Tuesday, July 9, 2013

Belajar dari Pohon Jati

Tahu bagaimana cara pohon jati bertahan hidup pada musim kemarau? Ya, pohon jati bertahan hidup dengan cara meranggas, yakni menggugurkan daun-daunnya. Musim kemarau dengan panas terik serta limit air yang tidak melimpah seperti musim penghujan mengharuskan pohon jati melewati harinya dengan melepas dedaunan yang ia miliki. Saat musim kemarau itu pohon jati sedang menempa dirinya untuk sanggup bertahan dengan ujian kekurangan air dan panasnya cuaca. Kalo bisa pohon jati itu pake payung atau beli es teh di warung sebelah saking panasnya, pasti lebih enak ya! *ngarep* Namun pohon jati bersabar. Daun jati yang sangat banyak tentunya akan menghabiskan banyak porsi air untuk pohon jati bertahan hidup. Pohon jati melewati ujian tersebut sambil menggugurkan masalah di daun dan memperbaiki kualitas kayu di batangnya. Pohon jati justru sedang berproses membangun dirinya menjadi salah satu pohon terbaik di bumi kita.

Apa kira-kira hikmahnya??

Andaikan daun-daun tersebut adalah dosa-dosa kita. Saat kita mau berjuang dan bersabar dari ujian Allah, maka Allah akan memberikan karunia berupa bergugurannya dosa-dosa. Selalu ada hikmah di setiap ujian hidup yang kita lalui. Tidakkah kita merasa?

Saat ujian datang, hadapi dengan senyuman. Ya... Allah sedang memperhatikan kita. Saat kita menghadapi ujian dengan sabar, maka kita berproses menjadi pribadi yang lebih baik juga. Saat itulah dosa-dosa kita berlepasan dalam diri, kita merasakan hidup ini lebih tenang dan bahagia. Bahagia itulah hadiah terbaik yang diraih manusia sekaligus karunia dari Allah.

"Tidaklah seorang Muslim ditimpa gangguan berupa penyakit dan lain-lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daunnya." (HR. Bukhari Muslim)

Semoga Bermanfaat.-Noni Halimi


Wednesday, July 3, 2013

Karir dan Sepeda

Alkisah seorang anak yang mengeluhkan pekerjaan kepada Ayahnya. Ia hendak mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut. "Ayah, akhir-akhir ini saya bekerja dengan tekanan yang besar, pekerjaan saya luar biasa berat. saya ingin mengundurkan diri dari pekerjaan ini." tutur anak tersebut. Ayahnya menjawab "Apakah kira-kira kamu masih bisa bertahan?". Anak pun menjawab : "Sebenarnya masih kuat tapiiii........"

Sang Ayah tersenyum dan menjawab "Lanjutkan pekerjaanmu, nak. Karir itu ibarat kamu menaiki sebuah sepeda. Saat jalan yang dilalui datar, kamu akan merasa santai mengendarainya. Itu artinya karirmu biasa saja. Namun saat di jalan yang mendaki, perjalananmu akan terasa berat dan butuh tenaga ekstra untuk melaluinya, maka artinya karirmu sedang naik."

"Bersabarlah nak, dahulu saat kau belajar menaiki sepeda pun pernah jatuh, sudah biasa. Tak apa, yang terpenting kau tetap bangkit dan mau mencoba kembali. Suatu saat kau akan memetik hasil memuaskan dari apa yang telah kau ikhtiarkan dalam pekerjaan." lanjut Ayahnya.

Sang Anak pun mengurungkan niatnya mengundurkan diri dari pekerjaannya. *sambil berharap besok boss-nya kasih SK promosi, hehehhehe ngarep.

Semoga bermanfaat.

Mengapa Berteriak?

Seorang guru bertanya kepada murid-muridnya : "Mengapa ketika seseorang marah, maka ia akan berbicara dengan teriakan?" Salah seorang murid mencoba menjawab : "Karena pada saat itu ia kehilangan kesabaran, karena itulah yang menyebabkan ia berteriak".

Sang guru menimpali "Tetapi lawan bicaranya justru sedang berada di depan atau di sampingnya. Sangat dekat. Mengapa harus berteriak? Apakah tidak bisa berbicara secara halus kepada lawan bicaranya." Lalu para murid berupaya memberikan sejumlah alasan dan pertimbangan. Namun tak satu pun ada jawaban yang memuaskan.

