Showing posts with label BNI Syariah. Show all posts
Showing posts with label BNI Syariah. Show all posts

Thursday, February 26, 2015

Hasanah Payment

Hasanah Payment, cara baru bertransaksi dari BNI Syariah, good to try ;)

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.enma.bnisyariah

Saturday, July 19, 2014

Rekening Dompet Dhuafa

Berikut rekening Zakat, Infak dan Sedekah milik Dompet Dhuafa. Yuk, semangat berbagi dalam bulan yang penuh berkah ini kepada kaum dhuafa. Semoga rezeki kita makin berlimpah dan berkah. Aamiin Yaa Robbal'alamiin.

Rekening Zakat Infaq Sedekah

Monday, July 7, 2014

Orange!

Apa yang kamu pikirkan saat mendengar warna orange? Jeruk? Kalau saya dengar warna orange, saya langsung ingat BNI dan warna corporate saya *ya salaaamm antara loyalitas atau gak ada imajenasi lain*

Orange memang identik dengan BNI (menurut saya siiihhh), termasuk juga anak perusahaan dibawahnya, tidak terkecuali BNI Syariah. Seragam kami memang didominasi warna orange yang super ngejreng. Bagi pegawai frontliner yg tidak mengenakan jilbab di BNI maka pita seragam mereka adalah kombinasi warna orange dan toska. Untuk yang mengenakan jilbab maka jilbab standar yang digunakan adalah warna orange. Demikian halnya dengan BNI Syariah, seragam pegawai frontliner kami adalah kombinasi orange! Yeaaaay!

Ngomong-ngomong soal jilbab standar orange bagi pegawai, rasanya seperti jilbab biasa saja. Namun saya punya cerita sendiri soal jilbab ini. Waktu saya dan kakak Fani bertugas di JPU, ada sesi touch up dan berganti seragam pagi hari. Biasanya kami mengenakan jilbab bergo pada pagi hari, jika sudah waktunya menggunakan seragam baru kami berganti seragam blazer dan jilbab. Bahan jilbab ini super licin dan sangat menantang emosi pagi hari saat memasangnya. Saking sulitnya, saya dan Kakak Fani menamakannya "Jilbab Berdzikir".

Mengapa kami namakan Jilbab Berdzikir? Karena saat kami memasang jilbab dan berpapasan di kaca dan sulit dibentuk, maka spontan kami akan mengucap "Astaghfirullahaladziim...susah amat sih pake jilbab ini". Sudah dipasang, tapi kurang oke, maka ulang lagi dari awalm begitu terus sampai kami merasa pas. Maklum perfectionist semua haha. Bentuknya harus oke :D Karena seringnya kita beristighfar waktu pakai jilbab orange ini, maka kami menamakannya Jilbab Berdzikir.

Tahun lalu, BNI Syariah kerjasama dengan designer handal dan menggelontorkan desain baru untuk seragam BNI Syariah. Warnanya Biru. Bahan jilbabnya? Luar biasa lebih sulit mengenakannya ketimbang si orange. Ini baru jilbab double dzikir hehhee. Sudah lama tidak mengenakan orange, kangen juga sama warna ini, semoga nanti seragamnya bisa balik lagi jadi orange *ngareeepp pol.

Saturday, June 21, 2014

Jingle Hasanah Titik

Bukan alam, Indonesia bisa menang
Bukan uang, kita bisa hidup tenang
Melainkan insan Hasanah yang berjuang
Bergandeng tangan, bertindak cemerlang
Sungguh dahsyat energi baik yang terbentang
Jika berhimpun insan Hasanah sekarang
Terwujud martabat Indonesia gemilang
Agar rakyat dapat hidup damai dan senang
(Hasanah Titik!)
Hasanah...
Hasanah...
Hasanah...
Mari majulah (mari majulah)
Indonesiaku (Indonesiaku)
Hanyalah satu,
Hasanah Titik!

Monday, June 9, 2014

BNI Syariah KCPS JPU Sudirman

Our Team at BNI Syariah KCPS JPU
BNI Syariah KCPS JPU Sudirman, Jakarta Pusat? Too much memories that I have experienced in this office. That's all I wanna say. Just like that? Nggak jadi cerita doooong.... : P

Indeed, too many things going on here. 25th March 2012 just my birthday at the same time I was given a duty assignment to be Customer Service at BNI Syariah KCPS JPU Sudirman in Central Jakarta. No doubt i was on terrible feeling, very shocked. It's so sudden and I don't understand the Customer Service things. Day-to-day i just dealing with tellers things and tomorrow morning, i will be on duty as Customer Service. That makes me cry suddenly in the corner of my office di cabang hahahhaa. Oh men, how come..

But duty is a duty that must be executed. After all the challenges and obstacles I have to face it, for the sake of the development of my career *sotoy berat. So I walk on my life at BNI Syariah KCPS JPU.

