Showing posts with label pelajar. Show all posts
Showing posts with label pelajar. Show all posts

Monday, September 14, 2015

Jepang Negara Super Bersih

Jepang negara yang sangat teratur, demikian halnya dengan aturan kebersihan yang ada di Jepang. Saat saya berkeliling Tokyo baik di lokasi wisata umum, jalan umum, jalan raya, bahkan jalan-jalan perumahan dan pinggir-pinggir jalan kecil, hampir tidak ada sampah secuil pun bertengger. Hal ini dikarenakan budaya masyarakat Jepang yang sangat memperhatikan dan mengedepankan kebersihan. Rasanya mau guling-gulingan di jalan, saking senengnya tidak ada sampah berserakan. Tidak hanya sampah, termasuk juga rokok. Di Jepang urusan rokok pun sangat diatur, Jepang melarang masyarakatnya merokok di sembarang tempat. Tersedia smoking area untuk mereka yang ingin merokok, dan jangan harap nemu sampah puntung rokok di jalanan, asli bersiiih.

Ngaso abis jalan jauh
Jalan raya yang kosong akan sampah
Jepang menyediakan banyak tempat sampah di sepanjang jalan dengan konsep sampah organik dan non organik. Tidak sulit menemukan tempat pembuangan sampah sehingga tidak ada alasan untuk membuang sampah sembarangan di Jepang. Saking mendarah daging akan kebersihan ini pun sudah ditanamkan ke anak-anak. Saya diceritakan oleh rekan saya yang punya pengalaman unik di Jepang. Saat itu ia sedang menaiki kereta Subway Jepang, dan ia berdiri tidak jauh dari seorang anak laki-laki bersama Ibunya. Anak tersebut kurang lebih berusia 4 tahun, ia sedang menggenggam kaleng yang berisi permen kecil berwarna warni. Karena ia tidak berhati-hati membuka tutup kaleng tersebut, entah mengapa kaleng tersebut jatuh berserakan ke lantai kereta. Tanpa dikomando oleh Ibunya, anak laki-laki tersebut secara otomatis memunguti permen yang berserakan di lantai dan menaruhnya di atas tissu kemungkinan untuk dibuang. Sedangkan permen-permen yang selamat dan tidak jatuh ke lantai, segera ia simpan dan menutup kembali kalengnya. Luar biasa, anak kecil saja sudah bisa berinisiatif akan kebersihan tanpa diperintah maupun diarahkan oleh orang dewasa yang mendampinginya.. 

Model tempat sampah paling simple di tempat umum
Saya juga menemukan bermacam-macam tempat sampah ketika di salah satu lokasi wisata. Biasanya di Indonesia hanya dibedakan sampah kering dan basah, atau organik dan non organik. Namun tempat sampah di Jepang jauh lebih spesifik. Ada tempat sampah khusus sampah yang bisa dibakar, sampah berbahan styrofoam, sampah minuman kaleng, sampah botol plastik, sampah botol atau segala macam berbahan gelas/kaca. Jepang juga membuat edukasi jenis-jenis tempat sampah ini dengan gambar kartun yang menarik. Memang hampir semua pesan edukasi maupun informasi di Jepang pasti menggunakan kartun daa gambar selain ingin menunjukkan identitas diri bahwa Jepang memang negara Anime, hal ini juga untuk memudahkan masyarakat memahami pesan yang disampaikan. Orang akan lebih tertarik dan mengerti ketika sebuah pesan disisipkan dengan visual gambar.

Semoga budaya bersih di Jepang bisa ditularkan ke Indonesia ya, setidaknya memulai dari diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengajak orang lain untuk menjaga kebersihan bersama. Karena dalam Islam saja sudah jelas, kebersihan itu sebagian dari iman, kan? -Noni Halimi

Ini jalanan kampungnya, sama bersihnya

Seragam Jepang yang Keren

Berfoto bersama bocil-bocil SD di Sensoji Temple
Seragam sekolah atau biasa disebut dengan Seifuku sudah ada di Jepang sejak zaman Meiji atau lebih dari 100 tahun yang lalu. Pada zaman dahulu seragam anak sekolah di Jepang hanya berupa kimono formal, dan kemeja kerah tinggi untuk laki-laki. Namun seiring dengan perkembangan zaman, maka bentuk seragam sekolah di Jepang mulai berubah. Pada era tahun 1920 kemudian para siswa Jepang menggunakan seragam jenis pelaut yang berbentuk scarft segitiga disertai dasi, kelepak di bagian punggung serta rok untuk anak wanita. Seragam model pelaut ini diperkenalkan oleh kepala Sekolah Fukuoka Jo Gakuin University yang bernama Elizabeth Lee. Model seragam ini mengikuti seragam yang digunakan Angkatan Laut di Inggris. Sedangkan untuk murid laki-laki bisa menggunakan seragam Gakuran. Kata Gakuran berasal dari kata gaku yang artinya belajar/murid, dan ran yang artinya negara Barat. Gakuran mirip seperti pakaian militer tempo dulu dengan ciri khas kemeja gelap kerah tinggi tegak dan berkancing emas. Umumnya berwarna gelap keseluruhan dari atas hingga celana, ikat pinggang dan sepatu.