Sang guru berkata : "Pada saat dua orang sedang dalam situasi diliputi amarah, maka jarak kedua hatinya menjadi jauh meskipun secara fisik mereka dekat. Oleh karena itu, untuk mencapai jarak hati yang demikian jauh, mereka merasa harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak maka semakin marah, jarak kedua hati semakin jauh, sehingga mereka terpaksa harus berteriak lebih keras lagi."

"Sebaliknya, apa yang terjadi jika ada dua orang yang jatuh cinta? Mereka tidak perlu berteriak, mereka bersuara begitu lembut berbicara kepada pasangannya. Sehalus apa pun mereka berbicara, keduanya bisa mendengar dengan sangat jelas. Itu disebabkan oelh adanya kedekatan hati mereka, hati mereka tidak berjarak. Hingga akhirnya tanpa sepatah kata pun terucap, hanya dengan sebuah pandangan cukup membuat mereka saling memahami pesannya *tsaaaaaahhhhhh

Ehem. Jangan terpesona dulu. Apa nih ibroh (himahnya)?

Pada saat kalian sedang dilanda kemarahan, janganlah hati kalian menciptakan jarak. Jangan mengucapkan kata yang membuat makin adanya jarak. Rasulullah pun melarang kita untuk marah dengan mengatakan : "laa Taghdab (jangan marah) dan mengulanginya sebanyak 3 (tiga) kali.

Rasulullah mengajarkan "Jika kamu marah dalam keadaan berdiri maka duduklah. Jika masih marah dalam keadaan duduk maka berbaringlah. Jika masih marah padahal sudah berbaring, maka segera bangkit dan ambil air wudhu untuk shalat shunnah dua rakaat."

Dalam Al-Quran pun disebutkan ayat mengenai menahan amarah "...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain..." (QS. Ali Imran : 134)

Yuk, manajemen emosi :)

-Noni Halimi

What You Get is What You Give : Semua Akan Kembali Pada Kita

Seorang Bapak buta berjalan dengan tongkatnya di malam hari. Tangan kanannya memegang tongkat, sementara tangan kirinya membawa lampu. Ia berjalan dengan pelan. Pemandangan ini jelas cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.

Supaya tidak penasaran sampai kebawa mimpi, maka pria itu pun memutuskan untuk bertanya : "Pak, mengapa Anda berjalan membawa lampu?". Orang buta itu menjawab tenang "Sebagai penerangan". Dengan heran pria itu bertanya kembali "Mohon maaf Pak, tetapi bukankah Bapak tidak dapat melihat dan tetap tidak bisa melihat jalan meskipun ada lampu penerangan yang Bapak bawa?"

Bapak itu tersenyum dan menjawab "Nak, meski saya tidak dapat melihat, orang lain dapat melihat saya. Selain membuat jalanan menjadi terang, lampu ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya karena saya tidak dapat melihat."

Apa ibroh (hikmah) dari kisah di atas?

Di saat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang berbuat baik untuk diri kita sendiri. Apa yang kita lakukan untuk orang lain, suatu saat akan kembali kepada kita. Karena itu, jangan pernah lelah berbuat kebaikan. Senantiasa berbuat baik kepada sesama adalah rahasia kehidupan yang berkah, insya Allah.

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri (QS. Al-Isra' : 7)

Semoga bermanfaat. - Noni Halimi

Kisah Keledai dan Gundukan Tanah

Alkisah ada seekor keledai yang kurus dan tua terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam, ia tidak bisa keluar *backsound lagu sedih* Entah ngapain itu keledai bisa sampe terperosok ke dalam lubang, jangan tanya saya, karena saya gak tahu. Tiba-tiba melintaslah beberapa warga dan melihat ada seekor keledai di dalam lubang tersebut. Warga berniat menolong keledai agar keledai dapat keluar dari lubang. Berbagai cara dilakukan warga agar keledai bisa keluar, namun usahanya tidak juga membuahkan hasil.

Warga mulai putus asa dan berniat untuk mengubur keledai itu di dalam lubang. Toh keledainya sudah tua dan tidak produktif lagi, jadi tidak masalah kalau dikubur. *jahat yaaa* Mereke kemudian benar-benar memutuskan untuk mengubur keledai itu.

