Showing posts with label nasihat. Show all posts
Showing posts with label nasihat. Show all posts

Sunday, July 6, 2014

Pikir Lagi

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah, karena orang yang pernah hampir membunuh Rasul pun kini terbaring di sebelah makam Rasul. Dialah Umar Bin Khatab

Jangan pernah melihat seseorang dari masa lalunya, karena orang yang pernah berperang melawan Allah pun kini menjadi pedangnya Allah. Dialah Khalid Bin Walid.

Jangan pernah melihat seseorang dari harta benda dan status kedudukan, karena sepatu emas Fir'aun berada di neraka sedangkan terompah (sandal jepit) Bilal Bin Rabbah terdengar di Surga.

Sunday, June 1, 2014

Kata Terurai Jadi Laku

Kata Terurai Jadi Laku
Oleh Anis Matta

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali.
Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng,

"Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi laku. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati. Terkembang dalam kata. Terurai dalam laku. Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata.

Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus
menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi laku adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.

Tidak mudah memang menemukan cinta yang ini. Tapi harus begitulah cinta, seperti kata Imam Syafii, Kalau sudah pasti ada cinta di sisimu Semua kan jadi enteng.

Dan semua yang ada di atas tanah
Hanyalah tanah jua.

Monday, May 12, 2014

Keberhasilan Rumah Tangga

Assalamu'alaikum
Apa sih tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga ?
Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses :
1) Punya anak,
2) Banyak harta.
Bukan. Bukan itu.
Pertama, Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis ? Tidak bahagia ?
Kedua, Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan diujung tombak ? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allaah. Maa syaa'Allaah..
Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.
Juga, sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu.. Duhai Isteriku.." Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un. Tau kah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.
Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah,
>> Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allaah..
>> Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah hapalan-hapalan mereka..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allaah..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis 'ilmu Allaah..
>> Pun, ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allaah tanpa hisab..
Maa syaa'Allaah ♡ ♡ ♡
BaarakAllaahu fiikum
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum
*taken from forward message whatsapp, arigatou putro*

Saturday, April 19, 2014

Sebuah Renungan

Jangan menyesali segala yang sudah terjadi
Semuanya sudah terukur dengan pasti
Tuhan tahu engkau mampu
Maka Dia berikan cobaan itu kepadamu
Tuhan tidak  menciptakan segalanya sia-sia
Yakinlah di balik sebuah musibah pasti ada hikmah
Maka bersabarlah kawan, dan kuatkanlah kesabaranmu.
Percayalah, Tuhan ingin berikan hati yang lebih kuat
Mata yang lebih banyak melihat kebaikan
Tangan yang lebih sering menolong sesama
Telinga yang lebih mudah mendengar nasihat
Dan pikiran yang jauh lebih banyak berprasangka baik.
Belajar ikhlas
Berdamailah dengan dirimu sendiri
Maafkanlah orang-orang yang pernah menorehkan luka kepadamu
Maafkanlah..
Pahamilah mereka juga manusia yang bisa berbuat salah
Lihatlah ke atas untuk memacu semangat
Lihatlah ke bawah untuk mensyukuri nikmat
Hey, banyak yang ingin seperti dirimu.
Maka bersyukurlah
Jika engkau tertawa, dunia ikut tertawa bersamamu
Jika engkau menangis, maka engkau akan menangis seorang diri
Hentikan tangismu.
Engkau pantas bahagia.
Maka berbahagialah kawan :)
-Noni Halimi