Showing posts with label Mariage. Show all posts
Showing posts with label Mariage. Show all posts

Monday, May 12, 2014

Keberhasilan Rumah Tangga

Assalamu'alaikum
Apa sih tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga ?
Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses :
1) Punya anak,
2) Banyak harta.
Bukan. Bukan itu.
Pertama, Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis ? Tidak bahagia ?
Kedua, Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan diujung tombak ? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allaah. Maa syaa'Allaah..
Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.
Juga, sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu.. Duhai Isteriku.." Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un. Tau kah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.
Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah,
>> Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allaah..
>> Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah hapalan-hapalan mereka..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allaah..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis 'ilmu Allaah..
>> Pun, ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allaah tanpa hisab..
Maa syaa'Allaah ♡ ♡ ♡
BaarakAllaahu fiikum
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum
*taken from forward message whatsapp, arigatou putro*

Tuesday, July 9, 2013

Share Seminar Pra Nikah

Saya pernah ikut seminar pra nikah yang diadakan oleh Pak Indra Noveldy, Marriage Consultant, content-nya sangat menarik dan bikin JLEB! Betapa tidak, banyak hal-hal simpel yang baru kepikiran saat saya ikut seminar pra nikah ini. Saya pernah beberapa kali ikut seminar pra nikah, namun baru kali ini yang benar-benar bikin JLEB! Sekali lagi saya ulang, bikin JLEB!

Tema pernikahan memang selalu hits di waktu kapan pun, terutama di kalangan jomblo jomblo imut yang menanti jodohnya untuk menikah. Ehem. Saya ingin bahas sedikit ilmu yang beliau sampaikan di materi seminar pra nikah yang judulnya : Half A Deen. Apa itu? Separuh dari agama. Ya. Memang menikah itu kata Rasulullah menyempurnakan separuh dari agama Islam. Siapa sih yang gak mau agamanya full? :D

Sebelumnya beliau menanyakan beberapa hal kepada audience untuk dijawab oleh audience, namun dalam hati saja. Kenapa sih saya mau menikah? Apa saya sudah punya konsep pernikahan? Apa saya sudah punya kriteria pasangan ideal?

Kriteria Ideal. Sepertinya menyenangkan mencari-cari apa saja kriteria pasangan ideal untuk saya. Namun ingat, pastikan ada kriteria WAJIB yang harus ada di dalam kriteria tersebut. Sudah tentu kriteria Agama dan Akhlaq-nya. Saat seseorang sudah paham Agama dan tercermin dalam Akhlaq-nya, maka adem banget ya kalo bersamanya. Ada yang paham Agama saja, namun Akhlaq-nya tidak sejalan. Ada yang Akhlaq-nya baik baik saja, namun tidak terlalu paham Agama. Maka idealnya keduanya beriringan.

Namun jangan tidak sadar diri, tidak bisa melihat kamu itu siapa. Selalu memandang diri sempurna, padahal tidak. Pede berat. Jangan mengharapkan suami yang mendekati Muhammad kalau kamu sendiri belum mendekati Khadijah. Demikian juga sebaliknya. Pantaskan diri. Kalau ingin mendapat jodoh yang baik, maka sudah sepantasnya kita berusaha menjadi yang baik juga.

Gampangnya gini, kamu tahu banget sisi positif dan negatif kamu. Kalau kamu disuruh nikah sama orang yang kelakukannya sama kayak kamu, mau nggak? "Maukah saya apabila disuruh menikah dengan orang yang kelakuannya mirip saya?" Kalau nggak mau, yaaa gimana orang lain disuruh menikahi kamu, lha wong kamu sendiri gak mau nikah sama orang yang kelakuannya mirip kayak kamu.

Tapiii....tidak ada manusia yang sempurna. Ya memang. No body's perfect. Apabila dari seluruh kriteria yang kamu buat itu sudah mencapai lebih dari 75%, maka ambillah. Dari pada keburu diambil orang kan!

Nah kalau sudah pas, pastikan cari info sebanyak-banyaknya . Pertama, gali informasi dari dirinya sendiri. Ajak ngobrol hal-hal yang kira-kira penting untuk kalian berdua. Kedua dari keluarganya, orang tua dia, kakak adik, saudara. Karena keluarga adalah orang yang paling mengetahui dia. Ketiga dari sahabat-sahabat terdekatnya. Seperti kata Rasulullah, tunjukkanlah sahabatmu maka aku akan tunujukkan siapa kamu. Karena sahabat adalah orang yang banyak berinteraksi dengan dia. Keempat dari rekam jejak social media, twitter, facebook dan sebagainya. Perhatikan statusnya apakah positif ataukah penuh dengan kegalauan. Kelima, ini adalah bagian terkepo kamu, cari tahu tentang dia di google. Ketikkan nama lengkapnya di google dan voila....kamu akan dapatkan info-info penting tentang dia :D

Jangan pernah segan untuk menanyakan hal-hal krusial yang kepada pasangan. Ibaratnya mending kebongkar sekarang jauh-jauh hari daripada kebongkar nanti saat sudah bersama. Kalau misalnya memang ada negatifnya? Coba cek lagi. Apa dia cukup pantas untuk diperjuangkan? Kalau tidak, cari aja yang lain. Aselik deh! Karena modal cinta aja nggak cukup untuk sebuah pernikahaan. Ciyus! (eh tanya aja sama yang udah nikah ya, jangan tanya saya).

How can we do now?

Upgrade pribadi. Belajar memantaskan diri. Memperbaiki hubungan dengan orang tua. Berdoa dan selalu melibatkan Allah dalam setiap proses "pencarian" kita :D #selamatgalau

Don't rush yourself into any kind of relationship. Work on yourself, feel yourself, and experience yourself. - Noni Halimi