Showing posts with label seminar. Show all posts
Showing posts with label seminar. Show all posts

Sunday, June 1, 2014

Resume Pra Nikah PPSDMS

Resume Materi Pra-Nikah
Ahad, 25 Mei 2014 @PPSDMS
Materi 1: Mengapa & Bagaimana Saya Menikah
Oleh Ust. Hilman Rosyad, Lc

Ada dua hal yang dibutuhkan utk menikah:
1. Menikah itu tak butuh cinta, cukup syahwat (keinginan) saja.
✔ QS.Ali Imran -> 14  dijadikan indah dalam pandangan manusia apa yang diinginkan.
✔ QS.Ar-Ruum: 21-> jaminan Allah bahwa setiap manusia ada jodohnya supaya merasa cenderung.
✔ QS.An-Nisaa: 3 -> nikahilah perempuan yang kamu sukai. Jadi nikah itu harus dengan yang disukai.
✔  QS An-Nuur: 30 -> anjuran kepada laki-laki mukmin untuk:
a) Menjaga Pandangan -> Maksudnya adalah mengalihkan perhatian, bukan menundukkan pandangan.
b) Menjaga kemaluannya ->
   - Thaharah: istinja dgn benar, mencukur bulu kemaluan hingga bersih setiap 40 hari sekali
   - Tidak boleh diperlihatkan, baik secara jelas maupun bentuknya (jangan pakai celana yang ketat)
   - Dijaga fungsinya: fungsi ekskresi dan alat reproduksi (hanya boleh setelah menikah)
✔  QS. An-Nuur: 31 >> anjuran kepada perempuan mukmin:
a) Menjaga Pandangan -> Mengalihkan perhatian, bukan menundukkan pandangan
b) Menjaga kemaluannya >>
   - Thaharah: istinja dengan benar, mencukur bulu kemaluan hingga bersih setiap 40 hari sekali
   - Tidak boleh diperlihatkan, baik secara jelas maupun bentuknya (jangan pakai bawahan yang ketat)
   - Dijaga fungsinya: fungsi ekskresi dan alat reproduksi (hanya boleh setelah menikah)
c) Jangan menampakkan perhiasannya kecuali apa yang boleh tampak
d) Menutupkan kerudungnya sampai ke dada
e) Aturan mahram bagi perempuan

2. Menikah itu bila pantas menjadi suami/istri.
✔ QS. An-Nuur: 26 -> laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, dan perempuan yang baik utk laki-laki yang baik.
✔ QS. An-Nuur: 32 -> Perintah untuk menikahkan orang-orang yang sendiri.

Ukuran pantas -> lihat cermin sosial, lihat ke masyarakat, untuk menjadi istri/suami itu bagaimana. Untuk mengukur diri sendiri, lihat manajemen diri kita, kerapihan diri, keterampilan rumah tangga, manajemen keuangan, dan kebiasaan bersosialisasi.

Ukuran sekufu -> bila dikatakan pantas dan cocok dengan kita, bisa bekerja sama dengan baik. Ukuran sekufu bisa jadi subjektif, tergantung di masyarakat. Ukuran ini bisa jadi penting untuk meminimalisir konflik di awal pernikahan. Sekufu itu harus dengan pengetahuan Allah, sesuatu hak yang bisa jadi kita tidak tahu. Poin pentingnya adalah Bagaimana menghadirkan dan menjaga sakinah.

Ta'aruf itu pada intinya adalah proses bridging (menjembatani) memantapkan komitmen, bukti kesungguhan. Selain itu ialah kecenderungan pribadi/keluarga. Pertanyaan apapun sah-sah saja ditanyakan.

