Saturday, September 20, 2014

Amazing House Bangkok

Perjalanan masuk ke Samsen Road Soi Song (2) penuh lika liku dan pemandangan kiri kanan kursi dan meja yang penuh dengan muda-mudi yang sedang bercengkrama di malam hari. Saya pikir mungkin itu adalah turis. Memang suasana lorong tersebut lebih mirip dengan China Town yang saya temui di Singapore atau Kuala Lumpur. Restoran pinggir jalan dalam gang yang cukup sempit muat satu mobil. Sampai di depan pintu hostel tak lupa kami mengucap syukur akhirnya ketemu juga sama ini hostel. Kami memesannya melalui Booking.com dan kami akan melakukan pembayaran di tempat alias on the spot. Kami berencana menginap 3 malam dengan 2 kamar tidur tanpa AC dan double bed. Kami memilih hostel yang kiranya cukup murah dan sesuai dengan budget kami. Namun ini hostel emang terlalu murah sih.

Kami memberanikan diri untuk masuk dan bertemu dengan Bapak yang duduk di dalam ruangan. Saya menginformasikan kalau sudah memesan hostel ini sebelumnya atas nama saya.

Kemudian ia mengernyitkan kening dan berkata : "What time is it?"
 Saya pun menjawab sambil melihat jam tangan saya "11.30pm, Sir"
Ia melanjutkan dengan muka serius "You inform me that you will come on 11.00pm, it's too late." Jawabannya membuat saya bingung.
"Well, i need some time to go here, and actually i have to wait my friend from Don Mueang Airport after my arrival in Suvarnabhumi, so it's a lil bit late."
Ia menjawab "I'm sorry, i cannot process you guys."
"Pardon me? It's just thirty minutes from my confirmation on your email" Saya makin heran dan agak panik.
"I'm sorry...." Tidak lama kemudian ia menahan tawa dan tertawa sambil berkata..
"Well, don;t take it that serious, i just joking. welcome to Bangkok, my name is Yong, anyway."
Lemes banget rasanya dan saya hanya bisa bilang
"Thank you, Yong. You make us so worried, you know"
Saya dan rekan-rekan saya hanya bisa ketawa lemes.

Saya kemudian diberitahukan peraturan hostel, diberikan dua kunci hostel dan tidak boleh sampai hilang jika hilang akan dikenakan denda. Jika ingin membeli air bisa dipesan di lantai 1. Dan lucunya ini hostel tidak memerlukan deposit money yang biasa diberlakukan untuk jaminan kunci. Jadi saya hanya membayar seharga 2 kamar hostel untuk 2 malam. Berapa harganya? Ini dia.

Bukti pembayaran Hostel Amazing House
Harga per kamar untuk satu malam hanya 300 THB yang artinya hanya 105.000 IDR untuk berdua. jika dibayar per orang kami hanya mengeluarkan 52.500 IDR per malam dan 157.500 IDR untuk tiga malam. Luar biasa muraaaah. Jangan berharap dapat fasilitas yang super oke dengan tarif murah begini. Bagi saya cukup lah untuk tidur dan istirahat. Kasurnya double dengan jenis kasur rumahan yang lumayan nyaman. Isi kamar hanya ada meja dan kipas angin bawah. Kamar mandi berada di luar dengan jumlah 2 kamar mandi yang dipakai bersama-sama. Cukup murah untuk harga segitu sih. Disyukuri saja :D

Akhirnya Bangkok

Bulan Februari menjadi bulan yang sangat saya nantikan, pasalnya pada akhir bulan tersebut saya bersama ketiga rekan kantor akan menjelajah kota Bangkok selama beberapa hari. Itinerary, hotel serta tiket Madame Tussauds sudah kami persiapkan jauh hari sebelum keberangkatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya membeli tiket pesawat Tiger Airways beberapa bulan sebelumnya dengan promo free return, yang artinya saya hanya membeli tiket keberangkatan saja sedangkan tiket pulang seharga 0 rupiah. Pergi bayar, pulang dibayarin. Saat itu saya membeli tiker keberangkatan Jakarta - Bangkok (Suvarnabhumi Intl) dengan harga sekitar 675.000 IDR, ditambah bagasi pulang, biaya pemesanan dengan kartu, serta lain-lain, saya harus membayar tiket Jakarta-Bangkok-Jakarta dengan harga 1.000.000 IDR bersih. Harga yang cukup bersahabat lah untuk ke Bangkok, mengingat harga tiket promo untuk ke Bangkok dari Air Asia yang sudah lama saya perhatikan berkisar antara 1.500.000 IDR sampai dengan 1.800.000 IDR. 

Langsung saya booking dengan kompromi singkat dengan kedua rekan saya, yakni Kakak Shinta dan Thivany. Setelah tiket kami dapatkan, rekan kami yang bernama Ndari berniat ikut, namun sayang promo maskapai Tiger Airways tak kunjung datang, hingga akhirnya harus merelakan membeli Air Asia dengan harga yang sedikit lebih mahal, dan konsekuensinya adalah kami terpisah bandara. Tiger Airways akan mendarat di Bandara Internasional Suvarnabhumi sedangkan Air Asia akan mendarat di LCCT Don Mueang. Saya cukup khawatir dengan adegan pisah badara ini karena rekan saya Ndari kali pertama ke luar negeri. Namun, kami semua optimis perjalanan akan lancar dan aman. Bismullah.

