Showing posts with label ikhlas. Show all posts
Showing posts with label ikhlas. Show all posts

Sunday, April 6, 2014

Forgive and Forget

“Saya memaafkan, namun saya tidak melupakan, karena saya menjadikannya pelajaran."

Apakah sekiranya terlihat tidak ikhlas, sedang tidak ada satu manusia pun yang benar-benar tahu keikhlasan seseorang, melainkan Tuhannya.

Saat kita memaafkan, maka saat itulah proses ikhlas dipaksakan. Ya, memang ikhlas awalnya harus dipaksakan.  Karena ikhlas itu proses, bukan instan.

Orang yang berani mengingat dan menceritakan kenangan pahit dengan tenang, justru telah melewati masa recovery yang lebih baik. Ketimbang dengan orang yang sengaja melupakan dan menghindar dari kenangan pahit.

Apakah orang yang tidak melupakan kenangan pahit berarti tidak ikhlas? Belum tentu. Justru ia telah menerima ketetapan yang diberikan dari Tuhannya. 

Lalu kemudian, apakah orang yang melupakan lantas dibilang sudah ikhlas? Belum tentu juga. Sebenarnya tidak ada korelasinya antara melupakan dengan keikhlasan.
Bersyukurlah atas seluruh kejadian pahit yang pernah menimpamu dahulu. Karena masa lalu itulah yang saat ini membentukmu. 

-Noni Halimi

Tuesday, July 9, 2013

The Power of Forgiving : Membalas Kejahatan dengan Kebaikan

Setiap manusia yang hidup bersosialisasi dan berinteraksi pasti pernah mengalami sakit hati. Mungkin pernah ada yang difitnah, dibentak, diacuhkan, dikhianati, disakiti dan sebagainya. Semuanya tidak lain menyebabkan sakit hati.

Namun tahukah kamu, dalam Al-Qur'an dianjurkan untuk memaafkan kesalahan orang lain, serta disebutkan pula keutamaan memaafkan orang lain? Kesel banget tau ternyata dia kayak gitu ke saya! Widiih, sabar dulu mas bro dan mbak sist, tenangkan emosi. Berwudhu adalah cara untuk menghilangkan amarah.

"...dan orang-orang yang menahan amarahnya serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali Imran:134)

"Sakit hati banget deh! dia udah jahat banget ke saya! pokoknya gak rela!" Tenaaaang, tidak perlu khawatir mengenai apa yang sudah dia perlakukan, karena segala sesuatu yang kita perbuat akan kembali kepada kita.

"Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu untuk dirimu sendiri." (QS. Al-Isra:7)

"Dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah." (QS. Asy-Syura:40)

Terus kalau saya maafin dia, apa untungnya buat saya?? Well, jangan protes dulu. Percaya sama janji Allah kan? Allah memberikan reward luar biasa untuk hamba-hambanya yang bisa sabar dan memaafkan kesalahan orang lain lho!

"Dan bergegaslah kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga-surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya saat lapang dan sempit, orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan yang berbuat kesalahan kepadanya." (Ali Imran:133-134)

Masya Allah, balasannya ampunan dari Allah lho kalau kita memaafkan kesalahan orang lain. Lalu, saya harus bersikap apa kepada orang itu?

"...dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang diantaramu dan diantara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (QS.Fushilat:34)

Bijaklah dalam membalas kejahatan. Sebaik-baiknya balasan untuk orang yang menyakitimu adalah dengan mendoakan yang terbaik untuknya. Insya Allah doa yang sama akan diaminkan malaikat untukmu. Lapangkan hatimu, luaskan jiwamu, bukakan pintu maaf sebesar-besarnya untuk orang-orang yang pernah menorehkan luka dalam untukmu.

Allah Maha Adil kawan, Allah yang akan membalas perbuatan baik dan perbuatan jahat manusia. Sungguh Allah adalah Hakim yang Maha Adil. Jadi, untuk apa masih menyimpan sakit, amarah, dan dendam? Yuk, mohon ampunan, maafkan dan ikhlaskan - Noni Halimi

Belajar dari Pohon Jati

Tahu bagaimana cara pohon jati bertahan hidup pada musim kemarau? Ya, pohon jati bertahan hidup dengan cara meranggas, yakni menggugurkan daun-daunnya. Musim kemarau dengan panas terik serta limit air yang tidak melimpah seperti musim penghujan mengharuskan pohon jati melewati harinya dengan melepas dedaunan yang ia miliki. Saat musim kemarau itu pohon jati sedang menempa dirinya untuk sanggup bertahan dengan ujian kekurangan air dan panasnya cuaca. Kalo bisa pohon jati itu pake payung atau beli es teh di warung sebelah saking panasnya, pasti lebih enak ya! *ngarep* Namun pohon jati bersabar. Daun jati yang sangat banyak tentunya akan menghabiskan banyak porsi air untuk pohon jati bertahan hidup. Pohon jati melewati ujian tersebut sambil menggugurkan masalah di daun dan memperbaiki kualitas kayu di batangnya. Pohon jati justru sedang berproses membangun dirinya menjadi salah satu pohon terbaik di bumi kita.

Apa kira-kira hikmahnya??

Andaikan daun-daun tersebut adalah dosa-dosa kita. Saat kita mau berjuang dan bersabar dari ujian Allah, maka Allah akan memberikan karunia berupa bergugurannya dosa-dosa. Selalu ada hikmah di setiap ujian hidup yang kita lalui. Tidakkah kita merasa?

Saat ujian datang, hadapi dengan senyuman. Ya... Allah sedang memperhatikan kita. Saat kita menghadapi ujian dengan sabar, maka kita berproses menjadi pribadi yang lebih baik juga. Saat itulah dosa-dosa kita berlepasan dalam diri, kita merasakan hidup ini lebih tenang dan bahagia. Bahagia itulah hadiah terbaik yang diraih manusia sekaligus karunia dari Allah.

"Tidaklah seorang Muslim ditimpa gangguan berupa penyakit dan lain-lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daunnya." (HR. Bukhari Muslim)

Semoga Bermanfaat.-Noni Halimi