Showing posts with label pelajaran. Show all posts
Showing posts with label pelajaran. Show all posts

Thursday, May 22, 2014

Jangan Order

Saya masih ingat betul ketika itu saya dan putro masih duduk di bangku perkuliahan. Ketika kami sedang berjalan-jalan ke arah Matraman maka saya ajak melipir ke Gramedia Matraman. Memang hobi saya banget suka melipir ke toko buku untuk sekedar lihat-lihat atau kalau khilaf ya membeli :P
Saat itu kami iseng mau nyemil, dan bergegaslah kami ke dunkin donuts yang berada di bawah. Ambil secukupnya yg ingin kami makan di tempat, dan kami menuju kasir.

Sang kasir pun menghitung berapa harga donut kami dan ia berkata:
"Minumnya gak sekalian mbak?" 
Saya menoleh ke arah putro. Kami lupa membeli minum aqua dulu di luar hahhaa. Akhirnya putro mengangguk untuk memesan minum. Kami berdua pesan minum. Standar. Orange juice.

Kemudian sang kasir menambahkan minuman kami ke daftar belanjaan. Ketika mau bayar, jeng jeng. Harganya kok jadi mahal banget. Saya membayar dengan agak nyesek haha. Ketika kami cek pada saat sudah duduk, walah harga minuman kami bahkan lebih mahal daripada harga donut yg kami pesan.

Dan putro pun menyeletuk, "lain kali kalo ke sini, jangan pernah beli minuman"
Hahhahaaa. Sentak kami tertawa *usap-usap dompet.

Sunday, April 6, 2014

Forgive and Forget

“Saya memaafkan, namun saya tidak melupakan, karena saya menjadikannya pelajaran."

Apakah sekiranya terlihat tidak ikhlas, sedang tidak ada satu manusia pun yang benar-benar tahu keikhlasan seseorang, melainkan Tuhannya.

Saat kita memaafkan, maka saat itulah proses ikhlas dipaksakan. Ya, memang ikhlas awalnya harus dipaksakan.  Karena ikhlas itu proses, bukan instan.

Orang yang berani mengingat dan menceritakan kenangan pahit dengan tenang, justru telah melewati masa recovery yang lebih baik. Ketimbang dengan orang yang sengaja melupakan dan menghindar dari kenangan pahit.

Apakah orang yang tidak melupakan kenangan pahit berarti tidak ikhlas? Belum tentu. Justru ia telah menerima ketetapan yang diberikan dari Tuhannya. 

Lalu kemudian, apakah orang yang melupakan lantas dibilang sudah ikhlas? Belum tentu juga. Sebenarnya tidak ada korelasinya antara melupakan dengan keikhlasan.
Bersyukurlah atas seluruh kejadian pahit yang pernah menimpamu dahulu. Karena masa lalu itulah yang saat ini membentukmu. 

-Noni Halimi