Warga mulai memasukkan beberapa gundukan tanah ke dalam lubang. Satu gundukan dijatuhkan. Jujur, keledainya deg-deg-an gilak, namanya mau dikubur hidup-hidup. Ketika gundukan tanah pertama masuk, keledai mulai berpikir.."apabila saya hanya diam saja, maka habislah hidup saya, terkubur." Maka mulailah keledai bergerak!

Keledai menggunakan gundukan tanah yang akan menguburnya itu sebagai pijakan untuk naik ke atas. Bergerak untuk naik. Gundukan kedua pun dijatuhkan. Keledai tersebut juga  menggunakannya untuk pijakan naik, semakin tinggi. Pun demikian dengan gundukan ke 3, 4, 5 dan seterusnya.

Apa yang terjadi??
Keledai pun akhirnya bisa keluar dari lubang dengan menggunakan gundukan-gundukan tanah yang akan menguburnya itu sebagai pijakan untuk naik ke atas.

Apa ibroh (hikmah) dari kisah inspirasi di atas?

Jikalau keledai menganggap gundukan tanah tersebut sebagai masalah da penghalang baginya, tentulah ia akan mati terkubur dalam lubang. Namun yang dilakukan keledai adalah menggunakan gundukan tanah tersebut sebagai sarana untuk keluar dari lubang.

Okay, anggaplah keledai tersebut adalah manusia dan tanah tersebut adalah masalah, pekerjaan, tugas. Jikalau manusia menganggap suatu pekerjaan, tugas, ujian, dan masalah yang datang sebagai beban, tentulah manusia akan terpuruk. Namun apabila manusia menjadikan pekerjaan, tugas, ujian dan masalah sebagai sarana untuk maju, maka kesuksesan di depan mata.

Jangan mengeluh jika mendapat tugas seabrek-abrek. Jangan protes jika mendapatkan task dan pekerjaan yang luar biasa dari pemimpin di kantor. Bahwasanya setiap manusia akan diberikan ujian. Namun bagaimana manusia menyikapinya yang menjadi pembeda hasilnya.Terima dengan lapang, kerjakan dengan senang, kesuksesan pun akan datang :) Semoga bermanfaat. - Noni Halimi

Monday, July 1, 2013

"Habiskan" Gajimu di Jalan yang Benar


Saat ini kamu bekerja? Saya juga. Setiap bulan menerima penghasilan rutin berupa gaji dari perusahaan? Saya juga. Merasa sulit untuk menabung setiap bulan? Saya juga. Merasa gajimu habis terus setiap bulannya? Yaaaa...Saya juga, haha! Namun karena hal tersebut kamu jadi malas untuk menabung? Wah, jangan sampe deh! Kalo kata orang dulu sih, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, hemat pangkal kaya. Sudah terbukti memang menabung itu banyak manfaatnya.

Dengan menabung kita memiliki dana darurat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, atau kita bisa membeli barang yang kita inginkan sejak lama, serta yang paling bijak adalah menabung untuk masa keperluan di masa mendatang (investasi).

Setiap bulan, pegawai kantoran pasti dapet gaji kan? Tapi rasa-rasanya tiap bulan selalu habis. Bahkan ada yang tiap bulan selalu merasa gajinya kok kurang? Wah. Wah. Menurut Saya “semakin besar gaji semakin besar juga pengeluaran”. Wajar kalau ada yang sampai kepikiran kenapa gaji bulanan sering habis. Gak perlu heran, karena memang seperti itulah fitrah uang, untuk dihabiskan. *loh kok dihabiskan??*

Coba iseng tanya ke rekan-rekan kamu, bagaimana cara mereka menabung? Sebagian pasti ada yang menjawab “gajinya dipakai untuk kebutuhan, sisanya baru di-tabung”. Jadi menabung dari sisa gaji, nanti kalau ada sisa gajinya. Sampe jungkir balik, salto, rol depan rol belakang sampai sikap kayang, bakal susaaaaah banget kalo disuruh menyisakan gaji untuk ditabung. Sedangkan kalau mau jujur sih, susah ya menyisakan gaji. Mana yang lebih enak, menyisakan gaji atau menghabiskan gaji? Jelas menghabiskan gaji kan? Nah, tapi ini beda, “menghabiskan” gaji di jalan yang benar. Seperti apa sih?