Kali ini foto bareng anak sekolah ABG Jepang
Minta difotoin loncat

Peranan dari Seragam

Seragam sekolah bisa menjadi simbol kemakmuran bagi siswa yang mengenakannya. Bagaimana tidak, ada beberapa sekolah menengah atas yang sengaja membuat desain seragam sekolah menggunakan perancang busana terkenal. Seragam juga berperan bagi siswa yang duduk di bangku SMP dan SMU dalam hal percintaan. Jika kita menonton acara dorama Jepang, maka biasanya untuk menyatakan cinta maka pelajar wanita akan mendatangi pelajar pria atau kekasihnya untuk meminta kancing (dai-ni) yakni kancing kedua dari atas jas seragam milik pelajar pria. Jika ia tidak bertepuk sebelah tangan, maka pelajar pria akan mencopot dan menyerahkan kepada pelajar wanita tersebut. Kenapa kancing kedua dari atas? Filosofinya kaerna letak kancing tersebut yang paling dekat dengan hati, sehingga seolah-olah siswa tersebut menyerahkan hatinya. Tsaaahhh..

Seragam sekolah di Jepang konon katanya bisa menaikan derajat keimutan beberapa poin ketimbang tidak menggunakan seragam. Buktinya pelajar Jepang sangat betah pergi kemana-mana mengenakan seragam, baik ke tempat perbelanjaan maupun tempat wisata sekali pun. Berbeda dengan di Indonesia yang ingin segera mencopot seragam ketika pelajaran sekolah telah usai dan ingin segera berjalan-jalan tempat lain, kalau di Jepang justru ingin tetap dipakai. Bahkan banyak pelajar Jepang yang tetap mengenakan seragam sekolahnya meskipun hari libur. Waduuuhh...

Seragam Jepang sesuai dengan Musimnya

Seragam yang dipergunakan oleh pelajar Jepang terdapat berbagai jenis yang pemakaiannya disesuaikan dengan musim yang sedang berlangsung di Jepang. Seperti kita ketahui bahwa Jepang merupakan negara 4 musim yakni musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Ada pun bentuk dan bahan seragam mengikuti musim yang ada di Jepang :

Contoh seragam di Jepang
Contoh seragam di Jepang part 2
1. Musim Semi
Musim ini merupakan hawa yang sangat cocok dan menyenangkan untuk banyak orang. Pada musim ini semua jenis seragam cocok dipergunakan, menurut beberapa sumber pada musim ini cara berpakaian sekolah tidak dijadwalkan sehingga siswa siswinya bisa saja mengenakan seragam yang berbeda-beda

2. Musim Panas
Pada musim panas, jenis seragam yang digunakan berlengan pendek, tipis, tanpa dasi, rok pendek. Mungkin lebih mirip dengan seragam sailor.

3. Musim Gugur
Pada saat itu suhu sudah mulai turun, hawa mulai dingin dan sudah banyak angin, karena itu jenis seragam yang dipergunakan biasanya berbentuk sweater, rompi atau blazer.

4. Musim Dingin
Pada musim di Jepang suhunya sangat rendah, sehingga jenis seragam mulai tertutup, yang paling sering digunakan adalah jenis blazer dengan tambahan scarft tebal di leher.

Atribut Sekolah Jepang


Salah satu atribut yang digunakan berbarengan dengan seragam di Jepang adalah Topi. Untuk anak TK biasanya berwarna kuning terang. Mungkin supaya lebih cerah dan mudah ditemukan ketika ada acara studi tour ke luar sekolah. Saya pernah melihat rombongan anak TK di suatu tempat wisata di Jepang dengan berbaris menggunakan topi kuning. Kalau lagi hilang, biar gampang nyarinya mungkin yaaaa..

Dasi yang dipergunakan pada seragam Jepang pun beraneka ragam jenisnya dari mulai dasi kupu-kupu, scarft untuk seragam sailor dengan berbagai warna, dasi formal untuk pasangan blazer. Kesemuanya dipakai oleh pelajar Jepang untuk melengkap seragamnya. 
Anak TK biasanya mengenakan topi kuning terang
Sedangkan untuk sepatu dan tas, terdapat keunikan sendiri untuk pelajar Jepang yakni jenis sepatu dan tas yang mereka kenakan sama persis satu dengan yang lainnya. Sepatu sekolah di Jepang biasanya didapatkan langsung dari sekolah satu paket dengan seragam bukan membeli secara sendiri-sendiri. Sepatu tersebut biasa disebut uwabaki. Biasanya uwabaki disimpan di loker sepatu milik masing-masing siswa. Jadi ketika siswa berangkat dari rumah ia menggunakan sepatu bebas, namun sesampainya di sekolah, ia wajib mengganti sepatunya dengan uwabaki dan meletakkan sepatu bebas miliknya di loker. Demikian halnya dengan tas. Untuk siswa TK biasanya menggunakan tas selempang atau post bag dengan warna senada dengan seragamnya. Untuk siswa SD biasanya menggunakan tas ransel yang disebut Randoseru, bentuknya kotak dengan bagian penutup agak keras, persis seperti tas milik Nobita. Sedangkan untuk siswa SMP biasanya mengenakan tas jinjing hitam, untuk anak SMA biasanya menggunakan tas berbahan lebih lentur dengan cara pakai diletakkan di pundak siswa. Pasa siswa juga sering menggantungkan gantungan kunci berupa boneka atau gantungan lucu lainnya pada tas mereka.

Kalau dipikir-pikir seru juga yaa seragam sekolah di Jepang yang punya tradisi dan ciri khas sendiri :D -Noni Halimi