Tibalah sore hari keberangkatan kami ke Bangkok. Saya dan Thivany sudah sampai Terminal 3 Soekarno Hatta. Syukur Alhmadulillah kami berempat berada di terminal yang sama, karena Air Asia pun akan berangkat dari Terminal 3. Setidaknya kami akan menunggu pesawat bersama walaupun Ndari nantinya akan berangkat beberapa menit setelah kami dengan maskapai lain. Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang dan Kakak Shinta berserta Ndari belum kunjung datang juga. Siang itu sungguh aneh, terik matahari namun di tengah perjalanan ke bandara tiba-tiba hujan sangat deras. Saya sudah mewanti-wanti Kakak Shinta dan Ndari supaya tiba lebih awal karena harus check in terlebih dahulu. Siapkan waktu setidaknya 2 jam sebelum keberangkatan internasional. Saya sudah ingatkan. Sekitar satu jam kami menunggu, akhirnya Ndari dan Kakak Shinta tiba. Kami bergegas ke Boarding Room dan menunggu pesawat kami.

Selama menunggu, kami langsung shalat Ashar dan Dzuhur dengan Jamak mengingat perjalan kami cukup panjang dan kemungkinan akan sampai di Bangkok lewat Isya. Tak lama kami sholat dan menunggu sambil nyemil De Besto (ayam yang dibawa oleh Ndari) kami langsung mendengar pengumuman bahwa pesawat Tiger Airways sudah siap dan kami diminta untuk beratur menuju ke pesawat. Ndari masih di terminal 3 menunggu penerbangan Air Asia.

Waktu tempuh Jakarta - Bangkok adalah 3 jam, dengan tidak ada perbedaan waktu diantara kedua tempat tersebut. waktu tempuh yang cukup panjang membuat saya memutuskan untuk tidur di tengah perjalanan. Saat bangun, ternyata langit sudah senja dan matahari tinggal ujungnya saja terlihat. Entah mengapa, saya langsung bersin berkali-kali dan demam. Biasanya setelah bangun tidur memang biasa suhu badan naik, namun sepertinya ini tidak biasa. Saya langsung berinisiatif meminum obat penurun panas dan pusing agar keadaan tidak semakin buruk. Setelah minum obat, saya melanjutkan tidur hehhehehehe.

Pukul 19.00 kami sudah tiba di Bandara Internasional Suvarnabhumi. Hal yang saya lakukan ketika tiba di sana adalah berputar keliling mencari imigrasi dan melihat-lihat. Lantai bawah bandara ini sangat biasa, tidak ada yang spesial. Padahal saya diceritakan oleh beberapa rekan saya yang sudah ke bandara ini, katanya bagus. Kami bertiga berjalan lurus entah berapa ratus meter dengan eskalator yang tiada akhir rasanya. Tidak bisa saya pungkiri ini bandara memang panjang gilaaakkk. Dan lucunya tiap saya menaiki eskalator, sesaat sebelum ujung eskalator akan ada notifikasi berbahasa Thailand yang mungkin artinya "Ini adalah batas akhir eskalator, hati-hati melangkah" Sotooooy gilak, tapi mungkin seperti itu. Bahasa dan iramanya super lucu yang membuat kami bertiga tergelak di ruangan panjang bandara yang cukup sepi itu.

Papan Pengumuman Maskapai
Papan Petunjuk Jalan supaya gak nyasar
Lepas melewati imigrasi, kami langsung bingung harus menunggu di mana. Maklum kali pertama kami ke sini dan kami belum menentukan meeting point bertemu Ndari dari Don Mueang. Saya pun bertanya sana sini mencari informasi mengenai Bus kedatangan dari Bandara Don Mueang ke Suvarnabhumi. Petugas memberitahukan bahwa bus akan berhenti di shuttle bus yang berada di lantai 2. Agak aneh sih, masa ada jalan raya di lantai 2. Namun ternyata memang benar, ada jalan layang tinggi yang dilewati oleh bus dan mobil-mobil yang datang untuk mengantarkan orang yang ingin masuk ke Bandara Intl Suvarnabhumi ini. Di lantai inilah saya baru melihat kerennya Suvarnabhumi. Hall yang berisi lalu lalang orang dengan berbagai kepentingan maskapai dan bagian luar yang indah berbentuk jalan layang. Kami bertiga menunggu Ndari di sana dengan mengandalkan komunikasi melalui BBM dan Twitter.

Saat saya sampai di Bandara, saya langsung membeli kartu perdana AIS 3G persis di dalam bandara sekaligus meminta untuk mengisikan paket blackberry agar tetap bisa terkoneksi dengan orang rumah. Maklum pakainya BBM. Namun demikian Bapak saya tetap saja menggunakan SMS. Haish. Harga AIS 3G ini sekitar 200 THB atau jika dikonversi ke dalam rupiah (1 IDR = 350 THB) maka senilai 70.000 IDR dengan paket yang bisa dipergunakan selama 2 bulan. Namun sayang saya hanya beberapa hari saja di Bangkok :S

Sim Card Thailand
Isinya
Selama menunggu Ndari datang di shuttle bus dari Don Mueang, kami malah asik ngobrol, foto-foto dan makan ayam De Besto yang tadi belum habis. Lumayan masih bisa dimakan daripada mubazir :D Pukul 21.15 kami baru bertemu dengan Ndari. Rupanya terjadi delay Air Asia sehingga jadwal ketibaan Ndari di Don Mueang juga terlambat. Fiuh bikin panik haha. Kami memutar otak bagaimana caranya sampai di Samsen Road dengan kondisi jalan yang sudah malam. Saya memang selalu kesulitan mencari tempat dengan kondisi gelap / malam. Seharusnya sih BTS atau kereta dalam kota Thailand sudah tidak beroperasi di atas jam 21.00 namun kami masih berharap ada kereta yang bisa mengantarkan kami ke Samsen Road, lokasi tempat penginapan kami.