Ayo kita main POS REKENING dan SKALA PRIORITAS.
Saya memiliki beberapa rekening BNI Syariah untuk pos rekening saya;

1 Rekening Gaji
Kamu pasti punya rekening gaji dong, yang setiap tanggal gajian akan terisi full oleh gaji. Biasanya banker paling bahagia luar biasa kalo tanggal 25, tapi begitu tanggal belasan ngiritnya luar biasa hehe. Rekening gaji hanya saya gunakan untuk khusus penerimaan gaji, tidak dicampur untuk kepentingan lain. Hanya untuk menerima gaji tidak dicampur dengan saving atau dana lain. Mengapa? Untuk memudahkan monitoring apakah bulan tersebut saya boros, berapa saving yang bisa saya lakukan, dan sebagainya.

2 Rekening Operasional
Rekening ini yang biasa saya pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari saya. Untuk biaya makan siang, transport ke kantor, dan kebutuhan sehari-hari saya yang sifatnya adalah fix setiap bulan.

3 Rekening Saving
Rekening ini dipergunakan untuk menampung dana saving dan investasi saya setiap bulannya. Kalau bisa sih rekening ini jangan di utak-atik apalagi ditarik melalui ATM, lama-lama habis dong. Rekening inilah the real deposit account.

Penting sekali untuk memisahkan rekening menjadi beberapa rekening. Ini akan membantu kamu juga dalam alokasi gaji dan disiplin dalam menabung. Jika rekening untuk menabung digabung dengan rekening penerimaan gaji, akan sulit untuk tracing jumlah uang yang kita tabung pada bulan tersebut.

Setelah memiliki Pos Rekening, yuk lanjut ke Skala Prioritas.

Gaji yang kita peroleh akan kita bagi menjadi beberapa prioritas yang nantinya akan dialokasikan ke masing-masing pos rekening. Apa saja skala prioritas untuk menghabiskan gaji bulanan?


1 Pay your GOD first. Zakat, Infaq, Sedekah will purify your income.
Gaji yang kamu dapatkan adalah berkah dari Allah yang sudah seyogyanya kamu alokasinya sebagian untuk Allah. Makin banyak menginfakkan hartamu di jalan Allah, insya Allah akan semakin berkah.

2 Pay your debts immediately. You don’t know when the end of your world.
Membayar hutang itu adalah wajib dan sesuatu yang harus disegerakan. Maka membayar hutang masuk ke skala prioritas awal yang harus ditunaikan. Apa yang masuk kategori hutang? Bayar kartu kredit yang kamu punya, misalnya kartu kredit BNI Syariah yakni Hasanah Card. Membayar tagihan-tagihan yang memang masuk jatuh tempo pembayaran, kamu pernah meminjam uang ke orang lain, dsb. Dahulukan membayar hutang.

3 Allocate your money to Deposit and Investment things. Everything must be well prepared.
Menyisihkan sisa gaji untuk menabung? Thats not good idea. Tapi sengaja dari awal mengalokasikan gaji untuk menabung, nah itu baru brilliant idea! Alokasikan minimal 25% dari gajimu untuk saving/deposit dan investasi. Mengapa mesti di awal-awal dikeluarkan? Karena tadi itu, suliiit banget kan untuk menabung, jadi harus diprioritaskan. Alokasinya dana untuk menabung ini ke “Rekening Saving” (lihat jenis-jenis rekening di atas tadi). Jika mau lebih dari 20% maka bisa juga ke instrument investas lain seperti : Tabungan Perencanaa (contohnya Tapenas Hasanah BNI Syariah), kepemilikan Logam Mulia (bisa juga produknya Murabahah Emas BNI Syariah), Deposito (nah ini Deposito Hasanah BNI Syariah, keuntungannya tidak ada biaya pinalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo), Reksa Dana, Saham, dan instrumen investasi lainnya, tergantung selera masing-masing.

4 Take your daily needs, lunch, transport, for your family, etc.
Ini adalah biaya hidup sehari-hari. Alokasikan dana ini ke “Rekening Operasional” (lihat jenis-jenis rekening di atas lagi ya). Mengenai jumlah yang harus dialokasikan ke Rekening Operasional berbeda-beda, karena kebutuhan setiap orang akan berbeda satu sama lain. Ada yang biaya hidupnya cukup dengan 700.000 per bulan, ada pula yang biaya hidupnya 1.500.000 dsb. Biaya hidup ini bisa dibilang fix dan sulit untuk ditekan, karena setiap bulan akan mengelaurkan biaya hidup ini. Kecuali jika kamu mau berhemat sih bisa. Kalau sudah setiap bulan me-record kebutuhan bulanan, dengan sendirinya kamu akan paham berapa yang harus disediakan per bulan di rekening operasional kamu.