I was a bit nervous as Customer Service and serving the customers who are mostly employees of BNI and BNI Syariah Head Office. Customer Service transaction code in our system information is definitelly different from teller transaction code. And finally, I admit it's incredibly hard to be a Customer Service. Oh ya, there's only one Customer Service at KCPS JPU, and the person was me. I was the only one Customer Service at KCPS JPU, so if you're on busy-hectic full of customers, then i should ngabisiiiiin itu semua nasabah :D

The things that i miss this place so much is a duty routinities in a very static but dynamic *apaaaa pulaa. Morning around 5.15 AM, I already walked to the nearest train station from home to go to the office. At 5:20 AM I was already inside the train. The journey is quite short because I was always accompanied by reading books or music player. At 6:10 AM, I usually had to walked from Sudirman station into Kantor Besar BNI. It only took 5 minutes to walked since I have a habit of running fast. At 06.15 AM after giving a greeting to cleaning service and some fellows of BNI who already come, then I've been in the banking hall BNI Syariah KCPS JPU.

It doesn't end there, right after i got to the room, I immediately opened my breakfast box with my super sister (Kakak Fani) who's on duty as Teller-- to breakfast together. She always come early to the office, just like me. We always have breakfast together (unless if we're fasting on Monday or Thursday) and there is always a fight scene breakfast. Surprisingly, we already had our food but somehow we still often rebutan sarapan satu sama lain.

After had breakfast, i used to brushed my teeth and chit chat with kakak fani on the rest room. We also rebutan keran juga, padahal banyak keran di sana buat sikat gigi. Hadeeeeh. We took ablutions (wudhu) and pray Dhuha every morning. If there's much time, we usually read Qur'an then we touch up and get dress with our uniform. Orangeeeeee :D

One more thing that makes me miss this place is....i had a lot of interactions with the BNI Syariah and BNI Head Office staff. There's so much stories to share experiences, diomelin, criticized and to be loved * preeet. If the employee of BNI Syariah was come to KCPS JPU, that should be a group. They came with partner and the other partner. You can say "rombongan" especially the technology division which located in the opposite our building. Kalo udah divisi teknologi berkunjung bisa satu unit dibawa semua, malah unit sebelah juga dibawa. Ramai rasanya.

Lots of ups and downs for the half a year when I was in charge there. At the end I should gave a good-bye because KCPS JPU moved into BNI Syariah Cabang Bendungan Hilir and I returned into Cabang Fatmawati agaaaaain.

Absolutely those moments will not be fotgotten :D

Almost Last Day
Kakak Fani, My sister in crime
Okey, ribut terus.

Sunday, June 8, 2014

Investasi Logam Mulia

Logam Mulia di BNI Syariah
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh pegawai kantoran untuk investasi dan menabung untuk jangka menengah atau panjang, contohnya adalah dengan membeli logam mulia atau emas batangan. Membeli logam mulia bisa jadi sarana investasi yang cukup bagus untuk jangka menengah atau panjang. Mengapa? Karena emas tersebut menjadi aset dan kekayaan kita, bukan untuk konsumsi jual beli guna mendapatkan untung dari selisih harga emas. Percayalah, kamu tidak akan untung banyak ketika "bermain" emas dalam jangka pendek. Misal kamu membeli emas dengan harga Rp. 490.000 per gram, maka satu atau dua bulan kemudian ketika harganya naik menjadi Rp. 500.000 per gram, maka kamu akan menjualnya. Cara seperti itu hanya akan bikin pusing dan menghilangkan esensi dari investasi emas yang saya maksud di sini. Kebayang kan, kamu akan pusing ketika tahu harga emas turun jauh lebih rendah ketika kamu membeli emas.

Beli emas ketika ada uang, dan lupakan. -Noni Halimi

Itu prinsip saya ketika memulai membeli logam mulia tahun 2011 silam. Saat itu memang belum begitu booming akan pembelian emas logam mulia, namun salah satu nasabah saya selalu bercerita mengenai logam mulia ketika bertransaksi di teller. Saat itu saya masih menjadi teller. Lama-kelamaan saya makin tertarik, dan mulailah saya membeli logam mulia ukuran kecil. Ya, 5 gram.

2 Gram Logam Mulia
Contoh Logam Mulia 25 gram
Membeli logam mulia 5 gram atau seharga Rp. 2.500.000 dengan uang tunai tentu agak berat juga, maklum dulu saya masih anak baru dan masih belum bisa mengatur keuangan. Maka saya menyiasatinya dengan membeli logam mulia dengan cara mencicil di Pegadaian Syariah. Untungnya ada Pegadaian Syariah di bilangan Margonda.

Caranya sangat mudah, tinggal bilang saja ingin membeli emas logam mulia dengan mencicil, nanti staff mereka akan memberi tahu harganya plus margin (keuntungan) untuk pegadaian syariah. DP minimum 20% dan sisanya dibayar dengan mencicil tiap bulan dengan tempo 1, 3, 6, dan 12 bulan. Cukup singkat bukan? Biasanya saya ambil yang jangka waktu 3 atau 6 bulan, karena lebih fleksibel, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lama.

Setiap bulan saya selalu menyisihkan uang dari gaji untuk dialokasikan ke cicilan emas di Pegadaian Syariah, sampai akhirnya emasnya lunas dan bisa dibawa pulang. Uji coba cicil emas pertama saya begitu mengesankan dan saya tertarik untuk mencoba cicil emas lagi dengan jumlah gram yang lebih besar. Sampai saat ini masih berlangsung. Terlebih jika kamu ada uang bonus atau uang lain di luar gaji, maka saran saya sisihkan 50% dan gunakan untuk DP membeli emas. Membeli emas dengan cara mencicil menurut saya mirip saja dengan menabung. Jika menabung itu hasilnya adalah uang, maka ini hasilnya adalah emas.