 

Kami berlari menuju stasiun BTS yang masih di lantai 2 Bandara Suvarnabhumi ini. Ternyata masih ada kereta, dan jalan yang akan saya tempuh yakni sampai dengan Stasiun Phay Thai kemudian kami akan menyambung naik taxi sampai Samsen Road. Saya tidak bisa mengambil risiko mencari bus tengah malam begini dengan koper yang kami bawa. Syukur Alhamdulillah kereta masih ada dan kami diminta segera membeli tiket. Harga tiket kereta dari Suvarnabhumi menuju Phay Thai adalah 90 THB per orang. Kereta ini cukup bagus dan mirip dengan KLIA Express milik Malaysia. Di dalam kereta kami banyak bercanda dan rupanya Bapak disebelah kami memperhatikan. Dengan super polosnya Kakak Shinta menyapa "Liburan, Pak?" Saya dan kedua teman saya langsung bengong. Kenapa disapa pakai Bahasa Indonesia bukan bahasa Inggris. Hahaha. Rupanya Bapaknya mengerti Bahasa Indonesia dan cara berbicaranya mirip sekali dengan orang Melayu. Diceritakan bahwa Bapak ini adalah orang asli Thailand namun lama bekerja di Malaysia sehingga sedikit paham bahasa Melayu. Kami diberikan informasi mengenai tempat penginapan yang akan kami tuju, dan kami disarankan menaiki taxi. Ya, persis dengan rencana awal saya. Bapaknya sangat baik bahkan browsing tentang hostel kami dan menunjukkan foto gambar depan hostel kami. Beliau pun juga berpesan agar kami selalu berhati hati dan selamat menikmati kota Bangkok. :)

Tiba di stasiun Phay Thai, lagi-lagi kami harus nekat dan sok tahu berjalan ke arah mana. Rupanya di bawah tangga ada taxi yang sedang ngetem. Sepertinya sih taxi legal dan Bismillah saja saya langsung menanyakan apakah bisa kami berempat diantar ke Amazing House yang berada di Samsen Road. Mbak-mbak bagian pemesanan taxi pun bertanya dengan logat yang sangat aneh dan membuat saya berpikir keras dan menebak-nebak ini Mbak ngomong apa sih. Ternyata ia menanyakan lokasi hostel kami ada di Samsen berapa? Karena Samsen Road punya banyak lorong (soi), dari Samsen 1, 2, 3 dan seterusnya. Saya menunjukkan kertas print berisi alamat Amazing House yakni di Samsen 2 Road. Ia langsung mengerti dan bicara "Aaa...Samsen Soi Song" yang artinya adalah Samsen Soi 2. Saya langsung merekam dalam otak saya, itu artinya.

Ia menuliskan receipt pembayaran taxi dengan tulisan yang super saya nggak paham itu artinya apa, cacing semua. Walaupun demikian saya langsung masuk ke dalam taxi beserta barang-barang kami. Dalam hati saya bertanya-tanya, ini harus bayar berapa ya wong argo taxi-nya matiiiii :S

Bukti pemesanan Tiket Taxi
 Alhasil dengan kompromi sana sini, kami membayar dengan 100 THB. Perjalanan cukup lumayan dan kami disuguhi dengan pemandangan malam kota Bangkok kiri kanan lampu hias. Sepintas saya teringat dengan Jakarta karena kurang lebih jalanannya sama. Sampai di Amazing House kami pun mengucapkan terima kasih kepada Bapak supir taxi.

Tuesday, September 9, 2014

Doa

Peluklah orang-orang yang kau cintai dengan Doa :)

Tidak Semua Tentangmu

Jangan memasukkan semua hal ke dalam hati, karena tidak semua hal di dunia ini berhubungan dengan kamu.

Terkadang rasa sakit hati kepada orang lain dan salah paham terjadi akibat diri kita yang terlalu "ge-er" dengan omongan orang. Setiap ada omongan atau berita buruk dari orang lain, pasti selalu berpikir itu adalah tentang kita. Akibatnya timbul permusuhan dan rasa sakit hati. 

Gosip.

Sepertinya tidak akan habisnya mendengar tentang keburukan orang lain, saling menimpali dan bahkan menambahi dengan berita lainnya. Semua berita dikumpulkan dan disebarluaskan tanpa menyaring benar atau tidaknya berita tersebut.  

Memang mendengar omongan miring memang memekakkan telinga, namun bisakah kamu mengambil dari sisi lain?

Jika itu memang benar kamu, maka ada yang salah dari diri kamu hingga orang lain membicarakan tentangmu. Jadikanlah momen ini sebagai ajang koreksi diri dan perbaikan. Ambil saja positifnya, dan bangkit jadi pribadi yang lebih baik lagi. 

Jika yang mereka bicarakan tidak benar, itu artinya mereka belum benar-benar mengenalmu. Maka rangkulah mereka dengan kasih sayang, dan tunjukkan kepada mereka bahwa kamu bukan orang yang demikian. 

