Showing posts with label Masjid Jamek. Show all posts
Showing posts with label Masjid Jamek. Show all posts

Wednesday, July 22, 2015

Review Back Home Kuala Lumpur, Malaysia


Back Home merupakan salah satu tempat menginap yang low budget di Kuala Lumpur. Harganya yang cukup terjangkau tidak menjadikan hostel ini kalah saing dari segi fasilitas dan lokasi. Hostel ini berlokasi yang cukup strategis yakni 30, Jalan Tun H S Lee, 50100 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia, Telp.+60 3-2022 0788. Lokasinya dekat dengan stasiun LRT Masjid Jamek, hanya berjalan kaki berapa ratus meter dan sampailah di sepanjang jalan bertuliskan Back Home. Akses penginapan yang dekat dengan LRT sangat menguntungkan dan jadi pertimbangan di Kuala Lumpur, Malaysia. Pasalnya, kamu akan banyak berkeliling tempat wisata menggunakan moda transportasi umum seperti LRT atau bus kota. Jika akses penginapan sulit untuk ditempuh jalur LRT atau bus kota, maka kamu akan banyak membuang tenaga dan efisiensi waktu. Maka carilah hostel yang dekat dengan akses transportasi.

Pada Maret 2015 silam kebetulan saya menginap di Back Home Hostel. Harga kamarnya 120 MYR per malam untuk double bed atau senilai 456.000 IDR (kurs 3800 IDR) untuk dua orang. Sebenarnya masih ada yang harganya hampir sama dengan Back Home, namun saya mencoba memilih Back Home, lumayan nyobain hostel yang berbeda-beda. Harganya cukup worth it, sebanding dengan apa yang kamu dapat. Lokasi strategis, kamar yang cukup luas, suasana yang cozy dan homy sekali, sarapan gratis, ada tempat penitipan barang, kamar mandi yang bersih. Semuanya sudah cukup menjadi dasar penilaian hostel tersebut cukup baik. Tak lupa melihat review dan rating yang diberikan di trip advisor, maka kamu akan semakin yakin memilih hostel ini.

Back Home mempersilahkan kepada customer yang ingin early check in tanpa mengenakan biaya tambahan apa pun. Saya memesan kamar menggunakan situs booking.com, sengaja cari yang gratisan, jadi booking bisa kapan saja, cancel jg tanpa biaya, dan pembayaran dilakukan 100 persen di tempat. Akses internet wifi ada dan ruang browsing untuk santai cukup luas dan nyaman. Kamu tidak perlu khawatir kesulitan googling atau update status karena akses wifi 24 jam. Kamu hanya perlu tanyakan password wifi ketika kamu check in di receptionist. Kamar mandi memang sharing (bersama-sama), namun jumlah pintu cukup banyak dan terpisah antara kamar mandi wanita dan pria. Sarapan dibuka pada pukul 07.00 pagi dengan menu roti, selai berbagai rasa, margarin, gula, kopi, teh, susu sampai sereal. Semuanya self service, alias kamu ambil sendiri makanan dan minuman yang kamu mau. Tersedia juga pemanggang roti jika kamu ingin roti panggang, dan tersedian juga coffee maker jika kamu ingin membuat kopi. Sarapan ini unlimited, tidak dibatasi jumlahnya, sehingga kami bisa membawa kota makan dan mengisinya dengan roti untuk persiapan bekal di perjalanan. Namanya juga pengiritan hehehehe. 

Banyak review dan komentar yang bisa kamu dapatkan di situs Back Home http://backhome.com.my/ atau Trip Advisor. Untuk rating Back Home dari saya bisa berikan 8 of 10 lah, not bad :D

picture source : blog.theholidaze.com

Sunday, August 3, 2014

Shalat Jumat di Stesen Masjid Jamek

Siang itu rencananya saya dan keluarga belanja ke Central Market dan Petaling Street. Lokasinya cukup mudah ditempuh, naik saja LRT sampai Stesen Pasar Seni, kemudian berjalanlah ke arah pintu keluar. Di sana sudah terlihat bangunan Central Market berwarna biru langit. Tak jauh dari Central Market, berjalanlah ke arah China Town, di sana terdapat tempat berbelanja bernama Petaling Street. Banyak barang murah yang bisa kamu beli di sana. Jangan lupa ya, pakai prinsip menawar dan senyum :D

Pulang dari belanja kilat ala Bapak saya di Central Market dan Petaling Street, kami berniat ke Masjid Jamek untuk menunaikan Shalat Jumat. Saya dan keluarga bergegas berjalan ke arah Masjid Jamek dari Petaling Street yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja. Ramai lalu lalang orang yang ingin menunaikan Shalat Jumat ditemani langit yang mendung dan sedikit gerimis romantis

Sampai di Masjid Jamek yang didominasi warna putih dan strip hitam itu, rupanya sudah banyak sekali para laki-laki yang bergegas ke dalam. Bapak dan Adik laki-laki saya pun masuk ke dalam, sedangkan kami yang perempuan menunggu di luar karena area Masjid, karena Masjid pada Jumat siang itu steril dari perempuan, hanya laki-laki yang diperbolehkan masuk. Hujan makin turun lebat, alhasil kami berlarian ke Stesen Masjid Jamek yang lokasinya persis bersebelahan dengan Masjid Jamek.
Suasana Jumatan di Stesen Masjid Jamek
Suasana Petaling Street
Di area stasiun rupanya tidak ada bangku untuk menunggu atau waiting area, sehingga kami yang cukup kelelahan jalan kaki puasa-puasa, menemukan ide untuk duduk-duduk di pojok dekat mesin otomatis pembelian token tiket LRT. Awalnya mungkin banyak yang heran kami duduk-duduk di sana, namun lama kelamaan malah ibu-ibu dan mbak-mbak banyak yang mengikuti untuk duduk di sebelah kami. Mungkin mereka juga menunggu hujan reda dan menunggu Shalat Jumat usai.

Saat khutbah Jumat disiarkan sayup-sayup terdengar dari stesen, dengan bahasa Malaysia yang khas. Saya tidak begitu fokus mendengarkan, karena lebih memilih bersandar, membuka smartphone dan mulai mengaji meneruskan tadarus saya. Hujan makin deras dan stesen makin ramai. Entah bagaimana dan siapa yang memulai, di depan saya ternyata sudah banyak Bapak-bapak yang menggelar koran dan sajadah untuk sholat Jumat di pelataran stesen. Awalnya tidak teratur, namun lama-kelamaan berbentuk shaf rapi, sampai akhirnya mereka mulai ikut Shalat Jumat berjamaah dari stesen.

Pemandangan cukup unik yang saya temui, karena stesen tempat lalu lalang orang tapi dipergunakan untuk shalat. Bukan hanya itu, Malaysia terkenal dengan kehidupan berbagai macam ras menjadi satu, sehingga dalam Shalat Jumat pun saya menemui bermacam ras berdiri bersampingan untuk Shalat. Melayu, India, Timur Tengah, Western. Budaya saling menghormati pun sangat kental. Orang yang lewat beratur melalui samping jalan tanpa mengganggu Muslim yang sedang menunaikan Shalat. Saat-saat rush hour, hujan dan banyak tantangan lainnya, Muslim yang taat memang tetap harus menjalankan kewajibannya.

Sungguh bersyukur bisa mendapatkan pengalaman melihat Shalat Jumat di pelataran Stesen Masjid Jamek, hehe. Alhamdulillah