tidak seberapa, jaket-jaket dijejerkan rapi dengan berbagai ukuran, warna dan jenis bahas. Tumpukan long john dan syal sungguh menggoda untuk di lihat-lihat. Maka kali itu saya langsung disambut oleh pemilik toko. Seorang wanita paruh baya dengan perawakan cina, menyapa saya. “Mau cari apa mbak? Ada yang bisa di bantu?” Saya bilang butuh long john untuk ukuran saya. Ibu itu pun menanyakan, saya ingin pergi kemana dan kapan keberangkatannya. Saya pun menginformasikan bahwa saya berencana pergi ke Jepang akhir Oktober mendatang dengan kondisi Jepang saat itu musim gugur selama 1 pekan. Ibu tersebut menyarankan saya membeli long john dengan merek ala-ala Calvin Klein, katanya beli 2 saja cukup untuk ganti-ganti, toh saya tidak akan menetap lama di sana. Ia memilihkan long john dengan harga yang terjangkau kalau tidak salah 60.000 atau 80.000 sepasang. Padahal ada juga yang harganya lebih mahal sampai ratusan ribu. Ibu penjualnya baik banget, ia tidak menyarankan untuk membeli yang mahal dan beli banyak, katanya belanja yang efisien saja. Weeewww...

Pulang dari belanja di sana saya cukup puas menggondol 2 long john untuk saya, 1 longjohn untuk adik saya, kaos kaki berbahan wool dan legging bahan semi wool. Senangnyaaaa. Kapan kapan main ke sana lagi kalau mau cari perlengkapan musim dingin *ngarep jalan-jalan lagi*

-----
Nama Toko : Twig House
Alamat : Jl. Baru No. 111, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Telp : 021-7279 2095 / 9299 7000
Website : www.twighouse.co.id
Range Harga : 10.000 – 5.000.000 IDR
Barang yang di jual : Jaket, Long John, Syal, Coat, Long Coat, Kaos Kaki, Penutup Telinga

Barang jualan
Bagian depan Twig House

Koper Merah Kesayangan

Koper kabin yang biasa saya bawa kemana-mana rusak tempo hari yang lalu. Praktis saya bingung mau pakai koper apa untuk traveling ke Jepang bulan Oktober mendatang. Bongkar-bongkar koper di rumah yang ada ukuran besar dan ukuran kecil, tidak ada ukuran medium untuk kabin. Saya tidak mau membawa koper besar, karena saya tidak biasa memesan bagasi untuk keberangkatan. Biasaaaa...mengurangi budget tiket. Kalau saya bawa koper ukuran small atau kecil, tentu tidak akan memuat banyak barang, sedangkan perjalanan saya ke Jepang merupakan perjalanan terlama sepanjang yang pernah saya lakukan. Saya akan menghabiskan waktu 8 hari.

Puter-puter otak, koper kecil kurang muatan, koper besar tidak memungkinkan, sedangkan koper medium tidak punya. Jalan keluar satu-satunya adalah dengan membeli. Sungguh, ini jalan keluar terakhir alias last choice, ngeluarin duit untuk beli koper di saat-saat kere adalah keputusan yang berat *lebay. Tapi memang saya harus punya koper baru, karena koper lama saya rusak. Okelah, berarti memang butuh ya, bukan sekedar ingin (ingat prinsip ekonomi).

Pencarian koper saya berasa milih jodoh, emang bener cocok-cocokan. Nyari koper yang sesuai selera, bentuknya simpel, bahannya lumayan awet, dan harga terjangkau tentu bukan perkara mudah. Yang mahal banyak. Maka saya mulai hunting koper tiap menjelajah ke Mall. Biasanya di Margocity atau Pejaten Village suka ada bazar diskon koper murah. Diskon yang diberikan mulai 20%, 50% sampai dengan 70%. Tapi yaaaaa harga setelah potongan tetap mahal untuk saya sih. Kebetulan di dua tempat tersebut tidak ada yang menarik hati. Sekalinya ada yang menarik, tapi warnanya kurang oke.

Saya mencari koper dengan bahan kain sintetis, beratnya ringan, muatannya cukup banyak dengan ukuran 21 inchi medium size untuk ukuran koper kabin, serta harganya terjangkau. Muter-muter di Matahari Detos, eh nemu yang sesuai sama selera. Harganya sih 1.200.000, tapi diskon 50% jadi 600.000 IDR. Lumayan lah, rata-rata harga koper memang segitu. Kalau saya beli di Pasar Pagi Mangga Dua untuk ukuran koper kabin bisa kita dapatkan dari harga mulai 300.000 IDR, tapi dengan bahan dan kualitas yang kurang baik, agak sayang kalau dibeli tapi tidak awet ya. Berapa menit saya bolak balik memeriksa koper tersebut. Bentuknya simpel, bahannya oke, warna kesukaan saya, roda 360 derajat, ringan dan harganya cukup pas di kantong saya. Maka dengan mengucap Bismillah, saya jatuhkan pilihannya saya pada koper tersebut.