Simpanan dalam bentuk emas bisa menjadi sarana investasi yang ngirit. Jika uang yang ditabung di rekening bisa saja diambil seenaknya di ATM atau Bank, tapi jika simpanan kita berbentuk emas, maka akan lebih malas untuk menjual dan menggadaikan ketika butuh uang. akibatnya pengeluaran kita akan semakin selektif. Jika tidak butuh-butuh uang banget, maka tidak perlu.

Logam mulia tadi adalah aset kita ya, bukan untuk dana yang fleksibel bisa kita pakai-pakai. Anggap saja simpanan untuk masa depan. Misalnya kita butuh dana untuk menikah, atau sekolah anak, maka bisa dipergunakan. Namun jika hanya kebutuhan sehari-hari maka tidak perlu digunakanan. Cara mempergunakan emas kita adalah dengan digadai, jangan pernah berpikir untuk menjual logam mulia. Sayang sekali jika aset kita dijual.

Saat ini juga sudah marak pembiayaan emas dengan cara mencicil, salah satunya Murabahah Emas di BNI Syariah. Hanya dengan minimum DP 20% maka kita sudah bisa mencicil emas. Tempo yang diberikan memang cukup lama, yakni 2, 3, 4, sampai 5 tahun. Maka saran saya, apabila ingin mengambil pembiayaan emas di BNI Syariah, pilih dengan nominal gram yang cukup besar. Siapkan dulu DP-nya, sisihkan dari bonus atau uang tabungan lain.

Bentuk Sertifikat Logam Mulia yang kena sinar UV
Sedikit sedikit mengumpulkan logam mulia dari pecahan 5, 10 dan 25 gram, tidak akan kerasa dalam hitungan tahunan kita sudah akan punya logam mulia puluhan gram kan? Jika kamu ingin membeli logam mulia secara cash tentu saja bisa. Carilah toko emas yang sudah bonafid dan ramai. Sudah banyak toko emas yang menjual juga logam mulia selain emas perhiasan. Jangan lupa untuk cek keaslian emasnya dengan cara menggunakan sinar UV pada sertifikat logam mulia. Pastikan nomor seri yang tercetak pada logam mulia sama dengan nomor seri yang tercetak pada sertifikatnya. Jika membeli di toko emas yang sudah terpercaya maka kamu akan lebih aman dan tidak khawatir akan keaslian emasnya.

Tertarik untuk investasi emas?

Sunday, April 6, 2014

Lidi-lidian Attack!!

Saat itu saya sedang browsing-browsing, ngaso sebentar habis ngerjain ijo-ijo (baca : aplikasi). Entah mengapa saya tiba-tiba ingat dengan snack lidi-lidian yang jaman SD biasa saya beli bersama kawan-kawan. Tahu snack lidi-lidian? Bentuknya memang seperti lidi, tipis dan panjang, rasanya pedas karena dibubuhi oleh bubuk cabai yang banyak. Saking senang makan lidi-lidian, sampai bumbu terakhir pun saya gulung terus sampai posisinya terbalik supaya seluruh bumbu bisa saya cicip (untuk yang biasa melakukannya juga untuk menikmati lidi-lidian, pasti tahu dong maksudnya seperti apa, hehe) Ibaratnya hingga butiran bumbu terakhir :”D

Kemudian saya membuka obrolan kepada rekan sebelah saya, Arumi dan Ndari. Singkat cerita gak penting kami intinya adalah...kangen makan lidi-lidian *biar cepet hahaha. Kemudian saya dan Arumi googling mengenai lidi-lidian, di mana toko online yang menjual lidi-lidian. Sambil timbang sana sini, lihat record penjualan, maka diputuskanlah untuk membeli Mie Lidi Nyere (Lidi-lidian beraroma Daun Jeruk). Kami pilih rasa yang kami kehendaki, kemudian main ke unit sebelah untuk menawarkan, apakah mau ikutan beli. Kan lumayan jadi sekalian belinya. Setelah mengumpulkan list pesanan, Arumi langsung memesan via bbm. Toko online-nya punya bbm loh.

Sang empu lidi-lidian pun bilang kalau pesanan lengkap semua dan totalnya ada 2 kg! Wow! Haha. Karena kami pesan banyak maka kami pun diberikan free ongkir dari Sukabumi – Jakarta. Alhamdulillah :D Ohya, lokasi tokonya ada di Sukabumi. Setelah melakukan proses pembayaran dari rekening BNI Syariah saya ke rekening BCA juragan lidi, maka dimulailah deg-deg-an nunggu kiriman datang, aakh gak sabar (okeeh ini lebay).

Dua hari kemudian, Arumi diberitahukan oleh security di banking hall lantai 1 bahwa ada kiriman. Sentak kami bersorai “Itu pasti lidi-lidiannya!!!” Nggak sabar, Arumi langsung turun dan mengambil paketnya di lantai 1. Begitu sampai ke ruangan Processing, saya langsung berhambur dan gak sabar untuk membuka. Dan inilah paket kami.

