Showing posts with label tausiyah. Show all posts
Showing posts with label tausiyah. Show all posts

Sunday, June 1, 2014

Menjadi Orang Tua Baru

“Refleksi Hijrah : Menjadi Orangtua yang Lebih Bijak”
Oleh bapak Irwan Rinaldi (Pakar ke-Ayah-an)
Masjid Agung Al Hikmah Tanjungpinang.

Ada beberapa poin penting yang beliau bahas pada pertemuan itu :

✔ Jadilah suami istri yang kompak dalam menjalankan tugas menjadi orangtua. Bukan aliran Sumatra atau Jawa yang kita pakai dalam menjalankan fungsi sebagai orangtua, jadikanlah Islam sebagai gaya hidup dan panduan

✔ Perhatikan dua waktu penting anak.
Saat bangun tidur dan hendak tidur. Pastikan yang keluar dari lisan kita adalah kalimat thoyyibah. Bisa bacaan Al Qur’an, asmaul husna, atau kisah tentang Rasul dan para sahabat. Buka dan tutup hari anak dengan Allah dan RasulNya. Hasil penelitian mengatakan (silahkan dicari, pembicara menyebutkan hanya saya tidak mencatat),

Pada saat usia 0-3 tahun, anak-anak mampu mengingat hingga 1500 kata, bayangkan kalau ini dikonversikan ke kalimatullah, Al-Qur’an. Usia 0-10 tahun, ada juga yang mengatakan 0-15 tahun adalah masa-masa paling hebat! Maka tanamkan pada anak nilai-nilai baik! Anak-anak usia ini begitu peka dengan apa yang didengarnya. Ia akan mengingat apa yang didengarnya itu hingga 10 tahun lamanya. 

Maka, sebelum anak tidur lelap, yaitu tidur dangkal, tanyakan padanya, apa yang paling berkesan baginya pada hari itu. Biasanya orang akan mengingat kalau tidak hal yang paling baik, pasti hal yang paling buruk. Bila misalnya, ia mengatakan, “tadi adek lempar kucing pakai batu.” Maka kita harus segera mengganti memorinya itu dengan kata-kata, “Allah dan RasulNya suka pada anak yang sayang pada binatang, besok tidak diulangi lagi ya dek.” Maka ketika kita mengatakan hal itu, maka memori jelek tergantikan dengan memori baik dan ini akan ia ingat 10 tahun ke depan.

Bila yang dia sampaikan adalah suatu hal yang baik, maka sokong dan kuatkan dengan mengatakan, “wah, hebat anak Bunda, Allah dan RasulNya pasti sayang sama adek.” Maka keesokannya ia akan cenderung mengulang perilaku baik tersebut. Begitulah pentingnya dua waktu ini, di jaga ya Ayah, Bunda..

O ya, tidak hanya ketika dua waktu itu,termasuk ketika anak menyusui, ajaklah ia berkomunikasi dengan kata-kata yang baik, gagetnya disimpen dulu ya Bun .

✔ Guru mengajarkan anak kita untuk bisa shalat, mengaji, puasa dan hal baik lainnya. Tapi belum tentu mereka membuat anak kita cinta shalat, mengaji dan puasa. Kitalah yang bisa melakukannya, insyaAllah.
Sebuah kisah, tentang seorang ayah yang shalat berjama’ah dengan anaknya di rumah. Lalu saat membaca al Fatihah, si ayah menangis. Usai shalat, si anak bertanya, “kenapa Ayah menangis pas baca al Fatihah tadi?” sang Ayah menjawab, “iya nak, kalimat Ar Rahman itu sungguh berat, ayah teringat dengan Abu Bakar, sahabat Rasulullah saw yang tersedu-sedu ketika mengucapkan kalimat itu, pegang air mata ayah ini nak, ayah rindu dengan Rasul....”

Bagaimana anak tak cinta shalat, mengaji, kalau ayah dan bundanya senantiasa berekspresi cinta ketika shalat dan mengaji 

✔ Saat istri hamil tua, rajin-rajinlah suami mengelus perut istri (maaf, kulit bertemu kulit) sambil membacakan al Qur’an dan kalimat-kalimat thoyyibah. Bila sejak dalam kandungan anak sudah terbiasa mendengar bacaan Al Qur’an, maka kelak ketika ia lahir, tumbuh, dan berkembang, dan ia mendengar al Qur’an, ia tidak akan merasa asing lagi dan cenderung cepat menghafalkannya.