Setelah ambil hikmah dari semuanya, bisakah kamu untuk belajar cuek? Hey, tidak semua yang mereka bicarakan itu adalah tentang kamu.

Melatih Prasangka

Apa pun yang kita lakukan, niatkan untuk kebaikan. Bila nanti orang lain menganggapnya sebagai suatu keburukan, maka cukuplah kita untuk berbaiksangka terhadap apa-apa yang orang lain lakukan. 

Karena Yang Maha Mengetahui segala isi hati hanyalah Allah. Maka pantaskah kita untuk berprasangka buruk terhadap apa-apa yang orang lain lakukan?

Kita tidak bisa mengubah hati orang lain untuk berprasangka baik kepada kita, namun kita bisa melatih hati kita untuk berprasangka baik kepada orang lain.

Agissa, Adek Magang

Terima kasih Agissa atas kontribusi dan bantuannya di Unit Pelayanan Nasabah BNI Syariah Kantor Cabang Fatmawati, semoga semakin berkah ilmunya, sukses kuliah dan skripsinya. Semoga suatu saat nanti kita bisa traveling bareng. Kok nggak berasa yaa magangnya 3 bulan, baru juga mau minta perpanjang masa magangnya jadi setahun haha. Bunda-bundanya ini ngelunjak.

.

Ketika yang Halal Tercampur dengan yang Haram

Seseorang datang kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami. Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya.
Namun anehnya, Imam Syafi’i justru menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’i sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu.

Setelah berlalu beberapa lama orang itu datang lagi kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kehidupannya yang tidak ada kemajuan. Lalu Imam Syafi’i memerintahkannya untuk kembali menemui orang yang mengupahnya dan minta untuk mengurangi lagi gajinya menjadi 3 dirham. Orang itupun pergi melaksanakan anjuran Imam Syafi’i dengan perasaan sangat heran.

Setelah berlalu sekian hari orang itu kembali lagi menemui Imam Syafi’i dan berterima kasih atas nasehatnya. Ia menceritakan bahwa uang 3 dirham justru bisa menutupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan hidupnya menjadi lapang. Ia menanyakan apa rahasia di balik itu semua?

Imam Syafi’i menjelaskan bahwa pekerjaan yang ia jalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari 3 dirham. Dan kelebihan 2 dirham itu telah mencabut keberkahan harta yang ia miliki ketika tercampur dengannya.

Lalu Imam Syafi’i membacakan sebuah sya’ir :
Dia kumpulkan yang haram dengan yang halal supaya ia menjadi banyak.
Yang haram pun masuk ke dalam yang halal lalu ia merusaknya.
_____
Barangkali kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita dalam bekerja. Jangan terlalu berharap gaji besar bila pekerjaan kita hanya sederhana. Dan jangan berbangga dulu mendapatkan gaji besar, padahal etos kerja sangat lemah atau tidak seimbang dengan gaji yang diterima.
Bila gaji yang kita terima tidak seimbang dengan kerja, artinya kita sudah menerima harta yang bukan hak kita. Itu semua akan menjadi penghalang keberkahan harta yang ada, dan mengakibatkan hisab yang berat di akhirat kelak.

Harta yang tidak berkah akan mendatangkan permasalahan hidup yang membuat kita susah, sekalipun bertaburkan benda-benda mewah dan serba lux. Uang banyak di bank tapi setiap hari cek-cok dengan istri. Anak-anak tidak mendatangkan kebahagiaan sekalipun jumlahnya banyak. Banyak teman namun tiada kebaikan. Kendaraan selalu bermasalah. Ketaatan kepada Allah semakin hari semakin melemah. Pikiran hanya dunia dan dunia. Harta dan harta. Penglihatan selalu kepada orang yang lebih dalam masalah dunia. Tidak pernah puas, sekalipun mulutnya melantunkan alhamdulillah tiap menit.

Kening selalu berkerut. Satu persatu masalah pun datang menghampir. Akhirnya gaji yang besar habis begitu saja. Tidak ada yang bisa di sisihkan untuk sedekah, infak dan amal-amal sosial demi tabungan masa depan di akhirat. Menjalin silaturrahim dengan sanak keluarga pun tidak. Semakin kelihatan mewah pelitnya semakin menjadi. Masa bodoh dengan segala kewajiban kepada Allah. Ada kesempatan untuk shalat ya syukur, tidak ada ya tidak masalah.

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk serius dalam bekerja dan itqan, hingga rezeki kita menjadi berkah dunia dan akhirat.
(Dari Ust. Zulfi Akmal)

-----
Ya Allah cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal (agar aku terhindar) dari yang haram. (HR. Tirmidzi)
Selamat menjemput rezeki 😚

Wednesday, August 13, 2014

Packing List Barang Bawaan Traveling

Berencana traveling ke luar negeri, pasti tidak mau ketinggalan barang bawaan yang sudah dipersiapkan. Nah, saya akan share list barang bawaan yang penting dan perlu dipersiapkan serta tips barang bawaan untuk traveling ke luar negeri.