Salah satu persiapan pernikahan ialah pemeriksaan kesehatan terkait alat reproduksi. Jangan tabu utk mencari tahu mengenai pengetahuan tentang hubungan seksual suami-istri. Akses informasi sudah banyak, cari buku bacaan atau referensi internet terkait itu.
===========================

Materi 2: Komunikasi Pasutri
Oleh Ery Soekresno, Psi., M.Sc. (Edu)

Karena menikah adalah ibadah, maka seharusnya pernikahan harus berperan meningkatkan kualitas keshalehan ketakwaan pasutri. Cara berpikir dan cara bertindak menjadi lebih baik, suasana emosional lebih stabil, bahkan karier dan kehidupan finansial jadi lebih meningkat.

Ciri-ciri keluarga sakinah:
- Memiliki pasangan yang setia
- Memiliki anak yang berbakti
- Memiliki lingkungan yang sholihah
- Memiliki rezeki yang cukup

Kehidupan pernikahan, berkaitan dengan cinta dan penerimaan masing-masing terhadap pasangannya. Sebesar rasa butuh kita pada pasangan, sebesar itu pula dorongan untuk merawat hubungan dengan pasangan kita. Sikap ini bisa membuat kita seimbang melihat sisi kuat dan sisi lemah pasangan kita.
Hubungan yang produktif akan menghasilkan pertumbungan dan perkembangan. Merawat hubungan sama seperti menumbuhkan pohon. Kita harus mengembangkan pasangan kita, kadar pengetahuannya, ketrampilannya, kepribadiannya, sikapnya, dan sebisa mungkin seluruh sisi kehidupannya.

Nyatakan cinta ke pasangan dengan segala cara, baik dalam bentuk ucapan, bahasa tubuh, atau pun tindakan (non verbal). Rasulullah tidak pernah meninggalkan kata "Aku cinta padamu" kepada istri-istri beliau setiap hari.

Biasakan suami untuk menyampaikan pikirannya, karena akan sulit bagi wanita untuk memahami pikiran pria. Suami harus lebih ekspresif. Seimbang dalam memberi dan menerima. Beri yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik. Inilah prinsip untuk meraih sukses berkomunikasi.

Lima area pernikahan yang menjadi masalah:
✔ Teman dan keluarga
Yang tadi dekat dengan orang tua, sekarang harus beralih ke pasangan. Orang tua tidak bisa ikut campur dalam urusan keluarga. Yang biasanya sering kumpul berlama-lama dengan teman, harus dikurangi. Kalau sudah nikah, juga tidak boleh curhat ke lawan jenis.

✔ Keuangan
Apakah istri butuh bekerja atau resign dari pekerjaannya. Jika ingin memberi uang ke orang tua, baiknya dikomunikasikan dengan pasangan.

✔ Kepuasan seksual
Sampaikan jika ada masalah.

✔ Pendidikan anak
Istri bisa memberikan masukan, tetapi keputusan tetap pada suami, kemudian istri yang menjadi pelaksananya.

✔ Kondisi kesehatan
Jika ada masalah dengan kesehatan, harus disampaikan.

Tuesday, July 9, 2013

Share Seminar Pra Nikah

Saya pernah ikut seminar pra nikah yang diadakan oleh Pak Indra Noveldy, Marriage Consultant, content-nya sangat menarik dan bikin JLEB! Betapa tidak, banyak hal-hal simpel yang baru kepikiran saat saya ikut seminar pra nikah ini. Saya pernah beberapa kali ikut seminar pra nikah, namun baru kali ini yang benar-benar bikin JLEB! Sekali lagi saya ulang, bikin JLEB!

Tema pernikahan memang selalu hits di waktu kapan pun, terutama di kalangan jomblo jomblo imut yang menanti jodohnya untuk menikah. Ehem. Saya ingin bahas sedikit ilmu yang beliau sampaikan di materi seminar pra nikah yang judulnya : Half A Deen. Apa itu? Separuh dari agama. Ya. Memang menikah itu kata Rasulullah menyempurnakan separuh dari agama Islam. Siapa sih yang gak mau agamanya full? :D

Sebelumnya beliau menanyakan beberapa hal kepada audience untuk dijawab oleh audience, namun dalam hati saja. Kenapa sih saya mau menikah? Apa saya sudah punya konsep pernikahan? Apa saya sudah punya kriteria pasangan ideal?