5 SISANYA? Spend it on your pleasure.
Nah masih ada kan sisa gaji yang mengendap di Rekening Gaji kamu? Biarkan saja mengendap di Rekening Gaji kamu. Jumlah inilah yang kamu bisa pakai untuk “kesenangan” kamu. Misalnya kamu suka belanja, maka uang inilah yang dipergunakan untuk belanja. Kalau suka baca buku ya uang ini yang dipergunakan untuk membeli buku. Dana inilah yang bisa kamu tekan semaksimal mungkin, karena sesungguhnya ini adalah “Dana Kesenangan”. Dana ini yang boleh dihabiskan, namun hati-hati, jangan terlalu cepat menghabiskan gaji. Karena tanggal 25 masih lama lho, hehe.

Mudah sekali untuk menentukan apakah bulan tersebut kamu banyak pengeluaran maupun boros :P hehehhe. Saat baru tanggal belasan tapi rekening operasional dan rekening gaji sudah menipis, itu bisa sebagai warning sign buat kamu. Coba kalau rekening simpanan kamu digabung sama rekening gaji, mana ketauan berapa jumlah saving kamu, berapa jumlah sisa uang yang bisa kamu pakai. Yang ada justru kamu tanpa sengaja memakai dana saving untuk belanja, nah loh!

Apabila “Dana Kesenanngan” yang terdapat di rekening gaji kamu ada sisa sampai tanggal 25 bulan depan, wow, applause buat kamu, berarti bulan lalu kamu bisa hemat. Silahkan sisihkan sebagian untuk Infaq + Sedekah, dan sisanya masukan kembali ke Rekening Saving :D

Nah, tadi itu untuk gaji bulanan yang memang nilainya tetap setiap bulannya. Gimana dengan penghasilan tambahan seperti Bonus, THR, Ongkos Perjalanan Cuti dsb? Pastika untuk menyisihkan paling tidak 50% untuk saving ya! Wow, mengapa besar sekali? Ya karena jumlah penghasilan tambahan ini besar nilainya. Kalau tidak “diselamatkan” dalam jumlah banyak, akan melenakan dan uang itu akan habis gak pamitan, gak sopan banget kan. Jadi untuk prepare, baiknya 50% diselamatkan untuk saving dan investasi.

Gaji itu memang untuk dihabiskan. Maka habiskanlah gajimu di jalan yang benar. Menghabiskan gaji akan lebih menyenangkan ketimbang menyisakan gaji. Ganti pola pikir cahflow kamu sekarang! :D

Semoga bermanfaat –Noni Halimi

Kartu Kredit Gak Selamanya Bikin Melilit


Kartu kredit identik dengan gaya hidup konsumtif yang memaksa pemegang kartu membeli hal-hal yang tidak perlu-perlu banget untuk dibeli, atau menggunakan dana melebihi batas yang bisa dibayar oleh si pemegang kartu. Banyak promo yang ditawarkan kartu kredit bisa jadi mendorong pemegang kartu bertindak konsumtif berlebihan, hingga tiba saatnya billing payment datang, dan JEDAAAR! Banyak banget ya tagihannya!

Kartu kredit bukan tidak memiliki fungsi dan keuntungan. Ada kok keuntungan memiliki kartu kredit. Berhubungan saya pribadi hanya memiliki satu kartu kredit, maka saya gunakan contoh kartu kredit ini, hehe. Saya punya kartu kredit yang dikeluarkan oleh BNI Syariah, yakni HASANAH CARD. Ini adalah kartu kredit berbasis syariah dengan biaya annual fee murah, sistem cash rebet , dan pastinya tanpa riba. Further info bisa cek langsung di laman : www.bnisyariah.co.id

Apa gunanya kartu kredit ini?