✔ Saat ini anak-anak banyak yang bersikap kebanci-bancian, bukan fisiknya, tapi mentalnya. Misal : Penakut. Ini disebabkan karena mereka kehilangan sosok ayah di tiga tempat : rumah, masjid, dan sekolah. Maka mari ayah, hadirlah sepenuhnya dalam hidup anak-anakmu

Orangtua cenderung untuk mati-matian berjuang ketika anak-anaknya mau ikut UN, masuk kuliah, tapi lupa dengan pendidikan pada usia awal mereka. Padahal pendidikan di usia awal itulah penentu sikap dan laku anak di usia dewasanya.

Tentu, banyak hal yang belum tertulis di sini. Semoga yang di atas cukup mewakili apa yang disampaikan oleh Pak Irwan. Sebagai penutup, beliau mengajak semua orangtua yang hadir, “mari kita menjadi orangtua baru bagi anak-anak kita, orangtua yang tidak asal-asalan dalam menjalankan tugasnya sebagai orangtua. ingat, anak adalah aset kita, Teruslah belajar!”
Notulensi, Siti Maulina

Kata Terurai Jadi Laku

Kata Terurai Jadi Laku
Oleh Anis Matta

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali.
Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng,

"Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi laku. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati. Terkembang dalam kata. Terurai dalam laku. Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata.

Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus
menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi laku adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.

Tidak mudah memang menemukan cinta yang ini. Tapi harus begitulah cinta, seperti kata Imam Syafii, Kalau sudah pasti ada cinta di sisimu Semua kan jadi enteng.

Dan semua yang ada di atas tanah
Hanyalah tanah jua.

Logika dan Takdir

Sekedar Renungan..

Ada dua orang bersahabat, yang satu bernama "Logika" dan yang satunya lagi bernama "Takdir". Keduanya naik mobil dalam sebuah perjalanan yang panjang…...

Di tengah perjalan mobil mereka kehabisan bahan bakar.

Keduanya berusaha melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam. Keduanya berusaha menemukan tempat beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan.

Si Logika memutuskan untuk tidur di bawah sebatang pohon. Sedangkan si Takdir memilih tidur di tengah jalan. Logika berkata kepada Takdir: Kamu gila! Kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang lewat dan melindas tubuhmu. Takdir menjawab: Saya tidak akan tidur kecuali di tengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku dan mengajakku bersamanya.

Akhirnya Logika betul-betul tidur di bawah pohon dan Takdir tidur di tengah jalan.
Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi. Tatkala ia melihat seseorang tidur di tengah jalan, ia berusaha berhenti dengan mendadak, tapi sayang ia tidak bisa. Akhirnya ia membanting stir dan mobil itu berbelok ke arah pohon dan langsung menabrak Logika, dan selamatlah si Takdir.

Inilah kenyataan hidup, Takdir memainkan peranannya di tengah-tengah manusia. Kadang-kadang sekalipun ia bertentangan dengan Logika.

Maka boleh jadi terjadinya delay dalam penerbangan ada keselamatan di balik itu.

Boleh jadi tertunda kita mendapatkan hak kita krn ada hak orang lain yang selama ini kita abaikan dan kita tidak memperdulikan.

Boleh jadi kita terlambat menikah ada keberkahan di balik itu.

Boleh jadi kita belum dikaruniai anak ada kebaikan di balik itu.

Boleh jadi ditolaknya lamaran kerja kita ada hikmah besar di balik itu.

Tertundanya pertolongan dan kemenangan pasti ada manfaat yang sangat besar di belakang itu.
"Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagimu."

Memahami Arti Keluarga Sakinah

Catatan Kajian Keluarga Bulanan Masjid UI (Kamis, 3 April 2014)

"Memahami Keluarga Sakinah"
by: Bu Ery Soekresno

Pahami perbedaan psikologis pria dan wanita

*Laki-laki:
1. Memiliki keinginan untuk belajar & merubah diri menjadi lebih baik dibanding wanita
2. Lebih stabil pola emosinya
3. Memiliki standar lebih tinggi
4. Senang humor dan bercanda
5. Membutuhkan tantangan lebih besar
6. Lebih mudah bosan
7. Lebih mudah bahagia

*Perempuan:
1. Cenderung egois
2. Mudah berkata jujur
3. Cenderung menyimpan perasaannya

Sakinah: tenang, terhormat, aman, merasa terlindungi, penuh kasih sayang, mantap, memperoleh pembelaan.

✔ QS Ar-Ruum: 32
Keluarga sakinah; setiap anggota keluarga merasa aman, penuh kasih sayang, dan paling penting dirahmati oleh Allah.

