Showing posts with label hikmah. Show all posts
Showing posts with label hikmah. Show all posts

Saturday, April 19, 2014

Setiap Kesulitan Selalu Ada Kemudahan

Merasa lelah dengan kesulitan dan cobaan yang dihadapi?
Ingatlah..

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa
(dari kejahatan) yang dikerjakannya...” (QS. Al- Baqarah : 286)

Jangan khawatir,
Allah memberi jalan keluar di setiap persoalan,
Jawaban di setiap permohonan,
Dan kemudahan di setiap kesulitan
Kesulitan yang justru membuatmu dekat dengan Allah,
hakikatnya adalah anugerah
sedangkan kesenangan yang justru membuatmu jauh dari Allah,
hakikatnya adalah musibah.
-Noni Halimi


Tuesday, July 9, 2013

The Power of Forgiving : Membalas Kejahatan dengan Kebaikan

Setiap manusia yang hidup bersosialisasi dan berinteraksi pasti pernah mengalami sakit hati. Mungkin pernah ada yang difitnah, dibentak, diacuhkan, dikhianati, disakiti dan sebagainya. Semuanya tidak lain menyebabkan sakit hati.

Namun tahukah kamu, dalam Al-Qur'an dianjurkan untuk memaafkan kesalahan orang lain, serta disebutkan pula keutamaan memaafkan orang lain? Kesel banget tau ternyata dia kayak gitu ke saya! Widiih, sabar dulu mas bro dan mbak sist, tenangkan emosi. Berwudhu adalah cara untuk menghilangkan amarah.

"...dan orang-orang yang menahan amarahnya serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali Imran:134)

"Sakit hati banget deh! dia udah jahat banget ke saya! pokoknya gak rela!" Tenaaaang, tidak perlu khawatir mengenai apa yang sudah dia perlakukan, karena segala sesuatu yang kita perbuat akan kembali kepada kita.

"Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu untuk dirimu sendiri." (QS. Al-Isra:7)

"Dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah." (QS. Asy-Syura:40)

Terus kalau saya maafin dia, apa untungnya buat saya?? Well, jangan protes dulu. Percaya sama janji Allah kan? Allah memberikan reward luar biasa untuk hamba-hambanya yang bisa sabar dan memaafkan kesalahan orang lain lho!

"Dan bergegaslah kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga-surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya saat lapang dan sempit, orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan yang berbuat kesalahan kepadanya." (Ali Imran:133-134)

Masya Allah, balasannya ampunan dari Allah lho kalau kita memaafkan kesalahan orang lain. Lalu, saya harus bersikap apa kepada orang itu?

"...dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang diantaramu dan diantara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (QS.Fushilat:34)

Bijaklah dalam membalas kejahatan. Sebaik-baiknya balasan untuk orang yang menyakitimu adalah dengan mendoakan yang terbaik untuknya. Insya Allah doa yang sama akan diaminkan malaikat untukmu. Lapangkan hatimu, luaskan jiwamu, bukakan pintu maaf sebesar-besarnya untuk orang-orang yang pernah menorehkan luka dalam untukmu.

Allah Maha Adil kawan, Allah yang akan membalas perbuatan baik dan perbuatan jahat manusia. Sungguh Allah adalah Hakim yang Maha Adil. Jadi, untuk apa masih menyimpan sakit, amarah, dan dendam? Yuk, mohon ampunan, maafkan dan ikhlaskan - Noni Halimi

Kisah Semut dan Lalat

Alkisah segerombolan lalat sedang berpesta di tong sampah depan rumah (mungkin salah seekor lalat sedang gelar hajatan di sana). Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar rumahnya dan lupa menutup kembali pintunya. Kesempatan itu dipergunakan seekor lalat untuk masuk ke rumah tersebut. Lalat itu langsung bergegas ke dapur untuk mencari makanan lezat. Tampaknya ia bosan dengan sampah dan ingin mencari makanan segar. Dan ternyata beneran ada makanan lezat di sana. Lalat pun segera menyantap.

Setelah kenyang menyantap makanan di dapur, sang lalat pun terbang menuju pintu keluar. Namun apa yang terjadi? (jeng jeng jeng *backsound). Pintu rumah sudah tertutup kembali (mungkin anak kecil tadi sudah ingat untuk menutup pintunya, atau diomelin ibunya karena tadi pintunya dibiarkan terbuka saja). Pintu keluar sudah ditutup dan si lalat tidak bisa ke luar rumah menuju tong sampah dan kembali bersama teman-temannya *hiks, kasih tissue ke lalat

Lalat sesaat hinggap di pintu kaca, memandangi teman-temannya di luar, melambai-lambai, seolah minta tolong bahwa si lalat ingin bergabung kembali dengan teman-temannya. Lalat tersebut terbang di sekitar kaca, sesekali menerjang kaca, mengelilingi kaca atas-bawah, kanan-kiri, bolak-balik, berulang-ulang. Menabrakan dirinya ke kaca. Hari mulai petang, si lalat kelelahan dan akhirnya terkapar di lantai.