PERTAMA, Biasanya saya pergunakan untuk keperluan mendesak yang kira-kira saya lebih milih gesek kartu kredit ketimbang debit, misalnya beli buku, haha, bagi saya itu kepentingan mendesak. Dan saya lebih senang beli buku dengan kartu kredit ketimbang debit, jika saya membeli buku dalam jumlah lumayan banyak. Namun apabila hanya membeli 1-2 buku, gunakanlah uang tunai atau debit. Apalagi kebutuhan mendesak lain? Ini tergantung persepsi dan kebutuhan masing-masing orang, yang penting adalah jangan di-desak-desakin. Hehehehe. Tahu kan? Kalau bisa gak pake kartu kredit ya gak usah gesek.

KEDUA, kartu kredit juga bisa dipergunakan kalau ada promo gadget dengan cicilan 0%. Memang seluruh promo dengan sistem smart spending Hasanah Card selalu 0% dan tanpa bunga. Saya pernah dua kali menggunakan fasilitas smart spending Hasanah Card untuk pembelian gadget yang memang ada promonya. Menurut saya menguntungkan, karena cicilan per bulan kan jadi murah ketimbang membeli dengan cash. Itung-itung membeli dengan cara mencicil tanpa tambahan biaya apa pun.

KETIGA, saya pergunakan untuk promo yang dikeluarkan oleh Hasanah Card, misalnya untuk tiket masuk ke lokasi wisata, promo restoran. Namun untuk promo ini saya tidak begitu sering menggunakannya, mengingat esensi dari kartu kredit bagi saya adalah sarana untuk keadaan mendesak tadi hehe. Tapi kalau ada promo di toko buku / groceries sih semangat! *loh*

KEEMPAT, kartu kredit bisa dipergunakan untuk pembayaran tiket pesawat. Saya menggunakan fasilitas ini beberapa kali untuk traveling, hehe. Misalnya ada promo Air Asia yang suka gak sopan kalo promo gak liat-liat tanggal gajian, sedangkan untuk booked kursi harus segera dan saat itu jg harus bayar. Maka kartu kredit menjadi oase di tengah padang pasir, tsaaahhh curcol. Jadi pilihlah pembayaran dengan kartu kredit, maka selesai urusan, bulan depan saat keluar tagihan jangan lupa langsung dibayar ya!

KELIMA, kartu kredit bisa juga buat gaya-gayaan *eh! Bukan, kartu kredit hasanah Card ini bisa juga sebagai sarana mensosialisasikan kartu kredit berbasis syariah, bahwa ada lho, kartu kredit yang bikin tenang. Hasanah Card ini pun akan otomatis decline transaksi kita apabila kita melakukan transaksi di merchant yang tidak sesuai dengan syariah, misal bar, tempat clubbing, dan sebagainya :P Hasanah Card ini juga tidak mendorong si empu kartu untuk bertindak konsumtif.

Nah, kalau sudah punya kartu kredit, maka saya ada sedikit saran mengenai kartu kredit ini :

1. Pergunakan kartu kredit dalam keadaan memang terdesak. Kalau bisa tidak menggunakan kartu kredit akan lebih baik. Kalau gak perlu-perlu banget buat gesek ya gak usah.

2. Bayarlah segera tagihan kartu kredit kamu saat sudah keluar tagihan. Ini penting. Terlebih kartu kredit itu masuk dalam Info BI kolektibiliti pinjaman kamu. Kalau kamu telat bayar kartu kredit, maka record kamu di BI akan buruk dan akan sulit bagi kamu di kemudian hari untuk mengajukan kartu kredit lain atau pinjaman di Bank. Kalau memang bisa full payment akan lebih baik, segera dilunasi tagihannya.

3. Jangan menggunakan kartu kredit untuk membeli kebutuhan sehari-hari, misalnya belanja bulanan. Karena sesungguhnya kartu kredit ini untuk memfasilitasi kebutuhan tersier, bukan kebutuhan primer. Jangan sampe beli beras pakai kartu kredit, itu kebutuhan primer. Beda cerita kalau ada promo pembelanjaan di grocery atau pusat perbelanjaan. Namun jangan digunakan untuk kebiasaan.

4. Pakai prinsip beli yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. Selalu berpikir berulang kali sebelum membeli sesuatu menggunakan kartu kredit.

Bijaklah dalam bertransaksi menggunakan kartu kredit, karena tidak selamanya kartu kredit itu bikin melilit :D

Semoga bermanfaat. –Noni Halimi


Tabungan Perencanaan : Yuk, Berencana!