Ini penting, karena:
1. Dapet separuh agama
2. Menjaga keimanan
3. Jalan masuk surga
4. Dasar berjamama'ah

Ciri-ciri keluarga sakinah » 4 hal yang menjadi faktor yg mendatangkan kebahagiaan keluarga:
1. Suami/Istri yg setia
2. Anak2 yg berbakti
3. Lingkungan sosial yg sehat (biah Islam)
4. Dekat rezekinya (mudah berbagi)

Ciri lainnya:
- Cenderung pada agama
- Muda hormat pada yg tua, tua sayang pada yg muda
- Sederhana dlm belanja
- Lemah lembut dlm bergaul
- QS 2 : 187 (suami/istri adalah pakaian bagi pasangannya)
- Pergaulan suami-istri dg cara yg ma'ruf
- Pasutri melaksanakan peran masing2 krn Allah
- Semua anggota keluarga beriman dan bertaqwa kpd Allah, kembali kpd Qur'an & sunnah
- Rezeki bersih dr yg haram

Tantangan hari ini:
1. Pola hidup modern
2. Khawatir ditertawakan oleh golongan fujaro dan malu disebut sebagai golongan abror

Kiat menuju keluarga sakinah:
1. Mulai dr mencari pasangan yg shalih/ah, taat kepada perintah Allah dan sunnah Rasulullah.
2. Pilih pasangan yg memiliki keutamaan iman & taqwa
3. Niat menikah utk ibadah kpd Allah
4. Pasutri menjalankan kewajiban dg dorongan iman, cinta, dan ibadah kpd Allah
5. Memahami kekurangan & kelebihan pasangan, menghargai, melengkapi.
6. Mohon pada Allah agar menjadi keluarga samaraba
7. Jalan2 ke tempat bersejarah Islam, utk tingkatkan kecintaan pada Islam
8. Ketika menghadapi masalah, selalu memohon perlindungan kpd Allah dan selesaikan dg musyawarah (QS 3 : 159)

Perempuan, sebelum menikah perlu siapkan diri sbg istri & ibu. Krn perempuan adalah kunci membangun peradaban.

Indonesia sampai saat ini adalah fatherless country, kurang optimalnya peran bapak, "ada tapi tiada". Laki-laki, persiapkan diri agar menjadi ayah yg baik.

Notulensi oleh Ummi Syifa

Resume Pra Nikah PPSDMS

Resume Materi Pra-Nikah
Ahad, 25 Mei 2014 @PPSDMS
Materi 1: Mengapa & Bagaimana Saya Menikah
Oleh Ust. Hilman Rosyad, Lc

Ada dua hal yang dibutuhkan utk menikah:
1. Menikah itu tak butuh cinta, cukup syahwat (keinginan) saja.
✔ QS.Ali Imran -> 14  dijadikan indah dalam pandangan manusia apa yang diinginkan.
✔ QS.Ar-Ruum: 21-> jaminan Allah bahwa setiap manusia ada jodohnya supaya merasa cenderung.
✔ QS.An-Nisaa: 3 -> nikahilah perempuan yang kamu sukai. Jadi nikah itu harus dengan yang disukai.
✔  QS An-Nuur: 30 -> anjuran kepada laki-laki mukmin untuk:
a) Menjaga Pandangan -> Maksudnya adalah mengalihkan perhatian, bukan menundukkan pandangan.
b) Menjaga kemaluannya ->
   - Thaharah: istinja dgn benar, mencukur bulu kemaluan hingga bersih setiap 40 hari sekali
   - Tidak boleh diperlihatkan, baik secara jelas maupun bentuknya (jangan pakai celana yang ketat)
   - Dijaga fungsinya: fungsi ekskresi dan alat reproduksi (hanya boleh setelah menikah)
✔  QS. An-Nuur: 31 >> anjuran kepada perempuan mukmin:
a) Menjaga Pandangan -> Mengalihkan perhatian, bukan menundukkan pandangan
b) Menjaga kemaluannya >>
   - Thaharah: istinja dengan benar, mencukur bulu kemaluan hingga bersih setiap 40 hari sekali
   - Tidak boleh diperlihatkan, baik secara jelas maupun bentuknya (jangan pakai bawahan yang ketat)
   - Dijaga fungsinya: fungsi ekskresi dan alat reproduksi (hanya boleh setelah menikah)
c) Jangan menampakkan perhiasannya kecuali apa yang boleh tampak
d) Menutupkan kerudungnya sampai ke dada
e) Aturan mahram bagi perempuan

2. Menikah itu bila pantas menjadi suami/istri.
✔ QS. An-Nuur: 26 -> laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, dan perempuan yang baik utk laki-laki yang baik.
✔ QS. An-Nuur: 32 -> Perintah untuk menikahkan orang-orang yang sendiri.

Ukuran pantas -> lihat cermin sosial, lihat ke masyarakat, untuk menjadi istri/suami itu bagaimana. Untuk mengukur diri sendiri, lihat manajemen diri kita, kerapihan diri, keterampilan rumah tangga, manajemen keuangan, dan kebiasaan bersosialisasi.