Saya baru tahu, ternyata isinya hanya 60gram, udah ngebayangin isinya jauh lebih banyak dari itu padahal hehehe. Tapi gapapa, terbayar harganya dengan rasa lidi-lidian yang gurih dan pas rasanya. Sukses membuat unit lain yang mencoba lidi-lidian kami untuk pesan juga. Mereka menanyakan kapan lagi mau order lidi-lidian, kalau mau order mereka mau ikutan. Weeew pengikut lidi-lidian pun nambah :”D Kini dalam seminggu terakhir, lidi-lidian happening banget di cabang, ahahhaha!

Well kalau boleh kasih saran, saya sih jauh lebih suka dengan yang rasa Sedang Pedas (SD). Pedasnya pas, tidak terlalu pedas, tapi ya pedas juga sih *terbukti saya tetep kepedesan juga dan minum terus* Kalau yang rasa Super Pedas, berlebihan pedasnya, lebih berasa lada. Kalau yang rasa lain (jagung bakar, asin, strawberry, pizza, rendang, dll) agak aneh menurut saya, karena rasa lidi-lidian itu ya pedas seperti yang dulu saya sering beli, bukan asin atau manis. Itu menurut saya yaaaa.. Kalau penasaran, silahkan dicoba dan nikmati serangan lidi-lidian :D

Kardus Kiriman Lidi-Lidian
Stock Pembelian Lidi-Lidian

Monday, July 1, 2013

"Habiskan" Gajimu di Jalan yang Benar


Saat ini kamu bekerja? Saya juga. Setiap bulan menerima penghasilan rutin berupa gaji dari perusahaan? Saya juga. Merasa sulit untuk menabung setiap bulan? Saya juga. Merasa gajimu habis terus setiap bulannya? Yaaaa...Saya juga, haha! Namun karena hal tersebut kamu jadi malas untuk menabung? Wah, jangan sampe deh! Kalo kata orang dulu sih, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, hemat pangkal kaya. Sudah terbukti memang menabung itu banyak manfaatnya.

Dengan menabung kita memiliki dana darurat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, atau kita bisa membeli barang yang kita inginkan sejak lama, serta yang paling bijak adalah menabung untuk masa keperluan di masa mendatang (investasi).

Setiap bulan, pegawai kantoran pasti dapet gaji kan? Tapi rasa-rasanya tiap bulan selalu habis. Bahkan ada yang tiap bulan selalu merasa gajinya kok kurang? Wah. Wah. Menurut Saya “semakin besar gaji semakin besar juga pengeluaran”. Wajar kalau ada yang sampai kepikiran kenapa gaji bulanan sering habis. Gak perlu heran, karena memang seperti itulah fitrah uang, untuk dihabiskan. *loh kok dihabiskan??*

Coba iseng tanya ke rekan-rekan kamu, bagaimana cara mereka menabung? Sebagian pasti ada yang menjawab “gajinya dipakai untuk kebutuhan, sisanya baru di-tabung”. Jadi menabung dari sisa gaji, nanti kalau ada sisa gajinya. Sampe jungkir balik, salto, rol depan rol belakang sampai sikap kayang, bakal susaaaaah banget kalo disuruh menyisakan gaji untuk ditabung. Sedangkan kalau mau jujur sih, susah ya menyisakan gaji. Mana yang lebih enak, menyisakan gaji atau menghabiskan gaji? Jelas menghabiskan gaji kan? Nah, tapi ini beda, “menghabiskan” gaji di jalan yang benar. Seperti apa sih?

Ayo kita main POS REKENING dan SKALA PRIORITAS.
Saya memiliki beberapa rekening BNI Syariah untuk pos rekening saya;

1 Rekening Gaji
Kamu pasti punya rekening gaji dong, yang setiap tanggal gajian akan terisi full oleh gaji. Biasanya banker paling bahagia luar biasa kalo tanggal 25, tapi begitu tanggal belasan ngiritnya luar biasa hehe. Rekening gaji hanya saya gunakan untuk khusus penerimaan gaji, tidak dicampur untuk kepentingan lain. Hanya untuk menerima gaji tidak dicampur dengan saving atau dana lain. Mengapa? Untuk memudahkan monitoring apakah bulan tersebut saya boros, berapa saving yang bisa saya lakukan, dan sebagainya.

2 Rekening Operasional
Rekening ini yang biasa saya pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari saya. Untuk biaya makan siang, transport ke kantor, dan kebutuhan sehari-hari saya yang sifatnya adalah fix setiap bulan.

3 Rekening Saving
Rekening ini dipergunakan untuk menampung dana saving dan investasi saya setiap bulannya. Kalau bisa sih rekening ini jangan di utak-atik apalagi ditarik melalui ATM, lama-lama habis dong. Rekening inilah the real deposit account.

Penting sekali untuk memisahkan rekening menjadi beberapa rekening. Ini akan membantu kamu juga dalam alokasi gaji dan disiplin dalam menabung. Jika rekening untuk menabung digabung dengan rekening penerimaan gaji, akan sulit untuk tracing jumlah uang yang kita tabung pada bulan tersebut.

Setelah memiliki Pos Rekening, yuk lanjut ke Skala Prioritas.

Gaji yang kita peroleh akan kita bagi menjadi beberapa prioritas yang nantinya akan dialokasikan ke masing-masing pos rekening. Apa saja skala prioritas untuk menghabiskan gaji bulanan?