Pengen nabung dengan disiplin dan tanpa harus repot-repot transfer? BNI Syariah punya produk yang bisa fasilitasin hal ini loh! Namanya Tabungan Perencanaan Hasanah (TAPENAS atau nantinya akan kita sebut dengan TAPENAS HASANAH ya *request).

Tapenas Hasanah adalah Tabungan perencanaan yang dikelola secara syariah dengan akad Mudharabah Muthlaqah. Tapenas Hasanah membantu kamu untuk menyiapkan rencana-rencana seperti : pendidikan, pernikahan, traveling, umroh, beli gadget oke, bahkan hanya sekedar ingin nabung rutin pun bisa.

Apa sih keuntungan Tapenas Hasanah ketimbang Tabungan lainnya?

- Bagi Hasil yang diberikan lebih kompetitif dan lebih tinggi dari tabungan biasa
- Setoran bulanan sesuai dengan perencanaan
- Asuransi otomatis bebas premi
- Pelayanan di lebih dari 787 kantor Cabang BNI dan 58 kantor Cabang BNI Syariah
- Sistem autodebet tiap bulannya

Bagaimana cara mebuka rekening Tabungan Tapenas Hasanah? Yuk, simak!

PERTAMA, pastikan kamu punya rekening TABUNGAN HASANAH (bisa Mudharabah maupun Wadiah, keduanya compatible kok, hehe, berasa komputer)

KEDUA, buka rekening TAPENAS HASANAH dengan membawa -> KTP; Buku Tabungan Hasanah; Fotocopy Identitas Penerima Manfaat (karena tabungan ini harus ada penerima manfaat, maka diharuskan untuk melampirkan identitas penerima manfaat. yang bisa menjadi penerima manfaat adalah orangtua, suami, isteri, kakak, adik, dan orang yang masih ada hubungan saudara. Nama penerima manfaat ini nantinya akan tercantum di buku Tabungan Tapenas Hasanah kamu).

KETIGA, Isi formulir pembukaan rekening Tapenas Hasanah

Hal-hal yang penting terkait dengan Tapenas Hasanah ini adalah
- Mengisi formulir Tapenas Hasanah
- Memiliki Tabungan Hasanah
- Setoran Awal minimum Rp.100.000
- Setoran bulanan minimum Rp.100.000 dan kelipatan Rp.50.000 dan maksimal setoran bulanan Rp. 5.000.00. Misalnya setoran bulanannya Rp.250.000 atau Rp.500.000.
- Jatuh tempo/ jangka waktu minimum 1 tahun dan maksimum 18 tahun
- Tanggal autodebet setiap tanggal 5.

Jadi dari rekening Tabungan Hasanah tiap tanggal 5 langsung pindah otomatis sejumlah setoran bulanan ke Tapenas Hasanah. Pastikan sebelum tanggal 5 telah tersedia dana di rekening Tabungan Hasanah kamu ya! Karena apabila tidak ada dana, pada tanggal 5 akan terjadi gagal debet ke rekening Tapenas Hasanah. Apabila terjadi gagal debet 3 kali, maka Tapenas Hasanah otomatis akan tutup, dan seluruh dana pindah ke Tabungan Hasanah. Untuk membuka Tapenas Hasanah kembali, harus membuka Rekening Tapenas Hasanah ke Customer Service lagi.

Apabila sudah jatuh tempo atau jangka waktu sudah habis, tidak perlu datang ke Cabang BNI Syariah untuk menutup rekening, karena rekening kamu otomatis akan tertutup sendiri akibat jatuh tempo, dan seluruh dana beserta bagi hasil akan pindah semua ke ke Tabungan Hasanah (primary).
Biaya administrasi bulanan Rp.500. Murah banget kaaaaan!
Biaya penutupan sebelum jatuh tempo dikenakan Rp.50.000, namun apabila tutup rekening setelah jatuh tempo hanya dikenakan Rp.5.000.