DOKUMEN.
1. Paspor
2. KTP atau ID lain
3. Itinerary perjalanan
4. Itinerary tiket pesawat
5. Bukti pemesanan hotel
6. Serta dokumen dokumen lain yang kiranya dibutuhkan

Tips : Silakan fotocopy dokumen tersebut dan berikan kepada travelmate kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di sana, maka persiapkan cadangannya. Begitu pula dengan travelmate kita, dokumen copy miliknya akan kita simpan. Bukan hanya hardcopy, tapi scan semua dokumen tersebut dalam bentuk softcopy dan masukkan dalam email. Hal ini untuk jaga-jaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

UANG.
1. Mata uang setempat
2. ATM (Mastercard/ Visa)
3. Kartu Kredit

Persiapkan mata uang negara tujuan sejak keberangkatan. Hitung pengeluaran apa saja yang dibutuhkan secara seksama untuk menghindari kekurangan uang atau malah pemborosan uang. Jika kamu memiliki uang dalam bentuk dollar maka bisa dibawa untuk jaga-jaga. Uang bukan hanya dalam bentuk kertas atau koin namun bisa juga ATM. Jika nanti kekurangan uang .kamu bisa mengambil di mesin ATM negara sana, gunakan yang ada logo Master Card. Kartu ATM BNI bisa dipergunakan dengan charge 35.000 sekali transaksi.

Tips : Jika kamu membawa mata uang setempat dan sudah memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan selama bepergian, maka saran saya adalah tidak menempatkan seluruh uang dalam satu tempat (dompet). Bagilah uang tersebut menjadi 3 bagian dan letakkan dalam 3 tempat yang berbeda. Misalnya di dalam dompet, di dalam koper dan di dalam ransel. Usahakan letakkan di posisi yang aman. Pembagian uang ini dalam rangka tindakan preventif ketika salah satu barang kita hilang, kamu masih memiliki persediaan uang yang lain.

PETA.
1. Buku pedoman negara tersebut
2. Peta kota secara keseluruhan
3. Peta transportasi
4. Peta lokasi-lokasi wisata

Tips : Jika kamu memiliki buku panduan traveling ada baiknya dibawa. Biasanya buku panduan traveling jg menyediakan peta transportasi seperti stasiun MRT atau BTS, bahkan peta lokasi wisata. Jika kamu tidak punya, jangan khawatir, kamu bisa mendapatkannya ketika sudah sampai di lokasi negara tujuan. Ketika kamu sampai di Airport, maka yang harus kamu cari selain pintu keluar adalah pusat informasi. Di sana kamu bisa mendapatkan peta dan buku panduan secara gratis. Saran saya ambil lebih dari satu (toh gratis kan). Siapa tahu hilang atau rusak, maka kamu masih memiliki persediaannya.

BAJU.
1. Baju atasan
2. Jeans/ Bawahan
3. Pakaian Dalam
4. Pakaian Tidur

Tips : Bawalah baju secukupnya dan tidak berlebihan. Ketika bepergian jauh, maka yakinlah bahwa kamu seharian akan menggunakan baju yang sama. Ketika malam baru menggunakan baju tidur. Jika kamu ada perjalanan menggunakan bis malam, maka yakinlah kamu akan tidur dengan baju yang sama, yang kamu pakai tadi pagi. Kamu tidak membutuhkan baju tidur. Perhitungan baju ini disesuaikan juga dengan medan lokasi traveling kamu. Jika kamu berniat pergi ke daerah yang butuh jalan kaki banyak, akan tidak cocok jika memakai dress yang merepotkan. Jika kamu ke tempat yang agak dingin, maka gunakan pakaian yang agak tebal. Jika hostel menyediakan tempat menjemur, maka bisa kamu pergunakan untuk mencuci dan menjemur pakaian kamu.

ELEKTRONIK dan PERKABELAN.
1. HP
2. Kamera
3. Powerbank
4. Charger Kamera
5. Charger HP
6. Charger Powerbank
7. Colokan Cabang
8. Colokan Universal
9. Tongsis

Tips : Gunakan pocket kamera karena lebih ringan dan memudahkan ketimbang membawa kamera DSLR yang cukup berat dan memakan tempat. Namun jika kamu mau hasil yang lebih bagus dan suka fotografi tidak masalah jika membawa kamera DSLR dan perlengkapannya. Colokan cabang dipergunakan untuk cas HP dan Kamera dalam waktu yang bersamaan. Colokan universal adalah colokan yang digunakan di negara tersebut. Misal di Singapore dan Malaysia menggunakan colokan lubang 3, berbeda dengan Indonesia yang menggunakan colokan lubang 2. Maka, kamu membutuhkan colokan universal dengan ujung 3 namun berlubang 2 sehingga bisa dipergunakan untuk peralatan colokan Indonesia.

FOOD DRINK.
1. Tempat Makan
2. Tempat Minum 500-1000ml
3. Sendok Traveling

Tips : Traveling memang identik dengan kuliner, kita bisa mencari makan sepanjang waktu di negara tersebut. Namun membawa tempat makan agaknya menjadi hal yang bermanfaat juga. Jika perjalanan berangkat cukup lama, maka kamu bisa membawa bekal dari rumah yang dimakan ketika sampai di tempat tujuan, terlebih jika kamu tidak ada waktu untuk membeli makanan. Kotak makan juga bisa dipergunakan untuk membawa kelebihan makanan atau bekal untuk perjalanan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tentunya ini akan lebih menghemat pengeluaran. Ketika pulang, kotak makan juga bisa dipergunakan untuk meletakkan barang barang bawaan kecil. Intinya sih kamu harus rajin cuci kotak makan yaaa selepas dipakai. Bawalah serta tempat minum ke mana pun tujuan kamu, karena kamu akan sangat membutuhkannya. Jika habis, maka tersedia banyak isi ulang minum gratis. Jangan membeli mineral water, harganya super mahal dibanding di Indonesia (kecuali kalau kepepet).

