
Akibat penghargaan yang sangat tinggi terhadap waktu ternyata berpengaruh juga kepada kehidupan pribadi masyarakat Jepang hingga melebar kepada budaya kerja masyarakat Jepang. Jika orang Jepang mengalami keterlambatan dalam menghadiri sesuatu, maka ia akan menyalahkan dirinya sendiri, bukan menyalahnya bis, angkutan umum atau faktor dari luar dirinya. Bahkan jadwal transportasi di Jepang hampir tidak pernah meleset barang 1 menit pun. Semuanya sesuai dengan jadwal. Saya pernah berkomentar karena mengalami sendiri tertibnya jadwal angkutan umum di Jepang, saya mengatakan bahwa “Di Jepang itu bukan hanya berburu menit, tapi berburu dalam hitungan detik” Ibaratnya lepas beberapa detik saja, kamu bisa tertinggal.
Setiap stasiun kereta bagian dalam peron tersebar banyak jam digital dengan irama yang sama satu sama lain. Jepang memiliki standar waktu pada tempat-tempat umum salah satunya stasiun dibuat terpusat agar memudahkan standarisasi waktunya. Jadwal kereta yang datang bisa dicocokan dengan jam tersebut. Jika kereta akan tiba pukul 10.39, maka memang benar pada menit ke 39 kereta sudah sampai di peron, tanpa terlewat 1 menit pun dan meleset dari jadwal. Bahkan saya pernah mendengar cerita dari rekan saya, bahwa jika petugas yang menjalankan kereta menyebebakan kereta tersebut datang terlambat maka akan ada permohonan maaf ke seluruh penjuru isi kereta berkali kali dan berulang ulang (sampai pendengarnya bosen, hehehe). Bahkan petugas tersebut sampai berjalan melewati gerbong satu ke gerbong lainnya untuk meminta maaf secara pribadi kepada penumpang yang menaiki kereta tersebut. Karena keterlambatan dianggap hal yang memalukan.
Bukan hanya standar waktu di stasiun kereta yang dibuat sama, namun juga standar waktu di seluruh sekolah, kampus, bahkan stasiun televisi juga dibuat terpusat. Bisa dibayangkan ketika diterapkan di Indonesia, ketika waktu Adzan Maghrib dikumandangkan di televisi maka akan muncul serentak tanpa jeda beberapa detik bahkan menit. Luar biasaa....
Akan sangat berasa perbedaannya ketika kita berjalan-jalan di Jepang dan merasakan sensasi tepat waktu ala orang Jepang. Jangan lengah dan bersantai-santai, luangkan waktu lebih banyak jika kita ingin menaiki kereta atau bus, lebih baik menunggu daripada tertinggal kereta atau bus kan? :D
Salam,
Noni Halimi
No comments:
Post a Comment