Kriteria Ideal. Sepertinya menyenangkan mencari-cari apa saja kriteria pasangan ideal untuk saya. Namun ingat, pastikan ada kriteria WAJIB yang harus ada di dalam kriteria tersebut. Sudah tentu kriteria Agama dan Akhlaq-nya. Saat seseorang sudah paham Agama dan tercermin dalam Akhlaq-nya, maka adem banget ya kalo bersamanya. Ada yang paham Agama saja, namun Akhlaq-nya tidak sejalan. Ada yang Akhlaq-nya baik baik saja, namun tidak terlalu paham Agama. Maka idealnya keduanya beriringan.

Namun jangan tidak sadar diri, tidak bisa melihat kamu itu siapa. Selalu memandang diri sempurna, padahal tidak. Pede berat. Jangan mengharapkan suami yang mendekati Muhammad kalau kamu sendiri belum mendekati Khadijah. Demikian juga sebaliknya. Pantaskan diri. Kalau ingin mendapat jodoh yang baik, maka sudah sepantasnya kita berusaha menjadi yang baik juga.

Gampangnya gini, kamu tahu banget sisi positif dan negatif kamu. Kalau kamu disuruh nikah sama orang yang kelakukannya sama kayak kamu, mau nggak? "Maukah saya apabila disuruh menikah dengan orang yang kelakuannya mirip saya?" Kalau nggak mau, yaaa gimana orang lain disuruh menikahi kamu, lha wong kamu sendiri gak mau nikah sama orang yang kelakuannya mirip kayak kamu.

Tapiii....tidak ada manusia yang sempurna. Ya memang. No body's perfect. Apabila dari seluruh kriteria yang kamu buat itu sudah mencapai lebih dari 75%, maka ambillah. Dari pada keburu diambil orang kan!

Nah kalau sudah pas, pastikan cari info sebanyak-banyaknya . Pertama, gali informasi dari dirinya sendiri. Ajak ngobrol hal-hal yang kira-kira penting untuk kalian berdua. Kedua dari keluarganya, orang tua dia, kakak adik, saudara. Karena keluarga adalah orang yang paling mengetahui dia. Ketiga dari sahabat-sahabat terdekatnya. Seperti kata Rasulullah, tunjukkanlah sahabatmu maka aku akan tunujukkan siapa kamu. Karena sahabat adalah orang yang banyak berinteraksi dengan dia. Keempat dari rekam jejak social media, twitter, facebook dan sebagainya. Perhatikan statusnya apakah positif ataukah penuh dengan kegalauan. Kelima, ini adalah bagian terkepo kamu, cari tahu tentang dia di google. Ketikkan nama lengkapnya di google dan voila....kamu akan dapatkan info-info penting tentang dia :D

Jangan pernah segan untuk menanyakan hal-hal krusial yang kepada pasangan. Ibaratnya mending kebongkar sekarang jauh-jauh hari daripada kebongkar nanti saat sudah bersama. Kalau misalnya memang ada negatifnya? Coba cek lagi. Apa dia cukup pantas untuk diperjuangkan? Kalau tidak, cari aja yang lain. Aselik deh! Karena modal cinta aja nggak cukup untuk sebuah pernikahaan. Ciyus! (eh tanya aja sama yang udah nikah ya, jangan tanya saya).

How can we do now?

Upgrade pribadi. Belajar memantaskan diri. Memperbaiki hubungan dengan orang tua. Berdoa dan selalu melibatkan Allah dalam setiap proses "pencarian" kita :D #selamatgalau

Don't rush yourself into any kind of relationship. Work on yourself, feel yourself, and experience yourself. - Noni Halimi