PERALATAN MANDI.
1. Handuk ukuran kecil
2. Sabun Cair kecil
3. Sikat gigi
4. Shampo Sachet
5. Pasta gigi
6. Deodorant
Tips : Gunakan handuk ukuran kecil untuk menghemat isi koper, biasanya di hotel akan disediakan handuk juga. Jika kamu memiliki travelmate, maka bisa sharing alat mandi. Misal kamu membawa pasta gigi dan shampo sedangkan travelmate kamu membawa sabun cair.

MAKE UP.
1. Kapas
2. Olive oil sedikit
3. Facial wash kecil
4. Lotion anti UV kecil
5. Bedak
6. Lip balm
7. Eyeliner
8. Peniti, jarum, bros
9. Ikat rambut atau jepitan

Tips : Jika kamu mempunyai special treatment untuk wajah, maka pindahkan ke wadah kecil. Bawa peralatan make up standar saja, jangan rempong cyin. Kamu mau traveling sih, bukan mau pemotretan. Tempatkan jarum, peniti dan bros dalam satu wadah.

OBAT-OBATAN.
1. Koyo
2. Hansaplast
3. Tolak Angin
4. Obat Pusing
5. Obat Demam
6. Obat Diare
7. Freshcare/ Minyak kayu putih
8. Obat-obatan pribadi lainnya

Tips : Bawa secukupnya, kamu mau traveling dalam waktu singkat bukan mau buka praktik dokter kecil kan :P Tadi itu adalah penyakit yang mungkin muncul di negara orang. Bawa obat dari negara sendiri, kalau di sana belum tentu cocok. Belilah koyo ukuran besar dan lentur. Sangat membantu ketika kaki pegal dan rasanya mau somplak setelah seharian berjalan kaki.

TAMBAHAN.
1. Tissue Basah
2. Tissue Biasa
3. Mukena dan Sajadah kecil
4. Pembalut (mungkin jatahnya menstruasi saat traveling)
5. Notes kecil
6. Pulpen
7. Sandal Jepit
8. Kaos Kaki
9. Jaket
10. Goodie bag
11. Plastik (minimal bawa 2 plastik besar)
12. Plastik bening kecil untuk barang-barang berharga agak tdk basah
13. Payung
14. Topi / Kacamata 

Tips : Bawalah serta tissue basah dan tissue biasa di ransel sehari hari kamu, karena penting untuk digunakan. Traveling bukan berarti lupa ibadah ya, bawa mukena jangan lupa. Jika bepergian jauh boleh loh shalatnya di jamak. Meski jaman sudah canggih apa-apa ditulis di HP, bukan berarti pulpen tidak penting. Pulpen akan dipergunakan sewaktu-waktu dibutuhkan misalnya untuk pengisian borang fiskal. Jika kamu pergi menggunakan sepatu, maka ada baiknya kamu membawa sendal jepit nyaman yang bisa dipergunakan untuk basah-basahan. Kaos kaki selalu dipakai jika kamu menggunakan sepatu baik sepatu sport maupun flatshoes bahkan crocs sekalipun. Selain menghindari belang kaki, kaos kaki juga mencegah luka lecet pada haki karena seharian berjalan kaki. Kaos kaki jg bisa dipergunakan malam hari ketika suhu turun.

CATATAN PENTING
- Bawa koper ukuran kabin agar bisa dimasukkan ke dalam kabin pesawat
- Packing barang bawaan super efisien tempat. Saat berangkat, usahakan posisi setengah kosong setengah terisi. Karena pada saat pulang kamu akan mengisi setengah kosong koper kamu dengan oleh-oleh.
- Gunakan lock key untuk koper
- Gantung tanda pengenal koper dan sertakan alamat dan kontak kamu jika koper kamu hilang.

"Packing adalah gerbang menyenangkan dari Traveling". -Noni Halimi

Selamat Packing ya!

Check in Penerbangan Internasional

Jika kamu akan bepergian ke luar negeri atau penerbangan internasional, tentunya akan jauh lebih banyak persiapan ketimbang penerbangan domestik. Salah satunya adalah ketika di bandara dan menunggu keberangkatan.

Jika telah tiba waktunya hari kamu berangkat untuk penerbangan internasional, maka perhatikan tiket pesawat kamu, lihat jadwal penerbangan terutama boarding  dan take off. Jika untuk penerbangan domestik kamu disarankan untuk sampai bandara 1 jam sebelum take off, maka untuk penerbangan internasional kamu disarankan untuk tiba di bandara 2 jam sebelum take off. 

Untuk maskapai Air Asia dan Tiger Airways penerbangan baik domestik maupun internasional ada di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Perjalan ke Soekarno Hatta bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, taxi, atau bus Damri (Pasar Minggu, Blok M, Lebak Bulus, dll) dengan harga 30.000. Terminal 3 berada di paling depan bandara, biasanya akan diturunkan pertama oleh Bus Damri. Silahkan kamu turun dan cari pintu masuk Keberangkatan (Depature). Tunjukkan bukti pemesanan tiket kamu di pintu masuk bandara kepada petugas, akan lebih baik jika bukti pemesanan dalam bentuk hardcopy atau print.  Masuklah ke dalam dan scan barang bawaan kamu di pintu masuk. Jangan lupa untuk memisahkan HP, barang elektronik, maupun barang yang mengandung logam seperti jam tangan dan ikat pinggang. Jika menggunakan jaket maka lepaskan jaket. Masuk dan berjalanlah ke tempat antrian check in. Perhatikan petunjuknya, carilah maskapai penerbangan Internasional.