1 Pay your GOD first. Zakat, Infaq, Sedekah will purify your income.
Gaji yang kamu dapatkan adalah berkah dari Allah yang sudah seyogyanya kamu alokasinya sebagian untuk Allah. Makin banyak menginfakkan hartamu di jalan Allah, insya Allah akan semakin berkah.

2 Pay your debts immediately. You don’t know when the end of your world.
Membayar hutang itu adalah wajib dan sesuatu yang harus disegerakan. Maka membayar hutang masuk ke skala prioritas awal yang harus ditunaikan. Apa yang masuk kategori hutang? Bayar kartu kredit yang kamu punya, misalnya kartu kredit BNI Syariah yakni Hasanah Card. Membayar tagihan-tagihan yang memang masuk jatuh tempo pembayaran, kamu pernah meminjam uang ke orang lain, dsb. Dahulukan membayar hutang.

3 Allocate your money to Deposit and Investment things. Everything must be well prepared.
Menyisihkan sisa gaji untuk menabung? Thats not good idea. Tapi sengaja dari awal mengalokasikan gaji untuk menabung, nah itu baru brilliant idea! Alokasikan minimal 25% dari gajimu untuk saving/deposit dan investasi. Mengapa mesti di awal-awal dikeluarkan? Karena tadi itu, suliiit banget kan untuk menabung, jadi harus diprioritaskan. Alokasinya dana untuk menabung ini ke “Rekening Saving” (lihat jenis-jenis rekening di atas tadi). Jika mau lebih dari 20% maka bisa juga ke instrument investas lain seperti : Tabungan Perencanaa (contohnya Tapenas Hasanah BNI Syariah), kepemilikan Logam Mulia (bisa juga produknya Murabahah Emas BNI Syariah), Deposito (nah ini Deposito Hasanah BNI Syariah, keuntungannya tidak ada biaya pinalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo), Reksa Dana, Saham, dan instrumen investasi lainnya, tergantung selera masing-masing.

4 Take your daily needs, lunch, transport, for your family, etc.
Ini adalah biaya hidup sehari-hari. Alokasikan dana ini ke “Rekening Operasional” (lihat jenis-jenis rekening di atas lagi ya). Mengenai jumlah yang harus dialokasikan ke Rekening Operasional berbeda-beda, karena kebutuhan setiap orang akan berbeda satu sama lain. Ada yang biaya hidupnya cukup dengan 700.000 per bulan, ada pula yang biaya hidupnya 1.500.000 dsb. Biaya hidup ini bisa dibilang fix dan sulit untuk ditekan, karena setiap bulan akan mengelaurkan biaya hidup ini. Kecuali jika kamu mau berhemat sih bisa. Kalau sudah setiap bulan me-record kebutuhan bulanan, dengan sendirinya kamu akan paham berapa yang harus disediakan per bulan di rekening operasional kamu.

5 SISANYA? Spend it on your pleasure.
Nah masih ada kan sisa gaji yang mengendap di Rekening Gaji kamu? Biarkan saja mengendap di Rekening Gaji kamu. Jumlah inilah yang kamu bisa pakai untuk “kesenangan” kamu. Misalnya kamu suka belanja, maka uang inilah yang dipergunakan untuk belanja. Kalau suka baca buku ya uang ini yang dipergunakan untuk membeli buku. Dana inilah yang bisa kamu tekan semaksimal mungkin, karena sesungguhnya ini adalah “Dana Kesenangan”. Dana ini yang boleh dihabiskan, namun hati-hati, jangan terlalu cepat menghabiskan gaji. Karena tanggal 25 masih lama lho, hehe.

Mudah sekali untuk menentukan apakah bulan tersebut kamu banyak pengeluaran maupun boros :P hehehhe. Saat baru tanggal belasan tapi rekening operasional dan rekening gaji sudah menipis, itu bisa sebagai warning sign buat kamu. Coba kalau rekening simpanan kamu digabung sama rekening gaji, mana ketauan berapa jumlah saving kamu, berapa jumlah sisa uang yang bisa kamu pakai. Yang ada justru kamu tanpa sengaja memakai dana saving untuk belanja, nah loh!

Apabila “Dana Kesenanngan” yang terdapat di rekening gaji kamu ada sisa sampai tanggal 25 bulan depan, wow, applause buat kamu, berarti bulan lalu kamu bisa hemat. Silahkan sisihkan sebagian untuk Infaq + Sedekah, dan sisanya masukan kembali ke Rekening Saving :D

Nah, tadi itu untuk gaji bulanan yang memang nilainya tetap setiap bulannya. Gimana dengan penghasilan tambahan seperti Bonus, THR, Ongkos Perjalanan Cuti dsb? Pastika untuk menyisihkan paling tidak 50% untuk saving ya! Wow, mengapa besar sekali? Ya karena jumlah penghasilan tambahan ini besar nilainya. Kalau tidak “diselamatkan” dalam jumlah banyak, akan melenakan dan uang itu akan habis gak pamitan, gak sopan banget kan. Jadi untuk prepare, baiknya 50% diselamatkan untuk saving dan investasi.