Tak jauh dari TKP, terdapat semut kecil dan Ayah semut melintas. Anak semut bertanya "Apa yang terjadi dengann lalat ini Ayah?" Ayah semut menjawab "Ini biasa terjadi, ada saja lalat yang terkapar sia-sia seperti ini nak. Sebenarnya lalat ini telah bersungguh-sungguh berjuang keras untuk keluar dari pintu kaca, namun ia menggunakan cara yang sama berulang-ulang. Jangan mengharapkan hasil yang berbeda jika menggunakan cara yang sama. Pemenang tidak akan melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda."

Kisah Inspirasi, Semoga bermanfaat.

Pinjaman 86.400

Bayangkan, ada sebuah Bank yang memberikan pinjaman Rp. 86.400 setiap pagi untuk kita. Setiap pagi, tanpa terputus. Pinjaman tersebut bisa digunakan untuk membeli apa pun, membayar apa pun, untuk hal kebaikan atau pun kejahatan, it's up to you. Pada malam hari, hutang pinjaman tersebut akan dihapus oleh Bank, kita tidak perlu mengembalikan.

Apa yang kita lakukan? Tentu kita akan usaha banget untuk dapetin pinjaman luar biasa itu kan? Iyalah, dikasih pinjaman, tanpa harus mengembalikan.

Pada dasarnya kita juga memiliki Bank semacam itu, kita menyebut Bank tersebut dengan WAKTU.

Setiap pagi, kita bangun dari tidur, diberikan 86.400 detik untuk kegiatan kita dalam sehari. Pada malam hari, waktu tersebut akan dihapus, karena tidak bisa kita mengulang kembali ke masa lalu. Apabila waktu yang dipakai tersebut habis, tidak akan diberikan waktu tambahan. Karena setiap manusia diberikan jatah yang sama, yakni 86.400 detik. Bahkan kita tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan harinya jika belum waktunya. Manfaatkan waktu yang diberikan untuk hal-hal yang bermafaat. Jika tidak dimanfaatkan untuk kebaikan, maka rugilah kita, karena waktu tidak dapat ditarik kembali.

Agar tahu pentingnya waktu 1 tahun, tanyakanlah pada murid yang gagal naik kelas.
Agar tahu pentingnya waktu 1 bulan, tanyakanlah pada Ibu yang melahirkan prematur.
Agar tahu pentingnya waktu 1 minggu, tanyakankan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu 1 jam, tanyakanlah pada orang tua yang menunggu anaknya untuk pulang ke rumah.
Agar tahu pentingnya waktu 1 menit, tanyakanlah pada orang yang baru saja tertinggal pesawat.
Agar tahu pentingnya waktu 1 detik, tanyakanlah pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.

Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu olehnya yaitu nikmat sehat dan WAKTU luang (HR. Bukhari). Maka dari itu, investasikan WAKTU tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

Semoga bermanfaat.

Kisah Pekerja Bangunan Rumah

Alkisah ada seorang pekerja bangunan yang telah lama bekerja bertahun-tahun membangun berbagai rumah, namun ia merasa perkejaannya sia-sia. Berapa pun banyaknya rumah yang ia bangun, ia merasa tidak diberikan penghargaan dari majikannya. Ia lalu berniat untuk resign dan berhenti bekerja menjadi pekerja bangunan. Ia pun mengutarakan niatnya kepada majikan. Setelah ia mengutarakan niatnya, majikan pun tidak bisa melarang. Majikan kemudian mengutarakan pula permintaan terakhirnya kepada pekerja bangunan sebelum ia berhenti bekerja.

"Bangunlah sebuah rumah dengan model sesuka hatimu, bahan baku terbaik menurutmu. Bangunlah rumah impian yang terbaik. " Ujar sang majikan kepada pekerja bangunan.

Pekerja bangunan kesal dengan majikannya, karena ia ingin resign, mengapa masih juga disuruh membangun rumah? Kemudian pekerja tersebut memenuhi permintaan majikannya untuk membangun sebuah rumah. Namun karena kesal, ia kerjakan dengan asal-asalan. Untuk apa membangun rumah yang bagus lagi, toh saya juga mau resign setelah ini. Begitu pikir pekerja bangunan tersebut.