Untuk Air Asia tersedia fasilitas Online Check in yang terdapat di Website. Ada pula fasilitas self check in yakni berupa mesin yang berjejer di pintu masuk dala. bagian dalam tempat check in. Caranya sangat mudah, kamu tinggal input kode booking penerbangan kamu, dan pilih siapa saja penumpang yang akan kamu check in. Kamu juga bisa melakukan check in untuk penerbangan pulang sekaligus, sehingga pada saat kamu pulang nanti tidak terburu-buru untuk mengejar waktu check in dan lama mengantri. Mesin akan mengeluarkan kertas boarding pass. Simpan baik-baik, jangan sampai hilang, terutama boarding pass untuk penerbangan pulang. Jika kamu membawa barang bawaan yang akan diletakkan di bagasi, maka kamu harus check in di tempat check in biasa. Tiger Airways belum memiliki fasilitas self check in sehingga kamu juga memerlukan untuk mengantri.

Apa yang dibutuhkan ketika antri untuk check in. Persiapkan passpor dan bukti booking tiket pesawat yang sudab di print. Petugas akan melakukan pengecekan data. Siapkan juga uang pajak bandara sebesar 150.000 rupiah yang akan dibayarkan di konter check in pada saat yang sama. Jika kamu mau, kamu bisa request kepada petugas untuk duduk di posisi pinggir pesawat dekat jendela dan sayap pesawat. Duduk di posisi dekat jendela akan memberikan sensasi berbeda dan bisa melihat pemandangan secara leluasa. Sedangkan posisi dekat dengan sayap pesawat adalah posisi dengan tingkat turbulensi terkecil. Setelah petugas selesai cek, maka kamu akan mendapatkan kertas boarding pass. Jangan lupa untuk mengambil kembali paspor atau KTP (jika diperlukan) dari petugas. Pastikan tidak ada barang yang tertinggal.

Berjalanlah ke sisi sebelah kiri antrian check in, masuk melalui pintu buka tutup otomatis. Naiklah ke lantai atas. Lokasi boarding room untuk maskapai Air Asia dan Tiger Airways baik Domestik maupun Internasional berada di sana. Baca isi kertas boarding pass kamu, di sana tertulis Boarding Gate Open yakni kapan waktunya boarding room dibuka, Boarding Time yakni kapan waktunya kamu meninggalkan Boarding Room dan bersiap ke pesawat, Take Off atau waktunya kamu lepas landas, serta Waiting Gate yakni tempat kamu menunggu di Boarding Room. 

Di lantai ini kamu akan berhadapan dengan petugas imigrasi. Ini adalah batas kamu akan keluar dari negeri ini. Posisi Imigrasi untuk Air Asia ada di paling kiri. Siapkan dokumen kamu yang berupa paspor dan boarding pass. Antrilah sesuai jalur dan ketika akan sampai urutan kamu, berdirilah di belakang garis. Penumpang akan maju satu per satu untuk menghadap petugas imigrasi. Bukan rombongan ya, apalagi minta temenin berduaan. Sendiri-sendiri, cyiiiin! Tunjukan paspor dan boarding pass kamu, pandangan wajah ke depan, lihat muka petugas imigrasinya dan senyumin aja kalo berani, hehehe. Biasanya petugas akan menanyakan ada keperluan apa pergi ke luar negeri, berapa hari, atau basa basi lain. Tanggapi dengan elegan dan senyum. Petugas akan memberi stempel keluar Bandara Internasional Soekarno Hatta di paspor kamu. Jangan banyak basa basi dengan petugas, apalagi sampai minta nomer HP, jangan. Kamu akan memghambar antrian di belakang kamu. Silakan kamu berjalan masuk ke petugas selanjutnya yakni pemeriksaan dokumen boarding pass. 

Setelah itu, kamu akan melewati mesin scanning selanjutnya. Jika kamu membawa air mineral atau barang cair lain dengan ukuran lebih dari 100ml maka siap-siap harus merelakannya hilang. Mesin scan ini akan mendeteksi cairan. Jika kamu membawa botol minumal berisi air, mau diletakkan di paling bawah koper sekalipun pasti akan ketauan. Saya sarankan untuk membawa botol kosong saja, isi ketika nanti sampai di lokasi tujuan. Jangan membawa parfum dala. jumlah banyak karena akan disita petugas. Setelah semua oke, maka duduk manis di boarding room. Di sana banyak colokan listrik, bisa kamu manfaatkan untuk cas hp. Toilet berada di ujung ruangan, bersebelahan dengan musholla. 