Gaji itu memang untuk dihabiskan. Maka habiskanlah gajimu di jalan yang benar. Menghabiskan gaji akan lebih menyenangkan ketimbang menyisakan gaji. Ganti pola pikir cahflow kamu sekarang! :D

Semoga bermanfaat –Noni Halimi

Kartu Kredit Gak Selamanya Bikin Melilit


Kartu kredit identik dengan gaya hidup konsumtif yang memaksa pemegang kartu membeli hal-hal yang tidak perlu-perlu banget untuk dibeli, atau menggunakan dana melebihi batas yang bisa dibayar oleh si pemegang kartu. Banyak promo yang ditawarkan kartu kredit bisa jadi mendorong pemegang kartu bertindak konsumtif berlebihan, hingga tiba saatnya billing payment datang, dan JEDAAAR! Banyak banget ya tagihannya!

Kartu kredit bukan tidak memiliki fungsi dan keuntungan. Ada kok keuntungan memiliki kartu kredit. Berhubungan saya pribadi hanya memiliki satu kartu kredit, maka saya gunakan contoh kartu kredit ini, hehe. Saya punya kartu kredit yang dikeluarkan oleh BNI Syariah, yakni HASANAH CARD. Ini adalah kartu kredit berbasis syariah dengan biaya annual fee murah, sistem cash rebet , dan pastinya tanpa riba. Further info bisa cek langsung di laman : www.bnisyariah.co.id

Apa gunanya kartu kredit ini?

PERTAMA, Biasanya saya pergunakan untuk keperluan mendesak yang kira-kira saya lebih milih gesek kartu kredit ketimbang debit, misalnya beli buku, haha, bagi saya itu kepentingan mendesak. Dan saya lebih senang beli buku dengan kartu kredit ketimbang debit, jika saya membeli buku dalam jumlah lumayan banyak. Namun apabila hanya membeli 1-2 buku, gunakanlah uang tunai atau debit. Apalagi kebutuhan mendesak lain? Ini tergantung persepsi dan kebutuhan masing-masing orang, yang penting adalah jangan di-desak-desakin. Hehehehe. Tahu kan? Kalau bisa gak pake kartu kredit ya gak usah gesek.

KEDUA, kartu kredit juga bisa dipergunakan kalau ada promo gadget dengan cicilan 0%. Memang seluruh promo dengan sistem smart spending Hasanah Card selalu 0% dan tanpa bunga. Saya pernah dua kali menggunakan fasilitas smart spending Hasanah Card untuk pembelian gadget yang memang ada promonya. Menurut saya menguntungkan, karena cicilan per bulan kan jadi murah ketimbang membeli dengan cash. Itung-itung membeli dengan cara mencicil tanpa tambahan biaya apa pun.

KETIGA, saya pergunakan untuk promo yang dikeluarkan oleh Hasanah Card, misalnya untuk tiket masuk ke lokasi wisata, promo restoran. Namun untuk promo ini saya tidak begitu sering menggunakannya, mengingat esensi dari kartu kredit bagi saya adalah sarana untuk keadaan mendesak tadi hehe. Tapi kalau ada promo di toko buku / groceries sih semangat! *loh*

KEEMPAT, kartu kredit bisa dipergunakan untuk pembayaran tiket pesawat. Saya menggunakan fasilitas ini beberapa kali untuk traveling, hehe. Misalnya ada promo Air Asia yang suka gak sopan kalo promo gak liat-liat tanggal gajian, sedangkan untuk booked kursi harus segera dan saat itu jg harus bayar. Maka kartu kredit menjadi oase di tengah padang pasir, tsaaahhh curcol. Jadi pilihlah pembayaran dengan kartu kredit, maka selesai urusan, bulan depan saat keluar tagihan jangan lupa langsung dibayar ya!

KELIMA, kartu kredit bisa juga buat gaya-gayaan *eh! Bukan, kartu kredit hasanah Card ini bisa juga sebagai sarana mensosialisasikan kartu kredit berbasis syariah, bahwa ada lho, kartu kredit yang bikin tenang. Hasanah Card ini pun akan otomatis decline transaksi kita apabila kita melakukan transaksi di merchant yang tidak sesuai dengan syariah, misal bar, tempat clubbing, dan sebagainya :P Hasanah Card ini juga tidak mendorong si empu kartu untuk bertindak konsumtif.

Nah, kalau sudah punya kartu kredit, maka saya ada sedikit saran mengenai kartu kredit ini :

1. Pergunakan kartu kredit dalam keadaan memang terdesak. Kalau bisa tidak menggunakan kartu kredit akan lebih baik. Kalau gak perlu-perlu banget buat gesek ya gak usah.

2. Bayarlah segera tagihan kartu kredit kamu saat sudah keluar tagihan. Ini penting. Terlebih kartu kredit itu masuk dalam Info BI kolektibiliti pinjaman kamu. Kalau kamu telat bayar kartu kredit, maka record kamu di BI akan buruk dan akan sulit bagi kamu di kemudian hari untuk mengajukan kartu kredit lain atau pinjaman di Bank. Kalau memang bisa full payment akan lebih baik, segera dilunasi tagihannya.

3. Jangan menggunakan kartu kredit untuk membeli kebutuhan sehari-hari, misalnya belanja bulanan. Karena sesungguhnya kartu kredit ini untuk memfasilitasi kebutuhan tersier, bukan kebutuhan primer. Jangan sampe beli beras pakai kartu kredit, itu kebutuhan primer. Beda cerita kalau ada promo pembelanjaan di grocery atau pusat perbelanjaan. Namun jangan digunakan untuk kebiasaan.