Koper ini yang akan menemani perjalanan saya selanjutnya :D
Say Hello to My New Friend :)



Brand : Polo
Store : Matahari Departemen Store
Price : 600.000 IDR (Sale 50%)
Color : Merah
Size : Cabin, 21 inch
Recommendation : 8 of 10

Parcel Buah Toko Fresh Margonda


Source : www.jualparcelbuah.com
Perintilan yang mepet saya kerjakan menjelang pernikahan adalah mencari parsel buah untuk penghulu, keluarga mempelai pria dan Pak Kyai yang akan memberikan nasihat pernikahan. Bapak saya baru bilang hari Sabtu alias H-1 sebelum saya nikah, dan masih harus nyari parsel buah, entah dimana. Solusi saya adalah Margonda Depok dengan mengingat ingat, sepertinya ada Toko Fresh di dekat pertigaan Ir. Juanda sebelah kiri jalan. Sebelum ke sana, tak lupa saya seaching dulu di google (andalan bangettt) dan ternyata benar di Toko Fresh menjual parsel buah dengan harga yang cukup terjangkau. Daripada saya nyari lebih jauh lagi entah dimana, beli di Depok akan hemat waktu dan tenaga.

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli parsel buah di Toko Fresh. Masuk ke dalam tokonya tidak lain seperti swayalan biasa, tidak begitu besar, namun isinya banyak buah-buahan. Saya langsung ke bagian parsel dan sudah ada contoh parsel jadi siap beli, ukuran kecil Rp. 100.000 dan ukuran besar Rp. 200.000. Pegawainya bilang kalau mau pilih buah sendiri juga bisa, terserah buah apa saja boleh dimasukan, nanti ditimbang dan dihitung apabila sudah sesuai. Jenis buahnya bermacam-macam ada jeruk medan, apel malang, apel Fuji, apel Washington, jeruk lokam, pir kuning, pir hijau, kiwi, anggur red globe, anggur hijau, buah naga, pisang, dan masih banyak lagi. Saya memutuskan untuk memilih sendiri buah yang akan saya bungkus parsel. Saya mengambil berbagai macam buah yang sekiranya segar dengan berbagai warna.

Awalnya saya sudah mengambil lumayan banyak untuk mengisi parsel besar seharga Rp. 200.000 namun setelah ditimbang dan disusun, kata pegawainya masih kurang buah, sehingga saya diminta untuk mengambil lagi buah untuk mengisikan parsel. Saya ambil lagi cukup banyak barulah parsel terisi penuh. Benar-benar penuh dan berat boook.... Saya nggak nyangka parsel seharga Rp. 200.000 dapetnya super banyak. Rasanya saya juga pernah beli parsel seharga hampir Rp. 200.000 namun tidak sebanyak itu. Rejekiiii calon manten :D Saya pun berucap syukur ini parsel bisa didapat dalam sekejap.

Tidak hanya parsel buah, toko Fresh juga menyediakan buah yang dijual secara eceran maupun kiloan, jus buah dalam kemasan yang sudah didinginkan, berbagai macam obat herbal tradisional, air zam-zam, madu dan berbagai cemilan. Tokonya mudah ditemukan dipinggiran jalan Margonda, kamu akan melihat plang nama Toko Fresh dengan gambar buah-buahan berwarna-warni. Kalau kamu ingin mencari parsel buah, tempat ini salah satu solusinya :D

NB : Lupa foto parcelnya jadi pake ilustrasi lain hehe maafkeun

TOKO BUAH FRESH
Alamat : Jl. Margonda Raya No. 246 Depok
Dari arah Jakarta ke Depok setelah pertigaan Ir. Juanda
Sebelah kiri jalan
Telp. 021-77204015
Website : www.tokobuahfresh.blogspot.com