Jika waktunya sudah tiba, dengarkan notifikasi dari pengeras suara. Apabila sudah masuk boarding time, maka kamu tinggal mengikuti arahan petugas untuk antri. Petugas akan memeriksa kembali maskapai penerbangan, tujuan penerbangan, dan nomor kursi. Setelah itu, gunakan eskalator turun. Dan keluar dari ruangan sudah menunggu Bus Air Asia yang akan mengantar kamu menuju pesawat. Naiklah ke dalam pesawat dan jangan lupa berdoa ya :) Demikian sekilas tentang check in bagaimana Cara Check In di Bandara Terminal 3 Air Asia dan Tiger Airways, semoga membantu ;)

Koper atau Ransel

Berpergian ke luar negeri ala backpacker memang menyenangkan. Keliling tempat-tempat wisata tanpa tour guide, makan makanan khas daerah tersebut dengan rekomendasi dari tripAdvisor, menginap dengan harga dormitory, pengeluaran dan belanja yang irit. Backpacker adalah istilah untuk orang yang berpetualang ke suatu tempat dengan dana yang minim namun memanfaatkan sedemikian rupa sehingga perjalanannya menjadi efektif, efisien dan murah. Sering kali backpacker diindentikan dengan orang yang bepergian dengan backpack atau ras ransel. Memang ada benarnya sih, biasanya backpacker menggunakan ransel besar dalam perjalanan mereka. Semua perlengkapan dimasukan ke dalam tas ransel besar, bahkan sepatu pun digantung di sisi kanan kiri tas. Ransel mereka menjadi berubah fungsi ketika malam menjadi bantal atau sandaran kepala.

Tidak ada salahnya jika bepergian ke luar negeri dengan ransel, namun secara pribadi saya lebih senang menggunakan koper kabin, dan sebuah ransel kecil serba guna. Mengapa? Saya memang terbiasa jalan kaki dalam jarak tempuh yang jauh, bukan suatu masalah jika harus berjalan kaki seharian ke banyak tempat wisata atau mengendarai transportasi umum. Namun kendalanya adalah jika membawa ransel yang berat, tentunya akan menghambat gerak saya. Saya tidak terlalu tinggi dan kesulitan untuk membawa barang banyak dalam waktu yang cukup lama. Berbeda halnya dengan wisatawan asing yang bertubuh tinggi dan jauh lebih enteng untuk memikul tas ransel super besar. Terlebih memang fisik mereka biasa untuk hal seperti itu. 

Saya pernah traveling menggunakan ransel besar. Memang rasanya efisien dengan ruangan yang begitu besar dapat memuat banyak barang. Namun ransel menjadi sangat berat, dan mau tidak mau harus saya panggul (berasa bawa karung beras). Alhasil pulang dari perjalanan tersebut saya harus rela pasang banyak koyo di pundak. Nyeri. Akhirnya untuk perjalanan selanjutnya saya tidak mau menggunakan ransel lagi. Saya memilih koper ukuran kabin dan ransel kecil serba guna. 

Mengapa koper ukuran kabin?

Berpergian dengan biaya minim ala backpacker pastinya akan memikirkan bagaimana cara memangkas biaya-biaya yang mungkin keluar. Salah satunya adalah biaya bagasi pada maskapai penerbangan. Jika kita menggunakan koper besar, tentunya tidak dapat dimasukkan ke dalam kabin, sehingga mau tidak mau kita harus memasukkannya ke dalam bagasi which is untuk mendapatkan bagasi kita harus membeli bagasi yg artinya adalah pengeluaran. Big no. Kita minimalisir pengeluaran bagasi dengan membawa koper kabin. Dengan menggunakan koper kabin yg lebih kecil, kita akan lebih selektif dalam belanja dan membeli oleh-oleh. Pertama kali yang terpikir ketika membeli oleh-oleh adalah "koper masih muat gak yah?" Akhirnya adalah bisa menekan biaya belanja karena harus banyak mikir, takut gak muat di koper, heheehee. Beda halnya jika membawa koper besar, tentu bukan masalah membeli banyak hal, toh bisa masuk koper semua. Akhirnya adalah terjadinya pemborosan dan pengeluaran tidak terkontrol.

Koper kabin adalah koper berukuran small yang bisa diletakkan di kabin pesawat. Koper tersebut bisa dibawa naik ke pesawat bersama kita. Dengan koper kabin, akan menghemat waktu perjalanan kita karena begitu landing, kita tidak perlu antri lagi untuk klaim bagasi. Ukuran koper kabin ini adalah 56cm × 36 cm × 23 cm atau sekitar 21". Maksimal berat koper adalah 7 kg. Peraturan masing-masing maskapai berbeda namun kurang lebih seperti itu. Saya pernah siiih melihat orang yang membawa koper agak besar namun diperbolehkan masuk kabin. Saya juga tidak paham, mungkin pengawasannya sedang longgar. Namun ada baiknya jika mengantisipasi di awal, karena di negara tujuan lebih strict terhadap barang bawaan wisatawan. Di Malaysia contohnya, kabin kelebihan berat 1kg akan ditolak. Bagasi kelebihan 1kg pun akan dikenai biaya cukup mahal. 

Mengapa ransel kecil serba guna?

Yang saya maksud dengan ransel kecil serba guna ini adalah sebuah tas punggung dengan ukuran kecil yang memiliki banyak kantong dan berbahan anti basah. Banyaknya kantong pada ransel bisa dipergunakan untuk meletakkan barang-barang kecil yang penting seperti dompet paspor, uang, hp, perlengkapan charger, kamera, tissue, peniti, jarum, permen dan lain sebagainya. Makin banyak kantong akan making banyak sisi kegunaan yang bisa dimanfaatkan. Dengan ukuran yang kecil juga akan memudahkan kita untuk membawanya. Tidak terlalu berat.

Jadi, untuk bepergian ke luar negeri, saya lebih memilih menggunakan koper kabin dan ransel kecil ketimbang ransel backpacker. :)