Setelah selesai, majikan pun melihat hasil rumah yang dibangun oleh pekerja bangunan kemudian tersenyum sedih. Karena yang ia lihat memang bangunan rumah asal-asalan. Atap, dinding, lantai, plafond dan bagian-bagian rumah lain dibangun dengan asal-asalan oleh pekerja bangunan. Majikan kemudian berkata : "Pak, rumah ini sesungguhnya untuk Bapak, ini bentuk rasa terima kasih saya atas pengabdian Bapak selama ini." Betapa terkejutnya pekerja bangunan mendengar hal tersebut. Ia menyesal, mengapa ia asal-asalan mengerjakan rumah yang diminta oleh majkannya. Mengapa ia tidak membangun rumah sebaik mungkin? Padahal ternyata rumah tersebut nantinya akan menjadi miliknya.

Kira-kira ibroh (hikmah) apa yang bisa kita ambil dari kisah di atas?

Bahwa pekerjaan yang kita lakukan, jangan mengharapkan apresiasi dari manusia, biarlah pekerjaan tersebut menjadi amalan kita.

"...Allah memberi balasan kepada setiap orang terhadap apa yang dia usahakan.." (QS. Ibrahim : 51)

Bahwa penyesalan selalu datang di belakang (ya iyaaalaaah, kalau di depan namanya pendaftaran, hehe :p ) Maka kerjakanlah pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya, karena Allah Maha membalas segala sesuatu. Karena apa yang kita kerjakan sekarang bisa menjadi kado untuk kita di masa mendatang. Do your best! - Noni Halimi

Kisah Penebang Kayu

Alkisah ada seorang penebang kayu melamar pekerjaan kepada seorang majikan untuk menjadi ....penebang kayu (ya iyalaaah). Penebang kayu tersebut diberikan sebuah kapak oleh majikan. Kapak itu masih baru, asli kinclong, dan pastinya sangat tajam. Hari pertama mulailah si penebang kayu tsb bekerja dan berhasil menebang 10 pohon dalam sehari *lap keringet* Melihat hasil kerja si penebang kayu, majikan sangat senang dan memberikan pujian kepadanya. "Luar biasa, keren banget, men! Belum pernah ada pekerja yang bisa menebang pohon sebanyak itu dalam sehari lho!" Ujar sang majikan dengan terkagum-kagum. Mendengar pujian majikan, sang penebang kayu makin semangat '45 menebang pohon di hari berikutnya.

Namun apa yang terjadi? Pohon yang berhasil ditebang hanya 9 pohon. Hari berikutnya hanya berhasil menebang 8 pohon, hari berikutnya lagi hanya 7 pohon, bahkan 6 pohon saja. "Sepertinya aku kehilangan keahlianku dalam menebang pohon nih! Bagaimana aku mempertanggungjawabkan hasil pekerjaanku ini kepada majikan?" Gerutu sang penebang pohon kecewa.

Penebang pohon kemudian meminta maaf kepada majikan atas hasil perkerjaan yang tidak optimal dan mengeluh tidak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya sehingga kinerjanya begitu menurun dari hari ke hari. Sang majikan bertanya "Kapan terakhir kau mengasah kapakmu?". Penebang kayu menjawab "Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, setiap hari aku sibuk menebang kayu dengan sekuat tenaga".

Majikan tersenyum dan berkata "Nah disitulah masalahnya. Pada saat pertama kau bekerja, kapak yang kau pergunakan masih baru dan terasah tajam, kau gunakan tenaga semaksimal mungkin. Hari kedua kau gunakan tenaga yang masa, dengan kapak yang sama, namun kapan itu tidak diasah sehingga hasilnya makin menurun. Maka sesibuk apa pun, sempatkanlah untuk mengasah kapakmu agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang masa dan hasil yang maksimal."

Terkadang kita terjebak dalam rutinitas hidup, baik bekerja, kuliah, kehidupan berumahtangga, dan kegiatan sehari-hari lainnya yang konstan. Terkadang kita lupa untuk upgrade diri dengan hal-hal baru yang positif di kehidupan sehari-hari sehingga membuat jenuh. Gunakan waktu-waktu kita agar tetap produktif. Selalu melibatkan Allah dalam segala urusan dan terus memperbaiki diri.