4. Pakai prinsip beli yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. Selalu berpikir berulang kali sebelum membeli sesuatu menggunakan kartu kredit.

Bijaklah dalam bertransaksi menggunakan kartu kredit, karena tidak selamanya kartu kredit itu bikin melilit :D

Semoga bermanfaat. –Noni Halimi


Tabungan Perencanaan : Yuk, Berencana!


Pengen nabung dengan disiplin dan tanpa harus repot-repot transfer? BNI Syariah punya produk yang bisa fasilitasin hal ini loh! Namanya Tabungan Perencanaan Hasanah (TAPENAS atau nantinya akan kita sebut dengan TAPENAS HASANAH ya *request).

Tapenas Hasanah adalah Tabungan perencanaan yang dikelola secara syariah dengan akad Mudharabah Muthlaqah. Tapenas Hasanah membantu kamu untuk menyiapkan rencana-rencana seperti : pendidikan, pernikahan, traveling, umroh, beli gadget oke, bahkan hanya sekedar ingin nabung rutin pun bisa.

Apa sih keuntungan Tapenas Hasanah ketimbang Tabungan lainnya?

- Bagi Hasil yang diberikan lebih kompetitif dan lebih tinggi dari tabungan biasa
- Setoran bulanan sesuai dengan perencanaan
- Asuransi otomatis bebas premi
- Pelayanan di lebih dari 787 kantor Cabang BNI dan 58 kantor Cabang BNI Syariah
- Sistem autodebet tiap bulannya

Bagaimana cara mebuka rekening Tabungan Tapenas Hasanah? Yuk, simak!

PERTAMA, pastikan kamu punya rekening TABUNGAN HASANAH (bisa Mudharabah maupun Wadiah, keduanya compatible kok, hehe, berasa komputer)

KEDUA, buka rekening TAPENAS HASANAH dengan membawa -> KTP; Buku Tabungan Hasanah; Fotocopy Identitas Penerima Manfaat (karena tabungan ini harus ada penerima manfaat, maka diharuskan untuk melampirkan identitas penerima manfaat. yang bisa menjadi penerima manfaat adalah orangtua, suami, isteri, kakak, adik, dan orang yang masih ada hubungan saudara. Nama penerima manfaat ini nantinya akan tercantum di buku Tabungan Tapenas Hasanah kamu).

KETIGA, Isi formulir pembukaan rekening Tapenas Hasanah

Hal-hal yang penting terkait dengan Tapenas Hasanah ini adalah
- Mengisi formulir Tapenas Hasanah
- Memiliki Tabungan Hasanah
- Setoran Awal minimum Rp.100.000
- Setoran bulanan minimum Rp.100.000 dan kelipatan Rp.50.000 dan maksimal setoran bulanan Rp. 5.000.00. Misalnya setoran bulanannya Rp.250.000 atau Rp.500.000.
- Jatuh tempo/ jangka waktu minimum 1 tahun dan maksimum 18 tahun
- Tanggal autodebet setiap tanggal 5.

Jadi dari rekening Tabungan Hasanah tiap tanggal 5 langsung pindah otomatis sejumlah setoran bulanan ke Tapenas Hasanah. Pastikan sebelum tanggal 5 telah tersedia dana di rekening Tabungan Hasanah kamu ya! Karena apabila tidak ada dana, pada tanggal 5 akan terjadi gagal debet ke rekening Tapenas Hasanah. Apabila terjadi gagal debet 3 kali, maka Tapenas Hasanah otomatis akan tutup, dan seluruh dana pindah ke Tabungan Hasanah. Untuk membuka Tapenas Hasanah kembali, harus membuka Rekening Tapenas Hasanah ke Customer Service lagi.

Apabila sudah jatuh tempo atau jangka waktu sudah habis, tidak perlu datang ke Cabang BNI Syariah untuk menutup rekening, karena rekening kamu otomatis akan tertutup sendiri akibat jatuh tempo, dan seluruh dana beserta bagi hasil akan pindah semua ke ke Tabungan Hasanah (primary).
Biaya administrasi bulanan Rp.500. Murah banget kaaaaan!
Biaya penutupan sebelum jatuh tempo dikenakan Rp.50.000, namun apabila tutup rekening setelah jatuh tempo hanya dikenakan Rp.5.000.

Dana yang tersimpan di rekening Tapenas Hasanah tidak bisa ditarik/diambil karena tidak diberikan ATM, dananya pun beku, karena peruntukannya memang untuk perencanaan. Kalau ada fasilitas ATM, ya bisa suka-suka diambil nanti habis dong. Dana ini bisa diambil sebagian, maksimum 20% dari total saldo setelah 1 tahun mengendap. Namun akan lebih baik kalau tidak diambil, namanya juga tabungan perencanaan kan :D 

Jangan lupa tanyakan ke Customer Service ada gimmick menarik apa untuk setiap pembukaan rekening Tapenas Hasanah dengan nominal setoran bulanan tertentu. Biasanya ada souvenir menarik apabila setoran bulanan di atas Rp. 250.000.