Ukuran sekufu -> bila dikatakan pantas dan cocok dengan kita, bisa bekerja sama dengan baik. Ukuran sekufu bisa jadi subjektif, tergantung di masyarakat. Ukuran ini bisa jadi penting untuk meminimalisir konflik di awal pernikahan. Sekufu itu harus dengan pengetahuan Allah, sesuatu hak yang bisa jadi kita tidak tahu. Poin pentingnya adalah Bagaimana menghadirkan dan menjaga sakinah.

Ta'aruf itu pada intinya adalah proses bridging (menjembatani) memantapkan komitmen, bukti kesungguhan. Selain itu ialah kecenderungan pribadi/keluarga. Pertanyaan apapun sah-sah saja ditanyakan.

Salah satu persiapan pernikahan ialah pemeriksaan kesehatan terkait alat reproduksi. Jangan tabu utk mencari tahu mengenai pengetahuan tentang hubungan seksual suami-istri. Akses informasi sudah banyak, cari buku bacaan atau referensi internet terkait itu.
===========================

Materi 2: Komunikasi Pasutri
Oleh Ery Soekresno, Psi., M.Sc. (Edu)

Karena menikah adalah ibadah, maka seharusnya pernikahan harus berperan meningkatkan kualitas keshalehan ketakwaan pasutri. Cara berpikir dan cara bertindak menjadi lebih baik, suasana emosional lebih stabil, bahkan karier dan kehidupan finansial jadi lebih meningkat.

Ciri-ciri keluarga sakinah:
- Memiliki pasangan yang setia
- Memiliki anak yang berbakti
- Memiliki lingkungan yang sholihah
- Memiliki rezeki yang cukup

Kehidupan pernikahan, berkaitan dengan cinta dan penerimaan masing-masing terhadap pasangannya. Sebesar rasa butuh kita pada pasangan, sebesar itu pula dorongan untuk merawat hubungan dengan pasangan kita. Sikap ini bisa membuat kita seimbang melihat sisi kuat dan sisi lemah pasangan kita.
Hubungan yang produktif akan menghasilkan pertumbungan dan perkembangan. Merawat hubungan sama seperti menumbuhkan pohon. Kita harus mengembangkan pasangan kita, kadar pengetahuannya, ketrampilannya, kepribadiannya, sikapnya, dan sebisa mungkin seluruh sisi kehidupannya.

Nyatakan cinta ke pasangan dengan segala cara, baik dalam bentuk ucapan, bahasa tubuh, atau pun tindakan (non verbal). Rasulullah tidak pernah meninggalkan kata "Aku cinta padamu" kepada istri-istri beliau setiap hari.

Biasakan suami untuk menyampaikan pikirannya, karena akan sulit bagi wanita untuk memahami pikiran pria. Suami harus lebih ekspresif. Seimbang dalam memberi dan menerima. Beri yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik. Inilah prinsip untuk meraih sukses berkomunikasi.

Lima area pernikahan yang menjadi masalah:
✔ Teman dan keluarga
Yang tadi dekat dengan orang tua, sekarang harus beralih ke pasangan. Orang tua tidak bisa ikut campur dalam urusan keluarga. Yang biasanya sering kumpul berlama-lama dengan teman, harus dikurangi. Kalau sudah nikah, juga tidak boleh curhat ke lawan jenis.

✔ Keuangan
Apakah istri butuh bekerja atau resign dari pekerjaannya. Jika ingin memberi uang ke orang tua, baiknya dikomunikasikan dengan pasangan.

✔ Kepuasan seksual
Sampaikan jika ada masalah.

✔ Pendidikan anak
Istri bisa memberikan masukan, tetapi keputusan tetap pada suami, kemudian istri yang menjadi pelaksananya.

✔ Kondisi kesehatan
Jika ada masalah dengan kesehatan, harus disampaikan.

Monday, May 12, 2014

Keberhasilan Rumah Tangga

Assalamu'alaikum
Apa sih tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga ?
Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses :
1) Punya anak,
2) Banyak harta.
Bukan. Bukan itu.
Pertama, Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis ? Tidak bahagia ?
Kedua, Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan diujung tombak ? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allaah. Maa syaa'Allaah..
Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.
Juga, sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu.. Duhai Isteriku.." Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un. Tau kah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.
Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah,
>> Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allaah..
>> Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah hapalan-hapalan mereka..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allaah..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis 'ilmu Allaah..
>> Pun, ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allaah tanpa hisab..
Maa syaa'Allaah ♡ ♡ ♡
BaarakAllaahu fiikum
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum
*taken from forward message whatsapp, arigatou putro*