Paper Studio : Saatnya Berkreasi

Awal saya kenal dengan Paper Studio saat saya masih SMA semester akhir. Lokasi SMA saya yang berada di bilangan Bulungan, Blok M mengakibatkan saya tinggal ngesot untuk mencapai Blok M Plaza. Di dalam mall tersebut ada Paper Studio yang letaknya di lantai atas, dekat Toko Buku Gunung Agung. Saya bisa menghabiskan waktu untuk memilih pernak penik lucu menghias scrap. Apalagi melihat hasil scrap yang menggemaskan dan super kreatif. Waaaahhh. Kesukaan saya ini berlanjut sampai kuliah bahkan sampai saya bekerja. Saat itu juga ada counter Paper Studio di Detos, alangkah senangnya dekat dari rumah. Namun sayang hanya beberapa bulan saja kemudian tutup, pun demikian dengan counter di Blok M Plaza. Saat saya bekerja saya akhirnya menemukan counter di Plaza Semanggi yang berlokasi dekat dengan 21 Studio. Namun pupus juga harapan saat tahun 2013 ternyata toko tersebut juga tutup. Tidak kehilangan semangat saya mencari di counter yang lain yakni di Gandaria City yang berada di seberang XXI, persis disamping counter camilan snack. Satu lagi saya biasa beli di Kota Kasablanka yang berada di lantai bawah dekat KFC (agak pojok sih lokasinya).

Counter Paper Studio biasanya tidak begitu besar, namun berwarna warni dan rapi akan jejeran barang yang dijual. Suasananya lebih ke nuansa kayu. Paper Studio ini menjual pernak pernik untuk membuat scrapbook, kebanyakan memang import dari luar. Ada berbagai hiasan bunga, hiasan pagar, pohon, tulisan dengan berbagai tema baik pernikahan, anniversary, persahabatan, ulang tahun. Ada pula hiasan yang terbuat dari ukuran kayu dengan bentuk yang lucu. Untuk range harga pernak penik berkisar 3000 IDR sampai dengan 50.000 IDR per set. Wallpaper juga dijual dengan ukuran beragam dan tema yang super banyak. Harga wallpaper seharga 9000 IDR. Paper Studio juga menyediakan frame 3D. Jadi dibagian dalam frame terdapat rongga lagi, karena kita akan memasang banyak hiasan dengan ketebalan beragam, tidak akan mungkin menggunakan frame foto biasa. Harga frame kecil berkisar 45.000 IDR sampai 60.000 IDR tergantung dari jenis material dan bahan frame. Untuk frame medium berukuran 30cmx30cm dengan harga 60.000 IDR sampai dengan 90.000 IDR. Sedangkan frame yang lebih besar lagi range harga di atas 100.000 IDR.

Harga yang ditawarkan oleh Paper Studio lebih murah ketimbang toko scrapbook lainnya yang pernah saya datangi. Harga lebih terjangkau, namun koleksi tidak kalah banyak. Paper Studio juga menyediakan jasa untuk pembuatan frame untuk customer yang tidak punya waktu menghias atau memang tidak bisa menghias. Jadi kita pilih sendiri bahan baku untuk hiasannya, frame, wallpaper, serta foto yang akan dipasang, setelah itu diserahkan kepada petugas Paper Studio untuk dikerjakan. Mengenai desain diserahkan kepada petugas, namun customer bisa request dan melihat langsung hasil kerjanya. Jika sudah selesai bisa dibawa pulang dalam hari yang sama. Mudah bukan? Kalau ada yang ingin mengunjungi Paper Studio boleh lho mampir, dijamin bakal betah berjam-jam untuk memilih pernak perniknya.

----
PAPER STUDIO
Cabang di Jakarta :
- Gandaria City Lantai 2, Jl. Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
- Kota Kasablanka Lantai LG, Jl. Casablanca No. 88, Jakarta Selatan
- Kalibata City Square, Jl Kalibata Raya, Jakarta Selatan
- Mall Ciputra Lantai LG2 / 33A, Jl. Arteri S. Parman, Grogol Petamburan, Jakarta Barat
- La Piazza Lantai G, Jl. Kelapa Gading Boulevard Blok M, Kelapa Gading, Jakarta Utara


Rekomendasi Seserahan

Salah satu yang harus dicoret dari daftar  wedding list adalah seserahan. Mungkin terdengar simpel dan mudah ya, apalagi wanita pasti mau beli macam-macam untuk seserahan, terlebih seserahan merupakan pemberian suka rela dari pihak pasangan berupa barang atau makanan dan diharapkan berguna untuk kehidupan berumah tangga. Seserahan biasanya dimasukan dalam kotak parsel dan dihias dengan cantik. Mudah? Tapi ketika sudah mulai list barang seserahan, banyak juga kaum wanita yang bingung kira-kira mau bikin seserahan apa ya? Berikut saya berikan rekomendasi untuk seserahan :

1.       Mukena, Sajadah dan Al Qur'an

2.     Buku-buku yang terkait dengan pernikahan. Banyak buku rekomendasi yang bisa dibeli yakni Pernikahan by Indra Noveldy, Sakinah Bersamamu by Asma Nadia dan lain sebagainya. Kamu juga bisa masukan buku kesukaan kamu yang kiranya berguna untuk kehidupan berumah tangga seperti buku resep masakan, buku handy craft dan buku keterampilan lainnya.