Kisah Inspirasi, Semoga bermanfaat

Belajar dari Pohon Jati

Tahu bagaimana cara pohon jati bertahan hidup pada musim kemarau? Ya, pohon jati bertahan hidup dengan cara meranggas, yakni menggugurkan daun-daunnya. Musim kemarau dengan panas terik serta limit air yang tidak melimpah seperti musim penghujan mengharuskan pohon jati melewati harinya dengan melepas dedaunan yang ia miliki. Saat musim kemarau itu pohon jati sedang menempa dirinya untuk sanggup bertahan dengan ujian kekurangan air dan panasnya cuaca. Kalo bisa pohon jati itu pake payung atau beli es teh di warung sebelah saking panasnya, pasti lebih enak ya! *ngarep* Namun pohon jati bersabar. Daun jati yang sangat banyak tentunya akan menghabiskan banyak porsi air untuk pohon jati bertahan hidup. Pohon jati melewati ujian tersebut sambil menggugurkan masalah di daun dan memperbaiki kualitas kayu di batangnya. Pohon jati justru sedang berproses membangun dirinya menjadi salah satu pohon terbaik di bumi kita.

Apa kira-kira hikmahnya??

Andaikan daun-daun tersebut adalah dosa-dosa kita. Saat kita mau berjuang dan bersabar dari ujian Allah, maka Allah akan memberikan karunia berupa bergugurannya dosa-dosa. Selalu ada hikmah di setiap ujian hidup yang kita lalui. Tidakkah kita merasa?

Saat ujian datang, hadapi dengan senyuman. Ya... Allah sedang memperhatikan kita. Saat kita menghadapi ujian dengan sabar, maka kita berproses menjadi pribadi yang lebih baik juga. Saat itulah dosa-dosa kita berlepasan dalam diri, kita merasakan hidup ini lebih tenang dan bahagia. Bahagia itulah hadiah terbaik yang diraih manusia sekaligus karunia dari Allah.

"Tidaklah seorang Muslim ditimpa gangguan berupa penyakit dan lain-lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daunnya." (HR. Bukhari Muslim)

Semoga Bermanfaat.-Noni Halimi


Tuesday, May 21, 2013

Ishbiru Wa Shobiru

Sering kali ketika masalah datang, kita justru mengeluh dan lupa kepada Yang Maha Pengasih. Masalah yang datang merupakan sarana untuk membangun kualitas keimanan dan kualitas kehidupan seseorang. Sebuah rumah yang berdiri kokoh pastilah memiliki pondasi yang kuat yang terdiri dari bahan baku yang super kualitasnya, sehingga terpaan angin badai pun bukan merupakan suatu hambatan. Masalah bukan membuat kita menjadi lemah, namun masalah menjadikan kita pribadi yang pantang menyerah.Saat kita diterpa masalah, kita tidak boleh hanya pasrah. Namun kita harus berjuang agar segalanya terlihat mudah, kemudian saatnya kita berserah.

Jiwa yang kuat muncul dari masalah yang menghebat. Jiwa yang kuat ditandai dengan hebatnya ia menyelesaikan masalah. Bagaimana cara kita menyikapi masalah yang membedakan kita dan yang lainnya.Saat masalah datang maka pada saat itu berkerjalah cara pandang. Jiwa yang berpikiran positif terhadap setiap masalah akan menghasilkan solusi yang positif. Namun jiwa yang berpikiran negatif akan membawa kita kepada kebuntuan dan keterpurukan. Pikiran positif menggerakkan hati untuk selalu mencari hikmah disetiap kejadian. Bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tiada yang sia-sia dan percuma semua ada hikmahnya. Ada hikmah di setiap kejadian.

Ketika masalah datang, berpikirlah dengan tenang. Banyak mengingat Allah dan cobalah untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Sejenak buka ayat-ayat cinta-Nya dan cari keteduhan di dalamnya. Niscaya kita akan terbuka pikirannya.

Dan bersabarlah kawan...

Ada salah satu potongan ayat Al Qur'an yang sangat saya suka yakni QS. Ali Imran ayat 200



“Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS.Ali Imran [3] : 200)


Dari ayat di atas sangat kental oleh anjuran untuk bersabar. Sabar secara etimologi berarti menahan atau mencegah.Sedangkan secara terminologi sabar artinya adalah menahan diri untuk melakukan keinginan atau hal hal yang dimurkai oleh Allah. Ketika seseorang mengendalikan diri untuk tidak berbuat yang tidak semestinya maka saat itu pula ia belajar untuk bersabar.Demikian halnya dengan seseorang yang terkena masalah, maka pada saat itu orang tersebut sedang belajar besabar. Allah katakan dalam ayat tersebut agar kita bersabar. Apabila dirasa masih kurang tingkat kesabaran kita maka Allah katakan "kuatkanlah kesabaranmu" karena sungguh manusia adalah makhluk yang lemah. Sabar saja tidak cukup maka tambahkan lagi porsi kesabarannya. Insya Allah, segalanya akan terasa lebih mudah. -Noni Halimi