Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Sunday, June 1, 2014

Logika dan Takdir

Sekedar Renungan..

Ada dua orang bersahabat, yang satu bernama "Logika" dan yang satunya lagi bernama "Takdir". Keduanya naik mobil dalam sebuah perjalanan yang panjang…...

Di tengah perjalan mobil mereka kehabisan bahan bakar.

Keduanya berusaha melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam. Keduanya berusaha menemukan tempat beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan.

Si Logika memutuskan untuk tidur di bawah sebatang pohon. Sedangkan si Takdir memilih tidur di tengah jalan. Logika berkata kepada Takdir: Kamu gila! Kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang lewat dan melindas tubuhmu. Takdir menjawab: Saya tidak akan tidur kecuali di tengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku dan mengajakku bersamanya.

Akhirnya Logika betul-betul tidur di bawah pohon dan Takdir tidur di tengah jalan.
Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi. Tatkala ia melihat seseorang tidur di tengah jalan, ia berusaha berhenti dengan mendadak, tapi sayang ia tidak bisa. Akhirnya ia membanting stir dan mobil itu berbelok ke arah pohon dan langsung menabrak Logika, dan selamatlah si Takdir.

Inilah kenyataan hidup, Takdir memainkan peranannya di tengah-tengah manusia. Kadang-kadang sekalipun ia bertentangan dengan Logika.

Maka boleh jadi terjadinya delay dalam penerbangan ada keselamatan di balik itu.

Boleh jadi tertunda kita mendapatkan hak kita krn ada hak orang lain yang selama ini kita abaikan dan kita tidak memperdulikan.

Boleh jadi kita terlambat menikah ada keberkahan di balik itu.

Boleh jadi kita belum dikaruniai anak ada kebaikan di balik itu.

Boleh jadi ditolaknya lamaran kerja kita ada hikmah besar di balik itu.

Tertundanya pertolongan dan kemenangan pasti ada manfaat yang sangat besar di belakang itu.
"Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagimu."

Monday, May 12, 2014

Jangan Lelah Bersedekah

Sedekahlah untuk sesama, karena itulah harta terbaikmu. Karena itulah harta abadimu.
Ketika engkau memberi rezeki kepada orang lain dari arah yang tidak mereka sangka-sangka, maka yakinlah bahwa Allah akan memberi pula rezeki kepada engkau dari arah yang tidak disangka-sangka.
Jangan khawatir berapa pun banyaknya sedekah yang engkau berikan.
Jangan khawatir barang apa yang bisa kau berikan
Jangam khawatir kebaikan apa yang mampu engkau berikan
Teruslah berbagi, maka engkau akan dikaruniai rezeki
Dan teruslah bersedekah, maka hartamu akan semakin berlimpah 

Keberhasilan Rumah Tangga

Assalamu'alaikum
Apa sih tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga ?
Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses :
1) Punya anak,
2) Banyak harta.
Bukan. Bukan itu.
Pertama, Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis ? Tidak bahagia ?
Kedua, Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan diujung tombak ? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allaah. Maa syaa'Allaah..
Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.
Juga, sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu.. Duhai Isteriku.." Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un. Tau kah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.
Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah,
>> Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allaah..
>> Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah hapalan-hapalan mereka..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allaah..
>> Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis 'ilmu Allaah..
>> Pun, ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allaah tanpa hisab..
Maa syaa'Allaah ♡ ♡ ♡
BaarakAllaahu fiikum
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum
*taken from forward message whatsapp, arigatou putro*

Saturday, April 19, 2014

Sibuk

Rutinitas dunia sering kali menghabiskan waktu.
Sibuk menyiapkan bekal,
Sibuk mengurus suami dan anak-anak,
Sibuk urusan rumah tangga,
Sibuk urusan kantor,
Sibuk dengan kemacetan,
Sibuk mengejar target
Sibuk mencari nasabah,
Sibuk membuat laporan dan advis
Sibuk meeting dengan clients
Sibuk...
Sesibuk itukah dirimu hingga tiada waktu untuk mengingat Tuhanmu?
Maka pantaskah kita untuk berkata,
“Maaf Tuhan, kami sedang sibuk.”?
-Noni Halimi


Sebuah Renungan

Jangan menyesali segala yang sudah terjadi
Semuanya sudah terukur dengan pasti
Tuhan tahu engkau mampu
Maka Dia berikan cobaan itu kepadamu
Tuhan tidak  menciptakan segalanya sia-sia
Yakinlah di balik sebuah musibah pasti ada hikmah
Maka bersabarlah kawan, dan kuatkanlah kesabaranmu.
Percayalah, Tuhan ingin berikan hati yang lebih kuat
Mata yang lebih banyak melihat kebaikan
Tangan yang lebih sering menolong sesama
Telinga yang lebih mudah mendengar nasihat
Dan pikiran yang jauh lebih banyak berprasangka baik.
Belajar ikhlas
Berdamailah dengan dirimu sendiri
Maafkanlah orang-orang yang pernah menorehkan luka kepadamu
Maafkanlah..
Pahamilah mereka juga manusia yang bisa berbuat salah
Lihatlah ke atas untuk memacu semangat
Lihatlah ke bawah untuk mensyukuri nikmat
Hey, banyak yang ingin seperti dirimu.
Maka bersyukurlah
Jika engkau tertawa, dunia ikut tertawa bersamamu
Jika engkau menangis, maka engkau akan menangis seorang diri
Hentikan tangismu.
Engkau pantas bahagia.
Maka berbahagialah kawan :)
-Noni Halimi

Prasangka Buruk

Umar bin Khattab pernah berkata :
“Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali persangkaan yang baik”
“Hati-hatilah kalian terhadap perkataan yang sekalipun benar kalian tidak diberi pahala, namun apabila salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu.”

Jika kamu berjumpa dengan orang yang lebih muda,
Berprasangka baiklah bahwa ia belum banyak dosa seperti kita
Jika kamu berjumpa dengan orang yang lebih tua,
Berprasangka baiklah bahwa ia lebih banyak beramal sholeh di dunia
Jika kamu berjumpa dengan orang kaya,
Berprasangka baiklah bahwa sedekahnya lebih banyak dari kita
Jika kamu berjumpa dengan orang alim,
Berprasangka baiklah bahwa ia lebih banyak mengajak kebaikan
Jika kamu berjumpa dengan orang yang pernah bermaksiat,
Berprasangka baiklah bahwa ia sudah bertaubat.
Penuhi hati dan pikiran kita dengan prasangka yang baik
Karena seburuk-buruknya prasangka adalah berprasangka yang buruk kepada orang baik.

-Noni Halimi
#SelfReminder #SebuahRenungan

Beda

Jangan membandingkan diri kita dengan orang lain,
jika hanya akan membuatmu pesimis dan rendah diri.
Kebahagiaan itu hadir ketika kita percaya diri dan yakin akan potensi diri
Percayalah, masing-masing kita beda cita, beda impian, beda harapan,
beda jalan, beda kesempatan, beda kelebihan dan beda kekurangan.
Jangan iri,
Masing-masing kita sudah memiliki takdir dan jalan cerita
yang sudah Tuhan persiapkan untuk kita sendiri
Keep Smiling :D
- Noni Halimi