3.    Alat Make Up. Belilah alat make up dengan merek yang biasa kamu pakai. Jangan membeli make up dengan merek yang belum pernah kamu pakai sebelumnya, dan efisienlah dalam membeli. Jika tidak biasa menggunakan maskara maka tidak perlu memasukan maskara dalam daftar seserahan, karena akan mubazir tidak terpakai.

4.     Sepasang handuk besar yang nantinya bisa dibentuk menjadi 2 angsa yang cantik.

5.   Body lotion, body scrub, body butter dan paket perlengkapan mandi. Biasanya merek-merek tertentu menyediakan paket murah untuk barang-barang tersebut. Contohnya Body Shop, biasanya ada parsel gabungan beberapa item dengan harga yang lebih murah. Jangan lupa juga untuk cari yang diskonan yah, hehe.

6.    Dompet, Tas, dan Selop. Pastikan memilih ketiga barang ini sendiri, karena biasanya dompet dan tas disesuaikan dengan selera masing-masing orang. Sedangkan selop pun disesuaikan dengan ukuran kaki dan kenyamanan saat dipakai. Akan sangat disayangkan jika model tas atau dompet tidak sesuai dengan selera atau ternyata selopnya tidak nyaman digunakan padahal harganya juga tidak murah. Untuk menghindari hal tersebut maka ada baiknya kamu memilih sendiri. Kecuali kalau Ibu mertua memang sengaja memilihkan dan menghadiahkannya untukmu.

7.    Kain batik, gamis serta jilbab. Ini seserahan yang berupa kain-kainan, jika ingin membeli maka pastikan warnanya serasi agak terlihat cantik juga saat dihias. Tidak perlu baju yang terlalu mahal yang penting nyaman untuk digunakan. Sedangkan untuk kain batik bisa dibeli di Mayestik atau di Tanah Abang. Akan lebih bagus lagi memang punya stock kain batik tulis hasil oleh-oleh dari berbagai daerah.

8.   Tupperware wadah penyimpanan. Satu set tupperware akan menjadi manfaat nantinya ketika sudah berumah tangga. Kamu bisa pilih jenis wadah penyimpanan yang kamu suka. Bisa berbentuk kotak makan ukuran kecil, medium sampai besar. Ada pula wadah untuk menghidangkan masakan untuk di meja makan dengan warna warna yang sangat cantik.

9.    Cup cakes hias yang bertemakan tentang pernikahan, tanggal pernikahan kamu berdua serta hal-hal yang berkaitan dengan kamu berdua. Bentuknya yang lucu dan menggemaskan akan menjadi salah satu bagian yang unik dalam list seserahan kamu.

10.   Parsel buah juga bisa diberikan untuk melengkapi seserahan kamu.

Prewedding Photo (?)

Saya dan calon suami sepakat untuk tidak memajang foto kami berdua ukuran besar di pesta pernikahan kami berdua. Agak malu rasanya pajang foto berdua dalam ukuran yang besar untuk dipertontonkan. Bapak saya juga tidak mengizinkan. Akhirnya saya berinisiatif untuk lagi-lagi membuat scrapbook frame yang isinya foto foto kami berdua dalam ukuran yang kecil. Ada pun material fotonya sebenarnya simpel, saya tidak mempersiapkan fotografer foto prewedding selayaknya orang-orang. Saya menggunakan hasil foto yang diambil oleh fotografer catering dalam rangka test make up. Jadi catering Griya Dara menyediakan fasilitas test make up sekaligus foto prewedding indoor. Yaa berhubung sudah paket tanpa keluar biaya lagi maka saya manfaatkan foto tersebut untuk material scrapbook frame. Foto session lainnya diambil oleh sahabat saya yakni Febi di lokasi Kampus UI, tepatnya di danau UI Wood. Sengaja saya memilih tempat di UI karena dekat dengan rumah saya dan kampus itu merupakan kampus saya dan pasangan. Kami mengambil foto dengan baju casual dan membawa toga kelulusan. Hanya dua sesi saja, dan hanya 1 jam pengambilan gambar. Ekspress bener namanya foto main-main :D

Setelah saya kumpulkan foto tersebut menjadi satu, kemudian saya mencetaknya dengan ukuran 2R (ukuran kecil) dan menggunting-gunting sesuai selera untuk di pasang. Pengerjaan hias-hias foto ini juga tidak memakan waktu yang lama karena saya  memang hobi bikin kaya ginian. Saya memilih frame berukuran 30cm x 30cm untuk satu sesi. Dan hasil utak atik, gunting-gunting, tempel-tempel saya selama seharian, silahkan dicek di bawah ini.