Gimana? Cukup mudah dan menguntungkan kan? Yuk, berencana dengan Tabungan Perencanaan Hasanah BNI Syariah.

-Noni Halimi

Bagaimana Cara Membeli Pulsa di SMS Banking

Bagaimana Cara Membeli Pulsa Melalui SMS Banking?

1. Masuk ke launcher BNI SMS Banking

2. Pilih PEMBELIAN

3. Pilih VOUCHER TELKOMSEL (misalnya untuk pengguna provider Telkomsel)

4. Masukan NOMOR HP kamu

5. Silahkan pilih NOMINAL PULSA yang akan kamu beli

6. Pilih Proses

7. Cek Inbox SMS kamu, ada pesan dari 3346. Bahwa untuk melanjutkan proses cek saldo rekening, kamu diminta untuk memasukan PIN digit ke 6 & 5 PIN kamu. Ingat ya, PIN SMS Banking, bukan PIN ATM (kecuali jika PIN SMS Banking kamu sama dengan PIN ATM). Misal PIN kamu 250388, maka digit ke 6 dan 4 adalah “83”. Silahkan reply SMS tersebut dengan hanya mengetik angka 83. Untuk PIN Challenge ini akan diacak, sehingga tidak melulu meminta kombinasi PIN ke 6 dan 5. Bisa saja diminta untuk memasukkan PIN digit ke 4 & 3, atau 1 & 6.

8. Setelah kamu reply SMS dengan memasukkan digit PIN yang diminta, sedetik kemudian pulsa kamu sudah terisi, jengjeng! Indikatornya adalah terdapat SMS dari 3346 yang memberitahukan bahwa transaksi pengisian pulsa telah berhasil.

9. Segera hapus history SMS dari 3346 maupun balasan yang kamu kirimkan untuk 3346. Keep it clean demi keamanan rekening kamu :D

Semoga bisa membantu nasabah BNI dan BNI Syariah ya :D

Sunday, June 30, 2013

BNI SMS Banking

Bagaimana Cara Mendaftar BNI SMS Banking Rekening BNI Syariah?

Untuk seluruh transaksi nasabah BNI Syariah sangat dibantu oleh teknologi canggih BNI. ATM, SMS Banking, Internet Banking BNI Syariah menggunakan fasilitas yang sama dengan BNI. Keren kan! nah, mau transaksi di HP tanpa harus ribet ke ATM? Daftar deh BNI SMS Banking, dijamin praktis dan memudahkan lho.

How to activating your BNI SMS Banking? Mudah banget! Begini caranya :

VIA ATM BNI46
Bergegas ke ATM BNI (pilih menu E-Channel - SMS Banking - Masukkan Nomor HP kamu - Masukkan 6 digit PIN SMS Banking yang kamu mau (boleh disamakan dengan PIN ATM kamu kalau takut lupa) - DONE. Apabila telah selesai transaksi, akan keluar receipt kertas dari mesin ATM sebagai bukti kamu telah mendaftarkan BNI SMS Banking.

Dengan kamu registrasi melalui ATM, maka kamu bisa Cek Saldo di HP kamu. Namun kamu belum bisa melakukan transaksi finansial seperti transfer uang, pembelian pulsa, pembayaran telepon dan transaksi finansial lainnya. Gimana supaya bisa transaksi finansial? Habis dari ATM, langsung datang saja ke Customer Service BNI Syariah. Setelah itu, jangan lupa download launcher BNI SMS Banking ya!

VIA CUSTOMER SERVICE
Bawa Buku Tabungan, Kartu ATM dan KTP ke Customer Service BNI Syariah. Bilang ke mbak-mbak cantik Customer Service-nya bahwa kamu mau mendaftarkan dan mengaktifkan SMS Banking ya!
Customer Service BNI Syariah akan membantu kamu dalam mendaftarkan BNI SMS Banking, sekaligus mengaktifkan transaksi finansial BNI SMS Banking kamu. Jadi selain cek saldo rekening, kamu jg bisa transfer uang, pembelian, pembayaran dsb.

Yang perlu diingat, perbedaan mendasar antara mendaftar SMS Banking di ATM dan di Customer Service adalah PIN BNI SMS Banking kamu. Jika di ATM kamu bisa memilih/menentukan sendiri 6 digit PIN BNI SMS Banking kamu, sedangkan di Customer Service PIN BNI SMS Banking kamu adalah PIN Standar yakni 123456. yah PIN-nya gampang banget, nanti kalau disalahgunakan orang gimana?? Tenang saja, di aplikasi BNI SMS Banking ada pilihan untuk GANTI PIN kok :D
Setelah selesai, silahkan download launcher BNI SMS Banking.

=========

Cara Download BNI SMS Banking :
Untuk HP Blackberry ;
- ketik : DOWNLOAD (spasi) MENU (spasi) BB
- kirim ke 3346
- 3346 akan mengirimkan SMS respon yang berisi link, download link tersebut.

Untuk HP Non Blackberry ;
- ketik : DOWNLOAD (spasi) MENU
- kirim ke 3346
- 3346 akan mengirimkan SMS respon yang berisi link, download link tersebut.

Untuk HP Android
- Search BNI SMS BANKING di aplikasi Playstore, kemudian download

Mudah kan? Semoga Bermanfaat :D -Noni Halimi