Dana yang tersimpan di rekening Tapenas Hasanah tidak bisa ditarik/diambil karena tidak diberikan ATM, dananya pun beku, karena peruntukannya memang untuk perencanaan. Kalau ada fasilitas ATM, ya bisa suka-suka diambil nanti habis dong. Dana ini bisa diambil sebagian, maksimum 20% dari total saldo setelah 1 tahun mengendap. Namun akan lebih baik kalau tidak diambil, namanya juga tabungan perencanaan kan :D 

Jangan lupa tanyakan ke Customer Service ada gimmick menarik apa untuk setiap pembukaan rekening Tapenas Hasanah dengan nominal setoran bulanan tertentu. Biasanya ada souvenir menarik apabila setoran bulanan di atas Rp. 250.000.

Gimana? Cukup mudah dan menguntungkan kan? Yuk, berencana dengan Tabungan Perencanaan Hasanah BNI Syariah.

-Noni Halimi

Cara Cek Saldo BNI SMS Banking

Bagaimana sih cara cek saldo SMS Banking BNI untuk nasabah BNI dan BNI Syariah?

1 Masuk ke launcher BNI SMS Banking

2 Pilih INQUIRY

3 Pilih SALDO

4 Pilih Proses

5 Anda akan mengirim SAL? Pilih YES

6 Cek Inbox SMS kamu, ada pesan dari 3346.

Bahwa untuk melanjutkan proses cek saldo rekening, kamu diminta untuk memasukan PIN digit ke 6 & 5 PIN kamu. Ingat ya, PIN SMS Banking, bukan PIN ATM (kecuali jika PIN SMS Banking kamu sama dengan PIN ATM). Misal PIN kamu 250388, maka digit ke 6 dan 4 adalah “83”. Silahkan reply SMS tersebut dengan hanya mengetik angka 83. Untuk PIN Challenge ini akan diacak, sehingga tidak melulu meminta kombinasi PIN ke 6 dan 5. Bisa saja diminta untuk memasukkan PIN digit ke 4 & 3, atau 1 & 6. Apabila aktivasi kamu dilakukan melalui Customer Service maka PIN kamu adalah standar 123456. Jangan khawatir, bisa diubah kok dimenu administrasi

7 Setelah kamu reply SMS dengan memasukkan digit PIN yang diminta, maka 3346 akan mengirimkan jumlah saldo yang ada di rekening kamu.

8 Segera hapus history SMS dari 3346 maupun balasan yang kamu kirimkan untuk 3346. Keep it clean demi keamanan rekening kamu :D

Tidak hanya untuk Cek Saldo, namun bisa juga untuk Transfer Uang ke Rekening BNI / BNI Syariah maupun Bank lain, Pembayaran Tiket Pesawat, Kartu Kredit, Pembelian Pulsa, dan sebagainya. Mudah kan jadi nasabah BNI Syariah? -Noni Halimi

Bagaimana Cara Membeli Pulsa di SMS Banking

Bagaimana Cara Membeli Pulsa Melalui SMS Banking?

1. Masuk ke launcher BNI SMS Banking

2. Pilih PEMBELIAN

3. Pilih VOUCHER TELKOMSEL (misalnya untuk pengguna provider Telkomsel)

4. Masukan NOMOR HP kamu

5. Silahkan pilih NOMINAL PULSA yang akan kamu beli

6. Pilih Proses

7. Cek Inbox SMS kamu, ada pesan dari 3346. Bahwa untuk melanjutkan proses cek saldo rekening, kamu diminta untuk memasukan PIN digit ke 6 & 5 PIN kamu. Ingat ya, PIN SMS Banking, bukan PIN ATM (kecuali jika PIN SMS Banking kamu sama dengan PIN ATM). Misal PIN kamu 250388, maka digit ke 6 dan 4 adalah “83”. Silahkan reply SMS tersebut dengan hanya mengetik angka 83. Untuk PIN Challenge ini akan diacak, sehingga tidak melulu meminta kombinasi PIN ke 6 dan 5. Bisa saja diminta untuk memasukkan PIN digit ke 4 & 3, atau 1 & 6.

8. Setelah kamu reply SMS dengan memasukkan digit PIN yang diminta, sedetik kemudian pulsa kamu sudah terisi, jengjeng! Indikatornya adalah terdapat SMS dari 3346 yang memberitahukan bahwa transaksi pengisian pulsa telah berhasil.

9. Segera hapus history SMS dari 3346 maupun balasan yang kamu kirimkan untuk 3346. Keep it clean demi keamanan rekening kamu :D

Semoga bisa membantu nasabah BNI dan BNI Syariah ya :D